Anda di halaman 1dari 19

SNI 6989-81:2018

“Hak cipta Badan Standardisasi Nasional, copy standar ini dibuat untuk Komite Teknis 13-03, Kualitas lingkungan, dan tidak untuk dikomersialkan”
Standar Nasional Indonesia

Air dan air limbah – Bagian 81: Cara uji arsen


(As) secara Spektrofotometri Serapan Atom
(SSA)-generator hidrida

ICS 13.060.50 Badan Standardisasi Nasional


“Hak cipta Badan Standardisasi Nasional, copy standar ini dibuat untuk Komite Teknis 13-03, Kualitas lingkungan, dan tidak untuk dikomersialkan”
© BSN 2018

Hak cipta dilindungi undang-undang. Dilarang mengumumkan dan memperbanyak sebagian atau
seluruh isi dokumen ini dengan cara dan dalam bentuk apapun serta dilarang mendistribusikan
dokumen ini baik secara elektronik maupun tercetak tanpa izin tertulis dari BSN

BSN
Email: dokinfo@bsn.go.id
www.bsn.go.id

Diterbitkan di Jakarta
SNI 6989-81:2018

“Hak cipta Badan Standardisasi Nasional, copy standar ini dibuat untuk Komite Teknis 13-03, Kualitas lingkungan, dan tidak untuk dikomersialkan”
Daftar isi

Daftar isi ......................................................................................................................... i 


Prakata ........................................................................................................................ ii 
1 Ruang lingkup .....................................................................................................................1 
2 Istilah dan definisi ...............................................................................................................1 
3 Cara uji ........................................................................................................................1 
4 Pengendalian mutu .............................................................................................................5 
5 Rekomendasi ......................................................................................................................5 
Lampiran A ........................................................................................................................6 
Lampiran B ........................................................................................................................7 
Bibliografi ......................................................................................................................13 

Gambar B.1 – Kurva kalibrasi arsen .........................................................................................7 

Tabel B.1 – Pembuatan kurva kalibrasi arsen ..........................................................................7 


Tabel B.2 – Methode Detection Limit (MDL).............................................................................8 
Tabel B.3 – Keberterimaan MDL ..............................................................................................9 
Tabel B.4 – Repitabilitas pengujian arsen ..............................................................................10 
Tabel B.5 – Reprodusibilitas pengujian arsen ........................................................................11 
Tabel B.6 – Akurasi pengujian arsen ......................................................................................12 

© BSN 2018 i
SNI 6989-81:2018

“Hak cipta Badan Standardisasi Nasional, copy standar ini dibuat untuk Komite Teknis 13-03, Kualitas lingkungan, dan tidak untuk dikomersialkan”
Prakata

Standar Nasional Indonesia (SNI) 6989-81:2018 dengan judul Air dan air limbah – Bagian 81:
Cara uji arsen (As) secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)-generator hidrida
merupakan revisi dari SNI 06-2913-1992.

Standar ini menggunakan Standard Methods for the Examination Of Water and Wastewater
22nd Edition (2012) Method 3114: Hydride Generation/Atomic Absorption Spectrometric
sebagai referensi dalam penyusunannya, dan telah melalui uji coba di laboratorium pengujian
dalam rangka verifikasi metode yang digunakan.

Standar ini disusun oleh Komite Teknis 13-03 Kualitas Lingkungan. Standar ini telah dibahas
dan disetujui dalam rapat konsensus nasional di Jakarta, pada tanggal 20 September 2017.
Konsensus ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan (stakeholder) terkait, yaitu:
perwakilan dari produsen, konsumen, pakar, dan pemerintah.

Standar ini telah melalui tahap jajak pendapat pada tanggal 1 Desember 2017 sampai dengan
31 Januari 2018, dengan hasil akhir disetujui menjadi SNI.

Perlu diperhatikan bahwa kemungkinan beberapa unsur dari dokumen standar ini dapat
berupa hak paten. Badan Standardisasi Nasional tidak bertanggung jawab untuk
pengidentifikasian salah satu atau seluruh hak paten yang ada.

© BSN 2018 ii
SNI 6989-81:2018

“Hak cipta Badan Standardisasi Nasional, copy standar ini dibuat untuk Komite Teknis 13-03, Kualitas lingkungan, dan tidak untuk dikomersialkan”
Air dan air limbah – Bagian 81: Cara uji arsen (As)
secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)-generator hidrida

1 Ruang lingkup

Metode ini digunakan untuk penentuan logam arsen, total dan terlarut dalam air dan air limbah
secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)-generator hidrida dalam kisaran kadar 2 g/l
sampai dengan 20 μg/l.

2 Istilah dan definisi

Untuk keperluan penggunaan Standar ini, berlaku istilah dan definisi berikut:

2.1
air bebas mineral
air yang diperoleh dengan cara penyulingan ataupun proses demineralisasi sehingga
diperoleh air dengan konduktifitas lebih kecil dari 1 μS/cm

2.2
kurva kalibrasi
grafik yang menyatakan hubungan kadar larutan kerja dengan hasil pembacaan serapan yang
merupakan garis lurus

2.3
larutan induk logam arsen (As)
larutan yang mempunyai kadar logam arsen 1.000 mg As/l yang digunakan untuk membuat
larutan baku logam arsen dengan kadar yang lebih rendah

2.4
larutan baku logam arsen (As)
larutan induk logam arsen yang diencerkan dengan air bebas mineral sampai kadar tertentu

2.5
larutan kerja logam arsen (As)
larutan baku logam arsen yang diencerkan, digunakan untuk membuat kurva kalibrasi

2.6
larutan blanko
air bebas mineral yang perlakuannya sama dengan contoh uji

3 Cara uji

3.1 Prinsip

Arsen dalam suasana asam bereaksi dengan natrium boronhidrida menjadi senyawaan
hidridanya (AsH3) yang mudah menguap. Senyawa hidrida tersebut selanjutnya didorong
dengan gas inert (Argon/Nitrogen) ke dalam sel kuarsa yang dipanaskan sehingga
membentuk atom fasa gas dari arsen. Atom fasa gas arsen ini menyerap radiasi yang
dipancarkan oleh lampu katoda secara kuantitatif. Pengukuran dilakukan pada panjang
gelombang 193,7 nm.

© BSN 2018 1 dari 13


SNI 6989-81:2018

“Hak cipta Badan Standardisasi Nasional, copy standar ini dibuat untuk Komite Teknis 13-03, Kualitas lingkungan, dan tidak untuk dikomersialkan”
3.2 Bahan

a) air bebas mineral;


b) asam nitrat (HNO3) pekat;
c) asam klorida (HCl) pekat;
d) kertas indikator pH;
e) larutan induk arsen 1000 mg/l;
Larutkan 1,320 g arsen trioksida (As2O3) dalam air yang mengandung 4 g NaOH, lalu
diencerkan hingga 1.000 ml dan dihomogenkan

CATATAN Dapat digunakan larutan induk arsen 1.000 mg/L tersedia secara komersial.

f) larutan asam sulfat (H2SO4) 2,5 N;


Tambahkan 35 ml H2SO4 pekat perlahan-lahan ke dalam 400 ml air bebas mineral,
setelah dingin encerkan dengan air bebas mineral hingga 500 ml dan dihomogenkan.
g) larutan kalium persulfat (K2S2O8) 5 %;
Larutkan 25 g K2S2O8 dengan 500 ml air bebas mineral, lalu dihomogenkan. Simpan di
dalam botol gelas dan lemari pendingin. Larutan ini tahan 1 minggu.
h) larutan prareduktan natrium iodida (NaI)/Kalium Iodida (KI);
Larutkan 50 g NaI/KI dalam 500 ml air bebas mineral, lalu dihomogenkan. Larutan ini
digunakan dalam keadaan segar.
i) larutan natrium borohidrida (NaBH4);
Larutkan 0,6 g NaBH4 dengan larutan 0,5 g NaOH dalam 100 ml air bebas mineral, lalu
dihomogenkan.
j) larutan asam klorida (HCl) (5 + 1);
Campurkan diruang asam 5 bagian volume HCl pekat dengan 1 bagian air bebas mineral,
lalu dihomogenkan
k) gas argon (Ar) kemurnian tinggi (HP); dan

CATATAN Dapat menggunakan gas selain argon sesuai dengan manual alat.

l) gas asetilen (C2H2) kemurnian tinggi (HP);

CATATAN Untuk peralatan generator hidrida dengan penambahan pereaksi otomatis,konsentrasi


pereaksi disesuaikan dengan manual alat.

3.3 Peralatan

a) Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) yang dilengkapi dengan asesoris generator


hidrida (Hydride Generation Accesories) dan lampu katoda arsen;
b) botol plastik polietilena atau botol gelas;
c) seperangkat alat saring vakum;
d) saringan membran dengan ukuran pori 0,45 µm;
e) timbangan analitik dengan ketelitian 0,1 mg;
f) labu ukur 50 ml, 100 ml, dan 1.000 ml;
g) gelas piala 200 ml dan 1.000 ml;
h) pipet volumetrik 1 ml, 2 ml, dan 5 ml;
i) gelas ukur 5 ml, 10 ml, dan 50 ml;
j) pipet tetes;
k) labu digestion 100 ml;
l) corong gelas;
m) kaca arloji;
n) pemanas listrik;
o) labu semprot.

© BSN 2018 2 dari 13


SNI 6989-81:2018

“Hak cipta Badan Standardisasi Nasional, copy standar ini dibuat untuk Komite Teknis 13-03, Kualitas lingkungan, dan tidak untuk dikomersialkan”
3.4 Pengawetan contoh uji

Bila contoh uji tidak dapat segera diuji, maka contoh uji diawetkan sesuai petunjuk di bawah
ini:

Wadah : Botol plastik polietilena (polyethylene) atau botol gelas


Pengawet : a) Untuk logam terlarut, saring dengan saringan membran berpori
0,45 m dan filtratnya diasamkan dengan HNO3 pekat hingga
pH ≤ 2.
b) Untuk logam total, asamkan dengan HNO3 pekat hingga pH ≤ 2
Lama penyimpanan : 6 bulan
Kondisi penyimpanan : Suhu ruang

3.5 Persiapan pengujian

3.5.1 Pembuatan larutan baku arsen 10 mg As/l

a) pipet 10 ml larutan induk arsen 1.000 mg As/l ke dalam labu ukur 1.000 ml;
b) tambahkan 5 ml HCl pekat;
c) tepatkan dengan air bebas mineral sampai tanda tera dan homogenkan.

3.5.2 Pembuatan larutan baku arsen 100 μg As/l

a) pipet 10 ml larutan induk arsen 10 mg As/l ke dalam labu ukur 1.000 ml;
b) tambahkan 2 ml sampai 5 ml HNO3 pekat;
c) tepatkan dengan air bebas mineral sampai tanda tera dan homogenkan.

3.5.3 Pembuatan larutan kerja arsen

Buat deret larutan kerja dengan 1 (satu) blanko dan minimal 3 (tiga) kadar yang berbeda dalam
labu ukur 50 ml secara proporsional dan berada pada rentang pengukuran. Kadar larutan kerja
terendah adalah LoQ metode yang digunakan.

CATATAN Level of Quantitation (LoQ) adalah kadar analit yang menghasilkan signal lebih besar dari
blanko pada kondisi kegiatan rutin laboratorium. LoQ = 3,18 MDL = 3,18 (3,143 SD) = 10 SD, pada 7
(tujuh) kali pengulangan pengujian.

3.6 Prosedur

Lakukan pembuatan kurva kalibrasi, preparasi dan pengukuran contoh uji, dan pengukuran
efektivitas destruksi secara simultan.

3.6.1 Pembuatan kurva kalibrasi arsen

Kurva kalibrasi dibuat dengan tahapan sebagai berikut:

a) masukkan 50 ml larutan kerja masing-masing ke dalam labu digestion 100 ml, tambahkan
batu didih;
b) tambahkan 1 ml H2SO4 2,5 N dan 5 ml K2S2O8 5 %;
c) panaskan secara perlahan hingga mendidih di atas pemanas listrik selama 30 sampai 40
menit hingga volume mencapai 10 ml (jangan sampai kering);
d) hasil pengerjaan didinginkan;
e) tambahkan air bebas mineral hingga 50,0 ml;
f) tambahkan 5 ml HCl pekat, kemudian dihomogenkan;
g) tambahkan prareduktan NaI/KI 5 ml, kemudian dihomogenkan;

© BSN 2018 3 dari 13


SNI 6989-81:2018

“Hak cipta Badan Standardisasi Nasional, copy standar ini dibuat untuk Komite Teknis 13-03, Kualitas lingkungan, dan tidak untuk dikomersialkan”
h) diamkan 30 menit;
i) operasikan dan optimasikan Spektrofotometer Serapan Atom yang dilengkapi dengan unit
hydride generating (generator hidrida) sesuai petunjuk pemakaian alat dan atur kecepatan
alir larutan yang akan diukur serapannya, larutan asam, larutan boron hidrida dan gas
Argon;
j) aspirasikan larutan kerja dimulai dari konsentrasi terendah dan baca nilai serapannya;
k) buat kurva kalibrasi dan tentukan persamaan garis lurusnya;
l) jika koefisien korelasi regresi linear (r) < 0,995 ulangi langkah 3.6.1 a) sampai k) hingga
di peroleh nilai koefisien r ≥ 0,995.

3.6.2 Cara uji arsen

Uji kadar arsen dengan tahapan sebagai berikut:

a) masukkan 50 ml contoh uji atau contoh uji yang telah diencerkan yang berada dalam
rentang pengukuran ke dalam labu digestion 100 ml;
b) lakukan langkah 3.6.1 b) sampai h);
c) aspirasikan larutan contoh dan baca nilai serapannya;
d) tentukan konsentrasi arsen dalam contoh uji.

3.6.3 Pengukuran efektivitas destruksi arsen

a) tambahkan 5 ml larutan baku arsen 100 μg/l ke dalam 50 ml contoh uji;


b) lakukan sesuai dengan langkah 3.6.1 b) sampai h);
c) aspirasikan larutan contoh dan baca nilai serapannya;
d) tentukan konsentrasi arsen dalam contoh uji.
e) hitung persen temu balik (% recovery, %R) dengan rentang keberterimaan 90 % - 110 %.

3.7 Perhitungan

3.7.1 Persen temu balik (% recovery, %R) pengukuran efektivitas destruksi

A
%R     100%
B

Keterangan:
A adalah kadar hasil pengukuran yang diperoleh dari contoh uji yang ditambah larutan baku,
dinyatakan dalam mikrogram per liter (g/l);
B adalah kadar teoritis yang diperoleh dari perhitungan V 1C 1  V 2C 2 , dinyatakan dalam
V1 V 2
mikrogram per liter (g/l).

Keterangan:
V1 adalah volume larutan baku yang ditambahkan untuk pengujian efektivitas destruksi = 5 ml;
V2 adalah volume contoh uji untuk pengujian efektivitas destruksi = 50 ml;
C1 adalah kadar larutan baku yang ditambahkan ke dalam contoh uji = 100 g/l;
C2 adalah kadar contoh uji yang digunakan untuk pengujian efektivitas destruksi.

3.7.2 Kadar arsen

Kadar arsen (As)

C × fp
As (mg/l) =
1000

© BSN 2018 4 dari 13


SNI 6989-81:2018

“Hak cipta Badan Standardisasi Nasional, copy standar ini dibuat untuk Komite Teknis 13-03, Kualitas lingkungan, dan tidak untuk dikomersialkan”
Keterangan:
C adalah kadar yang didapat hasil pengukuran, dinyatakan dalam mikrogram per liter (µg/l);
fp adalah faktor pengenceran;
1000 adalah faktor konversi dari mikrogram per liter ke milligram per liter.

4 Pengendalian mutu

a) Gunakan bahan kimia berkualitas pro analisis (pa).


b) Gunakan alat gelas bebas kontaminasi.
c) Gunakan alat ukur yang terkalibrasi.
d) Dikerjakan oleh analis yang kompeten.
e) Lakukan analisis dalam jangka waktu yang tidak melampaui waktu penyimpanan
maksimum.
f) Perhitungan koefisien korelasi (r) ≥ 0,995 dengan intersepsi lebih kecil atau sama dengan
batas deteksi metoda.
g) Lakukan analisis blanko dengan frekuensi 5 % - 10 % per batch (1 seri pengukuran) atau
minimal 1 kali untuk contoh uji < 10 sebagai kontrol kontaminasi.
h) Lakukan analisis duplo dengan frekuensi 5 % - 10 % per batch atau minimal 1 kali untuk
contoh uji < 10 sebagai kontrol ketelitian analisis. Jika Perbedaan Persen Relatif (Relative
Percent Difference, RPD) ≥ 30 % maka dilakukan pengukuran ketiga hingga diperoleh
nilai RPD ≤ 30 %

Persen RPD

hasil pengukuran  duplikat pengukuran


%RPD   100 %
(hasil pengukuran  duplikat pengukuran )/2

i) Lakukan kontrol akurasi dengan salah satu standar kerja dengan frekuensi 5 % - 10 %
per satu seri pengukuran atau minimal 1 kali untuk jumlah contoh uji kurang dari 10.
Kisaran persen temu balik untuk standar kerja 75 % – 125 %.

Persen temu balik (% recovery, %R)

𝐴 𝐵
%𝑅 100 %
𝐶

Keterangan:
A adalah kadar contoh uji yang diperkaya (spike)(mg/l);
B adalah kadar contoh uji (mg/l);
C adalah kadar standar yang ditambahkan (target value) (mg/l).

5 Rekomendasi

Buat kurva kendali (control chart) untuk presisi analisis.

© BSN 2018 5 dari 13


SNI 6989-81:2018

“Hak cipta Badan Standardisasi Nasional, copy standar ini dibuat untuk Komite Teknis 13-03, Kualitas lingkungan, dan tidak untuk dikomersialkan”
Lampiran A
(normatif)
Pelaporan

Catat pada buku kerja hal-hal sebagai berikut:

1) Parameter yang dianalisis.


2) Nama analis.
3) Tanggal analisis.
4) Rekaman hasil pengukuran duplo.
5) Rekaman kurva kalibrasi.
6) Nomor contoh uji.
7) Tanggal penerimaan contoh uji.
8) Rekaman hasil perhitungan.
9) Hasil pengukuran efektivitas destruksi dan standar kerja.
10) Kadar analit dalam contoh uji.

© BSN 2018 6 dari 13


SNI 6989-81:2018

“Hak cipta Badan Standardisasi Nasional, copy standar ini dibuat untuk Komite Teknis 13-03, Kualitas lingkungan, dan tidak untuk dikomersialkan”
Lampiran B
(informatif)
Contoh perhitungan verifikasi metode

B.1 Pembuatan kurva kalibrasi

Tabel B.1 – Pembuatan kurva kalibrasi arsen

Konsentrasi arsen (ppb) Absorbansi


0,00 -0,0010
2,00 0,0761
4,00 0,1472
6,00 0,2195
8,00 0,2730
10,00 0,3254
Sumber: Laboratorium Kimia Terpadu IPB

Gambar B.1 – Kurva kalibrasi arsen

Koefisien relasi (r) = 0,9969

© BSN 2018 7 dari 13


SNI 6989-81:2018

“Hak cipta Badan Standardisasi Nasional, copy standar ini dibuat untuk Komite Teknis 13-03, Kualitas lingkungan, dan tidak untuk dikomersialkan”
B.2 Penentuan Methode Detection Limit (MDL)

Tabel B.2 – Methode Detection Limit (MDL)

Konsentrasi (ppb)
Ulangan
Sampel Spike Sampel + Spike
1 -0,27 0,55
2 -0,27 0,49
3 -0,29 0,42
4 -0,54 0.5 0,39
5 -0,53 0,43
6 -0,56 0,33
7 -0,57 0,36
Mean -0,43 0,42
St. Deviasi (SD) 0,15 0,07
MDL 0,24
LOQ 0,75
% RSD 17,67
S/N 5,66
CV Horwitz 51,49
0,67 CV Horwitz 34,50
Recovery MDL 84,85
Sumber: Laboratorium Kimia Terpadu IPB

konsentrasi 1+ konsentrasi 2 +…+ konsentrasi 7


a) Rerata =
7
0.55 + 0.49 + … + 0.36
=
7
= 0.42 ppb

∑ni=1 (x-x)2
b) Simpangan baku (SD) =
n-1

0.55 – 0.42 2 + 0.49 – 0.42 2 + … 0.49 – 0.42 2


=
7-1
= 0.07

c) MDL = 3.143 × SD
= 3.143 × 0.07
= 0.24 ppb

d) LOQ = 10 × SD
= 10 × 0.07
= 0.75

simpangan baku
e) %RSD   =   × 100 
rerata

© BSN 2018 8 dari 13


SNI 6989-81:2018

“Hak cipta Badan Standardisasi Nasional, copy standar ini dibuat untuk Komite Teknis 13-03, Kualitas lingkungan, dan tidak untuk dikomersialkan”
0.07 ppb
= × 100
0.42 ppb
= 17.67 %
rerata
f) S/N   =    
simpangan baku
0.42 ppb
=
0.07 ppb
= 5.66
2
g) 0.67 CV Horwitz =  ×(21 ‐ (0.5 log C) ) 
3
.
2
= ×(21 - (0.5 log1000000000) )
3
= 34.50

kadar spike perolehan
h) %recovery  =  × 100  
kadar spike teoretis
0.42
= 100
0.5
= 84.85%

B.3 Keberterimaan MDL

Tabel B.3 – Keberterimaan MDL

Syarat keberterimaan Kesimpulan


MDL x 10 > Spike DITERIMA

MDL < Spike DITERIMA

S/N = 2,5 - 10 DITERIMA

%RSD ≤ 0,67CV Horwitz DITERIMA

Recovery MDL = 70-125% DITERIMA

MDL < Regulation MDL ≤ 50 ug/L DITERIMA


Sumber: Laboratorium Kimia Terpadu IPB

© BSN 2018 9 dari 13


SNI 6989-81:2018

“Hak cipta Badan Standardisasi Nasional, copy standar ini dibuat untuk Komite Teknis 13-03, Kualitas lingkungan, dan tidak untuk dikomersialkan”
B.4 Repitabilitas

Tabel B.4 – Repitabilitas pengujian arsen

Konsentrasi spike Konsentrasi


Parameter
(ppb) (ppb)
3,589
3,663
3,266
4 3,272
3,559
3,260
3,521
Rata-Rata 3,447
SD 0,175
%RSD 5,065
CV Horwitz 37,56
2/3 CV Horwitz 18,78
Sumber: Laboratorium Kimia Terpadu IPB

konsentrasi 1+ konsentrasi 2 +…+ konsentrasi 7


a) Rerata =
7
3.589 + 3.663 + … + 3.521
=
7
= 3.447 ppb

∑ni=1 (x-x)2
b) Simpangan baku (SD) =
n-1

3.589 – 3.447 2 + 3.663 – 3.447 2 + … + 3.663 – 3.447 2


=
7-1
= 0.175

simpangan baku
c) %RSD = × 100
rerata
0.175 ppb
= × 100
3.447 ppb
= 5.065 %

2
d) 0.67 CV Horwitz = ×(21 - (0.5 log C) )
3
3.447
2
= ×(21 - (0.5 log1000000000) )
3
= 18.78

© BSN 2018 10 dari 13


SNI 6989-81:2018

“Hak cipta Badan Standardisasi Nasional, copy standar ini dibuat untuk Komite Teknis 13-03, Kualitas lingkungan, dan tidak untuk dikomersialkan”
B.5 Reprodusibilitas

Tabel B.5 – Reprodusibilitas pengujian arsen

Konsentrasi spike Konsentrasi (ppb)


Parameter
(ppb) hari-1 hari-2 hari-3
3,589 3,914 3,904
3,663 3,724 4,282
3,266 3,982 4,392
4 3,272 3,841 3,753
3,559 4,165 4,094
3,260 4,065 3,610
3,521 4,025 4,205
Rata-Rata 3,813

SD 0,335
%RSD 8,778
CV Horwitz 37.00

2/3 CV Horwitz 24,79

Sumber: Laboratorium Kimia Terpadu IPB

konsentrasi 1+ konsentrasi 2 +…+ konsentrasi 7


a) Rerata =
7
3.589 + 3.914 + … + 3.904
=
21
= 3.813 ppb

∑ni=1 (x-x)2
b) Simpangan baku (SD) =
n-1

3.589 – 3.813 2 + 3.589 – 3.813 2 + … + 3.904 – 3.813 2


=
21-1
= 0.335

simpangan baku
c) %RSD = × 100
rerata
0.335 ppb
= × 100
3.813 ppb
= 8.78 %

2
d) 0.67 CV Horwitz = ×(21 - (0.5 log C) )
3
3.813
2
= ×(21 - (0.5 log1000000000) )
3
= 24.79

© BSN 2018 11 dari 13


SNI 6989-81:2018

“Hak cipta Badan Standardisasi Nasional, copy standar ini dibuat untuk Komite Teknis 13-03, Kualitas lingkungan, dan tidak untuk dikomersialkan”
B.6 Akurasi

Tabel B.6 – Akurasi pengujian arsen

Konsentrasi spike perolehan Konsentrasi spike teoritis


Ulangan Akurasi (%)
(ppb) (ppb)
1 3.589 89.71
2 3.663 91.57
3 3.266 81.65
4 3.272 4 81.80
5 3.559 88.98
6 3.260 81.50
7 3.521 88.02
Sumber: Laboratorium Kimia Terpadu IPB

konsentrasi spike perolehan


a) Akurasi (%) = × 100
konsentrasi spike teoretis
3,589
= 100
4
= 89.71%

© BSN 2018 12 dari 13


“Hak cipta Badan Standardisasi Nasional, copy standar ini dibuat untuk Komite Teknis 13-03, Kualitas lingkungan, dan tidak untuk dikomersialkan”
SNI 6989-81:2018

Standard Methods, Examination of Water and Wastewater 22nd Edition, 2012, Method 3114
Bibliografi

13 dari 13
© BSN 2018
“Hak cipta Badan Standardisasi Nasional, copy standar ini dibuat untuk Komite Teknis 13-03, Kualitas lingkungan, dan tidak untuk dikomersialkan”
“Hak cipta Badan Standardisasi Nasional, copy standar ini dibuat untuk Komite Teknis 13-03, Kualitas lingkungan, dan tidak untuk dikomersialkan”
Informasi pendukung terkait perumus standar

[1] Komtek perumus SNI 


Komite Teknis 13-03 Kualitas Lingkungan
 
[2] Susunan keanggotaan Komtek perumus SNI 
Ketua : Noer Adi Wardojo
Wakil Ketua Giri Darminto
Sekretaris : Diah Wati Agustayani
Anggota : 1. Ardeniswan
2. Henggar Hardiani
3. Muhamad Farid Sidik
4. M.S. Belgientie TRO
5. Noor Rachmaniah
6. Oges Susetio
7. Rina Aprishanty
8. Sri Bimo Andy Putro
9. Sunardi
10. Yuli Purwanto
 
[3] Konseptor rancangan SNI 
Drs. Muhamad Farid Sidik
Unit Penunjang Akademik Laboratorium Kimia Terpadu IPB
 
[4] Sekretariat pengelola Komtek perumus SNI 
Pusat Standardisasi Lingkungan dan Kehutanan
Sekretariat Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan