Anda di halaman 1dari 6

Tugas 2 Perkoperasian

Nama : Dewi Retno Ambarwati

NIM : 030038998

UPBJJ : Surabaya

Pertanyaan :

1. Mengapa posisi/peran masyarakat sebagai anggota koperasi dapat disebut sebagai


pemilik sekaligus pengguna?
2. Siapa sajakah yang dimaksud dengan perangkat organisasi koperasi, dan tugas pokok
masing-masing?
3. Bagaimanakah perbedaan koperasi dengan usaha sektor privat/swasta?

Jawaban :

1. Anggota kopeasi memiliki peran ganda, sebagai pemilik sekaligus pengguna pelayanan
koperasi.sebagai pemilik, anggota berpartisipasi dalam mmodali, mengambil
keputusan, mengawasi dan menanggung resiko. Sebagai pengguna, anggota
bepatisipasi dalam memanfaatkan pelayanan koperasi.

Sumber :

http://shintamulyana.blogspot.com/2011/11/peran-aktif-anggota-koperasi-
terhadap_8490.html

2. Menurut UU No. 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian pada pasal 31 dinyatakan


bahwa perangkat organisasi koperasi terdiri atas : rapat anggota, pengawas, dan
pengurus.
A. Rapat Anggota
Rapat anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi.
Keputusan rapat anggota diambil berdasarkan musyawaran untuk mencapai
mufakat, dan apabila belum dapat diputuskan maka pengambilan keputusan
dilakukan berdasarkan suara terbanyak.
Rapat anggota diadakan sekali dalam setahun dan dihadiri minimal setengah
ditambah satu dari jumlah anggota. Keputusan yang diambil dalam rapat anggota
mengikat semua anggota dan pengurus untuk ditaati dan dilaksanakan. Koperasi
dapat melakukan rapat anggota luar biasa jika keadaan membutuhkan keputusan
segera yang wewenangnya ada pada rapat anggota. Rapat anggota luar biasa dapat
diadakan berdasarkan permintaan sejumlah anggota koperasi atau berdasarkan
keputusan pengurus yang tata caranya diatur dalam anggaran dasar.
Menurut UU No. 17 Tahun 2012 pasal 33 rapat anggota berwenang :
1. Menetapkan kebijakan umum koperasi.
2. Mengubah anggaran dasar.
3. Memilih, mengangkat, dan memberhentikan pengawas dan pengurus.
4. Menetapkan batas maksimum pinjaman yang dapat dilakukan oleh pengurus
untuk dan atas nama koperasi.
5. Menetapkan batas maksimum pinjaman yang dapat dilakukan oleh Pengurus
untuk dan atas nama koperasi.
6. Meminta ketarangan dan mengesahkan pertanggungjawaban pengawas dan
pengurus dalam pelaksanaan tugas masing - masing.
7. Menetapkan pembagian selisih hasil usaha.
8. Memutuskan penggabungan, peleburan, kepailitan, dan pembubaran koperasi.
9. Menetapkan keputusan lain dalam batas yang ditentukan oleh Undang - Undang
ini.
B. Pengawas
Pengawas dipilih oleh anggota koperasi dalam rapat anggota, sehingga juga
bertanggung jawab kepada rapat anggota, Persyaratan untuk dapat dipilih dan
diangkat sebagai anggota pengawas ditetapkan dalam Anggaran Dasar.
1. Tugas Pengawas
Berdasarkan UU No. 17 Tahun 2012 pasal 50 pengawas bertugas :
a. Mengusulkan calon pengurus.
b. Memberi nasihat dan pengawasan kepada pengurus.
c. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan
koperasi yang dilakukan oleh pengurus
d. Melaporkan hasil pengawasan kepada rapat anggota.
2. Wewenang Pengawas
a. Menetapkan penerimaan dan penolakan anggota baru serta pemberhentian
anggota sesuai dengan ketentuan dalam anggaran dasar.
b. Meminta dan mendapatkan segala keterangan yang diperlukan dari
pengurus dan pihak lain yang terkait.
c. Mendapatkan laporan berkala tentang perkembangan usaha dan kinerja
koperasi dan pengurus.
d. Memberikan persetujuan atau bantuan kepada Pengurus dalam melakukan
perbuatan hukum tertentu yang ditetapkan dalam anggaran dasar.
e. Dapat memberhentikan pengurus untuk sementara waktu dengan
menyebutkan alasannya.
C. Pengurus
Pengurus koperasi dipilih dari dan oleh anggota koperasi dalam rapat anggota. Masa
jabatan pengurus ditentukan dalam anggaran dasar (AD) yaitu paling lama 5 tahun.
Jika pengurus telah habis masa jabatannya maka dapat dipilih kembali. Pengurus
merupakan pelaksana kebijakan - kebijakan yang telah ditetapkan dalam rapat
anggota koperasi.
1. Tugas Pengurus
Pada UU No. 17 Tahun 2012 pasal 58 dijelaskan pengurus bertugas :
a. Mengelola koperasi berdasarkan anggaran dasar.
b. Mendorong dan memajukan usaha anggota.
c. Menyusun rancangan rencana kerja serta rencana anggaran pendapatan dan
belanja koperasi untuk diajukan kepada rapat anggota.
d. Menyusun laporan keuangan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas
untuk diajukan kepada rapat anggota.
e. Menyusun rencana pendidikan, pelatihan, dan komunikasi koperasi untuk
diajukan kepada rapat anggota.
f. Menyelenggarakan pembukuan keuangan dan inventaris secara tertib.
g. Menyelenggarakan pembinaan karyawan secara efektif dan efisien.
h. Memelihara buku daftar anggota, buku daftar pengawas, buku daftar
pengurus, buku daftar pemegang sertifikat modal koperasi, dan risalah rapat
anggota.
i. Melakukan upaya lain bagi kepentingan, kemanfaatan, dan kemajuan
koperasi sesuai dengan tanggung jawabnya dan keputusan rapat anggota.
2. Wewenang Pengurus
Wewenang pengurus koperasi adalah mewakili koperasi di dalam maupun di
luar pengadilan.
Sumber :
http://falah-kharisma.blogspot.com/2015/06/perangkat-organisasi-koperasi.html

3. Perbedaan koperasi dengan usaha sektor privat/swasta :

A. Dilihat Dari Proses Kegiantannya

Ditinjau dari proses kegiatan dalam usaha mencapai cita-citanya sebagai badan usaha,
dapat dengan jelas terlihat perbedaan antara koperasi dan non koperasi tersebut. Dalam
hubungan ini beberapa dimensi dapat digunakan sebagai variabel yang memperjelas
perbedaan dimaksud yaitu antara lain :

 Dimensi usaha
 Dimensi ketatalaksanaan usaha
 Dimensi dasar keyakinan usaha
 Dimensi kemanfaatan usaha
 Dimensi modal kerja
 Dimensi pembagian sisa hasil usaha ( surplus )
 Dimensi sikap terhadap pasar
 Dan Dimensi tujuan usaha

B. Dilihat Dari Dimensi Kekuasaan

 Koperasi dilihat dari dimensi kekuasaan tertinggi dalam menentukan kebijaksanaan


usaha, perbedaannya bahwa dalam koperasi adan ditangan para anggota melalui alat
kelengkapan koperasi yang disebut rapatan anggota tahunana.
 Non Koperasi, sedangkan dalam badan usaha non koperasi kekuasaan tersebut
berada pada para pemegang saham. Disamping itu bekerjanya kekuasaan tersebut
didalam koperasi didasarkan pada prinsip satu orang satu suara, sedangkan bagi no
koperasi hal itu atas dasar besarnya jumlah modal ( uang ) yang diinvestasikan
melalui saham-saham.
C. Dilihat Dari Dimensi Usaha
Dari dimensi usaha dapat ditinjau perbedaannya yaitu :

 Koperasi usahnya ditujukkan kepada dua sektor yakni sektor interm ( anggota ) dan
sektor ekstern ( bukan anggota/umum ).
 Sedangkan bagi non-koperasi aspek tersebut Cuma ditujukan untuk umum atau
masyarakat saja.

D. Dilihat Dari Dimensi Ketatalaksanaan Usaha

Perbedaan koperasi dan non koperasi dilihat dari dimensi ketatalaksanaan usaha,
koperasi pada prinsipnya ialah ( open management ) keterbukaan manajemen.
Sebaliknya pada non koperasi dimensi ketatalaksanaan usah ini ialah bersifat tertutup.
Dari dimensi dasar keyakinan usaha, maka pada koperasi labih mengutamakan pada
kekuatan sendiri. Sedangkan non koperasi mendasarkan keyakinan usahnya pada
kekuatan modal dan pasar.

E. Dilihat Dari Dimensi Kemanfaatan Usaha

Bila dilihat dari dimensi kemnfaatn usaha maka perbedaannya bahwa bagi koperasi
usahnya bermanfaat bai anggotanya dan juga masyarakat, sedangkan pada non
koperasi kemanfaatan usaha tersebut tertuju kepada pemilik modal dan masyarakat.
Apabila didasarkan pada modal usah maka koperasi mengutamakan perolehan modal
usahanya dari simpanan para anggota. Sedangkan non koperasi akan memperoleh
modal usahnya dari masyarakat yang membeli saham-sahamnya.

F. Dilihat Dari Keuntungan

Dalam pembahasan keuntungan maka dalam koperasi didsarkan pada banyaknya jasa
anggota sedangkan pada badan usaha non koperasi berdasarkan pada modal yang
disetorkan. Demikian pula bila dilihat dari dimensi sikap keduanya terhadap pasar,
pada koperasi maka dijalin koordinasi antar koperasi, sedangkan pada usaha non
koperasi sikapnya terhadap pas ialah persaingan yang murni.

G. Dilihat Dari Tujuan Usaha


Terakhir perbedaan koperasi dan non koperasi ini juga jelas bila dilihat dari dimensi
tujuan usaha yakni tujuan didirikannya koperasi ialah untuk memberikan pelayanan,
sedangkan pada non koperasi tujuan usahnya ialah untuk mencari keuntungan yang
sebesar-besarnya.

Pada prinsipnya, perbedaan koperasi dan non koperasi yang ditinjau dari beberapa
dimensi seperti yang telah diuraikan diatas bisa dijadikan menjadi tolak ukur, apakah
suatu badan usaha yang menemakan dirinya sebagai koperasi melaksanakannya secara
konsisten atau tidak dalam kaitan ini. Menurut Charles Gide mengemukakan bahwa,
koperasi harus setia pada dirinya dan tidak menyimpang menjadi bentuk lain dan untuk
itu nilai-nilai yang dianutnya harus merupakan realitas hidup dalam kegiatan maupun
tingkah laku orang-orang koperasi.

Secara umum perbedaan koperasi dengan badan usaha swasta adalah :

Koperasi

1. Lebih mengutamakan perkumpulan orang-orang.


2. Tujuannya tidak semata-mata mencari laba, tetapi untuk peningkatan
kesejahteraan anggota khususnya dan masyarakat umumnya.
3. Pembagian laba didasarkan atas jasa anggotanya.
4. Anggota mempunyai hak suara yang sama.

Badan Usaha Swasta

1. Lebih mengutamakan perkumpulan modal.


2. Tujuannya untuk mencari laba yang sebesar-besarnya.
3. Pembagian laba didasarkan pada banyaknya modal/saham yang ditanam.
4. Anggota mempunyai hak suara menurut jumlah modal/saham yang dimiliki.

Sumber:
https://www.dosenpendidikan.co.id/perbedaan-koperasi-dengan-badan-usaha-lainnya-
non-koperasi/
http://belajarips.com/info-92-perbedaan-koperasi-dengan-badan-usaha-swasta.html