Anda di halaman 1dari 10

PANDUAN SKRINING & TRIAGE

RUMAH SAKIT GIGI dan MULUT


MARANATHA
KATA PENGANTAR

Segala puji hanyalah bagi Tuhan semesta alam yang telah memberikan ijin dan
petunjuknya, sehingga panduan skrining pasien ina dapat diselesaikan dan dapat
diterbitkan.
Panduan ini dibuat untuk menjadi panduan kerha bagi semua staf dalam
melakukan skrining di Rumah Sakit Gigi Mulut Maranatha
Untuk peningkatan mutu pelayanan diperlukan pengembangan kebijakan,
pedoman, panduan dan prosedur. Untuk tujuan tersebut panduan ini akan kami evaluasi
setidaknya 2 tahun sekali. Masukan, kritik dan saran yang konstruktif untuk
pengembangan panduan ini sangat kami harapkan dari para pembaca.

Bandung, 2017

Direktur
Daftar Isi

Surat Keputusan Direktur ................................................................................


Kata Pengantar ............................................................................................... i
Daftar Isi ........................................................................................................ ii
A. Definisi .................................................................................................... 1
B. Ruang Lingkup ........................................................................................ 2
C. Prinsip ...................................................................................................... 2
D. Tata Laksana
1. Triage
2. Skrining pasien dipendaftaran
3. Pemeriksaan penunjang diagnostic
4. Penerimaan pasien rawat inap
E. Dokumentasi
PANDUAN SKRINING PASIEN

A. Definisi

1. Instalasi gawat darurat adalah unit pelayanan Rumah Sakit yang memberikan

pelayanan pertama pada pasien dengan ancaman kematian dan kecacatan secara

terpadu dengan melibatkan berbagai multidisiplin.

2. Triage adalah pengelompokan korban yang berdasarkan atas berat ringannya

trauma/penyakit serta kecepatan penanganan/pemindahannya.

3. Prioritas adalah penentuan mana yang harus didahulukan mengenai penanganan dan

pemindahan yang mengacu tingkat ancaman jiwa yang timbul

4. Survey primer adalah deteksi cepat dan koreksi segera terhadap kondisi yang

mengancam jiwa.

5. Survey sekunder adalah melengkapi survey primer dengan mencari perubahan –

perubahan anatomi yang akan berkembang menjadi semakin parah dan memperberat

fungsi vital yang ada berakhir dengan mengancam jiwa bila tidak diatasi.

6. Pasien gawat darurat adalah pasien yang tiba – tiba dalam keadaan gawat atau akan

menjadi gawat dan terancam nyawanya atau anggota badannnya (akan menjadi cacat)

bila tidak mendapatkan pertolongan secepatnya.

7. Pasien gawat tidak darurat adalah pasien berada dalam keadaan tetapi tidak

memerlukan tindakan darurat.

8. Pasien darurat tidak gawat adalah pasien akibat musibah yang dating tiba – tiba tetapi

tidak mengancam jiwa dan anggota badannya, misalnya luka sayat dangkal.
B. Ruang Lingkup

Skrining dilakukan pada area :

1. Diluar Rumah Sakit

2. Pendaftaran

3. Poliklinik

4. IGD

Skrining dilakukan melalui :

1. Kriteria triage

2. Evaluasi visual atau pengamatan

3. Pemeriksaan fisik atau hasil dari pemeriksaan fisik, psikologi

4. Pemeriksaan Laboratorium atau diagnostic imajing sebelumnya.

C. Prinsip

1. Skrining dilaksanakan pada kontak pertama di dalam atau diluar Rumah Sakit

2. Keputusan tindakan pasien Rumah Sakit Gigi dan Mulut Maranatha bila Rumah Sakit

mampu menyediakan pelayanan yang dibutuhkan pasien.

D. Tata Laksana

1. Triage

Triage adalah seleksi pasien sesuai tingkat kegawat daruratan sehingga pasien

terseleksi dalam mendapatkan pertolongan sesuai dengan tingkat

kegawatdaruratannya. Triage dilakukan baik diluar Rumah Sakit (Pra - hospital)

maupun didalam Rumah Sakit.


Triage di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Maranatha menggunakan system labeling

warna, pasien ditentukan apakah gawat darurat, gawat tidak darurat atau tidak gawat

tidak darurat.

Pasien yang telah diseleksi label warna pada listnya, sesuai dengan tingkat

kegawatannya.

Adapun pemberian labeling warna sesuai dengan tingkat kegawatannya, sebagai

berikut :

a. Pasien gawat darurat diberi label warna merah

b. Pasien gawat tidak darurat atau darurat tidak gawat diberi label warna kuning.

c. Pasien tidak gawat dan tidak darurat diberi warna hijau.

d. Pasien yang telah dinyatakan meninggal diberi label warna hitam

Keputusan Triage

a. Triage diluar Rumah Sakit

Dari hasil triage yang dilakukan diluar Rumah Sakit (Pra Hospital) didapatkan

keputusan sebagi berikut :

1) Pasien dengan kategori triage merah merupakan prioritas pertama segera

ditranfer ke Rsumah Sakit Gigi dan Mulut Maranatha (Jika fasilitas dan

peralatan Rumah Sakit tidak memadai pasien dapat langsung ditranfer ke

Rumah Sakit Rujukan terdekat dengan fasilitas yang lebih menunjang)

2) Pasien dengan kategori triage kuning merupakan prioritas kedua untuk

dtranfer ke Rumah Sakit Gigi dan Mulut Maranatha.

3) Pasien dengan kategori triage hijau merupakan priritas ketiga dan ditranfer ke

poliklinik Rumah Sakit Gigi dan Mulut Maranatha.


4) Pasien dengan triage hitam merupakan prioritas keempat dan ditranfer

kerumah sakit yang memiliki fasilitas kamar jenazah/ Rumah Duka.

b. Triage didalam Rumah Sakit

Dari hasil triage yang dilakukan didalam Rumah Sakit, didapatkan keputusan

sebagai berikut :

1) Pasien dengan triage merah segera transfer ke Ruang IGD yaitu, area P1 area

triage merah.

2) Pasien dengan kategori triage kuning ditranfer ke ruang IGD, yaitu area P2

(Triage Kuning)

3) Pasien dengan kategori triage hijau di transfer keruang IGD area P3 (Triage

Hijau)

4) Pasien dengan kategori triage hitam diserahkan kepada pihak keluarga.

5) Jika fasilitas dan sarana di RSGM Maranatha tidak dapat memenuhi

kebutuhan pelayanan pasien tersebut, maka pasien drujuk ke rumah sakit

rujukan.

2. Skrining pasien dipendaftaran

a. Skrining Kebutuhan Pelayanan

Skrining kebutuhan pelayanan bertujuan untuk mengarahkan pasien mendapatkan

pelayanan sesuai kebutuhan.

b. Skrining prioritas pelayanan

Proses skrining untuk pasien yang dating ke Instalasi Rawat Jalan (Poliklinik)

dilaksanakan melalui evaluasi visual atau pengamatan oleh petugas Pendaftaran.

Evaluasi visual atau pengamatan oleh petugas merupakan salah satu kegiatan
pemilahan pasien melalui visual atau pengamatan untuk menentukan apakah

pasien ini membutuhkan penanganan segera atau tidak (prioritas penanganan

pasien). Setelah dilakukan evaluasi atau pengamatan, dapat dapat ditentukan

sebagai berikut :

Kondisi Pasien Keputusan


Kesadaran : Sesuai Antrian
1) Sadar Penuh IGD
2) Tampak mengantuk gelisah
bicara tidak jelas
3) Tidak Sadar IGD
Pernafasan :
1) Nafas Normal Sesuai Antrian
2) Tampak Sesak Disegerakan
3) Tidak bernafas IGD
Resiko Jatuh :
1) Resiko Rendah Sesuai Antrian
2) Resiko Sedang Disegerakan
3) Resiko Tinggi IGD
Nyeri Dada :
1) Tidak ada Sesuai Antrian
2) Ada (Tingkat sedang) Sesuai Antrian
3) Nyeri dada kiri tembus Disegerakan
punggung
Skala nyeri
Skala Nyeri yang digunakan adalah
Wong Baker Faces
0 – 1 = Tidak Merasa Nyeri Sesuai Antrian
2 – 3 = Sedikit Nyeri Sesuai Antrian
4 – 5 = Cukup Nyeri Sesuai Antrian
6 – 7 = Lumayan Nyeri Disegerakan
8 – 9 = Sangat nyeri IGD
10 = Amat Sangat Nyeri (Tidak IGD
Tertahan)

Batuk :
1) Tidak Ada Sesuai Antrian
2) Batuk > 2 Minggu Disegerakan
Berdasarkan hasil skrining tersebut maka dapat diambil keputusan sebagai berikut :

a. Poliklinik sesuai antrian

b. Poliklinik disegerakan

c. IGD

3. Pemeriksaan Penunjang diagnostic

Pemeriksaan diagnostic dilakukan bila pasien dipertimbangkan untuk dirawat inap. Jenis

pemeriksaan dapat dilihat dari table berikut :

TABEL PEMERIKSAAN PENUNJANG DIAGNOSTIK


SEBELUM RAWAT INAP
No Jenis Pasien Jenis Pemeriksaan Penunjang
1 Pasien Dewasa a. Darah rutin
b. Gula darah sewaktu
c. EKG (jika usia > 45 th atau jika ada
indikasi)
2 Pasien Anak a. Darah rutin

3 Pasien Kritis a. Pemeriksaan lab Darah lengkap


b. Kimia Darah

Pada kasus kasus yang sudah pasti rumah sakit tidak bisa memberikan pelayanan maka

pemeriksaan penunjang diagnostic dapat tidak dilakukan.

4. Penerimaaan Pasien Rawat Inap :

Pasien dapat didaftarkan masuk ke rumah sakit oleh dokter spesialis yang memiliki Surat Ijin

Praktek di RSGM Maranatha Bandung. memerlukan kelengkapan

lembar kerja admission dari dokter spesialis atau dokter umum dengan

instruksi dari dokter spesialis, yaitu:


a. Lembar admission (Surat Pengantar Rawat inap)

b. Diagnosis saat dating

E. Dokumentasi

Semua hasil skrining dicatat dalam Rekam Medis IGD dan poliklinik

Beri Nilai