Anda di halaman 1dari 3

Klasifikasi luka bakar

1. Luka bakar ringan

Kriteria luka bakar ringan:

a. TBSA ≤15% pada dewasa

b. TBSA ≤10% pada anak

c. Luka bakar full-thickness dengan TBSA ≤2% pada anak maupun dewasa tanpa
mengenai daerah mata, telinga, wajah, tangan, kaki, atau perineum.

2. Luka bakar sedang

Kriteria luka bakar sedang:

a. TBSA 15–25% pada dewasa dengan kedalaman luka bakar full thickness <10%

b. TBSA 10-20% pada luka bakar partial thickness pada pasien anak dibawah 10
tahun dan dewasa usia diatas 40 tahun, atau luka bakar full-thickness <10%

c. TBSA ≤10% pada luka bakar full-thickness pada anak atau dewasa tanpa masalah
kosmetik atau mengenai daerah mata, wajah, telinga, tangan, kaki, atau perineum

3. Luka bakar berat

Kriteria luka bakar berat:

a. TBSA ≥25%

b. TBSA ≥20% pada anak usia dibawah 10 tahun dan dewasa usia diatas 40 tahun

c. TBSA ≥10% pada luka bakar full-thickness

d. Semua luka bakar yang mengenai daerah mata, wajah, telinga, tangan, kaki, atau
perineum yang dapat menyebabkan gangguan fungsi atau kosmetik.

e. Semua luka bakar listrik


f. . Semua luka bakar yang disertai trauma berat atau trauma inhalasi

g. Semua pasien luka bakar dengan kondisi buruk

(KEMENKES NOMOR HK.01.07/MENKES/555/2019. TENTANG PEDOMAN NASIONAL


PELAYANAN KEDOKTERAN TATA LAKSANA LUKA BAKAR)

FASE-FASE PENYEMBUHAN LUKA BAKAR :

Penyembuhan luka secara alami akan melewati beberapa fase, yaitu fase haemostasis, fase
inflamasi, fase proliferasi, dan fase maturasi. Pada fase proliferasi, terjadi proses kontraksi luka,
epitelisasi, dan pembentukan jaringan granulasi. Jaringan granulasi adalah pertumbuhan jaringan
baru yang terjadi ketika luka mengalami proses penyembuhan, terdiri atas pembuluh-pembuluh
kapiler yang baru dan sel-sel fibroblas yang mengisi rongga tersebut. Pembentukan jaringan
granulasi adalah tahap yang penting dalam fase proliferasi dan penyembuhan luka.

(JURNAL :REZA FITRA KUSUMA NEGARA, DKK. REPENGARUH PERAWATAN LUKA


BAKAR DERAJAT II MENGGUNAKAN EKSTRA ETANOL DAUN SIRIH.TERHADAP
PENINGKATAN KETEBALAN JARINGAN GRANULASI PADA TIKUS PUTIH. 2014 VOL.1
NO.2)

PENGOBATAN KOMPLEMENTER :

Ada beberapa alternatif terapi komplementer luka bakar grade II yaitu dengan bobok daun petai
cina dan daun jarak pagar. Penggunaan terapi ini lebih efektif karena tidak mengurangi
kandungan yang ada di dalam daun petai cina maupun daun jarak pagar serta dapat di
minimalisir efek sampingnya sedangkan pada pengekstrakan melewati beberapa proses salah
satunya proses pengeringan yang mana dalam proses ini dilakukan pemanasan dengan
menggunakan suhu tinggi agar didapatkan ekstrak tanaman. Proses pengeringan dengan metode
pemanasan dapat mengurangi kandungannya serta dalam proses pengekstrakan biasanya
dicampur dengan bahan lain seperti etanol. Yang mana apabila ada proses pencampuran dengan
bahan lain juga akan mempengaruhi efektif atau tidaknya pengobatan herbal yang digunakan
(Tirtajaya dkk, 2014).

(JURNAL : EFEKTIVITAS DAUN PETAI CINA DAN DAUN JARAK PAGAR TERHADAP
PROSES PENYEMBUHAN LUKA BAKAR GRADE II PADA TIKUS PUTIH.2016. VOL.4
NO.1)

KOMPLIKASI