Anda di halaman 1dari 4

Pengertian sistem endokrin, fungsi, penyakit, Jenis dan

Struktur : adalah sistem kontrol kelenjar tanpa saluran (ductless)


yang menghasilkan hormon yang tersirkulasi di tubuh melalui
aliran darah untuk mempengaruhi organ-organ lain
Sistem endokrin adalah sistem kontrol kelenjar tanpa saluran
(ductless) yang menghasilkan hormon yang tersirkulasi di tubuh
melalui aliran darah untuk mempengaruhi organ-organ lain. Sistem
endokrin disusun oleh kelenjar-kelenjar endokrin. Kelenjar
endokrin mensekresikan senyawa kimia yang disebut hormon.
Hormon merupakan senyawa protein atau senyawa steroid yang
mengatur kerja proses fisiologis tubuh.
Kelenjar endokrin dalam tubuh terdiri dari kelenjar hipofisis,
kelenjar adrenal, kelenjar tiroid, kelenjar paratiroid, kelenjar pineal,
dan pulau langerhans pada pankreas. Kelenjar tersebut memiliki
struktur yang berbeda satu sama lain. Selain struktur, yang
membedakan setiap kelenjar adalah sekresi yang dihasilkan dan
fungsinya. Untuk mengetahui tentang struktur histologis dan fungsi
kelenjar endokrin dari sistem endokrin, maka disusun makalah
yang berjudul “Sistem Endokrin”.
Sifat Umum dan Kelenjar Penyusun Sistem Endokrin
Menurut Tenzer (1998), kelenjar endokrin pada vertebrata
(termasuk manusia) memiliki sifat umum sebagai berikut:

 Seluruh kelenjar endokrin berukuran kecil dan mengandung


banyak pembuluh darah
 Berdasarkan susunan sel sekretorinya, kelenjar hormon
dibedakan menjadi dua tipe:
o Tipe sinusoid. Tersusun atas sel-sel sekretori berbentuk
kubus atau pipih yang terletak diantara sinusoid-
sinusoid dan dilengkapi dengan matriks jaringan ikat.
o Tipe folikel. Sel sekretori tersusun dalam kantung bulat
(folikel). Folikel tersebut menimbun sekretnya dalam
lumen sebelum dilepaskan dalam aliran darah. Tipe ini
terdapat pada kelenjar tiroid.
o Kelenjar pada sistem endokrin hanya berhubungan
secara fungsional tanpa ada hubungan secara struktural.
o Jumlah sekret yang disekresikan tergantung kebutuhan
tubuh.

Kelenjar endokrin yang terdapat pada vertebrata (termasuk


manusia) antara lain, hipofisis, tiroid, paratiroid, adrenal, pineal,
dan organ-organ tubuh yang mengandung kelenjar endokrin
misalnya, pankreas, gonad, ginjal, lambung, dan usus halus
(Tenzer, 1998).
Sistem endokrin. Kelenjar endokrin dan hormon utama yang
disekresikan disebutkan beserta lokasinya. Organ lain diperlihatkan
dalam tanda kurung, termasuk jantung, ginjal, timus, usus, dan
gonad yang mengandung sel endokrin dan memiliki fungsi
endokrin penting.

Selain itu, sejumlah besar jaringan yang tersebar luas dan sel di
seluruh tubuh memilki fungsi endokrin tetapi tidak diperlihatkan
pada gambar ini. Sel tersebut mencakup sel adiposa yang
menyekresi hormon leptin dan sel endotel vascular yang
menghasilkan polipeptida yang disebut endotelin yang
meningkatkan vasokontriksi. Sumber: Junqueira et al, 2012.

Pengertian Sistem Endokrin


Sistem Endokrin disebut juga kelenjar buntu, yaitu kelenjar yang
tidak mempunyai saluran khusus untuk mengeluarkan sekretnya.
Sekret dari kelenjar endokrin dinamakan hormon. Hormon
berperan penting untuk mengatur berbagai aktivitas dalam tubuh
hewan, antara lain aktivitas pertumbuhan, reproduksi,
osmoregulasi, pencernaan, dan integrasi serta koordinasi tubuh.
Sistem endokrin hamper selalu bekerja sama dengan sistem saraf,
namun cara kerjanya dalam mengendalikan aktivitas tubuh berbeda
dari sistem saraf. Ada dua perbedaaan cara kerja antara kedua
sistem tersebut. Kedua perbedaan tersebut adalah sebagai berikut.

1. Dibandingkan dengan sistem saraf, sistem endokrin lebih


nanyak bekerja melalui transmisi kimia.
2. Sistem endokrin memperhatikan waktu respons lebih lambat
daripada sistem saraf. Pada sistem saraf, potensial aksi akan
bekerja sempurna hanya dalam waktu 1-5 milidetik, tetapi
kerja endokrin melalui hormon baru akan sempurna dalam
waktu yang sangat bervariasi,

berkisar antara beberapa menit hingga beberapa jam. Hormon


adrenalin bekerja hanya dalam waktu singkat, namun hormon
pertumbuhan bekerja dalam waktu yang sangat lama. Di
bawah kendali sistem endokrin (menggunakan hormon
pertumbuhan), proses pertumbuhan memerlukan waktu
hingga puluhan tahun untuk mencapai tingkat pertumbuhan
yang sempurna.

Dasar dari sistem endokrin adalah hormin dan kelenjar (glandula),


sebagai senyawa kimia perantara, hormon akan memberikan
informasi dan instruksi dari sel satu ke sel lainnya. Banyak hormon
yang berbeda-beda masuk ke aliran darah, tetapi masing-masing
tipe hormon tersebut bekerja dan memberikan pengaruhnya hanya
untuk sel tertentu.

Sel-sel Penyusun Organ Endokrin


Sel-sel penyusun organ endokrin dapat dibedakan menjadi dua,
yaitu sebagai berikut.
1. Sel Neusekretori, adalah sel yang berbentuk seperti sel saraf,
tetapi berfungsi sebagai penghasil hormon. Contoh sel
neusekretori ialah sel saraf pada hipotalamus. Sel tersebut
memperhatikan fungsi endokrin sehingga dapat juga disebut
sebagai sel neuroendokrin. Sesungguhnya, semua sel yang
dapat menghasilkan sekret disebut sebagai sel sekretori. Oleh
karena itu, sel saraf seperti yang terdapat pada hipotalamus
disebut sel neusekretori.

2. Sel endokrin sejati, disebut juag sel endokrin kelasik yaitu sel
endokrin yang benar-benar berfungsi sebagai penghasil
hormon, tidak memiliki bentuk seperti sel saraf. Kelenjat
endokrin sejati melepaskan hormon yang dihasilkannya
secara langsung ke dalam darah (cairan tubuh). Kelenjar
endokrin sejati dapat ditemukan pada hewan yang
memepunyai sistem sirkulasi,

baik vertebrata maupun invertebrata. Hewan invertebrata


yang sering menjadi objek studi sistem endokrin yaitu Insekta,
Crustaceae, Cephalopoda, dan Moluska. Kelenjar ensokrin
dapat berupa sel tunggal atau berupa organ multisel.