Anda di halaman 1dari 7

PRODI D3 KEPERAWATAN

FAKULTAS ILMU KESEHATAN


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER

SATUAN CARA PENYULUHAN (SAP)

GASTRITIS

Topik : Gastritis

Sasaran : Keluarga Tn. S

Pemberi materi : Wilda Mulya Sholehati

Tempat : Dukuh mencek

Waktu : Jam 16.00 WIB s/d selesai

A. TUJUAN
1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah dilakukan penyuluhan gastritis, peserta dapat mencegah gastritis.
2. Tujuan Instruksional Umum
Setelah mengikuti penyuluhan gastritis, diharapkan peserta dapat :
a. Memahami pengertian gastritis
b. Memahami gejala gastritis
c. Memahami penanggulangan gastritis

B. METODE PENYAMPAIAN
1. Ceramah

C. MEDIA
1. Leaflet

D. MATERI : Terlampir
PRODI D3 KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER

E. PELAKSANAAN
KEGIATAN
No TAHAP WAKTU
MAHASISWA PESERTA
1 Pembukaan 5 menit Memberikan salam, Peserta menjawab
persepsi gastritis salam
Peserta menjawab
salam dengan benar
2 Pelaksanaan 10 menit Menjelaskan materi Peserta
tentang gastritis mendengarkan
Mengevaluasi secara dengan seksama
verbal pada peserta Peserta
memperhatikan
Peserta menjawab
beberapa
pertanyaan yang
dilontarkan
3 Penutup 5 menit Menyimpulkan hasil Peserta
kegiatan memperhatikan
Mengakhiri kegiatan Peserta menjawab
dengan mengucapkan salam
salam

F. EVALUASI
1. Evaluasi Struktur
a. SAP sudah siap satu hari sebelum dilaksanakan kegiatan
b. Alat dan tempat siap
c. Sudah dibentuk struktur organisasi atau pembagian peran
d. Penyuluhan dan peserta siap

2. Evaluasi Proses
a. Alat dan tempatdapat digunakan sesuai rencana
b. Peserta mau atau bersedia untuk mengikuti kegiatan yang telah direncanakan

3. Evaluasi Hasil
a. 80 % peserta dapat memahami penegertian dan tujuan penyuluhan gastritis
PRODI D3 KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER

b. 80% peserta dapat menyebutkan hal hal yang perlu diperhatikan tentang
gastritis

MATERI

GASTRITIS

A. Definisi Gastritis
Gastritis merupakan inflamasi mukosa gastrik dan bisa akut maupun kronis.
(Lippenced Willliam, 2011)
Gastritis didefinisikan sebagai peradangan yang mengenai mukosa lambung.
Peradangan dapat mengakibatkan pembengkakan mukosa lambung sampai
terlepasnya epitel mukosa supersial yang menjadi penyebab terpenting dalam
gangguan saluran pencernaan. Pelepasan epitel akan merangsang timbulnya proses
inflamasi pada lambung (Megawati, 2014).
Gastritis merupakan suatu peradangan mukosa lambung yang bersifat akut,
kronik, difus atau lokal. Dua jenis gastritis yang paling sering terjadi adalah gastritis
akut dan gastritis kronis (Price, 2005).
Sehingga gastritis adalah suatu peradangan mukosa lambung yang dapat
bersifat akut, kronik, diffus atau lokal. Menurut penelitian, sebagian besar gastritis
disebabkan oleh infeksi baacterial mukosa lambung yang kronik. Selain itu beberapa
bahan yang sering dimakan dapat menyebabkan rusaknya sawar mukosa pelindung
lambung.

B. Penyebab Gastritis
Berikut ini sejumlah hal yang bisa menyebabkan gastritis, di antaranya:
1. Stress
2. Alcohol
3. Obat – obatan : aspirin
4. Merokok
5. Terapi radiasi
PRODI D3 KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER

6. Makanan merangsang (panas, pedas, asam)


7. Refluks isi usus kedalam lambung
8. Bakteri Helicobacter Pylori Stress (Dermawan, 2010)
C. Tanda dan Gejala
1. Mual dan muntah
2. Kembung
3. Nyeri seperti terbakar pada perut bagian atas
4. Nafsu makan menurun secara drastis, wajah pucat, suhu badan naik, keluar
keringat dingin
5. Sering sendawa terutama bila dalam keadaan lapar
6. Terkadang disertai sakit kepala
7. Bila gastritis sudah parah, makan akan terjadi luka pada lambung sehingga
menyebabkan perdarahan. Gejala yang timbul saat lambung sudah terdapat luka
adalah muntah darah atau terdapat darah pada feses.
D. Komplikasi
1. Ulkus Peptikum
Ulkus peptikum merupakan kondisi dimana terjadi luka dan kerusakan pada
lapisan mukosa, submukosa sampai lapisan otot saluran cerna yang disebabkan
oleh aktivitas pepsin dan asam lambung yang berlebihan.

2. Obstruksi Lambung

Penyempitan atau obstruksi lambung merupakan kondisi ketika radang atau luka
pada lambung telah membuat laju makanan di dalam sistem pencernaan menjadi
terhalang.

3. Perforasi yang dapat berakibat fatal

Perforasi adalah sobek atau terbelahnya dinding lambung. Komplikasi ini jarang
terjadi. Perforasi bisa berkembang menjadi masalah darurat medis yang disebut
dengan peritonitis. Peritonitis merupakan radang pada lapisan rongga perut akibat
infeksi bakteri.

4. Kanker Lambung
PRODI D3 KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER

Penyakit maag yang tidak di rawat dengan baik dapat berkembang menjadi
kanker lambung yang sangat berbahaya dan bisa menyebabkan kematian.
Anemia, limfoma MALT, terbentuknya jaringan parut di lambung, dan striktur
dengan obstruksi, dehidrasi, masalah ginjal, dan bahkan kematian juga termasuk
pada penyakit maag dan komplikasinya
E. Cara Pencegahan
1. Jaga pola makan secara baik dan teratur. Hindari menunda waktu makan karena
akan mengakibatkan produksi asam lambung meningkat
2. Makan makanan yang bersih, sehat dan bergizi. Hindari makanan yang
merangsang kerja lambung. Contohnya makanan pedas, asam, kopi, minuman
bersoda, dan coklat.
3. Hindari stress yang berlebihan. Anda dapat mengalihkan rasa stress dengan
berolahraga yang baik bagi tubuh
4. Tidak merokok
5. Tidak mengkonsumsi alcohol
6. Hindari penggunaan obat-obatan terutama yang mengiritasi lambung

F. Penatalaksanaan
Jika anda mengalami atau mempunyai riwayat gastritis, hal-hal yang dapat anda
lakukan antara lain adalah:
a. Makan dengan porsi kecil tapi sering. Contoh makanan adalah snack atau
makanan ringan.
b. Makan teratur dan tepat waktu
c. Dianjurkan minum air hangat jika terjadi mual dan muntah
d. Minumlah obat antasida (obat maag) jika gastritis kambuh
e. Istirahat yang cukup
f. Kalau merokok, hentikan merokok
g. Segera periksakan ke dokter jika nyeri tidak kunjung hilang

G. Jenis-jenis makanan yang dianjurkan


Makanan yang dianjurkan:
PRODI D3 KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER

1. Sumber hidrat arang atau karbohidrat: bubur, kentang rebus, biscuit dan tepung-
tepungan yang dibuat bubur atau pudding.
2. Sayur yang tak berserat dan tidak menimbulkan gas: labu kuning, labu siam,
wortel, brokoli
3. Buah-buahan yang tidak asam dan tidak beralkohol : pisang (kecuali pisang
ambon), pepaya, tomat

H. MAKANAN MINUMAN YANG HARUS DIHINDARI


Minuman yang sebaiknya Anda hindari:

 Cokelat panas atau dingin


 Minuman kaleng bersoda
 Kopi, baik kopi hitam maupun kopi instan
 Minuman yang mengandung alkohol
 Jus jeruk atau jus yang mengandung asam yang tinggi
 Minuman yang mengandung mint

Makanan untuk penderita maag yang sebaiknya Anda hindari:


 Makanan pedas dan asam seperti cuka cabai
 Makanan yang digoreng
 Makan makanan mengandung gas (kubis/ kol, sawi, nangka dll)
 Makanan dengan lemak tinggi keju (Abata, 2014)
PRODI D3 KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER

DAFTAR PUSTAKA

Abata, Q. '. (2014). Ilmu Penyakit Dalam. Madiun: Yayasan Al - Furqon.

Lippenced Willliam, W. (2011). Nursing : Memahami Berbagai Macam Penyakit. Jakarta:


Indeks.

Price, S. A. (2005). Pathofisiolgi : Konsep Klinis Proses - Proses Penyakit. Jakarta: EGC.

Anonim. (2015). Penyakit Maag. Dalam www.ahlinyaobatmaag.apotek45.com diakses


tanggal 15 desember 2015

Dermawan, D. (2010). Keperawatan Medikal Bedah. Yogyakarta : Gosyen Publishing.