Anda di halaman 1dari 6

FINESTA Vol.3 No.

1, (2015) 102-107 102

Analisa Modal Kerja INDF dengan SMAR dan


Pengaruhnya terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan
Gustafyanto Santoso
Program Manajemen Keuangan, Program Studi Manajemen
Fakultas Ekonomi, Universitas Kristen Petra
Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya
E-mail: gustav_santoso@live.com

Abstrak— Modal kerja sangat berpengaruh bagi suatu perusahaan. Modal kerja merupakan salah satu unsur aktiva yang penting
Adanya modal kerja yang cukup memungkinkan suatu perusahaan bagi perusahaan karena tanpa adanya modal kerja,
dalam melaksanakan aktivitasnya yang bisa mempengaruhi suatu perusahaan tidak dapat memenuhi kebutuhan dana untuk
perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. Variabel penelitian menjalankan aktivitasnya. Modal kerja yang cukup akan
ini menggunakan variabel bebas yaitu rasio aktivitas yang
tercermin dalam perputaran persediaan dan perputaran piutang,
menguntungkan bagi perusahaan, karena disamping
rasio likuiditas yang tercermin dalam rasio lancar, rasio cepat dan memungkinkan bagi perusahaan untuk beroperasi secara
rasio kas. Selanjutnya hasil dari uji pengaruh (F - Test) ekonomis dan efisien perusahaan tidak mengalami kesulitan
membuktikan bahwa rasio aktivitas dan rasio likuditas secara keuangan. Adanya modal kerja yang berlebihan
bersama - sama memberikan pengaruh yang signifikan terhadap menunjukkan adanya dana yang tidak produktif dan hal ini
masing – masing kinerja keuangan perusahaan (ROA). akan menimbulkan kerugian bagi perusahaan karena tidak
Kata Kunci—Modal Kerja, Rasio Aktivitas, Rasio Likuiditas, mempergunakan kesempatan untuk memperoleh keuntungan
ROA melalui dana yang ada, sehingga pemilik haruslah benar-
benar dapat mengelola modal kerjanya dengan baik.
Abstract— Working capital is very influential for a company. The
existence of sufficient working capital enables a company to carry
(Ahmad, 2002).
out activities that could influence a company in generating profits.
The variables of this research using the independent variable is the Efisiensi modal kerja dapat dilihat dari perputaran
ratio of the activity which is reflected in the inventory turnover and modal kerja, perputaran piutang, dan perputaran
accounts receivable turnover, liquidity ratios which are reflected persediaaan. Perputaran modal kerja dimulai dari saat kas
in current ratio, quick ratio and cash ratio. Furthermore, the diinvestasikan dalam komponen modal kerja sampai saat
results of testing the effect of (F - Test) to prove that the activity kembali menjadi kas. Semakin cepat dan pendek periode
ratio and liquidity ratio together have a significant influence to the perputaran modal kerja, maka juga semakin tinggi tingkat
each company's financial performance (ROA). efisiensi perusahaan yang bisa berdampak pada efektivitas
Keywords— Working Capital, Activity Ratio, Liquidity Ratio, penggunaan modal dalam meningkatan profitabilitas
ROA.
perusahaan tersebut. Singh et al., (2008), menyatakan bahwa
berapa lama periode perputaran modal kerja tergantung
1. PENDAHULUAN kepada berapa lama periode perputaran dari masing-masing
komponen dari modal kerja tersebut.
Perusahaan didirikan pada umumnya bertujuan
untuk memperoleh laba yang digunakan untuk menjaga PT. Indofood Sukses Makmur Tbk dan PT. Sinar
kelangsungan hidup perusahaan. Dalam pencapaian laba Mas Agro Resources and Technology Tbk adalah dua
tersebut dibutuhkan dana untuk melancarkan kegiatan yang perusahaan besar yang bergerak dalam bidang industri
dijalankan dana yang disebut modal kerja. Menurut makanan. Kedua perusahaan makanan ini memiliki kualitas
Jumingan (2006 : 66) ―modal kerja merupakan sejumlah yang baik sehingga dapat diperbandingkan satu sama lain
dana yang telah dikeluarkan untuk membelanjai operasi dalam melihat tentang bagaimana perputaran modal kerja
perusahaan tersebut‖. Kebutuhan modal kerja digunakan dan efisiensi pengelolaan modal kerjanya sehingga kedua
untuk membiayai investasi maupun untuk membiayai perusahaan tersebut bisa menjadi perusahaan terkemuka
kegiatan operasional perusahaan sehari – hari, seperti hingga saat ini. Hal itu dapat terlihat berdasarkan dari
pembelian bahan baku, pembayaran upah buruh, kelancaran ranking by total assets pada tujuh tahun terakhir (2007 –
hutang dan pembayaran lainnya. Salah satu indikator yang 2013) dimana kedua perusahaan selalu berada pada tingkat
dapat digunakan untuk menilai kinerja keuangan perusahaan lima teratas.
adalah bagaimana perusahaan tersebut mengelola modal
kerja mereka. Dalam melakukan hal tersebut diperlukan 2. LANDASAN TEORI
manajemen yang baik yang bisa mengelola semuanya secara
efektif dan efisien guna merencanakan masa depan dan Setiap perusahaan dalam menjalankan aktivitas dan
memperlancar operasional perusahaan sehingga dana yang operasinya sehari – hari selalu membutuhkan modal kerja
masuk melalui pengelolaan modal kerja tersebut akan (working capital). Modal kerja ini misalnya digunakan
digunakan untuk membiayai jalannya perusahaan dan akan untuk membayar upah buruh, gaji pegawai, membeli bahan
terus menerus berputar setiap periode selama hidupnya baku dan membayar pengeluaran – pengeluaran lainnya
perusahaan tersebut. yang gunanya untuk membiayai operasional perusahaan.
FINESTA Vol.3 No. 1, (2015) 102-107 103

Pengertian modal kerja terdapat beberapa konsep dalam hal ini adalah mengukur kemampuan manajemen
yaitu konsep kuantitatif, konsep kualitatif dan konsep perusahaan dalam mengelola aktiva lainnya dan kebijakan
fungsional. Dalam konsep kuantitatif modal kerja adalah pemasaran. Rasio aktivitas yang digunakan untuk mengukur
jumlah dari aktiva lancar. Jumlah ini merupakan modal kerja keefektifan perusahaan menggunakan aktivanya
bruto (gross working capital). Bersifat kuantitatif karena dibandingkan dengan penjualan yang diproyeksikan dalam
menunjukkan jumlah dana yang digunakan untuk maksud – laporan keuangan. (Brigham dan Weston, 2005).
maksud operasi jangka pendek.
Perputaran persediaan merupakan rasio yang
Sumber modal kerja merupakan hal yang penting digunakan untuk mengukur berapa kali dana yang ditanam
bagi suatu perusahaan dalam pemenuhan kegiatan dan dalam persediaan (inventory) ini berputar dalam suatu
jalannya perusahaan. Sumber modal kerja meliputi hal-hal periode (Kasmir, 2009 : 180).
sebagai berikut, Munawir (2010) :
Perputaran piutang merupakan rasio yang
1. Hasil operasi perusahaan digunakan untuk mengukur berapa lama penagihan piutang
2. Keuntungan dari penjualan surat – surat berharga selama satu periode atau berapa kali dana yang ditanam
(investasi jangka pendek) dalam piutang ini berputar dalam satu periode (Kasmir,
3. Penjualan Aktiva Tidak Lancar 2009 : 176).
4. Penjualan Saham
Esra dan Apriweni (2002) mendefinisikan bahwa
Periode perputaran modal kerja (working capital ―manajemen modal kerja adalah kegiatan yang mencakup
turnorver period) dimulai saat kas diinvestasikan dalam semua fungsi manajemen atas aktiva lancar dan kewajiban
komponen modal kerja sampai saat dimana kas kembali jangka pendek perusahaan yang terdapat dalam perusahaan
lagi menjadi kas. Makin pendek periode tersebut berarti agar mampu membiayai pengeluaran atau operasi
makin cepat perputarannya atau makin tinggi tingkat perusahaan‖. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan
perputarannya (turnorver rate-nya). bahwa manajemen atau pengelolaan modal kerja merupakan
hal yang sangat penting agar kelangsungan usaha sebuah
perusahaan dapat dipertahankan.

Pada umumnya perhatian pertama dalam analisis


keuangan adalah rasio likuiditas, yaitu rasio yang
memperlihatkan hubungan (perbandingan) antara kas dan
aktiva lancar lainnya dengan kewajiban lancar. Menurut
Fred Weston yang dikutip oleh Kasmir (2012 : 129)
menyebutkan bahwa rasio likuiditas adalah rasio yang
menggambarkan kemampuan perusahaan dalam mengelola
dan memenuhi kewajiban (utang) jangka pendek. Artinya
apabila perusahaan mampu untuk memenuhi utang tersebut
terutama utang yang telah jatuh tempo perusahaan dapat
Beberapa literatur menyebutkan bahwa perputaran dikatakan mengalami efisiensi.
modal kerja merupakan rasio yang menghubungkan
penjualan dengan modal kerja, dimana dapat memberikan Pengukuran kinerja didefinisikan sebagai
indikasi perputaran modal kerja selama periode tertentu. ―performing measurement―, yaitu kualifikasi dan efisiensi
Seperti yang dikemukakan oleh Suad Husnan dan Enny perusahaan atau segmen atau keefektifan dalam
Pudjiastuti (2004 : 166), perputaran modal kerja (working pengoperasian bisnis selama periode akuntansi. Menurut
capital turnover) adalah : ―Rasio yang digunakan untuk Munawir (2002 : 50) kinerja keuangan adalah
menunjukkan berapa kali modal kerja berputar dalam satu ―kemampuan dari suatu perusahaan dalam menggunakan
periode (biasanya dalam satu tahun).‖ modal yang dimiliki secara efektif dan efisien guna
mendapatkan hasil yang maksimal‖. Dari pengertian
Menurut Kasmir (2011 : 182) working capital tersebut kinerja keuangan perusahaan merupakan hasil dari
turnover adalah : ―Perputaran Modal Kerja merupakan salah bermacam-macam keputusan yang dibuat secara terus
satu rasio untuk mengukur atau menilai keefektivan modal menerus untuk mencapai tujuan tertentu untuk mengevaluasi
kerja modal kerja perusahaan selamaperiode tertentu‖. efisiensi dalam hal keuangan dimana perusahaan perlu
melibatkan analisa dampak keuangan kumulatif dan
Rasio aktivitas merupakan rasio yang digunakan ekonomi dari keputusan dan mempertimbangkannya dengan
untuk mengukur keefektifan perusahaan dalam menggunakan ukuran komparatif.
menggunakan aktivitasnya. Analisis ini menganggap perlu
suatu keseimbangan yang tepat antara investasi dalam setiap Keuntungan (Profit) merupakan elemen yang
elemen aktiva (persediaan, piutang dagang, aktiva tetap dan penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan untuk
lain-lain) dengan hasil yang diperoleh dari investasi tersebut kelanjutan dari operasional perusahaan pada masa yang akan
atau dengan aktiva lainnya. datang. Keberhasilan perusahaan dilihat dari kemampuan
perusahaan menciptakan laba dari pembiayaan yang
Martono dan Harjito (2001 : 56-58), menyatakan dilakukan, kemampuan perusahaan untuk dapat bersaing
―rasio aktivitas mengukur sejauh mana efektivitas dipasar, kemampuan perusahaan untuk dapat melakukan
manajemen perusahaan mengelola aset – asetnya‖. Artinya
FINESTA Vol.3 No. 1, (2015) 102-107 104

ekspansi usaha. Untuk dapat mengukur tingkat laba perusahaan dapat juga dilihat dari kemampuan perusahaan
perusahaan tersebut digunakan rasio profitabilitas. dalam mengelola piutangnya. Pengelolaan piutang yang baik
dapat diukur dengan rasio perputaran piutang (account
Pengukuran kinerja didefinisikan sebagai receivable turnover). Semakin tinggi tingkat perputaran
―performing measurement―, yaitu kualifikasi dan efisiensi piutang maka penggunaan modal kerja perusahaan akan
perusahaan atau segmen atau keefektifan dalam semakin efektif (Kasmir, 2012). Hal ini dikarenakan jumlah
pengoperasian bisnis selama periode akuntansi. Menurut modal kerja yang tertanam dalam piutang semakin kecil dan
Munawir (2002 : 50) kinerja keuangan adalah ―kemampuan kemungkinan kehilangan modal kerja akibat tidak
dari suatu perusahaan dalam menggunakan modal yang tertagihnya piutang juga semakin kecil. Tingginya
dimiliki secara efektif dan efisien guna mendapatkan hasil perputaran piutang juga menandakan peningkatan penjualan
yang maksimal‖. Dari pengertian tersebut kinerja keuangan melalui piutang. Perusahaan yang tidak dapat
perusahaan merupakan hasil dari bermacam-macam memperhitungkan tingkat modal kerja yang memuaskan,
keputusan yang dibuat secara terus menerus untuk mencapai maka perusahaan kemungkinan mengalami insolvency (tidak
tujuan tertentu untuk mengevaluasi efisiensi dalam hal memiliki kemampuan dalam memenuhi kewajiban jatuh
keuangan dimana perusahaan perlu melibatkan analisa tempo) dan bahkan mungkin harus melakukan likuidasi.
dampak keuangan kumulatif dan ekonomi dari keputusan Aktiva lancar harus cukup besar untuk dapat menutup
dan mempertimbangkannya dengan menggunakan ukuran hutang lancar sedemikian rupa, sehingga bisa
komparatif. menggambarkan adanya tingkat keamanan (margin safety).
Tingkat aktiva lancar yang berlebih dapat dengan mudah
Bagi investor, informasi mengenai kinerja membuat perusahaan merealisasi pengembalian atas
perusahaan dapat digunakan untuk melihat apakah investasi return on investment yang rendah, akan tetapi
perusahaan akan mempertahankan investasi mereka di perusahaan dengan jumlah aktiva lancar yang terlalu sedikit
perusahaan tersebut atau mencari alternatif lain. Apabila dapat mengalami kekurangan dan kesulitan dalam
kinerja perusahaan baik maka nilai usaha akan tinggi. mempertahankan operasi yang lancar. Rasio lancar yang
Dengan nilai usaha yang tinggi membuat para investor tinggi akan menunjukkan besarnya jumlah aktiva lancar
melirik perusahaan tersebut untuk menanamkan modalnya yang dimiliki oleh perusahaan. (Sugiyarso dan Winarni,
sehingga akan terjadi kenaikan harga saham. Atau dapat 2005)
dikatakan bahwa harga saham merupakan fungsi dari nilai
perusahaan. Perusahaan selalu menuntut agar dalam perolehan
dan penggunaan dana perusahaan harus didasarkan dalam
Return on Assets (ROA) merupakan penilaian pertimbangan efisiensi dan efektivitas. Hal ini berarti setiap
profitabilitas atas total asset, dengan cara membandingkan kegiatan perusahaan yang menggunakan modal kerja harus
laba setelah pajak dengan rata-rata total aktiva. Return on dapat digunakan seefektif mungkin untuk menghasilkan
Assets (ROA) menunjukkan efektivitas perusahaan dalam keuntungan yang maksimal. Efektifititas dalam mengelola
mengelola aktiva baik dari modal sendiri maupun dari modal kerja meliputi kegiatan fungsional manajemen, dalam
modal pinjaman, investor akan melihat seberapa efektif hal keuangan seperti pengelolaan sumber modal kerja,
suatu perusahaan dalam mengelola asset dan menghasilkan pemasaran, diversivikasi produk, sumber daya manusia dan
laba, Horne dan Wachowicz (2005). Semakin tinggi tingkat operasional (Sugiyarso dan Winarni, 2005). Jadi banyak
Return on Assets (ROA) maka akan memberikan efek sekali faktor - faktor yang mempengaruhi efektivitas
terhadap volume penjualan saham, artinya tinggi rendahnya penggunaan modal kerja yang kemudian meningkatkan atau
Return on Assets (ROA) akan mempengaruhi minat investor menurunkan laba. Jika perusahaan menggunakan modal
dalam melakukan investasi sehingga akan mempengaruhi kerjanya secara efektif maka kemampuan perusahaan
volume penjualan saham perusahaan begitu pula sebaliknya, menciptakan efisiensi penggunaan modal kerja dan
Kasmir (2008). menghasilkan laba juga akan meningkat.
Kinerja keuangan perusahaan dapat diukur melalui Efisiensi pengelolaan modal kerja akan berdampak
perputaran modal kerja (working capital turnover). Jika pada laporan keuangan yang sering digunakan untuk menilai
perputaran modal kerja semakin tinggi maka semakin cepat kinerja suatu perusahaan di dalam rasio keuangan. Dengan
dana atau kas yang diinvestasikan dalam modal kerja analisis rasio keuangan akan dapat diketahui tingkat
kembali menjadi kas, hal itu berarti keuntungan perusahaan likuiditas dan tingkat profitabilitas pada perusahaan.
dapat lebih cepat diterima. (Brigham & Houston, 2006)
Dengan mengetahui tingkat likuiditas perusahaan
Kinerja keuangan perusahaan juga dapat terlihat maka akan dapat diketahui kemampuan perusahaan dalam
dari tingkat perputaran persediaan dan perputaran piutang memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan jaminan
perusahaan. Tingkat perputaran persediaan dapat diukur harta lancarnya. Tingkat likuiditas ini sangat berguna bagi
dengan rasio inventory turnover (Kasmir, 2009). Jika tingkat perusahaan khususnya kreditur yang memberikan kredit
perputaran persediaan tinggi, hal ini menandakan jangka pendek. Semakin tinggi tingkat rasio likuiditas maka
perusahaan mampu menjual dan membeli kembali semakin tinggi kemampuan perusahaan untuk melunasi
persediaan dalam kurun waktu yang cepat. Semakin cepat hutang jangka pendeknya (Harmono, 2009 : 106).
perputaran persediaan maka semakin efektif pengelolaan
modal kerja perusahaan. Hal ini dikarenakan modal kerja Dengan mengetahui profitabilitas, maka akan dapat
yang tertanam dalam persediaan dapat kembali dijual secara diketahui kemampuan perusahaan dalam efisiensi
cepat sehingga meningkatkan penjualan. Kinerja keuangan pengelolaan modal kerjanya untuk menghasilkan laba
FINESTA Vol.3 No. 1, (2015) 102-107 105

dengan modal yang dimilikinya (Kasmir, 2008). Pada perputaran modal kerja (working capital turnover) dan
dasarnya tingkat profitablitas merupakan analisis untuk efisiensi pengelolaan modal kerja terhadap kinerja keuangan
menilai posisi keuangan perusahaan, rasio ini akan perusahaan.
menggambarkan efektivitas perusahaan dalam mengelola
investasi dari pemegang saham. Tinggi rendahnya tingkat Menurut Sugiyono (2012 : 61), ―populasi adalah
Profitabilitas akan mempengaruhi minat investor untuk wilayah generalisasi yang terdiri atas : obyek/subyek yang
melakukan investasi, secara teoritis hal ini akan memberikan mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang
pengaruh pula terhadap nilai saham perusahaan tersebut. ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian
ditarik kesimpulannya‖. Sedangkan menurut Arikunto (2010
Jadi dengan mengetahui tingkat likuiditas dan : 173), populasi adalah keseluruhan subyek penelitian.
profitabilitas suatu perusahaan, maka akan dapat diketahui
keadaan perusahaan yang bersangkutan, apakah perusahaan Berdasarkan pengertian populasi tersebut, populasi
tersebut efisien atau tidak sehingga dapat diperkirakan yang akan menjadi pengamatan dalam penelitian ini adalah
tentang kinerja keuangan perusahaan dalam mencapai tujuan seluruh perusahaan yang berada dalam industri makanan dan
perusahaan (Kasmir, 2012). minuman yang terdaftar didalam BEI.

Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang


Gambar 1. Kerangka Berpikir diteliti, Arikunto (2010 : 174). Pendapat lain menurut
Sugiyono (2012 : 62), sampel adalah ―bagian dari jumlah
dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi‖.

Dalam penelitian ini menggunakan purposive


sampling method yaitu teknik pengambilan sampel sumber
data dengan pertimbangan tertentu, Sugiyono (2010).
Sampel yang diambil adalah data perusahaan, berupa
laporan keuangan PT. Indofood Sukses Makmur Tbk dan
PT. Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk.

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini


adalah data kuantitatif yang bersumber dari data
sekunder. Menurut Sugiyono (2012 : 13): ―Data kuantitatif
merupakan suatu karakteristik dari suatu variabel yang nilai-
nilainya dinyatakan dalam bentuk numerical.‖ Sedangkan
data sekunder adalah sumber yang tidak langsung memberikan data
kepada pengumpul data, misalnya lewat dokumen atau orang lain,
(Sugiyono, 2012 : 308). Data sekunder dalam penelitian ini
merupakan data yang diperoleh dari media internet, Bursa
Efek Indonesia (www.idx.co.id) berupa laporan keuangan
(laporan laba rugi, laporan arus kas, laporan perubahan
modal dan neraca) dari PT. Indofood Sukses Makmur Tbk
dan PT. Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk
periode 2009 – 2013 dan jurnal – jurnal penelitian lainnya
yang berkaitan dengan topik bahasan dalam penelitian ini.

Teknik analisa data dalam penelitian ini


menggunakan penghitungan data dengan rasio keuangan, uji
3. METODOLOGI PENELITIAN asumsi klasik, uji regresi dan analisa deskriptif.
Jenis penelitian yang dilakukan merupakan
penelitian yang menggunakan dan mengumpulkan data
historis dari data – data periode sebelumnya (historical 4. ANALISA DAN PEMBAHASAN
research). Penelitian historis merupakan salah satu
penelitian mengenai pengumpulan dan evaluasi data secara Tabel 1. Uji R-Square
sistematik, berkaitan dengan kejadian masa lalu untuk
menguji hipotesis yang berhubungan dengan penyebab Regresi R-Square
pengaruh dan perkembangan kejadian yang mungkin I (INDF) 0.627
membantu dengan memberikan informasi pada kejadian
sekarang serta mengantisipasi kejadian yang akan datang II (SMAR) 0.769
(Sukardi, 2003). Tujuan dari penelitian historis adalah untuk
membuat rekontruksi masa lampau secara sistematis dan
objektif dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, Nilai R-Square yang dihasilkan pada regresi I yaitu
memverifikasi, serta mensintesiskan bukti-bukti untuk sebesar 0.627, menunjukkan bahwa perputaran modal
menegakkan fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat kerja dan efisiensi pengelolaan modal kerja memiliki
(Suryabrata, 2005). Penelitian ini menguji pengaruh pengaruh sebesar 62.7% terhadap kinerja keuangan PT.
FINESTA Vol.3 No. 1, (2015) 102-107 106

Indofood Sukses Makmur Tbk. Demikian pula halnya Saran


dengan nilai R-Square yang dihasilkan pada regresi II yaitu
sebesar 0.769, menunjukkan bahwa perputaran modal 1. Penyediaan modal kerja harus optimal, artinya
kerja dan efisiensi pengelolaan modal kerja memiliki tidak berlebihan atau tidak kekurangan, sebab
pengaruh sebesar 76.9% terhadap kinerja keuangan PT. setiap jumlah dana yang lebih besar dari jumlah
Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. yang dibutuhkan akan menaikkan aset perusahaan.
Dengan diikuti profit yang proporsional, akan
Tabel 2. Uji – F (Metode Stepwise) meningkatkan tingkat hasil pengembalian atas
investasi.
Regresi F Hitung Signifikansi 2. Tingkat perputaran persediaan yang lebih rendah
yang dialami PT. Indofood Sukses Makmur Tbk
I (INDF) 8.399 0.034 dapat diantisipasi dengan menetapkan
II (SMAR) 16.641 0.010 kebijaksanaan baru yang berkaitan pada penjualan
barang dagangan yaitu dengan cara memberikan
cash discount (potongan tunai) baik penjualan tunai
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa maupun kredit dan sebaiknya perusahaan tidak
hasil uji F pada kedua regresi dengan obyek PT. Indofood melakukan pembelian. Pembelian dapat dilakukan
Sukses Makmur Tbk dan PT. Sinar Mas Agro Resources setelah persediaan benar – benar dalam keadaan
and Technology Tbk, menghasilkan signifikansi yang lebih safety stock yaitu jumlah minimal dana yang
kecil dari 0.05 (α = 5%). Dari hasil PT. Indofood Sukses diinvestasikan dalam persediaan untuk
Makmur Tbk dan PT. Sinar Mas Agro Resources and mempertahankan kontinuitas usahanya.
Technology Tbk ini maka dapat disimpulkan bahwa 3. Tingkat perputaran piutang yang lebih rendah pada
perputaran modal kerja dan efisiensi pengelolaan modal PT. Indofood Sukses Makmur Tbk dapat diatasi
kerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan dengan jalan memperketat kebijaksanaan penjualan
terhadap kinerja masing – masing perusahaan yaitu PT. kredit, misalnya dengan jalan memperpendek
Indofood Sukses Makmur Tbk dan PT. Sinar Mas Agro waktu pembayaran piutang pelanggan
Resources and Technology Tbk. Dari hasil ini maka 4. Tingkat likuiditas yang lebih rendah pada PT. Sinar
hipotesis ketiga dan keempat pada penelitian ini dapat Mas Agro Resources and Technology Tbk dapat
diterima kebenarannya. diatasi dengan cara perusahaan menambah
kekurangan dana dalam kas perusahaan, bisa
5. KESIMPULAN DAN SARAN melalui hutang lancar maupun hutang jangka
panjang, tetapi harus memperhatikan jumlahnya
Berdasarkan hasil analisis data serta pembahasan yang agar bisa sesuai dengan yang dibutuhkan
dilakukan pada bagian sebelumnya, maka penelitian ini perusahaan.
menghasilkan kesimpulan : 5. Penelitian selanjutnya diharapkan menambah
jumlah periode dan variabel bebas penelitian.
Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang


telah dikemukakan, maka kesimpulan dari penelitian ini DAFTAR REFERENSI
sebagai berikut:
Brigham, Eugene F and Daves P. R, 2004. Intermediate Financial
1. PT. Sinar Mas Agro Resources and Technology
Management, Eight Edition, South Western, United States.
Tbk memiliki perputaran modal kerja, perputaran
persediaan dan perputaran piutang (rasio aktivitas) Djarwanto. 2002. Pokok – Pokok Analisa Laporan Keuangan,
yang lebih tinggi daripada PT. Indofood Sukses Edisi Kedua, Badan Penerbit Fakultas Ekonomi UGM,
Makmur Tbk. Yogyakarta.

2. PT. Indofood Sukses Makmur Tbk memiliki Erlina, 2008. Metodologi Penelitian Bisnis : Untuk Akuntansi dan
pengelolaan modal kerja (rasio likuiditas) yang Manajemen, Edisi kedua, Cetakan Pertama, USU Press, Medan.
lebih baik (efisien) daripada PT. Sinar Mas Agro
Resources and Technology Tbk. Ghazali, Umar, 2006. Aplikasi Analisis Multivariate dengan
Program SPSS, Badan Penerbit Universitas Diponegoro,
Semarang.
3. Perputaran dan pengelolaan modal kerja secara
parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja Harahap, Syafri. 2007. Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan.
keuangan perusahaan (ROA) pada PT. Indofood PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Sukses Makmur Tbk dan PT. Sinar Mas Agro
Resources and Technology Tbk. Harmono. 2009. Manajemen Keuangan Berbasis Balanced
Scorecard. (Pendekatan Teori, Kasus, dan Riset Bisnis), Bumi
4. Perputaran dan pengelolaan modal kerja secara Aksara, Jakarta.
simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja
keuangan perusahaan (ROA) pada PT. Indofood Houston & Brigham. 2006. Dasar-dasar Manajemen Keuangan.
Salemba Empat, Jakarta.
Sukses Makmur Tbk dan PT. Sinar Mas Agro
Resources and Technology Tbk. Jumingan. 2006. Analisis Laporan Keuangan, Cetakan Pertama,
PT. Bumi Aksara, Jakarta.
FINESTA Vol.3 No. 1, (2015) 102-107 107

Kasmir. 2008. Analisis Laporan Keuangan, Edisi Pertama,


Penerbit Rajawali Pers, Jakarta.

Munawir, 2004. Analisa Laporan Keuangan, Edisi Keempat,


Liberty, Yogyakarta.

Sawir, Agnes, 2005. Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan


Keuangan Perusahaan, Cetakan Kedua, PT Gramedia Pustaka
Umum, Jakarta.

Sugiyono. 2008, Metode Penelitian Bisnis, Edisi Kesembilan,


Alfabeta, Bandung.

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan


R&D. Alfabeta, Bandung.

Alia. 2011. Analisis Pengaruh Perputaran Modal Kerja,


Perputaran Piutang, Perputaran Persediaan, Return on Equity,
Debt to Equity Ratio dan Debt to Asset Ratio terhadap
Profitabilitas pada Perusahaan Real Estate dan Property yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia, Skripsi. Ekonomi Strata-1,
Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara Medan.
(http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/24590)
Ima Hernawati. 2007. Analisis Pengaruh Efisiensi Modal Kerja,
Likuiditas, dan Solvabilitas terhadap Profitabilitas. Program
Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang.
(http://www.scribd.com/doc/50429823/Analisis-Modal-Kerja)

Wijayanti, Ika Yuli. 2007. Pengaruh Modal Kerja dan Perputaran


Modal Kerja terhadap Return on Equity pada Perusahaan
Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) Tahun
2002-2004, Skripsi, Ekonomi Strata-1, Fakultas Ekonomi,
Universitas Negeri Semarang.

Bhayani, Sanjay J, 2004. ―Working Capital and Profitability


Relationship‖. Journal of Indian Management, Saurastra
University, Rajkot.
(http://ijrcm.org.in/download.php?name=ijrcm-1-vol-2_issue-12-
art-24.pdf&path=uploaddata/ijrcm-1-vol-2_issue-12-art-24.pdf)

Nur Irawan. ―Pengaruh Perputaran Piutang dan Perputaran


Persediaan terhadap Profitabilitas‖
(http://journal.unisla.ac.id/pdf/121012014/2.pdf)
Laporan Keuangan PT. Indofood Sukses Makmur Tbk dan PT.
Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk periode 2009 –
2013.
(www.idx.co.id)