Anda di halaman 1dari 26

KELOMPOK 8

ANGGOTA:
1. SYAHFITRI HAMID (1601140)
2. SYAKYLA LARASATI (1601141)
3. VELLA LESTI LESTARI (1601142)
4. VINA AULIA PUTRI (1601143)
5. WENNY SRI AGUNG (1601144)

NAMA DOSEN : IFORA ,M.Farm,Apt

SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI


PADANG
2018
Apakah
Diabetes itu ??

Serangkaian gangguan
metabolik yang kompleks dan
kronis, ditandai dengan
intoleransi glukosa
simpatomimetik.semua
penderita diabetes akhirnya
menunjukkan kelainan sekresi
insulin dan komplikasi
penyakit.seperti kelainan
vaskular dan neurologis
Klasifikasi
diabetes

Diabetes tibe
Diabtes tibe II gastesional
1
Diabetes Mellitus Tipe 1:
Destruksi sel β umumnya menjurus ke arah
defisiensi insulin absolut
A. Melalui proses imunologik (Otoimunologik)
B. Idiopatik

Diabetes Mellitus Tipe 2


Bervariasi, mulai yang predominan resistensi insulin disertai defisiensi
insulin relatif sampai yang predominan gangguan sekresi insulin
bersama
resistensi insulin

A. Defek genetik fungsi sel β :


• kromosom 12, HNF-1 α (dahulu disebut MODY 3),
• kromosom 7, glukokinase (dahulu disebut MODY 2)
• kromosom 20, HNF-4 α (dahulu disebut MODY 1)
• DNA mitokondria

Diabetes Mellitus Gestasional


Diabetes mellitus yang muncul pada masa kehamilan,
umumnya bersifat
sementara, tetapi merupakan faktor risiko untuk DM Tipe 2
Mula muncul Umumnya masa Pada usia tua,
kanakkanak umumnya
dan remaja, > 40 tahun
walaupun ada juga pada
masa dewasa < 40
tahun
Keadaan klinis Berat Ringan
saat
diagnosis
Kadar insulin Rendah, tak ada Cukup tinggi,
darah normal
Berat badan Biasanya kurus Gemuk atau normal
Pengelolaan Terapi insulin, diet, Diet, olahraga,
yang olahraga hipoglikemik oral
disarankan
Sulfonilurea: Generasi 1 : tolbutamid,
tolazamid, asetoheksimid dan
klorpropamid.
Generasi 2 yang potensi hipoglikemik
lebih besar : gliburid, glipizid gliklazid
dan glimepirid.

Penghambat enzim alfa-glikosidase: akarbose,


miglitol
INSULIN :
Regular ( crystalline )
Humulin R
Biguanid : fenformin,buformin, dan
Semilenta
NPH(neutral
metformin.
promotamine hagedom )
Lente
Humulin L Tiazolidinedion/glitazone : glitazon,
Humulin N rosiglitazon
PZI ( protamine zinc
insulin )
Ultralenta
Glargin

Meglitinid : repaglinid dan nateglinid


pulau Langerhans kelenjar
pankreas
• terdapat beberapa tipe sel,
yaitu sel β, sel α dan sel δ.
Sel-sel β memproduksi
insulin, sel-sel α
memproduksi glukagon,
sedangkan sel-sel δ
memproduksi hormon
somatostatin

FUNGSI INSULIN :
Berikatan dengan reseptor
pada sel / jaringan untuk
membuka jalan bagi
masuknya glukosa darah
ke dalam sel untuk dirubah
menjadi tenaga.

INSULIN === PERANTARA


parameter Kadar

Kadar Glukosa Darah 80–120mg/dl

Kadar Glukosa Plasma Puasa 90–130mg/dl

Kadar Glukosa Darah Saat 100–140mg/dl


Tidur

Kadar Insulin <7 %

Kadar HbA1c <7mg/dl

Kadar Kolesterol HDL >45mg/dl (pria)


GLUKOSA PLASMA GLUKOSA PLASMA 2
PUASA JAM SETELAH MAKAN
PARAMETER

NORMAL < 100 mg /dl <140 mg /dl


Pra diabetes 100 – 125 mg/dl -
IFG atau IGT - 140-199 mg/dl
Diabetes > 126 mg/dl > 200 mg/dl
Indikasi :
Pada pasien yang mengalami kerusakan sel β
pankreas (DM tipe 1).Pada pasien DM tipe 2
yang kadar glukosanya tidak bisa
dipertahankan dengan Obat Antidiabetik Oral.

Kontraindikasi/alergi terhadap Antidiabetik


oral
Tipe insulin
Jenis Mula Puncak Masa
1. Insulin masa kerja Sediaan kerja (jam) kerja
singkat (Short- Insulin (jam) (jam)
acting/Insulin), Masa 0,5 1-4 6-8
disebut juga insulin kerja
reguler. Singkat(S
hortactin
g/
2. Insulin masa kerja Insulin),
sedang (Intermediate- disebut
acting) juga
insulin
reguler
3. Insulin masa kerja Masa 1-2 6-12 18-24
sedang dengan mula kerja
kerja cepat sedang
Masa 0-5 4-15 18-24
kerja
4. Insulin masa kerja sedang
panjang (Long-acting mula
insulin) kerja
cepat
Masa 4-5 14-20 24-36
Penyuntikan i.m
1.3. MEKANISME KERJA
 Tempat kerja insulin ialah pd permukaan luar membran sel.
 Beberapa peneliti mendptkan bhw adenilsiklase dihambat, sedangkan
enzim fosfodiesterase dirangsang.
 Insulin bekerja sebaliknya yaitu ke arah sintesis glikogen.

 Insulin mendefosforilasi enzim tertentu dg akibat terjadinya


penghambatan glikogenolisis dan lipolisis.
 Insulin meningkatkan ambilan K+ ke dlm sel, efek serupa terjadi pd
Mg++ dan diduga ion tsb bertindak sbg second messenger yg
memperantarai kerja insulin.
1.8. EFEKSAMPING
REAKSI ALERGI.
 Reaksi ini dpt terjadi secara sistemik atau lokal. Reaksi lokal terjadi
10 x lebih sering daripd reaksi sistemik terutama pd penggunaan
sediaan yg kurang murni.
 LIPODISTROFI. Beberapa penderita mengalami lipodistrofi (atrofi
atau hipertropi). pd lipoatropi terjadi lekukan di bawah kulit tempat
suntikan akibat atrofi jaringan lemak. Hal ini diduga disebabkan oleh
reaksi imun dan lebih sering terjadi pd wanita muda dg sediaan
insulin yg kurang murni.
 GANGGUAN PENGLIHATAN. pd diabetes yg tdk terkontrol,
kehilangan daya akomodasi ringan dihubungkan dg kelainan lensa.
SULFONILURIA

PENGHAMBATAN
ENZIMᾀ MEGLITINID
GLIKOSIDASE

OHO/ADO

TURUNAN
BIGUANID
FENILALANIN

TIAZOLIDINEDION
•Generasi ke 2
•Gliburida/Glibenklamida
Sulfonilurea
•Glipizida
Generasi pertama
•Glikazida
Tolbitamid dan •Glimepirida
klopropamida
•Glikuidon

Inhibitor α- •Acarbose
glukosidase •Miglitol

Turunan
•Nateglinide
fenilalanin

•Rosiglitazone
Tiazolidindion •Troglitazone
•Pioglitazone

Biguanida •Metformin

Meglitinida •Repaglinide
SULFONILUREA TURUNAN
MEGLITINIDA FENILALANIN
Merangsang sekresi insulin di
kelenjar pankreas, sehingga
hanya Merangsang sekresi Meningkatkan kecepatan
efektif pada penderita diabetes insulin dikelenjar sintesis
yang pankreas
sel-sel β pankreasnya masih insulin oleh pankreas
berfungsi dengan baik
Tiazolidindion :
Inhibitor glukosidase :
Meningkatkan kepekaan
Biguanida:
tubuhterhadap insulin.
Bekerja langsung pada Berikatan denganPPARγ
Menghambat kerja
hati(hepar),menurunkan (peroxisome
enzim-enzim
produksi glukosa hati. proliferator
pencenaan yang
Tidak merangsang activated receptor- mencerna karbohidrat,
sekresi insulin oleh gamma) di otot,jaringan sehingga
kelenjar pankreas. lemak, dan hati memperlambat absorpsi
untukmenurunkan glukosa ke dalam darah
resistensi insulin
Indikasi

Inhibitor α- glukosidase
Meglitinid
sebagai tambahan pada terapi sulfonilurea
Diabetes tipe II untuk
atau biguanida pada diabetes melitus yang
mengntrol gula darah tinggi
tidak dapat dikendalikan dengan obat
dengan diet dan latihan
tersebut.obat-obat inhibitor alpha-
program olhraga
glukosidase dapat diberikan sebagai obat
tunggal atau kombinasi dengan obat
diabetes lainnya.
Biguanida
Diabetes tipe II,menurunkan Sulfonilurea
kadar gula darah yang tinggi Diabetes tipe II
TIAZOLIDIN
DOSIS AWAL : pasien tanpa
REGIMEN DOSIS kegagalan kegagalan janting
kongetif : 15mg atau 30mg oral
sekali sehari
: pasien dengan jantung kongetif
15 mg oral sekali sehari
DOSIS PERAWAAN : 15 mg -45 mg
oral sekali sehari tergantung respn
glisemik yag ditentukan oleh Hba
ic
DOSIS MAKS : 45 mg sekali sehari
INHIBITOR
Bentuk Sediaan : Tablet 25
mg, 50 mg, dan 100 mg
Dosis : Obat ini MEGLITINID
umumnya diberikan dengan dosis
Dosis awal : 0,5 mg melalui mulut (per
awal 50 mg dan dinaikkan secara
oral) sebelum makan siang.
bertahap sampai 150-600
Dosis awal untuk pasien diubah dari agen
mg/hari. Dianjurkan untuk
anti-diabetic lainnya : 1 mg melalui mulut
mengkonsumsinya bersama
(per oral) sebelum makan siang.
segelas penuh air pada suap
Boleh ditingkatkan dosis dengan
pertama sarapan/makan.
melipatgandakan dosis setiap 1 -2
minggu, sesuai dengan reaksi pasien.
Dosis maksimum 4 mg/dosis atau 16
mg/hari.
LANJUTAN

Sulfonilurea Biguanida
Dosis : 2,5 -10 mg untuk Pemberian oral
mendapatkan hasil yang Dosis : 500 mg 2-3 kali
lebih efektif sehari
Sulfonylurea : MEGLITINIDA Biguanida :
DAN TURUNAN FENILALANIN :
• umumnya
• ringan dan frekuensinya • nausea, muntah,
• keluhan saluran
rendah,. Gangguan saluran kadangkadang
• cerna, keluhan infeksi saluran
cerna berupa mual, diare, • diare, dan dapat
nafas atas
• sakit perut, hipersekresi asam menyebabkan asidosis laktat.
• Kejang,mual ,warna urun
lambung dan sakit
gelap demam
kepalaGangguan susunan
• Sakit tenggorokan memar-
• syaraf pusat berupa vertigo,
memar , kulit melepuh
bingung, ataksia
GOLONGAN INHIBITOR
Tiazolidin
α-GLUKOSIDASE

•perut kurang enak, •Sakit perut • pandangan kabur


lebih banyak flatus dan •Sakit saat buang air • rasa haus dan lapar
•kadang-kadang diare, kecil meningkat, buang air
yang akan berkurang •Nafas pendek kenaikan kecil lebih sering atau
setelah pengobatan berat badan secara kulit pucat, mudah
berlangsung cepat lembab atau bedarah,
•lebih lama •Mual,nyeri perut lemas.
atas,gatal-gatal hilang
nafsu makan,urin
gelap,tinja seperti
tanah liat,sakit kuning
INTERAKSI OBAT

Inhibitor glukosidase :
•Alkohol: dapat menambah efek hipoglikemik.
•Antagonis Hormon: aminoglutetimid dapat mempercepat metabolisme OHO;
oktreotid dapat menurunkan kebutuhan insulin dan OHO.
•Klofibrat: dapat memperbaiki toleransi glukosa dan mempunyai efek aditif terhadap
OHO.
•Penyekat adrenoreseptor beta : meningkatkan efek hipoglikemik dan menutupi gejala
peringatan, misalnya tremor.
•Penghambat ACE: dapat menambah efek hipoglikemik .
•Resin penukar ion: kolestiramin meningkatkan efek hipoglikemik acarbose.
•Antagonis kalsium: misalnya nifedipin kadang-kadang mengganggu toleransi glukosa
•Antihipertensi diazoksid: melawan efek hipoglikemik
•Obat-obat yang dapat mempengaruhi kadar glukosa darah, seperti obat-obat
diuretika (misalnya hidroklortiazida, klorotiazida, klortalidon, indapamid, dan lain-
lain), senyawa steroid (misalnya prednisone, metilprednisolon, estrogen), senyawa-
senyawa fenotiazin (misalnya klorpromazin, proklorperazin, prometazin), hormone-
hormon tiroid, fenitoin, calcium channel blocker (misalnya verapamil, diltiazem,
nifedipin)
LANJUTAN

Meglitinida
Metformin / Repaglinide Interaksi Obat
Jika mengonsumsi obat lain pada waktu bersamaan, efek dari Metformin / Repaglinide dapat berubah. Ini
dapat meningkatkan resiko untuk efek samping atau menyebabkan obattidak bekerja dengan baik. Katakan
pada doktertentang semua obat, vitamin, dan suplemen herbal yang gunakan, sehingga dokter Anda dapat
membantu Anda mencegah atau mengatur interaksi obat. Metformin / Repaglinide dapat berinteraksi dengan
obat dan produk berikut ini:
Anti-diabetic drugs
Clarithromycin
Erythromycin
Fluconazole
Furosemide
Itraconazole
Ketoconazole
Prednisone
Salbutamol or terbutaline

SULFONILUREA :
Sebaiknya tidak digunskan pada ibu hamil dan
menyusui dan selama kehamila
Biguanida :
•Alkohol dan pewarna lodin akan
meningkatkan resiko asidosis
metabolik
•Diuretik tiazol dan penthotiazid
: menganggu kerja metformin
•Obat golongan ACE inhibitor
Akan menurunkan kadar gila
darah setelah pasien di
puasakanpasca operas
•Simetidin akan meningkatkan
kadar metformindidalam darah