Anda di halaman 1dari 6

FAKTOR – FAKTOR PENDUKUNG BERPIKIR KRITIS DALAM

KEPERAWATAN

Apriliani Permata Khairunnisa Harahap (181101102)


Ichaahrp01@gmail.com

ABSTRACT
Latar Belakang: Untuk menjadi seorang perawat harus memiliki pemikiran kritis dan
setiap orang berbeda-beda pemikirannya,berpikir kritis dalam arti berpikir untuk
menerapkan sesuatu,mengemukakan pendapat,dan paham terhadap apa yang harus iya
simpulkan,maka dari itu ada faktor – faktor yang mempengaruhi berpikir kritis.
Tujuan:Untuk mengenali atau mengetahui faktor faktor pendukung atau mempengaruhi
dalam keperawatan.Metode:Metode yang digunakan yaitu literature review
analis,membaca buku-buku referensi e-book,serta e-journal dan dimana menggunakan 14
referensi yang terkait di buku ataupun di jurnal dalam jangka waktu 10 tahun
terakhir.Hasil:Berpikir kritis penting dilakukan oleh perawat dalam melakukan asuhan
keperawatan, pemikiran kritis seseorang berbeda-beda pemikirannya hal ini didasarkan oleh
banyak faktor faktor yang mempengaruhi berpikir kritis dalam
keperawatan.Kesimpulan:Hasil menganalis dari buku ke jurnal atau sebaliknya bahwa
seorang perawat dianjurkan untuk berpikir kritis agar lebih bisa menyimpulkan sesuatu
masalah atau kasus terhadap pasien,dan faktor-faktor yang mempengaruhi berpikir kritis
terdapat kecemasan,kecemasan yang dapat mempengaruhi pemikiran seseorang,jadi terjadi
ketegangan.
Kata kunci: perawat,asuhan,kritis
ABSTRACT
Background: To be a nurse must have critical thinking and everyone has different
thoughts, think critically in the sense of thinking to implement something, expressing
opinions, and understanding what should be concluded, therefore there are factors that
influence thinking critical. Purpose: To recognize or know the factors supporting or
influencing in nursing. Method: The method used is analyst review literature, read e-book
reference books, and e-journals and where to use 14 related references in books or journals
in period of the last 10 years. Results: Critical thinking is important to be done by nurses in
nursing care, one's critical thinking has different thoughts. This is based on many factors
that influence critical thinking in nursing. that a nurse is encouraged to think critically so
that they can more conclude a problem or case against the patient, and the factors that
influence critical thinking are anxiety, anxiety that can affect one's thinking, so there is
tension. Conclusion: The results of analyzing from books to journals or vice versa about
nurses support for critical discussion in order to better discuss problems or problems with
patients, and the factors that influence critical thinking related to conversation, discussing
that can correct problems, making research results.
Keywords: nurse, care, critical

PENDAHULUAN membantu kita menyusun alas an yang


lebih efektif lagi dan rasional dalam
Latar Belakang segala aspek kehidupan dan
pekerjaan.sebagai mahasiswa kita harus
Berpikir kritis penting dilakukan oleh berpikir lebih kritis agar bisa
perawat sebelum mengambil keputusan menggunakan pemikirann yang efektif.
dalam asuhan keperawatan. Asuhan
keperawatan merupakan merupakan suatu Berpikir kritis merupakan proses belajar
metode ilmiah dalam penyelesaian membuat keputusan yang tepat dalam
masalah klien. Kemampuan berpikir kritis menyelesaikan masalah.Berpikir kritis
dan disposisinya dapat digunakan ketika adalah proses yang kognitif,yang aktif
menyelesaikan masalah keperawatan dan terorganisasi yang digunakan untuk
(Zori & Morrison, 2009) mengetahui pikiran seseorang dan
pemikiran terhadap orang lain (Potter,
Menurut (Bandman,1995) berpikir kritis 2009)
merupakan sebuah kekuatan dalam semua
kegiatan berpikir manusia,termasuk
perawat. Kebiasaan menggunakan kriteria
dan prosedur dalam berpikir kritis akan
Tujuan Pembahasan

Untuk mengetahui atau mengenali Perawat seorang praktisi berpendidikan


berfikir kritis dalam keperawatan dan diharapkan mempumyai kemampuan
mengkaitkannya dengan faktor-faktor intelektual untuk menggunakan pemikiran
yang mempengaruhi berpikir kritis rasional dan refektif saat perawat
terhadap keperawatan mempertimbangkan pengamatan dan
informasi tentang kondisi masing-masing
Metode pasien tersebut.
Literatur Review ini menganalis artikel Berpikir kritis penting dilakukan sebelum
yang relevan yang memudahkan untuk mengambil keputusan dalam asuhan
berfokus pada metode pembelajaran keperawatan karena merupakan salah satu
berikir kritis.Adapun artikel yang terkait metode ilmiah dalam menyelesaikan
atau digunakan di 10 tahun terakhir terbit masalah klien.kemampuan perawat
artikel tersebut. mengidentifikasi masalah klien dan
memilih solusi intervensi yang tepat tidak
lepas dari kemampuan perawat berfikir
Hasil kritis untuk menggali berbagai alasan
berdasarkan evidence base dari setiap
Berpikir kritis penting dilakukan oleh
problem dan solusi yang teridentifikasi
perawat dalam melakukan asuhan
(Potter&Perry, 2010).
keperawatan, pemikiran kritis seseorang
berbeda-beda pemikirannya hal ini Adapun faktor-faktor yang
didasarkan oleh banyak faktor faktor yang mempengaruhi berpikir kritis dalam
mempengaruhi berpikir kritis dalam keperawatan yang pertama yaitu Kondisi
keperawatan. Adapun salah satu faktor fisik,dimana kondisi fisik ini
yang mempengaruhi berpikir krtitis dalam mempengaruhi seseorang dalam berpikir
keperawatan yaitu kecemasan salah kritis,ketika seseorang itu mengalami
satunya,kecemasan dapat mempengaruhi sakit,sedangkan ia dihadapkan oleh
kualitas pemikiran seseorang,pemikiran kondisi yang seharusnya berpikir,ia akan
seseorang berbeda beda,dan jika terjadi ngerasa terbebani,dan berat atau sulit
kecemasan atau ketegangan maka untuk berpikir. Yang kedua yaitu
hipotalamus terangsang,dan mengirimkan Keyakinan atau motivasi diri yang
impuls untuk menggiatkan mekanisme menimbulkan rangsangan atau dorongan
simpatis-adrenal medularis yang atau pun pembangkit untuk melaksanakan
mempersiapkan tubuh untuk sesuatu tujuan yang telah ia tetapkan atau
bertindak.dan kecemasan dapat terapkan.Yang ketiga yaitu
menurunkan kemampuan berpikir Kecemasan,dimana kecemasan ini dapat
seseorang. mempengaruhi cara kita berpikir,serta
mengganggu konsentrasi kita untuk enam yaitu Konsistensi dalam melakukan
berpikir,dan dapat mengalami ketegangan asuhan keperawatan,perawat itu harus
saat disuruh untuk menyimpulkan. Yang menjadi pemikir yang hebat,banyak
ke empat yaitu Kebiasaan dan faktor yang mempengaruhi nya antara
Rutinitas,salah satu faktor ini yang dapat lain makanan,minuman,suhu
menurunkan kemampuan berpikir kritis ruangan,cahaya,pakaian dan banyak
adalah kita terjebak dalam rutinitas atau faktor lain yang membuat daya pikir
kebiasaan. Perawat baru biasanya masih menjadi turun.Yang selanjutnya ke tujuh
taat pada pedoman dan belum mempunyai yaitu Perasaan,dimana perasaan
kebiasaan dalam keperawatan,namun didefinisikan sedih,
perawat tersebut akan berkembang lega,senang,frustasi,bingung,marah dan
dengan cepat dengan mengembangkan seterusnya.Perasaan merupakan bagian
kebiasaan tersebut.Yang kelima yaitu dari kehidupan yang tidak dapat boleh
kecerdasan,Kecerdasan yaitu kemampuan diabaikan. Seseorang harus menyadari
mental seseorang untuk merespon dan bagaimana perasaan mempengaruhi
menyelesaikan suatu pemikiran dan membentuk cara-cara
persoalan,menghubungkan atau untuk memodifikasikan keadaan sekitar
menyatukan satu hal dengan yang yang memberi kontribusi kepada
lain,dan dapat merespons dengan baik perasaan,bersahabatlah dengan
terhadap stimulus.Menurut Purwoanto perasaan,agar kita seorang perawat
(2009) semakin bertambah umur mealukan pemikiran kritis agar terlihat
anak,semakin tampak jelas kecendrungan seimbang jika perasaan tenang ataupun
dalam pematangan proses. damai.Yang terakhir yaitu
Pengalaman ,pengalaman dalam hidup
Perkembangan intelektual seseorang merupakan asset yang berharga dalam
berbeda-beda. Seseorang yang semakin mempelajari keperawatan. Selama
cerdas akan semakin cepat membuat Rentang kehidupan, Ketrampilan koping
tujuan,berinisiatif dan berpikir kritis yang berkembang dan dapat dibagi dengan
pantas,dan ia tidak hanya menunggu orang lain pengalaman dalam
perintah saja,tetap pada tujuan dan ia keperawatan merupakan hal utama untuk
tidak mudah dibelekkon oleh orang lain. mengembangkan diri menjadi perawat
Orang yang cerdas juga akan yang professional
menyesuaikan diri dan mudah
menyesuaikan cara-cara yang digunakan Banyak sekali faktor-faktor yang yang
untuk mencapai tujuan sesuai kondisi dan mempengaruhi berpikir kritis dalam
situasi yang dihadapi serta akan belajar keperawatan,dimana adapun sedikit
dari kesalahn, maka dari itu semakin manfaat manfat berpikir kritis dalam
bertumbuh seseorang,maka ia akan keperawatan,yaitu menggunakan proses
semakin cerdas cara berpikir nya.Yang ke berpikir kritis dalam aktivitas
keperawatan sehari-hari dan menganalisis pendekata holistic untuk pemecahan
data yang kompleks tentang pasien, masalah
merumuskan dan mengidentifikasikan
dan merumuskan masalah keperawatan Saran
serta masih banyak manfaat lainnya. Tiap keadaan pasien,apapun keadaan
perawatannya,dilihat sebagai sesuatu
yang unik dan dinamik. Faktor- Faktor
Penutup unik yang dibawa pasien dalam situasi
perawatan kesehatannya dipertimbangkan
Kesimpulan dan di interpretasikan. Keputusan tentang
Berpikir kritis metode penyelidikan apa yang harus dilakukan dan bagaimana
ilmiah,yang juga menjadi akar dalam melakukannya kemudian disusun menjadi
proses keperawatan. Berpikir ktitis dan rencana tindakan. Keterampilan berpikir
proses keperawatan adalah kursial untuk kritis ini yang penting membuat semacam
keperawatan yang professional karena keputusan,da digunakan dengan tahap
cara berpikir kritis ini terdiri atas proses keperawatan juga

Deniati K., Anugrahwati R., Suminarti T.,


(2016).,Pengaruh Berpikir Kritis
Daftar Pustaka Terhadap KemampuanPerawat
Anianda.A.,(2015).,Konsep Berpikir Pelaksana Dalam Melakukan Asuhan
Kritis dan Pengambilan Keputusan Keperawatan.,Bekasi
dalam Keperawatan serta Faidah,N., Ratnawati,R.,
Diagnosis,Jakarta:US Setyoadi,.Pengalaman Perawat dalam
Aprisunandi.,(2011).,”Hubungan Antara Pengambilan Keputusan Triage
Berpikir Kritis Perawat dengan Kualitas dr.instlasi gawat darurat RSUD
Asuhan Keperawatan di Unit Perawatan RAA.,Soeandopati
Ortoepdi Rumah Sakit Umum Pusat Fathi, A., & Simamora, R. H.
Fatmawati”,.Jakarta.Fakultas Ilmu (2019,March).Invesgating nurses’ coping
Keperawatan.Universitas strategies in their workplace as an
Indonesia.Depok indicator of quality of nurses’ life
Deswani.,(2009). Proses Keperawatan Indonesia: a prmmeliminary studt.In IOP
dan Berpikir Kritis.Jakarta:Salemba Conference Series: Earth and
Medika Evinronmental Science (Vol.
248,No.1,p.012031). IOP Publishing.
Fisher,A,.(2001).,Critical Thingking An Raul,R.,Linda,L.,The Miniature Guide to
Introduction United Kingdom;Gambridge Critical Thingking “Cincepts &
University Dress Tools”The Foundation of Critical
Thingking.,:California
Mulyaningsih.,(2011).,”Hubungan
Berpikir Kritis dengan Perilaku Caring Rosyanti.,L.Hadi.L,.Modul Bahan Ajar
Perawat di RSUD Metodologi Keperawatan Berpikir
Dr.Moewarti”,.Fakultas Ilmu Kritis ,Kendari,.:Poltekkes Kendari
Keperawatan.,Universitas
Indonesia,.Depok Rubenfeld, M, Gaie. 2010. Berpikir Kritis
untuk Perawat: Strategis Berbasis
Patmawati,Try Ayu.,Saleh A.,Syahrul S., Kompetensi. Jakarta:EGC
(2018).,Efektifitas Metode Pembelajaran
Klinik Terhadap Kemampuan Berpikir Sudoyono B,Setya D,.Atriningtyas A.
Kritis dan Kepercayaan diri.,Surabaya (2017),.Gambaran Kemampuan Bepikir
Kritis Perawat Primer dalam Pelaksanan
Potter and Perry,.(2009).,Fundamental of Asuhan Keperawatan di Rumah Sakit
Nursing.,Jakarta:Salemba Medika Islam,.:Surakarta

Ralingson,J.b,.(2009),.Berpikir Kritis dan


Brain Storming,Jakarta:Erlangga