Anda di halaman 1dari 27

LAPORAN PRAKTIKUM

FISIKA TERAPAN

ACARA III
(VISKOSITAS)

Kelompok 7 Rombongan 2
Oleh:
Muhamad Agung Riyadi
A1F018092

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
PURWOKERTO
2019
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kekentalan atau viskositas merupakan sifat dari suatu zat cair (fluida) yang

disebabkan adanya gesekan antara molekul-molekul zat cair dengan gaya kohesi

pada zat cair tersebut. Gesekan-gesekan inilah yang menghambat aliran zat cair.

Besarnya kekentalan zat cair (viskositas) dinyatakan dengan suatu bilangan yang

menentukan kekentalan suatu zat cair.

Viskositas dapat dinyatakan sebagai tahanan aliaran fluida yang merupakan

gesekan antara molekul – molekul cairan satu dengan yang lain. Suatu jenis cairan

yang mudah mengalir, dapat dikatakan memiliki viskositas yang rendah, dan

sebaliknya bahan-bahan yang sulit mengalir dikatakan memiliki viskositas yang

tinggi. Jadi semakin besar viskositas zat cair, maka semakin susah benda padat

bergerak didalam zat cair tersebut. Viskositas dalam zat cair, yang berperan adalah

gaya kohesi antar partikel zat cair.

Viskositas memiliki alat ukur yang disebut viskometer yang berfungsi untuk

mengukur koefisien gliserin, oli atau minyak. Viskositas banyak terdapat dalam

kehidupan sehari-hari seperti sirup, minyak goreng dan oli. Viskositas berguna

untuk kehidupan seperti sirup yang dikentalkan agar tetap awet.

Setiap zat cair memiliki zat cair yang khas,berbeda satu zat cair dengan zat

cair yang lain.Apa sebenarnya yang membedakan cairan itu kental atau

tidak.Kekentaln atau viskositas dapat dibayangkan sebagai peristiwa gesekan

1
antara satu bagian dengan bagian yang lain dalam fluida.Dalam fluida yang kental

perlu gaya untuk menggeser satu bagian fluida terhadap yang lain.

Diantara salah satu sifat zat cair adalah kental (viskos) dimana zat cair

memiliki kekentalan yang berbeda-beda materinya, misalnya kekentalan minyak

goreng dengan kekentalan oli. Dengan sifat ini zat cair banyak digunakan dalam

dunia otomotif yaitu sebagai pelumas mesin. Telah diketahui bahwa pelumas yang

dibutuhkan tiap-tiap mesin membutuhkan kekentalan yang berbeda-beda.

Berdasarkan pernyataan-pernyataan diatas maka perlunya dilakukan

praktikum mengenai viskositas dengan menggunakan beberapa cairan untuk

melihat kekentalan dari suatu cairan sampel tersebut.

B. Tujuan

Menentukan indeks viskositas zat cair sebagai dasar untuk penilaian mutu
bahan pangan

2
II. TINJAUAN PUSTAKA

Viskositas (kekentalan) dapat diartikan sebagai gesekan dibagian dalam suatu

fluida untuk menggerakan salah satu lapisan diatas lapisan lainnya.Koedisien

viskositas fluida didefinisikan sebagai perbandingan regangan

luncurnya.Viskositas fluida (cairan) dipengaruhi oleh temperatur.Jika temperature

naik,maka viskositas menjadi berkurang (Fitriyah,2013).

Viskositas terdapat pada zat cair maupun gas dan pada intinya merupakan

gaya gesekan antara lapisan-lapisan yang bersisian pada fluida saat lapisan-lapisan

tersebut bergerak satu melewati lainnya.Pada zat cair, viskositas muncul dari

tumbukan antar molekul.Fluida yang berbeda memiliki besar viskositas yang

berbeda, dan zat cair pada umumnya jauh lebih kental dai gas.Viskosimeter

merupakan alat untuk mengukur viskositas suatu fluida.Model viscometer yang

umum digunakan berupa viscometer bola jatuh (menggunakan hukum

stokes),tabung(pipa kapiler), yang mengukur viskositas yang berdasarkan tekanan

dalam aliran pipa dan system rotasi (Maulida,2010).

Pengukuran viskositas dilakukan dengan menggunakan viskometer

Ubbelohde yang termasuk jenis viscometer kapiler.Untuk penentuan viscometer

larutan polimer,viscometer kapiler yang paling tepat adalah viscometer

Ubbelohde.Pada viscometer Ubbelohde,pengukuran dapat dilakukan dengan

mementukan waktu yang dibutuhkan oleh sejumlah volume larutan untuk mengalir

diantara dua tanda kalibrasi.Wakti air larutan ini kemudian dibandingkan 12 dengan

waktu alir pelarut murninya.Dengan cara ini akan diperoleh nilai viskositas

3
spesifik,yang tidak mempunyai satuan.Secara umum,viskositas lebih banyak

dinyatakan dalam satuan poise.Terminologi viskositas yang menghubungkan dalam

poise dengan viskositas spesifik adalah viskositas kinematic,yang diperoleh dari

perkalian viskositas dengan densitas laruta.Viskositas kinematic dihubungkan

dengan viskositas spesifik melalui koefisien kinematic yang besarannya tergantung

pada viscometer kapiler yang digunakan (Rochima,2007).

Viskositas suatu fluida merupakan daya hambat yang disebabkan oleh

gesekan antara molekul-molekul cairan,yang mampu menahan aliran fluida

sehingga dapat dinyatakan sebagai indikator tingkat kekentalannya.Nilai kuantitatif

viskositas dapat dihitung dengan membandongkan gaya tekan per satuan luas

terhadap gradient kecepatan aliran dari fluida.Prinsip dasar ini yang dipergunakan

untuk menghitung viskositas secara eksperimen menggunakan metode putar,yaitu

dengan memasukan penghambat kedalam fluida dan kemudian diputar.Semakin

lambat penghambat putaran tersebut maka semakin tinggi nilai vsikositasnya

(Warsito,2012).

Dalam ilmu mekanika fluida dijelaskan bahwa fluida memiliki sifat-sifat

viskositas,berat jenis dan lainnya.semua fluda memiliki viskositas yang

berbeda,sebab itu gesekan aliran fluida berbeda.Gesekan pada aliran fluida akan

menentukan keadaan fisik aliran.Dalam Reynold Number dinyatakan bahwa

viskositas memiliki peranan penting dalam menentukan jenis aliran suatu

fluida.Fluida viskos yang mengalir melewati suatu benda padat akan terjadi

Boundary Layer pada permukaan benda tersebut.Lapisan batas ini menyatakan

daerah dimana efek viskositas fluida masih terjadi (Astawa,2009).

4
Viskositas merupakan ukuran kekentalan fluida yang menyatakan besar

kecilnya gesekan dalam fluida. Semakin besar viskositas fluida, maka semakin sulit

suatu fluida untuk mengalir dan juga menunjukkan semakin sulit suatu benda

bergerak didalam fluida tersebut. Didalam zat cair, viskositas dihasilkan oleh gaya

kohesi antara molekul zat cair sehingga menye- babkan adanya tegangan geser

antara molekul- molekul yang bergerak . Zat cair ideal tidak memiliki kekentalan.

(Ariyati,2010 )

Apabila zat cair tidak kental maka koefesiennya sama dengan nol sedangkan

pada zat cair kental bagian yang menempel dinding mempunyai kecepatan yang

sama dengan dinding. Bagian yang menempel pada dinding luar dalam keadaan

diam dan yang menempel pada dinding dalam akan bergerak bersama dinding

tersebut. Lapisan zat cair antara kedua dinding bergerak dengan kecepatan yang

berubah secara linier sampai V. Aliran ini disebut aliran laminer. Aliran zat cair

akan bersifat laminer apabila zat cairnya kental dan alirannya tidak terlalu

cepat (Sudarjo, 2008).

Viskositas menentukan kemudahan suatu molekul bergerak karena adanya

gesekan antar lapisan material. Karenanya viskositas menunjukkan tingkat

ketahanan suatu cairan untuk mengalir. Semakin besar viskositas maka aliran akan

semakin lambat. Besarnya viskositas dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti

temperatur, gaya tarik antar molekul dan ukuran serta jumlah molekul terlarut.

Fluida, baik zat cair maupun zat gas yang jenisnya berbeda memiliki tingkat

kekentalan yang berbeda. Pada zat cair, viskositas disebabkan karena adanya gaya

kohesi (gaya tarik menarik antara molekul sejenis). Sedangkan dalam zat gas,

5
viskositas disebabkan oleh tumbukan antara molekul. Viskositas dapat dinyatakan

sebagai tahanan aliaran fluida yang merupakan gesekan antara molekul – molekul

cairan satu dengan yang lain. Suatu jenis cairan yang mudah mengalir, dapat

dikatakan memiliki viskositas yang rendah, dan sebaliknya bahan-bahan yang sulit

mengalir dikatakan memiliki viskositas yang tinggi (Sarojo, 2009).

Viskositas (kekentalan) dapat dianggap suatu gesekan dibagian dalam suatu

fluida. Karena adanya viskositas ini maka untuk menggerakkan salah satu lapisan

fluida diatasnya lapisan lain haruslah dikerjakan gaya. Karena pengaruh gaya k,

lapisan zat cair dapat bergerak dengan kecepatan v, yang harganya semakin

mengecil untuk lapisan dasar sehingga timbul gradien kecepatan. Baik zat cair

maupun gas mempunyai viskositas hanya saja zat cair lebih kental (viscous) dari

pada gas tidak kental (Mobile ) (Martoharsono, 2006).

Lapisan-lapisan gas atau zat cair yang mengalir saling berdesakan karena itu

terdapat gaya gesek yang bersifat menahan aliran yang besarnya tergantung dari

kekentalan zat cair. Gaya gesek tersebut dapat dihitung dengan menggunakan

rumus: G = ŋ A (Ginting, 2011).

Sifat yang disebut viskositas fluida ini merupakan ukuran ketahanan sebuah

fluida terhadap deformasi atau perubahan bentuk.Viskositas suatu gas bertambah

dengan naiknya temperature,karena makin besarnya aktivitas molekuler ketika

temperature meningkat.Sedangkan pada zat cair,jarak antar molekul jauh lebih kecil

disbanding pada gas,sehingga kohesi molekuler disitu kuat sekali.Peningkatan

temperature mengirangi kohesi molekuler dan ini diwujudkan berupa berkurangnya

viskositas fluida (Olson,1993:21).

6
Dengan meningkatnya temperature,gaya kohesi ini berkurang dan

mengakibatkan berkurangnya hambatan terhadap gerakan.Hal ini karena viskositas

adalah indeks dari hambatan tersebut,maka viskositas berkurang dengan

meningkatnya temperature (Munson,2003).

Besarnya viskositas dipengaruhi oleh beberapa factor seperti suhu,gaya tarik

antar molekul dan ukuran serta jumlah molekul terlarut (Atkin,2006).

Dalam Wylie (1992),dinyatakan bahwa viskositas dapat dibedakan menjadi

dua yaitu viskositas dinamik dan viskositas kinematic.

Menurut Torryselly (2008), viskositas dinamik merupakan suatu sifat fluida

yang menghubungkan antara tegangan geser dengan laju perubahannya.Viskositas

dinamik dinotasikan dengan (ꞃ ),yaitu sama dengan rasio tegangan geser terhadap

kemiringan kecepatan.

Viskositas kinematik merupakan ukuran kekentalan atau tahanan dalam fluida

untuk mengalir oleh rapat jenisnya sendiri.Jika ditinjau dari sifat fisisnya,viskositas

kinamatik juga dapat dikatakan sebagai kemampuan perambatan energy dalam

suatu medium fluida tertentu.Sifat fisis yang ditunjukan oleh viskositas kinematic

fluida disebabkan oleh proses gerak partikel fluida akibat adanya suatu gaya yang

membuat partikel-partikel fluida tersebut bergerak.Partikel-partikel yang bergerak

merambatkan suatu energy satu sama lain dengan kecepatan tertentu (Wyle,1992).

7
III. METODE PRAKTIKUM

A. Alat dan bahan

1. Alat
a. Plastisin berbentuk bola

b. Gelas ukur 25 ml

c. Stopwatch

d. Neraca analitik

e. Jangka sorong

f. Mistar

g. Termometer

h. Corong

i. Pembakar Bunsen + kaki tiga

j. Gelas beaker

2. Bahan
a. Aquades

b. Minyak goring baru ( Tropical )

c. Minyak jelantah dari beberapa kali penggorengan ( Sabana )

8
B. Prosedur kerja

Diukur diameter plastisin dengan menggunakan jangka sorong dan

ditentukan volumenya.

Ditimbang masing-masing plastisin tersebut dan ditentukan massa

jenisnya.

Dimasukan zat cair kedalam gelas ukur 25ml dan beri perlakuan

pemanasan untuk minyak goreng baru oleh pembakar Bunsen yang

terdiri atas suhu 40°,60° dan 60°C

Ditentukan massa jenis zat cair yang akan dihitung koefisien

viskositasnya

Dijatuhkan kelereng kedalam zat cair dan diukur waktu tempuh

kelereng (t) untuk menempuh sampai dasar gelas ukur.

Diukur jarak minyak dari dasar gelas ukur sampai sampai atas

permukaan minyak

Dilakukan hal yang sama untuk kelereng dan zat cair lain pada

pemanasan yang berbeda

Dihitung nilai kekentalan viskositasnya

9
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil

No. Jenis zat Cair 𝜌 (g/cm3) benda 𝜌0 (g/cm3) zat t (s) 𝜂

cair

1. Aquades 1,17 g/cm3 1 g/cm3 2,6 0,05

2. Minyak baru tanpa 2,92 g/cm3 0,84 g/cm3 27 3,85

pemanasan

Minyak baru
3. 2,46 g/cm3 0,84 g/cm3 17,6 2,21
pemanasan 40⁰C

Minyak baru
4. 1,38 g/cm3 0,84 g/cm3 8,53 0,54
pemanasan 60⁰C

Minyak baru
5. 2,76 g/cm3 0,84 g/cm3 43,68 6,69
pemanasan 80⁰C

6. 1,92 g/cm3 0,93 g/cm3 9,28 0,76


Minyak jelantah

Perhitungan :

1. Aquadest

- Massa plastisin = 2,20 gram

- Diameter plastisin = 1,53 cm

10
- Jari jari plastisin = 0,76 cm

- h benda / d = 11 cm

- Waktu / t = 2,6 s
4
- Volume plastisin = 3 𝜋r3

4
= 3 3,14 (0,76)3

= 1,87 cm3
m
- 𝜌 benda = v

2,20
= 1,87

= 1,17 g/cm3

- 𝜌 aquadest = 1 g/cm3

2g
- 𝜂 = 9d (𝜌 - 𝜌0) tr2

2(10)
= (1,17 – 1) 2,6 (0,76)2
9(11)

= 0,05

2. Minyak baru tanpa pemanasan

- Massa plastisin = 2,39gram

- Diameter plastisin = 1,16 cm

- Jari jari plastisin = 0,58 cm

- h benda / d = 10,9 cm

- Waktu / t = 27 s
4
- Volume plastisin = 3 𝜋r3

4
= 3 3,14 (0,58)3

11
= 0,82 cm3
m
- 𝜌 benda = v

2,39
= 0,8

= 2,92 g/cm3

- 𝜌 minyak baru = 0,84 g/cm3

2g
- 𝜂 = 9d (𝜌 - 𝜌0) tr2

2(10)
= 9(10,9) (2,92– 0,84) 27 (0,58)2

= 3,85

3. Minyak baru pemanasan 40⁰C

- Massa plastisin = 2,46 gram

- Diameter plastisin = 1,23 cm

- h benda / d = 10,9 cm

- Waktu / t = 17,6 s
4
- Volume plastisin = 3 𝜋r3

4
= 3 3,14 (0,24)3

= 1,00 cm3
m
- 𝜌 benda = v

2,46
= 1

= 2,46 g/cm3

- 𝜌 minyak baru = 0,84 g/cm3

2g
- 𝜂 = 9d (𝜌 - 𝜌0) tr2

12
2(10)
= 9(10,9) (2,46 – 0,84) 17,6 (0,62)2

= 2,21

4. Minyak baru pemanasan 60⁰C

- Massa plastisin = 2,34 gram

- Diameter plastisin = 1,48 cm

- h benda / d = 10,5 cm

- Waktu / t = 8,53 s
4
- Volume plastisin = 3 𝜋r3

4
= 3 3,14 (0,74)3

= 1,69 cm3
m
- 𝜌 benda = v

2,34
= 1,69

= 1,38 g/cm3

- 𝜌 minyak baru = 0,84 g/cm3

2g
- 𝜂 = 9d (𝜌 - 𝜌0) tr2

2(10)
= 9(10,5) (1,38 – 0,84) 8,53 (0,74)2

= 0,54

5. Minyak baru pemanasan 80⁰C

- Massa plastisin = 2,88 gram

- Diameter plastisin = 1,26 cm

- h benda / d = 11,5 cm

13
- Waktu / t = 43,68 s
4
- Volume plastisin = 3 𝜋r3

4
= 3 3,14 (0,63)3

= 1,05 cm3
m
- 𝜌 benda = v

2,88
=
1,05

= 2,76 g/cm3

- 𝜌 minyak baru = 0,84 g/cm3

2g
- 𝜂 = 9d (𝜌 - 𝜌0) tr2

2(10)
= 9(11,5) (2,76 – 0,84) 43,68 (0,63)2

= 6,69

6. Minyak jelantah

- Massa plastisin = 2,09 gram

- Diameter plastisin = 1,27 cm

- h benda / d = 11 cm

- Waktu / t = 9,28 s
4
- Volume plastisin = 3 𝜋r3

4
= 3 3,14 (0,63)3

= 1,07 cm3
m
- 𝜌 benda = v

2,09
= 1,07

14
= 1,92 g/cm3

- 𝜌 minyak jelantah = 0,93 g/cm3

2g
- 𝜂 = 9d (𝜌 - 𝜌0) tr2

2(10)
= 9(11) (1,95 – 0,93) 9,28 (0,63)2

= 0,76

B. Pembahasan

Percobaan viskositas cairan ini bertujuan untuk mengetahui kekentalan zat

cair sebagai penilaian mutu bahan pangan dan untuk menyelidiki pengaruh suhu

terhadap kekentalan zat cair tersebut. Viskositas dapat terjadi karena adanya

interaksi antar molekul cairan.

Peningkatan viskositas dapat disebabkan karena adanya kontaminasi atau

penambahan dari bahan lain,Maupun karena peningkatan jumlah padatan terlarut

atau karena reaksi polimerisasi yang terjadi akibat pemanasan.Disisi lain

penambahan bahan tertentu dapat menurunkan viskositas bahan akibat efek

pengenceran atau terjadi karena hidrolisis bahan padatan yang terkandung dalam

suatu bahan.

Setiap benda yang bergerak didalam fluida ,mendapat gaya gesekan yang

disebabkan oleh kekentalan fluida tersebut sebanding dengan kecepatan realtif

benda tersebut terhadap fluida.Bahan uji yang digunakan dalam percobaan

15
viskositas ini adalah aquadest,minyak baru dan minyak jelantah dengan variabel

suhu 40°,60° dan 80°C.

Viskositas dalam aliran fluida kental sama saja dengan gesekan pada

gerak benda padat. Untuk fluida ideal viskositas sama dengan nol sehingga diang

gap bahwa benda yang bergerak pada fluida ideal tidak mengalami gesekan yang

disebabkan fluida. Akan tetapi, bila benda tersebut bergerak dengan kelajuan

tertentu dalam fluida kental, maka benda tersebut akan dihambat geraknya oleh

gaya gesekan fluida benda tersebut.Sebuah benda yang bergerak jatuh di dalam

fluida,ada tiga macam gaya yaitu Gaya gravitasi atau gaya berat (W) Gaya gravitasi

inilah yang menyebabkan benda bergerak ke bawah dengan suatu kecepatan,Gaya

apung atau gaya Archimedes (B) Arah gaya Archimedes ini keatas dan besarnya

sama dengan berat fluida yang dipindahkan oleh benda tersebut.Menurut

Archimedes adalah suatu benda yang dicelupkan pada sebagian atau seluruhnya ke

dalam zat cair maka benda itu akan mengalami gaya ke atas

yang besarnya itu sama dengan berat zat cair yang dipindahkan oleh benda

tersebut.Gaya gesek (Fg) besarnya lebih besar dari berat fluida.Viskositas cairan

juga dapat ditentukan berdasarkan jatuhnya benda melalui medium zat cair yaitu

berdasarkan hukum stokes.

Pada praktikum viskositas ini didapatkan data massa,diameter,volume dan

massa jenis plastisin yang dibuat seperti bola yang merupakan bahan dari uji

coba.Selain itu diperoleh juga data massa jenis fluida yang mana pada percobaan

ini digunakan fluida minyak baru dan minyak jelantah.Tujuan digunakannya bahan

yang berbeda dan dipanaskan pada suhu yang berbeda tersebut adalah agar dapat

16
membedakan kecepatan tempuh plastisin untuk mengetahui factor menyebabkan

plastisin memiliki kecepatan yang berbeda dan agar mengetahui viskosistas dari

masing-masing zat fluida. Setelah didapatkan data dari pengukuran-pengukuran

diatas lalu masing-masing komponen dihitung viskositasnya. Viskositas aquades

0,05,minyak baru tanpa pemanasan 3,85,minyak baru pemanasan 40° 2,21,minyak

baru pemanasan 60° 0,04,minyak baru pemanasan 80° 6,69,minyak jelantah 0,76.

Dari data yang didapat bahwa kenaikan suhu mempengaruhi terhadap tingkat

viskositas semakin tinggi suhunya maka semakin rendah tingkat viskositasnya,hal

ini sesuai dengan literatur Besarnya viskositas dipengaruhi oleh beberapa factor

seperti suhu,gaya tarik antar molekul dan ukuran serta jumlah molekul terlarut

(Atkin,2006).

17
V. PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Praktikan dapat mengetahui tingkat viskositas dari aquades dan minyak

serta faktor yang mempengaruhi tingkat viskositas.

2. Tingkat viskositas dipengaruhi oleh tekanan,suhu,kontaminasi zat lain dan

berat molekul.

3. Semakin tinggi suhu pada fluida maka semakin rendah tingkat viskositasnya

begitu juga sebaliknya.

4. Suatu gaya yang bergerak dalam fluida akan mendapat beberapa pengaruh

gaya antara lain gaya archimides,gaya gesek fluida gaya stokes dan gaya

gravitasi.

B. Saran

Sebaiknya lebih dilengkapi lagi alat-alat yang digunakan dalam percobaan

seperti viscometer dan alat yang lainnya.

18
DAFTAR PUSTAKA

Astawa, Ketut, Sukadana dan Karnata.2009. Study Eksperimental Jarak Terhadap

Koefisien Tekanan Silinder Ganda Diposisikan Alined. Jurnal Ilmiah Teknik

Mesin 3(4):133.

Atkin, P.2006.Physical Chemistry Eight Edition.Oxford:Oxford University Press.

Eka Suci Ariyati, 2010. Otomatisasi Pengukuran Koefisien Viskositas Zat Cair

Menggunakan Gelombang Ultrasonik, Fakultas Sain dan Teknologi

Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Fitriyah.2013. Pengaruh Penambahan Air dan Suhu Pemanasan Terhadap

Viskositas Ikan Petis. Jurnal Penelitian. Hal.1.

Ginting, Tjurmin. 2011. Penuntun Praktikum Kimia Dasar. LDB

UNSRI.Indralaya.

Martoharsono, Soemanto. 2006. Biokimia I. Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.

Maulida,R.H dan Rani,Erika. 2010. Analisis Karakeristik Pengaruh Suhu dan

Kontaminan Terhadap Viskositas Oli menggunakan Rotary Viskometer.

Jurnal Neutrino 3(20).

Munson, B.2003.Mekanika Fluida.Edisi Keempat.Jilid 1.Jakarta:Erlangga

Olson, R.1993.Dasar-Dasar Mekanika FluidaTeknik.Edisi

Kelima.Jakarta.Jakarta:PT Gramedia Pustaka Utama.


Rochima,Erna,Suhartono,M.T.,Syah,Dahrul,Sugiyono.2007.Viskositas dan Berat

Molekul Kitosan Hasil Reaksi Enzimatis Kitin Deasetilase Isolat.Bacillus

papandayan 1(5):11-12.

Sarojo, Ganijanti Aby. 2006. Seri Fisika Dasar Mekanika. Salemba Teknika.

Jakarta.

Sudarjo, Randy. 2008. Modul Praktikum Fisika Dasar I. Universitas Sriwijaya.

Inderalaya.

Torryselly, P . O. 2008. Analisa Efek Secendory Flow Pada Pipa Bulat dan

Kontak.Skripsi.Depok: UI

Warsito,Suciati,S.W.,Isworo,Dyan.2012. Desain dan Analisis Pengukuran

Viskositas dengan Metode Bola Jatuh Berbasis Sensor Optocupler dan Sistem

Akuisinya Pada Komputer. Jurnal Natur Indonesia 3(8):231.

Wylie,E.B. 1992.Mekanika Fluida.Erlangga.Jakarta.


LAMPIRAN

No. Gambar Keterangan

1. Pengukuran diameter plastisin

menggunakan jangka sorong.

2. Proses pemanasan zat cair

(minyak goreng).

3. Zat cair (minyak goreng) dituang

kedalam gelas ukur.


Plastisin dimasukan ke dalam zat

cair.
4.

5. Proses pengukuran jarak minyak

dari dasar gelas ukur sampai atas

permukaan minyak.

Anda mungkin juga menyukai