Anda di halaman 1dari 112

LAPORAN AKTUALISASI DAN HABITUASI

NILAI-NILAI DASAR ASN

UPAYA OPTIMALISASI PELAYANAN RAWAT INAP


UPTD PUSKESMAS NGAWEN KABUPATEN BLORA

DISUSUN OLEH:

Nama : FITRI SETYANING RAHAYU,Amd.Kep


NIP : 19880512 201902 2006

Gol/Angkatan : II / XL

No. Presensi : 26

Jabatan : Perawat Terampil

Unit Kerja : UPTD PUSKESMAS NGAWEN

Coach : Supriyono S.KM.M.Kes

Mentor : dr. Nur Istifah

PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN XL


KABUPATEN BLORA
BEKERJASAMA DENGAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH
PROVINSI JAWA TENGAH
2019

i
HALAMAN PERSETUJUAN
LAPORAN AKTUALISASI DAN HABITUASI

Judul : UPAYA OPTIMALISASI PELAYANAN RAWAT INAP


UPTD PUSKESMAS NGAWEN KABUPATEN BLORA

: FITRI SETYANING RAHAYU,Amd.Kep


Nama
NIP : 19880512 201902 2006
Angkatan : XL
No. Presensi : 026
Unit Kerja : UPTD PUSKESMAS NGAWEN

Dinyatakan disetujui untuk diseminarkan pada:


Hari : Jumat
Tanggal : 3 Mei 2019
Tempat : Badan Diklat Sasana Praja Cilacap

Blora, 2 Mei 2019


Peserta Pelatihan Dasar CPNS

Fitri Setyaning Rahayu, Amd.Kep


NIP. 19880512 201902 2006
Menyetujui,

Coach, Mentor,

Supriyono, S.KM.,M.Kes dr. NUR ISTIFAH


Widyaiswara Ahli Madya Pembina
NIP. 19621029 198301 1 002 NIP. 19660212 200212 2 001
HALAMAN PENGESAHAN
LAPORAN AKTUALISASI DAN HABITUASI

Judul : OPTIMALISASI SISTEM RETENSI MELALUI PENILAIAN


REKAM MEDIS INAKTIF DI INSTALASI REKAM MEDIS
RSUD CILACAP
Nama : Imandini Anggimelya Putri, A.Md.
NIP : 199706072019022002
Angkatan : IV
No. Presensi : 016
Unit Kerja : RSUD Cilacap

Telah diseminarkan pada:


Hari : Jumat
Tanggal : 3 Mei 2019
Tempat : Badan Diklat Sasana Praja Cilacap

Mengesahkan,
Coach, Mentor,

Supriyono, S.KM.,M.Kes dr. NUR ISTIFAH


Widyaiswara Ahli Madya Pembina
NIP. 19621029 198301 1 002 NIP. 19660212 200212 2 001

Narasumber,

Dwi Titi Sundari, S.Km, M.Kes


Widyaiswara Ahli Madya
NIP. 19651213 198803 2 004

iii
PRAKATA

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas nikmat sehat dan
rahmatnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas rancangan aktualisasi nilai-
nilai dasar PNS dengan judul “Optimalisasi Pelayanan Rawat Inap UPTD Puskesmas
Ngawen”.
Penulisan rancangan aktualisasi nilai-nilai dasar PNS ini disusun sebagai salah
satu persyaratan kelulusan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan II
Angkatan XL Tahun 2019 yang diselenggarakan di Hotel Mustika PKPRI Blora sebagai
bentuk pemahaman konseptual dan internalisasi nilai-nilai dasar PNS yang diterapkan
di UPTD Puskesmas Ngawen.
Dalam menyelesaian rancangan aktualisasi nilai-nilai PNS ini, penulis
menyampaikan terima kasih kepada:
1. H. Djoko Nugroho, selaku Bupati Blora.
2. Drs. Mohamad Arief Irwanto, M.Si., selaku Kepala Badan Pengembangan Sumber
Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah.
3. Anang Sri Danaryanto, S.Sos., M.Ma., selaku Kepala Badan Kepegawaian Daerah
(BKD) Blora.
4. Drs. Sujarwo, M.Pd selaku narasumber/ penguji yang memberikan saran, masukan
perbaikan untuk penyempurnaan rancangan aktualisasi ini sehingga dapat
diterapkan dengan lebih baik.
5. dr. Nur Istifah selaku mentor selaku Kepala UPTD Puskesmas Ngawen yang telah
memberikan masukan, inspirasi dan arahan sehingga rancangan aktualisasi ini
dapat diselesaikan dengan baik.
6. Supriyono, S.KM., M.Kes selaku pembimbing yang telah memberikan bimbingan
dan arahan kepada penulis sehingga rancangan aktualisasi ini dapat selesai dengan
baik.
7. Keluarga yang telah mendukung, mendoakan serta memberi bantuan sehingga
semua kegiatan Pelatihan Dasar CPNS dapat terselesaikan dengan baik.
8. Seluruh Widyaiswara, dan Panitia yang telah memberikan ilmu, bimbingannya,
dukungan dan fasilitas selama kegiatan Pelatihan Dasar CPNS Golongan II
Angkatan XL.
9. Seluruh peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Angkatan XL atas inspirasi,
kekompakan, bantuan, dan dukungannya.
Penulis berharap semoga rancangan aktualisasi ini dapat memberikan manfaat
bagi semua pihak dan dapat memberikan contoh tentang implementasi nilai-nilai
“ANEKA” dengan prinsip Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN), Pelayanan Publik
dan Whole of Government dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan kerja dan
masyarakat.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada
rancangan ini, oleh karena itu penulis berharap kepada semua pihak untuk memberikan
saran dan masukan serta kritik yang membangun untuk penyempurnaan rancangan
aktualisasi ini.

Blora, 17 Mei 2019


Penulis

Fitri Setyaning Rahayu,Amd.Kep


v
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ………………………………………………………….. i

HALAMAN PERSETUJUAN ……………………………………………….. ii

HALAMAN PENGESAHAN ………………………………………………... iii

PRAKATA …………………………………………………………………….. iv

DAFTAR ISI ………………………………………………………………….. vi

DAFTAR TABEL ……………………………………………………………… viii

DAFTAR GAMBAR ………………………………………………………….. ix

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ………………………………………………………. 1

B. Identifikasi Isu dan Rumusan Masalah …………………………… 4

C. Tujuan dan Manfaat ………………………………………………… 10

BAB II TUGAS UNIT KERJA DAN TUGAS PESERTA

A. Profil Organisasi …………………………………………………….. 12

1. Dasar Hukum Pembentukan Organisasi ……………………...12

2. Visi, Misi, Nilai dan Tujuan Organisasi ………………………...12

3. Struktur Organisasi ………………………………………………. 14

4. Deskripsi SDM, sarana prasarana dan sarana lain …………... 14

B. Tugas Jabatan Peserta Diklat ……………………………………….. 16

C. Role Model …………………………………………………………….. 17

vi
BAB III RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI

A. Daftar Rancangan Kegiatan Aktualisasi ……………………….. 18

B. Jadwal Rencana Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi ………… 31

BAB IV HASIL AKTUALISASI …………………………………………… 34

BAB V PENUTUP ……………………………………………………....... 62

DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………….. 66

DAFTAR RIWAYAT HIDUP …………………………………………….. 68

LAMPIRAN

vii
DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Hasil isu yang teridentifikasi ......................................................... 4


Tabel 1.2 Parameter APKL .......................................................................... 7
Tabel 1.3 Penetapan isu dengan APKL ....................................................... 8
Tabel 1.4 Penjelasan USG ........................................................................... 8
Tabel 1.5 Parameter USG............................................................................ 9
Tabel 1.6 Penetapan isu USG ..................................................................... 10
Tabel 3.1 Isu Terpilih.................................................................................... 19
Tabel 3.2 Pemecahan isu ............................................................................ 20
Tabel 3.3 Jadwal Rencana Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi .................... 31
Tabel 4.1 Kegiatan 1 …………………………………………………………… 35
Tabel 4.2 Kegiatan 2 …………………………………………………………… 41
Tabel 4.3 Kegiatan 3 …………………………………………………………… 46
Tabel 4.4 Kegiatan 4 …………………………………………………………… 51
Tabel 4.5 Kegiatan 5 …………………………………………………………… 54
Tabel 4.6 Kegiatan 6 …………………………………………………………… 58
Tabel 4.7 Matriks Rekapitulasi Aktualisasi dan Habituasi ANEKA ……….. 61
Tabel 4.8 Rencana Aksi Kegiatan dan Aktualisasi Habituasi
Nilai-Nilai Dasar ASN ………………………………………………………….. 64

viii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Struktur Organisasi RSUD Cilacap…………………………… 14


Gambar 4.1.1 Bimbingan Mentor……………………………………………. 37
Gambar 4.1.2 Konsultasi dengan Kepala Instalasi Rekam Medis ………. 38
Gambar 4.1.3 Koordinasi dengan Petugas Pelaporan …………………… 39
Gambar 4.1.4 Koordinasi dengan Petugas Filing ………………………… 39
Gambar 4.1.5 Ruang Penyimpanan Dokumen Rekam Medis Inaktif …... 39
Gambar 4.1.6 Pengambilan Dokumen …………………………………….. 40
Gambar 4.1.7 Proses Entry Data …………………………..………………. 40
Gambar 4.1.8 Hasil Entry Data ……………………………………………....... 41
Gambar 4.2.1 Referensi Formulir …………………………………………....... 44
Gambar 4.2.2 Hasil Pemetaan Kasus Penyakit ……………………... ........... 45
Gambar 4.2.3 Koordinasi dengan Rekan Sejawat ………………………... 45
Gambar 4.3.1 Permohonan Penyusunan SPO ……………………………. 48
Gambar 4.3.2 Rapat Penyusunan SPO ……………………………………. 48
Gambar 4.3.3 Pengajuan Telaahan Staf dan Draf SPO Penilaian
Rekam Medis ………………………………………………………………….. 50
Gambar 4.3.4 Penyerahan SPO yang telah disahkan Direktur
RSUD Cilacap ………………………………………………………………… 50
Gambar 4.4.1 Konsultasi Rencana Sosialisasi ……………………………. 53
Gambar 4.4.2 Pelaksanaan Sosialisasi ……………………………... ............ 53
Gambar 4.5.1 Dokumen yang siap dinilai ………………………………….. 56
Gambar 4.5.2 Proses Pemilahan Formulir ………………………………… 56
Gambar 4.5.3 Proses entry catatan ………………………………………… 57
Gambar 4.5.4 Proses penyimpanan formulir yang akan
Dimusnahkan …………………………………………………………………... 57
Gambar 4.5.5 Proses penyimpanan di ruang inaktif ………………………. 58
Gambar 4.6.1 Pelaksanaan Edukasi ………………………………………... 60

ix
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Aparatur sipil Negara yang selanjutnya disingkat ASN adalah
profesi bagi pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan
perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah.Setiap
pegawai ASN memiliki peranan penting dalam mencapai tujuan
Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tercantum dalam
pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945.Sebagai bagian dari ASN, Pegawai Negeri Sipil yang
selanjutnya disingkat PNS juga memiliki peran penting dalam
mencapai tujuan NKRI. Untuk memainkan peran tersebut, maka
diperlukan adanya manajemen ASN dalam bentuk penglolaan ASN
untuk menghasilkan Pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai
dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik
korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta mampu menyelenggarakan
pelayanan publik bagi masyarakat dan mampu menjalankan peran
sebagai unsur perekat persatuan dan kesatuan bangsa sesuai dengan
peran dan fungsi PNS yang tercantum dalam UU No. 5 Tahun 2014
tentang Aparatur Sipil Negara.
Untuk menciptakan pemerintahan yang baik, maka dibutuhkan
PNS yang professional, yaitu PNS yang mampu memenuhi standar
kompetensi jabatannya sehingga mampu melaksanakan tugas
jabatannya secara efektif dan efisien. Untuk dapat membentuk sosok
PNS yang profesional maka perlu dilaksanakan pembinaan melalui
jalur pelatihan.
Dalam pasal 63 ayat (3) dan ayat (4) Undang-Undang Nomor 5
Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, PNS wajib menjalani masa
percobaan yang dilaksanakan melalui proses diklat terintegrasi untuk
membangun moral, kejujuran, semangat nasionalisme dan

1
kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung
jawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi
hidup.Diperlukan sebuah penyelenggaraan pelatihan inovatif dan
terintegrasi, yaitu penyelenggaraan pelatihan yang memadukan
pembelajaran klasikal dan non-klasikal di tempat pelatihan dan di
tempat kerja sehingga memungkinkan peserta mampu
menginternalisasi, menerapkan, dan mengaktualisasikan, serta
membuatnya menjadi kebiasaan (habituasi), dan merasakan
manfaatnya, sehingga terpatri dalam dirinya sebagai karakter PNS
yang profesional.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka dilakukan ide kreatif
dalam penyelenggaraan Diklat Prajabatan yang memungkinkan
peserta untuk menerapkan nilai-nilai dasar PNS di tempat kerja,
sehingan peserta dapat menjadi agen perubahan budaya kerja yang
lebih baik lagi serta memperbaiki budaya PNS yang dianggap kurang
baik di lingkungan masyarakat. Dalam Peraturan Lembaga
Administrasi Negara Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2018
tentang Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil dijelaskan bahwa
Masa Prajabatan adalah masa percobaan selama satu tahun yang
wajib dijalani oleh CPNS melalui proses pendidikan dan pelatihan.
Pelatihan Dasar CPNS adalah pendidikan dan pelatihan dalam Masa
Prajabatan yang dilakukan secara terintegrasi untuk membangun
integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan
kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung
jawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang.
Peserta Pelatihan Dasar CPNS Tahun 2019 di Lingkungan
Pemerintah Daerah Kabupaten Blora ditugaskan untuk merancang
aktualisasi nilai-nilai dasar Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,
Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi atau yang biasa disingkat ANEKA,
yang akan dilaksanakan di tempat kerja sebagai bentuk penerapan

2
ilmu yang sudah didapatkan selama mengikuti Diklat Prajabatan
dalam kurun waktu 18 hari belajar/in class.
Bentuk penerapan aktualisasi nilai-nilai dasar ANEKA adalah
untuk mengatasi berbagai macam isu atau permasalahan yang terjadi
di tempat kerja. Permasalahan yang sedang terjadi di UPTD
PUSKESMAS NGAWEN yaitu kurang optimalnya pelayanan rawat
inap dikarenakan kurangnya kerjasama, solidaritas dan komitmen
antar personaldikarenakan belum dilaksanakannya kegiatan penilaian
dokumen rekam medis inaktif di Instalasi Rekam Medis RSUD
Cilacap. Sistem retensi rekam medis adalah sistem mengenai
penyimpanan rekam medis, dimana dalam hal ini lebih spesifik kepada
rekam medis inaktif. Rekam medis dikatakan sudah inaktif apabila
sudah tidak digunakan lagi selama 5 tahun, terhitung dari tahun
terakhir kunjungan paien.Sistem retensi rekam medis inaktif yang
dilakukan di RSUD Cilacap baru dilakukan sampai pada tahap
penyusutan atau memindahkan rekam medis yang sudah tidak aktif ke
ruang penyimpanan inaktif dan belum sampai pada tahap
penilaian.Maksud dari penilaian rekam medis inaktif adalah kegiatan
penilaian terhadap formulir-formulir rekam medis inaktif yang masih
perlu diabadikan atau sudah boleh dimusnahkan.Permasalahan ini
timbul salah satunya karena kurangnya Sumber Daya Manusia di
Instalasi Rekam Medis.Idealnya, setelah dua tahun rekam medis
inaktif disimpan, maka diperlukan kegiatan penilaian rekam medis
inaktif agar sistem retensi bisa terus berjalan.Berdasarkan hal
tersebut, isu terkait kurang optimalnya sistem retensi rekam medis
terkait belum terlaksananya penilaian rekam medis inaktif akan
dipecahkanmelalui kegiatan di tempat kerja, dalam hal ini yaitu
Instalasi Rekam Medis RSUD Cilacap. Oleh karena itu, rancangan
aktualisasi ini dibuat untuk mengoptimalisasikan sistem retensi
melaluikegiatan penilaian rekam medis inaktif di Instalasi Rekam
Medis RSUD Cilacap.

3
B. Identifikasi Isu dan Rumusan
Masalah 1. Identifikasi Isu
Dalam proses meningkatkan Mutu Pelayanan UPTD Puskesmas Ngawen
ditemukan beberapa isu yang berkaitan dengan nilai-nilai Pelayanan Publik,
Manajemen ASN dan Whole of Government. Sebagai pelayan publik isu-isu
tersebut sangat mempengaruhi sehingga menjadi perlu untuk dianalisis
penyebabnya dan ditemukan solusi untuk menanganinya. Berdasarkan prinsip-
prinsip kedudukan dan Peran Pegawai Negri Sipil dalam Negara Kesatuan Republik
Indonesia.

Tabel 1.1 isu yang teridentifikasi


Sumber Kondisi Yang
No Identifikasi Isu Keadaan Saat Ini
isu Diharapkan
Masih banyak masalah
Belum Pemberian obat
pada rawat inap, contoh
maksimalnya pasien rawat inap
1. kepatuhan pemberian obat,
WOG yang tepat,
pelayanan rawat serah terima pasien,
kenyamanan pasien
inap ketidak puasan pelayanan
dan keluarga.
rawat inap.
Kurangnya Adanya beberapa pegawai Seluruh pegawai
penerapan nilai- yang tidak tepat waktu, puskesmas memiliki
2. Pelayanan
kurangnya solidaritas, jiwa dan sikap
nilai perilaku ASN Publik
kurangnya rasa tanggung perilaku ASN yang
di pelayanan jawab profesional
Kurangnya
Kesadaran Semua petugas bisa
Ada beberapa petugas
3. Pelayanan menerapkan
petugas Publik
yang terlihat tidak ramah di
pentingnya 5S dalam
pentingnya 5S pelayanan
semua pelayanan

Ketidaklengkapan Kesadaran petugas


pengkajian awal Kurang lengkapnya untuk pentingnya
4. Manajemen
pengisian pengkajian awal pengisian pengkajian
klinis pada BP ASN
pada rekam medis pasien pada rekam medis
umum pasien.
Belum Belum tersedianya raungan
5. tersedianya Pelayanan khusus TB DOTS, Tersedianya ruangan
ruangan husus Publik sedangkan TB bisa cepat khusus TB DOTS
TB DOTS menular

1. Penetapan Isu
a) Penetapan Kualitas Isu Menggunakan Metode APKL
Rancangan aktualisasi yang akan dilaksanaan menggunakan pendekatan
Analisis APKL (Aktual, Problematik, Kekhalayakan dan Layak) digunakan untuk
menentukan kelayakan suatu isu sebagai berikut.
Tabel 1.2 Tabel parameter APKL
No Indikator Keterangan
1 2 3
1 Aktual (A) Isu yang sedang terjadi atau dalam proses kejadian,
sedang hangat dibicarakan di kalangan masyarakat,
atau isu yang diperkirakan bakal terjadi dalam waktu
dekat. jadi bukan isu yang sudah lepas dari perhatian
masyarakat atau isu yang sudah basi.
2 Problematik (P) Isu yang menyimpang dari harapan standar,
ketentutan yang menimbulkan kegelisahan yang perlu
segera dicari penyebab dan pemecahannya.
3 Kekhalayakan (K) Isu yang secara langsung menyangkut hajat hidup
orang banyak, masyarakat pelanggan pada umumnya,
dan bukan hanya untuk kepentingan seseorang atau
sekelompok kecil orang tertentu saja.
4 Layak (L) Isu yang masuk akal (logis), pantas, realistis, dan
dapat dibahas sesuai dengan tugas, hak, wewenang,
dan tanggung jawab.

Berikut beberapa isu yang ada pada UPTD Puskesmas Ngawen yang
ditetapkan menggunakan pendekatan APKL:
Tabel 1.3 Tabel penetapan isu dengan APKL
No Identifikasi Isu Indikator Keterangan
A P K L
1 Belum maksimalnya pelayanan + + + + Memenuhi (M)
rawat inap
2 + + - + Tidak Memenuhi
Kurangnya penerapan nilai- Syarat (TMS)
nilai perilaku ASN di pelayanan
3 Kurangnya Kesadaran petugas + + + + Memenuhi (M)
pentingnya 5S
4 + - - + Tidak Memenuhi
Ketidaklengkapan pengkajian Syarat (TMS)
awal klinis pada BP umum
5 Belum tersedianya ruangan + + + + Memenuhi (M)
khusus TB DOTS

Tabel 1.4 Tabel Urgency, seriousnes, growth

No Komponen Keterangan
1 2 3
1 Urgency Seberapa mendesak isu tersebut dibahas dikaitkan demgan
waktu yang tersedia serta seberapa keras tekanan waktu tersebut
untuk memecahkan masalah yang menyebabkan isu
2 Seriousness Seberapa serius isu tersebut perlu dibahas dikaitkan dengan
akibat yang timbul dengan penundaan pemecahan masalah yang
menimbulkan isu tersebut atau akibat yang ditimbulkan masalah-
masalah lain kalau masalah penyebab isu tidak dipecahkan (bisa
mengakibatkan masalah lain)
3 Growth Seberapa kemungkinan isu tersebut menjadi berkembang
dikaitkan kemungkinan masalah penyebab isu akan semakin
memburuk jika dibiarkan.
Parameter yang digunakan untuk menentukan prioritas yaitu menggunakan
skala likert pada tabel berikut :
Tabel 1.5 Tabel parameter USG
Nilai Urgency / Seriousness / Growth /
Mendesak Kegawatan Pertumbuhan
1. Isu tidak mendesak Isu tidak begitu serius Isu lamban
untuk segera untuk di bahas karena tidak berkembang
diselesaikan berdampak ke hal yang lain

Isu kurang Isu kurang serius untuk Isu kurang cepat


2. mendesak untuk segera dibahas karena berkembang
segera diselesaiakn tidak kurang berdampak ke
hal yang lain
3. Isu cukup mendesak Isu cukup serius untuk Isu cukup cepat
untuk segera segera dibahas karena berkembang, segera
diselesaikan akan berdampak ke hal dicegah
yang lain
4. Isu mendesak untuk Isu serius untuk segera Isu cepat
segera diselesaikan dibahas karena akan berkembang untuk
berdampak ke hal yang lain segera dicegah
5. Isu sangat mendesak Isu sangat serius untuk Isu sangat cepat
untuk segera segera dibahas karena berkembang untuk
diselesaikan akan berdampak ke hal segera dicegah
yang lain

Analisis penetapan USG yang dijelaskan pada tabel berikut :


Tabel 1.6 Tabel penetapan isu USG
Indikator
No Isu Jumlah Peringkat
U S G
1 2 3 4 5 6 7
Belum maksimalnya
1 5 5 5 15 I
pelayanan rawat inap
Kurangnya Kesadaran petugas
2 pentingnya 5S 3 4 4 11 III

Belum tersedianya ruangan


3 5 4 4 13 II
khusus TB DOTS

b) Rumusan Masalah
Berdasarkan isu yang telah dianalisa, maka rumusan masalah kegiatan
aktualisasi adalah bagaimana upaya optimalisasi pelayanan rawat inap di UPTD
Puskesmas Ngawen
A. Tujuan
Berdasarkan identifikasi isu dan rumusan masalah yang telah ditemukan,
tujuan yang akan dicapai ini adalah menemukan upaya bagaimana upaya
optimalisasi pelayanan rawat inap di UPTD Puskesmas Ngawen
B. Manfaat
Manfaat aktualisasi nilai-nilai dasar PNS antara lain :
1. Bagi Penulis
a. Penulis lebih bisa menjalankan dan mengimplementasikan perannya dalam lingkup
kegiatan sehari-hari menggunakan nilai-nilai dasar ASN yang telah didapatkan selama
mengkuti inclass Diklat Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil.
b. Penulis dapat mengaktualisaikan nilai-nilai dasar PNS dalam tugas dan fungsi
jabatannya di UPTD. Puskesmas Ngawen
2. Bagi Organisasi
Dapat memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat UPTD Puskesmas Ngawen
dari aspek promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif untuk mendukung Visi dan Misi UPTD
Puskesmas Ngawen.
3. Bagi Stakeholder
Tercapainya Blora sehat secara optimal dan meningkatkan Pelayanan kesehatan
secara umum dan khususnya meningkatkan Pelayanan Profesional di UPTD Puskesmas
Ngawen

11
BAB II
DESKRIPSI UNIT ORGANISASI

A. Profil Organisasi
1. Dasar Hukum Pembentukan Organisasi
Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya
kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan
lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan
masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya
Prinsip penyelenggaraan Puskesmas yaitu Paradigma Sehat; Pertanggungjawaban
Wilayah; Kemandirian masyarakat; Pemerataan; Teknologi tepat guna; dan Keterpaduan
dan kesinambungan
Dasar Hukum Pusat Kesehatan Masyarakat, yaitu:
a. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;
b. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan;
c. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 269 Tahun 2008 tentang
Rekam Medis
d. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat
Kesehatan Masyarakat;
e. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 Keselamatan
Pasien
f. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2016 tentang
pedoman Manajemen Puskesmas.
g. Visi Misi Program Kerja Kabupaten Blora 2016-2021
Puskesmas Ngawen sebagai Upaya Pelaksana Teknis Daerah didasari atas Keputusan Bupati
Nomor 440 /373/ Tahun 2019 tentang Pemberian Izin Operasional Tetap Kepada Unit
Pelaksana Teknis UPTD Puskesmas Ngawen, dan Rekomendasi dari Dinas Kesehatan
Kabupaten Blora Nomor 19/OPSPUSK/XII/2013 tanggal 2 Desember 2013 tentang
pemberian Izin Operasional Tetap Kepada Unit Pelaksana teknis Puskesmas Ngawen
Kabupaten Blora.

2. Visi, Misi, Motto, Tujuan, Komitmen Bersama, Budaya Perilaku, Budaya Malu dan
Tata Nilai,
a. Visi
Menjadi Puskesmas pilihan dalam mewujudkan masyarakat sehat di wilayah
Puskesmas Ngawen
b. Misi
1. Memberikan pelayanan kesehatan yang merata, terjangkau dan bermutu
2. Meningkatkan sumber daya manusia melalui pengembangan fungsional Puskesmas
3. Memberdayakan masyarakat dan keluarga dalam memberikan pelayanan kesehatan
4. Membangun sistem informasi yang terpadu sesuai dengan teknologi

c. Motto
‘’Kepuasan Anda adalah Kebahagiaan Kami’’.

d. Tujuan
1. Tujuan Umum
Memberikan gambaran tentang visi, misi, tupoksi, motto dan tata nilai UPTD serta kinerja di
Puskesmas Ngawen
2. Tujuan Khusus
 Seluruh karyawan memahami visi, misi, tupoksi, motto dan tata nilai UPTD Puskesmas
Ngawen
 Memberi gambaran tentang fungsi Puskesmas
 Memberikan gambaran tentang jenis layanan yang ada di UPTD Puskesmas Ngawen
 Memberikan gambaran tentang proses penyusunan RUK dan RPK
 Memberikan gambaran tentang kinerja pada UPTD Puskesmas Ngawen
 Memberikan gambaran tentang upaya peningkatan mutu di UPTD Puskesmas
Ngawen.
e. Komitmen Bersama
Dalam menjalankan tugas kedinasan Karyawan karyawati UPTD Puskesmas
Ngawen berkomitmen bersama yaitu:
1) Datang dan pulang sesuai jam kerja.
2) Ikhlas dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas
3) Bersikap ramah dan santun dalam memberikan pelayanan kesehatan.
4) Memberikan pelayanan dengan sepenuh hati.
f. Budaya Perilaku
Budaya perilaku di UPTD. Puskemas Ngawen adalah 5 S yaitu:
a) Senyum
Adalah gerak tawa ekspresif yang tidak bersuara untuk menunjukkan rasa senang,
gembira, suka dengan cara mengembangkan bibir (KBBI, 2002)
b) Salam
Adalah pernyataan hormat, mengucapkan salam, ucapan assalamualaikum
warohmatullohi wabarokatuh (KBBI, 2002)
c) Sapa
Adalah pernyataan menegur, dan mengajak bercakap-cakap (KBBI, 2002)
d) Sopan
Adalah hormat dan takzim, tertib menurut adat yang baik, mempersilahkan duduk,
berkata yang baik (KBBI, 2002)
e) Santun
Adalah tingkah laku yang halus dan baik, sabar, tenang, suka menolong, penuh rasa
belas kasihan

g. Budaya Malu
Karyawan – karyawati UPTD Puskesmas Ngawen mempunyai budaya malu Yaitu
Saya Malu bila
a) Datang terlambat
b) Pulang lebih awal
c) Sering minta izin
d) Tidak melaksanakan tugas dengan baik
e) Sering meninggalkan pekerjaan tanpa izin
f) Tidak bersikap ramah
g) Berseragam tanpa atribut

Budaya 5 R
Di UPTD Puskesmas Ngawen 5R merupakan budaya tentang bagaimana karyawan
- karyawati memperlakukan tempat kerjanya secara benar. Mengupayakan tempat
kerja dengan 5 R yaitu:
a) Ringkas
Prinsip Ringkas adalah memisahkan segala sesuatu yang di perlukan dan
menyingkirkan yang tidak diperlukan dari tempat kerja. Mengetahui benda mana
yang tidak digunakan, mana yang akan disimpan, serta bagaimana cara menyimpan
supaya dapat mudah diakses
b) RAPI
Prinsip RAPI adalah menyimpan barang sesuai dengan tempatnya.Kerapian adalah
hal mengenai sebagaimana cepat kita meletakkan barang dan mendapatkannya
kembali pada saat diperlukan dengan mudah.Puskesmas tidak boleh asal-asalan
dalam memutuskan dimana benda-benda harus diletakkan untuk mempercepat
waktu untuk memperoleh barang tersebut.
c) RESIK
Prinsip RESIK adalah membersihkan tempat/lingkungan kerja, mesin/peralatan dan
barang-barang agar tidak terdapat debu dan kotoran.Kebersihan harus dilaksanakan
dan dibiasakan oleh setiap orang dari Kepala UPTD Puskesmas Ngawen hingga
pada tingkat Petugas Kebersihan.
d) RAWAT
Prinsip RAWAT adalah mempertahankan hasil yang telah dicapai pada 3R
sebelumnya dengan membakukannya.
e) RAJIN
Prinsip RAJIN adalah terciptanya kebiasaan pribadi karyawan untuk menjaga dan
meningkatkan apa yang sudah dicapai. RAJIN di tempat kerja berarti
pengembangan kebiasaan positif di tempat kerja.Apa yang sudah baik harus selalu
dalam keadaan prima setiap saat. Prinsip RAJIN di tempat kerja adalah “LAKUKAN
APA YANG HARUS DILAKUKAN DAN JANGAN MELAKUKAN APA YANG TIDAK
BOLEH DILAKUKAN”

h. Tata Nilai
Tata nilai adalah bagaimana kita mengatur dan mengendalikan tingkah laku dalam melayani
masyarakat untuk menghindari hal-hal negatif atau hal-hal yang dapat merusak nilai-nilai itu
sendir Penerapan aturan tata nilai budaya yang di anut dalam pelaksanaan program di
Puskesmas Ngawen yakni :
 Kerja Keras
 Kerja Cerdas
 Integritas
 Kerja Solidaritas
 Kerja Tuntas

Definisi operasional nilai-nilai kerja Puskesmas :


 Kerja Ikhlas, yang artinya bekerja dengan hati dengan niat yang tulus semata-mata
untuk ibadah dan mencari keridhoan Sang Pencipta, sehingga jika hasilnya berhasil
maka kita akan lebih bersyukur dan jika tidak berhasil maka kita tidak akan kecewa
 Kerja Keras, yang artinya bekerja dengan sungguh-sungguh sekuat daya dan tenaga,
penuh semangat, pantang menyerah untuk mencapai hasil terbaik
 Integritas adalah Keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki
potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan, kejujuran (KBBI, 2002).
 Kerja Cerdas, yang artinya bekerja yang tidak hanya mengandalkan otot, namun juga
menggunakan otak, bisa berfikir kreatif dan inovatif, untuk mendapatkan hasil kreatif
dan inovatif untuk mendapatkan hasil yang maksimal dengan waktu yang maksimal
 Kerja Solidaritas, yang artinya rasa kebersamaan, rasa kesatuan kepentingan, rasa
simpati sebagai salah satu anggota kelompok untuk kepentingan yang sama
 Kerja Tuntas, yang artinya bekerja dengan semangat sampai selesai dan tidak setengah-
setengah seberapapun banyaknya pekerjaan.

A. SUMBER DAYA MANUSIA


Jumlah tenaga kesehatan administrasi dan tenaga lain di Puskesmas Ngawen pada tahun 2018
ada 70 orang yang tersebar di Puskesmas induk, Pustu dan PKD, yang berstatus sebagai Pegawai
Negeri Sipil (PNS) dan tenaga kontrak yang secara lengkap sebagai berikut :

Tabel 3.1 Jumlah Tenaga Kesehatan UPTD Puskesmas Ngawen Tahun 2019

Jumlah
No Jabatan
2
1 Dokter
0
2 Dokter Gigi
18
3 Perawat
2
4 Perawat Gigi
23
4 Bidan
1
5 Apoteker
1
6 Asisten Apoteker
1
7 Sanitasi
2
8 Gizi
2
9 Analis Laboratorium
2
10 Rekam Medik
19
11 Lain-lain
Sedangkan jumlah tenaga Puskesmas sesuai dengan status kepegawaian sesuai table dibawah ini :
Tabel 3.2 Jumlah Tenaga Puskesmas Ngawen Berdasarkan Status Kepegawaian Tahun 2018

No Status Kepegawaian Jumlah

1 Pegawai Negeri Sipil (PNS) 41

2 Tenaga Kontrak 32

Total 73

B. SARANA DAN PRASARANA


1) Sarana Kesehatan
 Puskesmas induk dengan rawat inap dan poned :1
 Puskesmas Pembantu (Pustu) :2
 PKD : 13
 Klinik Swasta :1
 Praktek Dokter Swasta :5
 Praktek Dokter Gigi Swasta :1
 Praktek Bidan Swasta : 22
 Praktek Perawat Swasta :7
 Praktek Perawat Gigi :1

2) Peran serta masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Ngawen


Dukungan masyarakat adalah faktor yang mutlak dibutuhkan. Tanpa ada peran serta masyarakat
tujuan kemandirian hidup tidak akan pernah tercapai. Dukungan dan peran serta masyarakat di
wilayah kerja Puskesmas Ngawen meliputi :
 Jumlah Dukun Bayi : 12
 Jumlah Kader posyandu : 209
 Jumlah Kader Usila : 209
 Jumlah Posyandu lansia : 17
 Jumlah Pengobatan Tradisional : 79
 Jumlah Posyandu : 51
o Strata Pratama :0
o Strata Madya : 44
o Strata Purnama : 7
o Strata Mandiri : 0
 Jumlah PKD : 13
 Jumlah Posbindu PTM :17
 Jumlah Posyandu Lansia : 17
 Jumlah Desa Siaga Aktif : 17

3) Fasilitas Yang Tersedia


 Ruang Pendaftaran
 Ruang Tunggu Rawat Jalan
 Poli Umum
 Poli Gigi
 Ruang Gizi
 Ruang PKPR
 Ruang KIA
 Ruang PONED
 Ruang Farmasi
 Ruang Administrasi dan Kepegawaian
 Ruang Laboratorium
 Ruang Rawat Inap
 Ruang UGD
 Ruang Aula Pertemuan
 Instalasi Pengolahan Air Limbah
 Tempat Parkir Sepeda Motor
 CCTV
 Jaringan Internet dan Wifi

D. Struktur Organisasi dan Job Deskripsi


a. Struktur Organisasi

Gambar 3.1 Struktur Organisasi UPTD Puskesmas Ngawen


STRUKTUR ORGANISASI
UPTD PUSKESMAS NGAWEN

KEPALA UPTD PUSKESM AS SIM PUS


dr. NUR ISTIFAH EFI NUR EMAWATI

KEPEGAWAIAN
RAMADHAN YOGA
KASUBAG TATA USAHA
SUTRISNO ASET
EKO SUGIYONO
TIM MUTU AI KP PPI
SRI HARYANTI ARI M ERTRIYONO RETNO SH RUMAH TANGGA
BAMBANG P

KEUANGAN
RETNO SH

PJ. UPAYA KESEHATAN


PJ. UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT,PERKESMAS PJ. JARINGAN DAN JEJARING
PERORANGAN,FARMASI,LABORATOR
ERTRIYONO YULI ASTUTI SRI HARIYANTI

PENDAFTARAN ESENSIAL
MENIK FITRIANINGRUM PROMKES
PELAYANAN PEMERIKSAAN UMUM SITI NURUL HIDAYAH
ERTRIYONO KESLING
PELAYANAN KIA,KB,IMUNISASI AGUS SUYOKO
KURNIA WITA N KIA,KB,IMUNISASI
PELAYANAN GIGI DAN MULUT NURUL FAIDAH
ARI MARTATI GIZI
PELAYANAN LANSIA FROULIN NIKMAH K
PUJI ASTUTI P3M
PELAYANAN GAWAT DARURAT RENA K U
dr.ANTIKA PREMI P3TMKJ
PELAYANAN PONED SRI HARTATI
RETNO SH SURVEILAN
PELAYANAN FARMASI TETY SUSIANDARI
SEPTIA IKA R PERKESMAS
PELAYANAN LABORATORIUM TOMY SUBARI
DYAH AYU P PENGEMBANGAN
KONSELING REMAJA UKS
SRI HARTATI PUJI ASTUTI
KONSELING GIZI LANSIA
EVY MEGA P SITI ASIYAH
PKPR
SRI HARTATI

Gambar 3.1 Bagan Organisasi UPTD Puskesmas Ngawen

B. Tugas Jabatan Peserta Latsar


Tugas dan Jabatan peserta Latsar sebagai Perawat adalah sebagai
berikut :
a. Berkalaborasi dengan Dokter dalam pelayanan pengobatan pasien rawat inap.
b. Bertanggungjawab atas kebersihan dan penataan ruang rawat inap.
c. Bertanggungjawab atas pemeliharaan dan pengamanan alat medis dan non medis di
ruang rawat inap.
d. Melaksanakan kegiatan puskesmas di luar gedung / perkesmas / imunisasi.
e. Memberikan konseling pada pasien dan atau keluarga di rawat inap.
f. Melaksanakan tindakan keperwatan di UGD.
g. Merawat pasien di Rawat Inap.
h. Membuat laporan harian di UGD dan Rawat Inap.
i. Berperan serta dalam upaya peningkatan mutu dan kinerja UPTD Puskesmas Ngawen

16
C. ROLE MODEL
Role model adalah panutan, yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sama artinya
dengan teladan yaitu suatu yang patut ditiru atau baik untuk di contoh seperti teladan,
kelakuan, perbuatan, sifat dan sebagainya.
Dalam hal ini role model bagi penulis adalah Kepala UPTD Puskesmas Ngawen dr. Nur
Istifah. Pendidikan terakhir Pendidikan Profesi Kedokteran UNS. Beliau lahir di Blora, 12
Februari 1966. Riwayat jabatan 2002-2004 SETJEN DEPKES RI DPK pada DINKES Provinsi
Jawa Tengah di tempatkan pada Kabupaten Blora.2004-2009 Kepala UPTD Puskesmas
Japah. 2009-sekarang Kepala Puskesmas Ngawen. Beliau adalah pimpinan di kantor yang
dapat menjadi panutan, inspirasi, contoh, dan teladan bagi penulis.

Gambar 3.3 Role Model


Selama penulis bekerja di instansi, beliau sosok yang paling bisa menempatkan diri
dimana kapan dan bagaimana situasi yang ada. Beliau bisa tetap berwibawa tanpa
membuat batas antara pimpinan dan yang dipimpin.
dr. Nur Istifah mselalu memberikan solusi yang terbaik dan objektif terhadap masalah untuk
kepentingan puskesmas atau masyarakat bukan siapa yang menyampaikan melainkan
melihat apa yang disampaikan saat menerima masukan.
Terutama pada rancangan aktualisasi kali ini, beliau sangat berperan andil dalam
rancangan dan kegiatan yang akan kami lakukan yang berprinsip bukan hanya formalitas
menyelesaikan tugas melainkan sebagaimana mungkin apa yang kami kerjakan bisa
bermanfaat untuk masyarakat dan dapat mempertahankan mutu di UPTD Puskesmas
Ngawen.

17
BAB III

RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI

A. Daftar Rancangan Kegiatan Aktualisasi


Berdasarkan hasil analisis APKL (Aktual, Problematik,
Kekhalayakan, dan Layak/Kelayakan) serta USG (Urgensi,
Seriousness, dan Growth), telah ditentukan 1 isu yang dapat
dikembangkan menjadi berbagai kegiatan untuk penyelesaian
masalah dengan melibatkan komponen yang ada. Tahap pertama
yaitu identifikasi isu dan penetapan isu telah dijelaskan dalam BAB I.
Selanjutnya dalam BAB IV ini dijelaskan tahap kedua sampai dengan
tahap kelima yaitu gagasan/rencana kegiatan, tahapan kegiatan,
output kegiatan, keterkaitan substansi mata pelatihan, kontribusi
terhadap visi misi organisasi dan penguatan nilai organisasi.
Berdasarkan isu-isu yang telah penulis analisis menggunakan
metode APKL dan USG ditemukan satu isu yang menjadi prioritas
penulis. Berdasarkan isu tersebut, maka penulis merancang kegiatan
dan tahapan aktualisasi dan habituasi yang akan dilakukan penulis di
RSUD Cilacap terkait dengan isu terpilih. Rancangan aktualisasi ini
akan dilaksanakan oleh penulis di RSUD Cilacap selama 30 hari.

18
1. Isu Terpilih

Tabel 3.1 Isu

Terpilih

1. Kurang optimalnya pengisian rekam medis rawat inap


2. Kurang optimalnya sistem retensi rekam medis inaktif di Instalasi Rekam Medis RSUD
Cilacap
3. Belum optimalnya perhitungan Bed Occupancy Ratio (BOR) ketika terdapat kerusakan
Identifikasi Isu :
tempat tidur di bangsal rawat inap RSUD Cilacap
4. Design formulir ringkasan pulang pasien yang belum memenuhi standar
5. Belum terpenuhinya indikator mutu pengembalian dokumen rekam medis rawat inap ke
instalasi rekam medis dalam waktu 1 x 24 jam

Isu yang diangkat : Kurang optimalnya sistem retensi rekam medis inaktif di Instalasi Rekam Medis RSUD Cilacap

Gagasan yang Otimalisasi sistem retensi melalui penilaian rekam medis inaktif di Instalasi Rekam Medis RSUD
:
diangkat Cilacap

1. Inventarisasi rekam medis inaktif yang sudah layak untuk dilakukan penilaian
2. Menyusun SPO Penilaian Rekam Medis Inaktif
3. Melakukan sosialisasi SPO Penilaian Rekam Medis Inaktif kepada petugas filing
Kegiatan : 4. Membuat daftar penilaian rekam medis inaktif
5. Melakukan pembekalan kepada salah satu petugas filing terkait pelaksanaan penilaian
rekam medis inaktif
6. Melakukan kegiatan penilaian rekam medis inaktif
19
2. Pemecahan isu :
Tabel 3.2 Pemecahan Isu

Output / Kontribusi Penguatan


Tahapan Keterkaitan Substansi
No Kegiatan Hasil terhadap Visi Nilai
Kegiatan Mata Pelatihan
Kegiatan Misi Organisasi Organisasi

1 Inventarisasi 1. Bimbingan Daftar rekam Akuntabilitas Inventarisasi data Inventarisasi


rekam medis mentor medis inaktif Acuan dalam pendataan rekam medis data rekam
inaktif yang 2. Konsultasi yang akan rekam medis yang akan inaktif yang akan medis inaktif
akan kepada kepala dinilai dinilai adalah, rekam medis dinilai ini ini dapat
dilakukan instalasi rekam yang sudah inaktif selama berkontribusi menguatkan
penilaian medis 2 tahun. Hal ini dilakukan terhadap Visi nilai
3. Berkoordinasi secara konsisten terhadap Organisasi yaitu organisasi :
dengan pendataan setiap rekam “Rumah Sakit Profesional
petugas medis Pilihan Kerjasama
pelaporan dan Masyarakat” dan Visioner
filing Nasionalisme misi organisasi

4. Melakukan Dalam melakukan yang pertama


pendataan inventarisasi data rekam yaitu
rekam medis medis inaktif, penulis “Menyelenggara
inaktif yang melakukan konsultasi dan kan pelayanan
akan dinilai koordinasi dengan yang prima dan
berbagai pihak sebagai profesional”
perwujudan sila pancasila
ke 4 yaitu musyawarah
untuk mencapai mufakat.
20
Output / Kontribusi Penguatan
Tahapan Keterkaitan Substansi
No Kegiatan Hasil terhadap Visi Nilai
Kegiatan Mata Pelatihan
Kegiatan Misi Organisasi Organisasi

EtikaPublik
Penulis melakukan
bimbingan kepada mentor,
konsultasi kepada kepala
instalasi dan koordinasi
dengan petugas terkait
dengan sikap hormat,
ramah, sopan dan
santun. Selain itu penulis
juga melakukan pendataan
sesuai dengan perintah
atasan dan tidak
bertentangan dengan
ketentuan peraturan
perundang-undangan.
Penulis juga tetap
menjaga rahasia medis
pasiendalam melakukan
pendataan. Hal ini sesuai
dengan kode etik ASN.

Komitmen Mutu

Penulis melakukan
pendataan dengan
21
Output / Kontribusi Penguatan
Tahapan Keterkaitan Substansi
No Kegiatan Hasil terhadap Visi Nilai
Kegiatan Mata Pelatihan
Kegiatan Misi Organisasi Organisasi

mengedepankan
kemudahan agar bisa
terlaksana yang
merupakan salah satu dari
nilai dasar orientasi
mutu. Hal tersebut
dilaksanakan untuk
mencapai target secara
efektif dan efisien.

Anti Korupsi
Penulis jujur dalam
melakukan inventarisasi
data rekam medis inaktif,
tidak memanipulasi data.

2 Menyusun 1. Mencari Daftar Akuntabilitas Kegiatan Kegiatan


daftar formulir referensi formulir Penulis melakukan menyusun daftar Menyusun
yang harus 2. Pemetaan rekam medis penyusunan daftar formulir formulir yang daftar formulir
diabadikan kasus yang harus secara jelas dan penuh harus diabadikan Dapat
spesialisasi diabadikan tanggung jawab untuk ini berkontribusi meningkatkan
penyakit memudahkan petugas yang terhadap visi nilai
3. Berkoordinasi akan menilai organisasi yaitu organisasi :
dengan rekan “Rumah Sakit Profesional
22
Output / Kontribusi Penguatan
Tahapan Keterkaitan Substansi
No Kegiatan Hasil terhadap Visi Nilai
Kegiatan Mata Pelatihan
Kegiatan Misi Organisasi Organisasi

sejawat Nasionalisme Pilihan Kerjasama


4. Membuat Penulis mengutamakan Masyarakat” dan Visioner
daftar formulir musyawarah untuk misi organisasi
yang harus mencapai mufakat yang yang pertama
diabadikan merupakan perwujudan yaitu
nilai Pancasila sila ke 4 “Menyelenggara
yang dibuktikan melalui kan pelayanan
kerjasama dengan rekan yang prima dan
kerja sejawat dalam profesional”
menentukan formulir yang
akan diabadikan

Etika Publik
Penulis melakukan
penyusunan daftar formulir
secara teliti dan cermat

Komitmen Mutu
Penulis memastikan daftar
formulir yang diabadikan
sesuai dengan referensi
atau standar yang tepat,
hal ini bertujuan untuk
meningkatkan mutu
23
Output / Kontribusi Penguatan
Tahapan Keterkaitan Substansi
No Kegiatan Hasil terhadap Visi Nilai
Kegiatan Mata Pelatihan
Kegiatan Misi Organisasi Organisasi

pelayanan rekam medis

Anti Korupsi

Dengan dibuatnya
daftarsebagai pedoman
yang sebelumnya belum
pernah ada, artinya penulis
peduli untuk mengawali
kegiatan tersebut
3 Menyusun 1. Mengajukan SPO Akuntabilitas Kegiatan Kegiatan
SPO permohonan Penilaian Penyusunan SPO menyusun SPO menyusun
Penilaian kepada kepala Rekam Medis dilakukan dengan penuh Penilaian Rekam SPO
Rekam Medis instalasi rekam Inaktif tanggung jawab dengan Medis Inaktif Penilaian
Inaktif medis melibatkan petugas terkait berkontribusi Rekam Medis
2. Membuat dan hal ini bertujuan untuk terhadap visi Inaktif dapat
undangan rapat menciptakan kejelasan organisasi yaitu meningkatkan
penyusunan prosedur yang akan “Rumah Sakit nilai
SPO dilaksanakan terkait Pilihan organisasi :
3. Membuat kegiatan penilaian rekam Masyarakat” dan Profesional
daftar hadir rapat medis inaktif misi organisasi Kerjasama
4. Pelaksanaan yang pertama Visioner
rapat Nasionalisme yaitu
penyusunan Penulis melakukan “Menyelenggara
SPO musyawarah untuk kan pelayanan
24
Output / Kontribusi Penguatan
Tahapan Keterkaitan Substansi
No Kegiatan Hasil terhadap Visi Nilai
Kegiatan Mata Pelatihan
Kegiatan Misi Organisasi Organisasi

5. Membuat mencapai mufakat dalam yang prima dan


notulen rapat penyusunan prosedur profesional”
6. Melakukan penilaian yang dilakukan
pengajuan untuk melalui rapatdan tetap
pengesahan menghormati keputusan
SPO Penilaian yang diambil.
Rekam Medis
Inaktif Etika Publik
Rapat penyusunan
prosedur dilakukan tanpa
adanya diskriminasi,
dengan tidak membeda-
bedakan antar petugas
dalam mengemukakan
pendapatnya, walaupun
bukan dari profesi terkait.

Komitmen Mutu
Penyusunan SPO ini
merupakan bentuk inovasi
dari penulis karena
sebelumnya belum pernah
ada SPO tersebut.
25
Output / Kontribusi Penguatan
Tahapan Keterkaitan Substansi
No Kegiatan Hasil terhadap Visi Nilai
Kegiatan Mata Pelatihan
Kegiatan Misi Organisasi Organisasi

Anti Korupsi
Dengan adanya ide penulis
untuk menyusun prosedur
penilaian maka penulis
artinya peduli terhadap
keadaan sekitar khususnya
terkait rekam medis inaktif
4 Melakukan 1. Melakukan Meningkatnya Akuntabilitas Kegiatan Kegiatan
sosialisasi konsultasi pemahaman Penulis melaksanakan sosialisasi draf sosialisasi
draf SPO kepada Kepala petugas filing sosialisasi dengan penuh SPO Penilaian draf SPO
Penilaian Instalasi Rekam terkait tanggung jawab dan tidak Rekam Medis Penilaian
Rekam Medis Medis prosedur membeda-bedakan Inaktif ini Rekam Medis
Inaktif 2. Membuat surat penilaian peserta sosialisasi berkontribusi Inaktif ini
kepada undangan rekam medis walaupun dengan latar terhadap visi dapat
petugas filing sosialisasi inaktif pendidikan yang berbeda organisasi yaitu menguatkan
3. Menyiapkan beda. Selain itu, sosialisasi “Rumah sakit nilai
draf SPO ini juga bertujuan untuk pilihan organisasi:
Penilaian transparansi informasi masyarakat” dan Profesional
Rekam Medis baru dimana dalam hal ini misi organisasi Kerjasama
Inaktif yaitu adanya SPO baru yang ke-4 yaitu Visioner
4. Membuat mengenai Penilaian Rekam “Meningkatkan
daftar hadir Medis Inaktif sumber daya
sosialisasi manusia
5. Pelaksanaan profesional serta
26
Output / Kontribusi Penguatan
Tahapan Keterkaitan Substansi
No Kegiatan Hasil terhadap Visi Nilai
Kegiatan Mata Pelatihan
Kegiatan Misi Organisasi Organisasi

sosialisasi berorientasi
6. Membuat Nasionalisme pada kepuasan
notulen pelanggan dan
sosialisasi Penulis bersosialisasi mengutamakan
dengan tetap menjunjung keselamatan
tinggi rasa hormat pasien”
mengingat peserta terdiri
dari berbagai kalangan
usia, bahkan beberapa
memang sudah cukup
senior. Hal ini sesuai
dengan nilai yang
terkandung dalam sila ke-2
Pancasila yaitu
mengembangkan sikap
hormat menghormati
antar sesama manusia

Etika Publik

Kegiatan sosialisasi ini


dilakukan dengan sikap
ramah dan sopan dalam
27
Output / Kontribusi Penguatan
Tahapan Keterkaitan Substansi
No Kegiatan Hasil terhadap Visi Nilai
Kegiatan Mata Pelatihan
Kegiatan Misi Organisasi Organisasi

menyampaikan draf SPO


dan tetap menghargai
setiap pendapat petugas
selama kegiatan sosialisasi

Komitmen Mutu
Dalam proses sosialisasi
penulis tetap berusaha
mengedepankan
pemahaman pelanggan
dimana dalam hal ini adalah
peserta sosialisasi.

Anti Korupsi
Penulis dalam melakukan
sosialisasi berlaku adil
kepada setiap peserta,
mengingat peserta berasal
dari tingkat pendidikan yang
berbeda-beda.
5 Implementasi 1. Menyiapkan Formulir yang Akuntabilitas Kegiatan Kegiatan
kegiatan dokumen diabadikan Penulis melakukan Implementasi Implementasi
penilaian rekam medis dan formulir kegiatan penilaian dengan kegiatan penilaian kegiatan
rekam medis inaktif yang yang siap konsisten pada formulir rekam medis penilaian
28
Output / Kontribusi Penguatan
Tahapan Keterkaitan Substansi
No Kegiatan Hasil terhadap Visi Nilai
Kegiatan Mata Pelatihan
Kegiatan Misi Organisasi Organisasi

inaktif sudah didata untuk yang dipilah pada setiap inaktif ini rekam medis
dimusnahka
2. Melakukan n kasusnya berkontribusi inaktif ini
pemilahan terhadap visi dapat
formulir Etika Publik organisasi yaitu meningkatkan
3. Entry catatan Penulis melaksanakan “Rumah Sakit nilai
ke dalam memilah formulir yang Pilihan organisasi :
excel perlu diabadikan dengan Masyarakat” dan Profesional
4. Menyimpan cermat sesuai dengan misi organisasi Kerjasama
formulir daftar yang sudah dibuat yang pertama Visioner
yaitu
Komitmen Mutu “Menyelenggara
Tetap tersimpannya kan pelayanan
formulir yang harus yang prima dan
diabadikan merupakan professional”
salah satu upaya untuk
meningkatkan mutu
pelayanan rekam medis,
diantaranya ketika suata
saat pasien datang kembali
maka rekam medis pasien
tetap tersedia dan dokter
tetap bisa melihat riwayat
penyakit pasien.
29
Output / Kontribusi Penguatan
Tahapan Keterkaitan Substansi
No Kegiatan Hasil terhadap Visi Nilai
Kegiatan Mata Pelatihan
Kegiatan Misi Organisasi Organisasi

Anti Korupsi

Penulis sangat bekerja


keras dalam
mengimplementasikan
kegiatan tersebut
dikarenakan berbagai hal
seperti, dokumen yang
berdebu, steples yang
sudah rusak sehingga sulit
untuk dibuka, dan masih
banyaknya formulir yang
seharusnya diabadikan
tetapi belum lengkap
pengisiannya sehingga
penulis harus mencari
formulir lain yang
mengandung informasi
yang sama dengan formulir
tersebut.
30
31
32
33
BAB IV

HASIL AKTUALISASI

A. Capaian Aktualisasi
Pada bab ini penulis akan memaparkan hasil dari aktualisasi ,
berupa kegiatan-kegiatan pemecahan isu yang dilaksanakan saat off
campus pada tanggal 2 April – 30 April 2019. Selama rentang waktu
tersebut, penulis melaksanakan kegiatan-kegiatan pemecahan isu yang
sudah disusun pada rancangan aktualisasi. Pada rancangan aktualisasi,
penulis menyusun 5 kegiatan dalam pemecahan isu diantaranya:
1. Inventarisasi rekam medis inaktif yang akan dilakukan penilaian
2. Membuat daftar formulir rekam medis yang har us diabadikan
3. Menyusun SPO Penilaian Rekam Medis Inaktif
4. Melakukan sosialisasi draf SPO Penilaian Rekam Medis Inaktif kepada
petugas filing
5. Implementasi kegiatan penilaian rekam medis inaktif
Penulis sudah melaksanakan kegiatan sesuai dengan rancangan
yang telah dibuat dan mengembangkan satu kegiatan di luar rancangan
kegiatan yaitu berupa edukasi kepada petugas analisis, sehingga total
keegiatan yang dilakasanakan penulis yaitu ada 6 kegiatan. Hal ini
dilakukan sebagai salah satu upaya tindak lanjut terhadap kendala saat
implementasi proses penilaian rekam medis inaktif yang dilakukan
penulis.
Dalam melaksanakan kegiatan pemecahan isu, penulis menerapkan

nilai-nilai ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen

Mutu dan Anti Korupsi). Penulis berpegang teguh pada nilai-nilai tersebut
dalam menyelesaikan kegiatan selama aktualisasi. Keenam kegiatan

tersebut menjadi acuan penulis dalam menyelesaikan isu yang diangkat

di Instalasi Rekam Medis RSUD Cilacap

34
B. Pembahasan Kegiatan Aktualisasi
Pada capaian aktualisasi di atas, telah disebutkan kegiatan yang
sudah dilaksanakan penulis dalam memecahkan isu yang dipilih dengan
mengimplementasikan nilai-nilai dasar ASN. Berikut deskripsi dari masing-
masing kegiatan aktualisasi dan habituasi nilai-nilai dasar ASN dalam
memecahkan isu di Instalasi Rekam Medis RSUD Cilacap.
Tabel 4.1 Kegiatan 1

Kegiatan 1

Nama Kegiatan Inventarisasi Rekam Medis Inaktif yang akan


dilakukan penilaian

Waktu 2-6 April 2019

Tempat Instalasi Rekam Medis

Tahapan Kegiatan 1. Bimbingan mentor


2. Konsultasi kepada kepala instalasi rekam
medis
3. Berkoordinasi dengan petugas pelaporan dan
filing
4. Melakukan pendataan rekam medis inaktif
yang akan dinilai

Kendala Dokumen rekam medis inaktif ditumpuk secara


acak di tempat penyimpanan inaktif. Dokumen
sudah tidak terawat dan berdebu

Strategi mengatasi kendala Melakukanpendataansecaramanual,


mengambil dokumen secara acak dengan
waktu kunjungan terakhir tahun 2011

Hasil Daftar rekam medis inaktif yang akan dinilai

Keterkaitan nilai dasar ASN dengan kegiatan


Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan daftar rekam medis inaktif yang
35
akan dilakukan penilaian. Nilai-nilai ANEKA yang dapat teraktualisasikan dari
kegiatan ini adalah sebagai berikut :
Akuntabilitas : Dalam melakukan pendataan, penulis secara konsisten
mendata rekam medis inaktif yang sudah memenuhi masa untuk dilakukan
penilaian, yaitu rekam medis yang sudah disimpan secara inaktif selama 2
tahun. Dalam hal ini, penulis fokus pada rekam medis inaktif dengan tahun
kunjungan terakhir pasien yaitu tahun 2011
Nasionalisme : Dari awal proses hingga mendapatkan hasil berupa daftar
rekam medis yang akan dinilai tidak lepas dari hasil bimbingan mentor,
konsultasi dengan kepala instalasi, dan koordinasi dengan petugas terkait
sebagai bentuk musyawarah untuk mencapai mufakat yang merupakan
nilai dari sila Pancasila ke 4.
Etika Publik : Penulis melakukan bimbingan, konsultasi maupun koordinasi
dengan sikap hormat, ramah, sopan, santun. Selain itu, dalam melakukan
pendataan penulis juga sesuai denganperintah atasan dan tidak
bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Penulis
juga tetap menjaga rahasia medis pasien dalam mencantumkan bukti
capaian aktualisasi. Hal ini sesuai dengan kode etik ASN.
Komitmen Mutu : Penulis mengedepankan kemudahan dalam melakukan
pendataan rekam medis sebagai salah satu bentuk nilai komitmen mutu. Hal
tersebut dilaksanakan demi mencapai target secara efektif dan efisien.
Anti Korupsi : Dari awal pendataan hingga didapatkan daftar rekam medis
yang siap dinilai, dilakukan secara jujur tanpa adanya manipulasi data.
Kontribusi terhadap Visi Inventarisasi data rekam medis inaktif yang
Misi Organisasi akan dinilai ini berkontribusi terhadap Visi
Organisasi yaitu “Rumah Sakit Pilihan
Masyarakat” dan misi organisasi yang
pertama yaitu “Menyelenggarakan

36
pelayanan yang prima dan profesional”
Penguatan Nilai Organisasi Inventarisasi data rekam medis inaktif ini dapat
menguatkan nilai organisasi :
Profesional
Kerjasama
Visioner
Deskripsi dan Dokumentasi Tahapan Kegiatan
1. Bimbingan Mentor
Penulis mendapat bimbingan dan pengarahan untuk pelaksanaan
kegiatan selama aktualisasi. Berikut dokumentasinya :

Gambar 4.1.1 Bimbingan Mentor


2. Konsultasi kepada Kepala Instalasi Rekam Medis
Penulis melakukan konsultasi kepada Kepala Instalasi Rekam Medis
terkait aktualisasi yang akan dilaksanakan. Berdasarkan hasil konsultasi
dengan Kepala Instalasi Rekam Medis, penulis diberikan kemudahan untuk
melakukan pendataan dokumen rekam medis yang akan dinilai. Dalam hal
ini Kepala Instalasi Rekam Medis memberikan arahan kepada penulis untuk
menilai dokumen rekam medis yang berada di ruang inaktif lantai 2 sesuai
dengan waktu yang tersedia selama aktualisasi. Selain itu, penulis juga

37
diharapkan bisa mempersiapkan pedoman dalam pelaksanaan penilaian
karena selama ini belum pernah dilakukan kegiatan tersebut. Berikut
dokumentasi konsultasi yang dilakukan penulis :

Gambar 4.1.2 Konsultasi dengan Kepala Instalasi Rekam Medis

3. Berkoordinasi dengan petugas pelaporan dan filing


Berdasarkan hasil koordinasi dengan petugas pelaporan didapatkan
informasi bahwa rekam medis inaktif yang sudah dipindahkan ke ruang
penyimpanan inaktif yaitu rekam medis dengan tahun kunjungan terkahir
2011, 2012 dan sebagian 2013. Rekam medis tersebut dikatakan inaktif
karena sudah tidak pernah digunakan lagi dalam kurun waktu 5 tahun
terhitung sejak terakhir pasien berkunjung atau meninggal. Sedangkan
rekam medis inaktif yang bisa dilakukan penilaian adalah rekam medis yang
sudah 2 tahun menjadi rekam medis inaktif. Maka dari itu, dokumen yang
menjadi acuan penulis dalam aktualisasi adalah dengan kunjungan terakhir
2011. Kemudian berdasarkan informasi yang dihasilkan dari hasil koordinasi
dengan petugas filing, dokumen rekam medis inaktif yang ada di ruang
penyimpanan inaktif, diletakkan dan ditumpuk secara acak mengingat
keterbatasan ruang penyimpanan inaktif. Oleh karena itu, berdasarkan

38
arahan dari petugas filing maka penulis diberi kemudahan untuk mengambil
dokumen rekam medis secara acak di ruang penyimpanan inaktif dengan
mengecek tahun kunjungan terakhirnya. Dalam hal ini, penulis diharapkan
bisa mempersiapkan pedoman dalam kegatan penilaian rekam medis inaktif
mengingat butuh banyak formulir yang harus dinilai. Berikut dokumentasi
dalam tahapan kegiatan ini:

Gambar 4.1.3 Koordinasi dengan Gambar 4.1.4 Koordinasi dengan


petugas petugas pelaporan filing

Gambar 4.1.5 Ruang Penyimpanan Dokumen Rekam Medis Inaktif


4. Melakukan pendataan rekam medis inaktif yang akan dinilai
Berdasarkan hasil konsultasi dan koordinasi yang sudah dilakukan

39
sebelumnya, maka penulis mengambil dua bendel dokumen rekam medis
inaktif dengan kunjungan terakhir tahun 2011 untuk dilakukan entry data ke
dalam excel sebagai acuan penulis dalam melakukan penilaian. Data ini
juga sebagai acuan ketika akan dilakukan pemusnahan dokumen rekam
medis. Data yang diinputkan yaitu nomor rekam medis, nama, tanggal
keluar, kasus, diagnosis terakhir, dan catatan. Kolom catatan ini nantinya
akan digunakan untuk mencatat ketika ditemukan masalah pada dokumen
yang sedang dinilai. Sebagai bukti kegiatan aktualisasi, penulis akan
mencantumkan daftar rekam medis yang akan dinilai (terlampir) tanpa
nama pasien. Hal ini dikarenakan penulis harus tetap menjaga rahasia
medis pasien. Penulis berhasil mencatat 117 dokumen rekam medis inaktif
untuk dilakukan penilaian. Berikut dokumentasi pada tahapan kegiatan ini :

Gambar 4.1.6 Pengambilan Dokumen Gambar 4.1.7 Proses Entry Data

40
Gambar 4.1.8 Hasil Entry Data

Tabel 4.2 Kegiatan 2

Kegiatan 2

Nama Kegiatan Menyusun Daftar Formulir Yang Harus


Diabadikan

Waktu 8-11 April 2019

Tempat Instalasi Rekam Medis

Tahapan kegiatan 1. Mencari referensi


2. Pemetaan kasus spesialisasi penyakit
3. Berkoordinasi dengan rekan sejawat
4. Membuat daftar formulir yang harus
diabadikan

Kendala Nama formulir yang digunakan berbeda


dengan nama formulir yang tertera dalam
4
1
referensi

Strategi mengatasi kendala Menelaah dokumen rekam medis per


kasusspesialisasipenyakituntuk
menentukan formulir yang sesuai dengan
referensi

Hasil Daftar formulir rekam medis yang harus


diabadikan

Keterkaitan nilai dasar ASN dengan kegiatan


Nilai-nilai ANEKA yang dapat teraktualisasikan pada kegiatan ini adalah
sebagai berikut :
Akuntabilitas : Penulis melakukan penyusunan daftar formulir secara jelas
dan penuh tanggung jawab. Daftar ini yang nantinya akan dijadikan
pedoman petugas dalam melakukan penilaian yang berkelanjutan
Nasionalisme : Penulis mengutamakan musyawarah untuk mencapai
mufakat yang merupakan perwujudan nilai Pancasila sila ke 4 yang
dibuktikan melalui kerjasama dengan rekan kerja sejawat dalam menentukan
formulir yang akan diabadikan
Etika Publik : Penulis melakukan penyusunan daftar formulir secara teliti
dan cermat
Komitmen Mutu : Penulis memastikan daftar formulir yang diabadikan
sesuai dengan literatur atau standar yang tepat, hal ini bertujuan untuk
meningkatkan mutu pelayanan rekam medis
Anti Korupsi : Dengan dibuatnya daftar sebagai pedoman yang sebelumnya
belum pernah ada, artinya penulis peduli untuk mengawali kegiatan tersebut
Kontribusi terhadap Visi Misi Kegiatan menyusun daftar formulir yang
Organisasi
harus diabadikan ini berkontribusi
terhadap visi organisasi yaitu “Rumah
Sakit Pilihan Masyarakat” dan misi
42
organisasi yang pertama yaitu
“Menyelenggarakan pelayanan yang
prima dan profesional”

Penguatan Nilai Organisasi Kegiatan menyusun daftar formulir dapat


meningkatkan nilai organisasi :
Profesional
Kerjasama
Visioner

Deskripsi dan Dokumentasi Tahapan kegiatan


1. Mencari referensi
Penulis mengacu pada Peraturan Menteri KesehatanRepublik Indonesia
Nomor 269/MENKES/PER/III/ 2008 tentang Rekam Medis terkait formulir
yang harus tetap disimpan. Selain itu, penulis juga mencari referensi lain
yaitu SE Dirjen Yanmed Tahun 1995 tentang Petunjuk Teknis Pengadaan
Rekam Medis Dasar dan Pemusnahan Arsip Rekam Medis di Rumah Sakit
Namun tentunya, formulir yang tertera berbeda dengan yang digunakan di
RSUD Cilacap. Berdasarkan hasil referensi pertama, formulir yang perlu
disimpan adalah ringkasan pulang dan persetujuan tindakan medik. Tetapi,
karena formulir yang digunakan di RSUD Cilacap cukup banyak dan pada
kedua formulir tersebut tidak merangkum semua pelayanan yang diberikan
kepada pasien maka penulis mencari referensi lain yang sesuai.
Berdasarkan referensi kedua, formulir yang dipilih untuk dilestarikan ada 6
yaitu ringkasan masuk & kelura, resume, lembar operasi, lembar identifikasi
bayi lahir hidup, lembar persetujuan, dan lembar kematian. Karena nama
formulir berbeda dengan formulir yang digunakan di rumah sakit, maka dari
itu, dalam penyusunan ini penulis tetap menyesuaikan dengan formulir
rekam medis yang digunakan di RSUD Cilacap. Berikut dokumentasi
referensi yang dijadikan acuan penulis :

43
Gambar 4.2.1 Referensi Formulir

2. Pemetaan kasus spesialisasi penyakit


Berdasarkan data yang telah dientry pada kegiatan sebelumnya, terdapat
6 kasus spesialisasi penyakit yang didasarkan pada dokter spesialis
penanggung jawab pasien. Sedangkan untuk kasus yang masih dibawah
tanggung jawab dokter umum yaitu masuk ke dalam kasus lain. Penulis
memetakan kasus penyakit untuk melihat formulir yang harus diabadikan
per kasus. Berikut hasil dari pemetaan kasus spesialisasi penyakit dari data
rekam medis inaktif yang sudah dientry :

44
Gambar 4.2.2 Hasil Pemetaan Kasus Penyakit

3. Berkoordinasi dengan rekan sejawat


Setelah membuat pemetaan kasus, penulis melakukan koordinasi
dengan teman sejawat terkait formulir yang akan diabadikan. Formulir
yang diabadikan adalah formulir yang masih memiliki nilai guna seperti
nilai guna hukum dan nilai guna rekam medis itu sendiri dimana formulir
mengandung informasi medis pasien secara menyeluruh. Berikut
dokumentasinya :

Gambar 4.2.3 Koordinasi dengan rekan sejawat

45
4. Membuat daftar formulir yang harus diabadikan
Penulis membuat daftar formulir yang harus diabadikan, disesuaikan
dengan referensi dan kasus penyakit. Formulir yang diabadikan di semua
kasus penyakit sama, hanya saja ada beberapa kasus yang perlu
tambahan formulir yang diabadikan disesuaikan dengan kebutuhan. Daftar
formulir terlampir.

Tabel 4.3 Kegiatan 3

Kegiatan 3

Nama Kegiatan Menyusun SPO Penilaian Rekam Medis Inaktif

Waktu 12-22 April 2019

Tempat Instalasi Rekam Medis

Tahapan Kegiatan 1. Mengajukan permohonan kepada kepala instalasi


rekam medis
2. Membuat undangan rapat penyusunan SPO
3. Membuat daftar hadir rapat
4. Pelaksanaan rapat penyusunan SPO
5. Membuat notulen rapat
6. Melakukan pengajuan untuk pengesahan SPO
Penilaian Rekam Medis Inaktif

Kendala -

Hasil SPO Penilaian Rekam Medis Inaktif

Keterkaitan nilai dasar ASN dengan kegiatan


Nilai-nilai dasar ASN yang dapat teraktualisasikan dalam kegiatan ini adalah:
Akuntabilitas : Penyusunan SPO dilakukan dengan penuh tanggung jawab
dengan melibatkan petugas terkait dan hal ini bertujuan untuk menciptakan
kejelasan prosedur yang akan dilaksanakan terkait kegiatan penilaian rekam
medis inaktif
Nasionalisme : Penulis melakukan musyawarah untuk mencapai mufakat
dalam penyusunan prosedur penilaian yang dilakukan melalui rapatdan tetap
46
menghormati keputusan yang diambil.
Etika Publik : Rapat penyusunan prosedur dilakukan tanpa adanya
diskriminasi, dengan tidak membeda-bedakan antar petugas dalam
mengemukakan pendapatnya, walaupun bukan dari profesi terkait.
Komitmen Mutu : Penyusunan SPO ini merupakan bentuk inovasi dari
penulis karena sebelumnya belum pernah ada SPO tersebut.
Anti Korupsi : Dengan adanya ide penulis untuk menyusun prosedur
penilaian maka penulis artinya peduli terhadap keadaan sekitar khususnya
terkait rekam medis inaktif
Kontribusi terhadap Visi Misi Organisasi Kegiatan menyusun SPO
Penilaian Rekam Medis Inaktif ini
berkontribusi terhadap visi
organisasi yaitu “Rumah Sakit
Pilihan Masyarakat” dan misi
organisasi yang pertama yaitu
“Menyelenggarakan pelayanan
yang prima dan profesional”

Penguatan Nilai Organisasi Kegiatan menyusun SPO


Penilaian Rekam Medis Inaktif ini
dapat meningkatkan nilai
organisasi :
Profesional
Kerjasama
Visioner

47
Deskripsi dan Dokumentasi Tahapan kegiatan
1. Mengajukan permohonan kepada kepala instalasi rekam medis
Penulis melakukan permohonan secara langsung kepada Kepala
Instalasi Rekam Medis dan melalui surat permohonan yang dibuat oleh
penulis (terlampir). Berikut dokumentasi pada tahapan kegiatan ini :

Gambar 4.3.1 Permohonan Penyusunan SPO


2. Membuat undangan rapat penyusunan SPO (Terlampir)
3. Membuat daftar hadir rapat (Terlampir)
4. Pelaksanaan rapat penyusunan SPO
Setelah mendapat persetujuan dari Kepala Instalasi, selanjutnya
adalah melakukan rapat dengan petugas terkait, yaitu petugas filing untuk
menyusun prosedur penilaian. Rapat ini dihadiri oleh 5 orang dengan
Kepala Instalasi Rekam Medis sebagai pemimpin rapat, penulis dan 3
perwakilan dari petugas filing sebagai peserta rapat. Berikut dokumentasi
saat pelaksanaan rapat :

48
Gambar 4.3.2 Rapat Penyusunan SPO

5. Membuat notulen rapat (Terlampir)


6. Melakukan pengajuan untuk pengesahan SPO Penilaian Rekam
Medis Inaktif
Setelah prosedur dibuat, selanjutnya penulis membuat draf SPO
tersebut dan membuat telaahan staf untuk diajukan kepada Kepala
Instalasi Rekam Medis. Setelah mendapatkan persetujuan dari pimpinan,
selanjutnya SPO diajukan ke bagian Tata Usaha untuk mendapatkan
tanda tangan dari Direktur RSUD Cilacap (Telaahan staf pengajuan
pengesahan SPO dan SPO yang sudah disahkan terlampir).Berikut
dokumentasi pada tahapan kegiatan ini :

49
Gambar 4.3.3 Pengajuan Telaahan Staf dan Draf SPO Penilaian Rekam
Medis

Gambar 4.3.4 Penyerahan SPO yang telah disahkan Direktur RSUD


Cilacap
50
Tabel 4.4 Kegiatan 4
Kegiatan 4
Nama Kegiatan Melakukan sosialisasi draf SPO
Penilaian Rekam Medis Inaktif
Kepada Petugas Filing

Waktu 18-20 April 2019

Tempat Ruang Filing

Tahapan Kegiatan 1. Melakukan konsultasi kepada


Kepala Instalasi Rekam Medis
2. Membuat surat undangan
sosialisasi
3. Menyiapkan draf SPO Penilaian
Rekam Medis Inaktif
4. Membuat daftar hadir sosialisasi
5. Pelaksanaan Sosialisasi
6. Membuat notulen sosialisasi

Kendala -
Hasil Meningkatnya pemahaman petugas
filing terkait prosedur penilaian rekam
medis inaktif

Keterkaitan nilai dasar ASN dengan kegiatan

Nilai-nilai dasar ANEKA yang teraktualisasikan dalam kegiatan ini yaitu:


Akuntabilitas : Penulis melaksanakan sosialisasi dengan penuh tanggung
jawab dan tidak membeda-bedakan peserta sosialisasi walaupun dengan
latar pendidikan yang berbeda beda. Selain itu, sosialisasi ini juga bertujuan
untuk transparansi informasi baru dimana dalam hal ini yaitu adanya SPO
baru mengenai Penilaian Rekam Medis Inaktif
Nasionalisme : Penulis bersosialisasi dengan tetap menjunjung tinggi rasa
51
hormat mengingat peserta terdiri dari berbagai kalangan usia, bahkan
beberapa memang sudah cukup senior. Hal ini sesuai dengan nilai yang
terkandung dalam sila ke-2 Pancasila yaitu mengembangkan sikap
hormat menghormati antar sesama manusia
Etika Publik : Kegiatan sosialisasi ini dilakukan dengan sikap ramah dan
sopan dalam menyampaikan draf SPO dan tetap menghargai setiap
pendapat petugas selama kegiatan sosialisasi
Komitmen Mutu : Dalam proses sosialisasi penulis tetap berusaha
mengedepankan pemahaman pelanggan dimana dalam hal ini adalah
peserta sosialisasi.
Anti Korupsi : Penulis dalam melakukan sosialisasi berlaku adil kepada
setiap peserta, mengingat peserta berasal dari tingkat pendidikan yang
berbeda-beda.
Kontribusi terhadap Visi Misi Kegiatan sosialisasi draf SPO
Organisasi Penilaian Rekam Medis Inaktif ini
berkontribusi terhadap visi organisasi
yaitu “Rumah sakit pilihan
masyarakat” dan misi organisasi
yang ke-4 yaitu “Meningkatkan
sumber daya manusia professional
serta berorientasi pada kepuasan
pelanggan dan mengutamakan
keselamatan pasien”

Penguatan Nilai Organisasi Kegiatan sosialisasidrafSPO


Penilaian Rekam Medis Inaktif ini
dapat menguatkan nilai organisasi :
Profesional, Kerjasama, Visioner

52
Deskripsi dan Dokumentasi Tahapan kegiatan
1. Melakukan konsultasi kepada Kepala Instalasi Rekam Medis

Gambar 4.4.1 Konsultasi Rencana Sosialisasi


2. Membuat surat undangan sosialisasi (terlampir)
3. Menyiapkan draf SPO Penilaian Rekam Medis Inaktif (terlampir)
4. Membuat daftar hadir sosialisasi (terlampir)
5. Pelaksanaan sosialisasi

Gambar 4.4.2 Pelaksanaan Sosialisasi


6. Membuat Notulen Sosialisasi (Terlampir)

53
Tabel 4.5 Kegiatan 5

Kegiatan 5
Nama Kegiatan Implementasi kegiatan penilaian
rekam medis inaktif

Waktu 22-29 April 2019

Tempat Instalasi Rekam Medis

Tahapan kegiatan 1. Menyiapkan dokumen rekam medis


inaktif yang sudah didata
2. Melakukan Pemilahan Formulir
3. Entry Catatan Ke Dalam Excel
4. Menyimpan Formulir

Kendala Banyak formulir yang tidak lengkap


bahkan kosong

Strategi mengatasi kendala Mengabadikan formulir lain yang


sesuai dengan informasi pada
formulir yang kosong atau tidak
lengkap

Hasil Formulir yang diabadikan dan formulir


yang siap untuk dimusnahkan

Keterkaitan nilai dasar ASN dengan kegiatan


Kegiatan implementasi ini dilakukan untuk mendapatkan formulir yang akan
diabadikan dan formulir yang akan siap untuk dimusnahkan. Nilai-nilai dasar
ASN yang dapat terealisasikan dalam aktualisasi ini adalah:
Akuntabilitas : Penulis melakukan kegiatan penilaian dengan konsisten
pada formulir yang dipilah pada setiap kasusnya
Etika Publik : Penulis melaksanakan memilah formulir yang perlu diabadikan
dengan cermat sesuai dengan daftar yang sudah dibuat
54
Komitmen Mutu : Tetap tersimpannya formulir yang harus diabadikan
merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan rekam
medis, diantaranya ketika suata saat pasien datang kembali maka rekam
medis pasien tetap tersedia dan dokter tetap bisa melihat riwayat penyakit
pasien.
Anti Korupsi : Penulis sangat bekerja keras dalam mengimplementasikan
kegiatan tersebut dikarenakan berbagai hal seperti, dokumen yang berdebu,
steples yang sudah rusak sehingga sulit untuk dibuka, dan masih banyaknya
formulir yang seharusnya diabadikan tetapi belum lengkap pengisiannya
sehingga penulis harus mencari formulir lain yang mengandung informasi
yang sama dengan formulir tersebut.
KontribusiterhadapVisi Misi Kegiatan Implementasi kegiatan
Organisasi penilaian rekam medis inaktif ini
berkontribusi terhadap visi organisasi
yaitu “Rumah Sakit Pilihan
Masyarakat” dan misi organisasi
yang pertama yaitu
“Menyelenggarakan pelayanan
yang prima dan profesional”

Penguatan Nilai Organisasi Kegiatan Implementasi kegiatan


penilaian rekam medis inaktif ini
dapat meningkatkan nilai organisasi :
Profesional
Kerjasama
Visioner

Deskripsi dan Dokumentasi Tahapan kegiatan


1. Menyiapkan dokumen rekam medis inaktif yang sudah didata
Dalam hal ini penulis menggunakan dokumen rekam medis inaktif yang

55
sudah dientry ke dalam excel pada tahap awal kegiatan

Gambar 4.5.1 Dokumen Yang siap dinilai

2. Melakukan Pemilahan Formulir


Pemilahan formulir dilakukan dengan cara melepas semua formulir
terlebih dahulu kemudian memisahkan formulir yang akan diabadikan
dan akan dimusnahkan. Formulir yang akan diabadikan diletakkan tetap
pada map rekam medisnya.

Gambar 4.5.2 Proses Pemilahan


Formulir 3. Entry Catatan Ke Dalam Excel
Penulis mencatat permasalahan formulir selama proses pemilahan.
Catatn ini dientry kan pada data rekam medis inaktif yang sudah dibuat di

56
tahap awal. Hasil entry catatan terlampir. Berikut dokumentasinya :

Gambar 4.5.3 Proses entry catatan

4. Menyimpan Formulir
Penulis selanjutnya menyimpan formulir di ruang penyimpanan inaktif
kembali dengan tempat yang berbeda. Formulir yang siap dimusnahkan
diletakkan di dalam kardus dan formulir yang akan diabadikan beserta map
rekam medisnya diikat menjadi bendelan seperti semula.

Gambar 4.5.4 Proses Penyimpanan Formulir yang siap dimusnahkan

57
Gambar 4.5.5 Proses Penyimpanan Di Ruang Inaktif

C. Pengembangan Kegiatan Aktualisasi


Setelah penulis melaksanakan seluruh kegiatan yang sudah disusun
pada rancangan aktualisasi, terdapat satu kendala terkait banyaknya
formulir yang tidak terisi lengkap bahkan kosong. Dalam hal ini, penulis
berinisiatif untuk mengembangkan kegiatan berupa edukasi kepada
petugas analisis sebagai penanggung jawab kelengkapan pengisian
dokumen rekam medis.
Tabel 4.6 Kegiatan 6

Kegiatan 6
Nama Kegiatan Edukasi kepada Petugas Analisis

Waktu 27-29 April 2019

Tahapan Kegiatan 1. Membuat materi edukasi


2. Pelaksanaan edukasi
3. Membuat notulen hasil edukasi

Kendala -

Hasil Meningkatnya pemahaman petugas


analisis terkait pentingnya
kelengkapan rekam medis untuk
proses penilaian rekam medis inaktif
58
Keterkaitan nilai dasar ASN dengan kegiatan
Kegiatan ini sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan efektifitas
penilaian rekam medis dengan meningkatkan pemahaman petugas analisis
terhadap pentingnya kelengkapan dokumen untuk menunjang proses
penilaian rekam medis inaktif. Nilai-nilai dasar ANEKA yang
teraktualisasikan pada kegiatan ini adalah:
Akuntabilitas : Penulis melakukan edukasi kepada petugas analisi
merupakan bentuk dari transparansi informasi.
Etika Publik : Penulis melakukan edukasi dengan sopan santun
Komitmen Mutu : Adanya edukasi kepada petugas analisis diharapkan
mampu meningkatkan mutu rekam medis terkait kelengkapan pengisian
dokumen
KontribusiterhadapVisi Misi edukasi catatan penilaian dengan
Organisasi petugas analisisini berkontribusi
terhadap visi organisasi yaitu
“Rumah Sakit Pilihan Masyarakat”
dan misi organisasi yang pertama
yaitu “Menyelenggarakan
pelayanan yang prima dan
profesional”

Penguatan Nilai Organisasi Kegiatan edukasi catatan penilaian


dengan petugas analisis ini dapat
meningkatkan nilai organisasi :
Profesional
Kerjasama
Visioner

59
Deskripsi dan Dokumentasi Tahapan kegiatan
1. Membuat Materi Edukasi (Terlampir)
2. Pelaksanaan Edukasi
Peran petugas analisis di sini sangat penting kaitannya dengan
kelengkapan pengisian dokumen rekam medis. Penyampaian
permasalahan mengenai banyaknya kekosongan formulir ke petugas
analisis menjadi salah satu upaya agar ke depannya penilaian bisa lebih
efektif lagi.

Gambar 4.6.1 Pelaksanaan Edukasi


3. Membuat Notulen hasil edukasi (terlampir)

D. Matriks Rekapitulasi dan Habituasi ANEKA


Berdasarkan proporsi pelaksanaan kegiatan aktualisasi dan
habituasi yang telah dilaksanakan sesuai dengan tahapan kegiatan.
Gambaran proporsi penerapan dari nilai-nilai dasar tersebut secara
ringkas dapat direkap dalam tabel berikut ini:

60
Tabel 4.7 Matriks Rekapitulasi Aktualisasi dan Habituasi ANEKA

Proporsi Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar PNS


No Jumla
Kegiatan Komitmen h
Akuntabilitas Nasionalisme Etika Publik Anti Korupsi
Mutu
Sikap hormat,
1. Inventarisasi rekam ramah,
medis inaktif yang sopan, santun
akan Musyawarah sila ke- Orientasi mutu
dilakukan Konsisten Sesuai perintah Jujur 5
penilaian 4 Efektif efisien
atasan, menjaga
rahasia medis pasien
dafta
2. Menyusun r
haru Kejelasan Musyawarah sila ke- Teliti
formulir yang s Orientasi mutu Peduli 5
Tanggung jawab 4 Cermat
diabadikan

3. Menyusun SPO Kejelasan


Reka Musyawarah sila ke-
Penilaian m Tanggung jawab Tidak diskriminasi Inovasi Peduli 5
Medis 4
Inaktif

4. Map melakukan
sosialisasi draf SPO Tanggung jawab Ramah
Sikap menghormati
Penilaian Rekam Tidak diskriminasi Sopan Orientasi mutu Adil 5
Medis Inaktif kepada Transparansi sila ke-2 Menghargai pendapat
petugas
filing
Implementa
5. si
kegiatan penilaian Konsisten - cermat Orientasi mutu Kerja keras 4
rekam medis inaktif
6. Edukasi kepada
Transparansi - Sopan santun Orientasi mutu - 3
petugas analisis
Jumlah 6 4 6 6 6

Prosentas 5/30*100%=6.7
e 6/30*100%= 20 % 4/30*100%= 13.3 % 6/30*100%=20 6/30*100%=20 90%
%

61
62
BAB V
PENUTUP

A. Simpulan
Pelatihan dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dimulai dari
internalisasi tentang nilai-nilai dasar ASN. Dalam implementasi aktualisasi
dapat disimpulkan bahwa :
1. Isu aktual yang ditemukan di Instalasi Rekam Medis RSUD Cilacap
yaitu belum optimalnya sistem retensi yang sudah berjalan.
2. Gagasan pemecahan isu tersebut adalah sebagai berikut :
b. Inventarisasi rekam medis inaktif yang akan dilakukan penilaian
c. Membuat daftar formulir rekam medis yang har us diabadikan
d. Menyusun SPO Penilaian Rekam Medis Inaktif
e. Melakukan sosialisasi draf SPO Penilaian Rekam Medis Inaktif
kepada petugas filing
f. Implementasi kegiatan penilaian rekam medis inaktif
3. Terdapat pengembangan kegiatan di luar rancangan kegiatan berupa
edukasi kepada petugas analisis
4. Seluruh kegiatan aktualisasi sesuai analisis isu di Instalasi Rekam
Medis RSUD Cilacap telah diimplementasikan dengan melakukan
internalisasi terhadap nilai-nilai ASN
B. Rekomendasi
Pelaksanaan kegiatan aktualisasi dan habituasi yang dilandasi
semangat melaksanakan seluruh nilai-nilai dasar ANEKA terbukti
memberikan dampak positif, baik untuk pribadi maupun organisasi.
Berikut rekomendasi agar implementasi nilai-nilai ANEKA dapat dilakukan
secara berkelanjutan :

63
1. Untuk Peserta Latsar
Mengaktualisasi dan menghabituasi seluruh nilai-nilai dasar
ANEKA pada setiap aktifitas kerja sebagai upaya mewujudkan pribadi
PNS yang professional.
2. Untuk Instansi
Hendaknya nilai dasar ANEKA diterapkan tidak hanya oleh seluruh
PNS yang ada di unit kerja, tetapi juga sebagai landasan berorganisasi
dan tata kelola unit kerja, agar visi, misi dan tujuan Instansi dapat
tercapai dengan lebih baik

C. Rencana Aksi
Rencana aksi kegiatan dan aktualisasi habituasi nilai-nilai dasar ASN
merupakan rencana tindak lanjut yang akan dilakukan sebagai bentuk
komitmen penulis dalam mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ASN untuk
menjalankan fungsi ASN sebagai pelaksana kebijakan, pelayan publik
dan perekat serta pemersatu bangsa diharapkan dapat terinternalisasi
pada ASN. Uraian rencana aksi secara rinci tercantum dalam tabel 4.8
berikut ini :

64
Tabel 4.8 Rencana Aksi Kegiatan dan Aktualisasi Habituasi Nilai-Nilai Dasar ASN

No Kegiatan Rencana Aksi Pelaksanaan Kegiatan Waktu Pelaksanaan

1 Inventarisasi rekam Melanjutkan kegiatan inventarisasi Satu kali setiap dua


medis inaktif yang minggu
akan dilakukan
penilaian

2 Menyusun daftar Melakukan koordinasi dengan Kelompok Kerja Mei - Agustus


formulir yang harus Manajemen Informasi Rekam Medis akreditasi untuk
diabadikan membahas formulir yang harus diabadikan pada
dokumen rekam medis yang sudah menggunakan
formulir revisi terbaru

3 Menyusun SPO Menelaah kefektifan prosedur dalam SPO Penilaian Tentatif


Penilaian Rekam Rekam Medis Inaktif ketika dilaksanakan oleh petugas
Medis Inaktif Melakukan perubahan prosedur apabila dibutuhkan

4 Melakukan sosialisasi Melakukan sosialisasi berkelanjutan apabila di Tentatif


draf SPO Penilaian kemudian hari terdapat perubahan pada SPO
Rekam Medis Inaktif
Kepada Petugas Filing

5 Implementasi kegiatan Mengajukan permohonan untuk menentukan petugas Mei - seterusnya


65
penilaian rekam medis khusus kepada kepala instalasi untuk melaksanakan
inaktif kegiatan penilaian rekam medis inaktif secara
berkelanjutan
Membuat rekapan formulir yang harus diabadikan
sebagai pengganti formulir yang tidak lengkap
pengisiannya atau kosong
Melanjutkan implementasi

6 Edukasi kepada Evaluasi hasil kelengkapan pengisian dokumen rekam Satu kali setiap bulan
petugas analisis medis

66
DAFTAR PUSTAKA

LAN RI. 2015. Akuntabilitas: Modul pendidikan dan pelatihan prajabatan


golongan III. Jakarta: LAN RI.

LAN RI. 2015. Nasionalisme: Modul pendidikan dan pelatihan prajabatan


golongan III. Jakarta: LAN RI.

LAN RI. 2015. Etika publik: Modul pendidikan dan pelatihan prajabatan
golongan III. Jakarta: LAN RI.

LAN RI. 2015. Komitmen mutu: Modu lpendidikan dan pelatihan prajabatan
golongan III. Jakarta: LAN RI.

LAN RI. 2015. Anti korupsi: Modul pendidikan dan pelatihan prajabatan
golongan III. Jakarta: LAN RI.

LAN RI. 2016. Pembentukan Sikap Perilaku dan Disiplin PNS: Modul
Pelatihan Dasar Kader PNS. Jakarta: LAN RI

LAN RI. 2016. Manajemen ASN: Modul Pelatihan Dasar Kader PNS. Jakarta:
LAN RI

LAN RI. 2016. Pelayanan Publik: Modul Pelatihan Dasar Kader PNS. Jakarta:
LAN RI

LAN RI. 2016. Whole of Government: Modul Pelatihan Dasar Kader PNS.
Jakarta: LAN RI

LAN RI. 2016. Aktualisasi Pelatihan Dasar Kader PNS: Modul Pelatihan
Dasar Kader PNS. Jakarta: LAN RI

UU No. 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara

Peraturan LAN Nomor 12 Tahun 2018 Tentang Pelatihan Dasar Calon


Pegawai Negeri Sipil

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor


269/MENKES/PER/III/ 2008 tentang Rekam Medis

67
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2009 Tentang
Kearsipan

Surat Edaran Direktorat Jenderal Pelayanan Medik Nomor


HK.00.06.1.5.01160 tertanggal 21 Maret 1995 tentang Petunjuk Teknis
Pengadaan Formulir Rekam Medis Dasar dan Pemusnahan Arsip
Rekam Medis Di Rumah Sakit

Surat Keputusan Direktur RSUD Cilacap Tentang Kebijakan


Penyelenggaraan Pelayanan Rekam Medis No. 188.47/40.2/06/35
Tahun 2016

68
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
A. Identitas Diri
Imandini Anggimelya Putri, A.Md.
1 NamaLengkap L / P

Formasi
2 Perekam Medis Terampil
Jabatan
4 NIP 19970607 201902 2 002

Tempat dan
6 Cilacap, 7 Juni 1997
TanggalLahir
7 Alamat Rumah JL. Pisang RT 005 RW 004 Adipala,
Cilacap

8 Nomor 085867294482 Telepon


/HP

9 Alamat Kantor JL. Gatot Subroto No.28 Cilacap

10 NomorTelepon (0282) 533010


/Fax
11 Alamat e-mail imandinianggi@gmail.com

b. Riwayat Pendidikan

Nama Sekolah Tahun Lulus Jurusan

SD NEGERI ADIPAL 5 2008 -

SMP NEGERI 1 ADIPALA 2011 -

SMA NEGERI 1 MAOS 2014 IPA

UNIVERSITAS GADJAH MADA 2017 D3 REKAM MEDIS


69
DAFTAR FORMULIR YANG HARUS DIABADIKAN

1. LEMBAR MASUK & KELUAR (RM. 01) 2. RINGKASAN KELUAR


3. LAPORAN OPERASI 4. IDENTIFIKASI BAYI BARU LAHIR
5. PERSETUJUAN TINDAKAN MEDIS 6. SEBAB-KEMATIAN
7. KASUS OBSGYN (KHUSUS UNTUK PERSALINAN)

LAPORAN TINDAKAN PERSALINAN LAPORAN PERSALINAN 1


7. KASUS OBSGYN (KHUSUS UNTUK 8. KASUS MATA (KHUSUS UNTUK OPERASI KATARAK)
PERSALINAN) LAPORAN PERSALINAN 2 SURAT PERNYATAAN KESEDIAAN OPERASI
KATARAK

7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
8. KASUS MATA (KHUSUS UNTUK OPERASI 9. LEMBAR VISUM
KATARAK) LAPORAN OPERASI KATARAK
10. PERSETUJUAN TINDAKAN MEDIK ANESTESI 11. LAPORAN ANESTESI
HASIL PEMETAAN KASUS PENYAKIT

Anda mungkin juga menyukai