Anda di halaman 1dari 41

MAKALAH

KONSEP DASAR IPA SD 3

BATUAN

KELOMPOK 1

Anggota:

Faridatul Hidayah (18129058)

Mur Ajizah (18129157)

M. Iqbal (18129191)

Dosen Pembimbing : Dra. Zuryanty., M. Pd

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2019
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami
panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah,
dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ilmiah tentang
“batuan “. Dengan dosen pembimbing Dra. Zuryanty, M.Pd.

Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai
pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan
banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari
segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami
menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.

Bukittinggi, 1 September 2019

Kelompok 1

2
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................................... 2


DAFTAR ISI...................................................................................................... 3
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................. 4
1. Latar belakang................................................................................................. 4
2. Rumusan masalah ........................................................................................... 4
3. Tujuan ............................................................................................................. 4

BAB II PEMBAHASAN ................................................................................... 5

1. Asal Usul Batuan ...................................................................................... 5


2. Sifat-sifat Batuan .................................................................................... 8
3. Soal SD ..................................................................................................... 27
4. LKS .......................................................................................................... 10
5. LKM.......................................................................................................... 30
6. Kunci Jawaban .......................................................................................... 31

BAB III PENUTUP ........................................................................................... 40

A. Kesimpulan ............................................................................................. 40
B. Saran........................................................................................................ 40

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 41

3
BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Bumi ditutupi oleh daratan dan lautan, dimana bagian lautan lebih besar daripada
bagian daratan. Akan tetapi daratan adalah bagian dari kulit bumi yang dapat diamati
langsung dari dekat, maka banyak hal-hal yang dapat diketahui secara cepat dan jelas.
Salah satu diantaranya adalah kenyataan bahwa daratan tersusun oleh jenis batuan yang
berbeda satu sama lain dan berbeda-beda materi penyusun serta berbeda pula dalam
proses terbentuknya.
Petrologi yaitu ilmu yang khusus membahas tentang batuan. Batuan yang terdapat
pada lapisan lithosfir dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu Batuan Beku (Igneous
Rock), Batuan Sedimen (Sedimentary Rock), dan Batuan Metamorfosa (Metamorf Rock).

B. Rumusan Masalah
1. Apa itu batuan beku?
2. Bagaimana proses terbentuknya batuan beku?
3. Apa saja pembagian batuan beku berdasarkan genetiknya?
4. Bagaimana struktur batuan beku?
5. Apa determinasi batuan beku?

C. Tujuan Penulisan
1. Menjelaskan apa itu batuan beku
2. Menjelaskan bagaimana proses terbentuknya batuan beku
3. Menjelaskan pembagian batuan beku berdasarkan genetiknya
4. Menjelaskan struktur batuan beku
5. Menjelaskan determinasi batuan beku

4
BAB II
PEMBAHASAN

A. ASAL USUL PEMBENTUKAN BATUAN


Batuan merupakan kumpulan mineral-mineral. Suatu batuan biasanya berisi dua
mineral atau lebih, tetapi suatu mineral tunggal Bisa dianggap sebagai batuan jika mineral itu
berada dalam ukuran yang cukup besar. Contoh batuan mineral tunggal adalah belerang,
kuarsit, dan gifsum. Proses alamiah tersebut bisa berbeda-beda dan membentuk jenis batuan
yang berbeda pula. Pembekuan magma akan membentuk berbagai jenis batuan beku. Batuan
sedimen bisa terbentuk karena berbagai proses alamiah, seperti proses penghancuran atau
disintegrasi batuan, pelapukan kimia, proses kimiawi dan organis serta proses penguapan/
evaporasi.
Letusan gunung api sendiri dapat menghasilkan batuan piroklastik. Batuan metamorf
terbentuk dari berbagai jenis batuan yang telah terbentuk lebih dahulu kemudian mengalami
peningkatan temperature atau tekanan yang cukup tinggi, namun peningkatan temperature itu
sendiri maksimal di bawah temperature magma.
Berdasarkan asal-usul terbentuknya batuan diklasifikasikan menjadi tiga kelompok,
yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf. Semua batuan dan mineral
diyakini berasal dari dalam magma, yakni batuan leleh yang ada dalam kantung-kantung
yang sangat dalam kerak bumi. Litosfer atau kerak bumi tersusun oleh Kerak Benua yang
muncul di atas permukaan laut dan Kerak Samudera yang merupakan dasar laut. Oleh karena
itu, siklus batuan bermula dari pembentukan batuan beku.
1. Kerak Benua
Mempunyai ketebalan kurang lebih 35 km dengan massa jenis rata-rata 2,8 g.cm3.
Batuan penyusunnya sebagian besar berupa jenis batuan granit yang banyak mengandung
mineral Silikon dan Alumunium, karena itu disebut lapisan SIAL (Silikon – Aluminium).

5
2. Kerak Samudera
Mempunyai ketebalan kurang lebih 8 km dan massa jenis rata-rata 2,9 g.cm-3.
Bagian litosfer ini tersusun dari batuan yang banyak mengandung mineral Slikon dan
Magnesium, karena itu disebut lapisan SIMA (Slikon- Magnesium). Jenis batuan penyusun
Kerak Samudera ini sebagian besar adalah Basalt.
Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa batuan adalah penyusun
kerak bumi yang merupakan kumpulan mineral dalam bentuk padat.Mineral merupakan zat
organik yang terdapat dalam alam, umumnya mempunyai struktur dan komposisi tertentu.
Dalam proses pembentukan batuan, mineral dapat mengalami tiga macam
peristiwa, yaitu pembekuan, pengendapan dan metamorfosis. Apabila mineral mengalami
pembekuan, maka terjadilah jenis batuan beku. Mineral yang mengalami pengendapan
menghasilkan jenis batuan sedimen, sedangkan yang mengalami metamorfosis
menghasilkan jenis batuan metomorfik. Dengan demikian batuan yang terbentuk umumnya
terdiri atas bermacam-macam mineral dengan berbagai komposisi.
Mineral padat berasal dari campuran yang berbentuk cair yang disebut magma,
bersifat pijar dan terdapat pada lapisan di bawah litosfer. Apabila magma sampai di
permukaan bumi pada waktu gunung meletus, maka magma tersebut membeku dan disebut
larva.
Ada tiga macam mineral, meliputi :
1) Mineral utama atau primer mempunyai struktur dan komposisi tertentu, misalnya
pada mineral silikat dapat mempunyai susunan kelompok tetrahedron yang berbeda
dalam struktur dasarnya. Perbedaan ini ditunjukkan pada kwarsa yang berstruktur

6
jaringan tiga dimensi, mika yang berstruktus pipih dan amfibol yang membentuk
struktur rental dalam susunan tetrahedron asalnya.
2) Mineral sekunder merupakan mineral yang terbentuk dari mineral primer melalui
proses pelapukan, misalnya klorit terbentuk dari biotit. Mineral ini biasanya terdapat
pada buatan batuan yang telah lapuk atau mungkin pula ada pada batuan metamorfik.
3) Mineral aksesor merupakan mineral yang terdapat dalam jumlah kecil, tetapi
diperoleh pada hampir semua batuan, misalnya magnetit dan zirkon.

A. JENIS-JENIS BATUAN BESERTA SIFATNYA


1. Berdasarkan sifatnya batuan terdiri atas :
a. Batuan asam
Bila dilarutkan dalam air dan diujidan PH-meter atau lakm akan menunjukkan PH
kurang dari 7. Batuan ini banyak mengandung silikat dan ion aluminium. Biasanya
batuan jenis ini banyak terdapat di daerah yang dingin dan lembab.
b. Batuan basa
Bila dilarutkan dalam air dan diuji dengan PH-meter atau lakm akan menunjukkan
PH lebih besar dari 7. Batuan ini banyak mengandung kapur dan ion-ion kalsium,
juga banyak mengandung ion-ion magnesium, kalium dan natrium. Umumnya batuan
basa banyak ditemukan di daerah panas misalnya daerah gurun.
2. Berdasarkan proses terbentuknya batuan terdiri atas :
1) Batuan Beku
a. Batuan Beku atau Igneus
Batuan beku adalah jenis batuan yang terbentuk dari magma yang mendingin dan
mengeras dengan atau tanpa proses kritalisasi baik di bawah permukaan sebagai
batuan instrusif maupun di atas permukaan bumi sebagai ekstrutif. Batuan beku
dalam bahasa latin dinamakan igneus (dibaca ignis) yang artinya api. Berdasarkan
teksturnya batuan beku ini bisa dibedakan lagi menjadi batuan beku plutonik dan
vulkanik. Batuan beku plutonik umumnya terbentuk dari pembekuan magma yang
relatif lebih lambat sehingga mineral-mineral penyusunnya relatif besar. Contoh
batuan beku plutonik ini seperti gabro, diorite, dan granit (yang sering dijadikan

7
hiasan rumah). Sedangkan batuan beku vulkanik umumnya terbentuk dari
pembekuan magma yang sangat cepat (misalnya akibat letusan gunung api) sehingga
mineral penyusunnya lebih kecil. Contohnya adalah basalt, andesit (yang sering
dijadikan pondasi rumah), dan dacite.
Batuan beku berasal dari magma yang mengalami pembekuan. Berdasarkan
tempat berlangsungnya proses pembekuan tersebut, maka batuan beku dapat
dikelompokkan menjadi batuan dalam, korok dan leleran.
a) Batuan dalam terbentuk di dalam bumi kurang lebih 3 – 4 km di bawah
permukaan bumi, karena itu bantuan dalam disebut pula batuan plutonik atau
batuan abisik. Struktur kristalnya holokristalin atau berhablur penuh, karena
terbentuknya dengan pendinginan secara perlahan-lahan, maka ukuran kristalnya
pada umumnya besar-besar.
Batuan dalam bersifat asam adalah granit, warna putih, kelabu, merah muda dan
kekuning-kuningan. Biasanya terdiri atas kwarsa (27%), feldspar kalium (40%),
feldspar pladioklas (15%) dan sisanya biotit dan amfibol. Batuan dalam bersifat
basa, ialah gabbro, berwarna gelap atau hitam benar. Batuan ini sebagian besar
terbentuk dari piroksen (60%), feldspar plagioklas (20-40%) dan olivin (0-20%).
Batuan dalam yang bersifat netral (yaitu antara asam dan basa) ialah diorit dengan
warna lebih tua dari granit, mengandung fledspar plagioklas (60%) dan sisanya
amfibol dan piroksen.
b) Batuan korok terbentuk dalam celah-celah atau retak-retak kulit bumi, yaitu pada
jalan magma menuju permukaan bumi. Batuan ini disebut pula batuan hypoabisik
dan mempunyai dua macam kristal yaitu dengan struktur holkristalin dan porfir
atau amorf. Bagian yang berstruktur holokristalin terdapat dekat dapur magma,
sedangkan yang berstruktur porfir banyak ditemukan pada tempat-tempat yang
lebih dekat permukaan bumi.
c) Batuan leleran terbentuk melalui pembekuan tiba-tiba ketika magma sampai ke
permukaan bumi dan berubah menjadi lava yang langsung menjadi padat karena
pendinginan dari lingkungan. Pendinginan yang tiba-tiba ini pula menyebabkan
batuan yang terjadi mempunyai kristal yang kecil-kecil bahkan tidak mempunyai
bentuk kristal atau amorf. Batuan leleran yang bersifat asam yaitu rhyolit yang

8
mempunyai komposisi sama dengan granit. Batuan leleran yang bersifat basa
adalah basalt dengan komposisi sama dengan gabbro, sedangkan batuan leleran
yang bersifat netral ialah andesit yang mempunyai komposisi sama dengan diorit.
Batuan beku adalah jenis batuan yang terbentuk dari magma yang mendingin dan
mengeras dengan atau tanpa proses kritalisasi baik di bawah permukaan sebagai
batuan instrusif maupun di atas permukaan bumi sebagai ekstrutif. Batuan beku
dalam bahasa latin dinamakan igneus (dibaca ignis) yang artinya api. Berdasarkan
teksturnya batuan beku ini bisa dibedakan lagi menjadi batuan beku plutonik dan
vulkanik. Batuan beku plutonik umumnya terbentuk dari pembekuan magma yang
relatif lebih lambat sehingga mineral-mineral penyusunnya relatif besar. Contoh
batuan beku plutonik ini seperti gabro, diorite, dan granit (yang sering dijadikan
hiasan rumah). Sedangkan batuan beku vulkanik umumnya terbentuk dari
pembekuan magma yang sangat cepat (misalnya akibat letusan gunung api) sehingga
mineral penyusunnya lebih kecil. Contohnya adalah basalt, andesit (yang sering
dijadikan pondasi rumah), dan dacite.
b. Tekstur Batuan Beku
Tekstur pada batuan beku umumnya ditentukan oleh tiga hal utama, yaitu
kritalinitas, Granularitas dan Bentuk Kristal.
a) Kritalinitas
Kristalinitas merupakan derajat kristalisasi dari suatu batuan beku pada waktu
terbentuknya batuan tersebut. Kristalinitas dalam fungsinya digunakan untuk
menunjukkan berapa banyak yang berbentuk kristal dan yang tidak berbentuk kristal,
selain itu juga dapat mencerminkan kecepatan pembekuan magma. Apabila magma
dalam pembekuannya berlangsung lambat maka kristalnya kasar. Sedangkan jika
pembekuannya berlangsung cepat maka kristalnya akan halus, akan tetapi jika
pendinginannya berlangsung dengan cepat sekali maka kristalnya berbentuk amorf.
b) Granularitas
Granularitas dapat diartikan sebagai besar butir (ukuran) pada batuan beku.
Pada umumnya dikenal dua kelompok tekstur ukuran butir, yaitu:

9
1) Fanerik atau fanerokristalin, Besar kristal-kristal dari golongan ini dapat
dibedakan satu sama lain secara megaskopis dengan mata telanjang. Kristal -
kristal jenis fanerik ini dapat dibedakan menjadi:
 Halus (fine), apabila ukuran diameter butir kurang dari 1 mm.
 Sedang (medium), apabila ukuran diameter butir antara 1 – 5 mm.
 Kasar (coarse), apabila ukuran diameter butir antara 5 – 30 mm.
 Sangat kasar (very coarse), apabila ukuran diameter butir lebih dari 30 mm.
2) Afanitik, Besar kristal-kristal dari golongan ini tidak bisa dibedakan dengan
mata telanjang sehingga diperlukan bantuan mikroskop. Batuan dengan tekstur
afanitik dapat tersusun oleh kristal, gelas atau keduanya. Dalam analisis
mikroskopis dibedakan menjadi tiga yaitu :
 Mikrokristalin, Jika mineral-mineral pada batuan beku bisa diamati dengan
bantuan mikroskop dengan ukuran butiran sekitar 0,1 – 0,01 mm.
 Kriptokristalin, jika mineral-mineral dalam batuan beku terlalu kecil untuk
diamati meskipun dengan bantuan mikroskop. Ukuran butiran berkisar antara
0,01 – 0,002 mm.
 Amorf/glassy/hyaline, apabila batuan beku tersusun oleh gelas.
3) Bentuk Kristal
Bentuk kristal merupakan sifat dari suatu kristal dalam batuan, jadi bukan sifat
batuan secara keseluruhan.
Ditinjau dari pandangan dua dimensi dikenal tiga bentuk kristal, yaitu:
a. Euhedral, jika batas dari mineral adalah bentuk asli dari bidang kristal.
b. Subhedral, jika sebagian dari batas kristalnya sudah tidak terlihat lagi.
c. Anhedral, jika mineral sudah tidak mempunyai bidang kristal asli.
Ditinjau dari pandangan tiga dimensi, dikenal empat bentuk kristal, yaitu:
a. Equidimensional, jika bentuk kristal ketiga dimensinya sama panjang.
b. Tabular, jika bentuk kristal dua dimensi lebih panjang dari satu dimensi
yang lain.
c. Prismitik, jika bentuk kristal satu dimensi lebih panjang dari dua dimensi
yang lain.
d. Irregular, jika bentuk kristal tidak teratur.

10
c. Struktur Batuan Beku
Struktur batuan beku sebagian besar hanya dapat dilihat di lapangan saja,
misalnya, Pillow lava atau lava bantal, yaitu struktur paling khas dari batuan
vulkanik bawah laut, membentuk struktur seperti bantal. Joint struktur, merupakan
struktur yang ditandai adanya kekar-kekar yang tersusun secara teratur tegak lurus
arah aliran. Sedangkan struktur yang dapat dilihat pada contoh-contoh batuan (hand
speciment sample), yaitu:
a) Masif, yaitu jika tidak menunjukkan adanya sifat aliran, jejak gas (tidak
menunjukkan adanya lubang-lubang) dan tidak menunjukkan adanya fragmen lain
yang tertanam dalam tubuh batuan beku.
b) Vesikuler, yaitu struktur yang berlubang-lubang yang disebabkan oleh keluarnya
gas pada waktu pembekuan magma. Lubang-lubang tersebut menunjukkan arah
yang teratur.
c) Skoria, yaitu struktur yang sama dengan struktur vesikuler tetapi lubang-
lubangnya besar dan menunjukkan arah yang tidak teratur.
Amigdaloidal, yaitu struktur dimana lubang-lubang gas telah terisi oleh mineral-
mineral sekunder, biasanya mineral silikat atau karbonat.
d) Xenolitis, yaitu struktur yang memperlihatkan adanya fragmen/pecahan batuan
lain yang masuk dalam batuan yang mengintrusi.
d. Batuan Beku Berdasarkan Tempat Terjadinya
a) Batuan beku Intrusif
Batuan ini terbentuk dibawah permukaan bumi, sering juga disebut batuan beku
dalam atau batuan beku plutonik. Batuan beku intrusif mempunyai karakteristik
diantaranya, pendinginannya sangat lambat(dapat sampai jutaan
tahun),memungkinkan tumbuhnya kristal-kristal yang besar dan sempurna
bentuknya, menjadi tubuh batuan beku intrusif. Batuan beku intrusi selanjutnya
dapat dibagi lagi menjadi batuan beku intrusi dalam dan batuan beku intrusi
permukaan. berdasarkan kedudukannya terhadap perlapisan batuan yang
diterobosnya, struktur tubuh batuan beku intrusif terbagi menjadi dua yaitu
konkordan dan diskordan.
b) Batuan Beku Ekstrusif

11
Batuan beku ekstrusif adalah batuan beku yang proses pembekuannya
berlangsung dipermukaan bumi. Batuan beku ekstrusif ini yaitu lava yang
memiliki berbagai struktur yang memberi petunjuk mengenai proses yang terjadi
pada saat pembekuan lava tersebut. Struktur ini diantaranya:
 Sheeting joint, yaitu struktur batuan beku yang terlihat sebagai lapisan.
 Columnar joint, yaitu struktur yang memperlihatkan batuan terpisah poligonal
seperti batang pensil.
 Pillow lava, yaitu struktur yang menyerupai bantal yang bergumpal-gumpal.
Hal ini diakibatkan proses pembekuan terjadi pada lingkungan air.
 Vesikular, yaitu struktur yang memperlihatkan lubang-lubang pada batuan
beku. Lubang ini terbentuk akibat pelepasan gas pada saat pembekuan.
 Amigdaloidal, yaitu struktur vesikular yang kemudian terisi oleh mineral lain
seperti kalsit, kuarsa atau zeolit.
 Struktur aliran, yaitu struktur yang memperlihatkan adanya kesejajaran mineral
pada arah tertentu akibat aliran.
e. Berdasarkan pada kandungan silika atau SiO2, batuan beku dibedakan
menjadi:
1) Batuan beku asam. Batuan ini berwarna cerah, kandungan silika tinggi, 65 – 75 %
SiO2, yang dicirikan terutama oleh kehadiran mineral berwarna cerah: kuarsa dan
K-feldspar, dan mineral berwarna gelap:biotit. Termasuk kategori ini antara lain
adalah Granit dan Riolit.
2) Batuan beku menengah. Batuan ini berwarna abu-abu sampai abu-abu gelap,
mengandung silika menengah, 52 – 65 %, yang dicirikan oleh kehadiran mineral-
mineral cerahnya plagioklas menengah (Ca-Na plagioklas) yang dominan, dan
mineral berwarna gelap yang utama adalah hornblende. Termasuk kategori ini
antara lain adalah Andesit dan Diorit.
3) Batuan beku basa. Batuan ini berwarna gelap, hitam, kandungan silikanya rendah,
45 – 52 %, yang dicirikan oleh kehadiran mineral cerah plagioklas basa (Ca-
plagioklas), dan mineral berwarna gelap yang dominan piroksen. Termasuk
kategori ini antara lain adalah Gabro dan Basalt.

12
4) Batuan beku ultrabasa. Batuan ini berwarna gelap, hijau gelap, kandungan
silikanya sangat rendah, < 45 %, yang dicirikan terutama oleh kehadiran mineral
berwarna gelap olivin dan piroksin, dan tanpa mineral berwarna cerah. Termasuk
kategori ini adalah Peridotit, Dunite, Piroksenit.
Contoh-contoh batuan beku:
a) Batu Apung

geologyi.com

 Ciri : warna keabu-abuan, berpori-pori, bergelembung, ringan, terapung dalam air


 Cara terbentuk : dari pendinginan magma yang bergelembung-gelembung gas
 Kegunaan : untuk mengamplas atau menghaluskan kayu, di bidang industri
digunakan sebagai bahan pengisi (filler), isolator temperatur tinggi dan lain-lain.

b) Obsidian

geologyi.com

 Ciri : hitam, seperti kaca, tidak ada kristal-kristal

13
 Cara terbentuk : terbentuk dari lava permukaan yang mendingin dengan cepat
 Kegunaan : untuk alat pemotong atau ujung tombak (pada masa purbakala) dan bisa
dijadikan kerajinan

c) Granit

geologyi.com

 Ciri : terdiri atas kristal-kristal kasar, warna putih sampai abu-abu, kadang-kadang
jingga, Batuan ini banyak di temukan di daerah pinggiran pantai dan di pinggiran
sungai besar ataupun di dasar sungai.
 Cara terbentuk : dari pendinginan magma yang terjadi dengan lambat di bawah
permukaan bumi
 Kegunaan : sbg bahan bangunan

d) Basalt

geologyin.com

14
 Ciri : terdiri atas kristal-kristal yang sangat kecil, berwarna hijau keabu-abuandan
berlubang-lubang
 Cara terbentuk : dari pendinginan lava yanng mengandung gas tetapi gasnya telah
menguap
 Kegunaan : sebagai bahan baku dalam industri poles, bahan bangunan / pondasi
bangunan (gedung, jalan, jembatan, dll)

e) Diorit

geologyi.com

 Ciri : Kelabu bercampur putih, atau hitam bercampur putih


 Cara terbentuk : dari hasil peleburan lantai samudra yang bersifat mafic pada suatu
subduction zone, biasanya diproduksi pada busur lingkaran volkanis, dan membentuk
suatu gunung didalam cordilleran ( subduction sepanjang tepi suatu benua, seperti
pada deretan Pegunungan)
 Kegunaan : sbg batu ornamen dinding maupun lantai bangunan gedung dan sbg
bahan bangunan (hiasan)

f) Andesit

15
geologyi.com

 Ciri : batuan bertekstur halus, berwarna abu-abu hijau tetapi sering merah atau jingga
 Cara terbentuk : berasal dari lelehan lava gunung merapi yang meletus, terbentuk
(membeku) ketika temperatur lava yang meleleh turun antara 900 sampai dengan
1,100 derajat Celsius.
 Kegunaan : Nisan kuburan, Cobek, Arca untuk hiasan, Batu pembuat candi

2) Batuan Sedimen
Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk dari akumulasi material hasil
perombakan batuan yang sudah ada sebelumnya atau hasil aktivitas kimia maupun
organisme, yang di endapkan lapis demi lapis pada permukaan bumi yang kemudian
mengalami pembatuan.
Batuan endapan dibentuk oleh hasil perombakan batuan lain. Misalnya batuan
beku dapat mengalami perombakan kimiawi; yang mengubahnya menjadi bentuk-bentuk
lain yang lebih kecil ukurannya.

a) Berdasarkan cara pembentukannya, batuan endapan dapat digolongkan dalam


tiga kelompok, yaitu :
1) Sedimen mekanik, terbentuk dari fraksi batuan yang berukuran kecil-kecil yang
mengendap. Batuan yang mengendap ini merupakan bahan-bahan yang tak larut
dalam air dan proses pengendapannya dapat dilakukan oleh angin atau air.
Endapan ini disebut juga sedimen klastika.
Berdasarkan atas ukuran butirnya,sedimen mekanik dibedakan menjadi:

16
a) Ludit (psepit) termasuk berbutir kasar mulai dari gravel (krikil) halus hingga
bongkah (boulder) dengan ukuran diameternya 2-256mm
b) Arenit (samit) termasuk berbutir sedang, dengan ukuran diameternya 0,06-
2mm, mulai dari pasir halus hingga pasir kasar.
c) Lutit (pelit) termasuk berbutir halus, ukuran diameternya 0,04-0,06mm, mulai
dari lempung higga debu kasar.
2) Sedimen kimia, dibentuk karena proses penguapann dan kejenuhan dari suatu
larutan, sehingga zat terlarut mengendap secara langsung. Berdasarkan perbedaan
kelarutannya, maka pertama kali akan mengendap gipsum, kemudian anhidrit
yang keduanya adalah CaSO4. selanjutnya NaCl akan mengendap dan
pengendapan yang terakhir dialami oleh garam-garam magnesium dan kalium.
3) Sedimen organik, dibentuk oleh proses biokimia dan biomekanik. Endapan
biokimia misalnya terjadi pada sumber air yang mengandung lumut, maka lumut
tersebut akan menggunakan CO2 yang terlarut dalam air tersebut, sehingga
menyebabkan terjadinya pengendapan CaCO3 melalui reaksi. Endapan
biomekanik terjadi dari hewan dan tumbuhan yang mempunyai rangka kapur dan
hidup di lautan yang kemudian mati dan membentuk tumpukan endapan.
Kemungkinan lain terjadi dari sisa-sisa tumbuhan kayu yang mati yang tertimbun
lempung dan batu pasir selama berpuluh juta tahun, sehingga terurai menjadi gas-
gas N2, H2, O2 dan sisanya berupa karbon murni, maka terbentuklah batubara.
b) Sedimen berdasarkan proses terjadinya :
1) Sedimen klastik yaitu diangkut dari tempat asal kemudian diendapkan tanpa harus
mengalami proses kimiawi. contohnya : batu breksi (kerikil dengan sudut tajam),
konglomerat (kerikil dengan sudut tumpul), pasir.
2) Sedimen kimiawi, endapan hasil pelarutan kimiawi. misal : gips, batu garam. 3.
3) Sedimen organik, dipengaruhi unsur organik. sebagai contoh batu bara dan batu
gamping.
Sifat – sifat utama batuan sedimen :
1) Adanya bidang perlapisan yaitu struktur sedimen yang menandakan adanya proses
sedimentasi.

17
2) Sifat klastik yang menandakan bahwa butir-butir pernah lepas, terutama pada
golongan detritus.
3) Sifat jejak adanya bekas-bekas tanda kehidupan (fosil).
4) Jika bersifat hablur, selalu monomineralik, misalnya : gypsum, kalsit, dolomite
dan rijing.
Contoh batuan sedimen:
a) Konglomerat

Geology. com
 Ciri : material kerikil-kerikil bulat, batu-batu dan pasir yang merekat satu sama
lainnya
 Cara terbentuk : dari bahan-bahan yang lepas karena gaya beratnya menjadi
terpadatkan dan terikat
 Kegunaan : untuk bahan bangunan

b) Batu Pasir

Geology. com

18
 Ciri : tersusun dari butiran-butiran pasir, warna abu-abu, kuning, merah
 Cara terbentuk : dari bahan-bahan yang lepas karena gaya beratnya menjadi
terpadatkan dan terikat
 Kegunaan : sebagai material di dalam pembuatan gelas/kaca dan sbg kontruksi
bangunan

c) Batu Serpih

Geology. com

 Ciri : lunak, baunya seperti tanah liat, butir-butir batuan halus, warna hijau, hitam,
kuning, merah, abu-abu
 Cara terbentuk : dari bahan-bahan yang lepas dan halus karena gaya beratnya
menjadi terpadatkan dan terikat
 Kegunaan : sebagai bahan bangunan

d) Batu Gamping (kapur)

Geology. com
19
 Ciri : agak lunak, warna putih keabu-abuan, membentuk gas karbon dioksida kalau
ditetesi asam
 Cara terbentuk : dari cangkang binatang lunak seperti siput, kerang, dan binatang laut
yang telah mati. Rangkanya yang terbuat dari kapu tidak akan musnah, tapi memadat
dan membentuk batu kapur
 Kegunaan : sebagai bahan baku semen

e) Breksi

Geology. com

 Ciri : gabungan pecahan-pecahan yang berasal dari letusan gunung berapi


 Cara terbentuk : terbentuk katena bahan-bahan iini terlempar tinggi ke udara dan
mengendap di suatu tempat
 Kegunaan : dijadikan sebagai kerajinan dan sbg bahan bangunan

f) Stalaktit dan Stalagmit

Geology. com
20
 Ciri : kuning, coklat, krem, keemasan, putih
 Cara terbentuk : Air yang larut di daerah karst akan masuk ke lobang-lobang (doline)
kemudian turun ke gua dan menetes-netes dari atap gua ke dasar gua. Tetesan-tetesan
air yang mengandung kapur yg lama kelamaan kapurnya membeku dan menumpuk
sedikit demi sedikit lalu berubah jadi batuan kapur yang bentuknya runcing-runcing.
 Kegunaan : sebagai keindahan alam (biasanya di gua-gua).

3) Batuan metamorf
Batuan metamorf atau yang disebut juga dengan nama batuan malihan adalah
sekelompok batuan yang merupakan hasil dari ubahan atau transformasi dari suatu tipe
batuan yang sudah ada sebelumnya (protolith) oleh suatu proses yang dinamakan
metamorfosis atau perubahan bentuk. Juga di sebut batuan yang berasal dari batuan
sediment dan batuan beku yang mengalami perubahan karena panas dan tekanan. Batuan
di kerak bumi sering mendapat tekanan yang berat dan suhu yang tinggi dalam jangka
waktu yang lama. Tekanan yang berat disebabkan karena tindihan. Suhu yang tinggi
disebabkan oleh persentuhan dengan magma. Beberapa batuan endapan yang berubah
menjadi batuan melihan ialah batu pualam atau marmer dari batu gamping, dan batu
sabak atau batu tulis dari batu serpih.
Batu pualam atau marmer adalah batu yang keras dan mengkilap bila dipoles.
Batu pualam merupakan bahan yang baik untuk membuat patung dan lantai/ubin. Batu
sabak digunakan sebagai batu tulis dan sebagai bahan bangunan. Batu sabak merupakan
bahan penting untuk membuat atap rumah (semacam genting).
Batuan metamorfik dapat dibedakan menjadi :
a) Batuan metamorfik termal atau sentuh, terjadi pada suhu sanga tinggi, karena adanya
gas-gas yang panas atau larutan yang panas. Contoh biji timah dan marmer
b) Batuan metamorfik dinamao, terbentuk karena tekanan tinggi yang terarah. Misalnya
terjadi pada bagian atas kerak bumi dari gaya-gaya yang disebabkan oleh patahan
kulit bumi. Pada pergesekan patahan tersebut timbul panas, sehingga batuan sedimen
dapat mengahblur seperti sabak, serpih, dan milonit.

21
c) Batuan metamorfik real, terbentuk karena pengaruh tekanan dan suhu yang tinggi
yang bekerja bersama-sama, mengahasilkan metamorfosis batuan di daerah yang luas
dan umumnya terjadi pada bagian dalam bumi yang jauh letaknya dari permukaan.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Karakteristik Batuan Metamorf
a) Komposisi mineral batuan asal
Metamorfisme menghasilkan himpunan mineral baru akibat meningkatnya suhu dan
tekanan. Beberapa mineral tidak dijumpai pada batuan beku atau sediment, hanya
terjadi atas pengaruh pengaruh metamorfisme, diantaranya mineral chlorit, serpentin,
epidot, tacl dan 3 polymorph Al2SiO5, kyanit silimanit, dan andalusit.
b) Temperatur dan tekanan selama metamorfis
Batuan apabila dipanaskan akan membentuk mineral-mineral yang baru, yang hasil
akhirnya adalah batuan metamorf. Tekanan dalam proses metamorfisme bersifat
sebagai stress, mempunyai besaran serta arah. Tekstur batuan metamorf
memperlihatkan bahwa batuan ini terbentuk di bawah differensial stress atau tidak
sama besar dari segala arah.
 Tekstur
Metamorfisme berlangsung di bawah diferential stress dan hasilnya adalah
tekstur yang sejajar. Apabila prosesnya terus berlangsung, mineral-mineral
pipih mulai berkembang dan tumbuh berorientasi yang lembaran-lembarannya
berarah tegak lurus stress maksimum dan membentuk tekstur planar yang
disebut foliasi yang berarti daun. Batuan yang berfoliasi cenderung mudah
pecah sebagai lembar-lembar.
 Slaty cleavage
Batuan metamorf derajat rendah umumnya mempunyai butir besar yang
sangat halus sehingga mineral-mineral pipihnya hanya dapat dilihat pada
mikroskop, foliasinya disebut slaty cleavage. Batuan metamorf derajat rendah
cenderung untuk pecah-pecah menurut belahan-belahan.
 Schitositas
Foliasi batuan metamorf berbutir kasar disebut schitositas (sciostosity)
yang terbentuk akibat kesejajaran butiran mineral-mineral besar dan pipih,
tidak perlu planar. Batuan bertekstur schitositas cenderung akan terbelah-belah

22
menurut bidang yang bergelombang. Batuan berbutir kasar merupakan hasil
metamorfisme dalam waktu yang panjang serta suhu dan tekanan yang tinggi.
Sebaliknya, batuan berbutir halus waktunya pendek serta suhu dan tekanannya
rendah.
 Pengaruh cahaya tektonik
Pembentukan batuan metamorf sangat kompleks. Akibat bergeraknya
lempenglempemg tektonik dan tumbukan fragmen-fragmen kerak, batuan
menjadi terkoyak, tertarik (extend), terlipat, terpanaskan dan berubah. Oleh
karena perubahannya dalm keadaan padat, umumnya jejak-jejak bentuk
awalnya masih dapat dikenali meskipun telah mengalami perubahan lebih dari
sekali. Saat lempeng tektonik bertumbukan terbentuklah batuan metamorf
tertentu sepanjang batas lempeng.
 Pengaruh fluida
Pori-pori pada batuan sediment atau batuan beku terisi oleh cairan yang
merupakan larutan dari gas-gas, garam, dan mineral yang terdapat pada batuan
yang bersangkutan. Pada suhu tinggi, cairan ini lebih bersifat uap yang
mempunyai peran penting dalam metamorfisme. Fungsi cairan ini adalah
sebagai media transport dari larutan ke mineral atau sebaliknya sehingga
mempercepat metamorfisme. Jika tidak ada larutan atau hanya ada sedikit
sekali, maka metamorfisme berlangsung lambat karena perpindahannya
melalui difusi antar mineral yang padat.
Contoh batuan metamorf:
a) Batuan Pualam atau Batu Marmer (dari batu gamping/kapur)

Geology. com

23
 Ciri : campuran warna berbeda-beda, mempunyai pita-pita warna, kristal-
kristalnya sedang sampai kasar, bila ditetesi asam akan mengeluarkan bunyi
mendesah, keras dan mengkilap jika dipoles
 Cara terbentuk : terbemtuk bila batu kapur mengalami perubahan suhu dan
tekanan tinggi
 Kegunaan : untuk membuat patung dan lantai/ubin
b) Batuan Sabak

Geology. com

 Ciri : abu-abu kehijau-hijauan dan hitam, dapat dibelah-belah menjadi lempeng-


lempeng tipis
 Cara terbentuk : terbentuk bila batu serpih kena suhu dan tekanan tinggi
 Kegunaan : dijadikan sbg kerajinan, sbg batu tulis, sbg bahan bangunan, dan
untuk membuat atap rumah (semacam genting)
c) Gneiss (ganes)

Geology. com

24
 Ciri : berwarna putih kebau-abuan, terdapat goresan-goresan yang tersusun dari
minera-mineral, mempunyai bentuk bentuk penjajaran yang tipis dan terlipat pada
lapisan-lapisan, dan terbentuk urat-urat yang tebal yang terdiri dari butiran-butiran
mineral di dalam batuan tersebut
 Cara terbentuk : terbentuk pada saat batuan sedimen atau batuan beku yang
terpendam pada tempat yang dalam mengalami tekanan dan temperatur yang
tinggi.
 Kegunaan : dijadikan sbg kerajinan

d) Sekis

Geology. com

 Ciri : berwarna hitam, hijau dan ungu, mineral pada batuan ini umumnya terpisah
menjadi berkas-berkas bergelombang yang diperlihatkan dengan kristal yang
mengkilap dan terkadang ditemukan kristal garnet
 Cara terbentuk : batuan metamorf regional yang terbentuk pada derajat
metamorfosa tingkat menengah.
 Kegunaan : sebagai sumber mika yang utama (satu komponen penting dalam
pembuatan kondensator dan kapasitor dalam industri elektronika)
e) Kuarsit

25
Geology. com

 Ciri : berwarna Abu-abu, kekuningan, cokelat, merah, sering berlapis-lapis dan


dapat mengandung fosil, lebih keras dibanding gelas dan terdapat butiran sedang
 Cara terbentuk : metamorfose dari batuan pasir, jika strukturnya tak mengalami
perubahan dan masih menunjukan struktur aslinya. Kuarsit terbentuk akibat panas
yang tinggi sehingga menyebabkan rekristalisasi kwarsa dan feldspar
 Kegunaan : dijadikan sbg kerajinan, konstruksi jalan dan perbaikan

B. Sifat Batuan Secara Umum


Sifat-sifat batuan adalah :
1) Heterogen
a) Jenis mineral pembentuk batuan yang berbeda.
b) Ukuran dan bentuk yang berbeda di dalam batuan.
c) Ukuran, bentuk dan penyebaran void berbeda di dalam batuan.
2) Diskontinu
Massa batuan di alam tidak kontinu (diskontinu) karena adanya bidang-bidang lemah
(crack, joint, fault, fissure) dimana kekerapan, perluasan, dan orientasi bidang-bidang
lemah tersebut tidak kontinu.
3) Anisotrop
Karena sifat batuan heterogen, diskontinu, anisotrop maka tidak dapat menghitung secara
matematis.

26
Soal SD

SD kelas 5 - ILMU PENGETAHUAN ALAM

1.Batuan cair dan panas yang terdapat di dalam perut bumi adalah .

A.magma

B.kawah

C.lahar

D.lava

2. Tanah yang dimanfatkan untuk bahan keramik adalah tanah .

A.humus

B.kapur

C.pasir

D.liat

3. tanah merupakan hasil pelapukan dari ....

A.tanah liat

B.tebing

C.batuan

D.kapur

27
4. Batuan yang berasal dari magma yang membeku adalah ....

A.metamorf

B.malihan

C.endapan

D.beku

5. Batuan untuk bahan dasar pembuatan semen adalah ....

A.Batu kuarsa

B.batu kapur

C.batu pasir

D.batu apung

6. Batuan berikut yang termasuk batuan malihan adalah ....

A.Sabak, pulam, dan granit

B.Sabak,pualam, dan kuarsa

C.Apung, basal, dan obsidian

D.Serpih, pasir, dan konglemera

7. Pelapukan yang disebabkan aktivitas makhluk hidup adalah ....

A.biologi

B.fisika

C.kimia

28
D.alami

8. Tanah yang sulit ditembus air adalah ....

A.tanah liat

B.tanah pasir

C.tanah kapur

D.tanah gamping

9. Tanah ini kurang subur, mudah ditembus air, dan tidak baik untuk tanaman merupakan ciri ciri
dari tanah ....

A.gamping

B.kapur

C.pasir

D.Liat

10. Jenis tanah sebagai bahan dasar pembuatan keramik adalah ....

A.tanah kapur

B.tanah lempung

C.tanah gamping

D.tanah berpasir

29
LKM

(Lembar Kerja Mahasiswa)

1. Jelaskan secara ringkas asal usul terbentuknya batuan !

2. Jelaskan macam-macam batuan berdasarkan sifatnya !

3. Jelaskan secara ringkas Contoh-contoh dari batuan beku !

4. Jelaskan secara ringkas mengenai batuan sedimen !

5. Jelaskan secara ringkas mengenai batuan metamorf !

6. Jelaskan secara ringkas sifat-sifat batuan secara umum !

30
Kunci jawaban

1. Jelaskan secara ringkas asal usul terbentuknya batuan !

Jawaban :

Batuan merupakan kumpulan mineral-mineral. Suatu batuan biasanya berisi dua


mineral atau lebih, tetapi suatu mineral tunggal Bisa dianggap sebagai batuan jika mineral itu
berada dalam ukuran yang cukup besar. Contoh batuan mineral tunggal adalah belerang,
kuarsit, dan gifsum. Proses alamiah tersebut bisa berbeda-beda dan membentuk jenis batuan
yang berbeda pula. Pembekuan magma akan membentuk berbagai jenis batuan beku. Batuan
sedimen bisa terbentuk karena berbagai proses alamiah, seperti proses penghancuran atau
disintegrasi batuan, pelapukan kimia, proses kimiawi dan organis serta proses penguapan/
evaporasi.
Letusan gunung api sendiri dapat menghasilkan batuan piroklastik. Batuan metamorf
terbentuk dari berbagai jenis batuan yang telah terbentuk lebih dahulu kemudian mengalami
peningkatan temperature atau tekanan yang cukup tinggi, namun peningkatan temperature itu
sendiri maksimal di bawah temperature magma.

2. Jelaskan macam-macam batuan berdasarkan sifatnya !

Jawab :

Berdasarkan sifatnya batuan terdiri atas :


c. Batuan asam
Bila dilarutkan dalam air dan diujidan PH-meter atau lakm akan menunjukkan PH
kurang dari 7. Batuan ini banyak mengandung silikat dan ion aluminium. Biasanya
batuan jenis ini banyak terdapat di daerah yang dingin dan lembab.
d. Batuan basa
Bila dilarutkan dalam air dan diuji dengan PH-meter atau lakm akan menunjukkan
PH lebih besar dari 7. Batuan ini banyak mengandung kapur dan ion-ion kalsium,
juga banyak mengandung ion-ion magnesium, kalium dan natrium. Umumnya batuan
basa banyak ditemukan di daerah panas misalnya daerah gurun.

31
3. Jelaskan secara ringkas Contoh-contoh dari batuan beku !

Jawab :

a) Batu Apung
 Ciri : warna keabu-abuan, berpori-pori, bergelembung, ringan, terapung dalam air
 Cara terbentuk : dari pendinginan magma yang bergelembung-gelembung gas
 Kegunaan : untuk mengamplas atau menghaluskan kayu, di bidang industri
digunakan sebagai bahan pengisi (filler), isolator temperatur tinggi dan lain-lain.

b) Obsidian
 Ciri : hitam, seperti kaca, tidak ada kristal-kristal
 Cara terbentuk : terbentuk dari lava permukaan yang mendingin dengan cepat
 Kegunaan : untuk alat pemotong atau ujung tombak (pada masa purbakala) dan bisa
dijadikan kerajinan

c) Granit
 Ciri : terdiri atas kristal-kristal kasar, warna putih sampai abu-abu, kadang-kadang
jingga, Batuan ini banyak di temukan di daerah pinggiran pantai dan di pinggiran
sungai besar ataupun di dasar sungai.
 Cara terbentuk : dari pendinginan magma yang terjadi dengan lambat di bawah
permukaan bumi
 Kegunaan : sbg bahan bangunan

d) Basalt
 Ciri : terdiri atas kristal-kristal yang sangat kecil, berwarna hijau keabu-abuandan
berlubang-lubang
 Cara terbentuk : dari pendinginan lava yanng mengandung gas tetapi gasnya telah
menguap
 Kegunaan : sebagai bahan baku dalam industri poles, bahan bangunan / pondasi
bangunan (gedung, jalan, jembatan, dll)

e) Diorit
32
 Ciri : Kelabu bercampur putih, atau hitam bercampur putih
 Cara terbentuk : dari hasil peleburan lantai samudra yang bersifat mafic pada suatu
subduction zone, biasanya diproduksi pada busur lingkaran volkanis, dan membentuk
suatu gunung didalam cordilleran ( subduction sepanjang tepi suatu benua, seperti
pada deretan Pegunungan)
 Kegunaan : sbg batu ornamen dinding maupun lantai bangunan gedung dan sbg
bahan bangunan (hiasan)

f) Andesit
 Ciri : batuan bertekstur halus, berwarna abu-abu hijau tetapi sering merah atau jingga
 Cara terbentuk : berasal dari lelehan lava gunung merapi yang meletus, terbentuk
(membeku) ketika temperatur lava yang meleleh turun antara 900 sampai dengan
1,100 derajat Celsius.
 Kegunaan : Nisan kuburan, Cobek, Arca untuk hiasan, Batu pembuat candi

4. Jelaskan secara ringkas mengenai batuan sedimen !

Jawab :

Batuan Sedimen
Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk dari akumulasi material hasil
perombakan batuan yang sudah ada sebelumnya atau hasil aktivitas kimia maupun
organisme, yang di endapkan lapis demi lapis pada permukaan bumi yang kemudian
mengalami pembatuan.
Batuan endapan dibentuk oleh hasil perombakan batuan lain. Misalnya batuan
beku dapat mengalami perombakan kimiawi; yang mengubahnya menjadi bentuk-bentuk
lain yang lebih kecil ukurannya.
Berdasarkan cara pembentukannya, batuan endapan dapat digolongkan dalam tiga
kelompok, yaitu :
1. Sedimen mekanik, terbentuk dari fraksi batuan yang berukuran kecil-kecil yang
mengendap. Batuan yang mengendap ini merupakan bahan-bahan yang tak larut
dalam air dan proses pengendapannya dapat dilakukan oleh angin atau air. Endapan
ini disebut juga sedimen klastika.
33
Berdasarkan atas ukuran butirnya,sedimen mekanik dibedakan menjadi:
d) Ludit (psepit) termasuk berbutir kasar mulai dari gravel (krikil) halus hingga
bongkah (boulder) dengan ukuran diameternya 2-256mm
e) Arenit (samit) termasuk berbutir sedang, dengan ukuran diameternya 0,06-
2mm, mulai dari pasir halus hingga pasir kasar.
f) Lutit (pelit) termasuk berbutir halus, ukuran diameternya 0,04-0,06mm, mulai
dari lempung higga debu kasar.
2. Sedimen kimia, dibentuk karena proses penguapann dan kejenuhan dari suatu
larutan, sehingga zat terlarut mengendap secara langsung. Berdasarkan perbedaan
kelarutannya, maka pertama kali akan mengendap gipsum, kemudian anhidrit yang
keduanya adalah CaSO4. selanjutnya NaCl akan mengendap dan pengendapan yang
terakhir dialami oleh garam-garam magnesium dan kalium.
3. Sedimen organik, dibentuk oleh proses biokimia dan biomekanik. Endapan
biokimia misalnya terjadi pada sumber air yang mengandung lumut, maka lumut
tersebut akan menggunakan CO2 yang terlarut dalam air tersebut, sehingga
menyebabkan terjadinya pengendapan CaCO3 melalui reaksi. Endapan biomekanik
terjadi dari hewan dan tumbuhan yang mempunyai rangka kapur dan hidup di lautan
yang kemudian mati dan membentuk tumpukan endapan. Kemungkinan lain terjadi
dari sisa-sisa tumbuhan kayu yang mati yang tertimbun lempung dan batu pasir
selama berpuluh juta tahun, sehingga terurai menjadi gas-gas N2, H2, O2 dan sisanya
berupa karbon murni, maka terbentuklah batubara.

Sedimen berdasarkan proses terjadinya :


1. Sedimen klastik yaitu diangkut dari tempat asal kemudian diendapkan tanpa harus
mengalami proses kimiawi. contohnya : batu breksi (kerikil dengan sudut tajam),
konglomerat (kerikil dengan sudut tumpul), pasir.
2. Sedimen kimiawi, endapan hasil pelarutan kimiawi. misal : gips, batu garam. 3.
3. Sedimen organik, dipengaruhi unsur organik. sebagai contoh batu bara dan batu
gamping

34
Sifat – sifat utama batuan sedimen :
1. Adanya bidang perlapisan yaitu struktur sedimen yang menandakan adanya proses
sedimentasi.
2. Sifat klastik yang menandakan bahwa butir-butir pernah lepas, terutama pada
golongan detritus.
3. Sifat jejak adanya bekas-bekas tanda kehidupan (fosil).
4. Jika bersifat hablur, selalu monomineralik, misalnya : gypsum, kalsit, dolomite dan
rijing.

Contoh batuan sedimen:


a) Konglomerat
b) Batu Pasir
c) Batu Serpih
d) Batu Gamping (kapur)
e) Breksi
f) Stalaktit dan Stalagmit

5. Jelaskan secara ringkas mengenai batuan metamorf !

Jawab :

Batuan metamorf
Batuan metamorf atau yang disebut juga dengan nama batuan malihan adalah
sekelompok batuan yang merupakan hasil dari ubahan atau transformasi dari suatu tipe
batuan yang sudah ada sebelumnya (protolith) oleh suatu proses yang dinamakan
metamorfosis atau perubahan bentuk. Juga di sebut batuan yang berasal dari batuan
sediment dan batuan beku yang mengalami perubahan karena panas dan tekanan. Batuan
di kerak bumi sering mendapat tekanan yang berat dan suhu yang tinggi dalam jangka
waktu yang lama. Tekanan yang berat disebabkan karena tindihan. Suhu yang tinggi
disebabkan oleh persentuhan dengan magma. Beberapa batuan endapan yang berubah
menjadi batuan melihan ialah batu pualam atau marmer dari batu gamping, dan batu
sabak atau batu tulis dari batu serpih.

35
Batu pualam atau marmer adalah batu yang keras dan mengkilap bila dipoles.
Batu pualam merupakan bahan yang baik untuk membuat patung dan lantai/ubin. Batu
sabak digunakan sebagai batu tulis dan sebagai bahan bangunan. Batu sabak merupakan
bahan penting untuk membuat atap rumah (semacam genting).
Batuan metamorfik dapat dibedakan menjadi :
a) Batuan metamorfik termal atau sentuh, terjadi pada suhu sanga tinggi, karena
adanya gas-gas yang panas atau larutan yang panas. Contoh biji timah dan
marmer
b) Batuan metamorfik dinamao, terbentuk karena tekanan tinggi yang terarah.
Misalnya terjadi pada bagian atas kerak bumi dari gaya-gaya yang disebabkan
oleh patahan kulit bumi. Pada pergesekan patahan tersebut timbul panas,
sehingga batuan sedimen dapat mengahblur seperti sabak, serpih, dan milonit.
c) Batuan metamorfik real, terbentuk karena pengaruh tekanan dan suhu yang
tinggi yang bekerja bersama-sama, mengahasilkan metamorfosis batuan di
daerah yang luas dan umumnya terjadi pada bagian dalam bumi yang jauh
letaknya dari permukaan.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Karakteristik Batuan Metamorf
a) Komposisi mineral batuan asal
Metamorfisme menghasilkan himpunan mineral baru akibat meningkatnya suhu dan
tekanan. Beberapa mineral tidak dijumpai pada batuan beku atau sediment, hanya
terjadi atas pengaruh pengaruh metamorfisme, diantaranya mineral chlorit, serpentin,
epidot, tacl dan 3 polymorph Al2SiO5, kyanit silimanit, dan andalusit.
b) Temperatur dan tekanan selama metamorfis
Batuan apabila dipanaskan akan membentuk mineral-mineral yang baru, yang hasil
akhirnya adalah batuan metamorf. Tekanan dalam proses metamorfisme bersifat
sebagai stress, mempunyai besaran serta arah. Tekstur batuan metamorf
memperlihatkan bahwa batuan ini terbentuk di bawah differensial stress atau tidak
sama besar dari segala arah.
 Tekstur
Metamorfisme berlangsung di bawah diferential stress dan hasilnya adalah
tekstur yang sejajar. Apabila prosesnya terus berlangsung, mineral-mineral

36
pipih mulai berkembang dan tumbuh berorientasi yang lembaran-lembarannya
berarah tegak lurus stress maksimum dan membentuk tekstur planar yang
disebut foliasi yang berarti daun. Batuan yang berfoliasi cenderung mudah
pecah sebagai lembar-lembar.
 Slaty cleavage
Batuan metamorf derajat rendah umumnya mempunyai butir besar yang
sangat halus sehingga mineral-mineral pipihnya hanya dapat dilihat pada
mikroskop, foliasinya disebut slaty cleavage. Batuan metamorf derajat rendah
cenderung untuk pecah-pecah menurut belahan-belahan.
 Schitositas
Foliasi batuan metamorf berbutir kasar disebut schitositas (sciostosity)
yang terbentuk akibat kesejajaran butiran mineral-mineral besar dan pipih,
tidak perlu planar. Batuan bertekstur schitositas cenderung akan terbelah-belah
menurut bidang yang bergelombang. Batuan berbutir kasar merupakan hasil
metamorfisme dalam waktu yang panjang serta suhu dan tekanan yang tinggi.
Sebaliknya, batuan berbutir halus waktunya pendek serta suhu dan tekanannya
rendah.
 Pengaruh cahaya tektonik
Pembentukan batuan metamorf sangat kompleks. Akibat bergeraknya
lempenglempemg tektonik dan tumbukan fragmen-fragmen kerak, batuan
menjadi terkoyak, tertarik (extend), terlipat, terpanaskan dan berubah. Oleh
karena perubahannya dalm keadaan padat, umumnya jejak-jejak bentuk
awalnya masih dapat dikenali meskipun telah mengalami perubahan lebih dari
sekali. Saat lempeng tektonik bertumbukan terbentuklah batuan metamorf
tertentu sepanjang batas lempeng.
 Pengaruh fluida
Pori-pori pada batuan sediment atau batuan beku terisi oleh cairan yang
merupakan larutan dari gas-gas, garam, dan mineral yang terdapat pada batuan
yang bersangkutan. Pada suhu tinggi, cairan ini lebih bersifat uap yang
mempunyai peran penting dalam metamorfisme. Fungsi cairan ini adalah
sebagai media transport dari larutan ke mineral atau sebaliknya sehingga

37
mempercepat metamorfisme. Jika tidak ada larutan atau hanya ada sedikit
sekali, maka metamorfisme berlangsung lambat karena perpindahannya
melalui difusi antar mineral yang padat.
Contoh batuan metamorf:
a) Batuan Pualam atau Batu Marmer (dari batu gamping/kapur)
b) Batuan Sabak
c) Gneiss (ganes)
d) Sekis
e) Kuarsit
6. Jelaskan secara ringkas sifat-sifat batuan secara umum !

Jawab :
Sifat Batuan Secara Umum
Sifat-sifat batuan adalah :
1. Heterogen
a) Jenis mineral pembentuk batuan yang berbeda.
b) Ukuran dan bentuk yang berbeda di dalam batuan.
c) Ukuran, bentuk dan penyebaran void berbeda di dalam batuan.
2. Diskontinu
Massa batuan di alam tidak kontinu (diskontinu) karena adanya bidang-bidang lemah
(crack, joint, fault, fissure) dimana kekerapan, perluasan, dan orientasi bidang-bidang
lemah tersebut tidak kontinu.
3. Anisotrop
Karena sifat batuan heterogen, diskontinu, anisotrop maka tidak dapat menghitung secara
matematis.

38
Ayat Alqur’an Mengenai Batuan

Penampilan batuan sedimen yang paling sederhana dan indah untuk diamati adalah dari
warna batuan, dari warna pula kita bisa memperkirakan komposisi penyusun batuan sedimen.
Seperti yang kita tahu batubara berwarna hitam tersusun dari tumbuhan yang telah mati. Lalu,
batuan sedimen apa yang berwarna putih, merah, abu-abu, bahkan hijau?

Warna putih bisa saja berisi mineral kuarsa atau karbonat, warna abu-abu biasanya dari
produk vulkanisme, yang warna merah disebabkan kandungan mineral besi dan mangan yang
mengalami oksidasi, sedangkan warna hijau disebabkan oleh mineral glaukonit. Dari warnanya
juga kita bisa memperkirakan komposisi batuan sedimen, namun tentu harus diamati lebih detil
dalam skala mikroskopis.

Apakah teman-teman menyadari bahwa dalam Alquran surah Fatir ayat 27 bercerita
tentang batuan sedimen:

“Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menurunkan air dari langit lalu dengan air itu Kami
hasilkan buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada
garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat”

QS Fatir (35:27)

Secara tidak langsung ayat tersebut bercerita tentang konsep sedimentologi dan stratigrafi
pada ilmu geologi. Garis-garis pada gunung merupakan pelapisan batuan sedimen yang terbentuk
saat pengendapan sedimen, sedangkan aneka warna yang berbeda mencerminkan komposisi
penyusun batuan yang bervariasi.

Bagi seorang geologis, apalagi sedimentologis, batuan sedimen menjadi proxy atau alat
untuk dapat digunakan sebagai perekam informasi kejadian di masa lampau, apakah hal itu
kondisi lingkungan, kondisi iklim, hingga kejadian katastrofi yang terjadi pada masa lampau.
Dari batuan sedimen, diharapkan kita dapat belajar memahami tentang penciptaan bumi dan
semesta, mengambil manfaat darinya, serta tetap menjaga kelestariannya.

39
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Batuan ialah segala macam material padat yang menyusun kulit bumi/kerak bumi, baik
yang telah padu maupun lepas.Material padat dapat terjadi dari agregat mineral yang tersusun
oleh 1 macam mineral maupun dari berbagai mineral.Batu adalah material padat dari agregat
mineral yang telah padu. Batuan beku merupakan batuan yang terbentuk dari magma yang
mendingin dan membeku.Batuan beku berdasarkan genetiknya yaitu batuan ekstruksi dan batuan
instrusi.
Batuan beku berdasarkan komposisi kimianya yaitu Salah satu klasifikasi batuan beku
dari senyawa oksidanya, sepreti SiO2, TiO2, AlO2, Fe2O3, FeO, MnO, MgO, CaO, Na2O, K2O,
H2O+, P2O5. Batuan beku berdasarkan mineraloginya,biasanya dipergunakan adalah mineral
kuarsa, plagioklas, potassium feldspar dan foid untuk mineral felsik. Sedangkan untuk mafik
mineral biasanya mineral amphibol, piroksen dan olovin. Struktur batuan beku ada 4, yaitu
struktur bantal, struktur vesikular, strutur aliran, struktur kekar.Deskripsi batuan
beku dikelompokkan menjadi 5, yaitu kelompok granit, kelompok synit, kelompok diorit,
kelompok gabro dan kelompok utra basa.

B. Saran
Itulah makalah dari kelompok kami, kami berharap semoga pembaca dapat memahami
dan mengerti isi makalah kami. Semoga makalah kami ini dapat menjadi sumber referensi
bagi perputakaan kita.

40
DAFTAR PUSTAKA

Mulyo, Agung. 2004. Pengantar Ilmu Kebumian. Bandung : Pustaka Setia.


Doddy, Setya Graha. 1987. Batuan dan Mineral. Bandung : Penuntun Praktikum.
Katili. J. A. DR. 2002. Geologi. Jakarta: Dep. Urusan Research Nasional.
Meurah, Cut,. dkk. 2006.Geografi SMA Kelas XI. Jakarta: PT. Phibetha Aneka Gama.
-http://miningundana07.wordpress.com/2009/10/08/batuan-sedimen-non-klastik/

41

Anda mungkin juga menyukai