Anda di halaman 1dari 9

BUSINESS PLAN

PUTAR (Pukis Taro)

Oleh:

1. Ainiyah A (02)

2. Moh. Arizal R (21)

3. Muh. Naufal Y. W (24)

4. Nely Noor H. E (25)

5. Theresia P. H (33)

Kelas:

XII MIPA 2

Pemerintah Provinsi Jawa Timur


Dinas Pendidikan
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 3
KOTA MOJOKERTO
Jalan Pemuda No. 33 Tlp. 0321322235 Mojokerto – 61319
e-mail : smaghamojokerto@yahoo.com
KATA PENGANTAR

Puji syukur alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Tuhan YME, karena hanya dengan
segala rahmat-Nyalah akhirnya kami bisa menyusun laporan business plan dengan judul
“PUTAR (Pukis Taro)” ini tepat pada waktunya. Kami juga mengucapkan terima kasih
kepada Ibu Hani selaku guru pembimbing kami yang telah memberikan tugas ini kepada kami
sehingga kami mendapatkan banyak tambahan pengetahuan khususnya dalam kegiatan
berwirausaha.

Kami selaku penyusun berharap semoga laporan business plan yang telah kami susun
ini bisa memberikan banyak manfaat serta menambah pengetahuan terutama dalam hal
berwirausaha.

Kami menyadari bahwa laporan business plan ini masih memiliki banyak kekurangan
yang membutuhkan perbaikan, sehingga kami sangat mengharapkan masukan serta kritikan
dari para pembaca.

Mojokerto, 31 Oktober 2019

Tim Penyusun
BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Indonesia merupakan Negara Kepulauan yang terdiri dari 17.504 pulau (SUMBER??),
sehingga wilayah di Indonesia sangat banyak dan setiap daerah mempunyai ciri khas masing-
masing yang memiliki karakteristik tersendiri. Salah satu yang menjadi ciri khas daerah adalah
makanan khas daerah. Makanan khas daerah memiliki beberapa kelompok yaitu, makanan
berat, jajanan pasar dan minuman khas.

Secara umum jajanan pasar adalah istilah untuk jenis-jenis kue tradisional khas
Indonesia, warisan dari nenek moyang, yang tak lekang oleh waktu, yang dijual di pasaran..
Hingga saat ini jajanan pasar memang masih diminati oleh masyarakat dari berbagai kalangan.
seiring dengan perkembangan zaman, jajanan pasar yang ada di Indonesia mulai dimodifikasi
menjadi jajanan yang menarik seperti dengan penambahan varian rasa, perubahan bentuk, dan
juga adanya penambahan topping. Salah satu contoh dari jajanan pasar adalah pukis.

Pukis merupakan sebuah kue yang memiliki cita rasa yang manis. Kue tersebut berasal
dari Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Pukis diminati oleh masyarakat karena bentuknya
yang unik dan memiliki rasa manis. Supaya dapat bersaing dengan makanan hits jaman
sekarang, kue pukir memerlukan adanya inovasi baru. Inovasi tersebut dapat diwujudkan
dengan penambahan varian rasa, penambahan topping, serta perubahan bentuk dari kue
tersebut, misalnya Pukis dengan varian rasa taro.

Pukis dengan varian rasa taro adalah kue yang terbuat dari bahan dasar seperti tepung
terigu, gula pasir, santan, telur, ragi, serta penambahan varian rasa taro. Penambahan varian
rasa taro karena kalangan masyarakat umum sudah bosan dengan rasa original dan ingin
mencoba pukis dengan varian rasa terbaru, sehingga anak-anakpun suka dengan pukis varian
rasa.

1.2 Visi dan Misi Usaha

Visi : Menjadikan pukis agar tidak ketinggalan zaman

Misi : Membuat varian rasa baru agar menarik perhatian masyarakat dan agar tidak
bosan dengan rasa yang original.

1.3 Tujuan Usaha

1. Memperoleh keuntungan
2. Mendapatkan pelanggan secara menyeluruh
3. Mendapatkan pengalaman berwirausaha

BAB II
TINJAUAN USAHA
2.1 Profil Usaha

2.1.1 Nama usaha : Putar (Pukis Taro)

2.1.2 Jenis usaha : Makanan khas tradisional modifikasi

2.1.3 Lokasi usaha : Benteng Pancasila dan Sekolah

2.1.4 Deskripsi usaha : Pukis Taro adalah jajanan tradisional yang turun
temurun dari nenek moyang yang berbahan dasar gula,
tepung terigu, telur, santan dan ditambah dengan
varian rasa taro.

2.2 Manajemen

2.2.1 Struktur Organisasi

Manager

Keuangan Pemasaran Produksi Distribusi

2.2.2 Pembagian Peran

 Manager : Theresia Pineta H


 Keuangan : Ainiyah A
 Pemasaran : Muh. Naufal
 Produksi : Nely Noor
 Distribusi : Moh. Arizal

2.2.3 Deskripsi Pekerjaan

 Manager bertugas untuk memimpin organisasi, mengatur dan


organisasi, membangun kepercayaan antar karyawan,
mengembangkan dan mengevaluasi aktivitas
organisasi
 Keuangan bertugas untuk merencanakan, mengatur, mengontrol
arus khas, mengambil keputusan yang berkaitan dengan
investasi pembelanjaan dan deviden
 Pemasaran bertugas untuk melakukan perencanaan strategi
pemasaran dengan memperhatikan trend pasar dan
sumber daya perusahaan dan melakukan perencenaan
analisis peluang pasar
 Produksi bertugas untuk melakukan perencanaan dan
pengorganisasian jadwal produksi, menilai proyek dan
sumber daya persyaratan, memperkirakan, negosiasi,
dan menyetujui anggaran dan rentan waktu dengan
manager
 Distribusi bertugas melakukan pembelian barang-barang,
melakukan penyimpanan barang-barang di gudang
sampai waktu barang-barang itu diperlukan

2.3 Segmentasi Pasar

2.3.1 Sasaran Pasar

Sasaran pasar kami adalah seluruh lapisan masyarakat, utamanya masyarakat Kota
Mojokerto. Tujuan kami mentarget masyarakat Mojokerto adalah untuk mengenalkan produk
kami pertama kali di Mojokerto. Selanjutnya kami baru mentarget untuk masyarakat di luar
Mojokerto atau bahkan luar negeri.

2.3.2 Strategi Pemasaran

Pemasaran kami lakukan dengan cara pemasaran di tempat yakni di Jalan Benteng
Pancasila dan sekolah. Pemasaran juga dilakukan dengan cara promosi melalui media jejaring
sosial atau internet seperti promosi lewat WhatsApp atau Instagram dsb, untuk menjangkau
masyarakat sekitar secara luas.

2.3.3 Analisis SWOT

 STRENGHT
 Bahan baku mudah didapat
 Pukis merupakan salah satu makanan yang disukai oleh masyarakat
Indonesia
 Dengan pengolahan yang tepat, produk ini akan aman, menarik dan
tentunya enak

 WEAKNESS
 Produk tidak tahan lama

 OPPORTUNITY
 Membuka home industri dengan menu khas
 Segmentasi pasar yang luas
1. Menjadi bisnis baru di Indonesia
2. Banyaknya permintaan produk makanan kreatif
 Memiliki pasar tersendiri dengan menciptakan produk baru di
masyarakat

 THREAT
 Akan muncul produk baru dengan jenis yang sama
 Masyarakat belum banyak yang mengetahui produk tersebut
 Rendahnya pandangan masyarakat tenang makanan tradisional

BAB III
ASPEK PRODUKSI

3.1 Alat dan Bahan :

1. 200 gram tepung terigu


2. 3 butir telur
3. 1⁄2 Fermipan
4. 2 bungkus pop ice taro
5. 125 gram gula pasir
6. 125 gram mentega
7. 150 ml santan
8. Cetakan pukis
9. Baskom
10. Pengaduk adonan

3.2 Alur Produksi

1. Bahan-bahan seperti tepung terigu, telur, gula pasir, fermipan,santan, pop ice taro
dicampur dan diaduk secara rata sampai mengembang
2. Campuran adonan tersebut didiamkan selama 30 menit
3. 125 gram mentega dicairkan, lalu cairan mentega dicampur dengan adonan pukis
4. Adonan yang sudah jadi diamkan selama 30-45 menit
5. Adonan siap untuk dicetak pada cetakan pukis dan memasaknya dengan api sedang.

3.3 Pembiayaan

3.3.1 Sumber Dana

Sumber dana yang kami peroleh dengan cara iuran masing-masing siswa Rp
7.500/minggu,-

3.3.2 Alokasi Dana

Bahan Harga
250 gram tepung terigu Rp. 10.000
3 butir telur Rp. 9.000
150 gram gula pasir Rp. 5.000
300 ml santan Rp. 4.000
2 bungkus pop ice taro Rp. 5.000
1 bungkus ragi Rp. 3.000

3.3.3 Perhitungan Harga


 BEP
Biaya Produksi : Rp. 36.000
Produk yang dihasilkan : 26 Buah
36.000
Maka, Variabel Cost nya : = Rp.1300
26

Selling price yang kami tentukan yaitu = Rp.1500

Fixed Cost yang kami peroleh perbulan yakni = Rp. 150.000

Maka, BEP Unit =


𝐹𝐶
𝐵𝐸𝑃 𝑈𝑛𝑖𝑡 =
𝑃−𝑉𝐶

150.000
= 2000−1300

150.000
= = 214 unit
700

𝐹𝐶
𝐵𝐸𝑃𝑅𝑃 = 𝑉𝐶
1−( )
𝑃

150.000
= 1300
1−
2000

150.000
=
1−0,65

150.000
=
0,35

= Rp. 429.000
`

BAB IV
LAMPIRAN

\??????