Anda di halaman 1dari 5

BABA I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Anak prasekolah merupakan meraka yang masih berusia 3-6 tahun. Anak iyalah

dambaan disetiap keluarga. Dan selain itu di setiap keluarga juga mengharapkan

anaknya nanti bertumbuh dan berkembang secara optimal. Dapat dibanggakan serta

bergunan bagi nusa dan bangsa serta keluarga. Anak merupakan individu yang

unik, yang masih bergantung pada orang dewasa dalam memenuhi kebutuhan

dasarnya. Aspek yang memiliki perkembangan yang sanagat pesat pada usia

prasekolah adalah perkembanagn fisik yang terdiri dari perkembanagan motoric

kasar dan juga motorik halus. Perkembangan motoric kasar melibatkan otot-otot

besar seperti berlari, melompat memanjat dan motorik halus lebih melibatkan otot-

otot kecil dengan mata dan tangan seperti menggambar, menggunting dan

menempelkan kertas pada masa kanak-kanak.

Pendidkan prasekolah anak sering disebut dengan golden age juga biasa

disebut masa keemasan. The golden age dimana masa anak-anak bereksplorasi,

masa identifikkasi atau masa imitasi, masa peka, masa bermain dan masa trozt alter

satu (masa mengembangkan tahapan awal). Tujuan pendidikan anak usia dini

iyalah menyediakan lingkungan yang memungkinkan anak didik untuk dapat

menggembangkan bakat dan kemampuan secara optimal. Pengembangan

kemampuan tersebut membutuhkan kondisi secara stimulus yang sesuai dengan

kebutuhan anak agar pertumbuhan dan perkembangan anak tercapai


Tumbuh kembang merupakan manifestasi yang kompleks dari perubahan

morfologi, biokimia, dan fisiologi yang terjadi sejak konsepsi sampai

maturase/dewasa. Banyak orang menggunakan istilah “tumbuh” dan “kembang”

secara sendiri-sendiri atau bahkan ditukar-tukar. Istilah tumbuh kembang

sebenarnya mencakup dua peristiwa yang sifatnya berbeda, Tetapi saling berkaitan

dan sulit dipisahkan yaitu partumbuhan dan perkembangan.

Pertumbuhan (growth) adalah perubahan yang bersifat kuantitatif yaitu

bertambahnya jumlah ukuran, dimensi pada tingkat sel, organ maupun individu.

Anak tidak hanya bertambah besar secara fisik, melainkan juga ukuran dan struktur

organ-organ tubuh dan otak. Sedangkan perkembangan (development) adalah

perkembangan yang bersifat kuantitatif dan kualitatif, dimana bertambahnya

kemampuan struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks, dalam pola yang

teratur dan diramalkan. Perkembangan menyangkut proses diferensiasi sel tubuh,

jaringan tubuh, organ dan system organ yang berkembang sedemikian rupa

sehingga masing-masing memenuhi fungsinya. Termasuk juga perkembangan

kognitif, Bahasa, motorik, emosi, dan perkembangan perilaku sebagai hasil dari

interaksi dengan lingkungannya (Soetjiningsih & Gede Ranuh, 2013)

Menurut Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas, 2010),

mengatakan bahwa upaya pemerintah dalam hal mengatasi keterlambatan

perkembangan pada anak adalah dengan cara memfasilitasi kegiatan pendidikan

anak usia prasekolah yang dibuktikan pada Peraturan Pemerintah No.27/1990

tentang pendidikan prasekolah yaitu: Pendidikan prasekolah adalah pendidikan

untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani rohani anak didik di luar
lingkungan keluarga sebelum memasuki pendidikan dasar yang diselenggarakan di

jalur pendidikan luar sekolah. Bentuk satuan pendidikan prasekolah meliputi

Taman Kanak-Kanak, Kelompok Bermain, Penitipan Anak dan bentuk lain yang

ditetapkan oleh menteri.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, penulis tertarik untuk melakukan

penelitian tentang permainan finger painting. Dengan permainan ini selain untuk melatih

perkembangan motorik halus pada anak juga untuk menuangkan imajinasi-imajinasi anak

dan dapat juga untuk meningkatkan kreativitas anak sejak dini. Maka rumusan

permasalahan penelitian tersebut adalah “Apakah ada pengaruh dari permainan lego block

terhadap perkembangan motorik halus anak usia prasekolah di TKK ?”

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan umum

Mengetahui pengaruh permainan lego block terhadap perkembangan motorik halus

pada anak usia prasekolah di TK Kumara Stana Desa Munduk.

2. Tujuan khusus

a. Mengidentifikasi perkembangan motorik halus anak usia prasekolah sebelum

mendapat permainan lego block di TK Kumara Stana Desa Munduk.

b. Mengidentifikasi perkembangan motorik halus pada anak usia prasekolah setelah

diberikan intervensi lego block di TK Kumara Stana Desa Munduk.

c. Menganalisis pengaruh permainan lego block terhadap perkembangan motorik

halus anak usia prasekolah di TK Kumara Stana Desa Munduk.


D. Manfaat Penelitian

1. Manfaat teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk pengembangan ilmu

Keperawatan Pediatrik khususnya pada perkembangan motorik halus anak dalam

pemberian terapi bermain pada anak baik dalam bidang kesehatan maupun lainnya.

2. Manfaat praktis

a. Bagi Institusi

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi tolak ukur dalam ilmu

pengetahuan dengan mengetahui pengaruh permainan lego block dengan

perkembangan motorik halus anak usia prasekolah dan menjadi tambahan

informasi agar dapat mencegah terjadinya gangguan perkembangan motorik halus

dan dapat dijadikan refrensi untuk mahasiswa dalam melakukan penelitian

keperawatan.

b. Bagi TK Kumara Stana Desa Munduk

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada tempat

penelitian TK Kumara Stana Desa Munduk sehingga menurunkan angka gangguan

motorik halus pada anak usia prasekolah.

c. Bagi Peneliti Selanjutnya

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam melakukan penelitian

selanjutnya dan menjadi sumber informasi.