Anda di halaman 1dari 12

PRE PLANNING PENYULUHAN LINGKUNGAN DAN RUMAH SEHAT

Disusun oleh:
KELOMPOK 1 PROFESI NERS UNISSULA

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG
2015/2016
PRE PLANNING PENYULUHAN LINGKUNGAN DAN RUMAH SEHAT

RW 03 KELURAHAN PENGGARON LOR – SEMARANG

Pokok Bahasan : Penyuluhan lingkungan dan rumah sehat


Sub Pokok Bahasan : Lingkungan dan rumah sehat
Sasaran / Target : Masyarakat di RW 03
Hari / Tanggal : Minggu, 25 Oktober 2015
Waktu : Pukul 08.00 WIB – Selesai
Tempat : Rumah Pak Kisno RT 05 RW 3 Kel. Penggaron Lor

A. LATAR BELAKANG

Perumahan sehat merupakan konsep dari perumahan sebagai faktor yang dapat

meningkatkan standar kesehatan penghuninya. Konsep tersebut melibatkan pendekatan

sosiologis dan teknis pengelolaan faktor risiko dan berorientasi pada lokasi, bangunan,

kualifikasi, adaptasi, manajemen, penggunaan dan pemeliharaan rumah di lingkungan

sekitarnya.

Sarana lingkungan adalah fasilitas penunjang yang berfungsi untuk

penyelenggaraan dan pengembangan kehidupan ekonomi, sosial, dan budaya. Prasarana

lingkungan adalah kelengkapan dasar fisik lingkungan yang memungkinkan lingkungan

pemukiman dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa rumah sehat adalah bangunan tempat

berlindung dan beristirahat serta sebagai sarana pembinaan keluarga yang menumbuhkan

kehidupan sehat secara fisik, mental dan sosial, sehingga seluruh anggota keluarga dapat

bekerja secara produktif. Oleh karena itu keberadaan perumahan yang sehat, aman,

serasi, teratur sangat diperlukan agar fungsi dan kegunaan rumah dapat terpenuhi dengan

baik.
Hasil wawancara dengan ketua RW 3 mengatakan bahwa warga RW 3

memang agak sulit untuk di ajak melakukan kegiatan untuk kesehatan lingkungan di

tinjau dari hasil observasi yang di lakukan, dengan penjelasan ini, untuk memperlancar

upaya penyuluhan yang ada diperlukan peran serta dari masyarakat. Adapun alasan lain

mengadakan penyuluhan ini untuk memberikan informasi kesehatan tentang lingkungan

dan rumah sehat yang ada di RW 03 Kelurahan Penggaron Lor.

B. TUJUAN

1. Tujuan Umum

Warga RW 3 Kel. Penggaron Lor dapat mengetahui dan memahami tentang

manfaat Lingkungan dan Rumah Sehat serta mau melaksanakan penyuluhan dengan

membuat lingkungan dan rumahnya lebih sehat setelah mendapatkan penyuluhan

tentang lingkungan dan rumah Sehat, diharapkan pencapaian hasil 75%.

2. Tujuan khusus

Setelah dilakukan pertemuan:

a. Warga dapat menjelaskan pengertian Rumah Sehat

b. Warga dapat menjelaskan syarat-syarat Rumah Sehat.

c. Warga dapat menjelaskan alasan dibuatnya Rumah Sehat.

d. Warga dapat menjelaskan cara membuat rumahnya lebih sehat.


C. SETTING TEMPAT
4
5

4 4
1
2
6
3

4 5
4
4

KETERANGAN :

1. Pembimbing

2. MC & Penyaji

3. Kader, TOMA & TOGA

4. Fasilitator

5. Ketua RT 1-8, Ketua RT dan Ketua RW

6. Masyarakat/Warga

D. TAHAP KEGIATAN

No Langkah- Waktu Kegiatan Kegiatan Media

langkah penyuluh sasaran

1 Pendahuluan 10 menit Mengucapkan Mahasiswa Sound


salam,
dan ketua system
Memperkenalkan
RW
diri, Sambutan –
sambutan,
Menjelaskan
tujuan
Penyuluhan
Mengajukan

kontrak waktu

2 Penyajian 30 menit Menyampaikan Mahasiswa Leaflet

(Brain materi

storming)

3 Evaluasi 10 menit Mengevaluasi Mahasiswa sound


hasil
system
Penyuluhan,
Membuat
kesimpulan hasil
kegiatan
Penyuluhan

4 Penutup 10 menit pembacaan doa, mahasiswa sound

Mengucapkan system

terima kasih

dan salam

penutup

E. SUSUNAN ACARA

1. Pembukaan oleh Pembawa Acara (Ahmad Lutfi. S)

2. Penyuluhan :

- Aghania Zahara

- Amaliya Husna

- Ekky Adietia Saputra

3. Penutup
F. URAIAN TUGAS SOSIALISASI

1. Ketua : Ekky Adietia saputra

Bertanggung jawab dan mengkoordinasi pelaksanaan penyuluhan di RW 03

Kelurahan Penggaron Lor.

2. Sekretaris : Andi melisa Indra Sari

Mengagendakan seluruh proses dan hasil Penyuluhan

3. Bendahara : Arista Raisatur

Mengkoordinasi pemasukan dan pengeluaran selama Penyuluhan

4. Humas : Ahmad lutfi

Mengkoordinasi dalam membina hubungan baik dengan TOGA (tokoh agama),

TOMA (tokoh masyarakat), Remaja masjid, dan pengurus RW serta kader

5. Perlengkapan : Adnan Angga F, Untung Supriyanto

Bertanggung jawab mempersiapkan tempat dan peralatan yang dibutuhkan saat

Penyuluhan.

9. Dokumentasi : Anny Ramadhan

G. RENCANA EVALUASI KEGIATAN

1. Struktur

 Pre Planning / SAP sudah dibuat dan di konsulkan oleh pembimbing

 Media untuk kegiatan penyuluhan sudah dibuat

 Undangan sudah dibagikan kepada semua ketua RT, RW dan Lurah

 Masyarakat dapat hadir semua tanpa ada penolakan

2. Proses

- Kegiatan Penyuluhan sesuai dengan rencana waktu dari pukul 08.00- 09.00 WIB

- Masyarakat mengikuti kegiatan sampai selesai.

- Masyarakat menerima kegiatan yang telah disampaikan


3. Hasil

 Diharapkan 80 % undangan hadir.

 Masyarakat mengetahui tujuan dan pelaksanaan penyuluhan

 Masyarakat mau bekerjasama dengan mahasiswa.


Semarang, 21 Oktober 2015
Ketua, Sekretaris,

(Adhitya Saputra, S.Kep) (Andi Melisa Indra S, S.Kep)

Mengetahui,
Pembimbing Akademik

(Ns. Iskim Luthfa, M.Kep.)


RUMAH SEHAT

1. Pengertian

Menurut WHO sehat adalah keadaan fisik, mental dan sosial yang baik

sempurna serta tidak hanya terbebas dari penyakit atau kecacatan. Sehingga yang

dimaksud rumah sehat adalah rumah yang mendukung penghuninya untuk dapat

hidup sehat.

2. Syarat-syarat Rumah Sehat dan alasan dibuatnya Rumah Sehat.

a. Tersedia air bersih, ada penampungan air bekas, ada tempat sampah, ada jamban,

ada saluran pembuangan air hujan.

1) Air bersih adalah air yang jernih, tidak berbau, tidak berwarna/berasa, dan

bebas dari jentik nyamuk.

2) Sebaiknya sampah dipisahkan antara sampah organik/basah dan sampah

anorganik/kering agar lebih ramah lingkungan. Bahaya dari pencemaran

sampah :

a) Pengotoran udara, seperti bau busuk dan asap

b) Pengotoran air, mengganggu pemandangan

c) Sampah dapt menyumbat saluran air, parit atau got, sehingga dapat

menyebabkan banjir yang merusak jalan dan bangunan.

d) Sampah dapat menimbulkan kecelakaan, seperti luka terkena paku, beling,

pecahan kaca atau dapat menyebabkan kebakaran.

e) Sampah dapat menjadi sarang lalat, Tikus, nyamuk, lipas atau kecoa yang

dapat menyebarkan bibit penyakit.

f) Anak-anak yang bermain didekat tempat sampah bisa mengakibatkan

gatal-gatal, kudis, koreng ataupun kurap


3) Adanya jamban rumah akan menghindari anggota keluarga dari berbagai

penyakit, kecelakaan, dan lain sebaginya.

4) Adanya saluran atau penampungan air hujan akan menghindari genangan air

yang dapat menyebabkan adanya jentik nyamuk.

b. Mempunyai halaman rumah dan harus selalu bersih.

Halaman rumah bisa dimanfaatkan untuk ditanami pohon yang menghasilkan

buah, tanaman hias, sayuran dan lain sebagainya. Kebersihan rumah dan halaman

akan menghindari penyakit.

c. Pekarangan ditanami tumbuh-tumbuhan yang bermanfaat.

d. Ruangan rumah cukup luas dan tidak padat penghuninya.

Hal ini untuk menyediakan udara yang cukup dalam rumah dan untuk

menghindari penularan penyakit antar anggota keluarga, misalnya, sakit batuk,

batuk pilek, flu, sakit mata, TBC paru, sakit kulit, dll.

e. Kandang ternak terpisah paling tidak 10 meter jaraknya dari rumah.

Karena di kandang sering banyak lalat dan nyamuk. Lalat dan nyamuk dapat

menularkan penyakit. Selain itu, kotoran ternak berbau, dan merusak pandangan,

serta jadi sumber penyakit tetanus.

f. Ada jalan keluar untuk asap dapur melalui lubang langit-langit.

Supaya rumah tidak pengap dan ada sarana untuk keluarnya asap dapur yang

banyak mengandung gas karbon dioksida yang berbahaya bagi kesehatan.

g. Dinding dan lantai harus kering, tidak lembab.

Hal ini untuk menghindari tumbuhnya jamur, dan kuman penyakit lainnya.

h. Kamar-kamar harus berjendela. Ada lubang angin, dan sinar matahari dapat

masuk ruangan rumah.


1) Agar udara kotor dalam kamar dapat berganti dengan udara bersih dari luar

rumah.

2) Agar sinar matahari dapat masuk ke dalam kamar dan dapat membunuh

kuman penyakit.

3) Agar kamar tidak lembab, basah, pengap, dan berbau tidak sedap.

4) Agar ruangan menjadi terang sehingga mudah dibersihkan.

i. Dimanapun tidak terdapat jentik-jentik nyamuk, kecoa dan tikus.

Nyamuk dapat menyebabkan bernagai penyakit, sedangkan kecoa dan tikus

juga dapat menjadi vektor penyebaran penyakit.

j. Rumah sehat juga berarti aman dari hal-hal yang dapat meimbulkan kecelakaan

seperti robohnya rumah, kebakaran, jatuhnya anggota keluarga ke dalam sumur,

dan lain sebaginya.

3. Cara membuat rumah lebih sehat

a. Cara menjaga agar rumah dapat bebas dari jentik nyamuk:

1) Bersihkan bak air, bak kamar mandi, seminggu sekali

2) Tutup rapat-rapat wadah penampung air

3) Gantilah air vas bunga, air minum burung, seminggu sekali

4) Timbunlah didalam tanah, atau simpanlah barang-barang bekas, agar tidak

terisi air hujan dan dijadikan sarang nyamuk

5) Tutup lubang pada pagar dengan tanah, supaya tidak dijadikan sarang

nyamuk.

6) Alirkan air hujan dan air bekas agar tidak menggenang. Sebab genangan air

dapat menjadi sarang nyamuk.

b. Cara membuat rumah yang aman dari kecelakaan

1) Konstruksi rumah harus kuat sehingga tidak mudah roboh.


2) Buat sarana pencegahan terjadinya kecelakaan di sumur, kolam, dan tempat

lain terutama dari anak-anak.

3) Atur rumah agar tidak mudah terjadi kebakaran.

4) Sediakan alat pemadan kebakaran.