Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Critical Book Report adalah salah satu cara untuk mengkritik atau membandingkan isi
buku satu sama lain untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan suatu buku yang akan
dikritik. Dalam kesempatan ini saya mengkritik dua buku,yaitu buku yang berjudul
“Hitung Integral” karya Drs Wardiman dan diktat unimed dengan judul “Kalkulus
Integral” karya Tim Dosen Matematika. Saya tertarik mengritik buku hitung integral
karena saya ingin mendapatkan beberapa wawasan dari buku ini. Buku ini diterbitkan
pada tahun 2000 oleh Hanindita Graha Widia di Yogyakarta. Belajar bagaimana
menyeleaikan soal-soal matematika, terutama dalam hitung integral trigonometri.
Sehingga mahasiswa dapat menyelesaikan soal integral dengan teori-teori, metode-
metode dan contoh penyelesaian soal-soal yang terdapat di buku ini.

B. Rumusan Masalah
1. Apa saja rumus-rumus dalam Trigonometri ?
2. Bagaimana cara menurunkan rumus jumlah dan selisih sinus dan cosinus ?
3. Bagaimana menggunakan rumus jumlah dan selisih sinus dan cosinus ?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui rumus dan cara menurunkan rumus dalam Trigonometri
2. Untuk dapat menggunakan rumus Trigonometri
3. Untuk memenuhi tugas Critical Book Report pada mata kuliah Trigonometri

1
BAB II
RINGKASAN BUKU

A. Identitas Buku

Nama Penulis : Drs. Wardimaan

Judul Buku : Hitung Integral

Tempat Terbit : Yogyakarta

Penerbit : Buku Kedokteran Egc

Tahun Terbit : 2003

Jumlah Keseluruhan Halaman : 116 Halaman

Materi Yang Dikritik : Integral Trigonometri

B. Ringkasan Materi

Ukuran Sudut (Derajat dan Radian)


Pada umumnya, ada dua ukuran yang digunakan untuk menentukan besar suatu
sudut, yaitu derajat dan radian. Tanda “O” dan “rad” berturut-turut menyatakan simbol

derajat dan radian. Singkatnya, satu putaran penuh = 360o, atau 1o

2
Konsep Dasar Sudut

Dalam kajian geometris, sudut didefinisikan sebagai hasil rotasi dari sisi awal
(initial side) ke sisi akhir (terminal side). Selain itu, arah putaran memiliki makna
dalam sudut. Suatu sudut bertanda “positif” jika arah putarannya berlawanan dengan
arah putaran jarum jam, dan bertanda “negatif” jika arah putarannya searah dengan
jarum jam. Arah putaran untuk membentuk sudut juga dapat diperhatikan pada posisi
sisi akhir terhadap sisi awal. Untuk memudahkannya, mari kita cermati deskripsi

berikut ini.

Dalam bidang koordinat kartesius, jika sisi awal suatu garis berimpit dengan
sumbu x dan sisi terminalnya terletak pada salah satu kuadran pada koordinat kartesius
itu, disebut sudut standar (baku). Jika sisi akhir berada pada salah satu sumbu pada
koordinat tersebut, sudut yang seperti ini disebut pembatas kuadran, yaitu 0°, 90°,
180°, 270° dan 360°.
Sebagai catatan, bahwa untuk menyatakan suatu sudut, lazimnya digunakan huruf
Yunani, seperti, α (alpha), β (betha), γ (gamma), dan θ (tetha), dan juga digunakan
huruf-huruf kapital, seperti A, B, C, dan D.
Cermati gambar di bawah ini.
Jika sudut yang dihasilkan sebesar α (sudut standar), maka sudut β disebut sebagaisudut
koterminal, sehingga α + β - 360O, seperti gambar berikut.

3
Rumus-Rumus Penjumlahan
Materi trigonometri akan dipelajari memerlukan konsep dan teorema prasyarat yang telah
dipelajari di kelas X. Konsep prasyarat itu antara lain definisi dari fungsi-fungsi
trigonometri dan beberapa relasinya.
Definisi : sin a0, cos a0, dan tan a0.
Misalkan pada bidang kartesius terdapat sebuah titik sebarang A (x,y) dimana OA dan
sumbu x arah positif membentuk sudut yang besarnya aO.

4
maka OA = r = , dan sin a0 = , cos a0 = , tan a0 = . 2 2 y x ry rx xy

Dari konsep ini menurunkan nilai-nilai fungsi trigonometri untuk sudut-sudut istimewa,
seperti 00, 300, 450, 600, dan 900. Rumus-rumus dalam trigonometri yang banyak dipakai,
sebagai pembantu dalam menyelesaikan integral adalah :
1. 𝑠𝑖𝑛2 𝑥 + 𝑐𝑜𝑠 2 𝑥 = 1
2. 1 + 𝑡𝑔2 𝑥 = 𝑠𝑒𝑐 2 𝑥
3. 1 + 𝑐𝑡𝑔2 𝑥 = 𝑐𝑜𝑠𝑒𝑐 2 𝑥
1
4. 𝑠𝑖𝑛2 𝑥 = 2 ( 1 − cos 2𝑥 )
1
5. 𝑐𝑜𝑠 2 𝑥 = ( 1 + cos 2𝑥 )
2
1
6. sin 𝑥 cos 𝑥 = 2 sin 2𝑥
1
7. sin 𝑥 cos 𝑦 = 2 [sin( 𝑥 − 𝑦 ) + sin( 𝑥 + 𝑦 )]
1
8. sin 𝑥 cos 𝑦 = 2 [cos( 𝑥 − 𝑦 ) − cos( 𝑥 + 𝑦)]
1
9. cos x cos y = 2 [cos( 𝑥 − 𝑦 ) + cos( 𝑥 + 𝑦 )]
1
10. 1 − cos 𝑥 = 2 𝑠𝑖𝑛2 2 𝑥
1
11. 1 + cos 𝑥 = 2 𝑐𝑜𝑠 2 2 𝑥
1
12. 1 ± sin 𝑥 = 1 ± ( 𝑐𝑜𝑠 2 𝑝 − 𝑥)

a) Integral dari bentuk :

∫ 𝑠𝑖𝑛𝑚 𝑥 𝑠𝑖𝑛𝑛 𝑥 𝑑𝑥 𝑑𝑖𝑚𝑎𝑛𝑎 𝑚 𝑑𝑎𝑛 𝑛 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑡

(i ) Andaikan m bulat positif dan ganjil,misal m = 2k + 1,maka :


∫ 𝑠𝑖𝑛𝑚 𝑥 𝑐𝑜𝑠 𝑛 𝑥 = 𝑠𝑖𝑛2𝑘 𝑥 𝑐𝑜𝑠 𝑛 𝑥 sin 𝑥
Sedang
∫ 𝑠𝑖𝑛2𝑘 𝑥 = ( 1 − 𝑐𝑜𝑠 2 𝑥 )𝑘
Jadi :
∫ 𝑠𝑖𝑛𝑚 𝑥 𝑐𝑜𝑠 𝑛 𝑥 𝑑𝑥 = 𝑠𝑖𝑛2𝑘 𝑥 𝑐𝑜𝑠 𝑛 𝑥 sin 𝑥 𝑑𝑥
= - ( 1 − 𝑐𝑜𝑠 2 𝑥 )𝑘 𝑐𝑜𝑠 𝑛 𝑥 𝑑 (cos 𝑥 )
( ii ) Andaikan bulat positif dan ganjil,misal n = 2k + 1,Maka :
∫ 𝑠𝑖𝑛𝑚 𝑥 𝑐𝑜𝑠 𝑛 𝑥 = 𝑠𝑖𝑛𝑚 𝑥 𝑐𝑜𝑠 2𝑘 𝑥 cos 𝑥
Sedang

5
∫ 𝑠𝑖𝑛2𝑘 𝑥 = ( 1 − 𝑐𝑜𝑠 2 𝑥 )𝑘
Jadi ∫ 𝑠𝑖𝑛𝑚 𝑥 𝑐𝑜𝑠 𝑛 𝑥 𝑑𝑥 = ∫ 𝑠𝑖𝑛𝑚 𝑥 𝑐𝑜𝑠 2𝑘 𝑥 𝑐𝑜𝑠𝑥 𝑑𝑥
= ∫ 𝑠𝑖𝑛𝑚 𝑥 ( 1 − 𝑠𝑖𝑛2 𝑥 )𝑘 𝑑 (sin 𝑥 )
Contoh : 1. ∫ 𝑠𝑖𝑛2 𝑥 𝑐𝑜𝑠 3 𝑥 𝑑𝑥
Jawab : Disini cos x mempunyai pangkat ganjil,maka :
∫ 𝑐𝑜𝑠 3 𝑥 = 𝑐𝑜𝑠 2 𝑥 cos 𝑥 = (1 − 𝑠𝑖𝑛2 𝑥 ) cos 𝑥
Jadi : ∫ 𝑠𝑖𝑛2 𝑥 𝑐𝑜𝑠 3 𝑥 = ∫ 𝑠𝑖𝑛2 𝑥( 1 − 𝑠𝑖𝑛2 𝑥 ) cos 𝑥 𝑑𝑥
= ∫ 𝑠𝑖𝑛2 𝑥 − 𝑠𝑖𝑛4 𝑥 𝑑(sin 𝑥 )
1 1
= 𝑠𝑖𝑛3 𝑥 − 𝑠𝑖𝑛5 𝑥 + 𝐶
3 5

2. ∫ 𝑠𝑖𝑛3 3𝑥 𝑐𝑜𝑠 5 3𝑥 𝑑𝑥
Jawab : Oleh karena kedua suku mempunyai pangkat ganjil,maka kita rubah suku yang
mempunyai pangkat terkecil.
Jadi : ∫ 𝑠𝑖𝑛3 3𝑥 𝑐𝑜𝑠 5 3𝑥 𝑑𝑥 = ∫ ( 1 − 𝑐𝑜𝑠 2 3𝑥 )𝑐𝑜𝑠 5 3𝑥 sin 3𝑥 𝑑𝑥
1
= − 3 ( 1 − 𝑐𝑜𝑠 2 3𝑥 )𝑐𝑜𝑠 5 3𝑥 𝑑 (cos 3𝑥 )
1 1
= 24 𝑐𝑜𝑠 8 3𝑥 − 𝑐𝑜𝑠 6 3𝑥 + 𝐶
18

( iii ) Jika m dan n bulat positif dan genap,maka integrial dari bentuk :
∫ 𝑠𝑖𝑛𝑚 𝑥 𝑐𝑜𝑠 𝑛 𝑥 𝑑𝑥

Dirubah dengan menggunakan rumus-rumus :

1 1
𝑠𝑖𝑛2 𝑥 = 2 ( 1 − cos 2𝑥 ) 𝑐𝑜𝑠 2 𝑥 = 2 ( 1 + cos 2𝑥 )

1
sin 𝑥 cos 𝑥 = sin 2𝑥
2

Contoh : ∫ 𝑐𝑜𝑠 2 3𝑥 𝑠𝑖𝑛4 3𝑥 𝑑𝑥 = ∫ (cos 3𝑥 sin 3𝑥 )2 𝑠𝑖𝑛2 3𝑥 𝑑𝑥

𝑠𝑖𝑛2 6𝑥 1−cos 6𝑥
=∫ 𝑑𝑥
4 2

1
= 8 ∫ ( 𝑠𝑖𝑛2 6𝑥 − 𝑠𝑖𝑛2 6𝑥 cos 6𝑥 )𝑑𝑥

1 1−cos 12 𝑥
= ∫( 𝑠𝑖𝑛 2 6𝑥 cos 6𝑥 ) 𝑑𝑥
8 2

1 𝑥 sin 12 𝑥 1
= ∫ − - 18 𝑠𝑖𝑛3 6𝑥 ) + 𝐶
8 2 24

( iv ) Jika m dan n biangan bulat negatif,misal m = -k dan n =-h,maka :

6
𝑑𝑥
∫ 𝑠𝑖𝑛𝑚 𝑥 𝑐𝑜𝑠 𝑛 𝑥 𝑑𝑥 = ∫ = ∫ 𝑐𝑜𝑠𝑒𝑐 𝑘 𝑥 𝑠𝑒𝑐 ℎ 𝑥 𝑑𝑥
𝑠𝑖𝑛𝑘 𝑐𝑜𝑠ℎ 𝑥

=∫ 𝑐𝑜𝑠𝑒𝑐 𝑘 𝑥 𝑠𝑒𝑐 ℎ−2 𝑥 𝑑 ( 𝑡𝑔 𝑥 )

𝑘
ℎ−2
1 2
= ∫(1+ ) ( 1 + 𝑡𝑔2 𝑥 )2𝑑(𝑡𝑔 𝑥 )
𝑡𝑔2 𝑥

𝑘+ℎ
−1
( 1+𝑡𝑔2 𝑥 ) 2
=∫ 𝑑 ( 𝑡𝑔 𝑥)
𝑡𝑔 𝑘 𝑥

Dalam keadaan khusus,integral di atas direduksi menjadi bentuk :

𝑥
𝑑𝑥 1 𝑑 (2 )
∫ = ∫ 𝑑𝑎𝑛
𝑠𝑖𝑛𝑘 𝑥 2𝑘−1 𝑠𝑖𝑛𝑘 𝑥 𝑐𝑜𝑠 𝑘 𝑥
2 2

𝑝
𝑑𝑥 𝑑 ( 𝑥+ )
2
∫ = ∫ 𝑝
𝑐𝑜𝑠ℎ 𝑥 𝑠𝑖𝑛ℎ ( 𝑥+ )
2

𝑑𝑥
Contoh : ∫ 𝑠𝑖𝑛2 2𝑥 𝑐𝑜𝑠4 2𝑥

Penyelesaian :1

𝑑𝑥
∫ = ∫ 𝑐𝑜𝑠𝑒𝑐 2 2𝑥 𝑠𝑒𝑐 4 2𝑥 𝑑𝑥
𝑠𝑖𝑛2 2𝑥 𝑐𝑜𝑠4 2𝑥

1 1
= ∫ ( 1 + 2 ) ( 1 + 𝑡𝑔2 2𝑥 )𝑑 ( 𝑡𝑔 2𝑥 )
2 𝑡𝑔 2𝑥

1 1
= 2 ∫ ( 2 + 𝑡𝑔2 2𝑥 + 𝑡𝑔2 2𝑥) 𝑑 (𝑡𝑔 2𝑥 )

1 1
= tg 2x + 6 𝑡𝑔3 2𝑥 − 2 𝑡𝑔 2𝑥 + 𝐶

b. Integral dari bentuk :

∫ 𝑡𝑔𝑚 𝑥 𝑠𝑒𝑐 𝑛 𝑥 𝑑𝑥 𝑎𝑡𝑎𝑢 ∫ 𝑐𝑡𝑔𝑚 𝑥 𝑐𝑜𝑠𝑒𝑐 𝑛 𝑥 𝑑𝑥

Dimana m dan bulat,positif

Bentuk integral dapat dirubah dengan menggunakan rumus :

𝑡𝑔2 𝑥 = 𝑠𝑒𝑐 2 𝑥 −1 atau 𝑐𝑡𝑔2 𝑥 = 𝑐𝑜𝑠𝑒𝑐 2 𝑥 − 1

Contoh : ∫ 𝑐𝑡𝑔3 2𝑥 𝑐𝑜𝑠𝑒𝑐 2𝑥 𝑑𝑥

7
Penyelesaian :

∫ 𝑐𝑡𝑔3 2𝑥 𝑐𝑜𝑠𝑒𝑐 2𝑥 𝑑𝑥 = ∫ 𝑐𝑡𝑔3 2𝑥 𝑐𝑜𝑠𝑒𝑐 2𝑥 𝑐𝑡𝑔 2𝑥 𝑑𝑥

1
= − 2 ∫ (𝑐𝑜𝑠𝑒𝑐 3 2𝑥 − 1 )𝑑 ( 𝑐𝑜𝑠𝑒𝑐 2𝑥 )

1 1
= 2 𝑐𝑜𝑠𝑒𝑐 2𝑥 − 6 𝑐𝑜𝑠𝑒𝑐 3 2𝑥 + 𝐶

c. Integral dari bentuk :

∫ 𝑠𝑖𝑛 𝑚𝑥 cos 𝑛𝑥 𝑑𝑥 ; ∫ sin 𝑚𝑥 sin 𝑛𝑥 𝑑𝑥; cos ∫ 𝑚𝑥 cos 𝑛𝑥 𝑑𝑥

Didalam soal-soal ini digunakan rumus-rumus :

1
 sin mx cos nx = 2 [sin( 𝑚 + 𝑛)𝑥 + sin(𝑚 − 𝑛)𝑥]
1
 sin mx sin nx = 2 [cos(𝑚 − 𝑛) 𝑥 − cos(𝑚 + 𝑛)𝑥]
1
 cos mx cos nx = 2 [cos(𝑚 − 𝑛)𝑥 + cos(𝑚 + 𝑛)𝑥]

8
BAB III
PEMBAHASAN

Di buku wardiman hitung integral memiliki pendahuluan, tetapi dibuku diktat tidak
memiliki pendahuluan. Dua buku ini memiliki konsep yang sama seperti rumus-rumusnya.
Materi di buku diktat lebih mendalam daripada buku wardiman hitung integral. Di buku
diktat memiliki variasi soal yang sulit dipahami,sedangkan buku wardiman hitung integral
mudah dipahami bagi pembaca yang pemula untuk memahami integral trigonometri
tersebut.

A. Kelebihan
Buku Diktat
 Memiliki konsep materi yang sama seperti rumus-rumusnya
 Memiliki metode yang sama untuk menyelesaikan soalnya
 Memiliki variasi contoh soal

Buku Wardiman

 Buku wardiman simple cara penjelasannya,sedangkan buku diktat lebih terperinci.


 Buku wardiman untuk menyelesaikan soal dengan menggunakan rumus umum yang
sudah terdapat dibuku ini,sedangkan buku diktat tidak.

B. Kekurangan
Buku Diktat
 Di buku diktat dijelaskan mendapatkan rumus integral tersebut,sedangkan di buku
wardiman hitung integral tidak dijelaskan.
 Dibuku diktat variasi soalnya lebih sulit dipahami,sedangkan buku wardiman tidak.
Buku Wardiman
 Buku wardiman hitung integral banyak salah penulisan rumusnya dan membuat
pembaca tidak dapat memahami isi buku tersebut,sedangkan buku diktat tidak.

9
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Buku hitung integral itu banyak mengalami kesalahan penulisan sehingga sulit
dipahami bagi pembaca untuk memulai menyelesaikan soal soal integral.Metode dan
prinsipnya buku wardiman dengan buku diktat ada kesamaan rumus-rumus umumnya dan
pinsip-prinsipnya.

B. Saran

Buku wardiman sebaiknya penulisan rumusnya diperbaiki untuk mudah dipahami


bagi mahasiswa dan aplikasinya harus lebih banyak lagi.

10
DAFTAR PUSTAKA

Wardiman,dr.2000.Hitung Integral.Yogyakarta : Hanindita Graha Widia

TIM MATEMATIKA UNIMED.Kalkulus Integral.Medan: Unimed

11