Anda di halaman 1dari 16

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan kasih
karunia-Nya sehingga saya dapat meenyelesaikan penulisan makalah Critical Book Report ini
yang bertujuan untuk pemenuhan tugas mata kuliah Senam Lantai.
Dalam penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, baik dari segi isi maupun
sistematika penulisan. Seperti kata pepatah ‘tidak ada gading yang tak retak’, oleh karna itu
penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk kesempurnaan makalah
ini.
Semoga makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca, akhir kata penulis ucapkan sekian
dan terima kasih.

Medan, 8 Oktober 2019

Gomos Andreas Sianturi

1
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .................................................................................................................................. 1
1. Latar Belakang ................................................................................................................................ 3
2. Tujuan .............................................................................................................................................. 3
3. Manfaat ............................................................................................................................................ 3
4. Identitas Buku ................................................................................................................................. 4
BAB II........................................................................................................................................................... 5
RINGKASAN ISI BUKU ............................................................................................................................. 5
1. Ringkasan buku .............................................................................................................................. 5
Buku Utama......................................................................................................................................... 5
Buku Pembanding ............................................................................................................................... 11
BAB III ....................................................................................................................................................... 14
PENILAIAN BUKU SECARA UMUM .................................................................................................... 14
1. Kelebihan Buku ............................................................................................................................. 14
2. Kekurangan Buku ......................................................................................................................... 14
BAB IV ....................................................................................................................................................... 15
PENUTUP.................................................................................................................................................. 15
1. Kesimpulan .................................................................................................................................... 15
2. Saran .............................................................................................................................................. 15
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................................. 16

2
BAB 1
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Senam merupakan suatu cabang olahraga yang melibatkan performa gerakan
yang membutuhkan kekuatan, kecepatan dan keserasian gerakan fisik yang teratur.
Bentuk modern dari senam ialah : Palang tak seimbang, balok keseimbangan, senam
lantai. Bentuk-bentuk tersebut konon berkembang dari latihan yang digunakan oleh
bangsa Yunani kuno untuk menaiki dan menuruni seekor kuda dan pertunjukan
sirkus.Senam biasa digunakan orang untuk rekreasi, relaksasi atau menenangkan pikiran,
biasanya ada yang melakukannya di rumah, di tempat fitness, di gymnasium maupun di
sekolah. Sekarang, sejak kecil banyak anak sudah terbiasa diajarkan senam, baik oleh
orang tua, maupunoleh pengajar olahraga di sekolah.Senam sangat penting untuk
pembentukan kelenturan tubuh, yang menjadi arti penting bagi kelangsungan hidup
manusia.Senam ada berbagai macam, diantaranya senam lantai, senam hamil, senam
aerobik, senam pramuka, Senam Kesegaran Jasmani (SKJ), dll. Namun ketika beranjak
remaja, banyak orang melakukan senam aerobik, ataupun senam lain termasuk meditasi
untuk menenangkan diri.
2. Tujuan
Adapun tujuan dari penyelesaian tugas ini adalah:

1) Mengulas isi sebuah buku.


2) Membandingkan isi buku utama dengan buku pembanding 1 dan pembanding 2
3) Melatih individu agar berfikir kritis dalam mencari informasi yang ada disetiap
buku.
4) Mengetahui informasi sebuah buku.
3. Manfaat
1) Membantu pembaca mengetahui gambaran dan penilaian umum dari sebuah buku
atau hasil karya lainnya secara ringkas.
2) Mengetahui kelebihan dan kelemahan buku yang dikritik.
3) Mengetahui latar belakang dan alasan buku tersebut diterbitkan.
4) Menguji kualitas buku dengan membandingkan terhadap karya dari penulis yang
sama atau penulis lainnya.
5) Memberi masukan kepada penulis buku berupa kritik dan saran terhadap cara
penulisan, isi, dan substansi buku.

3
4. Identitas Buku
Buku utama
Judul buku : Senam dan Metodik 1b
Pengarang : Drs.P. Panggabean
Drs. Imam Hidayat
Penerbit : PT “Sinar Hudaya”
Tahun terbit : 1978
Jumlah halaman :

Buku pembanding
Judul buku : Senam Lantai 1b (Buku Guru)
Pengarang : Drs. Imam Hidayat
Drs. Pieter Panggaben
Penerbit : P.T. Abadi
Tahun terbit : 1980
Jumlah halaman : 55 Halaman

4
BAB II

RINGKASAN ISI BUKU


1. Ringkasan buku
Buku Utama
1. SIKAP LILIN

Sikap lilin adalah sikap yang dibuat dari sikap semula tidur terlentang kemudian
mengangkat kedua kaki ( rapat ) lurus ke atas dengan kedua tangan menopang pinggang

2. KAYANG

Yang disebut kayang adalah suatu bentuk sikap badan terlentang yang membusur,
bertumpu pada kedua tangan dan kedua kaki dengan siku-siku dan lutut lurus.

3. SPLITS

Splits adalah suatu bentuk sikap, yaitu duduk di lantai dengan satu kaki lurus ke
depan dan kaki yang lain lurus ke belakang atau kedua kaki lurus ke sisi. Dalam mengajar
atau melatih seorang anak untuk dapat melakukan splits yang di latih adalah kelepasan
persendian dan kelemasan otot panggul.

4. SETIMBANG

Yang dimaksut dengan setimbang adalah suatu sikap yang menuntut daya
keseimbangan yang besar apakah sikap tersebut di lakukan dalam bentuk berdiri atau
duduk/berjongkok.

5. HEAD BALANCE

Yang di sebut dengan Head Balance adalah sikap sikap tegak, dengan bertumpu pada
kepala dan di topang oleh kedua tangan.

5
Melihat dari penempatan bagian kepela dan sikap kedua tangan sebaggai penopang
dapatlah dibedakan:

Tumpuan kepala ke dada Tangan penopang

1. Dahi dengan siku siku bengkok

2. Dahi dengan lengan lurus

3. Ubun-Ubun dengan siku siku bengkok

4. Ubun-Ubun dengan lengan bawah di lantai

6. GULING DEPAN

Yang dimaksut guling depan adalah berguling ke depan atas bagian belakang badan
(tengkuk, punggung,pinggang,dan panggul bagian belakang) cara laatihannya adalah
anak duduk di matras dengan kedua kaki dan lutut rapat; lutut di rapatkan sedekat
mungkin ke dada. Pegang dengan kedua tangan pergelangan kaki atau kedua tangan
memeluk kedua lutut. Condongkan badan ke belakang kemudian jatuhkan,pada saat itu
kepala tunduk (dagu rapatke dada) dengan cara bebas anak duduk kembali latiahan ini di
ulang sehingga anak mengalami dan merasakan sikap yang membulatkan badan.

7. GULING KE BELAKANG

Guling kebelakang adalah kebalikan dari guling depan yakni menjatuhkan badan ke
belakang.

8. HAND STAND

6
Hand stand adalah sikap tegak dengan bertumpu pada kedua tangan atau tegak atas
kedua tangan dengan siku-siku lurus dan kedua kaki rapat dan lurus ke atas. Suatu hal
yyang perlu diperhatikan dalam melakukan hand stand di atas landasan atau alas yang
keras adalah lebih mudah bila di bandingkan dengan melakukan hand balance di atas
landasan atau alas yang lunak.

9. LOMPAT HARIMAU

Lompat Harimau dapat di berikan apa bila anak sudah menguasai guling depan.
Cara melakukannya adalah pertama sikap jongkok kedua tangan sejajar ke muka setinggi
bahu. Tempatkan sebuah bola di depan anak anak di tugaskan melompati bola tersebut di
akhiri dengan guling depan jarrak bola dan ujung kaki 30-40cm

10. WALK OVER

1. Ke depan : didahului dengan melakukan hand stand kemudian kaki satupersatu


mendarat di lantai,satu kaki di tempatkan agak jauh di depan kaki yang pertama mendarat
lalu tegak kembali.

2. Ke belakang : di dahului dengan melakukan jembatan satu kaki di lemparkan ke


belakang di ikuti oleh kaki satunya lagi ; satu kaki di tempatkan agak jauh ( 4 langkah ) di
belakang kaki yang pertama maendarat lalu tegak kembali.

11. NECK KIP

Neck kip adalah suatu gerakan lenting badan ke atas depan yang di sebabkan oleh
lemparan kedua kaki dan tolakan kedua tangan ;dari sikap setengah guling belakang atau
setengah guling ke depan dengan kedua kaki rapat dan kedua tangan lurus.

7
Latihan Khusus

Tidur terlentang kedua kaki lurus dan rapat kedua tangan di sisi badan angkat kedua kaki
ke belakang kemudian lemparkankedua kaki ke atas depan, mendarat atas kedua ujung
kaki dengan mengangkat panggul,pinggang tinggi dari lantai.

12. MERODA

Meroda adalah suatu gerakan ke samping pada satu saat bertumpu atas keduua
tangan dengan kaki terbuka besar atau kangkang.

Latihan Khusus

Dengan bantuan, angkat satu tangan dari lantai sebentar (1,2 hitungan ) dan kembali
untuk kemudian tangan yang lain. Demikian di lakukan berganti ganti beberapa kali,
pembantu memegang pada kedua sisi pangggul.

13. STUT ( BACK EXTENTION )

Stut adalah suatu gerakan dari sikap duduk berlunjur dilantai dengan kedua kaki
rapat atau dari sikap terlentang, mengangkat sekaligus kedua kaki ke belakang atas pada
saat yang sama kedua tangan yang bertumpu di lantai di sisi telinga menolak badan ke
atas, sikap akhir adalah : hand stand.

Latihan Khusus

Tidur terlentang kedua kaki lrus dan rapat. Angkat kedua kaki ke belakang. Dengan
gerrakan dari pangkal paha dan panggul,kedua kaki ( lurus ) di angkat naik turun.

8
14. HAND SPRING

1. Hand spring adalah suatu gerakan dengan bertumpu kedua tangan dii lantai di sertai
tolakan/lemparan satu kaki dari belakang kearah depan atas dan mendarat atas dua kaki
hingga berdiri tegak.

2. melihat dari tolakan kaki dan cara mendarat dapat dibedakan:

a) tolakan satu kaki, mendarat atas dua kaki.

b) tolakan satu kaki, mendarat atas satu kaki.

c) tolakan dua kaki, mendarat atas dua kaki

Latihan Khusus

Melakukan hand stand ( meletakkan dahulu kedua tangan dilantai ) dengan lemparan satu
kaki yang di lakukan agak keras, berbeda lemparan kaki untuk hand stand, kaki yang lain
menyusul. Pembantu berada di depan untuk menahan kedua kaki.

15. BACK HANS SPRING

Back hand spring adalah suatu bentuk gerakan yang di awali dari sikap berdiri
dengan tolakan kedua kaki dan melemparkan kedua tangan ke belakang, hingga mendarat
di lantai danbertumpu, di ikuti sikap badan membusur dan lemparkan kedua kaki ke
belakang, hingga berdiri tegak kembali.

Latihan Khusus

Melakukan hand stand, ke dua kaki di teruskan jatuh hingga membuat kayang. Kedua
kaki mendarat tidak jatuh dari tempat tangan bertumpu. Dapat di lakukan dengan
bentuan.

9
16. ROUND OFF

Round off adalah suatu satuan gerakan yang terdiri dari:

1. melakukan hand stand dengan berputar pada sumbu tegak

2. menolak dengan kedua tangan tumpuan pada saat kedua kaki akan mendarat di lantai

Latihan Khusus

Melakukan hand stand dengan meletakkan kedua tangan menghadap arah dating; jadi
pada saat kedua tangan mendekat ke lantai, kedua tangan di putar sedemikian hingga
ujung jari menghadap arah dating. Pada latihan ini tetap di bantu hingga sikap hand stand

17. SALTO

Salto adalah suatu gerakan atau bentuk latihan yang bila di lihat kejadiannya adalah
gerakan guling di udara. Salto dapat di jalankan ke belakang maupun ke depan. Melihat
dari sikap badan,maka dapatlah di bedakan:

1. salto jongkok

2. salto dengan badan di rentangkan

Latihan khusus salto depan

Dengan awalan, melompat dengan tolakan atas ke dua kaki, melakukan guling depan di
atas peti lompat yang tingginya kira kira setinggi panggul anak-anak.

Latihan Khusus Salto Belakang

Dengan bantuan dua orang, anak memakai tali pengikat pinggang. Anak melakukan
loncat-loncatan di tempat atas dua kaki ; di selingi satu loncatan tinggi ke atas dengan
menarik ke dua lutut rapat ke dada dengan kedua tangan memeluknya

Perhatikan ; badan anak tidak membungkuk namun kedua lutut yang merapat ke dada.

10
Buku Pembanding
1. Sikap lilin
Sikap lilin akan lebih mudah dilakukan oleh pelajar bila ia terutama mempunyai:
 Kelemasan: ruas-ruas tulang pinggang dan punggung, ruas tulang leher,
persendian bahu;
 Kekuatan: otot-otot perut, paha dan lengan.
2. Kayang
Untuk melakukan kayang, membutuhkan kelemasan dan kelepasan
persendian (ruas) tulang otot belakang, panggul, bahu, perut, demikian pula
kekuatan kaki dan lengan yang dipergunakan untuk menopang.
3. Splits
Dalam kehidupan sehari-hari tidak jarang dijumpai anak-anak kecil, terutama
anak wanita melakukan splits. Sebenarnyalah, disebabkan kelentuhan yang besar
yang masih terdapat pada anak-anak ini, maka lebih mudah mengajarkannya pada
orang dewasa.6
4. Setimbang
Mengajar/melatih sikap setimbang ini tidak sukar, ditinjau dari sikap tersebut
(tidak rumit/sukar) dan tidak bergerak (statis)
5. Head Balance
Perlu diketahui bahwa head balance adalah suatau sikap yang jarang sekali
dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, umpamanya duduk, berjongkok,
merangkak dan sebagainya.
6. Guling Depan
Atas dasar prinsip tersebut di atas maka dapatlah disimpulkan bahwa kesiapan
khususnya dalam hal kelepasan dan kelemasan otot dan persendian bagian
belakang adalah penting.
7. Guling ke Belakang
Melakukan guling ke belakang tidaklah mendapat kesukaran yang berarti, bila
mengguling ke depan sudah dikuasai anak.
8. Hand Stand

11
Kelepasan dan kekuatan pergelangan tangan (kekuatan otot persendian
pergelangan tangan), kekuatan otot lengan dan bahu akan menentukan.
9. Lompat Harimau
Suatau kerja sama (koordinasi) yang baik diminta pada latihan ini. Yaitu suatu
lanjutan gerak dari lompatan ke depan dengan tolakan kedua kaki, pada saat yang
sama kedua lengan direntangkan ke depan siap untuk menopang badan yang jauh
“mendarat” di atas matras, dilanjutkan dengan guling ke depan.
10. Walk Over
Anak yang menguasai sikap kayang yang diawali dari sikap berdiri atau tidur
terlentang dan dapat pula melakukan handstand, tidak akan mengalami kesukaran
atau hambatan yang berarti pada saat melakukan walk over.
11. Neck Kip
Neck kip adalah salah suatu dari berbagai macam kip (roll kip, head kip,
ground kip)
12. Meroda
Meroda adalah suatu gerakan ke samping/sisi, bertumpu atas kedua tangan
dan kedua kaki terbuka besar/kangkang.
13. Stut
Stut adalah gerakan yang dilakukan dengan sikap awal tidur terlentang, duduk
berlunjur, berjongkok atau dari sikap berdiri.
14. Back Hndspring
Kesukaran yang besar tidak akan dihadapi oleh anak-anak yang telah
mengalami/dapat melakukan latihan/gerakan atau sikap: kayang, handstand, walk
over, stut.
15. Round Off
Melihat gerakannya, round off adalah melakukan hand stand atau hand spring
dengan berputar pada sumbu tegak.
16. Salto
Karena harus melakukan gerakan berputar di udara maka perlu waktu yang
cukup lama anak berada di udara
17. Ketetapan Gerak dan Nilai

12
Sebagai salah satu cara untuk mendapatkan hasil yang sebaik-baiknya, sesuai
dengan sikap, gerak, daya koordinasi dalam tiap bentuk latihan yang dilakukan,
maka beberapa hal menjadi syarat yang harus dipenuhi oleh anak.

13
BAB III

PENILAIAN BUKU SECARA UMUM


1. Kelebihan Buku
Buku Utama
1) Isi buku sudah cukup jelas.
2) Sangat bermanfaat untuk dunia pendidikan.
3) Bentuk bukunya yang sederhana dengan ukuran yang tidak terlalu besar sehingga mudah
dibawa kemana-mana.
4) Dilengkapi dengan gambar yang cukup jelas

Buku Pembanding

1) Isi buku sudah cukup jelas


2) Sangat bermanfaat untuk dunia pendidikan.
3) Bentuk bukunya yang sederhana dengan ukuran yang tidak terlalu besar sehingga mudah
dibawa kemana-mana.
4) Dilengkapi dengan gambar yang cukup jelas

2. Kekurangan Buku
Buku Utama
1) Tidak memiliki daftar pustaka
2) Ada penempatan tanda baca yang kurang tepat
3) Tidak memiliki latar belakang
4) Mencantumkan gambar tetapi tidak memiliki warna sehingga akan kesulitan
memahami terutama anak anak
5) Buku ini juga tidak menyampaikan iktisar/ rangkuman

Buku Pembanding
1) Penggunaan bahasa dalam buku sedikit kurang membantu pemahaman si pembaca
2) Ada penempatan tanda baca yang kurang tepat
3) Mencantumkan gambar tetapi tidak memiliki warna sehingga akan kesulitan
memahami terutama anak anak

14
BAB IV
PENUTUP
1. Kesimpulan
Senam adalah aktivitas fisik yang dilakukan baik sebagai cabang olahraga tersendiri
maupunsebagai latihan untuk cabang olahraga lainnya. Berlainan dengan cabang olahraga lain
umumnyayang mengukur hasil aktivitasnya pada obyek tertentu, senam mengacu pada bentuk gerak
yangdikerjakan dengan kombinasi terpadu dan menjelma dari setiap bagian anggota tubuh
darikomponen-komponen kemampuan motorik seperti : kekuatan, kecepatan, keseimbangan,kelentukan,
agilitas dan ketepatan. Dengan koordinasi yang sesuai dan tata urutan gerak yangselaras akan terbentuk
rangkaian gerak artistik yang menarik. Menurut asal kata, senam (gymnastics) berasal dari bahasa
Yunani, yang artinya: "untuk menerangkan bermacam-macamgerak yang dilakukan oleh atlet-atlet yang
telanjang". Dalam abad Yunani kuno, senamdilakukan untuk menjaga kesehatan dan membuat
pertumbuhan badan yang harmonis, dan tidak dipertandingkan. Baru pada akhir abad 19, peraturan-
peraturan dalam senam mulai ditentukandan dibuat untuk dipertandingkan. Pada awal modern Olympic
Games, senam dianggap sebagaisuatu demonstrasi seni daripada sebagai salah satu cabang olahraga yang
teratur.
2. Saran
Senam lantai merupakan salah satu olah raga yang membutuhkan kekuatan,
kelentukan, kelenturan,dll. Disamping itu senam juga merupakan salah satu olahraga
yang dapat menjadikan sebagai olah raga prestasi. Jadi, sebaiknya dalam melakukan
gerakan-gerakan roll depan dan belakang adalah dengan mengikuti cara-cara dan metode
yang telah diberikan dan lebih berhati -hati saat melakukannya. Sehingga kesalahan-
kesalahan yang dapat membuat cedera tidak akan terjadi.

15
DAFTAR PUSTAKA

Panggabean,dkk.1978. senam dan metodik 1b. Jakarta: PT. Sinar Hudaya.

Hidayat,dkk.1980. senam lantai 1b. Jakarta: PT. Abadi.

16