Anda di halaman 1dari 19

TEKNOLOGI POLIMER

KASUR BUSA

DISUSUN OLEH :
NABILAH AULIA PUTRI 18521027

VANNISYA RIFINA PUTRI 18521032

M RUSDI BAIQUNI 18521044

1
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa penulis dapat
menyelesaikan tugas pembuatan makalah yang berjudul “Polimer” dengan lancar. Dalam
penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi. Namun penulis
menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan,
dan bimbingan orang tua, sehingga kendala-kendala yang penulis hadapi teratasi.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang Kimia, yang kami
sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan
berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun
dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah akhirnya makalah ini dapat
terselesaikan.
Akhir kata semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan penulis
pada khususnya, penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari
sempurna, untuk itu penulis menerima saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan
kearah kesempurnaan. Akhir kata penulis sampaikan terimakasih.

Yogyakarta, 17 Oktober 2019

2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………………………………………………..…………….2

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG…………………………………….……………..4
B. TUJUAN………………………………………………………….……..4
C. RUMUSAN MASALAH…………………………………..……………5
D. METODE PENDEKATAN…………………………………….……….5
E. MANFAAT PENYUSUNAN MAKALAH……………………………..5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. PENGERTIAN POLIMER…………………………………………………..6
B. JENIS-JENIS POLIMER……………………………………………………7
C. KEGUNAAN POLIMER……………………………………………………8
D. MANFAAT POLIMER……………………………………………...……..11
E. METODE PEMBUATAN POLIMER………………………………..……13

BAB III BAHAN BAKU BUSA……………………………………………..……14

BAB IV PROSES PEMBUATAN KASUR BUSA……………………………….15

BAB V PEMBAHASAN……………………………………………………….....16

BAB VI KESIMPULAN……………………………………………………...…..18

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………..…19

3
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Dalam kehidupan sehari-hari, tanpa disadari kita sering menggunakan berbagai bahan
kimia. Bahan kimia yang banyak digunakan didalam kehidupan sehari-hari memang tidak
memberikan akibat secara langsung dan cepat namun, membutuhkan waktu lama. Salah satu
barang yang bersifat kimia dan banyak kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari yakni polimer.
Kita mungkin tahu polimer yang merupakan suatu golongan bahan kimia yang banyak digunakan
dalam kehidupan kita sehari-hari maupun dalam industri.
Polimer merupakan molekul raksasa (makromolekul) yang terbentuk dari susunan ulang
ratusan bahkan ribuan molekul sederhana yang disebut monomer. Oleh karena itu polimer
mempunyai massa molekul relatif yang sangat basar. Tanpa disadari bahanbahan yang kita
gunakan seperti pakaian, botol minum, map plastik, kasur, dan lain-lain terbuat dari polimer.
Bahan-bahan polimer alam yang sejak dahulu telah dikenal dan dimanfaatkan adalah kapas, wol,
dan damar. Polimer sintesis mulai dikenal pada tahun 1925, dan setelah hipotesis makromolekul
yang dikemukakan oleh Staudinger mendapat hadiah Nobel pada tahun 1955, teknologi polimer
mulai berkembang pesat. Beberapa contoh polimer sintesis yang ada dalam kehidupan sehari-hari,
antara lain serat-serat tekstil poliester dan nilon, plastik polietilena untuk botol susu, karet untuk
ban mobil dan plastik poliuretana untuk jantung buatan. Penggunaan polimer pada bidang industri
begitu besar seperti yang digunakan dalam industri rumah tangga, otomotif, pesawat terbang dan
lain sebagainya. Beberapa senyawa penting dalam tubuh makhluk hidup, yaitu karbohidrat
(polisakarida), protein, dan asam nukleat, juga merupakan polimer.

B. TUJUAN
Tujuan pembuatan makalah ini adalah salah satu proses kegiatan belajar Teknologi Polimer
yang sedang dipelajari dan dibahas di semester 3 prodi Teknik Kimia 2018 /2019 agar dapat
memperoleh pengetahuan mengenai materi pembelajaran yang di pelajari, serta mengenal lebih
jauh lagi pemahaman para mahasiswa tentang materi tersebut.

4
C. RUMUSAN MASALAH
1. Apakah yang dimaksud dengan polimer?
2. Apa saja jenis-jenis polimer?
3. Apa kegunaan polimer?
4. Apa bahan baku yang digunakan pada kasur busa?
5. Bagaimana proses pembuatan kasur busa?

D. METODE PENDEKATAN
Metode pendekatan makalah dan presentasi ini berdasarkan sumber-sumber materi
berkaitan yang berasal dari buku-buku, internet, dan referensi lainnya sebagai pelengkap
penyusunan makalah ini.

E. MANFAAT PENYUSUNAN MAKALAH


1. Melatih untuk mengembangkan keterampilan membuat makalah.
2. Melatih untuk menggabungkan hasil karya tulis dari berbagai sumber.
3. Memperluas dan menambah cakrawala ilmu pengetahuan

5
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian Polimer
Suatu molekul raksasa (makromolekul) yang terbentuk dari susunan ulang molekul kecil
yang terikat melalui ikatan kimia disebut polimer (poly = banyak;mer = bagian). Suatu
polimer akan terbentuk bila seratus atau seribu unit molekul yang kecil (monomer), saling
berikatan dalam suatu rantai. Jenis-jenis monomer yang saling berikatan membentuk suatu
polimer terkadang sama atau berbeda. Sifat-sifat polimer berbeda dari monomer-monomer
yang menyusunnya.
1. Contoh Polimer
Teflon (politetra-fluoroetilena) yang berwujud padat dibuat bila molekul-molekul gas
tetra-fluoroetilena bereaksi membentuk rantai panjang. Contoh lain, molekul-molekul
gas etilena bereaksi membentuk rantai panjang plastik polietilena yang ada pada kaleng
susu. Vinil klorida, propena, tetra-fluoroetilena, dan stirena. Monomer akrilonitril
membentuk polimer poliakrilonitril (PAN), yang dikenal dengan nama orlon, dan
digunakan sebagai karpet dan pakaian “rajutan”. Ikatan rangkap pada karbon dalam
monomer berubah menjadi ikatan tunggal, dan berikatan dengan atom karbon lain
membentuk polimer.
2. Struktur Polimer
Bila Anda ingin memahami struktur polimer, Anda dapat mengidentifikasi monomer
yang secara berulang-ulang menyusun polimer tersebut. Karena polimer merupakan
molekul yang besar, maka polimer umumnya disajikan dengan menggambarkan hanya
sebuah rantai. Sebuah rantai yang digambarkan tadi harus mencakup paling tidak satu
satuan ulang yang lengkap.
Selulosa, merupakan komponen utama tumbuhan, suatu senyawa organik yang
kemungkinan sangat berlimpah di bumi. Bahan tumbuhan ini ditemukan di dalam
dinding sel buah-buahan dan sayuran, tidak dapat dicerna oleh manusia. Selulosa yang
melewati sistem pencernaan makanan tidak diubah, namun digunakan sebagai serat
makanan yang diterima sistem pencerna makanan manusia dengan baik. Panjang

6
molekul selulosa berjarak dari beberapa ratus hingga beberapa ribu unit glukosa,
tergantung dari sumbernya.
Selulosa merupakan polimer yang ditemukan di dalam dinding sel tumbuhan seperti
kayu, dahan, dan daun. Selulosa itulah yang menyebabkan struktur-struktur kayu,
dahan dan daun menjadi kuat. Dapatkah Anda menemukan bagian dari struktur
molekul selulosa yang diulang? Ingat bahwa bagian cincin dari molekul selulosa
semuanya identik. Ada satuan-satuan monomer yang bergabung membentuk polimer.
Glukosa adalah nama monomer yang ditemukan di dalam selulosa. Satuan glukosa
yang digambarkan dalam bentuk sederhana tanpa atom karbon dan hidrogen. Struktur
lengkap glukosa digambarkan sebagai berikut.

B. Jenis – Jenis Polimer


1. Poly Ethylene (PE)
Barang Plastik Yang Digunakan Sebagai Packing Minuman Atau Barang Cairan.
2. Poly Propylene (PP)
Bahan Plastik Yang Digunakan Untuk Dipakai Pada Packing Makanan Kering Atau
Snack.
3. Poly Vinly Chlorine (PVC)
Bahan Plastik Yang dipergunakan Untuk Packing Botol Minyak,Daging,Pipa Air Dan
Jendela Plastik.
4. Oriented Polystyrene (OPP)
Sangat Bening,Kurang Tahan Panas.
5. High Density Polyethylene (HDPE)
Bahan Plastik Yang Berwarna Putih susu Atau Putih Bersih.
6. Karet Bahan
Adalah Karet Yang Berupa Karet Gelang Bersifat Transparant,Kuat dan Elastis.
7. Low Density Polyethylene (LDPE)
Bahan Plastik Yang digunakan Untuk Pelapis Kaleng.
8. Polyethylene Terephthalate (PET)
Adalah Polimer Jernih Dan kuat Dengan Sifat-sifat Penahan Gas Dan Kelembaban.

7
9. Polystyrene(PS)
Bersifat Berubah Bentuk Dan Berbunyi.
10. Lunchbox Polystyrene
Bahan Plastik Yang Digunakan Untuk Packing Makanan Ringan,Nasi,Dll.
11. Plastik Cor
Adalah Bahan Plastik Yang Bisa dipergunakan Untuk Pengecoran Bangunan.

C. Kegunaan Polimer
1. Polietena
Polietilena (disingkat PE) (IUPAC: Polietena) adalah termo plastik atau merupakan
polimer plastik yang sifatnya ulet (liat), massa jenis rendah, lentur, sukar rusak apa
bila lama dalam keadaan terbuka di udara maupun apabila terkena tanah lumpur, tetapi
tidak tahan panas. Kegunaan polietena adalah untuk memproduksi lembaran
untuk kantong plastik, pembungkus halaman, ember, dsb.
2. Polipropena
Polipropilena atau polipropena (PP) adalah sebuah polimer termo-plastik yang
dibuat oleh industri kimia dan digunakan dalam berbagai aplikasi, diantaranya
pengemasan, tekstil (contohnya tali, pakaian dalam termal, dan karpet), alat tulis,
berbagai tipe wadah terpakaikan ulang serta bagian plastik, perlengkapan labolatorium,
pengeras suara, komponen otomotif, dan uang kertas polimer. Plastik ini juga
digunakan untuk membuat botol plastik, karung, bak air, tali, dan kanel listrik
(insulator). Polimer adisi yang terbuat dari propilena monomer, permukaannya tidak
rata serta memiliki sifat resistan yang tidak biasa terhadap kebanyakan pelarut kimia,
basa dan asam. Polipropena biasanya didaur-ulang, dan simbol daur ulangnya adalah
nomor "5" : nomor 5 yang dkelilingi sebuah simbol daur ulang, dengan huruf "P P" di
bawah.Polipropena mempunyai sifat yang sama dengan polietena. Oleh karena
plastik ini juga banyak diproduksi, hanya kekuatannya lebih besar dari polietena dan
lebih tahan panas serta tahan terhadap reaksi asam dan basa.

8
3. PVC
Polivinil klorida(IUPAC: Poli(kloroetanadiol)), biasa disingkat PVC, Plastik PVC
bersifat termo plastik dengan daya tahan kuat. Plastik ini juga bersifat tahan serta
kedap terhadap minyak dan bahan organik. Ada dua tipe plastik PVC yaitu bentuk
kaku dan bentuk fleksibel. Plastik bentuk kaku digunakan untuk membuat konstruksi
bangunan, mainan anak-anak, pipa PVC(paralon), meja, lemari, piringan hitam, dan
beberapa komponen mobil. Adapun plastik bentuk fleksibel, jenis ini digunakan untuk
membuat selang plastik dan isolasi listrik. Dalam hal penggunaannya, plastic PVC
menempati urutan ketiga dan sekitar 68% digunakan untuk konstruksi bangunan (pipa
saluran air).
4. Teflon
Teflon merupakan nama lain dari Politetrafluoroetena (PTFE). Teflon merupakan
lapisan tipis yang sangat tahan panas dan tahan terhadap bahan kimia. Teflon
digunakan untuk pelapis wajan (panci anti lengket), pelapis tangki dipabrik kimia, pipa
anti patah, dan kabel listrik.
5. Polibutaena
Polibutadien adalah karet sintetis yang merupakan polimer terbentuk dari proses
polimerisasidari monomer 1,3-butadiena. Memiliki resistensi yang tinggi terhadap aus
dan digunakan terutama dalam pembuatan ban. Ini juga telah digunakan untuk melapisi
atau merangkum rakitan elektronik, menawarkan tahanan listrik yang sangat tinggi.
Polibutadiena paling banyak digunakan untuk membuat ban mobil. Karet ini juga dapat
digunakan pada bantalan kereta api, blok jembatan, bola golf,selang air, dll.
6. Poliester
Poliester adalah suatu kategori polimer yang mengandung gugus fungsional ester
dalam rantai utamanya. Meski terdapat banyak sekali poliester, istilah "poliester"
merupakan sebagai sebuah bahan yang spesifik lebih sering merujuk pada polietilena
tereftalat (PET). Poliester termasuk zat kimia yang alami, seperti yang kitin dari kulit
ari tumbuhan, maupun zat kimia sintetis seperti polikarbonat dan polibutirat. Dapat
diproduksi dalam berbagai bentuk seperti lembaran dan bentuk 3 dimensi, poliester
sebagai termoplastik bisa berubah bentuk sehabis dipanaskan. Walau mudah terbakar
di suhu tinggi, poliester cenderung berkerut menjauhi api dan memadamkan diri sendiri

9
saat terjadi pembakaran. Serat poliester mempunyai kekuatan yang tinggi dan E-
modulus serta penyerapan air yang rendah dan pengerutan yang minimal bila
dibandingkan dengan serat industri yang lain. Poliester digunakan untuk membuat
botol, film, tarpaulin, kano, tampilan kristal cair,hologram,penyaring, saput (film)
dielektrik untuk kondensator, penyekat saput buat kabel dan pita penyekat. Kain
poliester tertenun digunakan dalam pakaian konsumen dan perlengkapan rumah seperti
seprei ranjang, penutup tempat tidur, tirai dan korden. Poliester industri digunakan
dalam pengutan ban, tali, kain buat sabuk mesin pengantar (konveyor), sabuk
pengaman, kain berlapis dan penguatan plastik dengan tingkat penyerapan energi yang
tinggi. Fiber fill dari poliester digunakan pula untuk mengisi bantal dan selimut
penghangat.
7. Nilon 66
Nylon 6-6, juga disebut sebagai nilon 6,6, adalah jenis nilon. Nylon terdapat dalam
berbagai jenis, dua yang paling umum untuk industri tekstil dan plastik adalah: nilon 6
dan nilon 6,6.Nilon digunakan untuk banyak hal, seperti serat karpet, pakaian, airbag,
ban, tali, selang, stoking, parasut, dll.
8. Polistirena
Polistirena adalah sebuah polimer dengan monomer stirena, sebuah hidrokarbon cair
yang dibuat secara komersial dari minyak bumi. Pada suhu ruangan, polistirena
biasanya bersifat termoplastik padat, dapat mencair pada suhu yang lebih tinggi.
Stirena tergolong senyawa aromatik. Polistirena padat murni adalah sebuah plastik tak
berwarna, keras dengan fleksibilitas yang terbatas yang dapat dibentuk menjadi
berbagai macam produk dengan detil yang bagus. Penambahan karet pada
saat polimerisasi dapat meningkatkan fleksibilitas dan ketahanan kejut. Polistirena
jenis ini dikenal dengan nama HighImpact Polystyrene (HIPS). Polistirena murni yang
transparan bisa dibuat menjadi beraneka warna melalui proses compounding
Polistirena banyak dipakai dalam produk-produk elektronik sebagai casing, kabinet dan
komponen-komponen lainya. Peralatan rumah tangga yang terbuat dari polistirena :
sapu, sisir, baskom, gantungan baju, ember.

10
9. Fleksiglas
Polimetil Metakrilat disingkat PMMA mempunyai nama dagang flexiglass. Polimetil
metakrilat merupakan polimerisasi adisi dari monomer metil metakrilat (H2C = CH-
COOH3). PMMA merupakan plastik yang kuat dan transparan. Polimer ini digunakan
untuk jendela pesawat terbang dan lampu belakang mobil (kaca alkrilik).

D. Manfaat Polimer
1. Manfaat Polimer Plastik
Plastik berasal dari polimerisasi adisi dari berbagai monomer ikatan rangkap. Berikut
contoh polimer plastik dan manfaatnya.
- Polietena
Polietena merupakan polimerisasi dari monomer etena. Polietena punya titik didih
110o C dan banyak dimanfaatkan untuk botol, film, pembungkus, dan isolator alat-
alat listrik.
- Polipropilena
Merupakan gabungan molekul-molekul propena. Mirip sifatnya dengan polietena
namun lebih kuat. Polipropilena banyak digunakan untuk membuat tali, botol,
karung, dan sebagainya.
- Polivinilklorida(PVC)
Sobat hitung pernah dengan pipa PVC yang biasanya untuk membuat saluran air?
Pipa itu terbuat dari Polivinilklorida. Manfaat polimer untuk membuat pipa, pelapis
lantai, dan tongkat.
- Teflon(PTFE)
Politetrafluoroetena (PTFE) atau teflon terutama digunakan untuk pelapis alat-alat
memasak. Teflon bersifat ulet, kenyal, tahan zat kimia, tak mudah terbakar, isolator
listrik dan panas yang baik, tak mudah lengket dan menempel. Dengan ada teflon
di alat/panci masak untuk menggoreng sangat memudahkan kita memasak dan
mencucinya.
- Polivinil Asetat (PVC)
sebagai bahan pengemulsi cat.

11
- Polistirena
Polistirena merupakan gabungan dari stirena. Manfaat polimer ini sebagai
pembungkus makanan dan minuman (gelas plastik).
- Polimetil Metakrilat (PMMA)
Bentuknya plastik bening. Strukturnya keras namun ringan sehingga banyak
dimanfaatkan sebagai pengganti gelas dan kaca pesawat terbang.

2. Manfaat Polimer Karet


- Karet Alam
Karet alam terdiri dari rangkaian isoprena yang berasal dari alam. Sobat tahu ban
mobil? Manfaat polimer ini terbesar adalah sebagai ban kendaraan. Karet yang
awalnya lunak akan menjadi keras setelah di vulkanisir dengan menambahkan
sedikit belerang.
- Karet Sintesis
 Neoprena : tahan terhadap bensin, minyak tanah, lemak sehingga
banyak dimanfaatkan untuk bahan membuat selang karet, sarung tangan,
dan sebagainya
 Karet Nitril : manfaat polimer ini mirip seperti Neoprena
 Styrena Butadiena Rubber (SBR) : kalau yang alami kita punya karet alam
kalau yang sintesis kita punya SBR. Manfaat polimer ini sebagai bahan
ban motor.
3. Serat Sintetis
- Nilon 66
Merupakan polimer dari heksa metilen diamina dan asam adipat. Disebut nilon 66
karena baik heksa metilen diamina dan asam adipat masing-masing mempunyai 6
atom karbon. Karena sifatnya ulet, melar, dan kuat maka banyak digunakan untuk
bahan membuat tali, jala, parasit, tenda, dan sebagainya.
- Orlon (Poliakrilonitril)
Manfaat polimer sebagai bahan karpet dan pakaian.
- Dacron (Ploetilentreftalat)
Dacron banyak digunakan sebagai kemasan minuman dengan kualitas yang baik.

12
E. Metode Pembuatan
Metode pembuatan polimer melalui polimerisasi kondensasi dan adisi.
1. Polimerisasi kondensasi adalah polimerisasi yang disertai dengan pembentukan molekul
air (H2O). Sebagian dari molekul monomer tidak termasuk dalam polimer akhir.
2. Polimerisasi adisi adalah polimerisasi yang di sertai dengan pemutusan ikatan rangkap
diikuti oleh adisi monomer. Monomer mengadisi monomer lain sehingga produk
polimer mengandung semua atom yang ada pada monomer awal.

13
BAB III

BAHAN BAKU BUSA

1. POLYOL : Hasil reaksi dari oksida organic dan senyawa yang mengandung dua atau
lebih atom hydrogen aktif sebagai initiator.
2. ISOCYANATE : Senyawa yang mengandung group –N=C=O untuk bereaksi dengan
group fungsional dari polyol, water, dan cross-linkers dalam formula. Kereaktifan group
–N=C=O ditentukan oleh karakter positif pada atom C didalam akumulasi ikatan
rangkap, yang terdiri dari Nitrogen, Karbon, dan Oksigen.
3. SILICON SURFACTANT
Berfungsi sebagai :
· Mengurangi surface tension campuran
· Mengatur jumlah udara / gelembung gas yang dilepaskan
· Mengatur struktur cell dari busa
· Menstabilkan dan mengembangkan busa
· Mencegah penggabungan cell
· Mencegah terjadinya busa collapse
4. AMIN CATALYST : Menyeimbangkan dan mengontrol gelling & blowing reaksi untuk
mempercepat opening cell
5. TIN CATALYST: Mengontrol reaksi polymerisasi dan mempercepat proses curing
setelah foaming.
6. WATER : Menurunkan density dan menaikkan hardness, pada reaksi dengan isocyanate
menghasilkan urea, gas CO2 dan panas hasil reaksi.
7. ADDITIVE :
Pigment, UV Stabilizer, Flame Retardants, Bacteriostats, Plasticizers, Cell Openers,
Antistatic Agents, Compatibilizers

14
BAB IV
PROSES PEMBUATAN KASUR BUSA
Bahan baku yang digunakan :
 Air 5 cc

 M.C (Melion Clorida) 10 cc

 NH4OH (Amonium Hidroksida) 10 cc

 T.9 (Toluen 9) = 10 cc

 Polly Propyline Glycol (PPG) 40 cc

 Toluena Dii Socyanate 25 cc

 Si (Silikon) 5 cc

 Refaqua Colour SecukupnyA


Cara membuat
 Pertama kali larutkanlah MC ke dalam air dan aduk sampai merata hingga timbul suatu
senyawa.(larutan 1)
 Sesudah MC dan air bersenyawa,selanjutnya masukkan NH4OH ke dalam larutan 1 dan
aduk
kembali perlahan-lahan sampai keduanya bercampur.(larutan2)
 Masukkan T9 ke dalam larutan 2, dan sambil diaduk perlahan-lahan masukkan pula PPG
ke dalamnya sambil terus diaduk sampai timbul senyawa.(larutan 3)
 Ke dalam larutan 3 kita masukkan Si dan aduk sampai larut untuk kemudian kita beri
Refaqua Colour Secukupnya menurut kebutuhan.(larutan 4)
 Karena Refaqua Colour ini merupakan bahan pewarna,maka pada waktu
mencampurkannya pada larutan 4 harus terus diaduk agar warnanya merata.(larutan 5)
 Sebelum kita larutkan TDI ke dalam larutan 5,terlebih dahulu siapkan cetakan yang sudah
dibuat. Sesudah cetakan siap,maka masukkan TDI ke dalam larutan 5 dan aduk perlahan-
lahan sampai timbul reaksi. Setelah itu segeralah tuangkan larutan itu ke dalam cetakan.
Tidak akan sampai lima menit larutan yang ada dalam cetakan sudah menjadi karet busa
foam

15
BAB V
PEMBAHASAN
Polimer adalah rantai berulang dari atom yang panjang, terbentuk dari pengikat
yang berupa molekul identik yang disebut monomer. Sekalipun biasanya merupakan
organik (memiliki rantai karbon), ada juga banyak polimer inorganik. Contoh terkenal dari
polimer adalah platik dan DNA. Polimer didefinisikan sebagai substansi yang terdiri dari
molekul-molekul yang menyertakan rangkaian satu atau lebih dari satu unit monomer.
Manusia sudah berabad-abad menggunakan polimer dalam bentuk minyak, aspal, damar,
dan permen karet. Tapi industri polimer modern baru mulai berkembang pada masa
revolusi industri. Di akhir 1830-an, Charles Goodyear berhasil memproduksi sebentuk
karet alami yang berguna melalui proses yang dikenal sebagai “vulkanisasi”. 40 tahun
kemudian, Celluloid (sebentuk plastik keras dari nitrocellulose) berhasil
dikomersialisasikan. Adalah diperkenalkannya vinyl, neoprene, polystyrene, dan nilon
pada tahun 1930-an yang memulai ‘ledakan’ dalam penelitian polimer yang masih
berlangsung sampai sekarang.
Sedangkan kegunaan Polimer adalah :
1. Polietena
Kegunaan polietena adalah untuk memproduksi lembaran untuk kantong plastik,
pembungkus halaman, ember, dsb.
2. Polipropena
Polipropilena atau polipropena (PP) adalah sebuah polimer termo-plastik yang
dibuat oleh industri kimia dan digunakan dalam berbagai aplikasi, diantaranya
pengemasan, tekstil (contohnya tali, pakaian dalam termal, dan karpet), alat tulis,
berbagai tipe wadah terpakaikan ulang serta bagian plastik, perlengkapan labolatorium,
pengeras suara, komponen otomotif, dan uang kertas polimer. Plastik ini juga
digunakan untuk membuat botol plastik, karung, bak air, tali, dan kanel listrik (insulator
3. PVC
Digunakan untuk membuat selang plastik dan isolasi listrik. Dalam hal penggunaannya,
plastic PVC menempati urutan ketiga dan sekitar 68% digunakan untuk konstruksi
bangunan (pipa saluran air).

16
4. Teflon
Teflon digunakan untuk pelapis wajan (panci anti lengket), pelapis tangki dipabrik
kimia, pipa anti patah, dan kabel listrik.
5. Polibutaena
Polibutadien adalah karet sintetis yang merupakan polimer terbentuk dari proses
polimerisasidari monomer 1,3-butadiena. Karet ini juga dapat digunakan pada bantalan
kereta api, blok jembatan, bola golf,selang air, dll.
6. Poliester
Poliester industri digunakan dalam pengutan ban, tali, kain buat sabuk mesin pengantar
(konveyor), sabuk pengaman, kain berlapis dan penguatan plastik dengan tingkat
penyerapan energi yang tinggi. Fiber fill dari poliester digunakan pula untuk mengisi
bantal dan selimut penghangat.
7. Nilon 66
Nilon 6 dan nilon 6,6.Nilon digunakan untuk banyak hal, seperti serat karpet, pakaian,
airbag, ban, tali, selang, stoking, parasut, dll.
8. Polistirena
Polistirena bisa dibuat menjadi beraneka warna melalui proses compounding
Polistirena banyak dipakai dalam produk-produk elektronik sebagai casing, kabinet dan
komponen-komponen lainya. Peralatan rumah tangga yang terbuat dari polistirena :
sapu, sisir, baskom, gantungan baju, ember.
9. Fleksiglas
Polimer ini digunakan untuk jendela pesawat terbang dan lampu belakang mobil (kaca
alkrilik).
Sedangkan manfaat polimer dalam kehidupan sehari hari sangatlah
bermanfaat,dikarenakan mulai dari kebutuhan rumah tangga bisa kita temukan alat alat
yang dibuat dari polimerisasi dan masih banyak juga alat-alat yang terbuat dari proses
polimerisasi

17
BAB VI
KESIMPULAN
1. Polimer adalah rantai berulang dari atom yang panjang, terbentuk dari pengikat yang
berupa molekul identik yang disebut monomer.
2. Struktur Polimer tersusun atas monomer yang secara berulang-ulang menyusun polimer
tersebut. Karena polimer merupakan molekul yang besar, maka polimer umumnya
disajikan dengan menggambarkan hanya sebuah rantai. Sebuah rantai yang digambarkan
tadi harus mencakup paling tidak satu satuan ulang yang lengkap.
3. Jenis – jenis Polimer diantarnya Poly Propylene (PP),Poly Vinly Chlorine (PVC),High
Density Polyethylene (HDPE),Putih Bersih,Karet Bahan,Low Density Polyethylene
(LDPE),Polyethylene Terephthalate (PET),Polystyrene(PS),Lunchbox Polystyrene,Plastik
Cor

18
DAFTAR PUSTAKA
 https://erwinmakalah.blogspot.com/2017/10/polimer.html
 http://titanfoam.blogspot.com/2010/04/bahan-baku-busa.html
 https://www.academia.edu/19846519/Makalah_Tentang_Polimer_By_Basirun_
Chaniago

 http://oryon2014.blogspot.com/2014/03/cara-membuat-karet-busa-
foam.html?m=1

 https://id.m.wikipedia.org/wiki/Polimer

19