Anda di halaman 1dari 8

PEMERINTAH KABUPATEN TANAH BUMBU

RSUD dr. H. ANDI ABDURRAHMAN NOOR


Jl. H. M. Amin KM.10 RT.03 Ds.Sepunggur, Kec. KusanHilir, Kab. Tanah BumbuProvinsi
Kalimantan Selatan Kode Pos (72273) Telp : (0518) 6070767

KEPUTUSAN DIREKTUR RSUD dr. H. ANDI ABDURRAHMAN NOOR


KABUPATEN TANAH BUMBU
Nomor:645.3/222/SK-RSUD/2017
TENTANG
PEMBENTUKAN KOMITE ETIK DAN HUKUM PADA
RSUD dr. H. ANDI ABDURRAHMAN NOOR
PERIODE TAHUN 2017 SAMPAI TAHUN 2020

DIREKTUR RSUD dr. H. ANDI ABDURRAHMAN NOOR

Menimbang : a. bahwa setiap staf medis dalam melaksanakan asuhan


medis di Rumah Sakit harus menerapkan prinsip-prinsip
profesionalisme kedokteran sehingga dapat
memperlihatkan kinerja profesi yang baik;
b. bahwa dalam upaya peningkatan profesionalisme staf
medis dilakukan dengan melaksanakan program
pembinaan profesionalisme kedokteran dan upaya
pendisiplinan berperilaku professional staf medis di
lingkungan RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana
dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan
Keputusan Direktur tentang Penunjukkan Keanggotaan
Komite Etik dan Hukum pada RSUD dr. H. Andi
Abdurrahman Noor

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2003 tentang


Pembentukan Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten
Balangan di Provinsi Kalimantan Selatan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 22,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
3265);
2. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang
Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2009 Nomor 114, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5063);
3. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah
Sakit (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009
Nomor 153, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5072);
4. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang
Pembentukan Peraturan Perundang-undangan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011
Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5234);
5. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor
755/MENKES/PER/IV/2011 tentang Penyelenggaraan
Komite Medik di Rumah Sakit;
6. Keputusan Menteri Kesehatan nomor
228/MENKES/SK/III/2002 tentang Pedoman
Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit
yang wajib dilaksanakan daerah;
7. Permenkes Nomor 4 Tahun 2018 tentang Kewajiban
Rumah Sakit dan Kewajiban Pasien;
8. Peraturan Daerah Kabupaten Tanah Bumbu Nomor 10
Tahun 2013 tentang Struktur Organisasi dan Tata kerja
RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor ( Lembaran
Daerah Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2013 Nomor
10);
9. Peraturan Daerah Kabupaten Tanah Bumbu Nomor 21
Tahun 2016 tentang Anggaran pendapatan dan Belanja
Daerah Tahun Anggaran 2017 (Lembaran Daerah
Kabupaten Tanah BumbuTahun 2017 Nomor 21);
10. Peraturan Bupati Tanah Bumbu Nomor
188.45/831/RSUD/2013 Tentang Penetapan Rumah
Sakit Umum Daerah Kabupaten Tanah Bumbu Sebagai
Badan Layanan Umum Daerah.

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR TENTANG PEMBENTUKAN


KOMITE ETIK DAN HUKUM PADA
RSUD dr. H. ANDI ABDURRAHMAN NOOR
PERIODE TAHUN 2017 SAMPAI TAHUN 2020.

Pertama : Menunjuk pegawai-pegawai yang namanya tercantum dalam


Lampiran Keputusan ini untuk melaksanakan tugas sebagai
Komite Etik dan Hukum RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor.

Kedua : Komite Etik dan Hukum merupakan wadah non struktural yang
mempunyai tugas memberikan pertimbangan kepada Direktur
RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor dalam hal :
1. Menyusun dan merumuskan medicoeticolegal dan etik
pelayanan rumah sakit.
2. Penyelesaian masalah etik kedokteran, etik rumah sakit
dan penyelesaian pelanggaran kode etik pelayanan rumah
sakit.
3. Pemeliharaan etika penyelenggaraan fungsi rumah sakit.
4. Kebijakan yang terkait dengan Hospital By laws, Medical
Staf By laws
5. Bantuan hukum dalam penanganan masalah hukum di
rumah sakit
KETIGA : Ketua Komite Etik dan Hukum bertanggung jawab secara
penuh atas pelaksanaan kegiatan kepada Direktur RSUD dr.
H. Andi Abdurrahman Noor.

KEEMPAT : Masa tugas Komite Etik dan Hukum adalah selama 3 (tiga)
tahun.

KELIMA : Surat keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan


dan akan diadakan perbaikan apabila dikemudian hari
terdapat kekeliruan dalam Surat Keputusan ini.

Ditetapkan di Batulicin
pada tanggal 22 Agustus 2017
DIREKTUR
RSUD dr. H. ANDI ABDURRAHMAN NOOR,

dr. ARMAN JAYA RIKKI


NIP. 19750609 200604 1 017
LAMPIRAN I
KEPUTUSAN BUPATI TANAH BUMBU
NOMOR:645.3/222/RSUD/2017
TENTANG
PEMBENTUKAN KOMITE ETIK DAN
HUKUM PADA RSUD dr. H. ANDI
ABDURRAHMAN NOOR KABUPATEN
TANAH BUMBU

KOMITE ETIK DAN HUKUM PADA RSUD dr. H. ANDI ABDURRAHMAN NOOR
KABUPATEN TANAH BUMBU

1. Ketua : dr. Rurikasari Dwi C, Sp.KK


2. Wakil Ketua : dr. Atut Vebriasa, M.Sc., Sp. A
3. Sekretaris : dr. Tetty Nidiawati, Sp. A
4. Anggota : 1. dr. Agung Prihatnanto, Sp. KFR
2. dr. Bustomi, Sp.PD
3. dr. Andi ChristiantoSp.Kj
4. dr. Romi Darmawansa, Sp.OT., M.Kes
5. Muliyani Rusmita, AM.Keb
6. Muhammad Sandi, S.Si., Apt
7. NoniTarlia, Amd
8. H. Abdul Kahar
9. Ella Rivana, S.Kep, Ns
10. Muhammad Andry, S.Kep, Ns

DIREKTUR
RSUD dr. H. ANDI ABDURRAHMAN NOOR,

dr. ARMAN JAYA RIKKI


NIP. 19750609 200604 1 017
LAMPIRAN II
KEPUTUSAN BUPATI TANAH BUMBU
NOMOR:645.3/222/RSUD/2017
TENTANG
PEMBENTUKAN KOMITE ETIK DAN
HUKUM PADA RSUD dr. H. ANDI
ABDURRAHMAN NOOR KABUPATEN
TANAH BUMBU

KERANGKA KERJA PENGELOLAAN ETIK RUMAH SAKIT

Kelalaian dalam bidang perumahsakitan bisa menyangkut rumah sakitnya


sebagai suatu organisasi (yang diwakili oleh direktur) jika menyangkut bidang-
bidang yang berkaitan dengan policy dan manajemen. Di dalam lingkup tanggung
jawab rumah sakit termasuk juga tindakan dari para karyawan (dokter, perawat,
bidan, tenaga kesehatan, dan tenaga administrasi) bias sampai bias menimbulkan
kerugian kepada pasien. Rumah sakit sebagai institusi juga mempunyai kewajiban
dan tanggung jawab terhadap pemberian pelayanan yang baik kepada para
pasiennya.

A. PENANGANAN MASALAH ETIK RUMAH SAKIT


1. Informasi keluhan, pengaduan atau komplain dapat diterima oleh direksi,
humas, dan komite etik dari :
a. Media massa
b. Kotak saran
c. Keluhan pasien
d. Laporan staf
e. Telepon pengaduan
f. Somasi pasien/ kuasa hukum
g. Tokoh masyarakat
h. LSM
2. Satuan kerja yang menerima keluhan atau komplain melakukan hal-hal :
a. Mencacat dan mengkaji informasi :
b. Identitas
c. Kondisi pasien
d. Peristiwa atau kejadian
e. Tuntutan pasien
1) Menanggapi keluhan :
a) Mengucapkan terima kasih dan laporan
b) Membuat penjelasan sementara
c) Menjamin keluhan akan ditindaklanjuti
d) Menenangkan pelapor
e) Memberi tanda terima kasih laporan
2) Melaporkan kepada direksi adanya keluhan atau komplain
3) Mengisi formulir sesuai keluhan :
a) Memberi pertimbangan
b) Meminta pengarahan tindak lanjut dari direksi
c) Menindaklanjuti instruksi dari direksi
3. Investigasi kasus
a. Membahas kebenaran informasi tentang :
1) Identitas pasien
2) Peristiwa
3) Rekam medis
b. Penataan dokumen
1) Dokumen informasi
2) Berkas Rekam Medis
3) Dokumen persetujuan tindakan medis
4) Second opinion
5) Resume medis
6) Pendapat organisasi profesi
7) Juklak, Juknis dan SOP pelayanan
c. Rapat dengan satuan kerja terkait
4. Analis kasus
a. Hasil rapat koordinasi menentukan atau memilih kategori kasus :
1) Kasus etika ditangani oleh Komite etik dan hukum
2) Kasus administrasi ditangani bagian SDM
3) Kasus hukum ditangani oleh Komite etik dan hukum
4) Kasus gabungan ditanganin Komite etik dan hukum
b. Telaah kasus :
1) Kebenaran identitas pasien
2) Kebenaran peristiwa
3) Barang bukti
4) Pertimbangan prosedur tindak lanjut
c. Penyimpulan kasus posisi ditinjau dari :
1) Kewenangan dan kompetensi
2) Indikasi dan Kontrak indikasi
3) Persetujuan tindakan medis
4) Kesesuaian dengan tindakan SOP
5) Kerugian/ cidera dan sebab akibatnya
6) Hukum dan perundang-undangan
d. Putusan direksi tentang pilihan penyelesaian kasus litigasi atau non
litigasi
e. Dokumen kasus :
1) Seluruh dokumen yang terkait dengan kasus pelayanan medis ditata
dan diberikan pengkodean khusus.
2) Dokumen disimpan oleh Kabid Pelayanan sampai kasus dianggap
selesai.
3) Bila kasus telah selesai dokumen dikembalikan kepada Bagian Rekam
Medis.

B. PENANGANAN PELANGGARAN ETIKA PROFESI MEDIS


Masalah etika profesi medis dapat berasal dari :
1. Dalam rumah sakit, dimana komite medik menerima permintaan
peninjauan penanganan masalah etika profesi medis dari direktur atau
dari ketua SMF.
2. Luar rumah sakit dimana masalah disampaikan langsung dari pasien atau
masyarakat berupa surat komplain, dll kepada Direktur, kemudian Direktur
akan meminta komite medik untuk menangani masalah tersebut.
3. Sub Komite Etik dan Disiplin Profesi melakukan investigasi terhadap
laporan pelanggaran etika profesi medik, bila perlu dengan komite medik.
4. Rekomendasi dari komite medik disampaikan ke Direktur dan tembusannya
disampaikan ke Komite Medik.
5. Apabila berkaitan dengan aspek medikolegal, maka komite medik
berkoordinasi dengan rumah sakit dan komite etik rumah sakit.

C. PENANGANAN PELANGGARAN ETIK PROFESI KEPERAWATAN


1. Setiap pelanggaran etika profesi keperawatan yang dilakukan oleh staf
keperawatan kepada pasien, keluarga atau rekan kerja segera dilaporkan
melalui koordinator ruangan/ Ka. Unit/ Supervisor.
2. Dalam waktu 24 jam kronologis kejadian harus disampaikan kepada
koordinator ruangan/ Ka. Unit/ Supervisor dan segera mengumpulkan data
untuk kelengkapan laporan.
3. Melakukan koordinasi dengan Komite Keperawatan untuk menelaahan
terhadap pelanggaran etika profesi keperawatan.
4. Penyelesaian masalah pelanggaran etika berdasarkan buku Pedoman
Etika Profesi Keperawatan.
5. Pembinaan atau bimbingan oleh koordinator ruangan/ Ka. Unit/ Supervisor
sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan yaitu pelanggaran ringan,
pelaggaran sedang dan pelanggaran berat. Kalifikasi tingkatan pelanggaran
diatur lebih lanjut dalam Buku Pedoman Komite Keperawatan rumah sakit.
6. Pelaksanaan evaluasi selama 3 bulan.

D. PENANGANAN PELANGGARAN ETIKA PROFESI KESEHATAN LAIN


1. Pelanggaran etika profesi bisa dilaporkan oleh pasien atau keluarga pasien
atau rekan seprofesi atau profesi lain, dapat disampaikan melalui komplain
kepada humas atau langsung disampaikan kepada penanggungjawab etika
profesi.
2. Penanggung jawab etika profesi membuat laporan dan disampaikan
kepada komite etik RS untuk dilakukan penelaahan atau investigasi.
3. Dalam penyelesaian dugaan pelanggaran etika profesi apabila perlu
meminta pendapat profesi tersebut atau perkumpulan atau ikatan profesi
terkait.
4. Rekomendasi yang dibuat disampaikan ke Direktur oleh komite etik.

DIREKTUR
RSUD dr. H. ANDI ABDURRAHMAN NOOR,

dr. ARMAN JAYA RIKKI


NIP. 19750609 200604 1 017