Anda di halaman 1dari 103

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

1

PENJELASAN PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN

Pasal 1 LINGKUP PEKERJAAN

1.1 Nama Pekerjaan Nama Pekerjaan yang dilaksanakan adalah Pekerjaan Pembangunan Gedung Penunjang Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) Cikarang Tahun Anggaran 2017.

1.2 Lokasi Pekerjaan Jalan Tekno Boulevard Jababeka Cikarang Kabupaten Bekasi.

1.3 Lingkup Pekerjaan

1. Bangunan Gudang, Arsip

2. Bangunan Sky Walk

3. Bangunan Mushola dan Mess

Pekerjaan ini meliputi :

a. Pekerjaan Persiapan

b. Pekerjaan Struktur

- Pekerjaan Tanah

- Pekerjaan Pondasi Tiang Pancang

- Pekerjaan Pondasi Batu Kali

- Pekerjaan Pile Cap dan Sloop

- Pekerjaan Kolom Pedestal dan Plat Lantai

- Pekerjaan Baja Struktur

- Pekerjaan Precast

c. Pekerjaan Arsitektur

- Pekerjaan Lantai

- Pekerjaan Precast

- Pekerjaan Pasangan ACP

- Pekerjaan Dinding

- Pekerjaan Plafond dan Rangka

- Pekerjaan Tangga

- Pekerjaan Kusen, Pintu, Jendela

- Pekerjaan Pengecatan

- Pekerjaan Sanitasi

- Pekerjaan Rak Arsip

d. Pekerjaan ELektrikal

- Pekerjaan Instalasi Penerangan dan Kotak Kontak

- Pekerjaan Panel Panel Distribusi

- Pekerjaan Kabel Distribusi

- Pekerjaan Fire Alarm

- Pekerjaan Instalasi Data

- Pekerjaan Instalasi Kabel Telepon

- Pekerjaan Penangkap Petir

- Pekerjaan Instalasi Kabel Tray

e. Pekerjaan Mekanikal

- Pekerjaan Instalasi Air Bersih

- Pekerjaan Instalasi Air Kotor dan Air Hujan

- Pekerjaan Instalasi Sumber Air Bersih

- Pekerjaan Tata Udara

dan Lain-lain sesuai gambar kerja

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

2

Pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh pemborong termasuk pula pengadaan tenaga kerja, bahan-bahan, alat-alat dan segala keperluan yang berhubungan dengan pekerjaan pembangunan yang dilaksanakan.

1.4 Acuan Pelaksanaan Pekerjaan

a. Syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang tercantum di dalam RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT dan Bill Of Quantity pekerjaan ini ;

b. Gambar-gambar yang dilampirkan pada RENCANA KERJA DAN SYARAT- SYARAT pekerjaan ini ;

c. Keterangan-keterangan dan gambar-gambar yang diberikan oleh Konsultan kepada pelaksana pada waktu Rapat Penjelasan Pekerjaan/Rapat Aanwijzing Pekerjaan /Risalah Aanwijzing.

Pasal 2 PERATURAN TEKNIS PEMBANGUNAN YANG DIGUNAKAN

1. Dalam melaksanakan Pekerjaan, kecuali bila ditentukan lain dalam Rencana Kerja dan

Syarat-syarat ini berlaku dan mengikat ketentuan-ketentua dibawah ini termasuk segala perubahan dan tambahannya :

- Perpres No. 54 Tahun 2010 serta perubahannya dan lampiran-lampirannya.

- Keputusan-keputusan dari Majelis Indonesia untuk Arbitrasi Teknik dari Dewan Teknik Pembangunan Indonesia.

- Peraturan Umum dari Dinas Keselamatan Kerja Departemen Tenaga Kerja.

- Peraturan Beton Bertulang Indonesia NI-2 PBI 1971.

- Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia NI-5 PKKI.

- Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia PPBI 1984.

- Peraturan Muatan Indonesia PMI.

- Peraturan Umum Bahan Bangunan Indonesia NI-3 PUBI 1970.

- Peraturan Umum Listrik Indonesia PUIL 1979 dan Peraturan PLN setempat.

- SK SNI No. T-15-1991-03.

- Peraturan Umum Instalasi Penangkal Petir Indonesia PUIPP.

- Pedoman Plumbing Indonesia PPI 1979.

- Persyaratan Cat Indonesia NI-4.

- Peraturan Semen Portland Indonesia NI-8.

- Peraturan Bata merah sebagai bahan bangunan NI-10.

- Peraturan dan ketentuan lain yang dikeluarkan oleh Jawatan/Instansi Pemerintah setempat yang bersangkutan dengan masalah bangunan.

2. Untuk melaksanakan pekerjaan ini, berlaku dan mengikat pula :

a. Gambar Kerja yang dibuat oleh Konsultan Perencana dan disahkan oleh Pemberi Tugas termasuk pula Gambar Detail Pelaksanaan (Shop Drawing) yang diselesaikan oleh Kontraktor dan sudah disyahkan dan disetujui oleh Konsultan Pengawas.

b. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) dan BoQ.

c. Gambar dan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwijzing).

d. Surat Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran tentang Penetapan Kontraktor.

e. Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).

f. Jadwal Pelaksanaan (Tentative Time Schedule) yang telah disetujui oleh Pengawas Lapangan dan Pemberi Tugas.

Pasal 3 PENJELASAN RKS DAN GAMBAR

1. Kontraktor wajib meneliti semua Gambar Kerja, Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS); termasuk tambahan dan perubahannya yang dicantumkan dalam Berita Acara Penjelasan

Pekerjaan.

2. Ukuran :

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

3

a. Pada dasanya semua ukuran utama yang tertera dalam Gambar Kerja meliputi :

As

-

As

Luar

-

Luar

Dalam -

Dalam

Luar

-

Dalam

b. Khusus ukuran dalam Gambar Kerja Arsitektur pada dasarnya ukuran yang tertulis adalah ukuran jadi terpasang atau dalam keadaan selesai/finished.

3. Perbedaan Gambar.

a. Bila suatu Gambar tidak cocok dengan Gambar yang lain dalam satu disiplin kerja, maka Gambar yang mempunyai skala yang lebih besar yang berlaku / mengikat.

b. Bila ada perbedaan antara Gambar Kerja Arsitektur dengan Struktur, maka yang berlaku / mengikat adalah Gambar Kerja Arsitektur sepanjang tidak mengurangi segi Konstruksi dan kekuatan Struktur.

c. Bila ada perbedaan antara gambar Kerja Arsitektur dengan Sanitasi/Mekanikal, maka Gambar Kerja yang dipakai adalah ukuran fungsional dalam Gambar Kerja Arsitektur.

d. Bila ada perbedaan antara Gambar Kerja Arsitektur dengan Elektrikal, maka yang dipakai sebagai pegangan adalah ukuran fungsional dalam Gambar Arsitektur.

e. Bila ada perbedaan - perbedaan itu, ketidakjelasan, maupun kesimpangsiuran

menimbulkan keragu-raguan sehingga dalam pelaksanaan dapat menimbulkan kesalahan, maka Kontraktor diwajibkan melaporkan kepada Pengawas Lapangan, dan mengadakan pertemuan dengan Konsultan Perencana, untuk mendapatkan keputusan dari Konsultan Perencana Gambar mana yang akan dijadikan pegangan. f. ketentuan diatas tidak dapat dijadikan alasan oleh Kontraktor untuk memperpanjang waktu pelaksanaan maupun mengajukan claim biaya pekerjaan tambah.

4. Gambar Detail Pelaksanaan (Shop Drawing).

a. Gambar Detail pelaksanaan atau Shop Drawing adalah Gambar Kerja yang wajib dibuat Kontraktor berdasarkan Gambar Kerja Dokumen yang telah disesuaikan dengan keadaan lapangan.

b. Kontraktor wajib membuat Shop Drawing untuk Detail-detail khusus yang belum tercakup lengkap dalam Gambar Kerja Dokumen, maupun yang diminta oleh Konsultan Pengawas dan atau Konsultan Perencana.

c. Dalam Shop Drawing ini harus jelas dicantumkan dan digambarkan semua data yang diperlukan termasuk pengajuan contoh jadi dari semua bahan, keterangan produk, cara pemasangan dan atau spesifikasi / persyaratan khusus sesuai dengan spesifikasi pabrik yang belum tercakup secara lengkap dalam Gambar Kerja Dokumen maupun

Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS).

d. Kontraktor wajib mengajukan Shop Drawing kepada Konsultan Pengawas dan Konsultan Perencana untuk mendapatkan persetujuan tertulis bagi pelaksanaan.

5. Gambar Hasil Pelaksanaan (As Built Drawings) Kontraktor wajib membuat gambar-gambar yang sesuai dengan hasil pelaksanaan (As Built Drawings) yang selesai sebelum serah terima ke 1, dan telah disetujui oleh konsultan Pengawas dan diketahui oleh konsultan Perencana.

6. Kontraktor tidak dibenarkan mengubah atau mengganti ukuran-ukuran yang tercantum dalam Gambar Kerja Dokumen tanpa sepengetahun Konsultan Pengawas. Segala akibat yang terjadi adalah tanggung jawab Kontraktor, baik dari segi biaya maupun waktu

pelaksanaan.

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

4

Pasal 4 JADWAL PELAKSANAAN

1. Sebelum memulai pekerjaan di lapangan, Kontraktor wajib membuat rencana kerja pelaksanaan dan bagian-bagian pekerjaan berupa Bar Chart dan S-Curve Bahan dan Tenaga dan mengkoordinasikan hasilnya kepada Pengawas Lapangan, sehingga pelaksanaan pekerjaan terkendali dan tidak menggangu kelancaran proyek secara keseluruhan dan kelancaran kegiatan disekitar lokasi pekerjaan.

2. Rencana Kerja tersebut harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Pengawas Lapangan, paling lambat dalam waktu 7 (tujuh) hari kalender setelah SPK diterima Kontraktor. Rencana Kerja yang telah disetujui oleh Konsultan Pengawas, akan disyahkan oleh Pemberi Tugas.

3. Kontraktor wajib memberikan salinan Rencana Kerja 4 (empat) rangkap kepada Pengawas Lapangan, 1 (satu) salinan Rencana Kerja harus ditempel pada bangsal Kontraktor di lapangan yang selalu diikuti dengan grafik kemajuan pekerjaan/prestasi kerja.

Pasal 5 LAPORAN HARIAN

1. Pelaksana Lapangan setiap hari akan membuat laporan harian mengenai segala hal yang berhubungan dengan pelaksanaan pembangunan / pekerjaan, baik teknis maupun administratif.

2. Dalam pembuatan laporan tersebut pihak pemborong harus memberikan data-data yang diperlukan menurut data dan keadaan sebenarnya.

3. Laporan tersebut harus diserahkan kepada Pemberi Tugas/Pengawas Lapangan sebagai bahan monitoring.

Pasal 6 KUASA KONTRAKTOR DILAPANGAN

1. Dilapangan pekerjaan Kontraktor wajib menunjuk seorang kuasa Kontraktor atau biasa disebut Pelaksana yang cakap untuk memimpin pelaksanaan pekerjaan dilapangan dan mendapat kuasa penuh dari Kontraktor.

2. Dengan adanya Pelaksana, tidak berarti bahwa Kontraktor lepas tanggung jawab sebagian maupun keseluruhan terhadap kewajibannya.

3. Kontraktor wajib memberi tahu kepada Tim Pengelola Teknis dan Konsultan Pengawas, nama dan jabatan Pelaksana untuk mendapatkan persetujuan.

4. Bila dikemudian hari menurut Tim Pengelola Teknis dan Konsultan Pengawas, Pelaksana kurang mampu atau tidak cukup cakap memimpin pekerjaan, maka akan diberitahu kepada Kontraktor secara tertulis untuk mengganti Pelaksana.

5. Dalam waktu 7(tujuh) hari kalender setelah dikeluarkan Surat Pemberitahuan, Kontraktor harus sudah menunjuk Pelaksana baru atau Kontraktor sendiri (Penanggung jawab/ Direktur Perusahaan) yang akan memimpin pelaksanaan.

Pasal 7 TEMPAT TINGGAL (DOMISILI) KONTRAKTOR

1. Untuk menjaga kemungkinan kerja diluar jam kerja apabila terjadi hal-hal yang mendesak, Kontraktor dan Pelaksana wajib memberitahukan secara tertulis alamat dan nomor telepon di lokasi kepada Tim pengelola Teknis setempat dan Konsultan Pengawas.

2. Kontraktor wajib memasukan identifikasi dan alamat Bengkel kerja (Workshop) dan peralatan yang dimiliki dimana pekerjaan pemborongan akan dilaksanakan.

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

5

Pasal 8 PENJAGA KEAMANAN LAPANGAN

1. Kontraktor diwajibkan menjaga keamanan lapangan terhadap barang-barang milik Proyek, Pengawas Lapangan dan milik Pihak Ketiga yang ada dilapangan.

2. Bila terjadi kehilangan bahan-bahan bangunan yang telah disetujui Pengawas Lapangan/ Konsultan Perencana, baik yang telah dipasang maupun yang belum, adalah tanggung jawab Kontraktor dan tidak akan diperhitungkan dalam biaya pekerjaan tambah.

3. Apabila terjadi kebakaran, Kontraktor bertanggungjawab atas akibatnya, baik yang berupa barang-barang maupun keselamatan jiwa. Untuk itu Kontraktor diwajibkan menyediakan alat-alat pemadam kebakaran yang siap dipakai yang ditempatkan di tempat-tempat yang akan ditetapkan kemudian oleh Konsultan Pengawas.

Pasal 9 JAMINAN DAN KESELAMATAN KERJA

1. Kontraktor diwajibkan menyediakan obat-obatan menurut Syarat-syarat Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (PPPK) yang selalu dalam keadaan siap digunakan di lapangan, untuk mengatasi segala kemungkinan musibah bagi semua petugas dan pekerja dilapangan.

2. Kontraktor wajib menyediakan air minum yang cukup bersih dan memenuhi syarat-syarat kesehatan bagi semua Petugas dan Pekerja yang ada dibawah kekuasaan Kontraktor.

3. Kontraktor wajib menyediakan air bersih, Kamar Mandi dan WC yang layak dan bersih bagi semua Petugas dan pekerja.

4. Tidak diperkenankan membuat penginapan didalam lapangan pekerjaan untuk Pekerja, kecuali untuk Penjaga Keamanan.

5. Segala hal yang menyangkut jaminan sosial dan keselamatan para pekerja wajib diberikan oleh Kontraktor sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

Pasal 10 ALAT-ALAT PELAKSANAAN

Semua alat-alat untuk pelaksanaan pekerjaan harus disediakan oleh Kontraktor, sebelum pekerjaan fisik dimulai, dalam keadaan baik dan siap pakai, antara lain :

a. Beton Molen yang jumlahnya minimal 2 Buah dalam kondisi yang baik.

b. Theodolit dan Waterpass yang telah diijinkan oleh Pengawas Lapangan.

c. Perlengkapan penerangan untuk kerja lembur.

d. Pompa air sesuai kebutuhan untuk sistem pengeringan, jika diperlukan.

e. Penggetar beton (vibrator).

f. Scafolding

g. Mesin Pemadat.

h. Alat-alat besar sesuai dengan besaran (magnitude) pekerjaan tanah apabila diperlukan.

i. Alat Megger, alat ukur listrik, dan alat ukur lainnya.

j. Mesin Pemotong keramik

k. Mesin Pemotong Allumunium

l. Mesin Pemotong Baja

m. dan lain-lain disesuaikan dengan lingkup pekerjaannya.

Pasal 11 S I T U A S I

11.2

11.3

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

6

Kelalaian dan kekurang telitian dalam hal ini tidak dapat dijadikan alasan untuk klaim dikemudian hari.

Dalam rapat penjelasan akan ditunjukan dimana pembangunan akan dilaksanakan.

Pasal 12 PEKERJAAN PERSIAPAN TAPAK

12.1

12.2

12.3

Pekerjaan Persiapan Tapak meliputi :

Pembuatan jalan masuk sementara untuk lalu-lintas orang dan bahan. Peletakan jalan masuk sementara, diatur sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu lalu lintas kerja.

Pembuatan saluran pembuangan sementara untuk menjaga agar areal pekerjaan selalu dalam keadaan kering.

Pengadaan air untuk keperluan pekerja dan pekerjaan, kualitas air harus baik dan memenuhi persyaratan kerekatan. Pengadaan listrik kerja dan pembuatan tempat pembuangan air kotor sementara.

Pasal 13 PEKERJAAN PERSIAPAN BANGUNAN

1. Lingkup Pekerjaan.

a. Pekerjaan pagar konstruksi/pengaman.

b. Pekerjaan pembuatan bangsal kerja

c. Pekerjaan penyediaan air dan daya listrik untuk bekerja.

d. Pekerjaan penyediaan alat pemadam kebakaran.

e. Pekerjaan Drainage tapak sementara.

f. Pekerjaan jalan masuk dan jalan konstruksi sementara.

g. Pekerjaan pembongkaran, pengamanan dan pembersihan sebelum pelaksanaan.

h. Pekerjaan pemasangan patok ukur dan papan bangunan (bouwplank)

i. Perijinan dan lain lain.

2. Pekerjaan Pagar Konstruksi/Pengaman.

a. Kontraktor harus membuat pagar konstruksi/pengaman pada batas sekeliling tapak pekerjaan untuk kelancaran pelaksanaan pembangunan, serta untuk pengaman terhadap barang-barang milik Proyek, Konsultan Pengawas maupun Pihak Ketiga.

b. Pagar konstruksi/pengaman dibuat dari bahan kayu atau bahan lain.

3. Pekerjaan Bangsal Kerja / Direkskeet.

a.Kontraktor harus membuat bangsal kerja dan gudang material/bahan diatas tapak pekerjaan. Bangsal Kerja terdiri dari :

- Bangsal Konsultan Pengawas

- Bangsal Kontraktor

- Los - los kerja untuk Pekerja.

b. Bangsal/Direkskeet dengan spesifikasi :

- Lantai plesteran 1 PC : 5 pasir

- Rangka bangunan : kayu kelas II

- Dinding : panel tripleks/multipleks tebal 4 mm, dengan rangka kayu kelas II

- Atap : Asbes semen gelombang, seng gelombang, dengan rangka kayu kelas II

- Jendela : kayu kelas II, dengan jumlah secukupnya

- Pintu : kayu kelas II, jumlah secukupnya dan dapat dikunci

- Dilengkapi dengan

dengan baik.

sebuah kamar mandi/WC dan tempat cuci tangan dengan

persediaan air yang cukup

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

7

c. Perlengkapan Bangsal Konsultan Pengawas :

- Meja tulis + kursi

- Papan tulis ukuran 90 x 180 cm (White Board)

- Alat-alat tulis (spidol,tipp ex) dan mesin tik

- Papan untuk menempelkan gambar

- Meja besar / meja rapat ukuran 100 x 200 cm

- Kursi untuk perlengkapan meja besar kapasitas minimal 8 Orang

- Peti untuk contoh bahan.

- 1 (satu) buah almari yang dapat dikunci

- 6(enam) buah Helm Proyek Untuk Direksi

- 6 (enam) buah Sepatu Boot untuk Direksi

d. Kontraktor harus pula membuat Bangsal Los kerja (workshop) untuk para pekerja dan gudang penyimpan bahan/material yang dapat dikunci.

e. Lokasi tempat bangsal kerja, khususnya gudang penyimpanan bahan/material harus sedemikian rupa sehinggga :

- Mudah dicapai oleh truk pengangkut bahan/material dari luar

- Tidak mengganggu pelaksanaan pekerjaan pembangunan

tapak.

Lokasi tempat Bangsal kerja dan gudang penyimpanan bahan/material akan ditentukan oleh Konsultan Pengawas.

4. Pekerjaan Penyediaan Air dan Daya Listrik untuk Bekerja

a. Air untuk bekerja harus disediakan oleh Kontraktor dengan membuat sumur pompa di tapak atau didatangkan dari luar tapak dan disediakan pula tempat penampungannya. Air harus bersih bebas dari bau, bebas dari lumpur, minyak dan bahan kimia lain yang merusak. Penyediaan air harus sesuai dengan petunjuk dan persetujuan Konsultan Pengawas.

b. Kontraktor harus membuat tempat penampungan air yang senantiasa terisi penuh untuk sarana kerja dengan kapasitas minimal 3,5 m3, dibuat dari pasangan bata merah setengah bata dengan spesi 1 PC : 3 pasir dan diplester, atau dari drum-drum.

c. Listrik untuk bekerja harus disediakan Kontraktor dan diperoleh dari sambungan sementara PLN setempat selama masa pembangunan berlangsung dan pemasangan diesel untuk pembangkit tenaga listrik hanya diperkenankan untuk penggunaaan sementara atas persetujuan Konsultan Pengawas.

5. Pekerjaan Penyediaan Alat Pemadam Kebakaran Selama pembangunan berlangsung, Kontraktor wajib menyediakan tabung alat pemadam kebakaran (fire Extinguiser) lengkap dengan isinya sehingga siap digunakan, minimal 1 buah kapsitas 5 kg.

6. Pekerjaan Drainase Tapak Sementara a. Dipersyaratkan tidak boleh ada genangan air didalam tapak selama pekerjaan berlangsung. Untuk itu Kontraktor wajib membuat saluran sementara yang berfungsi untuk pembuangan air dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kontur tanah yang ada di tapak. b. Disarankan sebaiknya saluran drainase tapak sementara sesuai dengan rencana tapak dalam gambar kerja dokumen dan petunjuk Konsultan Pengawas.

7. Pekerjaan Jalan Masuk dan Jalan Konstruksi/Sementara

a. Jalan masuk dan jalan konstruksi/sementara harus diadakan oleh Kontraktor menurut petunjuk pada Gambar Kerja Dokumen atau petunjuk dan persetujuan Konsultan Pengawas.

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

8

b. Disarankan sebaiknya posisi, letak dan jalur masuk dan jalan konstruksi/sementara sesuai dengan rencara jalan jalan aspal dalam Gambar Kerja Dokumen.

c. Sewa jalan masuk, mengingat lahan yang berkontur cukup besar, maka perlu ada jalan masuk lagi untuk memudahkan mobilisasi barang, tempatnya akan ditunjukkan langsung oleh Konsultan Pengawas.

8. Pekerjaan Pembongkaran, Pembersihan dan Pengamanan sebelum Pelaksanaan

a. Pembongkaran dan Pembersihan. Kontraktor harus membongkar/membersihkan/memindahkan keluar dari tapak segala sesuatu yang tidak akan dipakai selama pembangunan yang mungkin akan mengganggu pelaksanaan pekerjaan baik diatas maupun tertanam dalam tanah tapak, sesuai dengan petunjuk dan persetujuan Konsultan Pengawas.

b. Hasil pembongkaran, pembersihan dan penebangan harus dikeluarkan dari dalam tapak, sesuai dengan peraturan setempat

c. Pengamanan 1).Kontraktor harus melindungi dan mengamankan dari segala kerusakan selama pelaksanaan pekerjaan terhadap segala sesuatu yang dinyatakan oleh Konsultan Pengawas tidak boleh dibongkar, baik berupa bangunan, bagian dari bangunan, jaringan listrik, gas, saluran air minum, drainase, maupun pepohonan yang telah ada. Khusus untuk pepohonan yang dipertahankan, harus dilindungi selama pelaksanaan pembangunan agar tidak mati. 2).Apabila terjadi kerusakan atas segala sesuatu yang dinyatakan dipertahankan, Kontraktor wajib memperbaiki hingga keadaan semula. Dalam hal ini, biaya adalah tanggungjawab Kontraktor, tidak dapat diajukan sebagai "claim" biaya pekerjaan tambah. 3).Apabila segala sesuatu yang dinyatakan dipertahankan mengganggu pelaksanaan pekerjaan, maka Kontraktor harus memindahkannya atas persetujuan Konsultan Pengawas.

d. Biaya untuk pekerjaan pembongkaran, pembersihan, pengamanan menjadi tanggungjawab Kontraktor, tidak dapat diajukan sebagai "claim" biaya pekerjaan tambah.

9. Pekerjaan Pemasangan Patok Ukur dan Papan Bangunan (Bouwplank)

a. Patok Ukur

1). Patok ukur dibuat dari beton bertulang secukupnya, berpenampang 10 x 10 cm, tertancap kuat ke dalam tanah sedalam 100 cm dengan bagian yang muncul diatas muka tanah cukup untuk memberikan indikasi peil +0,00, sesuai dengan gambar kerja. Indikasi selanjutnya selain tersebut di atas agar dicantumkan pada patok ukur sesuai petunjuk Konsultan Pengawas.

2). Pada dasarnya patok ukur ini dibutuhkan sesuai dengan patokan ketinggian atau peil permukaan yang ada dan tercantum dalam gambar kerja. 3). Jumlah patok ukur yang harus dibuat oleh Kontraktor pada tiap bagian pekerjaan atau bangunan adalah minimal 2(dua) buah dan lokasi penanamannya sesuai petunjuk dan persetujuan Konsultan Pengawas, sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu atau terganggu selama pelaksanaan pembangunan berlangsung.

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

9

4). Patok ukur adalah permanen, tidak dapat diubah, harus diberi tanda yang jelas, dan dijaga keutuhannya sampai pelaksanaan pembangunan selesai dan ada instruksi dari Konsultan Pengawas untuk dibongkar.

b. Papan Bangunan (Bouwplank)

1). Papan bangunan (Bouwplank) dibuat dari Kayu Borneo dengan ukuran tebal 2 cm dan lebar 15 cm, lurus dan diserut rata pada sisi sebelah atasnya. Papan bangunan dipasang pada patok Kayu Borneo 5/7 cm yang jaraknya satu sama lain adalah 150 cm, tertancap kuat di tanah sehingga tidak dapat digerak-gerakkan atau diubah.

2). Papan bangunan dipasang minimal sejarak 200 cm dari as pondasi terluar.

3). Tinggi sisi atas bangunan harus sama satu dengan yang lain dan atau rata "waterpass", kecuali dikehendaki lain oleh Konsultan Pengawas.

4). Setelah selesai pemasangan papan bangunan, Kontraktor harus melaporkan kepada Konsultan Pengawas untuk mendapatkan persetujuan. Kontraktor harus menjaga dan memelihara keutuhan dan ketepatan letak papan bangunan ini sampai tidak diperlukan lagi.

10.

Perijinan dan lain lain

01. Papan Reklame Kontraktor tidak diperkenankan menempatkan papan reklame dalam bentuk apapun dalam lingkungan halaman tapak pekerjaan atau pada pagar halaman pekerjaan.

a.

b.

Papan Nama Proyek.

 

Kontraktor diwajibkan memasang Papan Nama Proyek sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 

02. Administrasi Lapangan dikerjakan tiap harinya

03. setiap Kemajuan Pekerjaan harus didokumentasikan dari mulai kondisi eksisting sampai pekerjaan selesai 100%.

04. Mobilisasi dan Demobilisasi Tiang Pancang (Jacking File)

 

Pasal 14 PEKERJAAN TANAH DAN PASIR

14.1

Lingkup pekerjaan area gedung ini meliputi :

a. Kupasan / Galian Tanah dengan Alat Berat

b. Buangan Tanah didalam site

c. Urugan Tanah Peninggian lantai dipadatkan

d. Galian Tanah Pile cap

e. Galian Tanah sloop dan pondasi batu kali

f. Urugan Pasir bawah 5 cm dibawah Sloop, Pile Cap dan lantai

g. dan lain-lain sesuai dengan gambar kerja.

14.2 Pekerjaan Galian

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

10

a. Galian tanah harus sesuai dengan ukuran dalam gambar atau sampai tanah yang dianggap cukup menahan beban bangunan. Apabila diperlukan untuk mendapatkan daya dukung yang baik, dasar galian harus dipadatkan/ ditumbuk.

b. Untuk Galian Tanah harus mencapai Lapisan tanah keras dari muka tanah asli dan secara detail dapat dilihat pada gambar kerja.

c. Jika galian melampaui batas kedalaman, pemborong harus menimbun kembali dan dipadatkan sampai kepadatan maksimum.

d. Hasil galian yang dapat dipakai untuk penimbunan harus diangkat langsung ke tempat yang direncanakan, atau tempat sementara yang disetujui Direksi.

14.3 Pekerjaan Urugan / Timbunan dan Pemadatan

a. Tanah yang dipergunakan untuk pengurugan harus dari tanah yang baik dan memenuhi syarat teknis, bebas dari akar, bahan-bahan organis, barang bekas/sampah dan terlebih dahulu harus mendapat persetujuan direksi dan jika diizinkan dapat digunakan tanah bekas galian.

b. Tanah bekas galian harus ditimbun sedemikian rupa, sehingga tidak mengganggu bouwplank dan lobang pondasi.

c. Urugan tanah peninggian lantai, harus dilaksanakan sesuai dengan gambar kerja. Ukuran yang tercantum dalam gambar kerja adalah ukuran tanah urugan dalam keadaan padat.

Untuk urugan tanah peninggian lantai dengan tinggi ukuran lebih dari 20 cm, maka pemadatan harus dilakukan lapis demi lapis dimana tebal setiap lapisan adalah 20 cm (maksimal).

Pemadatan tanah peninggian lantai, harus menggunakan Stamper dan dilaksanakan sebelum pelaksanaan pekerjaan plesteran dinding.

d. Pemadatan subgrade fill khusus termasuk pasir kerikil dan batu harus seluruhnya dipadatkan hingga mencapai 90% kepadatan maximum. Ini meliputi semua daerah (bangunan dan bukan bangunan) untuk jalan pengerasan aspal dan di bawah bangunan-bangunan di dalam batas areal yang harus dilaksanakan.

e. Urugan pada lereng harus dilakukan dengan membuat bertangga pada lereng tersebut untuk memberikan kaitan yang kokoh terhadap tanah urugan.

f. Urugan pasir dilaksanakan pada bagian-bagian seperti ditunjukkan pada gambar. Lapisan pasir urug, harus dipadatkan dengan cara di timbris setelah terlebih dahulu disiram air secara merata, sehingga urugan pasir tersebut benar-benar padat.

14.4 Pembentukan Muka Tanah ( finish grading ) Muka tanah dimana bangunan akan berdiri di atasnya harus dibentuk dengan rata dan baik, sesuai dengan garis ketinggian atau kedalaman menurut gambar rencana.

14.5 Harga satuan yang tercantum penawaran harus sudah mencangkup semua biaya; pekerja-pekerja, pembersihan, penimbunan / pemadatan dan pembuangan hasil

galian.

Pasal 15

15.1. Lingkup Pekerjaan

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

11

PEKERJAAN PONDASI

Semua pekerjaan pondasi seperti tercantum dalam gambar kerja yaitu :

- Pondasi Tiang Pancang

- Pondasi Plat

- Pondasi Batu Kali

15.2. Persyaratan Teknis

a. Tiang pancang yang digunakan adalah produk pabrik yang telah memenuhi standard SII, tiang pancang yang dipakai berbentuk segi empat dengan ukuran 25 x 25 sesuai dengan gambar. Produk yang digunakan setaraf produk dari PT.Beton Elemenindo Perkasa, dengan spesifikasi sebagai berikut:

Sistem pemancangan menggunakan sistem hidrolik “Jack Piling System” dimana tiang pancang ditancapkan dengan tenaga hidrolik, dengan demikian tidak menimbulkan kebisingan akibat pukulan ataupun getaran/ vibrasi. Adapun jenis tiang yang dipergunakan adalah dengan dimensi penampang diameter 40 cm dengan panjang tiang 6 m - 16 m tiap unitnya, untuk lebih jelasnya kami uraikan berikut ini :

Ukuran Penampang Mutu Beton Mutu Baja tulangan (Bj TD) Ukuran dan jumlah tulangan Tulangan spiral Luas Baja Tulangan

Luas Penampang Tiang Netto : 625 cm 2

: Diameter luar 40 cm tebal 7,5 cm : K 450 : U 39 : 4 d 16 mm : d 6 mm : 8,043 cm2

Perhitungan :

Beton Tegangan izin Tekan Beton Baja Tegangan izin Tarik Baja

: K 600 : 0,33 x 450 = 148,5 Kg/cm2 : U 39 : 0,58 x 3,900 = 2,262 Kg/cm2

P

axial yang dapat dipikul oleh Square :

P

= (148,5 x 625) + (2.262 x 8.043) = 11.105 Kg = 111 Ton

P

izin

: 45 Ton

Safety Factor

: 2,47

- Mutu beton yang digunakan adalah K-450

- Mutu baja yang ddigunakan adalah BJTD 39

- Gaya yang dapat dipikul (P) minmal 40 ton

- Diameter tulangan utama 19 mm dan diameter tulangan spiral 6 mm.

b. Batu kali Batu kali yang dipakai harus batu pecah dari jenis yang keras, bersudut runcing dan tidak porous.

c. Batu bata (bata merah)

Batubata (bata merah) harus mempunyai rusuk-rusuk yang tajam dansiku, bidang-bidang sisinya harus datar, ukuran seragam, pembakaran seragam dan merata, bebas dari cacat, retak cat, atau adukan pada waktu akan dipasang. Kontraktor harus menyerahkan contoh bahan/meterial ke Konsultan Pengawas untuk 3. Persyaratan Pelaksanaan

a. Pelaksanaan Pemancangan

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

12

a.1. Driving cap Selama pekerjaan pemancangan, kepala tiang harus dilindungi dengan suatu bantalan/driving cap.

a.2. Alat Pancang Menggunakan sistem hidrolik “Jack Piling System”

a.3. Pengikat Selama pekerjaan pemancangan, tiang pancang harus diikat demikian sehingga tiang tidak dapat bergerak pada arah horizontal.

a.4. Penetrasi Tiang pancang harus dipancang sampai suatu kedalaman atau dipancang menurut penetrasi yang diminta dalam dokumen. Pencatatan yang teliti dari penetrasi pada tiap tiang pancang untuk mendapatkan data yang tidak diragukan.

Kontraktor harus mengajukan terlebih dahulu kepada Direksi untuk disetujui Perencana, alat pancang yang akan dipakai lengkap dengan spesifikasinya untuk dapat disetujui.

Untuk tiap tiang yang dipancang, maka grafik kalendering harus dibuat oleh Kontraktor dan disetujui Direksi dan seterusnya dievaluasi daya dukungnya. Pada keadaan pemancangan dihentikan sebelum penetrasi akhir tercapai, pencatatan penetrasi baru boleh diambil setelah mencapai paling sedikit 30 cm dari posisi tiang yang terhenti.

a.5. Tiang pancang tambahan Suatu tiang pancang yang rusak pada saat pemancangan atau pengangkatan/pengangkutan, yang mengakibatkan kebutuhan struktur tiang tidak dapat dipertanggung jawabkan, harus dicabut dan diganti atau dipakai tiang pancang tambahan dengan persetujuan Direksi tanpa tambahan biaya.

Tiang-tiang pancang tidak boleh menyimpang lebih dari 1,25 % kemiringan, &dan bertengger tidak lebih dari yang dibatasi oleh daftar berikut ini :

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Jumlah tiang

toleransi

toleransi satu

toleransi kelompok

perkelompok

sendiri

tiang terhadap

tiang ( titik berat -

( cm )

tiang lain

kenyataan terhadap

(cm)

beban ) ( cm )

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

1

7,5

-

7,5

2,3

7,5

11

5

4,5

7,5

11

4,5

6

7,5

11

4

7

7,5

12,5

2,5

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Paling lambat 5 hari setelah pemancangan selesai dengan sepengetahuan Direksi lapangan, Kontraktor mengirim data kemiringan dan letak akhir tiang pencang terhadap as bangunan.

a.6. Perubahan poer

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

13

Perubahan poer akibat penambahan tiang dan/atau toleransi jarak antara tiang yang tidak dipenuhi, maka biaya tambahan pekerjaan poer menjadi tanggung jawab Kontraktor.

a.7. Penyambungan

- Kontraktor harus menggunakan dolly baja

dengan panjang maksimum 2

meter, apabila kalendering yang disyaratkan tidak tercapai pada saat seluruh panjang tiang masuk dalam tanah.

- Apabila tiang pancang dengan kalendering yang disyaratkan tercapai pada kedalaman di bawah peil atau poer, semua biaya penyambungan tiang termasuk galian, menjadi beban Kontraktor. Penyambungan tiang dilakukan dengan sambungan overlap tulangan dengan panjang 40 kali diameter tulangan yang disambung.

- Apabila panjang dolly telah masuk 1 meter ke dalam tanah, Kontraktor harus mengadakan pencatatan kalendering pada sisa panjang 30 cm berikutnya, dan apabila kalendering yang disyaratkan masih belum tercapai, pemancangan dihentikan dan harus melaporkan pada Direksi. Dalam hal ini semua biaya akibat perubahan tersebut, antara lain penambahan tiang pancang, penyambungan dan lain-lain alternatif pemecahan menjadi beban Kontraktor Pondasi.

a.8. Data-data karakteristik dari alat-alat pancang yang akan cipakai berikut usul kalenderingnya harus diberikan kepada Perencana Konstruksi minimum 2 minggu sebelum start pemancangan dan harus mendapat persetujuan Direksi Pengawas.

Data-data pemancangan dari semua tiang pancang harus diberikan paling lambat hari berikutnya sesudah hari pemancangan tiang yang bersangkutan, dan data-data ini harus disyahkan oleh Direksi Pengawas untuk diteruskan pada Perencana.

a.9. Jika tiang pancang dicabut, karena kesalahan dalam pemancangan, jika tidak dipancang kembali, maka ruangan yang timbul harus diisi dengan batu-batu koral atau pasir tanpa biaya tambahan.

a.10. Bagian atas dari semua tiang-tiang harus berada disebelah atas dari elevasi pemotongan (setelah pemancangan), dimana beton akan dipotong sampai permukaan yang tepat 7,5 cm diatas sisi bawah pile caps dengan besi-besi betonnya tetap diteruskan sepanjang 40 kali diameter.

a.11. Bila ada batu-batu atau gangguan-gangguan lainnya yang menyulitkan pemancangan, Kontraktor harus mengusahakan berbagai cara dengan persetujuan Direksi Lapangan untuk mengatasinya tanpa tambahan biaya.

a.12

menambah

data-data mengenai stratifikasi lampisan-lapisan tanah, maka biayanya ditanggung oleh Kontraktor.

Jika

dibutuhkan

tambahan

dalam

penyelidikan

tanah

untuk

a.13 Semua tiang harus dipancang secara kontinu tanpa berhenti sampai tiang mencapai lapisan yang diperlukan dengan kalendering sesuai dengan daya dukung tiang yang disyaratkan.

a.14 Besarnya volume pancang yang tertanam harus sesuai dengan hasil final set di lapangan, jika terjadi kelebihan atau kekurangan berdasarkan volume dalam penawaran, dapat dilakukan pekerjaan tambah/kurang

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

14

b. Pelaksanaan Pekerjaan Pondasi Plat beton Setempat

1) Persyaratan pekerjaan galian pondasi harus memenuhi persyaratan galian pondasi seperti terurai dalam pasal pekerjaan tanah dalam buku RKS ini. 2) Persyaratan pelaksanaan pekerajaan pembesian dan pengecoran beton harus memenuhi persyaratan pelaksanaan pekerjaan beton yang tercantum dalam pasal pekerjaan beton dalam Buku RKS ini.

Pondasi Plat beton Setempat harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

Pondasi Plat Beton ini dipakai untuk Pondasi Utama dimana ukuran masing-masing pondasi bervariasi disetiap titik kolom termasuk pondasi tangga. Pondasi plat beton diletakkan pada kedalaman sekitar 1,5 m dari muka tanah asli yang ditunjukkan dalam Gambar Rencana.

Dalam menentukan kedalaman dasar pondasi di lapangan, Kontraktor harus meminta persetujuan pihak Pengawas.

Ketentuan pondasi plat beton :

Mutu beton K.250

Tulangan serta yang dipakai dapat dilihat pada gambar Kerja

Menggunakan pasir dan lantai kerja sebagai dasar perletakan pondasi

Pasir untuk bahan adukan adalah pasir beton.

Persyaratan Bahan

a

Semen Semen yang digunakan harus terdiri dari satu jenis merek KELAS SATU sekualitas Merek “Tiga Roda” dari mutu yang baik dan disetujui oleh Direksi . Semen yang telah mengeras sebagian atau seluruhnya tidak diperkenankan untuk digunakan. Untuk menghindari terjadinya hal tersebut diatas. Pemborong harus memperhatikan syarat-syarat penyimpanan semen yang baik.

b.

Pasir Beton Pasir Beton harus terdiri dari pasir dengan butiran yang bersih dan bebas dari bahan organis, lumpur dan sebagainya, sesuai dengan persyaratan yang tercantum didalam PBI 1971.

c.

Koral/Kerikil Beton Koral/kerikil beton yang digunakan harus bersih dari segala macam kotoran serta mempunyai gradasi dan kekerasan sesuai dengan persyaratan yang tercantum di dalam PBI 1971 (ukuran 2/3 dan 1/2).

d.

Air Air yang akan digunakan harus air tawar yang bersih dan bebas dari bahan-bahan organis, minyak garam alkalis, asam yang dapat merusak beton. Apabila diperlukan, Direksi dapat meminta kepada pemborong untuk memeriksakan air yang akan digunakan ke Laboratorium Pemeriksaan yang resmi dan sah atas biaya pemborong.

e.

Baja Tulangan Mutu tulangan yang digunakan untuk tulangan <d 8mm adalah U-24, yaitu tulangan dengan tegangan leleh karakteristik sebesar 2400 kg/cm2, sedangkan untuk tulangan dengan diameter >10mm adalah U-40, yaitu tulangan dengan tegangan leleh karakteristik sebesar 4.000 Kg/Cm 2 . Tulangan yang akan digunakan harus bebas dari kotoran-kotoran (lumpur, lemak dan karat). Kawat pengikat tulangan harus terbuat dari baja lunak dengan diameter minimum 1 mm yang telah dipijarkan terlebih dahulu dan tidak bersepuh seng. Kualitas tulangan yang digunakan adalah sekualitas keluaran Pabrik Baja Krakatau Steel.

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

15

Persyaratan pekerjaan galian pondasi harus memenuhi persyaratan galian pondasi seperti terurai dalam pasal pekerjaan tanah dalam buku RKS ini.

Galian pondasi harus dilakukan sesuai dengan lebar lantai kerja pondasi, dimensi atau seperti tercantum dalam gambar kerja dengan penampang lereng galian kanan dan kiri dimiringkan 10 derajat keluar pondasi.

2) Galian harus diperiksa dan disetujui oleh Pengawas Lapangan.

3) Untuk menjaga lereng lubang galian agar tidak longsor, maka apabila dianggap perlu oleh Pengawas Lapangan kontraktor harus memasang (casing) sementara. Biaya untuk pekerjaan ini sudah termasuk dalam penawaran dan tidak dapat diajukan sebagai pekerjaan tambah.

4) Dasar galian harus diurug dengan pasir urug setebal 5 -10 cm sesuai gambar, kemudian disiram air sampai jenuh, diratakan dan dipadatkan / ditimbris.

5) Sebelum pelaksanaan pekerjaan pondasi terlebih dahulu harus dibuat profil-profil bentuk pondasi dari bambu atau kayu pada setiap ujung sesuai ukuran gambar dan disetujui oleh pengawas lapangan.

1)

6) Konstruksi pasangan pondasi batu kali

- Lantai kerja pondasi adalah pasangan batu kosong (aanstamping) yang disusun berdiri tegak, teratur dan bersilangan, diurug pasir hingga merata dan mengisi lubang diselah-selah batu, kemudian disiram air dan ditimbris.

- Pasangan batu kali untuk pondasi menggunakan adukan dengan campuran 1 pc : 5 ps , terkecuali disyarakat pasangan kedap air / trassram dalam gambar kerja harus dipasang dengan adukan 1 pc : 3 ps.

- Adukan harus membungkus batu kali sedemikian rupa sehingga tidak ada dari bagian pondasi yang berongga atau tidak padat, khusus pada bagian tengahnya. Pemasangan batu kali/belah disusun bersilang dan bagian nat/lubang kecil diisi batu pecahan/kricak.

- Setiap jarak 75 cm atau seperti gambar harus ditanam stek tulangan beton diameter 10 mm sedalam + 30 - 40 cm untuk pengait sloof dan pasangan dinding bata, ukuran panjang stek tulangan adalah 100 cm atau sesuai gambar.

- Dalam proses pengeringan, pondasi harus selalu dibasahi atau disiram air. Selama pondasi belum mencapai bentuk profilnya, lubang galian tidak boleh diurug.

- Pada setiap perletakan kolom beton, kolom praktis pada pondasi harus pula ditanam stek tulangan kolom sedalam minimal 40 D, dengan diameter dan jumlah tulangan yang sama dengan tulangan pokok

Pasal 16 PEKERJAAN BETON BERTULANG DAN TIDAK BERTULANG

16.1 Lingkup Pekerjaan meliputi :

a. Pekerjaan Beton Bertulang terdiri dari :

Pile Cap, Pondasi Plat, Sloof, Kolom Pedestal, Plat Lantai, Plat Dak, Tangga Beton, lintel, latei, Kolom Praktis , Ring balk dan lain-lain sesuai dengan gambar kerja.

b. Pekerjaan Beton tidak bertulang terdiri dari :

Lantai kerja, Rabat keliling bangunan, dan segala sesuatu yang nyata termasuk dalam pekerjaan ini sesuai gambar.

16.2 Semua pekerjaan beton harus mengikuti persyaratan ketentuan yang tercantum pada :

a. Tata cara perhitungan struktur beton untuk bangunan gedung SNI 03 2847 - 2002

b. Peraturan Beton terutama mengenai :

1. Syarat-syarat bahan untuk semua pekerjaan beton (SNI 03 2847 - 2002)

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

16

2. Syarat-syarat pelaksanaan pekerjaan beton (SNI 03 2847 - 2002).

3. Syarat-syarat pekerjaan tulangan (SNI 03 2847 - 2002).

16.3 Persyaratan Beton :

Penjelasan Mutu Beton

a. Untuk beton bertulang yang bersifat struktur mutu beton yang digunakan K-250 dimana beton harus mempunyai kekuatan tekan dan kareakteristik sebesar 250 kg/cm2 (minimal). Untuk mendapatkan mutu beton seperti yang disyaratkan, maka Pemborong harus membuat MIX DESIGN di Laboratorium Beton milik Pemerintah atau yang ditunjuk oleh Direksi, untuk mendapatkan komposisi campuran dari bahan-bahan yang digunakan Termasuk Mutu Beton K-200 dimana beton harus mempunyai kekuatan tekan dan kareakteristik sebesar 200 kg/cm2 (minimal) dan Mutu Beton K-400 dimana beton harus mempunyai kekuatan tekan dan kareakteristik sebesar 400 kg/cm2 (minimal)

b. Untuk beton bertulang yang bersifat praktis, seperti kolom praktis, balok lintel dll, campuran beton yang digunakan adalah K-175 atau campuran 1PC : 2 PS : 3 KR.

c. Untuk beton tidak bertulang, adukan dibuat dengan campuran : 1PC : 3PS : 5KR, seperti untuk lantai kerja dan lain-lain sesuai dengan gambar kerja.

16.4 Persyaratan Bahan

a. Semen Portland / PC Semen Portland yang dipakai harus dari jenis I menurut peraturan Semen Portland Indonesia 1972 (NI-8) atau British Standard No. 12 tahun 1965 Semen harus sampai di tempat kerja dalam kondisi yang baik serta dalam kantong asli dari Pabrik. Merek PC dianjurkan produksi dalam negeri seperti, Tiga Roda, atau yang setaraf dipersyaratkan satu merek PC yang disetujui Konsultan Pengawas untuk seluruh pekerjaan. Semen harus disimpan dalam gudangyang kedap air, cukup ventilasi di atas lantai setingi 30 cm dari atas tanah. Penyimpanan harus berurutan dan terpisah menurut menurut pengiriman. Kantong-kantong semen tidak boleh ditumpuk lebih dari 10 lapis.

b. Pasir 1). Semua pasir yang akan dipakai harus pasir alam tidak di perkenankan memakai pasir laut. 2). Pasir harus halus bersih dan bebas dari tanah liat, mika dan substansi lain yanjg merugikan, beratnya tidak boleh lebih dari 5 %. 3). Kontraktor harus menyerahkan contoh pada Konsultan Pengawas sebagai bahan pemeriksaan pendahuluan dan persetujuan, contoh seberat 15 kg dari pasir alam yang diusulkan untuk dipakai sedikitnya 14 (empat belas) hari sebelum diperlukan. 4). Timbunan pasir alam harus dibersihkan semua dari tumbuh-tumbuhan, kotoran dan bahan-bahan lain yang tidak dapat dipakai harus disingkirkan. Bahan harus diayak dan dicuci sebagaimana diperlukan untuk mengahasilkan

c. Agregat (Kerikil atau Batu Pecah) Agregat dapat dipakai agragat alami ata buatan memenuhipersyaratan PBI 1971 (NI-2) pasaln 3.3, 3.4, dan 3.5 Agragat tidak boleh mengandung bahan yang dapat merusak beton dan ketahanan tulangan terhadap karat. Untuk itu Kontraktor harus mengajukan contoh yang memenuhi syarat dari berbagai sumber terlebih dahulu.

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

17

Air untuk campuran dan pemeliharaan beton spesui/mortar dan speci injeksi harus dari aiar yang bersih dan tidak mengandung zat-zat yang dapat merusak beton. Air tersebut harus memenuhi syarat-syarat menurut PBI 1971 (NI-2) pasal3.6.

e. Baja tulangan 1). Baja tulangan yang dipakai adalah mutu baja U-40 untuk baja diameter lebih besar dan sama dengan 10mm serta mutu baja U-24 untuk baja diameter lebih kecil atau sama dengan 8mm. 2). Ukuran baja tulangan tersebut harus sesuai dengan gambar kerja, penggantian dengan diameter lain harus dengan persetujuan tertulis dari direksi. Segala biaya yang diakibatkan oleh penggantian tulangan terhadap gambar sejauh Gambar Kerja adalah Kontraktor. 3). Semua baja tulangan harus disimpan pada tempat yang bebas lembab disesuaikan diameter serta asal pembelian. 4). Semua baja tulangan harus dilindungi terhadap semua macam kotoran dan lemak serta sejauh mungkin terhadap karat.

f. Bahan campuran (additives)

1). Pemakaian bahan tambahan kimiawi (Konkret admixtures additives) kecuali yang disebut tegas dalam Gambar Kerja (RKS) harus seijin tertulis dari Konsultan Pengawas. 2). bahan tambahan yang mempercepat pengerasan awal (initial set) tidak boleh dipakai. Sedangkan untuk beton kedap air dalam tanah hidrostatik pressure tidak boleh bahan kedap air yang mengandung bahan stearate. bahan campuran tambahan beton harus sesua dengan iklim tropis AS 1978 & ASTM C 494 Type B & D sekaligus sebagai pengurang air adukan dan penunda pengerasan awal. 3). Semua admixture yang akan digunakan ditentukan berdasarkan hasil pekerjaan benda uji/contoh-contoh yang dibuat dan telah mendapat persetujuan Konsultan Pengawas. 4). Untuk penyambungan kembali akibat terhentinya suatu pengecoran beton dipakai bahan perekat CALBOND sebelum dicor dengan beton baru serta permukaannya harus dikasarkan. Jumlah pemakaian untuk 1 M 2 adalah 0,3 liter CALBOND dicampur dengan larutan semen/PC sekitar 25 %nya dengan cara ditaburkan.

g. Bekisting 1). Bekisting dibuat dari panel multiplex 12 mm atau papan borneo tebal minimal 2 cm dengan rangka penguat penyokong dan penyangga dibuat dari kayu borneo 5/7, 5/10 secukupnya, sehingga mampu mendapatkan kekakuan dan kekuatan mendukung beton sampai selesai proses ikatan beton. Untuk kolom struktur dipakai papan borneo tebal 3/20. 2). Steger cetakan/bekisting dipakai kayu borneo dengan ukuran minimum 5/10 cm atau pipa besi (scaffolding). Tidak diperkenankan mempergunakan bambu. 3). Khusus cetakan bekisting untuk beton pracetak harus dibuat lebih kokoh dan lebih kaku, permukaan panel lurus, halus sehingga menghasilkan bidang yang rata dan halus.

h. Floor Deck bahan baku pembuatan floor deck yaitu baja galvanis yang mempunyai tingkat kekuatan yang tinggi sehingga sanggup menopang beban struktur pelat lantai di atasnya. Bentuk dari steel floor deck ini berupa lembaran pelat tipis yang bergelombang. Ukuran tebalnya berkisar antara 0,75-1 mm. Sedangkan lebarnya antara lain 870 mm, 995 mm, dan 1000. Adapun panjang steel floor deck bisa disesuaikan terhadap kebutuhan tempat yang akan dikenai pekerjaan pengedakan yaitu 8-12 meter

Berikut ini langkah-langkah pemasangan floor deck (bondek):

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

18

1. Pedoman Pemasangan Secara prinsip, floor deck bisa dipasang di atas tumpuan portal konstruksi baja, beton, atau batu bata. Panjang floor deck yang digunakan sekurang-kurangnya harus sanggup menutupi dua bagian bangunan dan memiliki jarak bentang yang efisien. Sambungan yang terletak di antara dua panjang panel krisdek juga diusahakan seminimal mungkin. Meskipun panel deck ini bisa menjadi bekisting yang aman ketika kondisi beton masih basah, tetapi sebaiknya gunakan papan untuk lintasan pekerja dan sebisa mungkin hindarilah pemutusan beban.

2. Pemasangan Pada Konstruksi Baja Pemasangan floor deck di atas tumpuan baja bisa dimulai setelah pekerjaan konstruksi portal baja selesai diukur dengan lot dan waterpass. Pemasangannya dilakukan dengan membentangkan material ini secara menerus, lalu diikat menggunakan las listrik atau paku tembak. Selanjutnya jarak pemikul akhir ditentukan berdasarkan gaya geser, di mana biasanya kurang lebih 5 cm.

3. Pengikatan dengan Las Langkah berikutnya adalah mengelas bagian ujung dek dari atas ke bawah memakai las cantum yang berdiameter 10 mm pada bagian rata sisi-sisi rusuk panel. Pada tumpuan tengah setiap panel dek juga perlu dilas di bagian rata sisi rusuk betina menggunakan kawat las baja colulose AC/CD yang berukuran 3,25 mm.

4. Penyempurnaan Pemasangan Dek Tutup lubang rusuk dek pada sisi bidang lantai cor memakai pita perekat. Selanjutnya lakukan penyempurnaan sambungan tumpuan sisi rusuk panel dek yang berjarak sekitar 100 cm dengan cara dilas cantum, di-revet dia 5 mm, atau dipasangi sekrup. Bila saat estimasi dibutuhkan adanya bahan bangunan yang berfungsi menahan geser, maka material tersebut perlu dilas atau ditanam pada balok tumpuan yang berada di antara bagian lembeh rusuk dek. Usahakan jarak dari ujung penahan geser ke permukaan beton tidak kurang dari selimut beton yakni berkisar 25 mm. Penghitungan jarak penempatan ini dihitung menurut diagram gaya lintang balok tulangan sudut supaya bisa diperoleh pembebanan yang merata .

5. Persiapan Pengecoran Untuk melakukan persiapan pengecoran, diperlukan tiang penyangga sementara yang berguna untuk mencegah terjadinya lendutan pada waktu cor beton masih dalam kondisi basah. Setelah umur beton mencapai sekitar 7-14 hari, tiang penyangga sementara tersebut bisa dilepaskan

16.5 Persyaratan teknis

a. Komposisi campuran beton 1). Beton dibentuk dari semen portland/PC, pasir, kerikil, batu pecah, air seperti yang ditentukan ; semuanya dicampur dalam perbandingan yang sesuai dan diolah sebaik-baiknya sehingga sampai didapat kekentalan yang tepat. 2).Untuk mengetahui karakteristik dari beton tersebut, harus memenuhi syarat mutu beton menurut PBI 1971, disertai sertifikat hasil pengujian laboratorium pengujian beton dilaksanakan 4 (empat) kali tahapan. 3).Ukuran maksimum dari agragat kasar dalam beton tidak boleh melampaui ukuran yand ditetapkan dalam persyaratan bahan beton dan harus memperhitungkan celah lubang anatar tulang agar tidak terjadi rongga-rongga beton. 4).Perbandingan antara bahan-bahan pembentuk beton yang dipakai untuk berbagai pekerjaan (sesuai kelas mutu) harus ditetapkan dari waktu ke waktu selama berjalannya pekerjaan demikian juga pemeriksaan terhadap agrqgat dan beton yang dihasilkan. Pebandingan campuran dan faktor air semen yan tepat akan ditetapkan atas dasar beton yang dihasilkan yang mempunyai kekedapan, keawetan, dan kekuatan yang dikehendaki. Faktor air semen dari beton tidak terhitung air yang dihisap oleh agregat dan tidak boleh melebihi 0,55 (dari beratnya).

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

19

Pengujian beton akan dilakukan oleh Kontraktor dan perbandingan-perbandingan campuran harus diubah jika perlu untuk tujuan-tujuan seperti di atas dan Kontraktor tidak berhak claim atas perubahan-perubahan yang demikian.

b. Pengujian dari Konsistensi Beton dan benda-benda uji Beton

1). Banyaknya air yang dipakai untuk beton harus diatur menurut keprluan untuk menjamin beton dengan Konsistensi yangn baik dan untuk penyesuaian variasi kandungan lembab atau gradasi (perbutiran) dari agregat waktu masuk dalam mesin pengaduk (mixer). Penambahan air untuk mencairkan kembali beton padat hasil pengadukan yang terlalu lama atau yang menjadi kering sebelum dipasang tidak diperkenankan. Keseragaman konsistensi beton untuk setiap kali pengadukan sengat perlu. Nilai slump dari beton (pengujian kerucut slump) tidak boleh kurang dari 8 cm dan tidak melampaui 12 cm untuk segala beton yang dipergunakan. 2). Kekuatan tekan dari beton harus ditetapkan melaui pengujian biasa dengan silinder berukuran 15 x 30 cm atau kubus 15 x 15 x 15 cm atau kubus 20 x 20 x 20 cm dibuat dan diuji sesuai dengan NI-2 PBI 1971. Pengujian slump disesuaikan dengan NI-2 PBI 1971 dan Kontraktor harus menyediakan fasilitas yang diperlukan untuk mengerjakan contoh-contoh pemeriksaan yang erpresetatif, frekuensi akan ditetapkan oleh Pengawas Lapangan (Pengawas Lapangan).

c. Benda uji

Selama pengecoran beton harus terdapat benda-benda uji sebagai berikut :

- Minimum 1 benda uji setiap hari

- Minimum 20 benda uji pada akhir pelaksanaan

- Setiap pengecoran 5 m 3 dibuat 1 benda uji

- Yang terbesar menentukan

d. Persyaratan pelaksanaan

1). Rencana Cetakan

- Cetakan harus sesuai dengan bentuk dan ukuran yang diinginkan pada Gambar Kerja. bahan yang akan dipakai untuk rencana cetakan harus mendapat persetujuan dari Konsultan pengawas sebelum pembuatan cetakan dimulai.

- Panel cetakan hanya boleh dipergunakan 2 (dua) kali bolak-balik, atau setiap permukaan hanya 1 (satu) kali.

- Semua cetakan harus kokoh Konstruksi untuk cetakan harus diperkuat dengan kaso secukupnya sehingga menghasilkan beton yang lurus rata. Dipersyaratkan untuk beton tampak (Exposed) adalah semi exposed aratinya setelah cetakan dibongkar memberikan bidang yang rata dan hanya memerlukan sedikit penghalusan.

- Sebelum beton dicor permukaan panel cetakan diminyaki secara merata untuk cegah lekatnya beton pada cetakan.

- Celah - celah antara papan atau panel cetakan harus rapat sehingga pada waktu pengecoran tidak ada air adukan yangkeluar.

2). Baja Tulangan

a). Baja tulangan beton sebelum dipasang harus bersih dari serpih-serpih, karat minyak gemuk dan lapisan lain yang merusak atau mengurangi daya lekat dalam beton. Bentuk baja tulangan sesuai dengan bentuk dan ukuran yang tertera pada gambar.

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

20

b). Baja tulangan harus dipasang dengan teliti sesua dengan Gambar Kerja. Agar tulangan tetap tepat di tempatya maka tulangan harus diikat kuat dengan dengan kawat beton (bindraat) dengan bantalan blok-blok beton cetak/beton decking atau kursi- kursibesi/cakar ayam, perenggang, specer atau logam gantung (metal hanger) sesuai dengan kebutuhan. Dalam segala hal untuk baja tulangan yang horizontal harus digunakan penunjang yang tepat sehingga tidak akan ada batang yang turun.

c).

Penempatan besi beton di dalam cetakan tidak boleh menyinggung dinding atau dasar cetakan serta harus mempunyai jarak tetap untuk setiap bagian - bagian konstruksi tertentu seperti : kolom dan balok 2,5 cm, plat beton 1,5 cm.

d). Penyambungan Jika diperlukan untuk menyambung tulangan Overlap pada sambungan untuk tulang - tulangan dinding tegak (vertikal) dan kolom sedikitnya harus 40 (empat puluh) diameter batang.

3). Pengadukan, pengangkutan, pengecatan, pemadatan dan perawatan beton harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan di dalam PBI 1971 pasal 6.1. sampai dengan pasal 6.6.

4). Mengaduk Bahan-bahan pembentuk beton harus dicampur dan diaduk dalam “Mesin Pengaduk Beton” yaitu Bath Mixer atau Portabel Continues Mixer, dalam hal ini hars dujaga adukan plastis merata danntidak boleh ada bagian air yang tidak terikat oleh bahan beton. Truk Pengaduk (Truck Mixer) diatur sedemikian rupa, sehingga beton dari adukan ke adukan mempunyai konsistensi dan mutu yang sama. Pengaduk yang sewaktu-waktu memproduksi dengan hasil yang tidak memuaskan harus diperbaiki. Mesin pengaduk yang disentralisir (Batching Mixing Plant) harus diatur, sehingga pekerjaan mengaduk dapat dapat diawasi dengan mudah dari station operator. Tiap mesin pengaduk diperlengkapi dengan alat mekanis untuk mengatur waktu dan jumlah adukan.

Disarankan memakai adukan beton siap pakai “Beton Ready Mix” agar kualitas beton lebih konsisten dan lebih cepat dalam pelaksanaannya.

5). Suhu Suhu beton waktu di Cor/dituang tidak boleh lebih dari 32 derajat dan biula suhu dari beton yang ditaruh berada anatara 27 sampai 32 derajat celciuis, beton harus diaduk di tempat pekerjaan untuk kemudian di Cor. 6). Pengangkutan Beton Cara-cara dan alat-alat yang digunakan untuk pengangkutan beton harus sedemikian rupa sehingga beton dengan komposisi dan kekentalan yang diinginkan dapat dibawa ke tempat pekerjaan tanpa adanya pemisahan dan kehilangan nilai slump.

7). Pengecoran

- Beton tidak boleh di cor sebelum semua pekerjaan cetakan bekisting selesai, Ukuran dan letak baja tulangan baja tulangan beton sesuai dengan Gambar Pelaksanaan pemasangan instalasi - instalasi yang harus ditanam, besi penggantung plafond sesuai pola kerangka langit -langit, besi penggantung, cable tray dan stek-stek penyokong dan pengikatan serta lain-lain telah selesai dikerjakan. Sebelum pengecoran dimulai permukaan - permukaan yang berhubungan telah disetujui Pengawas Lapangan.

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

21

- Sebelum pengecoran beton semua permukaan pada tempat pengecoran beton (cetakan) harus bersih dari air yang tergenang, reruntuhan dan barang lepas. Permukaan bekisting dari bahan - bahan yang menyerap pada tempat-tempat yang akan di cor harus dibasahi dengan merata sehingga kelembaban air dari beton yang baru di cor tidak akan diserap.

- Pada pengecoran, beton baru ke permukaan beton yang telah di cor terlebih dahulu permukaan beton lama tersebut harus bersih, dilembabkan dan dikasarkan. Pada sambungan pengecoran ini harus dipakai perekat beton yang disetujui oleh Pengawas Lapangan.

- Perlu

diperhatikan

letak jarak/sudut untuk setiap penghentian pengecoran yang

akan masih berlanjut terhadap sistem struktur/penulangan yang ada.

- Koordinasi dengan pekerjaan elektrikal, sanitasi dan mekanikal harus dilakukan sebelum pengecoran dimulai. Terutama yang menyangkut pipa-pipa sparing yang menembus/tertanam dalam beton untuk keprluan setiap disiplin kerja.

- Beton boleh

dicor hanya waktu Konsultan Pengawas serta Kontraktor ada di

tempat kerja dan persiapan betul-betul memadai.

- Dalam semua hal, beton yang akan dicor harus diusahakan agar pengangkutannya ke posisi terakhir harus sependek mungkin, sehingga tidak terjadi pemisahan antar kerikil dan spesi pada waktu pengecoran.

- Pengecoran beton untuk bagian yang vertikal seperti kolom, harus menggunakan tremie dengan tinggi jatuh tidak boleh lebih dari 2 (dua) m. Pengecoran beton untuk bagian horizontal seperti : plat, balok, parapet harus dicor lapis demi lapis horizontal menyeluruh dengan ketebalan perlapis < 50 cm. Konsultan Pengawas mempunyai hak untuk mengurangi tebal tersebut apabila pengecoran dengan tebal lapisaan 50 cm tidak dapat memenuhi spesifikasi.

- Pengecoran beton tidak diperkenankan selama hujan deras atau lama sehingga sedemikian rupa sehinggga speci/mortal terpisah dari agregat kasar. Suatu pengecoran yang sudah dimulai pada suatu bagian tidak boleh terputus sebelum bagian itu selesai.

- Setiap lapisan beton harus dipadatkan sepadat mungkin sehingga ia bebas dari kantong - kantong kerikil dan menutup rapat-rapat semua permukaan dari cetakan dan material yang diletakan. Dalam pemadatan setiap lapisan dari beton kepala alat penggetar (Vibrator) harus dapat menembus dan menggetarkan beton pada bagian atas dari lapisan yang terletak di bawah. Lamanya penggetaran tidak boleh menyebabkan terpisahnya bahan beton dengan airnya.

- Untuk pengecoran kolom, plat lantai ataupun balok, agar dalam pelaksanaannnya lebih efektif diwajibkan menggunakan tremie yang disediakan oleh Pengusaha “beton ready mix”.

8. Waktu dan Cara-cara Pembukaaan Cetakan Waktu dan cara-cara pembukaan dan pemindahan cetakan, harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindarkan kerusakan pada beton. Beton baru dapat diijinkan dibebani setelah berumur 28 (dua puluh delapan) hari, kecuali beton yang menggunakan bahan additives. Permukaan beton harus diperiksa dengan teliti, permukaan yang tidak rata, berongga dan tidak rata/rapi harus segera diperbaiki sampai disetujui oleh Pengawas Lapangan.

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

22

Semua beton harus dirawat (cured) dengan air seperti ditentukan dibawah ini. Beton yang dirawat (cured) dengan air harus tetap basah paling sedikit 14 (empat belas) hari secara terus menerus sesudah beton cukup keras, untuk mencegah kerusakan dengan cara menutupnya dengan bahan yang dibasahi air atau dengan pipa berlubang. Pengawas Lapangan berhak menentukan cara/sistem perawatan yang harus dilaksanakan pada tiap bagian pekerjaan beton.

10. Perlindungan (Protection) Kontraktor harus melindungi semua beton terhadap kerusakan-kerusakan sebelum dapat diterima oleh Pengawas Lapangan. Permukaan beton yang terbuka harus dilindungi dari sinar matahari yang langsung paling sedikit 3 (tiga) hari sesudah pengecoran. Perlindungan seperti itu harus dibuat efektif secepatnya setelah pengecoran dilaksanakan.

11. Perbaikan permukaan beton

-Jika

atau diluar garis permukaan atau

ternyata ada permukaan yang rusak, hal itu dianggap tidak sesuai dengan spesifikasi dan harus dibuang/dibongkar dan diperbaiki atas biaya pemborong. Apabila kerusakan tersebut dapat diperbaiki atas izin Pengawas Lapangan dengan cara ditambal pada tempat yang rusak, maka teknik penambalan harus dilaksanakan sebagai berikut.

- Kerusakan yang memerlukan pembongkaran dan perbaikan ialah yang terdiri dari ; sarang kerikil, kerusakan - kerusakan karena cetakan, lubang - lubang baut, ketidakrataan dan bengkok kecil, maka dilaksanakan dengan pemahatan kemudian digosok dengan gurinda. Lubang-lubang pahatan harus diberi pinggiran tajam dan dicor sedemikian rupa sehingga pengisian akan terkunci rapat ditempatnya. Semua lubang harus terus menerus dibasahi selama 24 (dua puluh empat) jam sebelum dicor.

tercetak

hasil

pembukaan

cetakan

terdapat

beton

yang

tidak

dengan baik menurut gambar

12. Pipa sparing listrik Pipa sparing untuk listrik digunakan dengan pipa PVC sekwalitas AW dengan alur sesuai gambar kerja yang dilengkapi dengan doos dan kawat penarik kabel didalam sparing pipa. Untuk posisi pipa sparing ini, kontraktor harus memperhatikan dan meneliti gambar kerja elektrikal.

13. Beton tumbuk

Semua beton tumbuk untuk rabat atau lantai harus mempunyai kemiringan agar air tidak menggenang pada permukaan tanpa ada cekungan.

14.

Gambar Detail Pelaksanaan (Shop Drawing)

-

Semua gambar detail pelaksanaan (shop drawing) harus memenuhi persyaratan seperti yang terurai dalam RKS ini.

-

Pembuatan cetakan beton (bekisting) yang menyangkut detail prinsif harus di buat Shop Drawing untuk dimintakan persetujuan tertulis dari Pengawas Lapangan.

15.

Pipa-pipa instalasi

-

Semua pipa-pipa (air hujan, elektrikal, gas dan lain-lain) serta bagian-bagian yang tertanam didalam atau bersinggungan dengan beton harus dibuat dari bahan yang tidak merusak beton.

- Pipa-pipa yang ditanam didalam plat, balok beton dan kolom tidak boleh mempunyai diameter lebih dari 1/3 tebal plat atau balok tempat pipa tersebut

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

23

tertanam, dan jarak dari pusat ke pusat pipa tidak boleh lebih kecil dari 3 kali diameter pipa.

- Semua pipa serta serta bagian - bagian yang menembus lantai, balok dan kolom harus mempunyai ukuran dan letak yang tidak mengurangi kekuatan konstruksi (harus dipilih tempat momen = 0) atau sesuai petunjuk Pengawas Lapangan.

PASAL 17 BETON KEDAP AIR / WATERPROFING

1.

UMUM

1.01

LINGKUP PEKERJAAN

A. Pekerjaan dari Bab ini termasuk semua tenaga kerja, bahan, peralatan dan layanan yang diperlukan untuk menyelesaikan pemasangan waterproofing sekualitas Polygum Membrane sebagaimana tertera di dalam gambar-gambar dan ditentukan dalam spesifikasi ini, tetapi tidak termasuk pekerjaan plester / jika diperlukan.

 

POLYGUM Membrane adalah waterproofing asal belgia yang di buat dari bahan aspal terbaik dengan teknologi dan tenaga ahli yang handal menjadikan waterproofing yang kuat, tahan lama dan merekat sempurna pada seluruh area yang memerlukan perlindungan dari rembesan air baik itu dak beton, basement, kolam renang dll.

 

B. Spesifikasi

 
 

Lebar

: 1 M

Panjang

: 10 M

Tebal

: 3 mm

Warna

: Hitam

Keunggulan :

- Perkuatan Tri-Laminsai Polyester, membuat membran jauh lebih kuat dan tahan terhadap gaya tarik

- Bisa mengatasi dan mencegah kebocoran diatas dak atap rumah

- Bisa mecegah kelembaban di dinding, diaplikasikan untuk kolam yang memiliki sifat waterproof sehingga terjaga dari kebocoran

- Ketebalan yang terjamin karena dibuat di pabrik dengan mesin khusus. Sehingga mengurangi resiko ketidak teraturan akibat aplikasi di lapangan

- Cepat dan praktis dalam pemasangannya

- Flexibel : Dapat menutup celah keretakan yg terjadi pada bangunan

- Lifetime yang jauh lebih lama ketimbang waterproofing coating

1.02.

JAMINAN KUALITAS

A. Kualifikasi pemasang 1. Untuk pelaksanaan pemasangan atap, gunakan hanya tukang pasang yang kompeten dan ahli yang benar-benar sudah terbiasa dengan produk dan metode pemasangan yang direkomendasikan oleh pabrikan.

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

24

2. Pemasang : Sebuah perusahaan yang dapat menunjukkan bukti pengalaman yang berhasil sebelumnya untuk pemasangan Waterprofing Polygum membrane

B. Syarat-Syarat pelaksanaan

1. Pengujian

a. Bila diperlukan Kontraktor wajib mengadakan test bahan sebelum dipasang, pada laboratorium yang ditunjuk pengawas. Dan sebelum dimulai pemasangannya Kontraktor harus menunjukkan sertifikat keaslian barang dari supplier disertai data-data teknis komposisi unsur material pembentuknya.

b. Sewaktu penyerahan hasil pekerjaan, kontraktor wajib memberikan jaminan atas produk yang digunakan terhadap kemungkinan bocor, pecah dan cacat lainnya, termasuk mengganti dan memperbaiki segala jenis kerusakan yang terjadi. Jaminan yang diminta adalah jaminan dari pihak pabrik untuk mutu material berupa polis asuransi, serta jaminan dari pihak pemasang (applicator) untuk mutu pelaksanaan pemasangannya.

c. Kontraktor diwajibkan melakukan percobaan/pengujian dengan melakukan penyemprotan langsung dengan air serta menggenanginya dengan air di atas permukaan yang diberi lapisan composite membrane.

2.

Pengiriman dan Penyimpanan Bahan

a. Bahan harus didatangkan ke tempat pekerjaan dalam keadaan utuh (belum dibuka) dan masih tersegel dan berlabel sesuai pabriknya.

b. Bahan harus disimpan di tempat yang terlindung, tertutup, tidak lembab, kering dan bersih.

c. Kontraktor bertanggungjawab atas kerusakan bahan-bahan yang disimpannya, baik sebelum atau selama pelaksanaan.

3

SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN

a. Semua bahan sebelum dikerjakan harus ditunjukkan kepada pengawas, lengkap dengan ketentuan / persyaratan pabrik yang bersangkutan untuk mendapatkan persetujuan Pengawas.

b. Material yang tidak disetujui harus diganti segera tanpa biaya tambahan. Jika dipandang perlu diadakan penukaran/penggantian maka bahan-bahan pengganti harus telah mendapat persetujuan dari pengawas.

c. Sebelum pekerjaan ini dimulai permukaan bagian yang akan diberi lapisan harus dibersihkan sampai kondisi yang dapat disetujui oleh pengawas. dan ukuran harus sesuai dengan gambar.

d. Cara-cara dan pelaksanaan pekerjaan harus mengikuti petunjuk dan ketentuan dari pabrik yang bersangkutan serta petunjuk dari pengawas.

e. Bila ada perbedaan dalam hal apapun antara gambar, spesifikasi dan lainnya, kontraktor harus segera melaporkan kepada pengawas sebelum pekerjaan dimulai.

f. Kontraktor tidak dibenarkan memulai pekerjaan dalam hal terdapat kelainan/perbedaan ditempat itu.

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

25

4 GAMBAR DETAIL PELAKSANAAN / SHOP-DRAWING

a. Kontraktor wajib membuat shop drawing (gambar detail pelaksanaan) berdasarkan gambar dokumen kontrak dan keadaan lapangan, untuk memperjelas detai-detail khusus yang diperlukan pada saat pelaksanaan di lapangan.

b. Shop drawing harus mencantumkan semua data termasuk tipe bahan keterangan produk, cara pemasangan atau persyaratan khusus.

c. Shop drawing belum dapat dilaksanakan sebelum mendapatkan persetujuan dari pengawas.

5 CONTOH

a. Kontraktor wajib mengajukan contoh dari semua bahan, disertai brosur lengkap dan jaminan keaslian material dari pabrik.

b. Contoh bahan harus diserahkan minimal sebanyak 2 (dua) buah yang setara mutunya.

c. Keputusan bahan jenis, warna, tekstur dan merk akan diberitahukan oleh pengawas dalam jangka waktu tidak lebih dari 7 (tujuh) hari kalender terhitung sejak penyerahan contoh-contoh bahan tersebut.

d. Pengawas mempunyai hak untuk meminta kontraktor mengadakan mock-up guna memperjelas usulan material yang diajukannya.

1.03 PENGUJIAN TERHADAP KEBOCORAN/TES RENDAM

Setelah waterproofing terpasang dengan sempurna,maka akan dilakukan

pengujian tes rendam selama 2X24 jam dengan tahap pengujian sebagai berikut:

1.

Cek kondisi Polygum Membrane pada detail sambungan,corner,drinase apakah sudah tertutup sempurna

2.

Isi air Hingga menggenangi permukaan dak beton setinggi 18cm.

3.

Biarkan air menggenangi permukaan dak beton selama 2X24 jam

6.

Periksa kondisi langit-langit dak beton dari dalam gedung apakah ada rembesan air yang timbul dari langit-langit dak beton tersebut.

7.

Jika ada timbul rembesan maka dilakukan pengecekan pengerjaan dan di cari/di periksa penyebab terjadinya rembesan.kemudian di perbaiki bagian yang bocor tersebut lalu dilakukan tes rendam lagi.

8.

Jika tidak ada kebocoran/rembesan maka dibuat berita acara tes rendam yang di tanda tangani oleh supervisor kontraktor

PASAL 18

PEKERJAAN DINDING, PLESTERAN

1. Yang termasuk lingkup pekerjaan ini, meliputi ;

a. Pasangan dinding bata merah (5x11x22) cm t = ½ batu 1 pc : 3 ps

b. Pasangan dinding bata merah (5x11x22) cm t = ½ batu 1 pc : 5 ps

c. Plesteran 1 pc : 3 ps tebal 15 mm

d. Plesteran 1 pc : 5 ps tebal 15 mm

e. Acian pemasangan plesteran bata

f. Opening Kusen 1 pc : 3 ps tebal 15 mm

g. Granite Alam pelapis Portal Beton

h. Pas. Dinding Keramik 20/40 cm border beda warna sekualitas Roman

i. Dinding Beton Pre cast

j. Pasangan bata pada saluran, bak kontrol, pondasi rabat dan segala sesuatu yang nyata masuk dalam pekerjaan ini. 2. Persyaratan Bahan

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

26

a.Batu bata (bata merah) Batu bata (bata merah) harus mempunyai rusuk-rusuk yang tajam dan siku, bidang- bidang sisinya harus datar, ukuran seragam, pembakaran seragam dan merata, bebas dari cacat, retak cat, atau adukan pada waktu akan dipasang. Dipakai batu bata (bata merah) mutu yang baik, Kontraktor harus menyerahkan contoh bahan/meterial ke Konsultan Pengawas untuk mendapatkan persetujuan tertulis bagi pemakaian.

b.Semen Portland/PC, pasir, air harus memenuhi persyaratan bahan beton yang terurai dipasal lain dalam buku RKS ini.

untuk pekerjaan

c. Keramik dan Granite keramik yang digunakan sekualitas ROMAN sedangkan Granite Tile yang digunakan sekualitas GRANITO. Sudut - sudutnya harus siku. Kontraktor harus memberikan contoh bahannya untuk mendapatkan persetujuan dari Pengawas Lapangan.

3. Persyaratan Pelaksanaan

a. Aduk Perekat/Aduk Pasangan 1). Adukan untuk pasangan dan plesteran dibuat dengan macam- macam perbandingan campuran seperti dibawah ini :

Macam

Perbandingan

Penggunaan

M1 1Pc : 3 Ps 1. Aduk semua pasangan batu bata kedap air atas maupun di bawah permukaan tanah. (dinding,bak bungan, bak kontrol,pondasi rollag bata, tangki septic, saluran) 2. Aduk neut, pas. keramik 3. Aduk plesteran trasram, beton dan braven

M3

1 Pc : 5 Ps

1. Aduk semua pasangan batu bata tidak kedap air. 2. Plesteran pasangan batu bata tidak kedap air. 3. Plesteran Pas. bata + Plesteran kamprot halus (texture)

2). Semen jenis adukan dan plesteran tersebut diatas harus disiapkan sedemikian rupa sehingga selalu dalam keadaan masih segar dan belum mengering. Dipersyaratkan agar jarak waktu pencampuran adukan dengan plesteran dengan pemasangannya tidak melebihi 30 menit, terutama untuk adukan kedap air (macam M1 dan M2)

3). Pemakaian aduk perekat/aduk pasangan :

- Adukan pasangan M2 dan plesteran M2 untuk semua dinding daerah basah/toilet, dengan ketinggian 1,6 m dari muka lantai, dan +30 cm dari peil+0,00 lantai terbawah serta semua pasangan yang masuk kedalam tanah atau sesuai Gambar Kerja.

- Semua ketentuan pemakaian aduk perekat sesuai ketentuan ayat 3.a.01 diatas.

- Plesteran kamprot halus adalah pekerjaan finishing untuk mendapatkan texture permukaan dinding luar, dan dilaksanakan setelah pekerjaan plesteran dasar cukup kering, tebal plesteran kamprot halus + 5 mm.

- Plesteran beraven adalah plesteran kasar yang masuk ke dalam tanah dengan campuran 1:3 (M2), harus pula dilaksanakan pada pasangan yang masuk kedalam tanah.

b. Persyaratan Pekerjaan pasangan dinding

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

27

1). Dalam pelaksanaan pekerjaan ini Kontraktor harus memperhatikan detail bentuk profil sambungan dan hubungan dengan material lain dan melaksanakannya sesuai dengan yang tercantum dalam Gambar Kerja.

2). Sebelum pemasangan batu bata harus direndam dalam air bersih dulu sehingga jenuh.Pada saat diletakkan tidak boleh ada genangan air diatas permukaan batu bata tersebut.

3). Pelaksanaan pemasangan batu bata harus rapi, sama tebal, lurus, tegak (lot) dan pola ikatan harus terjaga dengan baik. Pertemuaan sudut antara dua dinding harus rapi dan siku, kecuali apabila pertemuan tersebut memang tidak siku seperti tercantum dalam Gambar Kerja.

4). Untuk setiap pertemuan dinding pasangan batu bata 1/2 batu setiap luas 12 m2, harus dipasang kolom praktis/kolom penguat beton dengan dimensi, ukuran dan penulangan sesuai gambar Kerja.

5). Pada setiap pertemuan dinding pasangan batu bata dengan kolom praktis, ring balk beton,maupun beton lainnya seperti tercantum dalam Gambar Kerja, harus dipasang angker diameter 10 mm tiap jarak 70 cm. Bagian yang mencuat keluar sejauh 20 cm, dan bagian yang tertanam minimal sedalam 20 cm.

6). Pemeliharaan ;

Selama pasangan

dinding belum difinish, Kontraktor wajib

untuk

memelihara dan menjaga atas kerusakan atau pengotoran oleh bahan lain.

7) Dalam proses pengeringan harus selalu dibasahi dengan air minimal selama 7 hari.

c. Pekerjaan Plesteran

1). Campuran plesteran yang dimaksud adalah campuran dalam volume.

2). Pasir yang

digunakan

terlebuh dahulu.

untuk

plesteran

adalah

pasir

pasang yang harus diayak

3). Plesteran halus/aci halus adalah campuran PC dengan air yang dibuat sedemukian rupa sehingga mendapatkan campuran yang homogen. Plesteran ini adalah pekerjaan Finishing. Pekerjaan plesteran halus ini dilaksanakan setelah aduk plesteran sebagai lapisan dasar minimal berumur 8 hari.

4). Sebelum pelaksanaan plesteran semua pemipaan maupun spar ing-sparing SA dan EL telah terpasang pada jalur dan tempatnya sesuai dengan Gambar Kerja dan telah disetujui oleh Pengawas Lapangan.

5). Sebelum pelaksanaan plesteran terlebih dahulu dibuat kepala plesteran (klabangan) dengan tebal sama dengan ketebalan plesteran yang direncanakan, kecuali untuk plesteran berapen.

6). Permukaan plesteran tersebut khususnya plesteran halus/aci halus harus rata, tidak bergelombang, penuh dan padat, tidak berongga, tidak berlubang, tidak mengandung kerikil atau benda-benda lain yang membuat cacat. Apabila pekerjaan tidak memenuhi yang dipersyaratkan maka Kontraktor harus membongkar dan memperbaiki sampai disetujui oleh Konsultan Pengawas.

7). Pekerjaan plesteran pada Permukaan pasangan batu bata sebelum diplester permukaan pasangan batu bata harus dibasahi terlebih dahulu dan siar-siarnya sudah dikeruk sedalam 1 cm

8). Pekerjaan Plesteran halus pada Permukaan Beton Sebelum pelaksanaan pekerjaan ini permukaan beton harus dibersihkan dari sisa-sisa bekisting kemudian di

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

28

ketrek/scratched. Semua lubang-lubang bekas pengikat bekistingatau formtie harus tertutup aduk plesteran.

9). Pekerjaan plesteran halus/aci halus adalah untuk semua permukaan pasangan batu bata dan beton yang akan di-finish dengan cat.

10) Semua permukaan yang akan menerima bahan/material finishing misalnya bahan/ material ubin keramik dan lainnya, maka permukaan plesterannya harus diberi alur- alur garis horizontal untuk memberikan ikatan yang lebih baik terhadap bahan/material finishing tersebut, pekerjaan ini tidak berlaku apabila bahan/neterial finishing tersebut adalah Cat.

11) Ketebalan plesteran harus mencapai ketebalan permukaan dinding/kolom/lantai yang dinyatakan dalam Gambar Kerja dan atau sesuai dengan peil-peil yang diminta dalam Gambar Kerja. Tebal plesteran adalah minimal 1 cm dan Maksimal 2,8 cm. Jika ketebalan melebihi 3 cm maka harus menggunakan kawat ayam yang diikatkan/dipakukan ke permukaan pasangan batu bata atau beton yang bersangkutan untuk memperkuat daya lekat plesteran.

12) Untuk setiap pertemuan bahan/material yang berbeda jenisnya pada satu bidang datar harus diberi nat dengan ukuran lebar 0,7cm dalam 0,5 cm.

13) Pemeliharaan a). Kelembaban plesteran harus dijaga sehingga pengeringan berlangsung dengan wajar tidak berlangsung dengan tiba-tiba. Hal ini dilaksanakan dengan membasahi permukaan plesteran setiap kali terlihat kering dan melindunginya dari terik panas Matahari langsung dengan bahan penutup yang dapat mencegah penguapan air secara cepat. Pembasahan tersebut adalah sebagai berikut : Selama 7(tujuh) hari setelah pengacian selesai, Kontraktor harus selalu menyiram dengan air sekurang-kurangnya 2(dua) kali sehari sampai jenuh. b). Tidak dibenarkan pekerjaan finishing permukaan plesteran dilakukan sebelum plesteran berumur lebih dari 2(dua) minggu, cukup kering, bersih dari retak, noda dan cacat lain seperti yang disyaratkan tersebut diatas.

d. Pekerjan keramik/granite pelapis dinding

1). Keramik/granite yang akan ditempel harus sudah diseleksi dengan baik sehingga bentuk dan warna masing-masing keramik/Granite sama tidak ada bagian yang retak, pecah-pecah, sudut atau tepi atau cacat lainnya serta telah disetujui secara tertulis dari Konsultan Pengawas. 2). Aduk yang dipakai adalah campuran 1Pc:2Ps tebal 10-15 mm untuk daerah kedap air, dan 1Pc:3Ps daerah kering. 3). Seluruh rongga pada bagian belakang keramik/granite harus berisi dengan adukan pada waktu pemasangan 4). Awal pemasangan dan pola pemasangan harus sesuai dengan Gambar Kerja atau atau petunjuk Pengawas Lapangan. 5). Pada prinsipnya pemotongan /granite harus dihindarkan, kecuali ditentukan dengan pola Gambar, jika perlu diadakan pemotongan hatus dikerjakan dengan hati- hati, rapi, lurus atau bersudut sesuai dengan kebutuhan, kemudian bidang potong harus diperhaluss dengan gerinda atau kikir. 6). Persiapan sebelum pemasangan Semua pemipaan maupun sparing-sparing SA&EL telah terpasang pada jalur dan tempatnya sesuai dengan Gambar dan telah disetujui oleh Konsultan Pengawas. 7). Setelah bidang keramik/granite terpasang permukaannya harus dibersihkan dengan lap/kain basah sehingga bersih dari noda-noda semen. Bidang keramik/granite ini harus dijaga tetap basah untuk menghindarkan pengeringan terlalu cepat dengan pembasahan minimal 3(tiga) hari pertama setelah keramik/granite terpasang. 8). Bila ditemui retak, kerusakan bergelombang, garis-garis tepi dan siar tidak rata dan lurus, maka Kontraktor harus membongkar dan memperbaiki hingga sesuai dengan

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

29

yang disyaratkan. Biaya untuk hal ini adalah tanggung jawab Kontraktor, tidak dapat diajukan sebagai biaya pekerjaan tambah. 9) Keramik//granite yang telah terpasang harus dilindungi dari benturan dan atau gesekan.

e. Pekerjan Pre Cast

Urutan pelaksanaan pemasangan precast panel adalah sebagai berikut.

a. Sebelum precast panel dinaikkan dengan menggunakan tower crane ke lokasi pemasangan, alat bantu seperti chain block, adjustable dan tekel harus dipersiapkan terlebih dahulu.

b. Tekel digantung dengan menggunakan chain block dan dikaitkan pada lift hook yang tertanam pada struktur.

c. Setelah semua peralatan dipersiapkan, dilakukan pemasangan embeded untuk sambungan precast panel dengan lantai di lokasi pemasangan.

d. Precast panel dinaikkan ke lokasi dengan menggunakan tower crane.

e. Setelah sampai pada lokasi yang dimaksud, precast panel kemudian dipindahkan dari tower crane ke tekel.

f. Precast panel kemudian disetel/disetting dengan menggunakan tekel dan adjustable. Setelah didapat settingan precast panel yang tepat, dipasang dynabolt pada embeded dengan cara pengelasan.

g. Apabila pengelasan telah selesai, maka dilakukan pengecekan kembali apakah posisi panel precast tidak berubah setelah dilas pada joint-joint conection.

h. Setelah semua pekerjaan selesai, tekel yang digunakan untuk menggantung precast panel dilepas dan dipindahkan ke lokasi pemasangan precast panel berikutnya.

PASAL 19

DINDING ALLUMUNIUM COMPOSIT

A. Pekerjaan Panel Alumunium Composite

01. LINGKUP PEKERJAAN

Pekerjaan ini meliputi perubahan tampak seperti tercantum dalam Gambar Kerja. Pekerjaan tersebut harus dilaksanakan menurut gambar kerja dan aturan-aturan sebagaimana lajimnya digunakan dalam teknik bangunan.

Ukuran-ukuran yang digunakan, harus sesuai dengan ukuran yang tercantum pada gambar kerja.

Kontraktor bertanggung-jawab terhadap keamanan, kerusakan barang, sampai ke tempat tujuan. Segala kehilangan dan atau kerusakan adalah tanggungjawab Kontraktor.

Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja, bahan-bahan dan peralatan yang dipergunakan untuk melaksanakan pekerjaan pemasangan panel aluminium composite pada luar bangunan atau seperti yang ditunjukan dalam gambar rencana. Pekerjaan ini dilaksanakan pada tempat-tempat seperti yang ditunjukan dalam gambar.

02. PERSYARATAN BAHAN

1. Komponen:

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

30

a. Hot Dip Galvanized Steel, untuk instalasi frame.

b. Sealant dan Gasket:

- antara panel aluminium dengan panel aluminium,antara panel aluminium dengan komponen lain.

- warna akan ditentukan kemudianberdasarkan color chart dari pabrik.

2. Bahan-bahan:

a. Aluminium Sandwich Cladding Panel Non combustible mineral, diantara 2 lapis aluminium alloy 3105-H14, dengan spesifikasi sebagai berikut:

- Ketebalan panel

: 4 mm

- Berat

: 5.5 kg/m2

- Flexural strength

: 118 N/mm

- Modulus elastisitas

: 24.500 N/mm2

- Deformation

: 115 C

- Peel srength

: 10 kg/inch

- Coating

: PVdF dengan ketebalan 25 micron minimun.

b. Bahan composite harus tahan terhadap api / tidak mudah terbakar

c. Bahan composite harus dalam keadaan rata, warna ditentukan kemudian.

d. Bahan yang digunakan dari produksi SEVEN, ALCOPANEL atau setara.

e. Kontraktor diharuskan menyerahkan contoh-contoh bahan kepada pengawas untuk mendapat persetujuan dari Pemberi Tugas.

03. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN

1. Semua pekerjaan yang disebutkan dalam bab ini harus dikerjakan sesuai dengan standard dari pabrik.

2. Bahan-bahan harus memenuhi standard-standard, antara lain:

a. The Aluminium Association ( AA )

b. Architectural Aluminum Manufacturer Association ( AAMA )

3. Pemasangan dilakukan oleh tenaga ahli yang khusus dalam pekerjaan ini dengan menunjukan surat keterangan referensi pekerjaan-pekerjaan yang pernah dikerjakan kepada pengawas untuk mendapatkan persetujuan

4. Aluminium composite yang digunakan untuk seluruh proyek harus dari satu macam produk saja.

5. Pemasangan harus lengkap dengan peralatan bantu untuk mempermudah serta mempercepat pemasangan denga hasil yang akurat,teliti dan tepat.

6. Rangka-rangka pemegang harus dipersiapkan dengan teliti dan tegak lurus.

7. Setelah pemasangan,dilakukan penutupan celah-celah antara panel dengan bahan caulking dan sealant hingga rapat dan tidak bocor.

8. Kontraktor harus melindungi pekerjaan yang telah selesai dan hal-hal lain yang dapat menimbulkan kerusakan.Bila hal ini terjadim kontraktor harus memperbaiki tanpa biaya tambahan.

9. Hasil pemasangan pekerjaan aluminium panel Composite harus merupakan hasil pekerjaan yang rapi dan tidak bergelombang PASAL 20

PEKERJAAN BAJA

1. Lingkup Pekerjaan

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

31

Pekerjaan ini meliputi seluruh pekerjaan metal/logam seperti tercantum dalam Gambar Kerja antara lain ;

- Pekerjaan Baja WF

- Railling

- dll

2. Persyaratan Umum

a. Semua persyaratan pekerjaan ini harus memenuhi persyaratan Normalisasi di Indonesia dan memenuhi persyaratn dari AISC "Specification for fabrication & erection" 12 januari 1981, untuk pabrikasi dan pemasangannya di lapangan(Erection).

b. Semua pekerjaan baut (bolt) harus memenuhi persyaratan AISC "Specification For Structural Joint Bolt"

c. Semua pekerjaan las harus mengikuti "American Welding Society For Arc Welding in Building Construction Section"

d. Kontraktor bertanggung-jawab terhadap keamanan, kerusakan barang, sampai ke tempat tujuan. egala kehilangan dan atau kerusakan adalah tanggungjawab Kontraktor.

3. Persyaratan Bahan

a. Metal untuk pekerjaan struktural

1) Bahan baja yang digunakan diantaranya : WF “wide flange” harus baru dari jenis yang sama kwalitasnya, dan harus memenuhi persyaratan normalisasi di Indonesia dan Standard ASTM A- 36, dengan tegangan tarik putus minimum 3700kg/cm2.

2) Semua bahan yang digunakan dalam pekerjaan ini harus disetujui oleh konsultan Pengawas. Semua bahan tersebut harus lurus, rata permukaan, tidak cacat, bebas karat, noda-noda lain yang dapat mengurangi mutunya.

4) Batang baja maupun bahan lain yang digunakan harus sesuai penampangnya, bentuk, tebal, ukuran, berat, dan detail-detail lainnya dengan yang tercantum dalam Gambar Kerja.

5)

Kontraktor harus sudah mempersiapkan dan menyediakan segala komponen penyambungan yaitu :

-

Pelat besi, mur/baut, alat dan bahan lain untuk pengikat/,menyambung sesuai dengan Gambar Kerja.

-

Pengadaan tersebut harus sudah dimasukkan dalam anggaran biaya.

6) Semua bahan yang akan dipakai dalam pekerjaan ini terlebih dahulu harus disetujui secara tertulis oleh konsultan Pengawas.

b. Metal untuk pekerjaan Non struktural Persyaratan bahan mengikuti ketentuan pekerjaan baja struktural, bebas dari karatan.

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

32

a.

Kontraktor wajib meneliti kebenaran dan bertanggungjawab terhadap semua ukuran - ukuran yang tercantum dalam Gambar Kerja. Pada prinsipnya ukuran pada Gambar Kerja adalah ukuran jadi/finish

b.

Pekerjaan

bertaraf

kelas

satu.

Semua

pekerjaan

ini

harus

dilaksanakan

dan

diselesaikan bebas dari puntiran dan tekukan.

 

c.

Setiap bagian yang buruk tidak memenuhi persyaratan yang tertulis disini yang diakibatkan oleh kurang teliti dan kelalaian Kontraktor akan ditolak dan harus diganti kewajiban yang sama juga berlaku untuk ketidakcocokan kesalahan maupun kekurangan lain akibat Kontraktor tidak teliti dan cermat dalam koordinasi dengan Gambar pelengkap dari AR, SA, ME dan EL. Pekerjaan perubahan dan pekerjaan tambah dalam hal ini harus dikerjakan atas biaya Kontraktor dan tidak dapat diclaim sebagai biaya tambah.

d.

Pemotongan baja Konstruksi harus dengan mesin pemotong Mekanik Cutting Machine) kecuali ditunjukkan lain dalam Gambar Kerja.

(Mechanical

e.

Semua bagian yang dilubangi sesuai dengan Gambar Kerja dan sudah dibersihkan dari karat harus diperiksa dan berada dalam keadaan tidak cacat sebelum pemasangan.

f.

Kontraktor wajib memuat Shop Drawing sebelum pelaksanaan dilapangan berdasarkan:

- Ukuran-ukuran sesungguhnya di tempat pekerjaan, khususnya yang berhubungan dengan konstruksi yang telah berdiri.

- Bagian-bagian yang tidak terhalang oleh benda/komponen Shop Drawing ini harus berisikan semua data yang diperlukan untuk pedoman pelaksanaan (Fabrikasi dan Erection) dengan melengkapi keterangan produksi bahan, keterangan pemasangan dan lain sebagainya. Shop Drawing ini harus diserahkan ke konsultan Pengawas, dan Konsultan Perencana untuk disetujui dan disahkan

g.

Perubahan bahan/detail karena alasan tertentu harus diajukan ke konsultan Pengawas, dan Konsultan Perencana untuk mendapatkan persetujuan secara tertulis. Semua perubahan yang disetujui dapat dilaksanakan tanpa adanya biaya tambahan yang memepengaruhi kontrak, kecuali untuk perubahan yang mengakibatkan pekerjaan kurang akan diperhitungkan sebagai pekerjaan kurang.

h.

Sebaiknya sebanyak mungkin bahan unuk konstruksi baja difabrikasi di Workshop. Kontraktor bertanggung jawab atas semua kesalahan detail, pabrikasi dan ketepatan penyetelan/pemasangan semua bagian konstruksi baja. Kekurang tepatan pemasangan karena kesalahan pabrikasi harus dibetulkan, diperbaiki dan atau diganti yang baru dan semua ini atas biaya Kontraktor.

5. Persyaratan Pelaksanaan

a. Dudukan Plat Baja Penempatan plat dudukan rangka baja harus rapi, rata waterpass dan semua lubang baut harus terletak tepat pada jarak masing- masing baut maupun tepi kolom kaki pedestal. Pemasangan Pelat baja tidak boleh bergeser lebih dari 2 mm dari as-nya. Angker dan atau elemen-elemen vertikal lainnya harus tegak lurus terhadap permukaan bidang tempatnya tertanam dan atau lantai.

b. Penyambungan dan Pemasangan

1). Pengelasan

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

33

a). Pengelasan harus dilakukan hati-hati dan cermat. Logam yang akan dilas harus bersih dari retak dan cacat lain yang mengurangi kekuatan sambungan dan permukaannya harus halus. Juga permukaan yang di las harus sama, rata dan kelihatan teratur. b).Pekerjaan las sedapat mungkin dikerjakan di bengkel/pabrik, dan atau dalam ruangan yang beratap, bebas angin dan dalam keadaan kering. Benda pekerjaan ditempatkan sedemikian rupa sehingga pekerjaan las dapat dilakukan dengan baik dan teliti. Pekerjaan las harus dilakukan oleh orang yang akhli ( mempunyai sertifikat ) dan harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan dalam spesifikasi dan Gambar Kerja.

c). Las Perapat/Pengendap Dalam setiap posisi dimana dua bagiam (dari satu benda) saling berdekatan, harus digunakan las perapat/pengendap guna mencegah masuknya lengas terlepas apakah diberikan detailnya atau tidak dalam Gambar Kerja apakah barang tersebut terkena cuaca luar atau tidak dan Kontraktor tidak dapat meng claim pekerjaan ini sebagai pekerjaan tambah.

d). Macam dan Tebal Las

* Macam las yang dipakai adalah las lumer(las dengan busur listrik)

* Ukuran las harus sesuai dengan Gambar Kerja dan atau tebal untuk konstruksi minimum 1/2 tV2 dimana adalah tebal bahan terkecil.

* Panjang las minimum 8 x tebal bahan atau 40 mm

* Panjang las maksimum adalah 40 x tebal bahan.

* Kekuatan dari bahan las yang dipakai paling kecil sama dengan kekuatan baja yang dipakai.

e). Perbaikan las

Bila pekerjaan las ternyata memerlukan perbaikan, maka harus dilakukan oleh Kontraktor sebagaimana yang diperintahkan oleh konsultan Pengawas, dan tidak dapat di claim sebagai pekerjaan tambah. Las yang menunjukan cacat harus dipotong dan dilas kembali atas biaya Kontraktor.

2). Mur Baut

a). Baut yang digunakan harus mempunyai ukuran yang sesuai dengan yang tercantum dalam Gambar Kerja

mempunyai

b). Pemasangan Mur dan Baut harus benar - benar kokoh serta kekokohan yang merata antara satu dengan yang lainnya.

3). Pengujian sambungan Baut dan Las a). Untuk sambungan baut dan las dilakukan pemeriksaan visual. b). konsultan Supervisi, berhak mengadakan test terhadap hasil pengelasan di balai penelitian bahan menurut standard yang berlaku di Indonesia.

c. Memotong dan finish pinggiran bekas irisan, Gilingan, Maratakan dan lain-lain.

1). Bagian bekas irisan harus benar-benar datar, lurus dan bersih sama sekali tidak diperbolehkan ada bekas jalur dan lain-lain. 2). Bila bekas pemotongan/pembakaran dengan mesin menghasilkan pinggiran bekas irisan, maka bagian tersebut harus dibuang sekurang-kurangnya selebar 2,5 mm. Terkecuali kalau keadaan sebelum dibuang setebal 2,5 mm sudah tidak tampak lagi jalur-jalur tersebut diatas.

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

34

1). Pada keadaan akhir diameter lubang untuk baut dan sebuah baut hitam yang tepat, boleh berbeda masing-masing 1 mm dari diameter batang baut tersebut. 2). Semua lubang harus di bor. 3). Untuk lubang pada bagian konstruksi yang disambung dan yang harus dijadikan satu dengan alat/komponen penyambaung, di bor sekaligus sampai diameter sepenuhnya. Apabila ternyata tidak sesuai, lubang diubah dengan di bor atau diluaskan atau penyimpangannya tidak boleh melebihi 0,5 mm 4). Semua lubang harus bulat sempurna berdiri siku pada bidang dan konstruksi yang akan disambung dan harus dibersihkan.

e. Pemasangan (Erection)

1). Pada waktu akan pemasangan (Erection) rangka dan balok kuda-kuda, semua angker dan plat dudukan harus sudah terpasang tepat dan tegak lurus pada tempatnya seperti yang tercantum dalam Gambar Kerja. Kontraktor harus meminta persetujuan konsultan Manajemen Konstruksi (MK) untuk ketepatan semua angker dan pelat dudukan. 2). Untuk konstruksi kap/rangka kuda-kuda sebelumnya harus diberikan lawan lendut (Kontra Seeg) sebesar 1/600 kali panjang bentangan. 3). Bagian-bagian profil baja harus diangkat sedemikian rupa sehingga tidak terjadi puntiran-puntiran. Bila perlu digunakan ikatan-ikatan sementara untuk mencegah timbulnya tegangan yang melewati tegangan yang diijinkan, dan ikatan tersebut dibiarkan terpasang sampai pemasangan seluruh konstruksi selesai. 4). Pengelasan diatas harus dilaksanakan pada saat konstruksi telah dalam keadaan diam.

f. Pengetesan

1).

Setelah selesai pemasangan angkur baud dengan semical hilti harus dites dengan tes tarik (pull joint test) mencapai kekuatan tarik sebesar 878 kg

2).

Untuk Test Las Baja harus di uji di laboratorium.

6. PEKERJAAN RANGKA ATAP DAN PENUTUP ATAP

1. Lingkup Pekerjaan.

1). Rangka Atap dilaksanakan dengan pemasangan baja ringan 2). Pemasangan kaso-kaso dipakai baja ringan yang terpasang dengan jarak sesuai gambar. 3). Pemasangan Reng dipakai baja ringan dengan jarak sesuai kebutuhan/ sesuaikan dengan pemakaian penutup atap genteng. 4). Penutup atap digunakan genteng Keramik Berglazur

2. Persyaratan Umum.

Semua pekerjaan rangka atap, konstruksi kuda-kuda baja, pada atap harus memenuhi persyaratan bahan dari Standar Industri Indonesia (SII).

3. Persyaratan Pelaksanaan

Pekerjaan Atap dan Bubungan

1). Persiapan

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

35

a). Kuda-kuda baja, gording, sudah terpasang kokoh pada tempatnya sesuai gambar kerja dan telah disetujui oleh Pengawas Lapangan.

b). Pemasangan gording dimulai dari bawah ke atas, Jarak antara gording sesuai ukuran atap sedemikian rupa sehingga pada waktu pemasangan ujung penutup atap mempunyai overlap antar penutup atap yang cukup.

c). Sebelum pemasangan atap

01. Listplank harus sudah terpasang dan terkunci ditempatnya sesuai gambar.

02. Semua pekerjaan tersebut di atas telah disetujui Pengawas lapangan.

2). Pemasangan atap dimulai dari bawah, kearah atas dan kesamping searah penampang tepi. Pemasangan atap pada gording harus benar-benar rapi dan tertutup rapat, saling mengunci, lurus baik kearah vertikal maupun horozontal.

3). Untuk pemakaian nok, menggunakan nok dari produk yang sama sesuai dengan spesifikasi pabrik.

3). Pemasangan genting harus benar-benar saling menutup, bila tidak, berarti bentuk / ukuran tidak sama atau rangka tidak rata. Hal ini harus segera diperbaiki / diganti supaya sempurna.

4).

Genteng Keramik berglazur yang melengkung/penyok, tidak cocok bentuknya cacat atau retak tidak boleh dipakai dan harus segera dipisahkan dan disingkirkan.

5). Untuk seluruh pekerjaan atap harus digunakan genteng yang sama, dikeluarkan satu produk untuk satu type. Guna memilih kualitas, Pemborong memberikan contoh-contoh genting untuk dimintakan persetujuannya dari Direksi. 6). Pemasangan genting harus benar-benar saling menutup, bila tidak, berarti bentuk / ukuran tidak sama atau rangka tidak rata. Hal ini harus segera diperbaiki / diganti supaya sempurna. 7). Sambungan Genteng sesuai aturan produsen dengan over lap yang dipersyaratkan, dipasang dengan secara rapi dengan paku yang sesuai.

PASAL 21

PEKERJAAN LANGIT-LANGIT

1. Lingkup Pekerjaan.

a) Langit-langit bangunan yang dipasang adalah Gypsum 9 mm sekualitas Jayaboard dengan rangka besi hollo Galvanis lkp accessories.

b) Plafond Daerah basah dipakai Calcyboard tebal 4 mm rangka besi hollo Galvanis lkp accesories.

2. Persyaratan Pelaksanaan

a) Diminta perhatian Pelaksana dalam meneliti gambar-gambar detail rencana langit- langit, dimana list harus dipasang, sesuai dengan syarat-syarat konstruksi, penyelesaian pada sudut-sudut atau bidang pertemuan antara langit-langit dengan dinding, kosen, kolom, listplank, atap dan sebagainya.

b) Kesalahan memasang sehingga merusak keindahan yang diinginkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemborong. Apabila pekerjaan itu mesti diulangi harus atas perintah Direksi.

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

36

ketelitian / keahlian menurut garis-garis seperti dicantumkan dalam gambar rencana. Penyelesaian harus memberikan tampak rapi, rata dengan alur yang lurus dan sama besarnya.

d)

List plafond dipasang memakai list gypsum t = 7 cm yang dipasang dengan rapi dan kemudian dicat dengan cat tembok warna langit-langit supaya kelihatan rapi.

e)

Semua resiko pembongkaran atas perintah Direksi, akibat ketidak mampuan dan ketidak telitian Pelaksana dalam menjalankan tugasnya adalah tanggung jawab Pemborong.

f)

Penyelesaian pengecatan dan warna akan ditentukan kemudian.

g)

Ketinggian langit-langit dan penempatannya, harus mengikuti gambar kerja, dan sebelum permukaan bawah rangka langit-langit rata (water pass) dan lurus, maka pemasangan penutup langit-langit tidak boleh dipasang terlebih dahulu, dan baru boleh dipasang setelah mendapat persetujuan dari pihak pengawas dan monitoring proyek (direksi).

h)

Hasil pekerjaan yang tidak rata / bergelombang / retak-retak, harus dibongkar dan diperbaiki kembali atas biaya pemborong.

PASAL 22

PEKERJAAN LANTAI KERAMIK

22.1

Lingkup Pekerjaan Untuk lantai bangunan digunakan Granite tile 60/60 cm sekualitas Granito, Lantai Keramik menggunakan keramik 40/40 cm sekualitas Roman, Batu Andesit bakar 60/60 cm ramp, Floor Hardener, Batu ANdesit bakar 50/50 cm rabat, Plint Lantai Granit 10/60 cm sek. Granito, untuk tangga granite tile 30/30 cm sekulaitas Granito, stair nozing 5/30 cm, Plint Anak Tangga 8/30 cm, dan lain lain sesuai dengan gambar kerja.

25.2

Adukan Adukan untuk pemasangan lantai keramik adalah :

- 1 PC : 3 PS untuk pemasangan lantai daerah basah (KM/WC).

- 1 PC : 5 PS untuk pemasangan seluruh lantai selain ketentuan di atas.

25.3

Pelaksanaan Pekerjaan

a. Urugan Tanah peninggian lantai 50 cm dengan tanah mendatangkan dan harus dipadatkan.

b. Urugan pasir bawah lantai setebal 5 cm dan dipadatkan

c. Seluruh rongga pada bagian belakang granite / keramik harus berisi dengan adukan pada waktu pemasangan. Bila ada pemotongan tidak boleh kurang dari setengah ukuran granite/keramik.

d. Pada sisi yang berbatasan dengan saluran di buat pasangan pembatas terbuat dari pasangan bata daerah dengan adukan 1 PC : 5 PS, diplester pada bagian yang terlihat, kemudian diaci.

e. Pekerjaan lantai yang tidak lurus/waterpass, siar yang tidak lurus/berombak, retak dan cacat lainnya, harus dibongkar dan diperbaiki atas biaya pemborong.

f. Pola pemasangan dan awal pemasangan harus sesuai dengan Gambar Kerja atau dimintakan kepada konsultan perencana, dengan mengikuti pola corak masing- masing granite/keramik yang dipakai awal pemasangan dan pemotongan harus disetujui oleh Pengawas Lapangan

g. Bila ditemui kerusakan, permukaan lantai bergelombang, Kontraktor harus membongkar dan memperbaikinya hingga sesuai dengan yang disyaratkan.

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

37

h. Keramik dan granite yang akan ditempel harus sudah diseleksi dengan baik sehingga bentuk dan warna masing-masing keramik sama tidak ada bagian yang retak, pecah-pecah, sudut atau tepi atau cacat lainnya serta telah disetujui secara tertulis dari Konsultan Pengawas.

i. Aduk yang dipakai adalah campuran 1Pc:2Ps tebal 10-15 mm untuk daerah kedap air, dan 1Pc:3Ps daerah kering.

j. Seluruh rongga pada bagian belakang keramik / granite harus berisi dengan adukan pada waktu pemasangan

k. Awal pemasangan dan pola pemasangan harus sesuai dengan Gambar Kerja atau atau petunjuk Pengawas Lapangan.

l. Pada prinsipnya pemotongan keramik harus dihindarkan, kecuali ditentukan dengan pola Gambar, jika perlu diadakan pemotongan hatus dikerjakan dengan hati- hati, rapi, lurus atau bersudut sesuai dengan kebutuhan, kemudian bidang potong harus diperhaluss dengan gerinda atau kikir.

m. Persiapan sebelum pemasangan Semua pemipaan maupun sparing-sparing SA&EL telah telahterpasang pada jalur dan tempatnya sesuai dengan Gambar dan telah disetujui oleh Konsultan Pengawas.

n. Setelah bidang keramik atau granite terpasang permukaannya harus dibersihkan dengan lap/kain basah sehingga bersih dari noda-noda semen. Bidang keramik / granite ini harus dijaga tetap basah untuk menghindarkan pengeringan terlalu cepat dengan pembasahan minimal 3(tiga) hari pertama setelah keramik terpasang.

o. Bila ditemui retak, kerusakan bergelombang, garis-garis tepi dan siar tidak rata dan lurus, maka Kontraktor harus membongkar dan memperbaiki hingga sesuai dengan yang disyaratkan. Biaya untuk hal ini adalah tanggung jawab Kontraktor, tidak dapat diajukan sebagai biaya pekerjaan tambah.

p. Keramik / Granite yang telah terpasang harus dilindungi dari benturan dan atau gesekan.

q. Pekerjaan Lantai Dasar Beton Bertulang Persyaratan dan Penjelasan teknis untuk Pekerjaan ini telah diuraikan pada pasal beton

r. Lantai Batu Sikat dan Andesit

Secara bentuk ada dua jenis batu yang sering digunakan untuk melapisi lantai, batu kerikil dan sering diaplikasikan dengan sistem koral sikat dan batu yang dibelah dan difinishing sedemikian rupa hingga berbentuk ubin dan sering disebut dengan batu andesit.

Koral Sikat

Kerikil bulat kecil kecil dan tidak tajam merupakan bahan atau material pokok pada pengerjaan koral sikat. Sesuai dengan namanya pengerjaan koral sikat dikerjakan dengan cara kerikil kerikil tersebut ditebar sesuai dengan motif warna yang diinginkan pada lantai yang sedang discreed, setelah ditebar lalu kerikil tersebut diratakan dengan cara menaruh papan diatas kerikil kerikil tersebut sehingga kerikil tersebut hampir semua bagian terpendam pada adukan screed. Setelah screed lantai setengah kering barulah disikat agar bagian atas kerikil kerikil tersebut terbebas dari adukan semen. Cara tersebut jika ingin langsung mengaplikasikan batu koral sikat pada lahan yang akan difinish dengan koral sikat.

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

38

1. Persiapkan bidang kerja. Pemasangan batu koral harus sudah diatur ketinggiannya. dan memberikan pembatas pada bagian yang menurun untuk menahan adukan semen. Pembatas ini bisa dibuat dengan menggunakan batang kayu atau bahan lainnya.

2. Beri adukan semen pada bagian yang akan dipasang batu koral dan ratakan adukan tersebut

3. Letakkan batu koral diposisinya, berdasarkan pola. mengunakan 2 warna baru

koral yang berbeda agar lebih menarik dan disusun menggunakan pola 4. Setelah semua batu tersusun, ratakan dengan cara ditekan/diketuk dengan

kayu atau papan agar posisi batu masuk ke dalam adukan semen secara merata.

5. Setelah ditekan, beri kembali adukan semen untuk menutupi rongga antar batu koral

6. Singkirkan kelebihan adukan semen dengan papan kayu supaya batu

koralnya kelihatan.

7. Supaya adukan semen basah cepat kering, taburkan semen kering di atasnya dan ratakan. Semen kering juga berguna untuk mengikat agar batu koral tidak mudah lepas di kemudian hari.

8. Bersihkan permukaan batu koral dengan menggunakan kain lap agar sisa-sisa kelebihan semen terangkat dan batunya terlihat kembali

Batu Andesit

Sementara batu andesit sudah berbentuk ubin ubin dan cara pengerjaanya hampir mirip dengan pemasangan keramik.

PASAL 23

PEKERJAAN KUSEN, PINTU, JENDELA ALUMUNIUM

23.1. KETERANGAN Pekerjaan ini mencakup seluruh pekerjaan pembuatan dan pemasangan kusen, daun pintu dan jendela dengan bahan-bahan dari Aluminium, termasuk menyediakan bahan, tenaga dan peralatan untuk pekerjaan ini, meliputi seluruh pekerjaan kusen, pintu dan jendela.

23.2. BAHAN Bahan yang dipakai untuk kosen dan daun jendela secara umum adalah menggunakan alumunium 4 inch, produk dalam negeri sekualitas YKK YBIC lengkap accesoriesnya.

a. Karet sealer harus sesuai ukuran dan bentuknya dengan pintu, jendela dan kaca dengan menggunakan karet sealer atau sealant yang berkualitas baik

b. Seluruh kelengkapan perapat/penutup celah/penahan benturan harus terpasang sesuai rekomendasi produsen alumunium

Bahan untuk kusen Aluminium dan teknis pemasangan harus sesuai persyaratan yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat.

Rangka Aluminium dari Type yang di tunjukkan dalam gambar-gambar adalah merupakan ide dasar Perencana, yang selanjutnya harus dilengkapi dengan gambar kerja oleh Kontraktor sesuai dengan petunjuk oleh pabrik penghasil dari jenis yang akan dipergunakan.

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

39

a. Semua pekerjaan pembuatan dan pemasangan kusen, pintu dan jendela Aluminium harus dilakukan oleh pabrik penghasil dari bahan yang dipergunakan dengan memperoleh persetujuan pengawas lapangan.

b. Semua bahan kusen, daun pintu dan jendela aluminium, boleh dibawa kelapangan/ halaman pekerjaan jikalau pekerjaan konstruksi benar-benar mencapai tahap pemasangan kusen, pintu dan jendela.

c. Pemasangan sambungan harus tepat tanpa celah sedikitpun.

d. Semua detail pertemuan daun pintu dan jendela harus runcing (adu manis) halus dan rata, serta bersih dari goresan-goresan serta cacat-cacat yang mempengaruhi permukaan.

e. Detail Pertemuan Kusen Pintu dan Jendela harus lurus dan rata serta bersih dari goresan-goresan serta cacat yang mempengaruhi permukaan.

f. Pemasangan harus sesuai dengan gambar rancangan pelaksanaan dan brosur serta persyaratan teknis yang benar.

g. Setiap sambungan atau pertemuan dengan dinding atau benda yang berlainan sifatnya harus diberi “sealent”.

h. Penyekrupan harus tidak terlihat dari luar dengan skrup kepala tanam galvanized sedemikian rupa sehingga hair line dari tiap sambungan harus kedap air.

i. Semua alumunium yang akan dikerjakan maupun selama pengerjaan harus tetap dilindungi dengan “Lacquer Film”.

j. Ketika pelaksanaan pekerjaan plesteran, pengecatan dinding dan bila kosen; alumunium telah terpasang maka kosen tersebut harus tetap terlindungi oleh Lacquer Film atau plastic tape agar kosen tetap terjamin kebersihannya.

k. Sebelum memulai pelaksanaan, Kontraktor diwajibkan meneliti gambar dan kondisi lapangan serta membuat gambar Shop Drawing.

l. Tipe Pintu/Jendela dan dinding partisi yang terpasang harus sesuai Daftar tipe yang tertera dalam Gambar dengan memperhatikan ukuran-ukuran, Bentuk Profil, Material, Detail Arah Bukaan dan lain-lain, dengan petunjuk sbb :

GAMBAR

URAIAN

* Denah

Lokasi, jenis bukaan, Engsel-Engsel

* Daftar Jenis Pintu/

Merk, kualitas, bentuk, ukuran, jendela material finish, tipe, anti corrosive treatment, glass hardware dan lain-lain.

* Shop Drawing Detail

Tipe/jenis ukuran,lokasi dan jendela,

kedudukan pintu dan

m. Setiap bagian dari pekerjaan ini yang buruk, tidak memenuhi persyaratan seperti yang tertulis dalam Buku ini maupun tidak sesuai dengan Gambar Kerja, ketidak cocokan, kesalahan maupun kekurangan lain akibat kelalaian dan ketidak telitian Kontraktor dalam Gambar Pelelangan; dan atau perbaikan finish yang tidak memuaskan akan ditolak dan harus diganti hingga disetujui Pengawas Lapangan Perbaikan, Perubahan dan Penggantian harus dilaksanakan atas biaya Kontraktor dan tidak dapat di claim sebagai pekerjaan tambah, maupun penambahan waktu.

n. Perubahan bahan/material karena alasan tertentu harus diajukan kepada Konsultan Pengawas untuk mendapatkan persetujuan secara tertulis.Semua perubahan yang disetujui dapat dilaksanakan tanpa adanya biaya tambahan yang mempengaruhi kontrak, kecuali untuk perubahan yang mengakibatkan pekerjaan kurang akan diperhitungkan sebagai Pekerjaan Kurang.

o. Semua pekerjaan yang telah dikerjakan dan atau telah terpasang harus segera dilindungi terhadap pengaruh cuaca dengan cara yang memenuhi syarat.

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

40

23.4 Pengukuran Hasil Kerja. Pengukuran hasil kerja dapat dilakukan dengan unit untuk pekerjaan kusen pintu, jendela, daun pintu, daun jendela, yang telah selesai dikerjakan dengan dimensi, kedudukan, bentuk, yang sesuai dengan Gambar Rencana dan Spesifikasi ini, serta dapat diterima oleh Pengawas, hasil ini dapat dinilai sebagai kemajuan pekerjaan. Kontraktor wajib menyelesaikan seluruh pekerjaan sesuai dengan Dokumen Kontrak, biarpun terjadi kesalahan dalam menghitung volume, dan hal ini Kontraktor tidak dibenarkan mengajukan Claim.

23.5 Sedangkan untuk Pekerjaan Kayu :

Kayu Kayu yang dipakai harus yang sudah dikeringkan, melalui proses pengawetan dan pengeringan baik secara alami maupun mesin hingga mencapai kelembaban antara 10%-12% (WMC), dan bebas dari cacat. Demikian pula plywood yang akan digunakan harus berkualitas baik (tidak cacat). Yang dimaksud dengan plywood adalah kayu lapis bukan woodblock, kontraktor harus dapat menunjukkan contoh kepada pengawas maupun pemberi tugas sebelum melaksanakan tugas.

A n g k e r. Angker yang digunakan baik untuk neut dan untuk angker tembok agar digunakan baja tulangan dengan diameter 12 mm dan panjang bersih 20 cm, dan untuk ujungnya agar dibengkokan dengan panjang kurang lebih 7,5 cm.

Adapun jumlah, dan kedudukan dari angker pada setiap kusen agar disesuaikan dilapangan menurut petunjuk dari Pengawas.

Kontraktor harus membuat Shop Drawing sebelum memulai pelaksanaan pekerjaan tersebut yang menyatakan kedudukan, elevasi, dimensi, Kayu yang dipakai, detail sambungan dan lainnya untuk mendapatkan persetujuan dari pengawas berdasarkan Gambar Rencana.

a. Pembuatan.

Kontraktor harus melaksanakan/mengerjakan semua pekerjaan-pekerjaan seperti

- Mengetam/menyerut.

- Memahat.

- Membuat lidah-lidah (pen dan lobang).

- Membuat lobang-lobang pasak.

- Memotong dan menghaluskan bahan

- Membuat sponing dan pekerjaan lainnya seperti Gambar Rencana.

Seluruh permukaan kayu yang terlihat harus diketam/diserut sehingga rata, halus dan lurus.

Penyambungan bagian kayu yang kelihatan harus dikerjakan sedemikian rupa sehingga menghasilkan pertemuan antara kayu yang rata, halus dan siku. Bagian-bagian kayu yang menempel pada dinding/tembok agar terlebih dahulu diberi cat meni setelah selesai distel/dikerjakan.

b. Pintu-Pintu.

Pintu-pintu tersebut harus dibuat dengan ukuran dan detail-detail yang ditentukan dalam Gambar Rencana.

c. Penyempurnaan.

Pintu-pintu harus betul-betul persegi dan datar.

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

41

Permukaan-permukaan yang kelihatan harus lurus, tidak ada bekas-bekas mesin dan siap untuk di cat atau penyelesaian lainnya.

Detail sambungan yang digunakan dalam pekerjaan dinding rangka ini dikerjakan sesuai dengan ketentuan, sehingga didapat pertemuan-pertemuan antara rangka vertical dan horizontal yang saling tegak lurus, rata, rapih sehingga setelah dipasang panel hasilnya akan kelihatan rapih dan rata. Setelah rangka terpasang semua, Penyedia Jasa Konstruksi/pengawas agar mengecek kembali sehubungan dengan kebenaran dari cara-cara sambungan, ketegaklurusan, kerataan dan kekokohan dari rangka tersebut. Yang selanjutnya untuk mendapat izin pemasangan panel tersebut

PASAL 24

PEKERJAAN KACA

24.1. KETERANGAN Pekerjaan kaca meliputi pengisian bidang-bidang kusen (kaca mati), daun pintu dan jendela, jendela bovenlicht. Contoh kaca yang akan dipakai harus diperlihatkan kepada Pengawas paling lambat 2 (dua) minggu sebelum dipasang.

24.2. BAHAN

a. Kaca Bening Kaca polos (clear float glass) yang dipakai adalah buatan dalam negeri dengan ketebalan 6 mm. Bahan kaca harus utuh dan jernih, tidak boleh bergelombang, berbintik-bintik atau cacat lainnya. sekualitas ASAHI

b. Kaca 6 mm sekualitas ASAHI di Sanblast

c. Kaca Temepered 12 mm

d. Kaca Cermin di bevel

24.3. PERSYARATAN TEKNIS

a.

Syarat Mutu 1). Dimensi Toleransi Tebal kaca lembaran tidak boleh melebihi toleransi tebal 0,3 mm. Toleransi Lebar dan panjang Kaca adalah 1,5 mm sampai 2 mm.

2). Kaca lembaran harus mempunyai sudut siku, tepi potongan rata dan lurus, bebas dari cacat dan noda.

24.4

PERSYARATAN PELAKSANAAN

a.

Pemotongan harus rapih dan lurus dan harus menggunakan alat Pemotong Kaca khusus. Sisi kaca yang tampak maupun yang tidak tampak akibat pemotongan harus digurinda dan dihaluskan.

b.

Kaca yang telah terpasang harus dilindungi dari kerusakan dan benturan dan diberi tanda agar mudah diketahui

c.

Pekerjaan Kaca

1). Kaca harus dipotong menurut ukuran kaca dengan kelonggaran

cukup, sehingga

pada waktu kaca mengembang tidak pecah. 2). Sepanjang alur kaca "sponing" dan list kayu harus dibersihkan, diplamur dan dicat sebelum kaca dipasang.

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

42

3). Tepi kaca pada sambungan dan antara kaca dengan kayu, harus diberi "Sealant" tipe "Silicone Glass Sealant". Tidak diperkenankan "Sealant" mengenai kaca terpasang lebih dari 0,5 cm dari batas garis sambungan dengan kaca. 4) Sebagian kaca terpasang menggunakan stiker Sanblast

d. Pekerjaan Cermin

1). Cermin dalam pekerjaan harus dipasang pada rangka kayu dibuat khusus seuai ukuran, walaupun rangka kayu tersebut tidak disajikan dalam gambar kerja. 2). Pemasangan cermin diatas rangka kayu dengan memakai sekerup. Jarak pemasangan sekrup maksimal 60 cm, kepala sekrup yang timbul di permukaan kaca ditutup oleh penutup yang di verchroom.

e. Kwalitas Pekerjaan.

1). Tidak boleh terjadi retak tepi pada semua kaca akibat pemasangan list, maupun sekrup. 2). Kaca dan cermin harus telah terkunci dengan baik, sempurna dan tidak bergeser dari Sponing. 3). Semua kaca dan cermin pada saat terpasang tidak boleh bergelombang. Apabila masih terlihat adalah gelombang, maka kaca dan cermin tersebut harus dibongkar dan diperbaiki/diganti. Biaya untuk hal ini adalah tanggung jawab Kontraktor, tidak dapat di "claim" sebagai pekerjaan tambah.

f. Kaca yang telah terpasang harus dilindungi dari kerusakan dan benturan dan harus diberi tanda agar mudah diketahui.

PASAL 25

PEKERJAAN ALAT PENGGANTUNG DAN PENGUNCI

1. Lingkup Pekerjaan.

Pekerjaan ini meliputi : pengadaan dan pemasangan semua bahan perlengkapan pintu dan jendela seperti : Kunci, Engsel, Sloot dan hardware lainnya yang dipergunakan di dalam pekerjaan ini :

- Pekerjaan perlengkapan pintu dan jendela.

- Pekerjaan perlengkapan pintu rangka alumunium

- Pekerjaan perlengkapan pintu rangka kayu dan besi

- Dan lain-lain seperti yang tercantum dalam Gambar Kerja

2. Persyaratan Bahan.

a. Semua hardware yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Buku Spesifikasi ini.

b. Kontraktor wajib mengajukan contoh bahan untuk mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas.

c. Pemilihan hardware pintu dan jendela disesuaikan dengan jenis bahan pintu.

d. Bahan

1. Lock Case + Cylinder sekualitas Dekson

2. Full Handle sekualitas Dekson

3. Flush Bolt sekualitas Dekson

4. Engsel Pintu 4” sekualitas Dekson

6. Floor Hinge sekualitas Dekson

7. Path Lock sekualitas Dekson

8. Door Closer sekualitas Dekson

9. Engsel Casement sekualitas Dekson

10. Rambuncis sekualitas Dekson

11. Dan lain-lain sesuai gambar kerja

3. Persyaratan Teknis

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

43

Seluruh perangkat perlengkapan : pintu dan jendela ini harus bekerja dengan baik sebelum dan sesudah pemasangan. untuk itu, harus dilakukan pengujian secara kasar dan halus.

4. Persyaratan Pelaksanaan

Pasangan alat penggantung harus rapih benar, sehingga pintu / jendela dapat ditutup / dibuka dengan mudah. Pintu harus dalam posisi tegak / tidak miring.

Pemborong wajib mengajukan contoh-contoh alat penggantung dan pengunci untuk mendapat persetujuan Direksi.

Sebelum menyerahkan pekerjaan, semua hardware diberi minyak hingga dapat bekerja dengan baik, lancar serta memuaskan.

1.1

Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja pemasangan/ penyetelan, bahan- bahan, perlengkapan daun pintu/daun jendela dan alat - alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan hingga tercapainya hasil pekerjaan yang baik dan sempurna.

1.2

Pemasangan alat penggantung dan pengunci dilakukan meliputi seluruh pemasangan pada daun pintu seperti yang ditunjuk /disyaratkan dalam detail gambar.

1.3

Semua kunci-kunci tanam terpasang dengan kuat pada rangka daun pintu. Dipasang setinggi 1050 cm dari lantai, atau sesuai petunjuk Perencana dan Pengawas.

1.4

Pekerjaan Engsel Untuk pintu -pintu panel pada umumnya menggunakan engsel pintu, dipasang sekurang - kurangnya tiga buah untuk setiap daun dengan menggunakan sekrup kembang dengan warna yang sama dengan warna engsel, jumlah engsel yang dipasang harus diperhitungkan menurut beban berat daun pintu, tiap engsel memikul maksimal 20 kg

1.5

Pekerjaan Door Closer:

Untuk daun pintu panil dan daun pintu double teakwood yang menggunakan door closer, warna akan ditentukan oleh Perencana. Door Closer harus terpasang dengan baik dan merekat dengan kuat pada batang kosen dan daun pintu, dan disetel sedemikian rupa sehingga pintu selalu menutup rapat ke kosen pintu.

1.6

Engsel atas dipasang + 28 cm (as) dari permukaan atas pintu. Engsel bawah dipasang + 32 cm (as) dari permukaan bawah pintu. Engsel tengah dipasang di tengah - tengah antara kedua engsel tersebut.

Pintu/ Jendela dipasang sedemikian rupa sehingga pada akhirnya daun pintu/ jendela mempunyai celah yang sama/ merata dengan kusen sisi atas, samping, bawah jendela adalah minimal 2 mm maksimal 3 mm dan untuk bawah pintu pempunyai celah minimal 4 mm dan maksimal 6 mm.

1.7

Penarik pintu (door pull) dipasang 1050 mm (as) dari permukaan lantai.

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

44

Apabila hal tersebut tidak tercapai, kontraktor wajib memperbaiki tanpa tambahan biaya.

1.9 Seluruh perangkat kunci harus bekerja dengan baik, untuk itu harus dilakukan pengujian secara kasar dan halus.

1.10 Tanda pengenal anak kunci harus dipasang sesuai dengan pintunya

PASAL 26

PEKERJAAN LABURAN DAN PENGECATAN

1. Lingkup Pekerjaan

a. Pekerjaan ini meliputi :

1). Pekerjaan Pengecatan besi semua pekerjaan besi yang di ekspose. 2). Pekerjaan pengecatan dinding, beton dan plafond. 3). Pekerjaan pengecatan, Polituran, Melamic kayu, 4). Pekerjaan pengecatan lain seperti tercantum dalam Gambar

b. Pekerjaan Pengecatan Metal

Semua metal seperti tersebut di atas seperti tercantum dalam Gambar Kerja dengan ketentuan sebagai berikut :

1). Semua bagian/permukaan yang tampak/"esposed" di cat sampai dengan cat :”finish". 2). Semua bagian / permukaan yang tidak ditampakkan/ "un exposed" menempel ke bahan /material lain, tertutup oleh bahan/material lain di cat hanya sampai dengan cat anti karat atau cat dasar/primer.

c. Pekerjaan Pengecatan dinding/permukaan pasangan batu bata, beton dan plafond.

Semua dinding/permukaan pasangan batu beton & plafond yang seperti tercantum dalam Gambar Kerja.

d. Pekerjaan Pengecatan Kayu

tampak/"exposed"

Semua kayu yang terpasang baik yang termasuk pekerjaan kayu halus maupun kayu kasar seperti tercantum dalam Gambar Kerja dengan ketentuan sebagai berikut :

1). Semua bagian/permukaan yang tampak/"esposed" di cat sampai dengan cat "finish" yang diperinci lebih lanjut sebagai berikut :

* Cat "finish" warna

* Cat "finish" jenis "clear" untuk permukaan yang ditonjolkan serat kayunya

untuk permukaan yang tidak ditonjolkan serat kayunya.

sesuai dengan ketentuan di

Gambar Kerja.

2). Semua permukaan yang tidak ditampakkan /"Unexposed" dicat hanya sampai dengan cat dasar. 3). Khusus untuk konstruksi dan rangka atap yang tidak ditampakkan dilakukan dengan residu ketentuan ini tidak berlaku.

e. Pekerjaan Pengecatan Pipa PVC Semua pipa talang dari bahan/material PVC yang dalam Gambar Kerja ditampakkan.

2. Persyaratan Umum

a. Seluruh pekerjaan ini harus memenuhi persyaratan dalam Standard dan normalisasi di Indonesia dan atau sesuai dengan Spesifikasi pabrik pembuat.

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

45

b. Pabrik dan Kontraktor harus memberi jaminan minimal selama lima (5) tahun terhitung dari waktu penyerahan atas semua pekerjaan ini terhadap kemungkinan cacat, warna yang berubah dan kerusakan cat lainnya.

3. Persyaratan Bahan

a. Bahan dari kualitas utama, tahan terhadap udara dan garam. Produk Cat :

- Pengecatan Dinding dan Beton menggunakan cat sek. ICI (Interior) Dulux

- Pengecatan Dinding & Beton menggunakan cat sek. ICI (Exterior) Weathershield

- Pengecatan Plafond menggunakan cat sekualitas Catylac

- Finishing Melamik Daun Pintu Sekualitas Danapaint

- Cat Minyak Lisplank menggunakan cat sekualitas Seiv

- Pengecatan Besi menggunakan cat sekualitas Duco

b. Bahan didatangkan langsung dari pabrik. Tiba di Tapak/Site konstruksi harus masih tersegel baik dalam kemasannya dan tidak cacat,serta disetujui Pengawas Lapangan.

4. Persyaratan Teknis

a. Peralatan seperti: Kuas, Roller, Sikat kawat,Kape, dan sebagainya; harus tersedia dari kualitas baik dan jumlahnya cukup untuk pekerjaan ini.

b. Semua cat dasar harusdisapukandengankuas. Pelaksanaan pekerjaan pengecatan cat dasar untuk komponen bahan metal,harus dilakukan sebelum komponen tersebut terpasang.

5. Persyaratan Pelaksanaan

a.

Hasil pekerjaan yang tidak disetujui Konsultan Pengawas harus diulang dan diganti. Kontraktor harus melakukan pengecatan kembali bila ada cat dasar atau cat finish yang kurang menutupi atau lepas, sebagaimana ditunjukkan oleh Konsultan Pengawas. Biaya untuk hal ini ditanggung Kontraktor, tidak dapat di "claim" sebagai pekerjaan tambah.

b.

Pekerjaan Pengecatan Dinding, Plafond dan beton 1). Sebelum pelaksanaan pengecatan seluruh permukaan harus dibersihkan dari debu, lemak, kotoran atau noda lain, bekas cat yang terkelupas dan dalam kondisi kering. 2). Untuk meratakan permukaan dinding atau beton digunakan plamur tembok sampai rata, kemudian dihaluskan dengan hampelas dan dibersihkan dari debu. Dan Khusus untuk pengecatan dinding bagian luar untuk meratakannya tanpa menggunakan plamur , cukup dengan menghaluskan dengan amplas saja. 3). Pengecatan dilakukan berulang-ulang sampai 3 (tiga) lapisan. Pengecatan lapisan pertama dan lapisan berikutnya harus diberi jarak waktu selama 24 jam agar cat cukup kering dan meresap pada bidang pengecatan. 4). Untuk pengecatan langit-langit karena sulit dijangkau dengan kuas dapat

5).

menggunakan roller. Hasil pengecatan yang belang dan tidak rata harus diperbaiki dan diulang kembali.

c.

Pekerjaan Pengecatan Kayu

1). Sebelum pelaksanaan rayap.

pengecatan seluruh kayu harus sudah diberi lapisan anti

2). Pekerjaan persiapan sebelum pengecatan

- Kayu harus dalam keadaan kering,

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

46

- Beri wood filler untuk menutupi pori-pori dan celah kayu. Setelah 1/2 jam gosok dengan hampelas halus. Wood filler / dempul kayu harus dilakukan secara merata sehingga menutupi pori-pori kayu sehingga permukaan kayu hasil hampelas benar-benar halus.

3). Pelaksanaan pengecatan. - Setelah bidang permukaan kayu halus dan rata (lapisan pertama), maka penge- catan dapat dilaksanakan dengan kuas dengan ketebalan lapisan 30 mikron atau daya sebar 15 - 17 m2 per liter. - Pengecatan lapisan terakhir / finish dapat dilakukan setelah lapisan kedua kering betul yaitu + 24 Jam. - Hasil pengecatan harus selalu dijaga dan dilindungi dari kotoran dan goresan benda tajam agar tetap bersih dan rapih.

d. Pekerjaan Pengecetan Metal

Seluruh metal harus dicat dasar dengan zincrhomate, baik yang ekspos (tampak) ataupun yang tidak tampak. 1). Persiapan sebelum pengecatan. Bersihkan permukaan dari kulit giling (kerak/"Millscale"), karat, minyak,lemak dan kotoran lainsecaratelitiseksama dan menyeluruh ; sehinggapermukaan yang dimaksud menampilkan tampak metal yang halus dan mengkilap. Pekerjaan ini dilaksanakan dengan Sikat Kawat mekanik/ "Mechaical Wire Brush". Akhirnya permukaan dibersihkan dengan sikat. 2). Pekerjaan Cat Primer / Dasar dilaksanakan sebelum komponen bahan / material Metal terpasang.

e PEKERJAAN MELAMIC

e.1

LINGKUP PEKERJAAN Pekerjaan yang dimaksud meliputi pekerjaan pengecatan kayu untuk permukaan yang dinyatakan ditampakkan serat kayunya atau seperti ditunjukkan dalam gambar kerja.

e.2 PERSYARATAN BAHAN e.2.1 Bahan didatangkan langsung dari pabrik. Tiba di tapak konstruksi harus masih tersegel baik dalam kemasannya dan tidak cacat. Kontraktor wajib membuktikan keaslian cat dari produk tersebut diatas mengenai kemurnian cat yang akan digunakan. Pembuktian berupa segel kaleng, test BD, test laboratorium dan hasil akhir pengecatan. Biaya untuk pembuktian ini dibebankan kepada kontraktor. Hasil test kemurnian harus mendapat rekomendasi tertulis dari produsen dan diserahkan kepada direksi/perencana untuk persetujuan pelaksanaan.

e.3 PERSYARATAN PELAKSANAAN e.3.1 Lapisan Pertama Bahan Wood Filler Kayu/sungkai plywood diberikan bahan wood filler secara merata dan menutupi pori-pori dihaluskan/diratakan dengan ampelas halus.

e.3.2 Lapisan Kedua. Bahan pewarna/woodstain.

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

47

Pelaksanaan pekerjaan dengan spray gun. Setelah kondisi 75% - 90% kering, permukaan dibersihkan dengan kain lap hingga bersih. Untuk mendapat warna yang lebih tua, pekerjaan woodstain harus berulang kali atau minimum 3 kali. Warna ditentukan kemudian, tunggu hingga lapisan kering betul sebelum pelapisan selanjutnya.

e.3.3 Lapisan Ketiga. Cat dasar dari jenis Sanding Sealer. Tujuannya untuk lebih menutupi pori-pori atau celah kayu sehingga terbentuk dasar yang halus. Pelaksanaan pekerjaan dengan spray gun, disemprotkan tipis dahulu agar warna woodstain tidak larut dan urat kayu tidak tertutup (open pore). Pengencer adalah thinner dengan perbandingan 1 : 1. Tunggu hingga lapisan kering betul sebelum pekerjaan selanjutnya.

e.3.4 Lapisan Keempat, Kelima dan Keenam. Cat akhir/top coat finish jenis melamic clear dof. Pelaksanaan pekerjaan dengan spray gun, pengencer adalah thinner super. Bila musim hujan dengan kelembaban sangat tinggi harus ditambahkan 5% retarder RD 02 pada thinner. Tenggang waktu antara pelapisan minimum 12 jam. Warna ditentukan kemudian dalam colour scheme material.

e.3.5 Hasil

akhir

finishing

melamic

dan

setiap bagian interior - furniture harus sama

harus

rata,

permukaannya

halus

intensitas warna untuk

(disesuaikan colour scheme material).

PASAL 27 SYARAT-SYARAT UMUM TEKNIS PEKERJAAN ELEKTRIKAL

1.0.

UMUM

Syarat-syarat instalasi Elektrikal ini berisi perincian yang memperjelas / menambahkan hal-hal yang tercantum dalam Buku Syarat-syarat Administrasi. Dalam hal ini Buku Syarat-syarat Administratif saling melengkapi dengan Syarat- syarat Umum Teknis Elektrikal.

2.0.

PERSYARATAN PELAKSANAAN

2.1. Instalasi yang dinyatakan di dalam spesifikasi ini harus dilaksanakan sesuai dengan undang-undang dan peraturan-peraturan yang berlaku saat ini di Indonesia serta tidak bertentangan dengan ketentuan dari Jawatan Keselamatan Kerja.

2.2. Cara dan teknik pemasangan harus memenuhi syarat-syarat yang tercantum dan telah ditetapkan sebagai peraturan pemasangan instalasi ini oleh Badan yang berwenang dalam hal ini, bila tidak ada petuniuk dari Konsultan Manajemen Konstruksi.

2.3. Pelaksanaan pekerjaan harus ditangani oleh tenaga-tenaga ahli dalam instalasi Elektrikal, untuk dapat dipertanggung jawabkan.

2.4. Tenaga ahli harus ditempatkan di lapangan oleh Kontraktor sehingga dapat berdiskusi dengan Konsultan Manajemen Konstruksi pada waktu pelaksanaan pekerjaan.

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

48

2.6. Penggantian material yang kurang baik atas kesalahan pemasangan adalah tanggungjawab Kontraktor dan Kontraktor harus mengganti / memperbaiki hal tersebut diatas.

2.7. Semua biaya dan pengurusan perijinan, lisensi, pengujian adalah tanggung jawab kontraktor.

2.8. Semua syarat-syarat penerimaan bahan, peralatan, cara-cara pemasangan kualitas pekerjaan dan lain-lain, untuk sistim instalasi Elektrikal ini harus sesuai dengan standar-standar sebagai berikut :

2.8.1. Persyaratan Umum Instalasi Listrik th. 2000

2.8.2. Peraturan yang telah ditentukan PLN lainnya.

2.8.3. Penanggulangan Bahaya Kebakaran, Peraturan DKI No. 3 tahun

1975.

2.8.4. Pedoman Pengawasan Instalasi Listrik, Departemen Tenaga Kerja &

Transmigrasi No. 59/DP/1980.

2.8.5. Pedoman dan Petunjuk Keselamatan Kerja PLN No. 48.

2.8.6. Peraturan Umum Instalasi Penangkal Petir (PUIPP).

2.8.7. International Electrotechnical Commission (IEC)

2.8.8. British Standard (BS)

2.8.9. Verband Deutscher Electrotechniker (VDE)

2.8.10. N.F.P.A dan F.O.C sebagai pelengkap.

2.8.11. Peraturan Telekomunikasi 1989.

2.8.12. Peraturan-peraturan lain yang berlaku setempat.

Semua peralatan dan mesin yang dipasang untuk sistim Elektrikal ini selain dari persyaratan-persyaratan tersebut diatas, juga tidak boleh menyimpang dari persyaratan yang dikeluarkan oleh pabrik pembuatnya.

2.9. Pekerjaan dianggap selesai apabila

2.9.1. Telah mendapat surat pernyataan bahwa instalasi baik dari Konsultan Manajemen Konstruksi.

2.9.2. Semua persoalan mengenai kontrak dengan Pemilik telah dipenuhi, sehingga Pemilik dapat membenarkannya.

2.9.3. Seluruh instalasi terpasang telah ditest, bersama-sama dengan Konsultan Manajemen Konstruksi, Konsultan Perencana dan Pemilik dengan hasil baik, sesuai dengan spesifikasi teknis.

2.10. Kontraktor

2.10.1 Hanya Kontraktor yang diundang yang berhak mengikuti pelelangan ini.

2.10.2 Yang dimaksud dengan Kontraktor di dalam spesifikasi ini adalah badan pelaksana yang telah terpilih dan memperoleh kontrak kerja untuk penyediaan dan pemasangan instalasi Elektrikal ini sampai selesai.

Kontraktor bertanggungjawab atas pelaksanaan instalasi Elektrikal dalam proyek ini dan menempatkan paling tidak seorang tenaga ahli yang setiap saat dapat berdiskusi dan dapat memutuskan setiap persoalan teknis dan administrasi di lapangan.

2.10.3 Kontraktor harus bersedia mengikuti peraturan-peraturan di lapangan yang di tentukan oleh Konsultan Manajemen Konstruksi.

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

49

unit peralatan, buku-buku dokumen pelelangan, bundel gambar- gambar serta segala petunjuk tertulis yang telah dikeluarkan.

2.10.5 Kontraktor dapat meminta penjelasan kepada Konsultan Manajemen Konstruksi atau pihak lain yang ditunjuk, bilamana menurut pendapatnya pada dokumen-dokumen pelelangan, gambar-gambar atau lainnya terdapat hal-hal yang kurang jelas.

2.10.6 Kontraktor wajib mempelajari dan memeriksa juga pekerjaan- pekerjaan pelaksanaan dari pihak-pihak Kontraktor lain yang ikut mengerjakan proyek ini apabila pekerjaan pihak lain dapat mempengaruhi kelancaran pekerjaannya.

Bilamana sampai terjadi gangguan, maka Kontraktor wajib mengerjakan saran-saran perbaikan untuk segenap pihak.

Apabila hal ini dilakukan, kontraktor tetap bertanggung jawab atas segala kerugian-kerugian yang ditimbulkan.

2.11. Koordinasi Dengan Pihak Lain.

2.11.1 Untuk kelancaran pekerjaan, Kontraktor harus mengadakan koordinasi / penyesuaian pelaksanaan pekerjaannya dengan seluruh disiplin pekerjaan lainnya atas petunjuk ahli sebelum mengerjakan dimulai pada waktu pelaksanaan.

Gangguan dan konflik di antara Kontraktor harus dihindari.

Keterlambatan pekerjaan akibat tidak adanya koordinasi menjadi tanggung jawab kontraktor.

2.11.2 Kontraktor wajib bekerja sama dengan pihak-pihak lainnya demi kelancaran pelaksanaan proyek ini, terutama koordinasi dengan pihak Kontraktor sipil maupun arsitektur.

2.11.3 Kontraktor wajib berkonsultasi dengan pihak-pihak lainnya, agar sejauh / sependapat mungkin digunakan peralatan-peralatan yang seragam dan merk yang sama untuk seluruh proyek ini agar mudah memeliharanya.

2.11.4 Untuk semua peralatan clan mesin yang disediakan, atau diselesaikan oleh pihak lain atau yang diberi dari pihak lain yang termasuk dalam lingkup instalasi sistem ini, Kontraktor bertanggung jawab penuh atas segala peralatan dan pekerjaan ini.

2.11.5 Kontraktor harus mengijinkan, mengawasi, dan rnemberikan petunjuk kepada Kontraktor lainnya untuk melakukan penyambungan kabel- kabel, pemasangan sensor-sensor, perletakan peralatan / instalasi, pembuatan sparing dan lain-lain pada dan untuk peralatan Elektrikal agar sistim Elektrikal keseluruhan dapat berjalan dengan sempurna.

Dalam hal ini Kontraktor masih tetap bertanggung jawab penuh atas peralatan-peralatan tersebut.

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

50

Apabila sistem pekerjaan ini tidak lengkap atau ada bagian yang cacat, gagal atau tidak memenuhi persyaratan dalam spesifikasi dan gambar, ternyata Kontraktor gagal untuk melaksanakan perbaikan ini dalam waktu yang cukup menurut Konsultan Manajemen Konstruksi serta pihak yang berwenang, maka keseluruhan atau sebagian dari sistem ini sebagaimana kenyataannnya, dapat ditolak dan diganti.

Dalam hal ini pemilik dapat menunjuk pihak ketiga untuk melaksanakan pekerjaan tersebut di atas dengan baik atas biaya dan tanggung jawab Kontraktor.

2.12. Pengawasan Instalasi

2.12.1 Shop Drawing.

Sebelum nelaksanakan pekerjaan, Kontraktor harus rnembuat gambar kerja / shop drawing. Gambar kerja tersebut haruslah gambar yang telah dikoordinasikan dengan semua disiplin pekerjaan pada proyek ini dan disesuaikan dengan koordinasi lapangan yang ada. Pekerjaan baru dapat dimulai bila gambar kerja telah di.periksa dan disetujui oleh Konsultan Manajernen Konstruksi.

2.12.2 Kontraktor harus memberikan contoh semua bahan yang akan digunakannya kepada Konsultan Manajemen Konstruksi atau pihak yang ditunjuk untuk dimintakan persetujuannya secara tertulis untuk dapat dipasang.

Seluruh contoh harus sudah diserahkan di dalam jangka waktu 1 (satu) bulan sesudah Kontraktor memperoleh SPK.

2.12.3 Kontraktor harus membuat jadwal / skedul waktu pelaksanaan, skedul tenaga kerja, skedul pengadaan peralatan dan net-work planning yang terinci untuk setiap pekerjaannya dan diserahkan kepada Konsultan Manajemen Konstruksi atau pihak lain yang ditunjuk untuk mendapatkan persetujuannya.

Skedul dan net-work planing harus diserahkan dalam waktu 15 (lima belas) hari kalender sesudah menerima SPK.

2.12.4 Kontraktor harus mendapakan

a.

Laporan Keglaton pekerjaan harian.

b.

Laporan prestasi pekerjaan dan pengadaan material mingguan.

c. Laporan prestasi pekerjaan bulanan beserta foto-foto dokumentasi.

2.12.5 Untuk setiap tahap pekerjaan sistem Elektrikal yang telah selesai dikerjakan, Kontraktor harus mendapatkan pernyataan tertulis dari pihak Konsultan Manajemen Konstruksi atau pihak yang ditunjuk yang menerangkan bahwa setiap pekerjaan sistem Elektrikal telah selesai dikerjakan sesuai dengan persyaratan yang ada.

Tahap-tahap pekerjaan sistem ini ditentukan kemudian, berdasarkan pada jadwal perincian waktu yang diserahkan oleh kontraktor.

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

51

ini harus dibuatkan berita acaranya bersama pemegang merk peralatan yang diuji dan dari Kontraktor yang bersangkutan peralatan unutk pengujian harus berkualitas baik dan sudah tertera.

Semua biaya pada waktu pengetesan sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kontraktor.

2.12.7 Kontraktor wajib melaporkan kepada Konsultan Manajemen Konstruksi atau ahli yang ditugaskan apabila sekiranya terjadi kesulitan atau gangguan-gangguan yang mungkin terjadi pada saat melaksanakan pekerjaan.

2.12.8 Untuk pekerjaan di luar jam I:erja, biaya yang dikeluarkan Konsultan Manajemen Konstruksi untuk pengarahan dan pengawasannya ditanggung oleh Kontraktor.

2.13. Pembersihan Lapangan

2.13.1 Setiap hari setelah selesai bekerja, Kontraktor harus membersihkan lapangan yang digunakan. Kontraktor hendaknya menghubungi pihak-pihak lain untuk koordinasi pembersihan lapangan tersebut.

2.13.2 Setelah kontraktor selesai, Kontraktor harus memindahkan semua sisa bahan pekerjaan dan peralatannya, kecuali yang masih diperlukan selama masa pemeliharaan.

2.14. Petunjuk Operasi, Pemeliharaan dan Pendidikan.

2.14.1 Pada saat penyerahan untuk pertama kali, Kontraktor harus

menyerahkan :

a. gambar-gambar jadi (as-built drawing), dalam bentuk gambar cetak yang disesuaikan dengan gambar Arsitek, Struktur, dll.

b. katalog spare-parts.

c. Buku petunjuk operasi dalam bahasa Indonesia.

d. Buku petuniuk perawatan atas peralatan yang terpasang dalam kontrak ini juga dalam bahasa Indonesia.

Data-data tersebut haruslah diserahkan kepada pemilik sebanyak 3 (tiga) set dan kepada Konsultan Manajemen Konstruksi 2 (dua) set. Bila gambar dan data-data tersebut belum lengkap diserahkan maka pekerjaan Kontraktor belum diprestasikan 100 %.

2.14.2 Kontraktor harus memberikan pendidikan teori dan praktek mengenai operasi dan perawatannya kepada petugas-petugas teknik yang ditunjuk oleh Konsultan Manajemen Konstruksi secara cuma-cuma sampai cakap menjalankan tugasnya, minimal 3 orang selama 3 bulan sesudah penyerahan pertama proyek dilakukan.

Kontraktor harus mengajukan rencana sistim pendidikan ini terlabih dahulu kepada Konsultan Manajemen Konstruksi. Pendidikan ini dan segala biaya pelaksanannya menjadi tanggungjawab Kontraktor.

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

52

dipasang dalam suatu kaca berbingkai dan ditempatkan pada dinding dalam ruang mesin utama lain yang ditunjuk Konsultan Manajemen Konstruksi.

2.15. Service dan Garansi.

Keseluruhan instalasi Elektrikal harus memiliki garansi 1 (satu) tahun sesudah tanggal saat sistem diterima oleh Konsultan Manajemen Konstruksi secara balk (setelah masa pereliharaan).

2.15.1 Kontraktor harus bertanggung jawab atas seluruh peralatan yang rusak selama masa garansi, termasuk penyediaan suku cadang.

2.15.2 Kontraktor wajib mengganti biaya sendiri setiap kelompok barang- barang atau sistim yang tidak sesuai dengan persyaratan spesifikasi, akibat kesalahan pabrik atau pengerjaan yang salah selama jangka waktu 180 (seratus delapan puluh) hari setelah proyek ini diserah terimakah untuk pertama kalinya.

2.15.3 Kontraktor wajib menempatkan 2 (dua) orang pada setiap hari kerja untuk mengoperasikan / merawat peralatan Elektrikal dan mendatangkan 1 (satu) orang supervisor sekali seminggu untuk memeriksa atau melakukan penyetelan peralatan selama masa pemeliharaan.

2.16. Izin.

2.16.1 Semua izin-izin dan persyaratan-persyaratan yang mungkin diperlukan untuk melaksanakan Instalasi ini harus dilakukan oleh Kontraktor atas tanggungan dan biaya Kontraktor.

2.16.2 Semua pemeriksaan, pengujian dan lain-lain, beserta keterangan resminya yang mungkin diperlukan untuk pelaksanaan instalasi ini haruslah dilakukan oleh Kontraktor atau pihak lain yang ditunjuk oleh Direksi / Pengawas dengan semua biaya atas beban Kontraktor.

2.16.3 Kontraktor harus bertanggung jawab atas penggunaan alat-alat yang dipatenkan serta kemungkinan tuntutan ganti rugi dan biaya-biaya yang diperlukan untuk ini. Untuk hal ini kontraktor wajib menyerahkan Surat Pernyataan mengenai hal tersebut diatas.

2.16.4 Kontraktor harus menyerahkan semua izin atau keterangan resmi yang diperolehnya mengenai instalasi proyek kepada Konsultan Manajemen Konstruksi atau pihak yang ditunjuk, sebelum penyerahan kedua dilakukan.

2.16.5 Kontraktor harus memperoleh izin terlebih dahulu dari Konsultan Manajemen Konstruksi setiap akan memulai suatu tahapan pekerjaan, demikian pula bila akan melaksanakan pekerjaan diluar jam kerja (kerja lembur).

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

53

Dalam hal ini, biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan permintaan izin tersebut harus dibayar oleh Kontraktor, termasuk biaya memperbanyak gambar yang diperlukan untuk pengurusan IMB.

2.17. Kolerasi Pekerjaan

2.17.1 Pekerjaan galian dan penimbunan tanah untuk keperluan instalasi Elektrikal, dilaksanakan oleh Kontraktor. Kontraktor harus sudah memperhitungkan pengangkutan tanah bekas galian / pembersihan.

2.17.2 Semua pekerjaan pembuatan lubang-lubang dan penutupan kembali pada dinding, lantai, langit-langit untuk jalannya pipa dan kabel, di laksanakan oleh Kontraktor berikut perapihan / finishing-nya kembali.

2.17.3 Kontraktor harus menyediakan dan menyambung kabel-kabel listrik dari peralatan-peralatan ke panel yang di sediakan oleh Kontraktor listrik sesuai dengan gambar dokumen tender.

Untuk itu Kontraktor wajib memeriksa terlebih dahulu panel tersebut apakan sudah sesuai dengan peralatan yang akan di sambungkan. Segala akibat yang timbul akibat penyambungan ini menjadi tanggung-jawab Kontraktor.

2.17.4 Semua pekerjaan pembuatan pondasi untuk mesin di lakukan oleh Kontraktor. Kontraktor harus memberikan data-data, ukuran-ukuran, gambar-gambar dan peralatan yang diperlukan kepada Konsultan Manajemen Konstruksi untuk mendapat persetujuan.

2.17.5 Semua fasilitas yang di perlukan pada saat proyek berjalan, yaitu air, listrik, saniter darurat harus di sediakan oleh Kontraktor, dengan terlebih dahulu membuat gambar untuk mendapatkan persetujuan Konsultan Manajemen Konstruksi.

2.17.6 Untuk pipa yang menembus dinding, lantai, langit-langit dan lain-lain, harus di beri lapisan isolasi peredam getaran dan pipa selubung (sleeve) untuk memudahkan perbaikan dan pemeliharaan dari segi teknis.

Untuk itu Kontraktor di haruskan menyerahkan gambar kerja Konsultan Manajemen Konstruksi untuk di minta persetujuannya. Segala akibat pekerjaan tersebut harus sudah di perhitungkan dalam penawaran oleh Kontraktor.

2.17.7 Akibat pekerjaan tersebut diatas (pembobokan, pembongkaran dsb.) harus di tutup kembali seperti semula dan dirapikan / difinish yang rapi sehingga tidak terlihat lagi bekas-bekas pembobokan.

2.17.8 Selambat-lambatnya 1 ( satu ) bulan sesudah di tunjuk, Kontraktor harus menyerahkan gambar / data teknis listrik sesuai dengan keperluan peralatan yang akan di pasang, agar peralatan tersebut dapat beroperasi dengan balk berikut pengamanannya.

Jika hal ini tidak di laksanakan, segala akibatnya menjadi tanggung-jawab Kontraktor.

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

54

2.18.1 Kontraktor harus menyerahkan pada waktu tender, brosur teknis asli peralatan utama Elektrikal juga brosur asli, kabel, pipa konduit, detektor, sensor dan lainnya beserta data-data teknis dan mengisi daftar skedul dari peralatan tersebut. Pada bosur-brosur peralatan / bahan yang ditawarkan harus diberi tanda dengan warna yang jelas.

2.18.2 Apabila ada tanda-tanda serta bahan yang diajukan menyimpang dari yang disebutkan di dalam gambar-gambar dan spesifikasirlya, maka nilai evaluasi penawaran Kontraktor tersebut akan dikurangi dan Kontraktor tetap harus mengantinya sesuai dengan gambar dan spesifikasinya.

2.18.3 Semua Pelaksanaan instalasi yang berbeda dengan spesifikasi dan gambar, tanpa persetujuan tertulis dari pihak yang berwenang harus diperbaiki dan diubah sesuai dengan spesifikasi dan gambar yang telah disepakati bersama, atas tanggungan biaya Kontraktor.

2.18.4 Semua bahan yang digunakan dalam instalasi ini harus baru, dalam keadaan baik, tidak bercacat, sesuai dengan spesifikasi dan gambar. Kontraktor harus menjaga kebersihan serta melindungi semua bahan- bahan yang digunakan dalam instalasi ini sebelum dipasang.

2.18.5 Bilamana ternyata dipakai / digunakan bahan / peralatan sama, bekas dipergunakan bercacat atau rusak, Kontraktor harus menggantinya dengan bahan-bahan atau peralatan yang baru dan tetap sesuai dengan spesifikasi dan gambar, atas biaya tanggungan Kontraktor.

2.18.6 Tidak diperkenankan mendatangkan bahan / peralatan masuk ke site sebelum contoh atau brosur disejujui oleh Konsultan Manajemen Konstruksi. Semua bahan yang telah masuk di site dan menyimpang dari ketentuan dalam spesifikasi, contoh ataupun brosur yang telah disejutui, maka bahan / peralatan tersebut harus dikeluarkan dari site dalam waktu 3 x 24 jam sejak diketahuinya penyimpangan itu oleh Konsultan Manajemen Konstruksi.

3.0. LINGKUP PEKERJAAN

Pekerjaan instalasi sistim ini meliputi seluruh pengangkutan dan pengadaan bahan- bahan serta peralatan-peralatan utama, beralatan bantu, peralatan untuk instalasi, tenaga keija, pembuatan slat-alat pemasangan, termasuk pengadaan listrik dan air untuk keperluan pengujian dan keperluan keija. Keterangan-keterangan yang tidak dicantumkan di dalam spesifikasi maupun dalam gambar tetapi perlu untuk pelaksanaan pekerjaan instalasi secara keseluruhan harus juga dimasukkan ke dalam pekerjaan ini. Perincian umum pekerjaan instalasi ini adalah sebagai berikut (perincian lebih lanjut dapat dilihat pada syarat-syarat Khusus Teknik)

3.1. Sistim Elektrikal

3.1.1. Instalasi sistim distribusi listrik berikut panel-panel daya.

3.1.2. Instalasi penerangan dan stop kontak.

3.1.3. Instalasi penangkal petir.

3.1.4. Instalasi fire alarm.

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

3.1.5. Instalasi telepon.

3.1.6. Instalasi tata suara

3.1.7. Instalasi data (LAN computer)

-

55

 

3.2.

Penyetelan seluruh sistim agar lengkap dan dapat bekerja dengan baik sesuai dengan persyaratan dokumen pelelangan dan gambar-gambar yang ada.

3.4.

Pengadaan pemasangan seluruh sistim instalasi Elektrikal sesuai gambar dokumen, spesifikasi dan lainnya sesuai dengan kontrak.

3.5.

Segala sesuatu mengenai lingkup pekerjaan ini yang masih kurang jelas, kontraktor dapat menanyakan lebih lanjut kepada Konsultan Manajemen Konstruksi, Konsultan atau pihak lain yang ditunjuk untuk ini.

3.6.

Apabila sampai terjadi kelalaian dan kekurangan, Kontraktor harus bertanggung jawab atas kerugian-kerugian yang mungkin terjadi.

3.7.

Semua pengadaan, pemasangan dan pengujian pekerjaan instalasi Elektrikal harus berdasarkan gambar dokumen lengkap dan sesuai dengan spesifikasi teknik, serta adendum lainnya.

3.8.

Bila ada spesifikasi ini terdapat klausul-klausul / butir-butir yang ditulis / disebutkan kembali, hal ini bukan berarti klausalnya dihilangkan, akan tetapi malah mempertegas spesifikasinya.

 

PASAL 28 SYARAT-SYARAT TEKNIS PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK

1.0

UMUM

Syarat-syarat Khusus Teknis yang diuraikan disini adalah persyaratan yang harus dilaksanakan oleh Kontraktor dalam hal pengerjaan instalasi maupun pengadaan material dan peralatan untuk seluruh pekerjaan listrik di dalam maupun diluar bangunan gedung. Dalam hal ini Syarat-syarat Teknis Umum Pekerjaan Elektrikal adalah bagian dari Syarat-syarat Khusus Teknis ini.

2.0

PRINSIP PENYEDIAAN DAYA LISTRIK

Sumber daya listrik bagi-gedung diperoleh dari jaringan tegangan rendah PLN dengan daya terpasang sebesar 95KVA Daya dari PLN tersebut disalurkan sampai dengan panel ukur (kwh meter). Selanjutnya didistribusikan ke panel-panel utama (LVMDP), sub-distribusi dan panel daya / penerangan gedung secara radial. Sistim distribusi tegangan rendah yang digunakan adalah distribusi tiga fase - empat kawat 220/380 V mengikuti sistim PP (Pentanahan Pengaman). Sebagai sumber daya cadangan digunakan 1 (satu) unit diesel-generator berkapasitas 200 kVA antara sumber daya PLN dengan diesel-genset yang bekerja secara manual.

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

56

Yang dicakup dalam pekerjaan ini adalah pengertian bekerjanya sistem listrik sebagai suatu sistem keseluruhan maupun bagian-bagiannya, seperti yang tertera pada gambar-gambar maupun yang dispesifikasikan. Termasuk pekerjaan ini adalah pengadaan barang / material, instalasi, testing / pengujian, pengesahan terhadap seluruh material berikut pemasangan / instalasinya oleh badan resmi PLN, LMK dan / atau Badan Keselamatan Kerja, serta serah terima dan pemeliharaan / garansi selama 12 bulan. Ketentuan-ketentuan yang tidak tercantum dalam gambar maupun pada spesifikasi / syarat-syarat teknis tetapi perlu untuk pelaksanaan pekerjaan instalasi secara keseluruhan harus juga dimasukkan ke dalam pekerjaan ini. Secara umum pekerjaan yang harus dilaksanakan pada proyek ini adalah :

Pengadaan dan pengangkutan ke lokasi proyek, pemasangan bahan, material, peralatan dan perlengkapan sistem listrik sesuai dengan peraturan / standar yang berlaku seperti yang ditunjuk pada syarat-syarat umum untuk menunjang bekerjanya sistem / peralatan, walaupun tidak tercantum pada syarat-syarat Khusus Teknik atau gambar dokumen.

Pekerjaan inl meliputi :

3.1. Pekerjaan di Ruang Genset

3.1.1 Pengadaan dan pemasangan seluruh kabel daya tegangan rendah jenis NYY dan NYFGbY yang menghubungkan

a. Dari KWH Meter ke panel daya / penerangan bangunan

b. Dan kabel daya lainnya.

Kabel penghubung tersebut lengkap dengan terminasi (sepatu kebel) yang diperlukan.

3.1.2 Pengadaan dan pemasangan seluruh instalasi penerangan dan daya (stop kontak), lengkap dengan armatur, power receptacle outlet, panel-penel daya / penerangan dan alat-alat bantu yang diperlukan.

3.1.3 Pengadaan dan pemasangan seluruh instalasi pentanahan, balk pentanahan sistim listrik maupun badan (body) peralatan listrik.

3.2. Pekerjaan di dalam Gedung

3.2.1

Pengadaan dan pemasangan serta penyetelan panel-panel daya / penerangan termasuk di dalam pekerjaan ini adalah penarikan kebel / konduktor pentanahan netral / badan panel.

3.2.2

Pengadaan dan pemasangan kebel-kabel jenis NYY, untuk penghubung antar panel daya / penerangan dan kabel-kabel daya menuju peralatan (mesin AC, pompa-pompa dll).

3.2.3

Pengadaan dan pemasangan seluruh instalasi penerangan dan stop kontak. Termasuk pekerjaan ini adalah pengadaan dan pemasangan armatur penerangan, balk penerangan normal maupun darurat.

3.2.4

Pengadaan dan pemasangan instalasi cable tray Iengkap dengan material bantu yang dibutuhkan

3.2.5

Pengadaan dan pemasangan instalasi underfloor duct lengkap dengan material bantu yang dibutuhkan.

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

57

3.3.1

Pengadaan dan pemasangan instalasi pentanahan untuk instalasi daya.

3.3.2

Pengadaan dan pemasangan instalasi penerangan luar / taman, termasuk lampu sorot bangunan.

4.0

GAMBAR-GAMBAR

Gambar-gambar elektrikal menunjukkan secara khusus teknik pekerjaan listrik yang di dalamnya dicantumkan besaran-besaran listrik dan mekanis serta spesifikasi tertentu.Iainnya. pengerjaan dan pemasangan peralatan-peralatan harus disesuaikan dengan kondisi lapangan. Gambar-gambar arsitektur, struktur, elektrikal dan kontrak lainnya haruslah menjadi referensi untuk koordinasi dalam pekerjaan secara keseluruhan. Kontraktor harus menyesuaikan peralatan terhadap perencanaan dan memeriksanya kembali. Setiap kekurangan / kesalahan perencanaan harus disampaikan kepada Konsultan Manajemen Konstruksian atau pihak lain yang ditunjuk untuk itu.

5.0

KETENTUAN-KETENTUAN INSTALASI

5.1. Peralatan Instalasi Tegangan Rendah Meliputi pengadaan dan pemasangan power receptacle outlet (stop kontak), saklar, kontak-kontak tarik (pull box), cabinet / penel daya, kebel, alai-alai bantu dan semua peralatan lain yang diperlukan untuk mendapatkan penyelesaian yang memuaskan dari sistern instalasi daya tegangan rendah 220 / 380 V dan penerangan.

5.1.1. Kotak-kotak(doos) Outlet.

a. Jenis Kotak-kotak outlet harus sesuai dengan persyaratan VDE, PULL, AVE atau standar lain. Kotak-kotak ini bisa berbentuk single / multi gang box empat persegi atau segi delapan. Ceiling box dan kotak-kotak lainnya yang tertutup rapi harus dipasang dengan balk dan benar.

b. Ukuran Setiap kotak outlet harus diberi bukaan untuk kondulit hanya di tempat yang diperlukan. Setiap kotak harus cukup besar unutk menampung jumlah dan ukuran condulit, sesuai dengan persyarata, tetapi kurang dad ukuran yang ditunjuk atau dipersyaratkan.

c. Tipe Tahan Cuaca (Weatherproof Type) Kotak-kotak outlet di tempat-tempat tersebut dibawah ini harus dari tipe yang diberi gasket tahan cuaca :

tempat-tempat yang kena matahari,

tempat-tempat yang kena hujan,

tempat-tempat yang kena minyak,

tempat-tempat yang kena udara lembab,

tempat-tempat yang ditunjuk di dalam gambar.

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

58

kayu harus berbentuk persegi dan harus mempunyai sudut dan sisi-sisi tegak.

5.1.2. Saklar dan Stop Kontak.

a. Bahan Doos. Kecuali tercatat atau disya atkan lain, maka kotak-kotak outlet untuk saklar dinding dan receptaI les outlet harus (alvani stee dan tidak boleh berukuran lebih dari 10,1 cm x 10,1 cm un uk peralatan tunggal dan 11,9 cm x 11,9 cm untuk dua peralatan dan kotak-kotak multi gang untuk lebih dari dua peralatan.

b. Cara Pemasangan. Saklar-saklar harus dari jenis rocker mechanis dengan rating minimum 10A / 250 V. Saklar pada umumnya dipasang rata terhadap permukaan tembok, kecuali ditentukan lain pada gambar. Jika tidak ditentukan lain, bingkai saklar harus dipasang pada ketinggian 140 cm di atas lantai yang sudah selesai. Saklar-saklar tersebut harus di pasang doos (kotak) yang sesuai. Sambungan hanya diperbolehkan antara kotak yang berdekatan. Stop kontak harus dipasang rata terhadap permukaan dinding dengan ketinggian 110 cm atau 30 cm dari permukaan lantai yang sudah selesai sesuai petunjuk Konsultan Manajemen Konstruksi. Saklar dan stop kontak ex MK, Clipsal atau setara.

c. Jumlah Kutub. Stop kontak satu fasa harus dari jenis tiga kutub (fasa, netral dan pentanahan) dengan ranting minimum 10 A / 220 V. Cara pemasangan harus disesuaikan dengan peraturan PUIL dan diberi saluran pentanahan.

d. Pendukung dan Pengikat. Kotak-kotak pelat baja didukung atau diikat dengan cukup supaya mempunyai bentuk yang tetap.

e. Untuk stop kontak PLN dan UPS warna dibedakan, dimana stop kontak PLN warna biasa dan stop kontak UPS warna orange.

5.1.3. Kabel-Kabel Kabel pada instalasi daya dan penerangan bertegangan rendah meliputi kabel tegangan rendah, kabel kontrol, accessories, peralatan-peralatan dan barang-barang lain yang diperlukan untuk melengkapi dan menyempurnakan pemasangan serta operasi dari semua sistem dan peralatan.

a. Syarat Kabel Instalasi Tegangan Rendah (sampai 600 V) Kabel tegangan rendah yang digunakan harus memenuhi persyaratan PUIL, IEC, VDE, SPLN dan LMK untuk pengganguan sebagai kabel instalasi dan peralatan (mesin), kecuali untuk peralatan khusus seperti disyaratkan atau dianjurkan oleh pebrik pembuatnya.

Ukuran kabel daya / instalasi terkecil yang diizinkan adalah 2,5 mm2 kecuali untuk pemakaian kontrol pada sistem remote control yang kurang dari 30 meter panjangnya bisa menggunakan kabel dengan ukuran 1,5

mm2.

Kecuali disyaratkan lain, kabel tanah harus jenis NYFGbY dan kabel instalasi di dalam bangunan dari jenis NYY, NYM dan NYMHY (untuk kebel kontrol).

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

59

Semua kabel instalasi di dalam bangunan harus berada didalam konduit atau dipasang di atas cable tray / cable rack dan diklem / diikat dengan pengikat kabel (cable tie) sesuai dengan kebutuhannya.

Semua konduit, kabel-kabel dan sambungan elektrikal untuk instalasi di dalam bangunan harus diadakan secara lengkap.

Faktor pengisian konduit oleh kabel-kabel maksimum adalah 40 %. Kabel merek SUPREME, Kabelindo, Kabelmetal & Tranka.

b. Kabel Tanah Tegangan Rendah Kabel tegangan rendah yang digunakan harus memenuhi persyaratan PUIL, IEC, VDE, SPLN, dan LMK untuk penggunaan sebagai kabel instalasi yang ditanah langsung di dalam tanah. Semua kabel dengan luas penympung 16 mm2 keatas harus berurat banyak dan dipilin (stranded) Ukuran kabel daya / instalasi terkecil adalah 2,5 mm2, kecuali untuk pemakaian kontrol pada sistem yang perakaian kontrol pada sistem remote yang kurang dari 30 meter panjangnya (bisa-menggunakan kabel dengan ukuran 1,5 mm2).

Cara penanaman kabel secara langsung didalam tanah (direct burial) harus sesuai dengan gambar rencana, termasuk cara persilangan dengan pipa air dan kabel telekomunikasi dan kebel teyangan menengah 2U kV. Apabila diperlukan penyambungan kabel dalam tanah, harus dilakukan dengan alat penyambung khusus (jointing kit) tegangan rencah jenis epoxy resin-cold pour system.

Penyambungan kabel di dalam tanah harus dilakukan oleh tenaga yang benar-benar ahli dengan cara dan metode penyambungan mengikuti anjuran.

Pabrik pembuat jointing kit yang digunakan sehingga diperoleh hasil penyambungan yang andal, tahan terhadap lembab, mempunyai sifat isolasi yang tinggi dan mempunyai kekuatan mekanis yang tinggi. Kabel merek SUPREME atau setara (4 besar), jointing kit ex RAYCHEM atau setara.

c. Instalasi Kabel Penerangan dan Stop Kontak. Kabel-kabel listrik untuk penerangan dan stop kontak untuk extension dan daya harus diadakan dan dipasang lengkap, mulai dari sambungan panel daya ke sakiar dan titik cahaya serta stop kontak, sebagaimana ditunjukkan di dalam gambar.

Kabel yang digunakan sebagai kabel instalasi penerangan dan stop kontak harus dari jenis NYM dan diletakkan di dalam PVC high-impact heavy gauge.

Luas penampang kabel NYM yang digunakan minimum 2,5 mm2, kecuali tercatat lain.

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

60

Sambungan atau pencabangan harus dilakukan didalam kotak-kotak cabang atau kotak sambung yang mudah dicapai serta kotak saklar dan stop kontak. Sambungan pada kabel harus di buat secara mekanis dan harus kuat secara elaktris dengan solderless connector jenis tekan, jenis compression atau soldered. Dalam membuat pencabangan atau sambungan, koncktor harus dihubungkan pada konduktor-konduktor dengan balk sedemikian rupa, sehingga semua konduktor tersambung dan tidak ada konduktor telanjang yang kelihatan dan tidak bisa lepas oleh getaran.

e. Kabel Kontrol Di tempat-tempat yang ditunjuk pada garnbar atau disyaratkan, kabel kontrol motor, starter dan peralatan-peralatan lain harus terbuat dari tembaga jenis standed annealed copper yang fleksibel. Isolasi harus dari PVC, tanah lembab dan ozon dengan rating teganyan sampai 600 V. Ukuran konduktor harus sesuai dengan yang diperlukan (minimum 2,5 sqmm untuk panjang lebih dari 30 m) untuk mendapatkan operasi yang mernuaskan dari peralatan yang di kontrol, dengan pertimbangan- pertimbangan mengenai panjang circuit dan sebagainya. Kabel merek SUPREME, Kabelindo, Kabel Metal dan Tranka.

f. Bahan Isolasi Semua bahan isolasi untuk splin, conection dan lain-lain seperti karet, PVC, vernished carnbric, asbes, gelas, tape sintetis, splice case, composition dan lain-lain harus dari tipe yang disetujui untuk penggunaan, lokasi, tegangan kerja dan lain-lain yang tertentu dan harus dipasang dengan cara yang disetujui, menurut anjuran perwakilan pemerintah atau pabrik pembuatnya.

g. Pemasangan Kabel

g.1.

Pemasangan di Permukaan

g.1.1. Kabel Instalasi Daya dan Penerangan di dalam Bangunan Semua kabel harus dipasang didalam konduit PVC high - impact heavy gauge, dipasang di permukaan plat beton langit-langit dengan klem pendukung yang sesuai. Pendukung-pendukung tersebut harus di cat dengan cat anti karat. Semua kabel harus dipasang lurus / sejajal2-dengan rapi dan teratur. Pembelokan kabel harus dilaklikan dcnqan jari-jari lengkungan tidak boleh kurang dari syarat-syarat pabrik (minimum 15 kali ø kabel) Konduit ex MK, CLIPSAL atau setara

g.1.2.

Kabel Daya Penghubung Antar Panel Kabel-kabel daya diletakkan diatas cable trey, di klem pada cable trey dengan cable ties (pita plastik pengikat kabel). Pemasangan cable trey harus mengikuti jalur yang direncanakan secara rapi dan digantunq atau disangga secara kokoh dengan penggantung / penyangga besi yang di klem ke plat beton.

Untuk keperluan pemasangan kabel, Kontraktor harus menyediakan sendiri peralatan penunjang seperti trey, klem,

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

61

besi penunjang, penggantung dan peralatan lainnya, baik untuk kabel yang dipasang horisontal maupun vertikal. Peralatan penunjang tersebut hares sudah dipernitungkan pada biaya pemasangan kabel tersebut.

g.1.3.

Kabel daya dari Panel Daya Motor ke Motor-motor Pompa. Jenis Kabel yang digunakan adalah NYY yang ditempatkan di dalam konduit metal tahan karat (galvanized / white metal conduit) yang diletakkan diatas pelat lantai. Setiap pipa konduit berisi hanya satu jalur kabel menuju motor dengan faktor pengisian 40 %. Dari pipa konduit yang dipasang horizontal menuju motor, kabel ditarik ke terminal motor flexible metal konduit yang juga tahan karat. Ukuran konduit fleksible ini harus sesuai dengan ukuran pipa konduit dan disambung dengan cara sedemikian rupa, sehingga benar-benar kedap air. Demikian juga penyambungan pipe fleksibel terhadap box terminal motor.

Dalam hal ini Kontraktor diwajibkan untuk menyerahkan contoh konduit fleksibel serta cara penyambungannya terlebih dahulu kepada Konsultan Manajemen Konstruksi untuk disetujui.

g.2.

Pemasangan di Permukaan Kabel instalasi penerangan dan stop kontak yang dipasang didalam dinding harus diletakkan didalam konduit PVC hign impact heavy gauge dengan ukuran minimum 3/a". Penarikan kabel menuju titik saklar atau stop kontak harus dilakukan setelah pipa selesai ditanam.

g.3.

Pemasangan Menembus Dinding Setiap penembusan kabel pada dinding harus melalui sparing kabel yang terbuat dari pipa PVC dengan ukuran yang cukup terhadap penampang kabel.

h. Penggunaan Warna Kabel Penggunaan warna kabel NYY, NYM dan NYFGby untuk tegangan netral dan non harus mengikuti peraturan yang disebutkan oleh 2000, yaitu :

h.1.

Sistem Tegangan 220 V, 1 fasa

hitam

:

Fasa

biru

:

Netral

kuning/hijau :

Pentanahan

h.2.

Sistem Tegangan 220/380 V, 3 fasa

merah

:

fasa R

kuning

:

fasa S

hitam

:

fasa T

biru

:

netral (N)

kuning/hijau :

pentanahan (G)

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

62

Kabel dipasang dengan cara yang rapi dan teratur yang memungkinkan pengenalan, sehingga tidak ada kabel yang membentang tanpa pendukung.

j. Konduit Tertanam Pull box yang dihubungkan pada konduit tertanam / tersembunyi harus juga dipasang secara tertanam dan penutupnya rata terhadap dinding atau langit-langit.

5.1.4. Kabinet Panel Daya Semua kabinet harus dibuat dari plat baja dengan Ketebalan rninimum 1,7

mm untuk panel yang dipasang menempel di dinding dan minimum 2 mm

untuk jenis floor standing, kecuali yang sering kena basah / hujan, harus dibuat dari jenis besi tuang yang tahan kelembaban atau konstruksi khusus.

Kabinet untuk panel daya / kontrol harus mempunyai ukuran yang

proporsional seperti dipersyaratkan untuk panel daya yang besarnya menurut kebutuhan, sehingga untuk frame / rangka panel harus ditanahkan. Pada kabinet harus ada cara-cara yang baik untuk memasang, mendukung

dan menyetel panel daya serta penutupnya. Kabinet dengan kawat-kawat

through feeder harus diatur dengan balk, rapi dan benar.

a. Finishing Semua rangka, penutup, copper plate dan pintu panel listrik seluruhnya harus dibuat tahan karat dengan cat dasar atau prime coating dan diberi pelapis cat akhir (finishing paint). Penentuan warna dan merek cat sebelumnya harus dimintakan persetujuan ke Konsultan Manajemen Konstruksi. Pengecatan harus tahan karat, dikerjakan dengan cara galvanized cadmium plating ataa-crengan zinc chromate dan di cat dengan cat akhir sistem bakar (oven)

b. Kunci Setiap kabinet harus dilengkapi dengan kunci "flat lock" jenis kunci untuk setiap kabinet hares dari tipe "common key", sehingga kunci untuk setiap kabinetnya adalah sama. Pada masing-masing kabinet harus disediakan dua anak kunci.

c. Tinggi Pemasangan Panel Pemasangan panel sedemikian rupa, sehingga setiap peralatan di dalam panel dengan mudah masih dapat dijangkau, tergantung pada tipe / macam panel, bila dibutuhkan alas / pondasi / penumpu / penggantung, Kontraktor harus menyediakan dan memasang, sekalipun tidak tertera pada gambar.

d. Label Semua kabinet panel daya, panel kontrol, switch, fuse unit, isolator switch group, pemutus daya (CB) dan peralatan-peralatan lainnya harus diberi label sesuai dengan fungsinya untuk mengindahkan/mengidentifikasikan penggunaan alat tersebut. Label ini terbuat dari bahan logam anti karat dengan huruf-huruf hitam.

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

63

a. Ukuran Semua Race Way harus mempunyai ukuran yang cukup untuk bisa melayani dengan baik jumlah dan jenis kabel sesuai dengan VDE, PULL dan lain-lain. ø minimum konduit adalah 3/4" menurut ukuran pasaran dengan faktor pengisian kabel maksimurn 40 %.

b. Bahan Konduit PVC untuk instalasi daya dan penerangan harus dari bahan PVC high impact heavy gauge yang memenuhi standar BS4607 dan BS6099. Konduit metal untuk instalasi daya pompa yang digunakan harus dan jenis heavy gauge galvanized walded steel yang memenuhi persyaratan BS 4568 : part I & II class 4.

c. Pamasangan

c.1.

Race Way yang ditanam di Dinding. Penanaman konduit di dalam dinding yang sudah jadi dilakukan dengan jalan membobok beton dengan pahat. Kedalaman dan lebar pembobokan harus dilakukan secukupnya, sesuai dengan ukuran dan jumlah konduit yang akan dipasang. Kontraktor diwajibkan untuk mengembalikan kondisi dinding dengan kondisi semula.

Selama dilakukan pengerjaan plesteran ulang, ujung-ujung konduit hares ditutup untuk mencegah masuknya air atau kotoran-kotoran lainnya.

c.2.

Race Way yang dipasang di Permukaan Race way yang dipasang di permukaan beton (exposed) harus dipasang sejajar atau tegak lurus dengan dinding bagian struktur atau permukaan bidang-hidann vertikal dengan langit-langit.

Apabila beberapa pipa berjalan sejajar pada dinding atau langit- langit, harus digunakan klem-klem khusus untuk pipa sejajar.

Ujunq-ujung pipa pada peralatan dipasang dengan sekrup dengan kuat. Sernua ujunq pipa yang bebas harus ditutup / dilengkapi dengan plat kuningan yang sesuai.

Untuk daerah yang lembab; semua peralatan pembantu, fitting- fitting, klem dan lain-lain harus di galvanisir atau di cat tahan karat dan harus digunakan pendukung supaya pipa bebas dari permukaan korosif.

Pipa-pipa yang dipasang pada permukaan dalam bangunan harus di cat satu jalan sebelum dipasang dan sekali lagi sesudah dipasang dengan warna yang ditentukan oleh Konsultan Manajemen Konstruksi. Untuk mempermudah pengenalan, maka ujung permukaan pipa harus dicat dengan warna sebagai berikut :

c.2.1. Pipa penerangan dan daya

- orange

c.2.2. Pipa telepon

- hijau

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

64

c.2.3. Pipa fire alarm

- merah

c.2.4. Pipa tata suara

- kuning

c.3.

Race Way yang di pasang di Dalam Tanah Race way yang dipasang di dalam tanah atau menembus kerikil, harus mempunyai dua lapis cat aspal pada permukaan sebelah luar sebelum dipasangkan diatas race way tersebut diberi patok petunjuk. Pipa / race way yang digunakan adalah GIP kelas medium yang memenuhi standar SIIL

c.4.

Race Way Melintas / Menembus Dinding Bila pipa melintas tembok, penyekat ruangan, lantai, langit-langit dan lain-lain, maka lubang harus ditutup dengan baik sehingga tidak mungkin dapat dilalui oleh debu, lembab (uap air) api dan asap.

c.5.

Cable Trench. Kedalaman parit kabel (cable tranch) untuk penanaman di bawah tanah mionimal 80 cm dari permukaan. Bila bersilangan dengan saluran lain, misalnya saluran air, cable trench dapat dan harus ditanam setelah pengerasan tanah.

Untuk cable trench yang melintasi jalan, penanaman dilakukan setelah pengerasan badan jalan atau bila sehelumnya harus lebih dari 110 cm atau atas persetujuan Konsultan Manajemen Konstruksi.

c.6.

Konduit Logam Flexibel Tahan Air Konduit logam flexible yang tahan air harus dipakai pada kondisi di mana ada kemungkinan pengerasan, getaran atau penempatan dalam atmosfir yang korosif, lembab atau berupa minyak, termasuk dalam hal ini adalah pemakaian pada kabel masuk terminal motor pompa.

Suatu bungkus (shealth) yang tahan cairan dari polivinyl chlorida (PVC) harus menonjol pada inti baja yang flexibel. Sambungan konduktor yang dapat digunakan untuk meneruskan pentanahan (earth continuity) harus pula dimiliki oleh race way / konduit ini.

c.7.

Pengakhiran dan Sambungan. Race way harus diakhiri pada outlet persimpangan, pull box cabinet dan lain-lain, dengan dua lock nut dan sebuah insulating insert yang harus terbuat dari thermoplastic atau "fire minded" yang dimatikan untuk mencegah rusaknya kawat dan kabel dan tidak mengurangi kontinuitas dari sistem grounding dari race way. Sambungan untuk race way / pipa logam elektrikal harus dari jenis yang tahan hujan atau fitting dengan konsentrasi tinggi dengan sistem penguncian interlock compressed.

c.8.

Pentanahan Setiap peralatan yang beroperasi dengan tegangan lebih besar dari tegangan ekstra rendah (50 VAC) harus ditanahkan secara efektif)

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

65

Bahan-bahan logam / metal dari peralatan-peralatan listrik yang terbuka, termasuk pelindung kabel (sheath / armour), konduit, saluran metal, rack, tray, doos, stop kontak, armatur, saklar dengan metal harus dihubungkan dengan konduktor kontinyu untuk pentanahan.

Penggunaan konduit metal sebagai satu-satunya konduktor pentanahan tidak diperbolehkan.

Dalam hal ini harus digunakan konduktor pentanahan tersediri yang trerbuat dari tembaga dengan daya hantar yang tinggi.

Luas penampang minimum konduktor pentanahan antara 6 sqmm dan dimasukkan ke dalam konduit. Penyambungan konduktor pentanahan harus menggunakan penyambung mekanis yang disetujui oleh Konsultan Manajemen Konstruksi.

Tahanan pentanahan yang disyaratkan adalah sebagai berikut c.8.1. Pentanahan netral trafo maksimum 1 ohm. c.8.2. Pentanahan netral bus-bar dan panel maksimum 2 ohm. c.8.3. Pentanahan netral generator maksimum 2 ohm.

5.1.6. Cable Tray

a. Bahan Cable tray yang digunakan harus dari jenis berlubang (perforated) dari bahan besi lunak dengan sisi-sisi di tekuk ke dalam dengan ketebalan pelat tidak kurang dari 2,0 mm. Keseluruhan permukaan cable tray harus digalvanisir. Cable tray Tri Abadi, Nobi,Tri Star.

b. Penggantung / penyangga Untuk cable tray yang dipasang penggantung cable tray harus dibuat dari besi lunak yang digalvanisir dengan ø minimum 6 mm ujung penggantung di ulir untuk memungkinkan pengaturan levelling cable tray. Ukuran penyangga dan penumpu (bracket) hartis dipilih agar menghasilkan penyangga/penumpuan yang kokoh.

5.1.7. Panel Utama Tegangan Rendah dan Perlengkapannya.

a. Umum Penel daya bertegangan rendah meliputi switch, tombol, circuit breaker, indikator, magnetic connector, accessories, peralatan dan barang-barang lain yang diperlukan untuk pemasangan dan operasi yang sempurna dari segenap sistem dan peralatan-peralatannya.

Kontraktor harus dapat membuktikan bahwa telah memiliki pengalaman yang luas di bidang manufacturing dan perencanaan panel-panel tersebut telah beroperasi dengan baik selama paling sedikit 3 tahun. Penawaran harus rneliputi reference list sebagai suatu-bukti.

b. Panel-panel

Panel

ditentukan lain.

harus

seperti

ditunjukkan

di

dalam

gambar

rencana,

kocuali

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

66

Seluruh asembly termasuk housing, bus-bar, alat-alat pelindung harus direncanakan, dibuat, dicoba dan bila perlu diperbaiki sesuai dengan persyaratan minimum dengan penyesuaian dan / atau penambahan seperti disyaratkan di bawah ini :

b.1.

Umum Setiap panel daya utama harus dari jenis inbouw, dead-front, terbuat dari plat baja (metal cled).

Konstruksi panel harus terbuat dari rangka baja struktur baja struktur atau rangka profil baja yang diperkuat dan dilas, sehingga kokoh dan tidak rusak dalam pengiriman atau pemasangan.

Struktur panel harus tahan terhadap gaya elektromekanis serta termal akibat hubung-singkat (sampai 60 kA dalam waktu 1 detik) Rangka ini harus secara lengkap ditutup pada bagian bawah, atas dan sisi-sisinya dengan pelat-pelat penutup yang bisa dilepas. Panel harus bisa dicapai dari depan maupun belakang. Semua alat ukur atau tombol pemilih yang dipersyaratkan harus dikelompokkan pada sisi depan yang berengsel.

Tutup yang berengsel tersebut harus mempunyai engsel yang tersembunyi dan gerendel / kunci. Semua sumber yang perlu untuk rangkaian kontrol, daya dan lain-lain harus dipasang pada sisi belakang dari penutup yang berengsel tersebut.

Panel harus mempunyai bukaan dalam bentuk grille (louvres) ventilasi untuk membatasi kenaikan suhu dari bagian-bagian yang mengalirkan arus pada nilai-nilai yang dipersyaratkan dalarn standar VDE/IEC untuk peralatan yang tertutup. Penutup panel bagian belakang yang bisa dilepas harus mempunyai konstruksi sekrup (screwed on / bolted on) Material-material yang bertegangan harus dicegah dengan sempurna terhadap kemungkinan terkena percikan air. Tebal pilar baja yang digunakan minimum 2 mm.

Semua panel harus buatan Graha Panel, Industira, Simetri dan mempunyai sertifikat dari Asosiasi Produsen Panel Indonesia.

b.2.

Pull Box Bila ditunjuk dalam gambar atau bila diperlukan oleh kondisi pemasangan, harus dipasang sebuah pull box pada ketinggian yang cukup dari jenis konstruksi yang sama dengan switch board pada bagian atas dari switch board.

Bagian sisi atas dan camping clan pull box harus dari bagian-bagian yang bisa dibuka lepas. Dasar dari pull box harus terdiri atas papan asbestos atau bahan tanah api yang sempurna. Kabel manuju individual breaker harus tegak lurus melalui lubang-Iubang yang terpisah-pisah pada dasar pull box ini.

Penutup atas yang ditempatkan di bagian belakang struktur harus bisa dilepas dengan mudah supaya memungkinkan pembuatan lubang-lubang untuk konduit kabel yang diperlukan.

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

67

Penunjang-penunjang untuk kabel harus diatur sedemikian rupa, sehingga terhindar kemungkinan terjadinya loncatan bunga api (arc proofing).

Pull box harus mempunyai ukuran yang layak guna memungkinkan ventilasi dan pemasangan peralatan circuit breaker yang bisa dipindah-pindahkan bilamana perlu.

b.3.

Konstruksi Panel-panel harus seperti yang disyaratkan di sini dan seperti di tunjuk dalam gambar untuk melaksanakan fungsi yang diperlukan. Lokasi yang tepat dan jenis pertengkapan yang diperlihatkan boleh berbeda menurut keperluan penyesuaian material pabrik, sejauh bahwa fungsi dan operasi yang dimaksud dapat dicapai.

Akan tetapi, identifikasi gambar, tata letak, skedul dan lain-lain harus diikuti dalam urutan yang tepat untuk mempermudah pemeriksaan bangunan (konstruksi)

Tempat struktur bus-bar dan hubungan-hubungannya harus dibangun dan ditunjang untuk dapat menahan arus hubung-singkat yang terjadi pada lokasi tertentu tersebut.

Hubungan-hubungan harus dibaut, dilas atau diklem serta diatur untuk menjamin daerah kontrak yang baik.

b.4.

Ventilasi Lubang-lubang ventilasi harus dibuat secara rapi dengan punch machine. Untuk menjaga benda-henda asing rnasuk melalui lubang tersebut. Pada bagian dalam harus diberi lapisan yang juga dilubangi (di-punch).

b.5.

Papan Nama Setiap pemutus daya (circuit breaker) harus dilengkapi dengan papan nama yang dipasang pada pintu panel dekat dengan pemutus daya dan dapat dilihat dengan mudah. Cara-cara pemberian nama harus menunjukkan dengan jelas rangkaian dari pemutus daya atau alat-alat yang tersambung padanya. Keterangan mengenai hal ini harus diajukan dalam gambar kerja. Mimic diagram berwarna biru harus dipasang pada pintu, lengkap dengan komponen-komponen dan tanda-tanda untuk komponen tersebut.

b.6.

Cadangan Sambungan di Kemudian Hari Bila di dalam gambar dinyatakan adanya cadangan, maka ruangan- ruangan tersebut harus dilengkapi dengan pemutus daya cadangan, terminal, klem-klem pemasangan, pendukung dan sebagainya, untuk peralatan yang dipasang di kemudian hari. Kemungkinan penyambungan dikemudian hari dapat berupa peralatan baru, misalnya saklar, pemutus daya, kontraktor dan lain- lain.

b.7.

Bus-Bar / Rel Daya

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

68

Bus-bar harus diatur sedemikian rupa, sehingga tersusun secara mendatar dengan rapih sepanjang panel di dalam ruang yang berventilasi. Jarak antar rel daya harys memenuhi ketentuan pemasangan rel daya di dalam PUIL 2000.

Bus-Bar harus terbuat dari bahan tembaga jenis "hard drawn high conductivity" yang memenuhi standar B.S. 1433, dilapisi perak pada bagian luarnya secara menyeluruh dengan ukuran sesuai dengan kemampuan 150 % dari arus beban terpasang. Ukuran Bus-Bar harus disesualkan dengan peraturan PUIL 2000. Sernua Bus-Bar harus dipegang dengan kokoh oleh bahan isolator yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap air (non-hygroscopic) misalnya perselain atau moulded isulator, sedemikian rupa sehingga mampu menahan gaya mekanis yang terjadi akibat hubung singkat. Rel daya dicat dengan warna yang sesuai dengan penandaan fasa menurut PUIL

2000.

Cat tersebut harus tahan terhadap temperatur sampai 70°C Setiap panel harus mempunyai bus-bar netral dengan kapasitas penuh (full netral) yang diisolir terhadap pentanahan dan sebuah bus pentanahan yang telanjang, diklem dengan kuat pada kerangka dan dilengkapi dengan klem untuk pengaman dari peralatan yang perlu ditanahkan. Dalam hal ini, konfigurasi bus-bar adalah 3 fasa - 4 kawat - 5 bus.

Semua hubungan dari bus-bar menuju pemutus daya atau saklar dengan arus Iebih besar dari 63 A harus dilakukan melalui batang- batang tembaga dari jenis yang sama dengan bus-bar. Untuk arus yang Iebih kecil, diizinkan menggunakan kabel herisolasi PVC (NYY atau NYA). Kontraktor diwajibkan untuk menyerahkan gambar kerja yang menunjukkan ukuran-ukuran clan bus-bar dan susunannya. Ukuran dari bus-bar harus merupakan ukuran sepanjang panel dan disediakan cara-cara untuk penyambungan di kamudian hari.

Apabila saluran keluar (out going feeder) yang menuju ke satu terminal terdiri atas beberapa buah kabel, tidak diperkenankan menumpuk lebih dari 2 (dua) buah sepatu kabel pada satu terminal atau bus-bar. Bila terjadi hal demikian, harus dilakukan dengan cara memasangkan batang tembaga tambahan untuk menyatukan sepatu kabel tersebut pada satu terminal yang berlainan.

b.8.

Alat-alat Ukur Setiap panel harus dilenqkapi dengan alat-alat ukur dan trafo ukur seperti yang ditunjukkan di dalam gambar rencana. Bila digunakan amper meter selector switch (saklar pinch), pada saat pemindahan pengukuran arus, saklar untuk ampere meter harus dalam keadaan terhubung singkat. Meter-meter harus dari type besi putar (moving iron) khusus untuk dipasang secara tegak lurus di pintu panel. Kelas alat ukur yang paling tinggi 1,5 dengan penunjukan melingkar (minimum 90°), skala linier, dipasang secara flush dalam kotak tahan getaran, dengan ukuran 96 mm x 96 mm.

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

69

Posisi dari saklar putar untuk volt meter dan amperemeter harus ditandai dengan jelas.

b.8.1 Amperemeter (A-m) Semua amperemeter harus mempunyai kemampuan beban lebih sebesar 120 % dari batas atas penunjukkannya selama 2 jam dan dilengkapi dengan penunjuk berwarna merah (index pointer) untuk menandai besarnya arus beban-penuh. Ampere meter harus dipasangkan untuk beban motor sebesar 5,5 kW atau lebih pada salah satu fasenya. Amperemeter harus mampu menahan pergerakan yang timbull akibat arus start motor dan mempunyai skala overload yang rapat (compressed) untuk keperluan pembacaan arus start tersebut.

Pada amperemeter harus terdapat mekanisme pengatur penunjukan nol (zero adjusment) berupa sekrup pemutar dibagian depan.

b.8.2 Voltmeter (V-m) Voltmeter harus mempunyai ketepatan kelas 1,5 dan mempunyai skala penunjukan yang lebar. Voltmeter dipasang di sisi daya masuk melalui sikring pengaman jenis HRC dengan arus nominal 3 A. Pada voltmeter harus terdapat mekanisme pengatur penunjukkan nol (zero adjustment) berupa sekrup pemutar di bagian depan.

b.9.

Trafo Arus Trafo arus harus dari tipe kering untuk pemakaian di dalam ruangan (indoor type), jenis jendela dengan perbandingan kumparan yang sesuai dengan standar-standar VDE untuk keperluan pengukuran. Pemasangan harus dilakukan secara kuat agar mampu menahan gaya-gaya mekanis yang timbul pada waktu terjadinya hubungan singkat 3 fasa simetris. Trafo arus untuk amperemeter juga boleh digunakan bersamaan dengan kWh meter dengan syarat tidak menguranqi ketelitiannya. Bila ternyata ketelitian terganggu, harus digunakan trafo arus khusus (terpisah).

b.10 Kabel-kabel Kontrol Kabel kontrol (control wiring) dari panel-panel harus sudah dipasang di pabrik / bengkel secara lengkap dan dibundel serta dilindungi terhadap kerusakan mekanis.

Ukuran kabel kontrol minimum 1,5 mm2 dari jenis NYMHY dengan tegangan nominal 600 volt.

Pada setiap ujung kabel kontrol ataupun pengukuran harus dipasangkan sepatu kabel dengan ukuran kabclnya clan clikencangkan dengan alat penekan (press-tang / kraft-tang) secara baik, sehingga dapat dicegah terjadinya hubung longgar (lost contact). Setiap pemasangan ujung kawat kontrol atau pengukuran pada terminal peralatan harus cukup kencang dan kokoh.

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

70

b.11 Merk Pabrik Semua peralatan pengamanan harus diusahakan buatan satu pabrik. Peralatan-peralatan sejenis harus dapat saling dipindahkan atau dipertukarkan tempatnya pada rangka panel.

b.12 Peralatan Pengaman / Pemutus Daya

b.12.1 Moulded Case Circuit Breaker (MCCB) Untuk pemutus daya cabang dengan arus lebih kecil dari 800 A digunakan jenis rumah tuangan (moulded case circuit breaker - MCCB) yang memenuhi standar B.S. 4752 Part 1 1977 atau IEC 157.1 dan sesuai untuk temperatur operasi 400C (fully tripicalized) dan mampu beroperasi untuk tegangan 660 VAC dengan rating 1.000 VAC.

MCCB harus dapat dioperasikan secara "reverse feed" baik pada posisi horizontal maupun vertikal tanpa mengurangi performance.

Kontak utama yang harus meneruskan arus beban harus terbuat dari bahan silver / tungsten dan mekanisme operasinya dirancang untuk menutup dan membuka kontak-kontak utamanya secara menyapu (wiping action).

Mekanisme operasi harus dari jenis "quick make" dan "quick break" secara simultan pada ketiga / keempat kutubnya sewaktu opening, closing maupun trip.

Mekanisme ini harus trip-free untuk m_ encegah kontak utama menutup kembali tanpa sengaja.

Handle togel MCCB harus dapat membuka semua kutub (kontak utama) secara bersamaan (simultan). Suatu arus kesalahan mengalir pada salah satu kutup harus menyebabkan ketiga kutub membuka secara bersamaan.

MCCB dilengkapi dengan fasilitas pelindung pada masing- masing kutubnya yang dapat disetel (adjustable) untuk arus beban lebih (overload - inverse time) secara mekanis dengan bimetal, pengatus arus hubung - singkat (overcurent - instantaneous) secara mekanis dcngan solenoid (magnetis).

Untuk motor protector, hanya dipasang magnetic overcurrent protection.

Setiap MCCB harus mempunyai tiga posisi opcrasi, yaitu ON, OFF dan TRIP.

Kapasitas pemutus arus kesalahan (interrupting / breaking capacity) tidak kurang dari 50 kA.

b.12.2 Miniature Circuit Breaker (MCB) MCB yang digunakan harus memenuhi persyaratan B.S. 4752 / part 1 1977 atau IEC 157.1 (fully tropicalized), mampu heroperasi untuk tegangan sampai 660 VAC dengan rating 1.000 VAC.

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

71

MCB harus dapat dioperasikan secara "reverse feed", baik pada posisi horizontal maupun vertikal tanpa mengurangi performance.

Kontak utama yang meneruskan arus beban harus terbuat dari bahan silver / tungsten dan mekanisme operasinya dirancang untuk menutup dan membuka kontak-kontak utamanya secara menyapu (wiping action).

Mekanisme operasi harus dari jenis trip-free untuk mencegah kontak utama menutup kembali tanpa sengaja. RKS Teknis Handel togel MCB tiga fasa harus dapat membuka semua kutub (kontak utama) secara bersamaan (simultan).

Suatu arus kesalahan mengalir pada salah satu kutub harus menyebabkan ketiga kutub membuka secara bersarnaan.

MCB dilengkapi dengan fasilitas pelindung arus beban lebih (overload inverse time) secara mekanis dengan bimetal dan arus hubung singkat (overcurent instantaneous) secara mekanis dengan solenoid (magnetis).

Arus nominal dari draw out MCCB dan MCB harus sesuai dengan gambar, dengan kapasitas pemutusan (breaking capacity) disesuaikan dengan letak pemutus daya tersebut.

Kontraktor diwajibkan untuk memeriksa besarnya arus hubung singkat 3 fasa simetris yang mungkin terjadi pada titik-titik beban dan menganjurkan jenis MCCB serta MCB yang sesuai. Hasil perhitungan dan katalog pemutus daya yang disarankan untuk digunakan harus disertakan pada saat penawaran pekerjaan.

5.1.9. Peralatan Penerangan

a. Umum Peralatan penerangan meliputi armatur, lampu-lampu, accessories, peralatan serta alat-alat lain yang diperlukan untuk operasi yang lengkap dan sempurna dari semua peralatan penerangan. Fixture harus seperti yang disyaratkan dan ditunjuk pada gambar-gambar.

b. Kualitas dan Pengerjaan Semua rnaterial dan accessories, balk yang disebut secara maupun khusus harus dari kualitas terbaik. Pengerjaan harus kelas satu dan menghasilkan armature setara dengan standar komersil yang utama. Armatur harus sesuai dengan gambar dan skedul, atau seperti yang disyaratkan di sini. Semua armatur harus buatan , Artolite dan Philips.

c. Jenis armature

c.1.

Lampu-lampu Flourescent (TL) Lampu (bulb) harus dengan warna standar white deluxe.

Penjelasan Teknis Pembangunan Gedung Penunjang KPPBC Type Madya Pabean Cikarang

-

72

Untuk twin lamp atau double TL harus dirangkai secara lead-lag untuk meniadakan efek stroboskopis. Semua fixture harus dilengkapi dengan kapasitor untuk perbaikan faktor kerja sehingga mencapai minimum 0,96. Balast harus dari tipe low losses. Perlengkapan lain seperti starter, ballast, pemegang lampu harus memenuhi standar PLN / SII / LMK.

c.2.

Lampu Down Light. Lampu down light yang dipasangkan di ruang-ruang tertentu rnenggunakan jenis lampu sesuai dengan gambar rencana

c.3.

Lampu Baret Lampu baret yang digunakan harus berbentuk persegi, terbuat dari kaca susu dengan lampu pijar (incandescent) atau lampu TL circle 20 W sesuai dengan kebutuhan.

c.4.

Lampu Taman Bentuk lampu taman sesuai dengan gambar rencana Iengkap dengan tiang diperlukan. Di bagian bawah tiang dipasang box berisi fuse 2 A dan terminal penyambung kabel. Jenis kabel di dalam pipa menuju lampu taman adalah NYY 3 x 2,5 mm2 dengan salah satu inti kabel dipasang ke badan metal lampu untuk pentanahan.

c.5.

Lampu Sorot (Flood Lighting) Armatur lampu sorot dari jenis outdoor type yang tahan panas, tahan cuaca (tahan korosi), balk untuk badan maupun kaca pelindung armatur. Badan armatur (armature housing) dan penutup belakang (rear cover) terbuat dari high pressure die cast allumunium dengan kandungan tembaga yang rendah. Reflektor terbuat dari allumunium yang dipoles mengkilat, kaca tanah panas setebal 5 mm dari jenis thoughened glass plate dengan gasket karet silikon schingga keseluruhan armatur mempunyai- derajat perlindungan IP 55. Jenis lampu yang digunakan adalah HPI-