Anda di halaman 1dari 7

PENGEMBANGAN MODUL MOMENTUM, IMPULS DAN TUMBUKAN

DENGAN STRATEGI CONCEPT MAPPING


DI MADRASAH ALIYAH NEGERI
1)
Siti Roudlotus Sa’idah, 1)Trapsilo Prihandono, 1)Sri Wahyuni
1)
Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Jember
Email : roudlotussaidah@gmail.com

Abstract
One of physics material’s character was abstract, that character
caused the students got difficulties. Besides that, the unconsecutive material
was becomes a weakness in the displays of material in physics books at school.
One of solution to solve this problems was using the concept mapping module.
The purposes of this research were to describe the validity of modules,
effectiveness, and practicality. The research method used was 4D model which
suggested by Thiagarajan, Semmel and Semmel. The result of this research
was module classified as valid by the value of validity was 85,47%, module
was effective by value of retention 98,79%, module classified as practical by
value of student response was 67,71%. Based on these data, it can be
concluded that the module was very valid, effective and practical for used in
learning.
Keyword: module, concept mapping, 4D model
PENDAHULUAN
Fisika merupakan salah satu bagian bahwa materi yang disampaikan pada buku
dari Ilmu Pengetahuan Alam (Hardini et fisika yang mereka gunakan sulit dipahami.
al., 2013). Karakter materi fisika adalah Selain itu, 65 % siswa berpendapat bahwa
bersifat konkret, namun ada pula yang format buku fisika kurang menarik.
bersifat abstrak (Fathurohman, 2014). Salah satu kelemahan bahan ajar di
Salah satu materi fisika yang memiliki sekolah adalah strategi pengorganisasian
karakter abstrak adalah materi momentum, dan penyampaian isi dalam bahan ajar tidak
impuls dan tumbukan sebab terjadi dalam terstruktur dengan baik dan kemasan
waktu yang sangat singkat dan cepat kurang menarik (Kuswandari et al., 2013).
(Sutrisno et al., 2015). Modul merupakan salah satu bentuk bahan
Materi yang bersifat abstrak ajar yang dapat digunakan sebagai
mengakibatkan siswa kesulitan untuk alternatif penunjang pembelajaran
menelaah konsep momentum (Kurniawan, (Purwanti dan Sunariningsih, 2015).
2014). Disamping itu, siswa masih Disamping itu, modul juga dapat
mengalami kesalahan dalam memecahkan berpengaruh positif terhadap hasil belajar
konsep yang abstrak (Farida, 2015). siswa (Nilasari et al., 2016).
Berdasarkan hasil wawancara yang Pelaksanaan pembelajaran tidak
dilakukan pada guru fisika di MAN 1 lepas dari adanya strategi pembelajaran,
Jember, bahwa pengembangan modul misalnya strategi peta konsep(concept
fisika untuk siswa sudah dilakukan oleh map) (Nuryana et al., 2013). Konsep yang
guru, namun terkendala dalam dipetakan dapat melatih siswa menerima
pengaplikasiannya. Berdasarkan angket informasi secara sistematis (Sari et al.
yang telah disebarkan kepada 32 siswa 2015). Strategi peta konsep juga dapat
kelas X MIPA 1, 59 % siswa menyatakan

78
Sa’idah, Pengembangan Modul Momentum... 79

meningkatkan hasil belajar siswa (Sari et bahwa materi yang disampaikan pada buku
al., 2013). fisika yang mereka gunakan sulit dipahami,
Penelitian relevan tentang 65% siswa berpendapat bahwa format buku
penggunaan concept mapping dalam bahan fisika kurang menarik; (b) karakteristik
ajar sudah pernah dilakukan oleh Fadilah et siswa kelas X MAN 1 Jember bahwa 75%
al. (2015) dengan hasil 73% siswa siswa lebih suka belajar dengan cara
menyatakan lebih memahami materi menulis apa yang mereka pelajari, hal ini
apabila disajikan menggunakan peta dapat membantu proses pemahaman
konsep. Sari et al. (2015) dengan simpulan mereka. Sehingga dengan menggunakan
bahwa siswa sangat setuju dengan modul strategi concept mapping ini
pembelajaran menggunakan bahan ajar diharapkan siswa dapat belajar secara
concept mapping. efektif sesuai dengan gaya belajarnya; (c)
Berdasarkan uraian tentang analisis tugas pada penelitian
karakteristik materi dan kelemahan bahan pengembangan ini diuraikan berdasarkan
ajar, maka dengan menggunakan modul Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi
strategi peta konsep, diharapkan siswa Dasar (KD) materi momentum, impuls, dan
dapat lebih memahami materi momentum, tumbukan sesuai kurikulum 2013 revisi
impuls dan tumbukan. Adapun tujuan dari 2016; (d) analisis konsep atau materi yang
penelitian ini antara lain: (1) peneliti tetapkan adalah momentum,
mendeskripsikan validitas modul impuls, dan tumbukan berdasarkan silabus
momentum, impuls, dan tumbukan dengan dalam kurikulum 2013 revisi 2016; dan (e)
strategi concept mapping di Madrasah berdasarkan analisis tugas dan analisis
Aliyah Negeri; (2) mendeskripsikan konsep yang telah ditetapkan kemudian
efektivitas modul momentum, impuls, dan digunakan sebagai acuan penyusunan
tumbukan dengan strategi concept mapping perumusan indikator pencapaian hasil
di Madrasah Aliyah Negeri; dan (3) belajar dan tujuan pembelajaran sebagai
mendeskripsikan kepraktisan modul penjabaran kompetensi inti dan kompetensi
momentum, impuls, dan tumbukan dengan dasar.
strategi concept mapping di Madrasah Tahap perancangan (Design) terdiri
Aliyah Negeri. dari empat langkah, yaitu: (a) penyusunan
tes dilakukan dengan cara menyusun
METODE instrumen test pengetahuan dengan
menggunakan teknik tes dalam bentuk post
Jenis penelitian ini adalah penelitian
test disertai kisi-kisi soal dan penskoran
pengembangan yang menghasilkan produk
yang disesuaikan dengan materi serta
berupa modul momentum, impuls dan
tujuan pembelajaran; (b) media yang
tumbukan dengan strategi concept mapping
digunakan dalam penelitian ini adalah
di MAN 1 Jember untuk kelas X semester
modul momentum, impuls dan tumbukan,
genap tahun ajaran 2016/2017. Desain
media lain yang digunakan dalam
penelitian yang digunakan adalah model
penelitian ini adalah video demonstrasi,
pengembangan 4-D oleh Thiagarajan,
kelereng atau bola, lilin mainan atau
Semmel, dan Semmel (1974). Model ini
plastisin, benda disekitar siswa dalam
terdiri dari empat tahapan pengembangan,
kelas; (c) format modul yang digunakan
yaitu define, design, develop, dan
adalah ukuran A4, ukuran huruf 11 point,
desseminate.
dan bentuk huruf serif, format ini
Tahap pendefinisian (Define)
disesuaikan dengan buku yang umum
meliputi beberapa langkah pokok, yaitu
digunakan siswa; dan (d) rancangan awal
setelah melakukan observasi awal,
dilakukan dengan menganalisis materi dari
diperoleh: (a) buku yang digunakan di
sumber yang relevan, pembuatan cover
MAN 1 Jember dan penyebaran angket
modul, penyusunan isi modul, serta
pada siswa, bahwa 59% siswa menyatakan
80 Jurnal Pembelajaran Fisika, Vol. 7 No. 1, Maret 2018, hal 78-84

penyusunan perangkat pembelajaran lain perkembangan pengetahuan siswa setelah


(silabus, RPP, kisi-kisi soal postest, dan menggunakan modul yang dikembangkan.
angket respon siswa). Pengujian retensi dilakukan dengan
Tahap pengembangan (Develop) memberikan tes sebanyak dua kali yaitu
bertujuan untuk menghasilkan sebuah posttest dan tes retensi yang berselang satu
produk yang telah direvisi berdasarkan minggu. Respon siswa diperoleh dengan
hasil validasi oleh validator dan data yang memberikan angket respon kepada siswa
diperoleh dari uji pengembangan produk yang berisi beberapa pertanyaan atau
meliputi: (a) validasi ahli dilakukan oleh pernyataan yang harus diisi sesuai respon
tiga validator dari dosen Program Studi atau tanggapan masing-masing siswa. Data
Pendidikan Fisika–Jurusan Pendidikan retensi dan data respon yang diperoleh
MIPA–Universitas Jember yang tersebut, kemudian dianalisis dengan
berkompeten dalam bidangnya berdasarkan menggunakan rumus sebagai berikut.
beberapa indikator yaitu: (1) kelayakan isi; a) Data retensi
(2) kelayakan penyajian; (3) kebahasaan; 𝐻𝑎𝑠𝑖𝑙 𝑡𝑒𝑠 2
% 𝑅𝑒𝑡𝑒𝑛𝑠𝑖 = 𝑥100%
dan (4) kegrafikaan atau kegrafisan. Data 𝐻𝑎𝑠𝑖𝑙 𝑡𝑒𝑠 1
hasil validasi tersebut kemudian dianalisis Keterangan :
dengan menggunakan rumus sebagai Hasil tes 2 = nilai hasil tes retensi
berikut: Hasil tes 1 = nilai hasil posttest
TSe Selanjutnya retensi siswa
V ah  x100%
TSh dikategorikan sesuai dengan Tabel 2.
Keterangan : Tabel 2. Kriteria daya ingat (retensi) siswa
V-ah = Validasi ahli Interval Kategori Retensi(R)
Tse = Total skor empirik yang dicapai R ≥ 75% Sangat baik
berdasarkan penilaian ahli 70% - 79% Baik
60% - 69% Cukup
TSh = Total skor yang diharapkan 50% - 59% Rendah
Nilai V-ah atau nilai rata-rata total R ≤ 59% Sangat kurang
dirujuk pada interval penentuan tingkat (Sumber: Syah, 2010: 118).
kevalidan modul fisika dengan strategi
concept mapping pada Tabel 1. b) Data respon
Tabel 1. Kriteria validitas 𝑅
𝑃𝑂𝐴 = 𝑥 100%
Interval Kategori Validitas 𝑆𝑀
85,01% - Sangat valid, atau dapat Keterangan :
100,00% digunakan tanpa revisi POA = persentase respon siswa
70,01% - Cukup valid, atau dapat R = proporsi jumlah siswa yang
85,00% digunakan namun perlu memilih setuju
direvisi kecil SM = jumlah siswa
50,01% - Kurang valid, disarankan Selanjutnya data respon siswa
70,00% tidak dipergunakan karena
dikategorikan berdasarkan kriteria pada
perlu revisi besar
01,00% - Tidak valid, atau tidak Tabel 3.
50,00% boleh dipergunakan Tabel 3. Kriteria respon siswa
(Sumber: Akbar, 2013:41). Interval Kriteria Kategori
0% - 20% Sangat tidak menarik
(b) Uji pengembangan bertujuan untuk 21% - 40% Kurang menarik
mengetahui efektivitas dan kepraktisan 41% - 60% Cukup
modul pada kelas uji pengembangan 61% - 80% Menarik
melalui retensi siswa dan respon siswa. 81% - 100% Sangat menarik
Siswa diberikan posttest setelah akhir (Sumber: Riduwan, 2011: 15).
pembelajaran kemudian angket untuk Tahap penyebaran (Disseminate)
mengetahui respon/tanggapan dan Tahap ini merupakan tahap penggunaan
Sa’idah, Pengembangan Modul Momentum... 81

perangkat yang telah dikembangkan pada dilakukan untuk memperoleh modul


skala yang lebih luas, misalnya di kelas momentum, impuls dan tumbukan dengan
lain, di sekolah lain, oleh guru yang lain. strategi concept mapping. Desain yang
Namun peneliti tidak melakukan tahap ini diperoleh terdiri dari halaman sampul
dengan alasan penelitian yang dilakukan (cover), kata pengantar, petunjuk
dibatasi pada uji kelayakan atau kevalidan penggunaan modul, daftar isi, kegiatan
(Fadilah et al., 2015; Pradana dan Triyanto, belajar, penyajian materi, ayo mengingat,
2012; Sari, 2015; Noto, 2014; Yuanita et contoh soal, latihan mandiri, ayo bekerja,
al., 2015). siapa Descartes, rangkuman, kunci latihan
mandiri, asah otak, dan daftar pustaka.
HASIL DAN PEMBAHASAN Tahap pengembangan (develop) diperoleh
Hasil penelitian pengembangan ini data validasi modul dan data hasil uji
adalah modul momentum, impuls dan pengembangan. Data validasi dilakukan
tumbukan dengan strategi concept mapping oleh tiga dosen ahli. Data hasil validasi ahli
untuk Madrasah Aliyah Negeri yang diperoleh dari instrumen validasi yang di
dikembangkan menggunakan model 4D check list oleh ahli sesuai dengan penilaian
oleh Thiagarajan yang telah dimodifikasi validator. Data hasil check list oleh ahli
menjadi 3D (define, design, dan develop). dianalisis dengan menggunakan
Tahap pendefinisian (define) dilakukan perhitungan rerata. Skala yang digunakan
analisis kurikulum dengan menganalisis adalah skala likert 1, 2, 3, 4, dan 5 dengan
kompetensi inti dan kompetensi dasar yang kriteria penilaian (1) tidak valid, (2) kurang
sesuai dengan konsep momentum, impuls valid, (3) cukup valid, (4) valid, dan (5)
dan tumbukan, serta penjabaran sangat valid. Hasil validasi dapat dilihat
kompetensi tersebut kedalam tujuan pada Tabel 4.
pembelajaran. Tahap perancangan (design)
Tabel 4. Data hasil validasi ahli terhadap modul
No. Komponen Validator 1 Validator 2 Validator 3
1 Kelayakan Isi 84,29% 84,29% 82,86%
2 Kebahasaan 93,33% 93,33% 80,00%
3 Penyajian 82,50% 82,50% 82,50%
4 Kegrafikaan 100,00% 80,00% 80,00%
Rerata tiap validator 90,03% 85,03% 81,34%
Rerata keseluruhan 85,47%
Kategori Sangat Valid

Data hasil uji pengembangan adalah


data efektifitas modul diperoleh dari hasil
retensi yaitu data nilai post test dan nilai
retensi test siswa dari kelas uji
pengembangan setelah mengikuti
pembelajaran menggunakan modul
momentum, impuls dan tumbukan dengan
strategi concept mapping yang telah
dikembangkan oleh peneliti. Adapun data
rerata skor yang diperoleh dapat dilihat
pada Gambar 1. Gambar 1. Grafik rerata nilai post test dan
retensi test
82 Jurnal Pembelajaran Fisika, Vol. 7 No. 1, Maret 2018, hal 78-84

Data kepraktisan modul diperoleh


melalui instrumen angket respon yang
Data hasil nilai posttest dan nilai retensi test disebarkan kepada siswa kelas uji setelah
siswa dapat dilihat pada Tabel 5. pembelajaran menggunakan modul
Tabel 5. Data hasil retensi siswa momentum, impuls dan tumbukan dengan
Komponen Post test Retensi R Kategori strategi concept mapping. Kepraktisan
Sangat
Rerata nilai 60,76 60,03 98,79%
Baik
modul dapat dilihat melalui angket respon
sebagaimana penelitian Hamdunah (2015)
Data uji pengembangan selanjutnya bahwa berdasarkan angket, modul yang
adalah data kepraktisan modul yang dikembangkan dikategorikan praktis jika
diperoleh dari hasil respon siswa melalui nilai kepraktisannya (P) sebesar
angket. Data respon diperoleh dengan 60%<P≤80%. Analisis data terhadap
memberikan angket respon setelah selesai kepraktisan modul concept mapping
pembelajaran menggunakan modul melalui angket respon yang telah
momentum, impuls dan tumbukan dengan disebarkan, diperoleh nilai 67,71%.
strategi concept mapping dan dapat dilihat Berdasarkan nilai respon yang diperoleh,
pada Tabel 6. dapat diambil kesimpulan bahwa modul
Tabel 6. Data hasil respon siswa momentum, impuls dan tumbukan dengan
Percentage strategi concept mapping yang
No Aspek of Kategori dikembangkan dikategorikan menarik atau
Agreement praktis digunakan dalam pembelajaran.
Penyajian
1 67,59% Menarik
modul
2 Kejelasan isi 70,68% Menarik SIMPULAN DAN SARAN
Ketercapaian Berdasarkan pembahasan hasil
3 66,38% Menarik
tujuan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh
Rerata 67,71% Menarik simpulan sebagai berikut: (1) validitas
modul yang diperoleh sebesar 85,47%,
Berdasarkan validasi yang telah modul yang dikembangkan memiliki
dilakukan oleh ketiga validator ahli, kriteria sangat valid dan layak digunakan
diperoleh rerata nilai validitas sebesar sebagai bahan ajar pada pokok bahasan
85,47%, sehingga modul yang momentum, impuls dan tumbukan; (2)
dikembangkan tergolong sangat valid efektivitas modul melalui retensi diperoleh
karena nilai validitas yang diperoleh sebesar 98,79% dan memiliki kriteria
berkisar pada rentang 85,01%-100,00%. sangat tinggi, dengan demikian modul yang
Data efektivitas diperoleh dengan dikembangkan efektif untuk meningkatkan
membandingkan rerata nilai retensi test daya ingat atau retensi siswa; dan (3)
dengan rerata nilai posttest. Nilai posttest kepraktisan modul melalui respon
siswa lebih tinggi setelah menggunakan diperoleh sebesar 67,71% dan memiliki
modul concept mapping, sebagaimana kriteria menarik, dengan demikian modul
penelitian yang dilakukan oleh Yahya et al. yang dikembangkan praktis untuk
(2017) bahwa teknik concept mapping digunakan sebagai bahan ajar pada materi
dapat meningkatkan nilai rata-rata posttest momentum, impuls dan tumbukan.
siswa secara signifikan. Analisis data Berdasarkan hasil penelitian dan
efektifitas melalui perbandingan antara pembahasan, maka saran yang dapat
retensi test dan posttest sebesar 98,79% dan diberikan kepada penelitian selanjutnya
tergolong sangat baik, dapat disimpulkan adalah: (1) cover produk yang
bahwa modul dengan strategi concept dikembangkan sebaiknya didesain lebih
mapping yang dikembangkan sangat efektif menarik untuk meningkatkan semangat
digunakan dalam pembelajaran. siswa; (2) penelitian pengembangan
sebaiknya dilakukan hingga tahap
Sa’idah, Pengembangan Modul Momentum... 83

penyebaran ke sekolah lain supaya dapat pembelajaran fisika untuk


diketahui keefektifan dan kepraktisan meningkatkan kemampuan kognitif
modul jika diterapkan pada karakter siswa dan mempertahankan retensi siswa.
yang berbeda; dan (3) retensi yang diujikan Jurnal Penelitian Pendidikan. 14(1):
sebaiknya dilakukan dengan rentang yang 17-26.
lebih lama supaya lebih tampak perbedaan
daya ingat siswa. Kuswandari, M., Sunarno, W., dan
Supurwoko. 2013. Pengembangan
DAFTAR PUSTAKA
bahan ajar Fisika SMA dengan
Akbar, S. 2013. Instrumen Perangkat pendekatan kontekstual pada materi
Pembelajaran. Bandung: Remaja pengukuran besaran Fisika. Jurnal
Rosdakarya. Pendidikan Fisika. 1(2): 41-44.

Fadilah, R. E., Suratno., dan Wahyuni, D. Nilasari, E., Djatmika, E. T., dan Santoso,
2015. Pengembangan bahan ajar A. 2016. Pengaruh penggnaan modul
sistem gerak manusia berbasis peta pembelajaran kontekstual terhadap
konsep dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas V sekolah
penguasaan konsep siswa kelas XI dasar. Jurnal Pendidikan Teori,
SMA di kabupaten Jember. Penelitian dan Pengembangan. 1(7):
Pancaran. 4(3): 41-50. 1399-1404.

Farida, N. 2015. Analisis kesalahan siswa Noto, M. S. 2014. Perangkat pembelajaran


SMP kelas VIII dalam matematika berbasis SMART.
menyelesaikan masalah soal cerita Jurnal Penelitian Matematika. 3(1):
Matematika. Aksioma. 4(2): 42-52. 18-32.

Fathurohman, A. 2014. Analogi dalam Nuryana, I., Sulistyadi, K., dan Murtini, W.
pengajaran Fisika. Jurnal Inovasi 2013. Pengaruh strategi
dan Pembelajaran Fisika. 1(1): 74- pembelajaran concept map terhadap
77. prestasi belajar dasar akuntansi
keuangan II berdasarkan tipologi
Hamdunah. 2015. Praktikalitas belajar. Jurnal Pendidikan Insan
pengembangan modul Mandiri. 2(1): 42-52.
kontruktivisme dan website pada
materi lingkaran dan bola. Lemma. Pradana, R. A., dan Triyanto. 2012.
2(1): 35-42. Efektivitas pengembangan modul
pembelajaran CNC I pada program
Hardini, R. R., Pujayanto., dan Ekawati, E. studi D3 teknik mesin Universitas
Y. 2013. Pengembangan bahan ajar Negeri Surabaya. Jurnal Pendidikan
IPA terpadu berbasis salingtemas Teknik Mesin. 01(02): 48-57.
untuk SMP kelas VII dengan tema
ekosistem air tawar. Jurnal Materi Purwanti, I., dan Sunariningsih. 2015.
dan Pembelajaran Fisika(JMPF). Meningkatkan hasil belajar siswa
3(1): 9-13. melalui pengembangan modul
kearsipan berbasis guided inquiry.
Kurniawan, A. 2014. Penerapan model Jurnal Pendidikan Bisnis dan
pembelajaran inkuiri terbimbing Manajemen. 01(01): 11-23.
berbantuan CMAPTOOLS dalam
84 Jurnal Pembelajaran Fisika, Vol. 7 No. 1, Maret 2018, hal 78-84

Riduwan. 2011. Skala Pengukuran impuls. Jurnal Pengajaran MIPA.


Variabel-Variabel Penelitian. 20(1): 38-42.
Bandung: Alfabeta.
Syah, M. 2010. Psikologi Pendidikan
Sari, N. A. A., Subiki., dan Wahyuni, S. dengan Pendekatan Baru Edisi
2015. Pengembangan bahan ajar Revisi. Bandung: Remaja
pembelajaran fisika dengan concept Rosdakarya.
mapping disertai authentic
assessment pada pokok bahasan Yahya, I., Prihandono, T., dan Supriadi, B.
pemantulan cahaya di SMP. Jurnal 2017. Penerapan Concept Attainment
Pembelajaran Fisika. 3(4): 317-323. disertai teknik Concept Mapping
dalam pembelajaran Fisika di MA.
Sari, S., Sriyono., dan Desy, S. 2013. Jurnal Pembelajaran Fisika. 6(1):
Perbedaan hasil belajar antara 63-67.
metode konvensional, peta konsep
dan peta pikiran bagi siswa pada Yuanita, D. I., Ahsan, H., dan Wiyono, K.
mata pelajaran fisika kelas X SMA 2015. Pengembangan panduan
Muhammadiyah Purworejo tahun praktikum spektroskopi pada mata
pelajaran 2012/2013. Jurnal Radiasi. kuliah fisika modern. Jurnal Inovasi
3(2): 150-153. dan Pembelajaran Fisika. 2(1): 77-
87.
Sutrisno, A. D., Samsudin, A., Liliawati,
W., Kaniawati, I., dan Suhendi, E.
2015. Model pembelajaran two stay
two stray(tsts) dan pemahaman siswa
tentang konsep momentum dan