Anda di halaman 1dari 8

PROJEK

“KERAJINAN TANGGAN MEMBUAT TAS DALAM


KEGIATAN KELOMPOK BELAJAR USAHA REMAJA”

DOSEN PENGAMPU :

Mahfuzi Irawan, S.Pd, M.Hum


DISUSUN OLEH :
\

KELOMPOK 3

NURFAUNI AYUB (1183151020)


NURCAHAYA (1183351025)

BIMBINGAN KONSELING REG C

PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018
KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat
rahmat dan karunianya kami dapat menyusun laporan mini riset ini dalam mempelajari mata
kuliah Konsep Pendidikan Luar Sekolah. Adapun materi yang dibahas dalam laporan ini
mengenai “Program Kelompok Belajar Usaha Ramaja”. Laporan ini diharapkan dapat
dipergunakan.
Dalam penyusunan laporan ini, kami menyadari masih banyak kekurangan baik
materi serta teknis penulisannya. Oleh karena itu, setiap pengguna laporan ini baik
mahasiswa maupun pihak lain yang terkait diharapkan dapat memberikan saran dan kritikan
sebagai bahan perbaikan dan penyempurnaan laporan ini.
Semoga laporan ini bermanfaat untuk membantu proses pembelajaran dan
peningkatan kualitas pendidikan.

Medan, November 2018

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PERENCANAAN

1.1. PENDAHULUAN 1
1.2. TUJUAN 1
1.3. ALAT YANG DIGUNAKAN 1
1.4. KAJIAN TEORI 1

BAB II PELAKSANAAN

2.1. PROSEDUR 3

2.2. HASIL PELAKSANAAN 3

BAB III PENUTUP

3.1. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 4


BAB I
PERENCANAAN
1.1. PENDAHULUAN

Pada dasarnya program kelompok belajar usaha ini diberikan kepada masyarakat
seperti ibu rumah tangga yang penghasilanya tidak menetap dan juga masyarakat miskin agar
kehidupannya menjadi lebih baik dari sebelumnya. Namun disini kami akan menerapkan
program ini kepada anak remaja yang masih sekolah yang dimana ini dapat memacu mereka
berinovasi dan menjadi remaja yang mandiri yang tidak akan terlalu tergantung dengan
penghasilan orang tua mereka.

Dan juga akan sangat bagus jika pada zaman sekarang anak usia remaja memiliki
kemampuan skill yang bisa meningkatkan kempuan dan kreativitas mereka dalam
mencipkan, membuat atau berusaha sendiri di atas kakinya sendiri tanpa tergantung dengan
orang lain dan juga menyusakan orang tuanya.

1.2. TUJUAN

 Meningkatkan kreativitas remaja


 Menjadikan remaja Indonesia menjadi lebih mandiri
 Menimbulkan kesadaran untuk membantu orang tua

1.3. ALAT YANG DIGUNAKAN

 Baju bekas
 Tali kur
 Jarum
 Benang
 Makan siang

1.4. KAJIAN TEORI

Pendidikan nonformal adalah kegiatan terorganisasi dan sistematis, diluar sistem


persekolahan, yang dilakukan secara mandiri atau merupakan bagian penting dari kegiatan
yang lebih luas, yang sengaja dilakukan untuk melayani peserta didik tertentu didalam
mencapai tujuan belajarnya.
Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan
layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan/atau pelengkap
pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat. Pendidikan
nonformal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada
penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan
kepribadian profesional.
Kelompok Belajar atau Kejar adalah jalur pendidikan nonformal yang difasilitasi oleh
Pemerintah untuk siswa yang belajarnya tidak melalui jalur sekolah, atau bagi siswa yang
belajar di sekolah berbasis kurikulum non pemerintah seperti Cambridge, dan IB
(International Baccalaureate).
1
Peserta kejar umumnya menggunakan seragam baju putih dan celana panjang hitam.
Kejar terdiri atas tiga paket: Paket A, Paket B dan Paket C. Setiap peserta Kejar dapat
mengikuti Ujian Kesetaraan yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan Nasional.
Peserta kejar Paket A dapat mengikuti Ujian Kesetaraan SD, peserta Kejar Paket B
dapat mengikuti Ujian Kesetaraan tingkat SLTP dan peserta Kejar Paket C dapat mengikuti
Ujian Kesetaraan SMU/SMK/MA. Ujian kesetaraan diselenggarakan dua kali dalam setahun,
yaitu bulan Juli dan Oktober. Setiap peserta yang lulus berhak memiliki sertifikat (ijazah)
yang setara dengan pendidikan formalnya. Kegiatan belajar fleksibel, maksudnya tidak penuh
belajar 1 minggu penuh hanya dengan pertemuan 3 kali dalam seminggu. Kegiatan Belajar
dibagi 2 kelompok usia yaitu Usia Dewasa artinya di luar usia belajar Formal, tetapi dapat
melanjutkan di Pendidikan PNFI yang diselenggarakan oleh Kelompok Belajar Masyarakat
dalam bentuk PKBM, Yayasan, LSM dan Lembaga Sejenisnya. Untuk Usia Dewasa
mengikuti jenjang belajar selama 4 Semester (2 tahun , sedangkan yang masih Usia Belajar
mengikuti Kegiatan Belajar selama 6 Semester (3 tahun). Warga Belajar yang LULUS dari
Paket B untuk melanjutkan ke Paket C dengan rata-rata Nilai 7,0 dapat mengikuti KBM 4
semester tetapi masuk pada katagori Usia Dewasa, Tetapi yang masih Usia Belajar tetap
mengikuti 6 semester.
Persyaratan Ujian harus sesuai dengan Dokumen Awal Peserta (IJAZAH) Pendidikan
Terakhir, apabila Dokumen hilang harus dilengkapi Surat Keterangan Dari Kepolisian dan
dari Sekolah yang Bersangkutan. Dengan Demikian dalam Ujian Kesetaraan SD, SMP, SMA
(Paket A, B, dan C) proses Belajar mengikuti Peraturan yang Berlaku dengan BSNP .Kejar
Paket C sempat menjadi populer karena para peserta Ujian Nasional (UN) tingkat SMA dan
MA yang tidak lulus dapat mencoba lagi dengan menggunakan jalur ini.

2
BAB II
PELAKSANAAN

2.1. PROSEDUR ATAU CARA KERJA

Prosedur kegiatan yang kami lakukan ialah :


 Menungumpulkan anak remaja yang ingin lebih mandiri
 Mengajarkan keterampilan yang dapat meningkatkan keterampilan siswa
 Membuat sebuah tas drawstring/serut

2.2. HASIL KEGIATAN

Dari kegiatan yang kami lakukan, kami mendapatkan hasil yaitu 5 buah
tas dari 10 remaja yang kami ajarkan kami membuat beberapa kelompok dalam
satu kelompok 2 orang yang dimana disini kami juga menilai seperti apa
keterampilan dan bagaimana bentuk kerjasama yang dapat dilakukan para
remaja. Keterampilan dasar yang dimiliki remaja yang kami jadikan sebagai
media projeck sudah memiliki keterampilan dasar yang baik dan rata-rata dari
mereka sudah memiliki keterampilan dasar yang baik.

3
BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

Proyek pendidikan luar sekolah yang kami lakukan ini mendapatkan hasil 5 buah tas
yang dilakukan oleh remaja didik yang kami ajarkan yang dimana tas yang kami buat dapat
dijual kembali demi menjadi mandiri dan bisa membantu orang tua. Dimana ini dapat
menjadika remaja Indonesia lebih kreatif. Dalam hal ini kegiatan yang kami lakukan
mungkin jika dikembangkan lebih lanjut mungkin akan menuai hasil yang sangat bagus dan
bisa menjadi keuntungan tersendiri bagi remaja dan Negara kita sendiri.

4
DAFTAR PUSTAKA

http://pendidikan_luar_sekolah
http://kelompok_belajar_usaha
http://indospot_program_pls