Anda di halaman 1dari 11

TUGAS KEWIRAUSAHAAN

PROPOSAL BISNIS
“PUDING LABU KUNING”

DisusunOleh :

Desy Fitria Wulandari (20116006)


Gheisa Zahra Nisrina (20116012)
Laili Lutfiah (20116020)
Maria Kristina Lensi S (20116023)
Mohammad Alfan Thoriq (20116026)
Nazullah Khoirunisa (20116028)

PROGRAM STUDI DIPLOMA 4 TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS


FAKULTAS SAINS, TEGNOLOGI, DAN ANALISIS
INSTITUT ILMU KESEHATAN
BHAKTI WIYATA
KEDIRI
2019
Kata Pengantar
Segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT, karena atas limpahan
karunia-Nya kami dapat menyelesaikan tugas kewirausahaan yaitu proposal bisnis
“Puding Labu Kuning” ini dengan baik dan tepat waktu.
Adapun maksud dan tujuan dari penyusunan proposal ini adalah untuk
memenuhi salah satu tugas yang diberikan oleh dosen mata kuliah kewirausahaan.
Selain itu proposal ini juga dapat sebagai acuan untuk merencanakan suatu usaha
dengan mengetahui apa saja hambatan-hambatan yang akan dihadapi dan cara
menganggulanginya serta strategi apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan
usaha yaitu untuk menghasilkan keuntungan.
Kami menyadari proposal ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu
segala saran dan kritik yang membangun dari semua pihak sangat kami harapkan
demi perbaikan pada tugas selanjutnya. Harapan kami semoga tugas ini bermanfaat
khususnya bagi saya dan bagi pembaca.

Kediri, 10 Juni 2019

Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dunia usaha khususnya dalam bidang kuliner untuk saat ini mengalami
perkembangan yang semakin pesat, terbukti dengan banyaknya makanan yang
bermunculan dengan rasa bervariasi dan beranekaragam. Makanan yang enak dan
bergizi tidak harus mahal salah satunya adalah pudding labu kuning.
Pudding Labu Kuning adalah cemilan dengan rasa yang manis, segar dan kaya
manfaat. Selain rasanya yang enak pudding labu kuning ini memiliki tampilan warna
kuning yang menarik, vitamin yang banyak terkandung pada bahan Labu kuning dan
tinggi serat pada agar-agarnya.

1.2 Tujuan
Terdapat beberapa tujuan dari didirikannya usaha “Puding Labu Kuning”
yaitu:
 Berperan aktif dalam bidang bisnis dan kewirausahaan
 Membuat sebuah produk yang dapat dinikmati tanpa harus mengeluarkan
biaya yang mahal
 Menjadikan puding menjadi makanan favorit dan makanan yang sehat untuk
dikonsumsi dalam kondisi dan waktu kapanpun.
 Mendapatkan keuntungan atau laba

1.3 Visi dan Misi


1.3.1 Visi
Menjadikan Puding sebagai cemilan yang sehat dan bergizi dan dapat
dinikmati untuk semua usia khususnya anak-anak dan remaja.
1.3.2 Misi
 Membuka lapangan kerja
 Memodifikasi pudding dengan buah
 Membuat pudding dengan higienis dan kualitas yang baik.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Profil Badan Usaha


1. Manajemen
Nama Perusahaan : Puding
Nama Pemilik :
Bidang Usaha : Kuliner

2. Pemasaran
Produk yang ditawarkan : Puding Labu Kuning
Sasaran Konsumen : Semua Kalangan
Wilayah Pemasaran : Kediri
B. Segmentasi Produk
1. Potensi Pasar
Produk ini adalah Puding yang menggunakan bahan-bahan alami, rasanya
manis asam dan berserat tinggi serta baik untuk kesehatan, adapun harganya
juga sangat terjangkau.
2. Objek Pasar
Segmentasi pasar dari produk ini yaitu untuk kalangan umum karena bisa
dinikmati dari semua kalangan, dari yang muda sampai yang sudah dewasa
bahkan manula juga bisa menikmati produk ini
3. Target / Sasaran Pasar
Target Pasar produk ini mencakup anak-anak, remaja, orang dewasa dan
wilayahnya sekitar kampus/sekolah dan tempat-tempat umum.
2.2 Keunggulan Produk
Keunggulan dari produk kami yaitu :
1. Bahan baku yang digunakan berkualitas
2. Dibuat dengan higienis
3. Tidak menggandung pengawet
4. Rasa yang enak dan bergizi
5. Harganya terjangkau

2.3 Bahan Pembuatan Puding Stawberry

2.4 Cara Membuat Puding Stawberry

2.5 Analisis SWOT


Analisis SWOT adalah mengidentikasi berbagai faktor secara sistematis
untuk merumuskan strategi perusahaan SWOT adalah kependekan dati Strength,
Weakness, Opportunity, dan Threat. Adapun penjabarannya adalah sebagai
berikut:
1. Strenght ( Kekuatan )
Produk yang kami buat enak rasanya, bergizi, proses pembuatannya bersih,
harganya terjangkau, menggunakan bahan-bahan alami yang dijamin
kesegarannya dan disukai berbagai kalangan. Labu kuning yang biasanya
digunakan untuk membuat kolak maupun campuran roti dapat dibuat
inovasi kuliner yang disukai semua kalangan yaitu puding labu kuning
dengan rasa manis dan segar
2. Weakness ( Kelemahan )
Kelemahan pada produk kami yaitu pudding labu kuning tidak dapat
bertahan lama jika diletakan di suhu ruang tetapi akan lebih tahan lama jika
diletakkan di dalam lemari pendingin.
3. Opportunities ( Peluang )
Kami menjual produk di lingkungan kampus/sekolah ditempat-tempat yang
ramai untuk memperbanyak konsumen dan memperluas jaringan
pemasaran produk dengan membuat tampilan yang menarik serta kami
akan terus mengembangkan puding dengan buah untuk memperbanyak
variasi rasa.

4. Threats ( Ancaman )
Ancaman yang mungkin terjadi adalah produk lain yang lebih terkenal
daripada produk kami.

2.6 Analisa 4P
Sebelum kami membuka usaha kami juga harus menganalisa product,
price, promotion dan place agar usaha kami berjalan dengan lancar yaitu
sebagai berikut:
1. Product (Produk)
Pada tahapan pertama, tentunya kami menghasilkan Produk yang
dibuat Homemade, artinya produk yang dihasilkan asli dibuat oleh kami
sendiri tanpa pengawet dan bahan yang digunakan pun alami.

2. Price (Harga)
Harga per-cup “ Puding Labu Kuning” Rp.,-
Strategi yang kami lakukan adalah menjual produk sebanyak banyaknya
dengan harga yang terjangkau dengan tidak mengurangi kualitas isi
produk.

3. Promotion (Promosi)
Promosi yang kami lakukan cukup banyak, diantaranya melalui Online
(via Broadcast Message, SMS, maupun Facebook) , Face to Face (dengan
mendatangi langsung konsumen) , dan mempromosikan produk kami ke
beberapa kelas.

4. Place (Tempat)
Untuk tempat penjualan kami menjualnya dalam 3 cara yaitu Di rumah
pribadi, di Kampus/ Sekolah dan menitipkan pada beberapa tempat usaha
seperti warung, dan kantin.

BAB III
PERENCANAAN USAHA

A. Bahan Baku Perhari


No Keterangan Satuan Harga
1. Agar-Agar gr Rp.
2. Susu Cair liter Rp.
3. Gula Pasir gr Rp.
Total Rp.

B. Bahan Tambahan Perhari


No Keterangan Satuan Harga
1. Stawberry pak Rp.
2. Sari Kelapa gr Rp.
3. Vla Vanila bungkus Rp.
4. Cup + tutup Buah Rp.
5. Sendok Plastik buah Rp
Total Rp

C. Peralatan dan Mesin


No. Keterangan Satuan Harga
1. Tabung Gas Buah Rp.
2. Panci sedang Buah Rp.
3. Serok Buah Rp.
4. Kompor Buah Rp.
Total Rp

 Biaya Total = Bahan Baku Perhari + Bahan Tambahan Perhari +


Peralatan dan Mesin
= Rp. + Rp. + Rp. = Rp.

D. Penetapan Harga Jual


Contoh: Modal sejumlah Rp. 286.000,- mampu untuk memproduksi 50
cup puding.
HPP = Modal : Produksi
= Rp:
= Rp.

E. Perkiraan Laba
Laba yang diinginkan 25% = Laba x HPP
= 25% x
= Rp

F. Harga Jual
Harga Jual = Total Laba (Rp) + HPP
= Rp+ Rp= Rp
= Rp

G. Break Event Point (Analisis Tidak Impas)


BEP = Total Biaya : Harga jual rata-rata
=
= cup
= cup (pembulatan)

Total Per Hari = BEP : Target penjualan per hari


=
= hari
Untuk mencapai BEP harus menjual cup yang dapat di capai selama hari.

H. Perkiraan Pendapatan
 Target perhari = cup
 Pendapatan = pudding yang terjual x harga jual
=
= Rp.
 Total biaya produksi dalam 1 kali produksi = Rp.
 Keuntungan = pendapatan – total biaya produksi
= Rp– Rp
= Rp.

Jadi, keuntungan yang diperoleh dengan menjual cup pudding dengan


harga Rp. per buah dalam satu produksi adalah Rp
I. Pengembalian Modal
Modal Awal : Laba Usaha =Rp : Rp
kali produksi

Jadi, modal akan kembali dalam jangka waktu kali produksi

BAB IV
PENUTUPAN

RESIKO
Resiko yang mungkin terjadi dalam usaha yaitu mutu dari bahan yang diperoleh bisa
saja memiliki kualitas rendah atau rusak karena tidak tahan lama sehingga berdampak
juga pada kualitas produk yang dihasilkan dan mengakibatkan berkurangnya pembeli
produk Puding Labu Kuning.

KESIMPULAN

Usaha Puding Labu Kuningini termasuk usaha yang cukup menjajikan karena
memiliki peluang memperoleh keuntungan yang tinggi dan sesuai dengan selera
konsumen. Puding dengan rasa buah ini bisa mengatasi kesulitan para ibu-ibu yang
mempunyai anak tidak suka buah. Namun harus ada variasi rasa baru dan menarik
agak konsumen tidak bosan untuk mengkonsumsi pudding.
Agar tidak menimbulkan kegagalan usaha di tengah jalan, seorang wirausaha
harus memiliki rencana dan memperhatikan secara maksimal rencana tersebut agar
usaha berkembang dengan cepat serta tetap menjaga kualitas dan berinovasi untuk
menarik para konsumen membeli produk tersebut.
Dari kegiatan yang kami lakukan adalah bahwa mahasiswa sangat
memerlukan proses pembelajaran seperti ini. Karena kita bisa secara langsung
merasakan bagaimana menawarkan dan menjual produk kepada orang lain.
Pengalaman ini bisa menjadi dasar ketika akan memulai suatu usaha. Asal ada
kemauan dan keinginan untuk berusaha pasti bisa melakakukannya, karena dalam
dunia bisnis modal bukanlah segalanya.