Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA

PERCOBAAN V
ISOLASI KOLESTEROL

OLEH :
NAMA : FITRIYANI
STAMBUK : F1D1 18 002
KELOMPOK : V (LIMA)
ASISTEN PEMBIMBING : FATIMAH ALWI AL BAKAR

PROGRAM STUDI BIOLOGI


JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2019
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kolesterol adalah sterol terbanyak di dalam tubuh, bentuknya dapat

sebagai kolesterol bebas ataupun terikat pada asam lemak sebagai

kolesterilester. Kolesterol dalam darah dan limfe terlihat sebagai kolesterilester

sedangkan yang dalam sel-sel darah otot, hepar dan jaringan lain dalam bentuk

bebas. Steroid dalam jaringan hewan mempunyai peran biologis yang penting,

seperti asam kolat, estradiol dan progesteron, juga merupakan zat antara yang

diperlukan dalam biosintesis hormon steroid. Kolesterol memiliki sifat yaitu

tidak larut dalam air dan dalam cairan darah, untuk itu agar dapat dikirim ke

seluruh tubuh perlu dikemas bersama protein menjadi partikel yang disebut

lipoprotein.

Kelebihan kolesterol diolah oleh hati dan untuk sementara waktu

disimpan dalam kantong empedu. Selanjutnya akan disalurkan melalui usus

dan dibuang bersama kotoran. Sayangnya, kemampuan tubuh untuk membuang

kolesterol yang berlebihan sangat terbatas. Sisa kelebihan tersebut tertimbun

dalam pembuluh nadi dan jaringan lain. Akibatnya akan mengganggu sirkulasi

darah dalam tubuh.

Senyawa kolesterol ini disintesis dalam banyak jaringan dan akhirnya

dikeluarkan dari tubuh melalui empedu sebagai garam kolesterol atau empedu.

Kolesterol adalah produk khas hasil metabolisme hewan sehingga terdapat

dalam semua bahan makanan yang berasal dari hewan misalnya kuning telur,

otak, daging dan hati. Unsur-unsur lemak dalam darah terdiri atas kolesterol,
trigliserida, fosfolipid dan asam lemak bebas. Ikatan lemak tersebut akan

diuraikan dalam hati sehingga terbentuk kembali keempat unsur lemak

tersebut, sedangkan asam lemak yang terbentuk akan dipakai sebagai sumber

energi atau bila jumlahnya berlebih akan disimpan dalam jaringan lemak.

Berdasarkan uraian di atas maka di lakukan prakrikum percobaan Isolasi

Kolesterol.

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah pada praktikum ini adalah sebagai berikut :

1. Bagamaina tahapan dalam mengisolasi kolesterol yang terdapat pada otak

ayam?

2. Berapa persentase kolesterol yang terdapat pada otak ayam?

C. Tujuan Praktikum

Tujuan pada praktikum ini yaitu sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui tahapan dalam mengisolasi kolesterol yang terdapat

pada otak ayam.

2. Untuk mengetahui persentase kolesterol yang terdapat pada otak ayam.

D. Manfaat Pratikum

Manfaat pada praktikum ini adalah sebagai berikut :

1. Dapat mengetahui tahapan dalam mengisolasi kolesterol yang terdapat pada

otak ayam.

2. Dapat mengetahui persentase kolesterol yang terdapat pada otak ayam.


II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Kolesterol

Kolesterol tubuh berasal dari dua sumber, yaitu dari makanan yang

disebut kolesterol eksogen dan kolesterol yang diproduksi oleh tubuh yang

disebut kolesterol endogen. Kolesterol (C27H45OH) adalah alkohol steroid yang

ditemukan dalam lemak hewani atau minyak, empedu, susu, kuning telur.

Kolesterol sebagian besar disintesiskan oleh hati dan sebagian kecil diserap

dari diet. Keberadaan kolesterol dalam pembuluh darah yang kadarnya tinggi

akan membuat endapan kristal lempengan yang akan mempersempit atau

menyumbat pembuluh darah. Kadar kolesterol didalam darah adalah dibawah

200 mg/dl. Kolesterol yang melampaui batas normal maka disebut sebagai

hiperkolesterolemia. Hiperkolesterolemia biasanya terdapat pada penderita

obesitas, diabetes mellitus, hipertensi, perokok serta orang yang sering minum-

minuman beralkohol (Rahmat dan Wiradimadja, 2011).

B. Lipoprotein

Lipoprotein memiliki dua bagian yaitu inti yang terdiri dari trigliserida

dan ester kolesterol yang tidak larut air dan bagian luarnya terdiri dari

kolesterol bebas, fosfolipid, dan apo-protein yang lebih larut air. HDL, LDL,

dan Lp (a) dominan intinya mengandung ester kolesterol, VLDL dan

kilomikron. TG adalah komponen yang dominan. Lipoprotein dibagi menjadi

beberapa jenis, berdasarkan berat jenisnya, yaitu, kilomikron, Very Low

Density Lipoprotein (VLDL), Intermediate Density Lipoprotein (IDL), Low


Density Lipoprotein (LDL), High Density Lipoprotein (HDL). Lipoprotein ini

dapat berinteraksi dengan enzim tubuh seperti Lipoprotein Lipase (LPL),

Lechitin Cholesterol Acyl Transferase (LCAT), dan Hepatic Triglyceride

Lipase (HTGL) sehingga lipoprotein ini dapat berubah jenisnya (Murwani,

dkk., 2014).

C. LDL (Low Density Lipoprotein)

LDL (Low Density Lipoprotein) merupakan lipoprotein yang memiliki

kandungan kolesterol tertinggi dibandingkan lipoprotein lainnya.1,2 LDL

dalam pembentukannya membutuhkan apolipoprotein B yang merupakan

apolipoprotein primer pada lipoprotein ini. LDL (Low Density Lipoprotein)

adalah lipoprotein pada manusia yang berguna sebagai pengangkut kolesterol

ke jaringan perifer dan berguna untuk sintesis membran dan hormon steroid.

LDL mengandung 10% trigliserida serta 50% kolesterol, dipengaruhi oleh

banyak faktor misalnya kadar kolesterol dalam makanan, kandungan lemak

jenuh, dan tingkat kecepatan sintesis dan pembuangan LDL dan VLDL dalam

tubuh. Meningkatnya penggunaan LDL (Low Density Lipoprotein) merupakan

jenis kolesterol dapat menyebabkan hiperkolesterolemia. Hiperkolesterolemia

familial (HF) merupakan kelainan genetik tersering penyebab terjadinya

penyakit jantung koroner atau aterosklerosis (Hakim, 2010).

D. HDL (High Density Lipoprotein)

HDL (High Density Lipoprotein disebut juga α-lipoprotein adalah

lipoprotein terkecil yang berdiameter 8-11 nm, mempunyai berat jenis terbesar
dengan inti lipid terkecil. Unsur lipid yang paling dominan dalam HDL ialah

kolesterol dan fosfolipid. Komponen HDL adalah 20% kolesterol, <5%

trigliserida, 30% fosfolipid dan 50% protein. HDL ialah protein lipid yang

memiliki inti dominan ester kolesterol dan terdiri atas Apo – I, Apo-II, Apo C,

Apo E, dan Apo D. HDL berfungsi sebagai penyimpan apoliporotein C dan E

yang menjadi bahan dalam metabolisme kilomikron dan VLDL. HDL dalam

plasma memiliki banyak macam ukuran, bentuk, komposisi dan muatan listrik.

HDL memiliki beberapa macam bentuk yaitu HDL-1, HDL-2 dan HDL-3 (

Fajrin, 2010).

E. Gangguan Kolesterol

Penyakit aterosklerosis yang terjadi di pembuluh darah jantung dapat

menyebabkan terjadinya jantung koroner, apabila terjadi di pembuluh darah

otak dapat menyebabkan terjadinya stroke. HDL (High Density Lipoprotein)

disebut juga kolesterol baik karena mempunyai efek antiaterogenik yaitu

mengangkut kolesterol bebas dari pembuluh darah dan jaringan lain menuju

hati, selanjutnya mengeluarkannya lewat empedu. Kadar LDL yang tinggi

cenderung disertai dengan kadar trigliserida yang tinggi pula, sedangkan

apabila kadar HDL tinggi maka kadar trigliserida cenderung rendah. Tubuh

yang kelebihan LDL dapat diturunkan dengan mengonsumsi obat yang

mengandung flavonoid kuersetin, saponin dan tanin yang diyakini dapat

menurunkan kadar kolesterol total dan LDL dalam darah melalui peningkatan

ekskresi asam empedu dan diyakini memiliki efek antioksidan untuk mencegah
terjadinya oksidasi LDL dan reaksi inflamasi sehingga dapat mencegah

perubahan dinding aorta (Murwani, dkk., 2014).


III. METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat

Praktikum ini dilaksanakan pada hari Kamis, 31 Oktober 2019 pukul

12.50 WITA-selesai, bertempat di Laboratorium Ekologi, Jurusan Biologi,

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Halu Oleo,

Kendari.

B. Alat dan Bahan

1. Alat

Alat yang digunakan pada praktikum ini dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Alat dan Kegunaan


No. Nama Alat Kegunaan
1 2 3
1. Hot plate Untuk memanaskan objek pengamatan
2. Gelas ukur Untuk mengukur larutan yang akan
digunakan
3. Lumpang porselin Untuk mengerus otak ayam
4. Pipet tetes Untuk mengambil larutan dengan volume
tertentu
5. Timbangan analitik Untuk menimbang objek pengamatan dan
kertas saring
6. Oven Untuk mengeringkan objek pengamatan
7. Batang pengaduk Untuk mengaduk objek pengamatan
8. Erlenmeyer Sebagai wadah filtrat
9. Kamera Untuk mendokumentasikan hasil
pengamatan
10. Alat tulis Untuk menulis hasil pengamatan

1. Bahan

Bahan yang digunakan pada praktikum ini dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2. Bahan dan Kegunaan


No. Bahan Kegunaan
1 2 3
1. Otak ayam Sebagai sumber kolesterol
Tabel 2. Lanjutan
1 2 3

2. Larutan dietil eter Untuk mengikat kolestrol dari otak ayam


3. Larutan methanol Sebagai larutan untuk memisahkan kolestrol
dari otak ayam
4. Aquadest Sebagai pelarut
5. Air Sebagai pembersih alat-alat yang digunakan
dan media pemanas objek pengamatan
6. Kertas saring Sebagai wadah kolesterol saat diovekan dan
untuk memisahkan larutan dengan filtratnya

C. Prosedur Kerja

Prosedur kerja yang dilakukan pada praktikum ini dapat dilihat pada

diagram alir berikut:


20 gram otak ayam

Digerus dalam lumpang


- Ditambahkan dietil eter 4 ml
- Dipanaskan
- Disaring
- Dilarutkan filtrat dengan 20 mL
metanol
- Dipanaskan
- Disaring
- Dicuci filtrat dengan aquades
- Dipanaskan hingga terbentuk kristal
- Dibilas kristal dengan metanol
- Disaring dengan kertas saring
Dikeringkan dengan suhu 500C
Dihitung persentase kolesterol

Hasil Pengamatan
2. Bahan

Bahan yang digunakan pada praktikum ini dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2. Bahan dan kegunaan


No. Bahan Kegunaan
1. Otak ayam Sebagai sumber kolesterol
2. Larutan dietil eter Untuk mengikat kolestrol dari otak ayam
3. Larutan methanol Sebagai larutan untuk memisahkan kolestrol
dari otak ayam
4. Aquadest Sebagai pelarut
5. Air Sebagai pembersih alat-alat yang digunakan
dan media pemanas objek pengamatan
6. Kertas saring Sebagai wadah kolesterol saat diovekan dan
untuk memisahkan larutan dengan filtratnya

C. Prosedur Kerja

Prosedur kerja pada praktikum ini dapat adalah sebagai berikut:

20 gram otak ayam

- Digerus dalam lumpang


- Ditambahkan eter 4 ml
- Dipanaskan
- Disaring
- Dilarutkan filtrat dengan 20 mL
metanol
- Dipanaskan
- Disaring
- Dicuci filtrat dengan aquades
- Dipanaskan hingga terbentuk kristal
- Dibilas kristal dengan metanol
- Disaring dengan kertas saring
- Dikeringkan dengan suhu 500C
- Dihitung persentase kolesterol

Hasil Pengamatan
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan

Hasil pengmatan pada praktikum ini dapat dilihat pada Tabel 3.

Tabel 3. Hasil Pengamatan Iaslasi Kolestrol


Hasil Pengamatan
Perlakuan Keterangan
Sebelum Sesudah
1 2 3 4
47 gram otak ayam Kristal
 digerus di dalam kolestrol
lumping + 10 mL
eter  dipanaskan
100˚C di Hot plate
 disaring 
1
dilarutakan dengan
fitrat 10 mL
methanol 
dipanaskan 
disaring 
dilarutkan dengan
aquades 2 mL 
dipanaskan hingga
membentuk kristal
 disaring 
dikeringkan di oven
suhu 50˚C 
ditimbang

B. Analisis Data

Diketahui

Berat otak ayam = 47 gram

Berat kertas saring = 1,049 gram

Berat kristal + kertas saring = 1,056gram

Dit : %kolesterol = ...?

Penyelesaian :
Berat akhir
% kolesterol = Berat otak ayam x 100 %

Berat akhir = (Berat Kristal + kertas saring) – Berat kertas

saring

= 1.056 gram - 1,049 gram

= 0,007 gram

Berat akhir
% kolesterol = Berat otak ayam x 100 %

0,007 gram
= x 100 %
47 gram

= 0,014 %

C. Pembahasan

Lemak terbagi menjadi dua yaitu gliserol dan asam lemak. Kolesterol

adalah senyawa lemak kompleks, yang 80 % dihasilkan dari dalam tubuh

(organ hati) dan 20 % sisanya dari luar tubuh (zat makanan) untuk

bermacam-macam fungsi di dalam tubuh. Bentuk kolesterol yaitu kristal dan

bubuk. Kadar kolesterol dalam setiap jenis bahan makanan khususnya yang

berasal dari produk hewan bervariasi tergantung jenis dan macam produk

hewan. Kelebihan kolestrol ini disebabkan oleh konsumsi lemak yang

berlebihan sehingga kelebihannya selain disimpan di dalam tubuh juga terdapat

di dalam aliran darah. Salah satu upaya untuk meminimalisir terjadinya

hiperkolestrolemi yaitu dengan mengurangi konsumsi bahan pangan yang

banyak mengandung kolesterol (pada protein hewani) dan sumber bahan

pangan yang sedikit mengandung kolestrol (pada protein nabati).


Kandungan kadar kolesterol pada setiap bagian tubuh hewan berbeda,

ada bagian yang sangat banyak mengandung kolesterol dan bagian lain

sebaliknya. Sebagai contoh pada otak, hati dan kuning telur memiliki kadar

kolesterol yang sangat tinggi. Kolesterol secara fisiologi penting bagi tubuh,

karena merupakan bahan untuk membangun membran sel dan hormon-hormon

yang memiliki peranan vital khususnya kelompok hormon steroid. Kolesterol

termasuk dalam golongan steroid diantaranya senyawa-senyawa sterol,

sapogenin dan hormon, dari senyawa-senyawa steroid. Sterol merupakan

senyawa yang paling banyak ditemukan di alam. Sterol berikatan dengan

glikosida, atau sterol yang berbentuk ester.

Praktikum kali ini bahan yang digunakan yaitu otak ayam yang digerus

dan ditambahkan eter berguna untuk mengikat kolesterol. Proses isolasi

kolesterol dilakukan penambahan eter sebanyak 6 kali. Kolesterol otak ayam

terdapat pada membran sel. Dipanaskan dan disaring, kemudian dicampur

larutan ethanol yang berfungsi untuk melarutkan dan membilas objek

pengamatan dan larutan aquades berguna untuk melarutkan objek pengamatan.

Dipanaskan hingga berbentuk kristal dan kristal dibilas dengan methanol,

selanjutnya disaring dengan kertas saring yang telah ditimbang dan

dikeringkan kedalam oven pada suhu 50oC kemudian dihitung berat ahirnya.

Methanol dan air saling mengikat, aquades mempunyai fungsi menarik

methanol ataupun sebaliknya. Penambahan air memudahkan pembentukan

Kristal dan penambahan volume.


Berdasarkan analisis data persentase kolesterol diperoleh persentase

kolesterol pada otak ayam adalah 0,014%. Hasil yang diperoleh dari

pengukuran tersebut didapatkan persentase 0,014% kolesterol yang diisolasi

dari otak ayam. Otak ayam memiliki kadar kolesterol yang terendah

dibandingkan denga otak kambing, sapid an kerbau. Otak ayam memiliki kadar

kolesterol yang rendah karena ayam memiliki kadar lemak yang tinggi dan

kadar kolestrol yang tertinggi yang dimiliki oleh ayam berada di bagian kulit

dan dada ayam.


V. PENUTUP

A. Simpulan

Simpulan pada praktikum ini adalah sebagai berikut :

1. Isolasi kolesterol dilakukan dengan mengerus otak ayam lalu di tambahkan

eter dan dipanaskan, disaring, filtrat dilarutkan dengan methanol,

dipanaskan, disaring, filtrat dicuci atau dilarutkan dengan aquades,

dipanaskan hingga terbentuk kristal, kristal dibilas dengan methanol,

disaring dengan kertas saring yang telah ditimbang kemudian dikeringkan

menggunakan oven pada suhu 500C.

2. Hasil dari persentase dari isolasi kolesterol yaitu 0,014%.

B. Saran

Saran yang dapat saya ajukan pada praktikum ini yaitu sebaiknya

semua praktikan tetap melaksanakan kegiatan praktikum lanjutan, agar

pengamatan praktikum tetap berjalan dengan baik.


DAFTAR PUSTAKA

Fajrin, F. A., 2010, Aktivitas Ekstrak Etanol Ketan Hitam untuk Menurunkan
Kadar Kolesterol, Jurnal Farmasi Indonesia. 5 (2): 65

Hakim, D. R., 2010, Pengaruh Pemberian Ekstrak Bawang Merah (Allium


ascalonicum) Terhadap Kadar Kolesterol-LDL Serum Tikus Wistar
Hiperlipidemia, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro,
Semarang.

Wiradimadja, R., dan Rahmat, D., 2011, Pendugaan Kadar Kolesterol Daging dan
Telur berdasarkan Kadar Darah pada Puyuh Jepang, Jurnal Ilmu Ternak.
11 (1) : 35
Murwani, S., Aulanni’aim, dan Rufaida, F., 2014, Profil Kadar Kolesterol Total,
Low Density Lipoprotein (LDL) dan Gambaran Histopatologis Aorta
pada Tikus (Rattus Norvegicus) Hiperkolesterolemia dengan Terapi
Ekstrak Air Benalu Mangga (Dendropthoe Pentandra), Program Studi
Pendidikan Dokter Hewan Universitas Brawijaya.

Sukeksi, A., Anggraini, H., 2010, Kadar Kolesterol Darah pada Penderita
Obesitas di Kelurahan Korpri Sambiroto Semarang, Jurnal Unimus,
2(3): 8

Anda mungkin juga menyukai