Anda di halaman 1dari 12

FOTOSINTESIS

Nadya Lestari Ningrum Nagoro, 1714042010,Pendidikan Biologi A

Abstrak
Klorofil merupakan unsur penentu kemampuan fotosintesis tanaman yang
sebagian besar terdapat pada daun tanaman. Kadar klorofil daun berhubungan erat
dengan kehijauan daun.. Tujuan praktikum ini adalah efek panjang gekombang
terhadap efektifitas fotosintesis Hydrilla ferticilata, dan uji pati daun. Praktikum ini
dilakukan pada 15 April 2019 di Laboratorium Botani FMIPA UNM, adapun bahan
yang digunakan yaitu Hydrilla ferticilata, Larutan 0,5 % NaHCO3, plastik berwarna,
tanaman berdaun dalam pot, alcohol dan larutan iodium. Dari semua radiasi yang di
pancarkan, hanya panjang gelombang tertentu yang dimanfaatkan tumbuhan dalam
fotosintesis. beberapa macam cahaya buatan dengan warna yang berbeda-beda
menunjukkan jumlah gelombang yang berbeda pula. amilum terbentuk dari hasil
fotosintesis. Pada proses fotosintesis dibutuhkan cahaya matahari dan klorofil,
apabila tidak ada cahaya matahari yang diserap oleh klorofil maka fotosintesis tidak
akan terjadi dan amilum pun tidak akan terbentuk.
Kata kunci : Klorofil, Fotosintesis, Amilum
PENDAHULUAN epidermis yang tanpa warna kemudian
Fotosintesis merupakan proses melaju menuju mesofil. Proses
dimana tumbuhan, beberapa bakteri, fotosintesis ini terdiri atas dua
dan prostista menggunakan energi dari rangkaian reaksi yakni reaksi terang
matahari untuk menghasilkan gula, dan juga reaksi gelap. Dinamakan
dimana dengan respirasi seluler reaksi terang sebab prosesnya
mengubahnya menjadi ATP, sebagai membutuhkan cahaya. Dalam proses
gudang energy untuk aktivitas fotosintesis, reaksi terang merupakan
kehidupan. Konversi energy metahari proses yang pada akhirnya
menjadi kimia, berkaitan erat dengan menghasilkan ATP juga NADPH2.
kerja pigmen hijau, klorofil (ismail, Dalam reaksi ini diperlukan molekul
dkk., 2014) air. Fotosintesis dimulai pada saat
Tumbuhan yang melakukan cahaya mulai mengionisasi molekul
proses fotosintesis memerlukan klorofil dan kemudian terjadi
bantuan cahaya matahari. Mereka pelepasan elektron. Pada tumbuhan
mampu menyerap cahaya tersebut sendiri, reaksi biokimia ini akan terjadi
sebab mereka memiliki zat hijau daun siklus calvin di mana karbondioksida
atau klorofil. Cahaya matahari akan diikat dengan tujuan membentuk
selanjutnya akan melewati lapisan ribose dan lebih lanjut akan menjadi
glukosa. Reaksi ini tidak bergantung fotosintat symbiontderived. Respirasi
pada ada atau tidaknya cahaya Holobiont mungkin menyajikan
matahari. Proses fotosintesis pada sumber CO2 internal tambahan yang
rumput laut dapat berlangsung dengan berkontribusi pada pertukaran karbon
laju maksimal jika unsur-unsur yang kompleks dan sistem transfer di
pendukungnya terpenuhi yakni antara dalam karang. Klororespirasi,
lain: cahaya, konsentrasi melibatkan oksidasi plastoquinone
karbondioksida, suhu, kadar air (PQ) dengan O2 dan terminal oksidase
(Suryati dkk., 2016). dapat aktif di dalam kloroplas dari
Klorofil merupakan unsur Symbiodinium. Selanjutnya terjadi
penentu kemampuan fotosintesis klasifikasi di calicodermis karang dan
tanaman yang sebagian besar terdapat menjadi tempat respirasi seluler pada
pada daun tanaman. Kadar klorofil mitokondira selanjutnya dapat
daun berhubungan erat dengan berkontribusi pada pasokan CO2
kehijauan daun. Klorofil merupakan internal di Holobiant (Schrameyer
pigmen yang memiliki fungsi dalam dkk., 2014).
proses fotosintesis tanaman. Semakin Reaksi terang terjadi di
tinggi kadar klorofil daun maka membran tilakoid dan mengubah
kemampuan dalam berfotosintesis energi cahaya menjadi energi kimia.
akan semakin tinggi. Pada proses Klorofil dan beberapa pigmen lain
fotosintesis, klorofil tanaman adalah seperti beta-karoten diatur dalam
molekul kompleks yang berperan membran tilakoid dan terlibat dalam
menangkap energi cahaya matahari, reaksi terang. Pigmen yang terdapat
proses transfer energi dan electron pada tumbuhan mampu menyerap
(Aziez dkk., 2014). cahaya dengan warna yang berbeda-
Reaksi gelap fotosintesis beda dan digunakan dalam proses
memperbaiki CO2 menjadi organic fotosintesis. Bagian tengah dari
karbon menggunakan enzim Ribulose- struktur kimia dari molekul klorofil
1,5-bisphosphate adalah sebuah cincin porfirin, yang
carboxylase/oxygenase (RuBisCO). terdiri dari beberapa cincin karbon dan
Symbiodinium mengandung tipe nitrogen dengan ion magnesium di
prokariotik II RuBisCO, yang tengah (Nurmaeli dkk., 2015).
memiliki afinitas rendah terhadap Dalam daun, media eksternal
CO2. Oleh karena itu konsentrasi CO2 adalah air dalam dinding sel dan ruang
diperlukan untuk memperkenalkan interseluler (apoplas) yang terpengaruh
asimilasi karbon dan untuk memenuhi oleh tekanan atmosfer (Ψp=0). Karena
permintaan energik host untuk konsentrasi larutan dari air ini secara
normal sangat rendah, Ψs sangat kecil, adalah pemompaan zat terlarut
dan karena itu potensial air dalam melintas membrane melawan gradient
apoplast ditentukan oleh kekuatan elektrokimia zat tersebut. Proses ini
matrik yang dilancarkan oleh dinding disebut ‘aktif’ karena sel harus
sel (Fitter, dkk., 1991). menggunakan energy, biasanya dalam
Air yang terkandung pada bentuk ATP, untuk mentranpor zat
keseluruhan tubuh tanaman berkisar terlarut melawan arah neto difusi zat
antara 5-95%. Kadar air untuk tiap-tiap tersebut ( Campbell, dkk., 2010).
bagian tubuh tanaman juga berbeda- Osmosis adalah perpindahan
beda, seperti pada biji-bijian 5-10%, molekul air dari potensial tinggi ke
dan pada daun tanaman sekitar 50- potensial yang lebih rendah melalui
95%. Air dibutuhkan oleh tanaman membran semipermeabel. Membran
diserap dari lingkungan melalui kar. semipermeabel adalah membran yang
Air tersebut kemudian dibawa oleh bersifat selektif permeabel yang berarti
jaringan xylem untuk dimanfaatkan hanya zat-zat tertentu yang dapat
bagi kebutuhan tanaman (Ismail., melewati membrane ( Arumaningrum,
2019). dkk., 2015).
Difusi merupakan proses fisika Potensial air memengaruhi
yang prosesnya dapat terjadi setiap absorpsi dan kehilangan air oleh sel
saat di alam maupun di dalam tumbuhan hidup . pertama-tama
tumbuhan atau organism lainnya. bayangkanlah sebuah sel yang flasid
Perpindahan molekul dari daerah atau lemas karena kehilangan air. Sel
berkonsentrasi lebih tinggi ke daerah tersebut memiliki Ψp sebesar 0MPa.
berkonsentrasi lebih rendah. Anggaplah sel flasid ini direndalm di
Perpindahan molekul terjadi mengikuti dalam larutan dengan konsentrasi zat
gradient konsentrasi. Konsentrasi terlarut yang lebih tinggi daripada sel
adalah sejumlah zat atau partikel per itu sendiri. Karena larutan eksternal
unit volume (Ismail, dkk., 2014) memiliki potensial air yang lebih
Zat cair cenderung berdifusi rendah, air berdifusi keluar dari sel.
menuruni gradient elektrokimiawinya, Protoplas sel mengalami plasmolisis
yaitu efek gabungan dari gradient mengerut dan melepas dari dinding sel.
konsentrasi zat terlarutdan voltase Jika kita menempatkan sel flasid yang
(perbedaan muatan) melintas sama di dalam air murni maka sel
membrane. Difusi melintas membrane tersebut, karena mengandung zat-zat
disebut tranpor pasif karena terjadi terlarut, memiliki potensial air yang
tanpa penggunaan energy metabolic lebih rendah daripada air, dan airpun
secara langsung oleh sel . transfor aktif memasuki sel melalui osmosis.
Berlawanan dengan sel flasid, sel relative terhadap tekanan atmosfer.
berdinding dengan konsentrasi zat Sebagai contoh, air di dalam sel-sel
terlarut yang lebih besar daripada xylem tak hidup (trakeid dan unsure-
sekelilingnya menjadi turgid, atau unsur pembuluh) suatu tumbuhan
sangat tegang. Ketika sel-sel turgid di sering kali berada di bawah potensial
dalam jaringan tak berkayu saling tekanan negative (tegangan) yang
mendorong, jaringan menjadi kaku. kurang dari -2 Mpa. Sebaliknya,
Efek kehilangan turgor terlihat selama seperti udara di dalam balon, air di
tumbuhan layu, ketika daun dan batang dalam sel-sel hidup biasanya berada di
lemas akibat sel-selnya kehilangan air bawah tekanan positif. Secara spesifik,
(Campbell, dkk., 2010). isi sel menekan membrane plasma ke
Sel dan osmosis, konsentrasi dinding sel, dan dinding sel, pada
larutan disekeliling sel akan gilirannya, menakan protoplas,
mempengaruhi keadaan sel, dalam hal menghasilkan sesuatu yang disebut
ini osmosis. Tiga kemungkinan tekanan turgor (Campbell dkk., 2010).
konsentrasi larutan : larutan isotonis Osmosis dapat diukur dengan
yaitu konsentrasi larutan sama dengan menggunakan potensial air. Potensial
sel, larutan hipertonis yaitu konsentrasi air adalah suatu kemampuan air untuk
larutan lebih tinggi disbanding sel, dan melakukan pergerakan/perpindahan.
larutan hipotonis yaitu konsentrasi Potensial osmotic lebih menyatakan
larutan lebih rendah disbanding sel status larutan, dan status larutan dapat
(Ismai, dkk., 2014) dinyatakan dalam satuan konsentrasi,
Tekanan osmotik secara umum tekanan atau energi ( Ismail, dkk.,
didefinisikan sebagai jumlah tekanan 2014)
yang dibutuhkan untuk membawa Cahaya dengan kualitas yang
pelarut gerakan melintasi membran berbeda-beda ditemukan dalam dua
semipermeabel ke kesetimbangan. keadaan terrestrial: dibawah kanopi
Model ini mencoba memodelkan suatu daun dan di daerah dengan altitude
deskripsi berbasis agen tentang tinggi di mana terjadi radiasi dengan
pergerakan partikel solusi melintasi penambahan- penambahan jumlah
semipermeabel membran dan sinar ultra-violet. Di daerah yang
menggambarkan sifat koligatif tekanan altitudnya lebih rendah UV secara
osmotic (Yadav, dkk., 2015) nyata disaring oleh atmosfer terutams
Potensial tekanan adalah oleh oksigen dan ozon. Biji-bijian dari
tekanan fisik pada suatu larutan. Tidak banyak spesies tidak akan
seperti potensial zat terlarut, potensial berkecambah pada keadaan gelap biji-
tekanan dapat positif atau negative, bijian memerlukan rangsangan cahaya.
Nampaknya ada dua himpunan merupakan pemberian cahaya terakhir
tekanan ekologis yang mempengaruhi , yang menentukan perkecambahan
pertama biji-bjian dari banyak tanam- (Fitter dkk.,1991)
tanaman pengganggu, seperti halnya Fotosintesis merupakan suatu
berbagai macam spesies Chenopodium sifat fisiologi yang hanya dimiliki
( Cummings, 1963) yang merupakan khusus oleh tumbuhan. Salah satu
cirri ditanah dan mungkin terkubur komponen penting yang digunakan
pada kedalaman tertentu karena dalam fotosintensis adalah klorofil.
pengolahan tanah, nampaknya Klorofil memungkinkan tumbuhan
memerlukan kondisi yang baik untuk dapat menyerap energi dan cahaya.
mengatasinya bila mereka tidak Setiap jenis daun pada setiap
berkecambah sampai mereka dapat tumbuhan memiliki kandungan
kembali muncul ke permukaan. klorofil yang berbeda. Faktor yang
Adalah hal yang umum bahwa lahan menyebabkan perbedaan adalah faktor
yang diolah menyiapkan dengan cepat genetik yang mempengaruhi morfologi
untuk mendukung pertanaman dan anatomi daun. Selain klorofil,
tanaman-tanaman seperti Stellaria stomata juga dapat mempengaruhi
media dan Veronica persica. efisiensi fotosintesis. Stomata
Keadaan kedua dimana memungkinkan masuknya dari
perkecambahan yang di rangsang oleh lingkungan pada siang hari sebagai
cahaya adalah baik, dimana spesies bahan fotosintesis. Fotosintesis hanya
mengembangkan satu cadangan biji- dapat dilakukan saat stomata terbuka.
bijian yang terkubur Cslluna vulgaris, Kerapatan stomata sangat bergantung
Deschampsia caespitosa dan banyak pada konsentrasi, yaitu bila naik,
lainnya. Pada kedua kasus tersebut jumlah stomata per satuan luas lebih
biji-bijian biasanya sangat sedikit. Stomata memberikan respon
kecil(Grime, 1979). Tetapi rangsangan pada cahaya melalui efek fotosintesis
cahaya pada perkembangan dari konsentrasi (Budiono, dkk., 2016)
merupakan satu peristiwa yang dapat Sekitar 95% air yang hilang
berbalik dari cahaya merah/ cahaya dari tumbuhan lolos melalui stomata,
merah-jauh, yang berarti melibatkan walaupun pori-pori ini hanya
fitrokrom. Biji dengan cirri peka menempati 1-2% dari permukaan
terhadap cahaya akan berkecambah eksternal daun. Kutikuli berlilin
jika dikenai cahaya merah, tetapi membatasi kehilangan air melalui
rangsangan ini dapat dihilangkan oleh permukaan daun yang lain. Setiap
perlakuan dengan cahaya merah-jauh stomata diapit oleh sepasang sel
berikutnya kasus ini, hal tersebut penjaga. Sel penjaga mengontrol
diameter stomata dengan mengubah difusi dan evaporasi sebagai transpirasi
bentuk, sehingga memperlebar atau (Campbell, dkk., 2010)
mempersempit celah di antara Menurut (Sutrian, 2004)
pasangan sel penjaga. Dalam kondisi Perubahan bentuk dan gerakan pada
lingkungan yang sama, jumlah air sel-sel penutup ini tentu ada yang
yang hilang dari daun sangat mendorongnya yaitu pengaruh-
bergantung pada jumlah stomata dan pengaruh dari luar, seperti pengaruh
ukuran rata-rata pori-porinya temperature, air radiasi dan zat-zat
(Campbell, dkk., 2010) kimia. Sehubungan dengan adanya
Transpirasi adalah proses yang dorong-dorongan (yang bersifat
disebabkan oleh evaporasi air dari pengaruh) itu maka terdapatlah
daun tumbuhan dan berhubungan beberapa istilah sebagaimana sebutan
dengan pengambilan air oleh akar atas adanya dorongan-dorongan
dalam tanah. Transpirasi tersebut, antara lain :
memungkinkan aliran aliran massa a. Gerakan-gerakan yang dilakukan
mineral yang diperlukan tumbuha. sel penutup – gerak nasty
Aliran disebabkan oleh berkurangnya b. Pengaruh gerak adalah
tekanan hidrostik pada bagian atas temperature – gerak termonasti
tumbuhan akibat difusi air ke atmosfer c. Pengaruh gerak adalah air-
melalui stomata (Ismail, dkk., 2014) hidronasti
Stomata pada permukaan daun d. Pengaruh gerak adalah cahaya -
mengarah ke labirin rongga udara fotonasti
internal yang memaparkan sel-sel e. Pengaruh gerak adalah zat- zat
mesofil pada CO2 yang dibutuhkan kimia – khemonasti
untuk fotosintesis. Udara di dalam Menurut (ismail, 2019) faktor-
rongga-rongga ini jenuh dengan uap faktor yang mempengaruhi pembukaan
air karena bersentuhan dengan dan penutupan stomata adalah :
dinding-dinding sel yang lembab. 1. Cahaya : pada siang hari stomata
Udara di luar daun biasanya lebih membuka dan pada malam hari
kering; artinya, udara tersebut stomata menutup
memiliki potensial air yang lebih 2. Karbon dioksida (CO2)
rendah daripada udara di dalam daun. :konsentrasi CO2 yang tinggi
Oleh karena itu, uap air dalam rongga menyebabkan stomata menutup
udara daun berdifusi menuruni dan O2 rendah menyebabkan
gradient potensial air dan keluar dari stoma membuka
daun melalui stomata. Kita menyebut 3. Potensial air : potensial air rendah
kehilangan uap air dari daun melalui stomata menutup
4. Temperature : temperature tinggi dan mikrofibril-mikrofibril selulosa
30-350 C, stomata menutup terorientasi dengan arah yang
karena terjadi cekaman air yang menyebabkan sel-sel penjaga
menurunkan tekanan turgor sel melengkung keluar saat turgid.
penutup Pelengkungan keluar ini memperbesar
5. Angin : angin membawa CO2 ukuran pori-pori diantara sel-sel
masuk ke dalam stomata sehingga penjaga. Ketika sel-sel kehilangan air
stomata menutup sebagai/parsial. dan menjadi flasid, mereka menjadi
Dilain pihak angin menyapu kurang melengkung,dan pori-pori pun
lapisan air di permukaan daun menutup. Perubahan tekanan turgor di
sehingga mempercepat penguapan dalam sel-sel penjaga terutama
air diakibatkan oleh absorpsi dan
+
6. Ion kalium/potassium (K+) masuk kehilangan K yang dapat balik.
ke dalam sel penutup sehingga Stomata terbuka ketika sel-sel penjaga
stomata terbuka mengakumulasi K+ secara aktif dari
7. Asam absisat (ABA). Fitohormon sel-sel epidermis yang bertetangga.
ini memacu penutupan stomata Aliran K+ melintasi membran plasma
ABA dalam konsentrasi 10-6 M sel penjaga dipadukan dengan
sudah dapat menyebabkan stomata pembangkitan potensial membran oleh
menutup pompa proton. Pembukaan stomata
Berlangsungnya proses-proses berkolerasi dengan transpor aktif H+
kimiawi dalam sel-sel penutup akan keluar dari sel penjaga. Voltase yang
sangat berpengaruh terhadap turgor dihasilkan (potensial membrane)
+
sel-sel penutup. Tegangan pada turgor mendorong K ke dalam sel melalui
akan demikian dipengaruhi dalam saluran membrane spesifik. Absorpsi
terjadinya perubahan dari zat tepung K+ menyebabkan potensial air menjadi
menjadi zat gula dalam sel penutup lebih negatif didalam sel-sel penjaga,
atau sebaliknya perubahan dari zat dan sel-sel tersebut menjadi lebih
gula menjadi tepung (Sultrian, 2004) turgid saat air masuk melalui osmosis.
Mekanisme pembukaan dan Karena sebagian besar K+ dan air
penutupan stomata ketika sel-sel disimpan di dalam vakuola, membrane
penjaga mengambil air dari sel-sel vakuola juga berperan dalam
tetangga melalui osmosis, sel-sel meregulasi dinamika sel penjaga.
penjaga menjadi lebih turgid. Pada Penutupan stomata diakibatkan oleh
sebagian besar spesies angiosperma, hilangnya K+ dari sel-sel penjaga ke
dinding sel dari sel-sel penjaga sel-sel tetangga, yang menyebabkan
memiliki ketebalan yang tidak merata, kehilangan osmotic air. Akuaprin juga
membantu meregulasi pembengkakan selama fotosintesis. Bandingkan
dan penciutan osmotic sel-sel penjaga pengaruh wama terhadap reaksi ini.
(Campbell, dkk., 2010)
METODE KERJA Sub Unit 3.6
Praktikum ini dilakukan pada 8 Alat dan Bahan yang digunakan
april 2019 di Laboratorium Botani yaitu aluminium foil, klip kerta, gelas
FMIPA UNM. Dalam pengamatan beaker, tebung reaksi, gunting,
fotosintesis yang dilakukakan yaitu; Bunsen, kaki tiga dan kasa. Bahannya
Alat dan Bahan yang digunakan tanaman berdaun dalam pot, alcohol
yaitu alatnya Bekker glass dibungkus dan larutan iodium.
dengan plastik berwarna dan Gelas Langkah kerja : 1). Letakkan
ukur. Bahannya, Tumbuhan Hydrilla tumbuhah berdaun di tempat gelap
verticilata dan Larutan 0,5 % sekitar 2 - 3 hari. 2). Setelah itu
NaHCO3. pilihlah sehelai daun lebar, tutuplah
Langkah kerja : l). Hydrilla sebagian permukaan daun dengan
verticilata dimasukkan ke dalam aluminium foil. Gunakan klip untuk
tabung sebanyak satu tangkai dengan menjepitnya, 3). Letakkan pot
pucuk ke arah bawah tabung. 2). tersebut di tempat yang terkena
Tabung diisi dengan 0,5 % NaHCOs cahaya rnatahari langsung selama
sampai penuh, lalu letakkan terbalik sekitar 5jam. 4). Petiklah daun yang
di dalam beker glass sedemikian rupa, telah ditutup dengan aluminium foil
schingga tak terbentuk ruang udara. tersebut dan lakukan pengujian
3). Bekker glass dibungkus dengan dengan lugol. 5). Cara melakukan uji
plastik berwama dan diletakkan pada amilum I lugol: a. Rebuslah daun
sinar matahari selama 2-3 jam. 4). dalam air mendidih selama beberapa
Dinding tabung dipu.kul-pukul agar menit hingga layu. b. Rebuslah daun
gelembung terlepas dari tanaman. dalam alkohol panas untuk
Berdirikan tabung lalu ruang udara melarutkan klorofilnya c. Cucilah
yang terbentuk ditandai dengan spidol daun di bawah air mengalir d.
5). Isi tabung dikeluarkan, lalu Tetesilah daun dengan larutan lugol
dikeringkan dan diisi air dengan iodiurn arnatilah perubahan
menggunakan pipet sampai batas warnanya.
yang telah ditandai. Setelah itu HASIL
volume air 1 ada diukur dengan gelas Unit 3.1 Efek Panjang Gelombang
ukur. Volume air ini sama dengan Terhadap Efektifitas Fotosintesis
volume oksigen yang terbentuk Hydrillaverticilata
Perlakuan Volume Volume
NaHCO3 Oksigen kedua. Sedangkan, hasil analisis
(ml) (ml) dengan perlakuan cahaya merah,
Plastik 21 0,7 hanya mendapatkan jumlah gelombang
Berwarna 21 pada 5 menit pertama dan 24
gelombang pada 5 menit kedua.
Unit 3.6 Uji Pati Daun
Pengaruh utama dari proses
Pengamatan Warna Daun
fotosintesis yang paling utama adalah
Tidak Ditutup
ditutup cahaya. Cahaya merupakan energi
Sebelum Hijau Hijau yang berbentuk gelombang
direbus air muda tua elektromagnetik yang meliputi seluruh
panas warna dari spektrum cahaya dan
Setelah Hijau Hijau panjang gelombang. Spektrum cahaya
direbus air kecoklatan muda merupakan spektrum atau panjang
panas gelombang elektromagnetik yang
Direbus Hijau tua Hijau
secara kasat tanpak oleh mata. Panjang
dengan kecoklatan muda
alcohol gelombang merupakan jarak antara
Ditetesi Lugol Biru Putih puncak gelombang elektromagnetik
kehitaman dengan radiasi elektromagnetik.
spektrum yang terdapat pada
PEMBAHASAN cahaya memiliki banyak bagian dan
Spectrum warna yang efektif jenisnya. Urutan dari panjang
dalam proses fotosintesis gelombang terbesar hingga terkecil
(menghasilkan banyak gelembung O2). yang terdapat pada gambar yakni
Dari semua radiasi yang di pancarkan, gelombang radio, mickrogelombang,
hanya panjang gelombang tertentu inframerah, tampak, ultraviolet, sinar-
yang dimanfaatkan tumbuhan dalam X, dan sinar gamma. Jenis gelombang
fotosintesis. cahaya yang berpengaruh terhadap
hasil dari setiap perlakuan proses fotosintesis yakni gelombang
dengan menggunakan beberapa atau cahaya tampak dengan panjang
macam cahaya buatan dengan warna gelombang 0.5 x 10-6. Berikut adalah
yang berbeda-beda menunjukkan gambar dan panjang gelombang yang
jumlah gelombang yang berbeda pula. terdapat pada cahaya tampak.
Dari hasil analisis data pada tabel 1 Dalam daun terdapat amilum
dengan perlakuan cahaya kuning, (polisakarida) yang merupakan hasil
mendapatkan jumlah gelombang proses fotosintesis. Hal ini dibuktikan
terbanyak yakni 665 gelombang pada bahwa pada daun kontrol berwarna
5 menit pertama dan 1133 pada menit bercak-bercak ungu rata pada seluruh
daunnya sedangkan pada daun yang dengan amilum menimbulkan warna
diberi perlakuan yaitu bagian tengah biru kehitam-hitaman. Amilum terdiri
daun ditutup dengan aluminium foil, atas 2 bagian, yaitu amilosa dan
pada bagian tertutup ini berwarna hijau amilopektin. Amilosa lebih mudah
muda dan hampir tidak berwarna. larut dalam air. Untuk mengetahui
Warna ungu muncul saat daun ditetesi adanya karbohidrat dalam tanaman
dengan larutan I-KI yang dibentuk dapat dilakukan suatu pengujian.
oleh ikatan antara amilum yang ,bahwa akumulasi pati dalam daun
mampu mengikat iodium sehingga sebagai cadangan sementara mudah
menghasilkan warna ungu. Bagian diperlihatkan.
daun yang tertutupi dengan aluminium Proses pembentukan amilum
foil tidak mampu menyerap cahaya melalui fotosintesis adalah sebagai
sehingga tidak terjadi fotosintesis berikut:
menyebabkan amilum tidak terbentuk 6 CO2 + 6 H2O C6H12O6 + 6 CO2 +
(Loveless, 1987). Energi
Hubungan Interkonversi Gula- amilum terbentuk dari hasil
Pati dengan I2KI Karbohidrat utama fotosintesis. Pada proses fotosintesis
yang disimpan pada sebagian besar dibutuhkan cahaya matahari dan
tumbuhan adalah pati dan selulosa. klorofil, apabila tidak ada cahaya
Pati atau amilum banyak terdapat pada matahari yang diserap oleh klorofil
kloroplas daun, yang merupakan maka fotosintesis tidak akan terjadi
tempat proses fotosintesis. Karbohidrat dan amilum pun tidak akan terbentuk.
tersimpan dalam bentuk amiloplas, Hal inilah yang akan menyebabkan
yang terbentuk sebagai hasil tidak adanya warna ungu
translokasi sukrosa atau karbohirat lain (mengindikasikan adanya amilum)
dari daun. Jumlah pati pada bagian pada daun yang ditutupi oleh
jaringan bergantung pada banyaknya aluminium foil. Proses pembentukan
faktor genetik dan lingkungan serta amilum yaitu:
lama cahaya. Pati terbentuk pada siang 1.Pertama-tama melalui reaksi antara
hari ketika fotosintesis melebihi laju sukrosa dengan air sehingga terbentuk
gabungan antara respirasi dan fruktosa : ADP UDP Sukrosa + H2O
translokasi, kemudian hilang pada Glukosa - ADP atau Glukosa-UDP +
waktu malam melalui kedua proses Fruktosa
tersebut 2.Fruktosa yang dihasilkan dari
Pengangkutan amilum dari sel hidrolisis sukrosa tadi akan mengalami
ke sel adalah dalam bentuk gula karena interkonversi menjadi Glukosa-1P.
gula larut dalam air. Reaksi iodium Selanjutnya glukosa-1P akan
mengalami dua jalur reaki yang untuk laboran sebaiknya laboran
berbeda. Jalur pertama yaitu Glukosa- mengecek terlebih dahulu kelengkapan
1P bereaksi dengan ATP atau UTP dan ketersediaan bahan pratikum
menghasilkan Glukosa-ADP atau seperti halnya NaCl dengan berbagai
Glukosa-UDP. Jalur ke dua yaitu konsentrasi. Agar praktikum dapat
glukosa-1P akan bereaksi dengan berhasil sesuai dengan teori, sehingga
enzim fosforilase dan berunah menjadi penguasaan materi dapat tercapai
amilum. Fruktosa Glukosa-1P dengan mudah.
Glukosa-1P + ATP atau UTP Glukosa- DAFTAR PUSTAKA
KESIMPULAN Aziez, A.F., Didik I., Prapto Y., Eko
Spectrum warna yang efektif H. 2015. Kehijauan Daun, Kadar
dalam proses fotosintesis Khlorofil, dan Laju Fotosintesis
(menghasilkan banyak gelembung O2). Varietas Lokal dan Varietas
Dari semua radiasi yang di pancarkan, Unggul Padi Sawah yang
hanya panjang gelombang tertentu Dibudidayakan secara Organik
yang dimanfaatkan tumbuhan dalam Kaitannya terhadap Hasil dan
fotosintesis. beberapa macam cahaya Komponen Hasil. Jurnal Agrineca.
buatan dengan warna yang berbeda- Vol 14. No. 2.
beda menunjukkan jumlah gelombang
yang berbeda pula. amilum terbentuk Campbell, Nail A., Jane B. Reece.,
dari hasil fotosintesis. Pada proses Lisa A. Urry., Michael L. Chain.,
fotosintesis dibutuhkan cahaya Steven A. Wasserman., Peter V.
matahari dan klorofil, apabila tidak ada Minorsky., Robert B. Jackson.
cahaya matahari yang diserap oleh 2010. Biologi Edisi Kedelapan
klorofil maka fotosintesis tidak akan Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
terjadi dan amilum pun tidak akan
terbentuk. Ismail., Abd Muis. 2019. Penuntun
SARAN Praktikum Fisiologi Tumbuhan.
Kepada praktikan diharapkan pada Makassar. Jurusan biologi FMIPA
praktikum selanjutnya agar melakukan Universitas Negeri Makassar.
perlakuan dengan lebih teliti agar hasil
yang di peroleh sesuai dengan yang Ismail., Hartono. 2014. Fisiologi
diharapkan. Untuk asisten diharapkan tumbuhan. Makassar: Jurusan
lebih memberikan pembimbingan Biologi FMIPA Universitas
maksimal pada praktikan tidak hanya Negeri Makassar.
mengenai langkah kerja namun lebih
kepada penguasaan teori , terakhir
Sutrian, yayan. 2004. Pengantar
anatomi tumbuh-tumbuhan
tentang sel dan jaringan. Jakarta :
PT RINEKA CIPTA.
Nurmaeli, E.R.R., Moh T. 2015.
Analisis Penentuan Kandungan
Gas Oksigen (O2) Fotosintesis
Tanaman Gelombang Cinta
(Anthuarium Sp) pada Variasi
Daya Lampu. Jurnal Taman
Vokasi. Vol 3. No 32.

Schramer, V., Daniel W., Ross H.,


Michael K., Anthony W.D.L.,
Peter J.R. 2014. Light Respiratory
Processes and Gross
Photosynthesis in Two
Scleractinian Corals. Jurnal Plos
One. Vol 9. No 10.

Suryati., E. Hidayah T., Utut W., Andi


T. 2016. Regenerasi dan
Perbanyakan Rumput Laut
Kappaphycus alvarezii Hasil
Transformasi Gen Superoksida
Dismutase. Jurnal Riset
Akuakultur. Vol 11. No 2.