Anda di halaman 1dari 5

SUMATIF 2

19. Seorang pasien laki-laki usia 25 th menjalani rawat inap di RS. Dokter mendiagnosis pasien
tersebut HIV stadium IV dan Hepatitis B. Hasil Pemeriksaan HBsAg + dan CD4 20 sel /microliter.
Dokter meminta saran apoteker untuk pemilihan antiretroviral yang digunakan.
Apa obat yang paling tepat digunakan oleh pasien ?
a. Abakavir
b. Stavudin
c. Tenofovir
d. Zidovudin
e. Didanosin
Pembahasan :
Koinfeksi HBV pada ODHA berapapun jumlah CD4-nya mempunyai indikasi untuk memulai
pengobatan ARV. Pilihan pengobatan ODHA dengan koinfeksi HBV adalah pemberian paduan
ARV yang terdiri dari dua obat yang aktif terhadap HIV dan HBV, tanpa memandang jumlah
HBV DNA. Pilihannya adalah kombinasi Tenofovir dengan salah satu dari Lamivudin atau
Emtricitabin, dengan tujuan menghindari kejadian HBV IRIS (Immune Reconstitution
Inflammatory Syndrome).

Sumber : Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2014 Tentang
Pedoman Pengobatan Antiretroviral
20. Seorang wanita berumur 30 th didiagnosa demam tifoid. Namun pasien juga mengalami
anemia. Obat yang kontraindikasi untuk pasien ?
a. Amoksisilin
b. Sefadroksil
c. Kloramfenikol
d. Eritromisin
e. Penisilin V
Pembahasan :
Efek samping Kloramfenikol : Anemia aplastic, neutropenia, thrombositopenia, grey baby
sindrom.
Sumber : Medscape, MIMS
21. Seorang pasien usia 22 th datang ke apotek dengan jerawat meradang selama 5 hari. Pasien
meminta obat kepada apoteker. Obat apakah yang diberikan ?
a. Benzoil peroksida
b. Gel klindamisin fosfat
c. Gentamisin
d. Salep nebacitin
e. Salep hidrokortison
Pembahasan :
Terapi moderate popular pustural
1st line : Antibiotik oral + Retinoid topical ± Benzoil peroksida

Sumber : Marie A. C. dkk. Pharmacotherapy Principles and Practice. 4th Edition. New York :
McGraw-Hill.
22. Seorang pasien anak laki-laki berumur 10 th didiagnosa dermatis atopic datang ke apotek.
Paseien mendapatkan resep dari dokter yaitu salep kortikosteroid dan pelembab dalam dua
sedian yang terpisah. Salah satu informasi yang dapat diberikan oleh apoteker yaitu ?
a. Salep dan pelembab digunakan lebih tebal
b. Pelembab diberikan setelah salep digunakan
c. Pelembab dan salep digunakan secara bersama-sama
d. Salep diberikan setelah pelembab digunakan
e. Salep dan pelembab dioleskan secara tipis-tipis

23. Seorang pria berusia 50 th datang ke apotek karena keluhannya glaucoma. Gejala yang dialami
yaitu mata merah, nyeri, dan gangguan pandangan penglihatan. Obat yang sebaiknya
diberikan untuk pasien tersebut adalah ?
a. Tetrahidrozolin
b. Polimiksin
c. Latanoprost
d. Nadrazolin
e. Deksametason
Pembahasan :
Terapi Glaucoma
1st line terapi : Beta bloker (Timolol)
Alternative 1st line : Analog prostaglandin (Latanoprost, bimatoprost) atau
brimonidine
Jika kontraindikasi 1st line : Topikal karbonik anhydrase inhibitor (Brinzolamide,
dorzolamide)
Sumber : Marie A. C. dkk. Pharmacotherapy Principles and Practice. 4th Edition. New York :
McGraw-Hill.
24. Seorang pasien berumur 60 th dengan tinggi badan 169 cm, dan berat badan 59 kg. didiagnosa
oleh dokter mengalami penyakit otitis auric. Sebagai apoteker antibiotic salep mata apakah
yang sesuai ?
a. Amoksisilin
b. Gentamisin
c. Cefadroksil
d. Doksisiklin
e. Ceftriakson
Pembahasan :
1st line terapi untuk otitis media tidak ada alergi penisilin yaitu Amoksisilin
Gentamisin, doksisiklin → Bukan terapi antibiotic otitis media
Ceftriakson → Digunakan 2nd line jika alergi penisilin
Sumber : Marie A. C. dkk. Pharmacotherapy Principles and Practice. 4th Edition. New York :
McGraw-Hill.
25. Seorang pasien dengan keluhan mata pedih dan kering mendapatkan terapi obat tetes mata
dari dokter. Obat tetes mata tersebut tersedia dalam kemasan mini dose. Apa informasi
terkait lama penggunaan setiap kemasan mini dose obat tetes mata yang dapat diberikan
kepada pasien tersebut ?
a. 1 hari setelah kemasan dibuka
b. 3 hari setelah kemasan dibuka
c. 5 hari setelah kemasan dibuka
d. 1 minggu setelah kemasan dibuka
e. 1 bulan setelah kemasan dibuka
Pembahasan :
Sediaan tetes mata minidose 3 x 24 jam setelah pertama kali dibuka
Sumber : Modul obat ukai (^_^)

26. Seorang wanita didiagnosa menderita glaucoma akut. Apoteker merekomendasikan obat
tetes mata golongan beta bloker. Manakah obat dibawah ini yang dapat diberikan pada pasien
tersebut ?
a. Timolol
b. Latanoprost
c. Pilokarpin
d. Propranolol
e. Bisoprolol
Pembahasan :
Golongan beta bloker untuk glaucoma : Betaxolol, cartexolol, levobunolol, metipranolol,
timolol.
Latanoprost → Golongan analog prostaglandin
Pilokarpin → Golongan agonis kolinergik
Propanolol dan bisoprolol → Golongan beta bloker tetapi bukan untuk glaucoma
Sumber : Marie A. C. dkk. Pharmacotherapy Principles and Practice. 4th Edition. New York :
McGraw-Hill.
27. Pasien perempuan 23 th mengeluh jantungnya berdebar setelah meminum obat flu yang
mengandung PCT 250 mg, CTM 1 mg, dan fenilpropanolamin 15 mg, GG 50 mg. obat apakah
yang menimbulkan reaksi obat diatas?
a. Fenilpropanolamin
b. PCT
c. CTM
d. Glisesril guaiakolat
e. GG dan CTM
Pembahasan :
Phenylpropanolamine dapat menyebabkan peningkatan detak jantung yang signifikan.
Phenylpropanolamine menyebabkan vasokonstriksi yang biasanya tidak menyebabkan
peningkatan tekanan darah pada orang dewasa sehat yang diberi dosis yang diresepkan
secara normal. Namun, pemberian fenilpropanolamin mungkin bermasalah untuk pasien
dengan hipertensi yang sudah ada sebelumnya dan yang menerima dosis lebih tinggi.
Sumber : Drugs.com