Anda di halaman 1dari 11

Paliative care dalam video ini membahas tentang tiration dan concersion dimana dalm

video ini dijelaskan bahwa kanker merupakan salah satu penyakit yang sering sekali
berhubungan dengan rasa sakit. Dalam hal ini ahli onkologi telah menyediakan dua perawatan
untuk mengatasi masalah ini yaitu perawatan onkologi medis dan bedah ahli onkologi
ginekologi. Dijelaskan bahwa dalam kasus ini kanker adalah salah satu penyakit yang sering
berhubungan langsung dengan nyeri bahhkan biasanya berlanjut pada masalah paliatif hingga
perawatan akhir kehidupan. Dalam video ini dijelasakn bahwa seorang ahli onkologi GYN sering
menggunakan opioid untuk dapat mengelola rasa sakit pada pasien kanker karena ini merupakan
hal penting yang perlu dimiliki oleh seorang tenaga medis mengenai pemahaman yang kuat
tentang prinsip-prinsip resep opioid termasuk konversi opioid dasar dan penyesuaian dosis. ada
beberapa langkah penting yang perlu dipertimbangkan untuk dapat menyesuaikan dosis atau
dikonversi ke opioid yang berbeda. Obat akan selalu melakukan evaluasi klinis untuk dapat
menyelidiki etiologi dari rasa sakit yang baru timbul atau perubahan dalam gejala sakit pasien
itu penting untuk mengesampingkan penyebab lain yang bisa terjadi terhadap perubahan gejala
dan tentukan apakah tes tambahan diperlukan. Sebelum menyesuaikan obat nyeri selanjutnya
menentukan jumlah opioid pasien saat ini dan konversi akting panjang atau pendek. Untuk
memutuskan opioid mana yang setara morfin oral kami singkat omae opioid yang akan
digunakan dengan menanyakan pertanyaan apakah formulasi saat ini bekerja dengan baik untuk
pasien dengan melihat efek samping yang tidak tertahankan atau ada perubahan status klinis
seperti pasien tidak mentolerir oral asupan kemudian menghitung dosis setiap obat menggunakan
jen aturan dan individual dosis yang dihitung sesuai kebutuhan. Akhirnya dicoba untuk
mengantisipasi efek samping potensial dan berikan profilaksis jika tersedia untuk
menggambarkan empat aturan dasar untuk konversi aturan pertama adalah untuk selalu
dikonversi menjadi setara morfin oral.
4 syarat dasar dalam pengkonfersian:
1. Selalu mengubah bentuk sediaan menjadi bentuk sediaan oral morfin.
2. Mengurangi dosis untuk efek samping yang tdak diinginkan dengan toleransi 25%.
3. Dosisi jangka panjang 2/3 X OME selama 24 jam .
4. Dosis jangka pendek 10-15% dari dosis jangka panjang yang telah diperoleh selama 24
jam.
Ada banyak perhitungan opioid dan konversi dosis tabel online namun penting memiliki pengetahuan
dasar analitik equi dosis opioid , dosis analgesik yang sama didefinisikan sebagai dosis dimana dua opioid
pada kondisi mapan menyediakan kira-kira sama dengan pereda nyeri, disini menggunakan contoh tabel
dari ACMA dosis analgesik dalam equi jenis ini tabel analgesik semua sel dalam tabel setara dengan
misalnya 10 ml IV morfin setara dengan 30 ml morfin dalam bentuk oral. Beberapa contoh tentang cara
menggunakan tabel ini mengkorvensikan OME;

Contoh pasien membutuhkan 40 ml oksikodon, 20 ml oksikodon setara dengan 30 ml morfin


oral karenanya anda dapat mengalihkan dosis oksikodon dengan 1,5 untuk mendapatkan kemudahan
OME setara dengan dalam seorang pasien membutuhkanl 40 ml oxycodone 40 kali 1,5 setara dengan 60
OME

Contoh berikutnya bahwa 7,5 ml hydromorpone setara dengan 30 ml oral morfin jika seorang
pasien membutuhkan 20 ml hydromorphone oral setiap hari mengubah menjadi OME dengan
mengalihkan dengan 4, karena itu 20 ml oral hydromorphone setara dengan 80 OME
7,5 Mg hydromorphone setara dengan 30 Mg Oral. Dapat menjadi setara dengan 30 Mg
Oral apabila morfin digunakan oleh pasiem dengan mengambil sebanyak 20 morfin. Penggunaan
hidromorfon oral setiap hari dapat merubah jadi ome dengan cara mengalikannya dengan 4
karena itu 20 Mg oral hydromorphone setara dengan 80 ome. Berikut adalah beberapa aturan
praktis yang lebih mudah untuk dapat mengingat : Aturan 1 sampai 3 yaitu 1 gram morvin IV
sama dengan 2 Mg oksidon oral, dan 2 Mg oksidon oral sama dengan 3Mg morfin oral.
3Mg Morfin oral aturan lainnya adalah 30 20 10 7.5 1.5 aturan ini adalah aturan yang
memberikan agar aturan lebih mudah diinagt. Konversi antara beberapa yang lebih opioid yang
biasa digunkan termasuk oral dan IV morfin dan dilaudid juga serta oksidon oral untuk dapat
menambahkan lapisan fentanil transdermal karena kompleksitas konversi ini sedikit lebih rumit
dengan adanya tambalan yang diberikan dalam mikrogram per jam nya dan hanya tersedia dalam
dosis tertentu untuk dapat di konversi dari patch fentanyl ke ome sederhana yang menggandakan
dosis fentanil transdermal Mikrogram yang ini akan sama dengan morfin oral yang setara dengan
Mg. penting juga untuk dicatat fentanil yang diberikan secara transdermal mencapai A tingkat
terapeutik dalam 13 minggu hingga 24 jam jadi ketika berlaih dari opioid long – acting ke
fentanyl patch seharusnya berupa patch yang diaplikasikan dengan dosis terakhir opioid oral
jangka panjang untuk dapat menghindari rasa sakit selama transisi saat memulai A. Pasien
dengan obat opioid oral , opioid pertama yang dipilih umumnya adalah morfin atau oksikodon
yang kerja pendek untuk dapat tetukan juga jumlah dosis yang dibutuhkan sehingga dapat
memastikan toleransi opioid kerja jangka pendek dapat dikonversikan menjadi long-acting
formulasi yang diberikan sekali atau dua kali dalam sehari untuk dapat meminimalkan rasa sakit
terobosan dan dapat mengurangi masalah administrasi morfin. Morfin adalah long-acting yang
paling umum digunakan oleh opioid karena kemudahan dalam administrasi dan biaya kecuali
ada kontraindikasi seperti gagal ginjal atau intoleransi
Pertimbangan rute lain misalnya wanita dengan diikuti adanya obstruksi berselang yang tidak
dapat mentoleransi asupan oral, dapat mengambil manfaat dari fentanyl pacth transdermal yang
akan memungkinkan penyerapan yang lebih meksimal. Patuhi rotasi ketika seorang pasien
beralih dari satu opioid untuk rute opioid yang lain. Opioid diindikasikan ketika pasien tidak
dapat mencapai kontrol nyeri yang memadai karena efek samping yang tidak dapat ditoleransi
yang menghambat peningkatan dosis. Indikasi lain untuk rotasi opioid adalah perubahan status
klinis seperti insufisiensi ginjal onset baru, ditetapkan untuk kemampuan mentoleransi asupan
oral untuk menghindari pemberian obat saat ini. Penting untuk dicatat bahwa rotasi opioid tidak
diindikasikan dalam situasi dengan efek samping keausan pengontrol nyeri yang memadai tidak
melarang peningkatan opioid saat ini. Cross tolerance didefinisikan sebagai penurunan respon
farmakologi setelah pemberian berulang atau berkepanjangan. Cross tolerance mengacu pada
pengembangan efek obat lain yang serupa secara struktural dalam kelas farmakologis yang sama
setelah paparan jangka panjang. Toleransi apa pun yang telah dikembangkan pasien terhadap
opioid mereka saat ini mungkin tidak diterjemahkan menjadi opioid lain yang dikenal sebagai
Cross tolerance yang tidak lengkap. Dosis total untuk memperhitungkan kemungkinan Cross
tolerance yang tidak lengkap, disarankan untuk mengurangi dosis sekitar 25% untuk
menghindari pemberian dosis yang lebih tinggi pada opioid baru. Pengurangan ini diterapkan
sesuai perhitungan selama 24 jam.
sekarang kami telah meninjau prinsip-prinsip konversi opioid. Mari kita terapkan informasi ini
pada beberapa kasus sebagai referensi, ingatlah empat aturan dasar ini saat kami menangani
setiap kasus. Aturan nomor satu mengubah semua opioid menjadi 24 jam setara dengan morfin
oral, biasanya dua mengurangi 24 jam kebutuhan sebesar 25% untuk memperhitungkan toleransi
silang yang tidak lengkap ketika memutar opioid, aturan nomor tiga dua pertiga dari total 24 jam
OME Anda harus berakting lama dan aturan nomor 4 sepuluh hingga 15 persen dari dosis kerja
lama Anda akan menjadi dosis kerja pendek Anda yang diberikan setiap tiga jam sesuai
kebutuhan. Kasus fistr kami melibatkan konversi PCA menjadi obat opioid oral, kami akan
mulai (KASUS 1 liat gambar di video penjelasan sama seperti di gambar) ...... sekarang kami
akan mengonversi penggunaan IV ini menjadi rejimen obat oral yang dilakukan di rumah.
Dimulai dengan aturan nomor satu kita akan mengonversi morfin IV menjadi OME, 10 mg
morfin IV sama dengan 30 mg PO morfin sehingga 100 mg IV morfin sama dengan 300 mg PO
morfin untuk aturan nomor dua, penyesuaian toleransi silang ketika menukar opioid akan
diterima dalam keadaan ini karena morfin akan tetap menjadi opioid pilihan kami,
Kemudian kita beralih ke aturan nomor 3 untuk menghitung dosis opioid kerja panjang yang
akan menjadi 2/3 dari 24 jam yang dihitung di atas. Dalam contoh ini 2/3 dari 300 ome setara
dengan 200 miligram morfin oral. Karena tidak ada kontraindikasi, kami akan menggunakan
dosis terbagi dari morfin kerja panjang yaitu 100 miligram MS lalu diberikan dua kali sehari.
Akhirnya aturan nomor 4 menyatakan bahwa dosis kerja pendek harus sama dengan 10 hingga
15 persen dari total dosis kerja 24 jam. Oleh karena itu 10 hingga 15% dari 200 miligram adalah
20 hingga 30 miligram morfin oral. Karena morfin tersedia dalam 15 dan 30 miligram tablet,
dosis kerja pendek adalah 15 hingga 30 miligram morfin oral setiap jam sesuai kebutuhan untuk
mengatasi rasa sakit.
Kasus 2 akan bekerja melalui contoh memulai opioid kerja panjang pada pasien yang saat ini
menggunakan obat opioid kerja pendek. Pasien ini berusia 55 tahun dengan kanker serviks
stadium 3b. Dia baru-baru ini setahun membaca stent oral ditempatkan melakukan hidronefrosis
dan saat ini sedang menjalani perawatan dengan radiasi kemo. Dia datang ke klinik Anda dengan
nyeri panggul dan punggung. Dia saat ini mengonsumsi rata-rata 80 miligram oksikodon per hari
yang memberikan kontrol moderat terhadap rasa sakitnya. Dia lelah minum obat begitu bebas
dan bangun di malam hari untuk minum obat penghilang rasa sakit. Anda memutuskan untuk
mentransisikan opioid kerjanya lama.
Jadi, melalui aturan kita terlebih dahulu, kita akan menghitung 24 jam ome. Kita mulai dengan
20 miligram oksikodon yang setara dengan 30 miligram morfin oral.
Obat yang Anda putuskan untuk ditransisikan menjadi opioid bertindak sehingga mematuhi aturan kami

Pertama kita akan menghitung 24 jam yang kita mulai dengan 20 miligram Oxydone yang setara dengan
30 miligram morfin oral sehingga untuk pasien ini dia turun 80 miligram Oxydone dalam 24 jam yang
setara dengan 120 ome

Untuk aturan 2 kita akan menyesuaikan toleransi lengkap masa lalu yang tidak lengkap rencana
penghematan untuk mengkonversi dari Oxydone ke morfin kita akan mengurangi total ome sebesar 25%
Dari 120% ome sama dengan 90 ome selama 24 jam

untuk aturan nomor 3 akan menghitung opioid kerja-panjang yang merupakan dua pertiga dari 24 jam
ome dalam contoh ini pertiga dari 90 ome adalah 60 oleh karena itu kami akan meresepkan kerja-
panjang dalam bentuk ms contin 30 miligram tab dua kali sehari dan akhirnya untuk aturan nomor
empat Dosis kerja pendek sama dengan 10 hingga 15 persen dari total dosis kerja jangka panjang dalam
contoh ini 10 hingga 15 persen pada 60 miligram sama dengan 6 hingga 9 miligram karena morfin
pelepasan langsung tersedia dalam 15 tablet miligram kami akan meresepkan satu tablet setengah
morfin atau 7 poin 5 miligram per dosis setiap tiga jam sebagaimana diperlukan kasus tiga akan bekerja
melalui konsep opioid rotasi untuk contoh ini kita akan menggunakan pasien yang merupakan wanita
berusia 55 tahun dengan sarkoma berulang yang kembali ke klinik Anda sepuluh hari setelah Escalahun
sebelumnya dalam pengobatan opioidnya

Dia mencatat bahwa dia telah cukup mengantuk dan mual, tetapi rasa sakitnya sekarang terkontrol
dengan baik. Saat ini dia menggunakan opioid jangka panjang dalam bentuk MS kontin 100 miligram tiga
kali per hari dan empat puluh lima miligram morfin pelepasan segera rata-rata lima kali sehari meskipun
rasa sakitnya terkontrol dengan baik.
opioid dalam bentuk MS Contin 100 mg tiga kali sehari dan empat puluh lima mg morfin
pelepasan segera rata-rata lima kali per hari walaupun rasa sakitnya terkontrol dengan baik profil
efek sampingnya secara negatif mempengaruhi kualitas hidupnya karena alasan itu kami akan
putar obat opioidnya dari morfin menjadi oksikodon yang akan kita mulai lagi
aturan nomor satu dan ubah total penggunaan opioidnya menjadi OME karena 100 mg MS Terus
sama dengan 300 OME dan lima dosis harian 45 mg morfin pelepasan langsung sama dengan
225 OME yang dia gunakan total 525 OME dan periode 24 jam menggunakan
aturan nomor dua kemudian akan menyesuaikan toleransi silang yang tidak lengkap dengan
mengurangi total OME sebesar 25% dalam contoh ini 525 OME dikurangi sebesar 25% sama
dengan 394 OME akan berencana untuk menggunakan oxycodone dan oxycontin ekivalennya
yang bekerja lama untuk konversi ini yang akan kita gunakan 30 mg morfin yang setara dengan
20 mg oxydocone dan karenanya 394 OME sama dengan dua ratus enam puluh tiga mg
oxydocone.
Peraturan nomor tiga menyatakan bahwa dosis kerja lama setara dengan dua dari total 24 jam
OME untuk pasien ini dua pertiga dari dua ratus enam puluh tiga mg sama dengan 175 mg untuk
dosis yang nyaman kita akan menggunakan 160 mg oxycontin dalam dosis terbagi yang akan
menjadi 80 mg oxycontin dua kali per hari.
Selanjutnya peraturan nomer 4,dosis kerja pendek 10 sampai 15 persen dari dosis panjang 24
jam. 10 sampai 5 persen dari 175 mg sama dengan 17,5 sampai dengan 26 mg oxycodone dan 20
mg oxycodone dalam waktu tiga jam. Untuk kasus nomer 4 yaitu tentang opioid rotasi atau
berputar, kasusnya adalah pasien yang sama sekarang berada di rumah sakit rasa sakitnya telah
terkontrol dengan baik tetapi sekarang dia tidak dapat minum obat secara oral. Dalam rejimen
tersebut dijelaskan diantaranya adalah oxycontin tawaran 80 mg dan oxycodone 20 mg, diminum
3 kali perhari. Pada kasus nomer 4. Aturan pertama adalah dikonversi menjadi setara dengan
morfin oral, diantaranya adalah oxycontin tawaran 80 mg sama dengan 160 mg oxycontin
diminum setiap harinya dan 20 mg oxycodone diminum 3 kali perhari sama dengan 60 mg
oxycodone dan total dosisnya adalah 220 mg. selanjutnya 20 mg oxycodone sama dengan 30 mg
morfin dan 220 mg oxycodone sama dengan 330 setara denga morfin oral. Kemudian untuk
aturan 2 adalah pengurangan dosis untuk toleransi silang yang tidak lengkap sebanyak 25%.
Aturan nomer 2, akan menurunkan 24 jam OME dengan 25 persen untuk menutupi
ketidak lengkapan toleransi silang saat memutar opioid. Pada kasus ini, pengurangan 25 persen
dari 330 OME menyisakan 248 OME. Untuk aturan nomer 3, opioid jangka panjang akan
dibutuhkan pada 2/3 dari total 24 jam. 2/3 dari 248 OME sama dengan 165 OME. Contohnya
pada dosis fentanyl transdermal pada 72 jam akan menjadi setengah dari total OME itu. Setengah
dari 165 adalah 82,5. Karena formulasi fentanyl transdermal yang akan kita lakukan
menggunakan fentanyl 80 mikrogram per jam. Aturan nomer 4, 10-15 persen dari dosis kerja
jangka panjang harus tersedia untuk dosis aksi pendek. Jadi 10-15 persen dari 165 yaitu 16,5-
24,75 OME. Untuk contohnya, kita menggunakan oksikodon oral yang pekat degan 30 miligram
oral morphine sama dengan 20 miligram oksikodon. Oleh karena itu, 16,5-24,75 miligram
morphine sama dengan 11-16,5 miligram oksikodon. Suspensi oksikodon tersedia di 20 miligram
per mililiter. Jadi kami akan melakukannya dengan meresepkan setengah hingga satu mililiter
setiap tiga jam yang sama dengan 10-50 miligram oksikodon setiap tiga jam.
Kesimpulannya
Selama tiga jam titrasi dan konversi opioid, keterampilan penting kami bagi ahli onkologi
ginekologi mengingat empat aturan ini:
1. Nomber satu: mengubah semua opioid menjadi 24 jam, setara dengan morfin oral.
2. Aturan nomor dua: kebutuhan 24 jam berkurang, 25%, untuk memperhitungkan toleransi
silang tidak lengkap ketika memutar opioid
3. Aturan nomor 3: dua pertiga dari total OMA 24 jam. Anda harus opioid kerja lama dan
4. Aturan nomor 4: 10 hingga 15 persen dari dosis kerja lama Anda akan menjadi dosis
kerja pendek yang diberikan setiap tiga jam setiap -diperlukan berdasarkan dengan
menerapkan aturan-aturan ini dalam kombinasi dengan penilaian klinis Anda, Anda akan
dapat mentitrasi konversi dan memutar opioid untuk pasien Anda