Anda di halaman 1dari 50

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA TN.

Y DENGAN GASTRITIS
PADA NY. A DI KP. KAUM LEBAK RT 04/ RW 11 DESA PAMINGGIR
KECAMATAN GARUT KOTA KABUPATEN GARUT

Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Keperawatan Keluarga
Dosen Pengampu: Bapak Iwan Wahyudi

Disusun Oleh:
Nama NIM
Alma Anisa KHGA170
Chintya Intan Putri KHGA170
Khoiruman Ajam KHGA170
Mila Sukmarani KHGA17080
Salma Muslimah Ahmad KHGA170

KELAS: 3B D3 KEPERAWATAN

PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KARSA HUSADA GARUT
TAHUN AJARAN 2019-2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan karunia-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Makalah ini membahas tentang
“Asuhan Keperawatan Pada keluarga “Gastritis “ ”
Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen pengampu mata kuliah keperawatan
keluarga yang telah membimbing kami dalam penyusunan makalah ini. Kami menyadari
bahwa makalah ini masih belum sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan
saran dari semua pihak demi perbaikan pembuatan makalah selanjutnya.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca.
Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta
dalam penyusunan makalah ini. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan
kelancaran dan kemudahan bagi kita semua.

Garut, Oktober 2019

Penulis
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pembangunan nasional dipengaruhi oleh sumber daya manusia yang berkyalitas.
Salah satu faktor yang mempengaruhi sumber daya manusia adalah faktor kesehatan yang
memegang peranan penting, oleh karena itu pola aktivitas yang padat dan kurangnya
memperhatikan asupan nutrisi adekuat serta banyaknya mengkonsumsi makanan yang
bersifat asam atau pedas merupakan salah satu faktor pencetus dari penyakit gastritis.
Gastritis bukanlah penyakit tuggal, tetapi beberapa kondisi yang mengacu pada
peradangan lambung yang merupakan akibat dari infeksi bakteri yaitu Holicobacter
Pylory (Santosa, 2015). Gastritis merupakan suatu proses peradangan pada lapisan
mukosa dan sub-mukosa lambung. Ditandai dengan nyeri pada daerah perut dan kadang
disertai dengan mual dan muntah, yang dapat berujung pada perdarahan saliran cerna
ynag berupa ulkus peptikum bahkan dapat menyebabkan perforasi pada lambung apabila
tidak segera dilakukan tindakan keperawatan (Syam,2014).
Mukosa bibir lambung umunya melindungi lambung dari pencernaan terhadap
lambung itu sendiri, yang disebut proses autodigesti acid, prostaglandin yang memberikan
perindungan ini ketika mukosa barierini rusak maka timbul gastritis. Setelah barier ini
rusak terjadilah permukaan mukosa dan di perburuk oleh histamin dan stimulasi saraf
colinergic. Kemudian HCL dapat berdifusi balik ke dalam mucus dan menyebabkan luka
pada pembuluh yang kecil, yang mengakibatkan terjadinya bengkak, perdarahan, dan
erosi pada lambung (Dermawan dan ahayuningsih, 2010). Gastritis akut merupakan
penyakit yang biasanya bersifat jinak dan swasirna, merupakan respons mukosa lambung
terhadap berbagai iritan lokal endetoksin bakteri (setelah menelan makanan
terkontaminasi, cafein, alkohol, dan aspirin merupakan agen pencetus yang lazim. Infeksi
H. Pylori lebih sering di anggap sebagai penyebab gastritis akut. Organisme tersebut
melekat pada epitel lambung dan menghancurkan lapisan mukosa pelindung,
meninggalkan daerah epitel yang gundul. Obat lain juga terlibat, misalnya anti infalamasi
non steroid (NSID : misalnya indomestasin, ibuprofen, nafroksen), sulfonamida, dan
digitalis. Asam empedu, enzim pankreas dan etanol juga diketauhi mengganggu sawar
mukosa lambung (price dan wilson, 2002)
Salah satu tujuan perawatan kesehatan masyarakat adalah meningkatkan kemampuan
keluarga atau masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan mereka sendiri yang
muncul karena ketidak tahuan dan ketidak mampuan. Penyakit gastritis menjadi salah
satu penyakit yang banyak muncul di masyrakat pada umumnya dan dalam sebuah
keluarga pada khususnya di akibatkan karena ketidak tahuan, ketidakmampuan, dan
ketidak mauan keluarga dalam mengatasi masalah kesehatan.

B. Tujuan

1. Tujuan Umum
Memperoleh pengalaman secara nyata dalam melaksanakan asuhan
keperawatan pada klien dengan masalah gastritis, dan mampu melaksanakan
auhan keperawatan pada keluarga secara langusng dan komprehensif meliputi
aspek bio-psiko-sosio dan spiritual melalui pendekatan proses keperawatan.

2. Tujuan Khusus
a. Mampu melaksanakan pengkajian pada keluarga yang salah satu anggota
keluarganya menderita gastritis.
b. Mampu membuat diagnosa keperawatan pada keluarga yang salah satu
anggota keluarganya menderita gastritis.
c. Mampu membuat perencanaan keperawatan pada keluarga yang salah satu
anggota keluarganya menderita gastritis.
d. Mampu melaksanakan tindakan keperawatan pada keluarga yang salah satu
anggota keluarganya menderita gastritis, sesuai dengan perencanaan yang
telah dibuat.
e. Mampu mengevaluasi hasil tindakan keperawatan yang telah dilaksanakan
pada keluarga, yang salah satu anggota keluargannya mederita gastritis.
f. Mampu mendukomentasikan asuhan keperawatan pada keluarga yang salah
satu anggota keluarganya menderita gastritis.
BAB II
TINJAUAN TEORITIS
A. Konsep Dasar
1. Pengertian Keluarga
Keluarga adalah sebuah kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih yang
masing-masing mempunyai hubungan kekerabatan yang terdiri dari bapak,ibu,
adik, kakek, dan nenek. (Rainser dalam Jhonson R,2010:2)
Keluarga adalah sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan, kelahiran, dan
adopsi yang bertujuan menciptakan, mempertahankan budaya, dan meningkatkan
perkembangan fisik, mental, emosional serta sosial dari setiap anggota keluarga.
(Duval dalam Jhonson R, 2010 :3).
2. Pengertian Keluarga Resiko Tinggi
Keluarga dengan resiko tinggi gastritis adalah keluarga yang menjadi sasaran
dalam perawatan kesehatan masyarakat dimana keluarga tersebut ditemukan
masalah-masalah kesehatan, yaitu diantara salah satu anggota keluarganya ada
yang menderita sakit gastritis, sehingga dibutuhkan bantuan untuk memecahkan
masalah kesehatan yang dihadapi karena ketidak tahuan, ketidak mampuan, dan
ketidak mauan dalam mengatasi masalah kesehatan, maka pada keluarga itu
dibutuhkan bantuan dalam bentuk pembinaan kesehatan masyarakat secara
insentif. (Dep.Kes RI, 1998 dalam Santun Setiawati).
3. Tipe atau Jenis Keluarga
Menurut Frieman (1998) tipe keluarga dari dua tipe yaitu keluarga tradisional dan
keluarga non tradisional.
a. Tipe keluarga tradisonal terdiri dari :
1) Nuclear family atau keluarga ini adalah suatu rumah tangga yang terdiri
dari suami, istri dan anak kandung atau anak adopsi
2) Extended family atau keluarga besar adalah keluarga inti ditambah dengan
keluarga lain yang mempunyai hubungan darah, misalnya
kakek,nenek,bibi dan paman
3) Dyad family adalah keluarga yang terdiri dari suami dan istri yang tinggal
dalam satu rumah tanpa anak.
4) Single parent family adalah suatu keluarga yang terdiri dari satu orang tua
dan anak kandung (kandung atau angkat). Kondisi ini dapat disebabkan
oleh perceraian atau kematian
5) Single adult adalah satu rumah tagga yang terdiri dari satu orang dewasa
6) Kelurga usia lanjut adalah keluarga yang terdiri dari suami dan istri yang
sudah lanjut usia
b. Tipe keluarga non tradisional terdiri dari :
1) Keluarga communy yang terdiri dari satu keluarga tanpa pertalian darah,
hidup dalam satu rumah
2) Orang tua (ayah,ibu) yang tidak ada ikatan perkawinan dan anak hidup
bersama dalam satu rumah tangga
3) Homo seksual dan lesbian adalah dua individu sejenis yang hidup bersama
dalam satu rumah dan berperilaku layaknya suami istri.
4. Struktur Keluarga
Menurut friedeman (1998) struktur keluarga terdiri dari :
a. Pola dan proses komunikasi dapat dikatakan berfungsi apabila jujur, terbuka,
melibatkan emosi, dapat menyelesaikan konflik keluarga serta adanya hierarki
kekuatan. Pola komunikasi dalam keluarga dikatakan akan berhasil jika
pengiriman pesan (sender) yakni mengemukakan pesannya, isi pesan jelas dan
berkualitas, dapat menerima dan memberi umpan balik, tidak bersifat aumsi,
berkomunikasi sesuai. Sebaliknya, seseorang menerima pesan (receiver) dapat
menerima pesan dengan biak jika dapat menjadi pendengar yang baik,
memberi umpan balik dan dapat memvalidasi pesan yang diterima.
b. Struktur peran adalah serangkaian perilaku yang diharapkan sesuai posisi
sosial yang diberikan baik peran formal maupun informal.
c. Stuktur kekuatan adalah kemampuan individu untuk mengonrol dan
mempengaruhi atau merubah perilaku orang lain yang terdiri dari legitimate
power (hak), referen power (ditiru), expert power (keahlian), reward power
(hadiah), coercive power (paksaan) dan affektif power.
d. Nilai keluarga dan norma adalah sistem ide-ide, sikap dan leyakinan yang
mengikat anggota keluarga dalam budaya tertentu sedangkan norma adalah
pola perilaku yang diterima pada lingkungan sosial tertentu,
5. Peran Keluarga
Peran keluarga menggambarkan seperangkat perilaku interpersonal, sifat dan
kegiatan yang berhubungan dengan individu dalam posisi dan situasi tertentu.
Peranan individu didasari dalam keluarga dan kelompok masyarakat. Peranan
individu didasari dalam keluarga dan kelompok masyarakat. Berbagai peran yang
terdapat dalam keluarga adalah sebagai berikut :
a. Peran ayah : ayah sebagai suami dari istri dan ayah dari anak-anaknya,
berperan dari pencari nafkah, pendidik, perlindung, dan pemberi rasa aman
sebagai kepala keluarga, anggota dari kelompok sosial serta dari anggota
masyarakat dari lingkungannya.
b. Peran ibu : ibu sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya. Ibu mempunyai peran
mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya,
pelindung dan sebagai salah satu kelompok dari peranan sosialnya serta
sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya, disamping itu ibu juga dapat
berperan sebagai pencari nafkah tambahan dalam keluarganya.
c. Peran anak : anak-anak melaksanakan peran psikososial sesuai dengan tingkat
perkembangan fisik, mental, sosial, dan spiritual.
6. Fungsi Keluarga
Menurut Friedman (1998), terdapat lima fungsi keluarga yaitu :
a. Fungsi afektif (the Affective Function) adalah fungsi keluarga yang utama
untuk mengajarkan segala sesuatu untuk mempersiapkan anggota keluarga
berhubungan dengan orang lain. Fungsi ii dibutuhkan untuk perkembangan
individu dan psikososial anggota keluarga.
b. Fungsi sosialisasi yaitu proses perkembangan dan perubahan yang dilalui
individu yang menghasilkan interaksi sosial dan belajar berperan dalam
lingkungan sosialnya. Sosialisasi dimulai sejak lahir. Fungsi ini berguna untuk
membina sosialisasi pada anak, membentuk norma-norma tingkah laku sesuai
dengan tingkah perkembangan anak dan meneruskan nilai-nilai budaya
keluarga.
c. fungsi reproduksi (the reproduction function) adalah fungsi untuk
mempertahankan generasi dan menjaga kelangsungan keluarga.
d. Fungsi ekonomi (the economic function) yaitu keluarga berfungsi untuk
memenuhi kebutuhan keluarga secara ekonomi dan tempat untuk
mengembangkan kemampuan individu meningkatkan penghasilan untuk
memenuhi kebutuhan keluarga.
e. Fungsi perawatan atau pemeliharaan kesehatan (the health care function)
adalah untuk mempertahankan keadaan kesehatan anggota keluarga agar tetap
memiliki produktivitas yang tinggi. Fungsi ini dikembangkan menjadi tugas
keluarga dibidang kesehatan.
Tetapi dengan perubahannya zaman, fungsi keluarga dikembangakan menjadi :
a. Fungsi ekonomi, yaitu keluarga diaharapkan menjadi keluarga yang produktif
yang mampu menghasilkan nilai tambahan ekonomi dengan memanfaatkan
sumber daya keluarga.
b. Fungsi mendapatkan status sosial, yaitu keluarga yang dapat dilihat dan
dikategorikan setara sosialnya oleh keluarga lain yang berbeda disekitarnya.
c. Fungsi pendidikan, yaitu keluarga mempunyai peran dan tanggung jawab yang
besar terhadap pendidikan anak-anaknya untuk menghadapi kehidupan
dewasanya.
d. Fungsi sosialisasi bagi anaknya, yaitu prang tua atau keluarga diaharpkan
mampu menciptakan kehidupan sosialnya yang mirip dengan luar rumah.
e. Fungsi pemenuhan kesehatan, yaitu keluarga diharapkan dapat memenuhi
kebutuhan dasar primer dalam rangka melindungi dan pencegahan terhadap
penyakit yang mungkin dialami oleh keluarga.
f. Fungsi religius, yaitu keluarga merupakan tempat belajar tentang agama dan
mengamalkan ajaran agama.
g. Fungsi rekreasi, yaitu keluarga merupakan tempat untuk melakukan kegiatan
yang dapat mengurangi ketegangan akibat berda diluar rumah.
h. Fungsi reproduksi, yaitu bukan hanya mengembangkan keturunn tetapi juga
tempat untuk mengembangkan fungsi reproduksi secara menyeluruh,
diantaranya seks yang sehat dan berkualitas serta pendidikan seks bagi anak-
anak.
i. Fungsi afektif, yaitu keluarga merupakan tempat yang utama untuk
pemenuhan kebutuhan psikososial sebelum anggota keluarga berada di luar
rumah.
7. Tahap-tahap perkembangan keluarga dan tugas perkembangan keluarga
Menurut friedman (1998), tahap perkembangan keluarga berdarakan siklus
kehidupan keluarga terbagi atas 8 tahap :
a. Keluarga baru (beginning family), yaitu perkawinan dari sepasang insan yang
menandakan bermulanya keluarga baru. Keluarga pada tahap ini mempunyai
tugas perkembangan, yaitu membina hubungan dan kepuasan bersama,
menetapkan tujuan bersama, membina hubungan dengan keluarga lain, teman,
kelompok sosail dan merencanakn anak atau KB.
b. Keluarga sedang mengasuh anak (child bearing gamily), yaitu dimulai dengan
kelahiran anak pertama hingga bayi berusia 30 bulan. Mempunyai tugas
perkembangan seperti persiapan bayi, membagi peran dan tanggung jawab,
adaptasi pola hubungan seksual, pegetahuan tentang kehamilan, persalinan dan
menjadi orang tua.
c. Keluarga dengan usia anak pra sekolah, yaitu keluarga dengan anak pertama
yang berumur 30 bulan sampai dengan 6 tahu. Mempunyai tugas
perkembangan, yaitu membagi waktu, pengaturan keuangan, merencanakan
kelahiran yang berikutnya dan membagi tanggung jawab dengan anggota
kelurga yang lain.
d. Keluarga dengan anak usia sekolah, yaitu dengan anak pertama berusia 13
tahun. Adapaun tugas perkembangan keluarga ini, yaitu menyediakan aktivitas
untuk anak, pengaturan keuangan, kerjasama dalam menyelesaikan masalah,
mempertahankan kepuasan anggota keluarga dan sistem komunikasi keluarga.
e. Keluarga dengananak remaja, yaitu dengan usia anak pertama 13 tahun sampai
20 tahun. Tugas perkembangan keluarga ini adalah menyediakan fasilitas
kebutuhan keluarga yang berbeda, menyertakan keluarga dalam bertanggung
jawab dan mempertahankan filosofi hidup.
f. Keluarga dengan anak dewasa, yaitu keluarga dengan anak pertama,
meninggalkan rumah dengan tugas perkembangan keluarga, yaitu menata
kembali sumber fasilitas, penataan tanggung jawab antar anak,
mempertahankan komunikasi terbuka, melepaskan anak dan mendapatkan
menantu.
g. Keluarga usia pertengahan, yaitu dimulai ketika anak terakhir meninggalkan
rumah dan berakhir pada saat pensiun. Adapun tugas perkembangan yaitu
mempertahankan suasana yang menyenangkan, bertanggung jawab pada
semua tugas rumah tangga, membina keakraban dengan pasangan,
mempertahankan kontak dengan anak dan berpartisipasi dalam aktivitas sosial.
h. Keluarga usia lanjut, tahap terakhir siklus kehidupan keluarga dimulai dari
salah satu pasangan memasuki masa pensiun, terus berlangsung hingga salah
satu pasangan meninggal dunia. Adapun tugas perkembangan keluarga ini,
yaitu mengahadapi pensiun, saling rawat, memberi arti hiudp,
mempertahankan kontak dengan anak, cucu, dan masyarakat.
8. Anatomi dan Fisiologi Lambung
Lambung adalah bagian dari salura pencernaan yang dapat mekar paling
banyak. Terletak terutama di daerah epigastrik, dan sebagaian sebelah kiri
daerah hipokhondriak dan umbilikal. Lambung terdiri dari bagian atas yaitu
fundus, batang utama dan bagian bawah yang horisontal, yaitu antrum pilorik.
(Evcly Pearce,2006:185)
Lambung terletak dibawah diafragma, didepan pancreas, menempel
pada sebelah kiri fundus. (Evcly Pearce,2006:185)
Lambung terdiri atas empat lapis peritoneal luar yang merupakan
lapisan serosa. Lapisan berotot, lapisan submukosa yang terdiri dari atas
jaringan areolar berisi pembuluh darah dan saluran limfe, lapisan mukosa yang
terletak disebelah dalam, tebal, dan terdiri atas banya kerutan atau rugae.
Fungsi lambung menerima makanan dari esopagus melalui orifisium
kardiak dan bekerja sebagai penimbun sementara, sedangkan kontraksi otot
mencampur makanan dengan getah lambung. Gelombang peristaltic dimulai di
fundus, berjalan berulang-ulang setiap menit tiga kali dan menyerap perlahan-
lahan ke pilorus.
9. Pengerti Gastritis
Gastritis merupakan suatu peradangan mukosa lambung yang akut
dengan kerusakan-kerusakan erosi. (Margareth TH, 2012:212)
Gastritis merupakan suatu peradangan pada mukosa lambung yang
dapat bersifat akut maupun kronik. . (Margareth TH, 2012:212)
10. Klasifikasi dan Penyebab Gastritis
Klasifikasi gastritis dibagi dalam dua gelombang, yaitu :
a. Gastritis Akut
Gastritis akut meruapaknpenyakit yang sering dijumpai semua
umumdengan gejala yang khas adanya keluhan umum yang hebat, makanan dan
minuman yang panas atau yang dapat merusak mukosa lambung
b. Gastritis kronis
Etiologi dan pathogenesis gastritis kronis pada umumnya belum diketahui
dengan pasti.
Beberapa penyebab yang dapat mengakibatkan terjadinya gastritis antara lain :
1) Obat analgetik antiinflamasi terutama aspirin. Aspirin dalam dosis yang
rendah sudah dapat menyebabkan erosi mukosa lambung
2) Bahan kimia seperti lisol
3) Merokok
4) Alkohol. Alkohol dapat mengiritasi mukosa lambung dan membuat
dinding lambung lebih rentan terhadap asam lambung walaupun pada
kondisi normal
5) Refleksi usus lambung
6) Infeksi bakteri. Bakteri H. Pylori yang hidup dibagian dalam lapisan
mukosa lambung, bakteri ini dapat menyebabkan terjadinya gastritis.
11. Manisfestasi Klinis Gastritis
Manisfestasi klinis pada penderita gastritis adalah sebagai berikut :
a. Mual
b. Sebagai penderita bisa muntah darah
c. Nyeri epigastrium
d. Nausea / mual
e. Muntah
f. Sakit kepala
Gastritis Akut :
Nyeri epigastrium, mual, kembung, muntah, dapat ditemukan hematemesis
dan melena.
Gastritis Kronis :
Kebanyakan tidak mempunyai keluhan, hanya mengeluh nyeri ulu hati,
anoreksia, dan nausea.
12. Penatalaksanaan
a. Menghindari penyebab gastritis apabila dijumpai
b. Pemberian obat-obat H2 blocking, antacid atau obat-obat ulkus lambung yang
lain.
13. Penyebab Resiko Tinggi Gastritis
a. Perilaku individu dan masyarakat menciptakan nilai-nilai keyakinan adat
istiadat, serta kebiasaan tertanam dalam perilaku seseorang sehingga individu,
keluarga kadang tidak sadar bahwa perilakunya kurang menunjang kesehatan.
Salah satu perilaku yang kurang menunjang kesehatan adalah pola makan
yang tidak teratur.
b. Makanan dan minuman merupakan faktor dominan yang mempengaruhi
kesehatan atau terjadinya gastritis, terutama makanan yang mengandung
rempah-rempah seperti merica, cuka, cabe juga makanan yang terlalu banyak.
Minuman yang biasa mengakibatkan terjadinya gastritis diantaranya :
minuman panas dan inuman yang banyak mengandung alkohol
14. Dampak Gastritis Terhadap Fungsi Keluarga
Dengan adanya salah satu masalah kesehatan pada salah satu anggota keluarga
akan menimbulkan dampak atau pengaruh terhdapa fungsi keluarga adalah
sebagai berikut :
a. Fungsi Biologis
Dengan adanya anggota keluarga yang sakit membutuhkan perhatian
dari anggota keluarga yang lain, terutama dalam membantu memenuhi
kebutuhannya, sehingga kebutuhan fisik keluarga menjadi terganggu.
b. Fungsi Psikologis
Karena ada salah satu anggota keluarga yang sakit maka akan
menimbulkan kecemasan anggota keluarga yang lain, karena takut kehilangan
salah satu anggota keluarganya.
c. Fungsi Sosial
Akibat adanya keluarga yang sakit maka fungsi sosial keluarga akan
terganggu, karena anggota keluarga akan banyak tinggal dirumah untuk
merawat anggota keluarga yang sakit dari pada berinteraksi dengan lingungan.
d. Fungsi Ekonomi
Fungsi keluarga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari menjadi
berkurang, karena sebagian keuangan keluarga digunakan untuk biaya
pengobatan keluarga yang sakit, akibatnya keluarga dalam mengatur keadaan
ekonomi akan lebih berat lagi.
B. Konsep Asuhan Keperawatan pada Keluarga dengan Gastritis
Asuhan Keperawatan keluarga adalah suatu rangkaian kegiatan yang diberikan
melalui praktik keperawatan dengan sasaran keluarga, asuhan ini bertujuan untuk
menyelesaikan masalah kesehatan yang dialami keluarga dengan menggunakan pendekatan
proses keperawatan. (Suprajitno, 2004:27)
1. Pengkajian
Pengkajian merupakan tahapan terpenting dalam proses keperawatan,
mengingat pengkajian sebagai awal bagi keluarga untuk mengidentifikasi data-data
yang ada pada keluarga. Oleh karena itu perawat keluarga diharapkan memahami
betul lingkup, metode, alat bantu dan format pengkajian yang digunakan. (Santun
Setiawati,2008:45).
Pengkajian merupakan suatu proses berkelanjutan, dimana pengkajian
menggambarkan kondisi klien sebelumnya dan saat ini sehingga informasi tersebut
biasa digunakan untuk memprediksi dimasa yang akan dating. (Santun
Setiawati,2008:45)
Dalam pengumpulan data yang perlu dikaji adalah sebagai berikut:
a. Data Umum

Data ini mencakup kepala keluarga (KK), alamat, pekerjaan KK, pendidikan
KK, Pendidikan KK, dan komposisi keluarga yang meliputi nama, jenis kelamin,
umur, pendidikan, hubungan dengan KK, pekerjaan dan status kesehatan yang
selanjutnya dibuat genogram. Data umum yang juga perlu dikumpulkan yaitu tipe
keluarga yang menjelaskan keluarga ini atau keluarga besar, suku bangsa, agama,
status ekonomi yang menjelaskan penghasilan seluruh anggota keluarga, aktifitas
rekreasi adalah yang menjelaskan apakah anggota sempat memperoleh hiburan di
dalam maupun di luar rumah.
b. Tahapan Perkembangan Keluarga

Tahapan perkembangan keluarga saat ini ditentukan oleh usia anak tertua dari
keluarga inti, tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi dan kendala yang
dihadapi oleh keluarga, juga dilakukan pengidentifikasian mengapa tugas
perkembangan keluarga belum terpenuhi dan upaya yang telah dilakukannya.
Riwayat kesehatan keluarga inti menjelaskan riwayat kesehatan keluarga inti
dan anggota lain, riwayat kesehatan generasi di atas tentang riwayat keluarga yang
menderita gastritis.
c. Data Lingkungan

Terdiri dari karakteristik rumah yang menjelaskan tentang hasil identifikasi


rumah yang dihuni oleh keluarga yang meliputi luas, tipe, jumlah ruangan, peletakan
perabotan rumah tangga, sarana pembuangan air limbah sarana air bersih, dan sarana
MCK.
Selain itu juga menceritakan rumah yang cocok untuk klien yang menderita gastritis
misalnya penerangan yang cukup dan tenang. Keadaan rumah akan lebih mudah
dipelajari apabila di gambar dengan denah.
Karakteristik tetangga dan komunitasnya, menjelaskan karakteristik dari
tetangga dan komunitas setempat yaitu tampat keluarga berempat tinggal, meliputi
kebiasaan, lingkungan fisik, nilai atau norma serta aturan/kesepakatan penduduk
setempat dan budaya setempat yang mempengaruhi kesehatan. (Suprajitno, 2004).
Mobilisasi geografiskeluarga menggambarkan mobilisasi keluarga dan
anggota keluarga, mungkin keluarga sering berpindah-pindah tempat ada anggota
keluarga yang tinggal jauh dan masih sering berkunjung pada keluarga binaan.
Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat, menjelaskan
mengenai waktu yang digunakan keluarga untuk berkumpul serta perkumpulan
keluarga yang ada dan sejauh mana keluarga berinteraksi dengan masyarakat
sekitarnya.
System pendukung keluarga menjelaskan anggota keluarga yang sehat dan
fasilitas keluarga yang menunjang kesehatan (ASKES, JAMKESMAS, BPJS, dan
asuransi lainnya).
d. Struktur Keluarga

Terdiri dari struktur peran, yang menjelaskan peran masing-masing anggota


keluarga, seperti bagaimana peran klien yang menderita gastritis dan kesehariannya.
Struktur kekuatan keluarga menjelaskan kemampuan keluarga untuk mempengaruhi
dan mengendalikan keluarga untuk mengubah perilaku yang berhubungan dengan
kesehatan.
Pola komunikasi keluarga menjelaskan bagaimana cara keluarga
berkomunikasi, apakah ada hambatan antara penderita gastritis dengan anggota
keluarga lain, dan siapa yang mengambil keputusan utama dalam keluarga.
Nilai atau norma keluarga menjelaskan nilai atau norma yang dipelajari dan
dimuat oleh keluarga
e. Fungsi keluarga
1) Fungsi ekonomi, menjelaskan bagaimana upaya keluarga dalam pemenuhan
kebutuhan sandang, pangan, dan papan.
2) Fungsi sosialisasi, menjelaskan tentang hubungan anggota keluarga, sejauh
mana keluarga belajar tentang disiplin, nilai, norma, dan perilaku di keluarga
serta di masyarakat.
3) Fungsi pendidikan, menjelaskan upaya yang dilakukan oleh keluarga dalam
pendidikan selain upaya yang diperoleh dari sekolah atau masyarakat
disekitarnya.
4) Fungsi pemenuhan (perawatan dan pemeliharaan) kesehatan, tujuan
pengkajian yang berkaitan dengan tugas keluarga di bidang kesehatan:
a. Mengenal kemampuan keluarga untuk mengenal masalah kesehatan
b. Mengetahui kemampuan keluarga dalam mengambil keputusan mengenai
tindakan kesehatan yang tepat.
c. Untuk mempengaruhi sejauh mana kemampuan keluarga merawat anggota
keluarga yang sakit.
d. Untuk mempengaruhi kemampuan keluarga memelihara atau
memodifikasi lingkungan rumah yang sehat.
e. Untuk mempengaruhi kemampuan keluarga menggunakan fasilitas
pelayanan kesehatan di masyarakat
5) Fungsi reproduksi, menjelaskan tentang bagaimana rencana keluarga memiliki
upaya pengendalian jumlah anggota keluarga.
6) Fungsi religious, menjelaskan tentang kegiatan kegunaan yang dipelajari dan
di jalankan oleh keluarga yang berhubungan dengan kesehatan.
7) Fungsi afektif, hal yang perlu dikaji yaitu gambaran dari anggota keluarga,
perasaan memiliki dan dimiliki dalam keluarga, dukungan anggota keluarga,
dan bagaimana keluarga menggambarkan sikap saling menghargai.
8) Fungsi rekreasi, menjelaskan kemampuan dan kegiatan keluarga untuk
melalkukan rekreasi secara bersama baik di luar maupun di dalam rumah juga
tentang kuantitas yang dilakukan.
f. Stress dan Koping Keluarga
1) Stress jangka panjang dan jangka pendek
Stress jangka pendek adalah stress yang dialami keluarga dan memerlukan
waktu penyelesaian lebih dari 6 bulan.
2) Kemampuan keluarga merespon terhadap stress, menjelaskan bagaimana
keluarga merespon terhadap stressor yang ada.
3) Strategi koping yang digunakan, menjelaskan tentang strategi koping
(mekanisme pembelaan) terhadap stressor yang ada.
4) Strategi adaptasi fungsional, menjelaskan tentang perilaku keluarga yang tidak
adaptif ketika mempunyai masalah.

g. Pemeriksaan Kesehatan
Pemeriksaan kesehatan meliputi pemeriksaan fisik dilakukan pada seluruh
anggota keluarga, hanya saja di fokuskan pada salah satu anggota keluarga yang
menderita gastritis. Pemeriksaan fisik tersebut menggunakan metode head to toe atau
persistem. Kebiasaan sehari-hari menjelaskan tentang kebiasaan tidur, pola makan
dan minum, pola eliminasi, dan personal hygiene lebih di fokuskan pada anggota
keluarga yang menderita gastritis.
h. Harapan Keluarga
Menjelaskan bagaimana harapan keluarga terhadap perawat untuk membantu
menyelesaikan masalah yang timbul terutama pada klien yang menderita penyakit
gastritis.
i.Analisa Data
Analisa data merupakan kegiatan pemilahan data dalam rangkap proses
klarifikasi dan validasi informasi untuk mendukung penegakan diagnosa keperawatan
keluarga yang akurat. (Santun Setiawan, 2008:47).
Kemungkinan masalah yang mungkin muncul setelah data di analisa pada
keluarga dengan masalah gastritis adalah sebagai berikut:
a) Data Senjang : klien mengeluh nyeri pada ulu hati, klien tampak meringis, klien
sering memegang perut di daerah ulu hati.
1) Masalah keperawatan: gangguan rasa nyaman nyeri
2) Etiologi : ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan dalam melakukan
tindakan yang tepat untuk anggota keluarga yang mengalami nyeri akibat
gastritis, ketidakmampuan keluarga menggunakan fasilitas kesehatan untuk
anggota keluarga yang mengalami nyeri akibat gastritis, ketidakmampuan
keluarga merawat anngota keluarganya yang mengalami nyeri akibat gastritis.
b) Data Senjang : klien mengeluh apabila di paksakan makan terasa mual,dan
makanan di muntahkan kembali, berat badan menurun, konjungtiva pucat, klien
tampak lemah.
1) Masalah keperawatan : gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan.
2) Etiologi : ketidakmampuan keluarga mengenal masalah gangguan pemenuhan
nutrisi kurang dari kebutuhan akibat gastritis, ketidakmampuan keluarga
mengambil keputusan dalam melakukan tindakan yang tepat untuk anggota
keluarga dengan gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan akibat
gastritis, ketidakmampuan keluarga merawat anngota keluarganya yang
mengalami gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan akibat
gastritis.
c) Data Senjang : klien mengeluh kakinya terasa lemas pada saat berjalan, klien
tampak lemah, klien lebih banyak berdiam diri.
1) Masalah keperawatan : Intoleransi Aktivitas
2) Etiologi : ketidakmampuan keluarga mengenal masalah intoleransi aktivitas
akibat gastritis, ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan dalam
melakukan tindakan yang tepat untuk anggota keluarga masalah intoleransi
aktivitas akibat gastritis, ketidakmampuan keluarga memodifikasi lingkungan
untuk anggota keluarga yang mengalami masalah intoleransi aktivitas akibat
gastriris.
d) Data Senjang: klien mengeluh bingung bias berobat lebih lanjut karena
keterbatasan biaya.
1) Masalah keperawatan: koping keluarga tidak efektif.
2) Etiologi : ketidakmampuan keluarga mengenal masalah koping keluarga tidak
efektif akibat gastritis, ketidakmampuan keluarga merawat anngota
keluarganya yang mengalami masalah koping tidak efektif akibat gastritis.

j. Perumusan Diagnosa Keperawatan


Perumusan diagnose keperawatan dapat di arahkan kepada individu dan atau
keluarga. Komponen diagnose keperawatan meliputi masalah (problem), Penyebab
(etiologi), dan Tanda (Sign). Perumusan diagnose keperawatan keluarga
menggunakan aturan yang telah disepakati, terdiri dari :
1) Masalah (Problem) adalah suatu pernyataan tidak terpenuhinya kebutuhan
dasar manusia yang dialami oleh keluarga atau anggota keluarga.
2) Penyebab (etiologi) adalah suatu pernyataan yang dapat menyebabkan
masalah mengacu kepada 5 tugas keluarga yaitu mengnal masalah, mengambil
keputusan yang tepat, merawat anggota keluarga, memelihara lingkungan atau
memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan.
3) Tanda (Sign) adalah sekumpulan subyektif dan obyektif yang diperoleh
perawat dari keluarga secara langsung atau tidak, yang mendukung masalah
penyebab.
Tipilogi diagnose keperawatan keluarga dibedakan menjadi 3 kelompok yaitu:

a) Diagnosa actual adalah masalah keperawatan yang sedang dialami oleh


keluarga dan memerlukan bantuan dari perawat dengan cepat.
b) Diagnose resiko tinggi adalah masalah keperawatan yang belum terjadi,
tetapi tanda untuk menjadi masalah keperawatan actual dapat terjadi
dengan cepat apabila tidak segera mendapatkan bantuan perawat.
c) Diagnose potensial adalah suatu keadaan sejahtera dari keluarga telah
mampu memenuhi kebutuhan kesehatannya dan mempunyai sumber
penunjang kesehatan yang memungkinkan dapat ditingkatkan.

k. Rumusan Masalah Gastritis adalah sebagai berikut:


1) Actual
a) Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan ketidakmampuan
keluarga merawat anggota yang mengalami nyeri akibat gastritis
b) Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang mengalami
gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan akibat gastritis
c) Deficit pengetahuan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga
mengenal penyakit gastritis.
d) Intoleransi Aktivitas berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga
merawat anggota keluarga yang mengalami intoleransi aktivitas akibat
gastritis.
2) Resiko

Resiko terjadinya lagi penyakit gastritis pada anggota keluarga sehubungan


dengan pola makan yang tidak teratur dan suka makan yang pedas-pedas.
3) Potensial
Potensial meningkatkan kesehatan penderita penyakit gastritis.
l. Penilaian atau scoring Diagnosa Keperawatan
Setelah data di analisis dan diketahui bahwa keluarga menghadapi beberapa
masalah kesehatan dan masalah keperawatan yang tidak dapat ditangani sekaligus
melihat dari keluarga maupun sumber daya perawat, mengingat situasi ini, maka
masalah yang telah diidentifikasi dapat disusun dengan prioritas.
Agar menentukan prioritas masalah kesehatan dan keperawatan, bias
menggunakan table scoring diagnose keperawatan.

Table 2.1
Scoring Prioritas Masalah
no Kriteria Skor Bobot
1 2 3 4
1 Sifat masalah
- Tidak/kurang sehat 3
- Ancaman kesehatan 2 1
- Krisis 1
2 Kemungkinan masalah dapat diubah:
- Masalah 2
- Sebagian 1 2
- Tidak dapat diubah 0
3 Potensi masalah dapat di cegah:
- Tinggi
- Cukup 1
- Rendah
4 Menonjolkan masalah
- Masalah berat harus segera 2
ditangani
- Ada masalah, tapi tidak harus 1 1
segera ditangani
- Masalah tidak dirasakan 0

Proses yang dilakukan pada setiap diagnose keperawatan dengan cara:


1) Tentukan skornya sesuai dengan kriteria yang dibuat perawat
2) Selanjutnya skor yang diperoleh dibagi dengan skor tertinggi dan
dikalikan dengan bobot.

Skor yang diperoleh x bobot

Skor yang tertinggi


3) Jumlah skor untuk semua kriteria
4) Skor maksimum sama dengan jumlah bobot, yaitu 5 (lima)

m. Prioritas Diagnosa Keperawatan


Prioritas berdasarkan pada Diagnosa keperawatan yang mempunyai skor
tertinggi dan disusun berurutan sampai skor terendah, tetapi perawat perlu
mempertimbangkan juga persepsi keluarga terhadap masalah keperawatan mana yang
perlu diatasi segera. (Suprajitno, 2004:47).

2. Perencanaan

Dari masalah yang muncul pada keluarga dengan salah satu anggota
keluarganya menderita penyakit gastritis, dapat dilakukan rencana sebagai berikut:
a. Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga
merawat anggota keluarga yang mengalami nyeri akibat gastritis.
DS: klien mengeluh sakit di daerah ulu hati
DO: klien tampak meringis ketika di tekan di daerah ulu hati, klien sering
memegangi perut di daerah ulu hati.
1) Tujuan
a) Tujuan jangka panjang: setelah 5 hari dilakukan tindakan keperawatan dan
penyuluhan keluarga dapat mengatasi nyeri akibat gastritis secara mandiri.
b) Tujuan jangka pendek : setelah dilakukan 2x30 menit penyuluhan, keluarga
mampu merawat anggota keluarga yang mengalami nyeri akibat gastritis.

2) Intervensi
a) Menjelaskan tentang pengertiannyeri dan penyebab nyeri akibat gastritis
b) Ajarkan teknik relaksasi untuk mengurangi nyeri.
c) Berikan kesempatanm keluarga untuk bertanya.
d) Berikan kesempatan keluarga untuk mengulang kembali.
e) Berikan pujian kepada keluarga apabila bias menyebutkan kembali.
f) Ajarkan keluarga untuk mencoba melakukan tekhnik relaksasi.

3) Kriteria Evaluasi
a) Respon verbal : keluarga mampu menyebutkan pengertian nyeri, penyebab
nyeri akibat gastritis, keluarga dapat menyebutkan cara relaksasi untuk
mengatasi nyeri.
b) Respon sikap : keluarga dapat mengambil keputusan yang tepat untuk
merawat anggota keluarga yang mengalami nyeri akibat gastritis.
c) Respon Psikomotor : keluarga mampu berdemonstrasikan cara relaksasi untuk
mengatasi nyeri

b. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan


ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang mengalami gangguan
pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan.
DS : klien mengeluh apabila dipaksa makan, perut terasa kembung, mual, dan
muntah
DO : berat badan menurun, konjungtiva terlihat pucat klien tampak lemah.
1) Tujuan
a) Jangka panjang : setelah dilakukan 5 hari pembinaan, kebutuhan nutrisi dapat
terpenuhi
b) Jangka pendek : setelah dilakukan 2x30 menit pertemuan, keluarga mampu
merawat anggota keluarganya yang mengalami gangguan pemenuhan nutrisi
kurang dari kebutuhan.
2) Intervensi
a) Diskusikan dengan keluarga cara perawatan gangguan pemenuhan nutrisi
kurang dari kebutuhan akibat gastritis.
b) Evaluasi sesuai dengan hal yang telah diskusikan dengan keluarga
c) Beri kesempatan klien dengan keluarga untuk bertanya
d) Berikan pujian terhadap kemampuan klien dan keluarganya.

3) Kriteria Evaluasi
Respon Verbal: keluarga dapat menyebabkan pengertian, penyebab, tanda
gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan akibat gastritis. Keluarga juga dapat
mendemonstrasikan cara merawat anggota keluarga yang mengalami gangguan
nutrisi kurang dari kebutuhan akibat gastritis.

c. Intoleransi Aktivitas berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat


anggota keluarga yang mengalami intoleransi aktivitas akibat gastritis
DS : keluarga mengatakan tidak mengerti tentang intoleransi akibat penyakit
gastritis
DO : klien tampak lemas, klien lebih banyak beristirahat ditempat tidur.
1) Tujuan
a) Jangka Panjang: setelah dilakukan pembinaan selama 5 pertemuan,
intoleransi aktivitas teratasi.
b) Jangka pendek : setelah 2x30 menit diberikan penyuluhan keluarga
mampu mengenal pengertian, penyebab, gejala, dan cara merawat anggota
keluarga yang mengalami intoleransi aktivitas.
2) Intervensi
a) Berikan penjelasan tentang pengertian, penyebab, gejala, dan cara merawat
anggota keluarga yang mengalami intoleransi aktivitas akibat gastritis
b) Berikan kesempatan keluarga untuk mengulang kembali
c) Berikan kesempatan kepada keluarga untuk bertanya
d) Berikan pujian kepada keluarga atau klien apabila mampu mengulang
kembali.

3) Kriteria evaluasi
Respon verbal: keluarga dapat menyebutkan pengerian, penyebab, gejala dan
cara merawat anggota keluarga yang mengalami intoleransi aktivitas akibat
gastritis.
Respon sikap : keluarga dapat mengambil keputusan mengenai perawat yang
tepat bagi anggota keluarganya yang mengalami intoleransi aktivitas
Respon Psikomotor : keluarga mampu mendemonstrasikan cara merawat
anggota keluarga yang mengalami intoleransi aktivitas.

3. Pelaksanaan

Pelaksaan tindakan keperawatan keluarga didasarkan kepada rencana asuhan


keperawatan yang telah di susun, pelaksanaan tindakan pada keluarga di rumuskan
sesuai dengan perencanaan yang telah di sepakati antara keluarga dengan perawat,
dalam pelaksanaan tindakan tersebut perlu memperhatikan kemampuan keluarga dan
sumber dana keluarga. (Effendi, 1998).

4. Evaluasi

Evaluasi merupakan tahapan terakhir dari proses keperawatan keluarga.


Evaluasi menentukan apakah tujuan dapat tercapai sesuai dengan yang ditetapkan
dalam tujuan direncanakan keperawatan. (Santun Stiawati, 2008)
Evaluasi dilakukan dengan metode SOAP, yaitu Subjektif, Objektif,
Assesment, dan Planning.
Ada 2 macam evaluasi yang dapat dilaksanakan oleh perawat dalam
melakukan proses keperawatan keluarga yaitu :
a. Evaluasi formatif : bertujuan untuk menilai hasil implementasi secara
bertahap sesuai dengan kegiatan yang di laksanakan sesuai kontrak waktu
dari pelaksanaan.
b. Evaluasi sumatif : bertujuan menilai secara keseluruhan terhadap
pencapaian diagnosis keperawatan.

Hasil yang di harapkan secara teoritis dari evaluasi adalah keluarga sembuh
dari penyakit gastritis dank lien dapat beraktivitas secara mandiri.
BAB III

TINJAUAN KASUS DAN PEMBAHASAN

A. Tinjauan Kasus
1. Pengkajian Identitas Keluarga
a. Data Umum
1) Kepala Keluarga : Tn.Y
2) Umur : 57 Tahun
3) Alamat : Kp Kaum Lebak Rt04 Rw 11 Desa Paminggir
Kecamatan Garut Kota Kabupaten Garut.
4) Pekerjaan : Buruh
5) Pendidikan : SD
6) Komposisi keluarga :

Tabel 3.1
Daftar Anggota Keluarga Tn.Y

Hub
Tingkat Ket.
No. Nama Dengan Umur L/P Pekerjaan Agama
Pendidikan
Klien
1. Ny. A Istri 54 L SD IRT Islam -

2. An. L Anak 18 P SMA Pelajar Islam -

3. An. T Anak 13 L SMP Pelajar Islam -


2. Genogram

Keterangan :
: laki-laki x : meninggal
: perempuan : klien
: garis pernikahan : tinggal serumah
: garis keturunan

7) Tipe Keluarga
Keluarga Tn.Y merupakan keluarga inti (Nuclear Family), karena terdapat ayah,
ibu dan dua orang anak yang tinggal serumah.
8) Suku Bangsa
Keluarga Tn.Y merupakan suku sunda, setiap hari menggunakan Bahasa sunda
baik dengan orang-orang yang tinggal serumah maupun masyrakat disekitarnya.
9) Agama
Menurut penuturan Tn.Y, Istri dan anak-anaknya beragama islam dan selalu
menunaikan ibadah solat yang 5 waktu.
10) Status social dan ekonomi
Penghasilan keluarga kurang lebih 30 ribu rupiah perhari. Diperoleh sebagai
buruh (Tukang service elektronik), pengeluaran keluarga Tn. Y setiap bulan
tidak menentu. Hal ini dikarenakan banyak kebutuhan untuk keperluan sehari-
hari.
11) Aktifitas Rekreasi Keluarga
Menurut penuturan Tn.Y keluarga suka berkumpul sambal menonton TV
dirumah dan jarang melakukan rekreasi ke tempat wisata.

3. Riwayat Tahap Perkembangan Keluarga


a. Tahap perkembangan keluarga saat ini
Tahap perkembangan keluarga Tn.Y berada dalam tahap keluarga dengan anak
usia remaja. Dengan ciri dan karakteristik yaitu anak pertama Tn.Y berusia 18
tahun.
b. Perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
Tidak ada tahap perkembangan keluarga saat ini yang belum terpenuhi, namun
ada satu tugas keluarga yang belum terpenuhi,yaitu ketidakmampuan keluarga
memberi perawatan pada Tn.Y yang menderita gastritis.
c. Riwayat kesehatan keluarga saat ini
1) Tn.Y
Pada saat dilakukan pemeriksaan pada Tn.Y didapatkan data
TD : 120/80 mmhg, Tn.Y dalam keadaan sehat.
2) Ny.A
Pada saat dilakukan pemeriksaan pada Ny. A didapatkan data
TD : 120/80 mmhg, Ny.A menderita Gastritis.
3) An.L
Menurut Tn.Y anaknya yang bernama L saat ini dalam keadaan sehat.
4) An.T
Menurut Tn.Y anaknya yang bernama T saat ini dalam keadaan sehat.
d. Riwayat kesehatan keluarga sebelumnya
Menurut Tn.Y, Ny.A menderita gastritis sejak 17 tahun yang lalu dan anggota
keluarga yang lainnya belum pernah terkena penyakt menular maupun keturunan.
4. Pengkajian Lingkungan
a. Karakteristik Rumah
Luas rumah yang ditempati 6×5 = 30 m₂, terdiri dari dua kamar tidur, satu kamar
mandi, ruang keluarga, dan dapur. Keadaan lantai dari pelur. Sinar matahari
hanya masuk dari eberapa genting kaca. Lampu selalu mnyala di siang hari
karena keadaan rumah yang kurang terang, keluarga tidak mengetahui lingkungan
rumah yang memenuhi kesehatan, keluarga tidak mengambil keputusan dan tidak
mampu menciptakan lingkungan rumah yang memenuhi syarat kesehatan, sumber
air keperluan sehari-hari mengambil dari air yang ada didalam rumah,
pembuangan limbah melalui sungai cimanuk, penataan rumah tidak rapih.

JALAN

TERAS
U

KAMAR
B T
RUANG KELUARGA
S

KAMAR
DAPUR WC

b. Karakteristik tetangga dan komunitas RW


Keluarga Tn.Y hidup dilingkungan yang memiliki karakteristik tetangga yang
baik, saling memperhatikan dan membantu apabila ada kesulitan.
5. Mobilitas geografi keluarga
Keluarga Tn.Y sejak 9 bulan yang lalu sebelum menempati rumah yang ditempati
sekarang.
6. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Keluarga Tn.Y berinteraksi dengan masyarakat dengan baik, dan diterima
keberadaannya di masyarakat.
7. Sistem pendukung keluarga
Yang merawat Ny.A adalah Tn.Y suaminya, terdapat puskesmas siliwangi yang
jaraknya kurang lebih 3 km dan RSU dr.Slamet yang berjarak kurang lebih 1,5 km.
8. Pola komunikasi Keluarga
Keluarga mengatakan komunikasi yang digunakan adalah bermusyawarah dalam
menyelasikan masalah keluarga, keluarga Tn.Y menggunakan Bahasa sunda dalam
berkomunikasi sehari-hari.
9. Struktur kekuatan keluarga
Jika terdapat masalah dilakukan pengambulan keputusan bersama-sama terutama
untuk masalah kesehatan keluarga, jika terdapat anggota keluarga yang sedang sakit
segara dibawa ke puskesmas siliwangi.
10. Struktur peran
Tn.Y sebagai kepala keluarga bertanggung jawab terhadap kehidupan keluarganya,
Ny.A berperan sebagai ibu rumah tangga dan juga aktif dalam mendidik anak-
anaknya.
11. Nilai dan norma keluarga
Keluarga menggunakan norma agama yang dianut dan norma-norma yang berlaku di
masyarakat, Ny.A percaya bahwa penyakit yang dideritanya dapat sembuh.
12. Fungsi Keluarga
a. Fungsi Afektif
Tn.Y selalu menasehati anaknya, saling menghormati antar anggota keluarga.
b. Fungsi social
Keluarga mengajarkan agar berperilaku baik dengan tetangga, hidup berdampingan
dan merasa tentram.
c. Fungsi perawatan kesehatan
Jika ada anggota keluarga yang sakit, keluarga selalu membawanya ke puskesmas
siliwangi.
d. Fungsi reproduksi
Keluarga sudah merasa cukup memiliki 3 orang anak dan ada yang sudah menikah,
Ny.A menggunakan pil KB 10 tahun yang lalu.
e. Fungsi ekonomi
Penghasilan keluarga berasal dari Tn.Y, penghasilan rata-rata perhari yaitu
30.000,- dirasakan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
13. Stress dan koping keluarga
a. Stressor jangka pendek dan panjang
Tn.Y berperan sebagai kepala keluarga, mencari nafkah untuk keluarga. Tn.Y
terkadang merasa bingung apabila peghasilannya sedikit karena keluarganya
membutuhkan biaya sehari-hari.
b. Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi atau stressor
Tn.Y dan keluarga selalu berdoa dan berusaha agar Tn.Y mendapat penghasilan
yang lebih sehingga dapat membiayai keluarga dan dapat membimbing.
c. Stress koping yang digunakan
Keluarga menerima keadaan ini apa adanya dan selalu melibatkan anak-anaknya
yang telah dewasa dalam pengambilan keputusan.
d. Strategi adaptasi disfungsional
Tn.Y selalu bekerja setiap hari
14. Pemeriksaan fisik
a. Pada Tn.Y
1) Penampilan umum : Klien sehat
2) Kesadaran : Compos mentis
TTV : TD : 120/80 mmHg
P : 82 ×/menit
S : 36,2 ̊C
TB : 165 cm
3) Sistem integument
a) Rambut dan kulit kepala
Penyebaran rambut merata diseluruh kulit kepala, warna hitam, ikal,bersih,
tidak ada rontok, tidak terdapat lesi maupun benjolan dikulit kepala.
b) Kulit
Warna kulit sawo matang, tekstur halus, saat di palpasi kulit terasa hangat,
turgor baik ketika dicubit dapat kembali ke keadaan semula kurang dari 2
detik, kulit bersih, tidak terdapat luka maupun lesi.
c) Kuku
Warna dasar transparan, bentuk kuku cembung, tekstur halus, bersih, kuku
terpotong pendek.
d) Sistem penglihatan
Kedua mata simetris, klien data menggerakan kedua bola mata ke segala
arah, sklera putih, pupil mengecil saat diberi rangsang cahaya, konjungtiva
merah muda, fungsi penglihatan baik karena klien dapat membaca nama
perawat.
e) Sistem pendengaran
Kedua telinga tampak simetris, warna sama dengan kulit wajah, fungsi
pendengaran baik karena klien dapat mendengar dan menjawab pertanyaan
dengan baik
f) Sistem respirasi
Kedua lubang hidung simetris, warna sama dengan warna kulit wajah, tidak
ada pernafasan cuping hidung, klien dapat membedakan bau kayu putih dan
alcohol, tidak adanya kotoran, RR 20×/menit, bunyi nafas vesikuler.
g) Sistem kardiovaskuler
Pada saat dikaji nadi 82×/menit, tidak terjadi peningkatan JVP dan
pembesaran kelenjar getah bening. TD 120/80 mmHg, irama jantung regular,
bunyi jantung s1, s2.
h) Sistem gastrointestinal
1) Mulut, bibir berwarna merah muda, agak kering, tekstur halus, warna
lidah merah muda, mulut tampak bersih, jumlah gigi lengkap, tidak ada
gangguan fungsi menelan.
2) Abdomen, bentuk datar, terdapat nyeri ulu hati skala 2 (0-5), BU
10×/menit, abdomen tampak bersih.
3) Pola nutrisi, menurut klien dirinya makan nasi dan lauk pauk dengan
frekuensi 1×/hari, jenis air yang diminum yaitu air putih 7-8 gelas/hari.
4) Pola eliminasi, menurut penuturan klien frekuensi BAB klien 1×/hari
dengan konsistensi padat dan warna kuning.
i) Sistem urinaria
Menurut penuturan klien frekuensi BAK 4-5 kali sehari.
j) Sistem reproduksi
Tidak dikaji
k) Sistem musculoskeletal
l) Ekstremitas atas
Tangan kanan dan kiri simetris, bersih, dapat digunakan dengan optimal.
2) Ekstremitas bawah
Kaki kanan dan kiri simetris, bersih dapat digunakan dengan optimal.

b. Pada Ny.A
1) Penampilan umum : Klien sehat
2) Kesadaran : Compos mentis
TTV :
TD : 120/80 mmHg
P : 80 ×/menit
R : 20×/menit
S : 36,5 ̊C
TB : 150 cm
BB : 53 kg
3) Sistem integument
a) Rambut dan kulit kepala
Penyebaran rambut merata diseluruh kulit kepala, warna hitam, lurus, bersih,
tidak ada rontok, tidak terdapat lesi maupun benjolan dikulit kepala.
b) Kulit
Warna kulit putih, tekstur halus, saat di palpasi kulit terasa hangat, turgor
baik ketika dicubit dapat kembali ke keadaan semula kurang dari 2 detik,
kulit bersih, tidak terdapat luka maupun lesi.
c) Kuku
Warna dasar transparan, bentuk kuku cembung, tekstur halus, bersih, kuku
terpotong pendek.
d) Sistem penglihatan
Kedua mata simetris, klien data menggerakan kedua bola mata ke segala
arah, sklera putih, pupil mengecil saat diberi rangsang cahaya, konjungtiva
merah muda, fungsi penglihatan baik karena klien dapat membaca nama
perawat.
e) Sistem pendengaran
Kedua telinga tampak simetris, warna sama dengan kulit wajah, fungsi
pendengaran baik karena klien dapat mendengar dan menjawab pertanyaan
dengan baik
f) Sistem respirasi
Kedua lubang hidung simetris, warna sama dengan warna kulit wajah, tidak
ada pernafasan cuping hidung, klien dapat membedakan bau kayu putih dan
alcohol, tidak adanya kotoran, RR 20×/menit, bunyi nafas vesikuler.
g) Sistem kardiovaskuler
Pada saat dikaji nadi 82×/menit, tidak terjadi peningkatan JVP dan
pembesaran kelenjar getah bening. TD 120/80 mmHg, irama jantung regular,
bunyi jantung s1, s2.
h) Sistem gastrointestinal
1) Mulut, bibir berwarna merah muda, agak kering, tekstur halus, warna
lidah merah muda, mulut tampak bersih, jumlah gigi lengkap, tidak ada
gangguan fungsi menelan.
2) Abdomen, bentuk datar, terdapat nyeri ulu hati skala 2 (0-5), BU
10×/menit, abdomen tampak bersih.
3) Pola nutrisi, menurut klien dirinya makan nasi dan lauk pauk dengan
frekuensi 1×/hari, jenis air yang diminum yaitu air putih 7-8 gelas/hari.
4) Pola eliminasi, menurut penuturan klien frekuensi BAB klien 1×/hari
dengan konsistensi padat dan warna kuning.
i) Sistem urinaria
Menurut penuturan klien frekuensi BAK 4-5 kali sehari.
j) Sistem reproduksi
Tidak dikaji
k) Sistem musculoskeletal
1) Ekstremitas atas
Tangan kanan dan kiri simetris, bersih, dapat digunakan dengan optimal.
2) Ekstremitas bawah
Kaki kanan dan kiri simetris, bersih dapat digunakan dengan optimal.
c. Pada An. L
1) Penampilan umum : Klien sehat
2) Kesadaran : Compos mentis
TTV :
TD : 110/70 mmHg
P : 80 ×/menit
R : 22×/menit
S : 36,3 ̊C
TB : 145 cm
BB : 40 kg
3) Sistem integument
a) Rambut dan kulit kepala
Penyebaran rambut merata diseluruh kulit kepala, warna hitam, lurus, bersih,
tidak ada rontok, tidak terdapat lesi maupun benjolan dikulit kepala.
b) Kulit
Warna kulit putih, tekstur halus, saat di palpasi kulit terasa hangat, turgor
baik ketika dicubit dapat kembali ke keadaan semula kurang dari 2 detik,
kulit bersih, tidak terdapat luka maupun lesi.
c) Kuku
Warna dasar transparan, bentuk kuku cembung, tekstur halus, bersih, kuku
terpotong pendek.
d) Sistem penglihatan
Kedua mata simetris, klien data menggerakan kedua bola mata ke segala
arah, sklera putih, pupil mengecil saat diberi rangsang cahaya, konjungtiva
merah muda, fungsi penglihatan baik karena klien dapat membaca nama
perawat.
e) Sistem pendengaran
Kedua telinga tampak simetris, warna sama dengan kulit wajah, fungsi
pendengaran baik karena klien dapat mendengar dan menjawab pertanyaan
dengan baik
f) Sistem respirasi
Kedua lubang hidung simetris, warna sama dengan warna kulit wajah, tidak
ada pernafasan cuping hidung, klien dapat membedakan bau kayu putih dan
alcohol, tidak adanya kotoran, RR 22×/menit, bunyi nafas vesikuler.
g) Sistem kardiovaskuler
Pada saat dikaji nadi 80×/menit, tidak terjadi peningkatan JVP dan
pembesaran kelenjar getah bening. TD 110/70 mmHg, irama jantung regular,
bunyi jantung s1, s2.
h) Sistem gastrointestinal
1) Mulut, bibir berwarna merah muda, agak kering, tekstur halus, warna
lidah merah muda, mulut tampak bersih, jumlah gigi lengkap, tidak ada
gangguan fungsi menelan.
2) Abdomen, bentuk datar, abdomen tampak bersih.
3) Pola nutrisi, menurut klien dirinya makan nasi dan lauk pauk dengan
frekuensi 1×/hari, jenis air yang diminum yaitu air putih 7-8 gelas/hari.
4) Pola eliminasi, menurut penuturan klien frekuensi BAB klien 1×/hari
dengan konsistensi padat dan warna kuning.
i) Sistem urinaria
Menurut penuturan klien frekuensi BAK 4-5 kali sehari.
j) Sistem reproduksi
Tidak dikaji
k) Sistem musculoskeletal
1) Ekstremitas atas
Tangan kanan dan kiri simetris, bersih, dapat digunakan dengan optimal.
2) Ekstremitas bawah
Kaki kanan dan kiri simetris, bersih dapat digunakan dengan optimal.

d. Pada An. T
1) Penampilan umum : Klien sehat
2) Kesadaran : Compos mentis
TTV :
TD :-
P : 100 ×/menit
R : 24×/menit
S : 36,8 ̊C
TB :-
BB : 12 kg
3) Sistem integument
a) Rambut dan kulit kepala
Penyebaran rambut merata diseluruh kulit kepala, warna hitam, lurus, bersih,
tidak ada rontok, tidak terdapat lesi maupun benjolan dikulit kepala.
b) Kulit
Warna kulit putih, tekstur halus, saat di palpasi kulit terasa hangat, turgor
baik ketika dicubit dapat kembali ke keadaan semula kurang dari 2 detik,
kulit bersih, tidak terdapat luka maupun lesi.
c) Kuku
Warna dasar transparan, bentuk kuku cembung, tekstur halus, bersih, kuku
terpotong pendek.
d) Sistem penglihatan
Kedua mata simetris, klien data menggerakan kedua bola mata ke segala
arah, sklera putih, pupil mengecil saat diberi rangsang cahaya, konjungtiva
merah muda, fungsi penglihatan baik karena klien dapat membaca nama
perawat.
e) Sistem pendengaran
Kedua telinga tampak simetris, warna sama dengan kulit wajah, fungsi
pendengaran baik karena klien dapat mendengar dan menjawab pertanyaan
dengan baik
f) Sistem respirasi
Kedua lubang hidung simetris, warna sama dengan warna kulit wajah, tidak
ada pernafasan cuping hidung, klien dapat membedakan bau kayu putih dan
alcohol, tidak adanya kotoran, RR 24×/menit, bunyi nafas vesikuler.
g) Sistem kardiovaskuler
Pada saat dikaji nadi 82×/menit, tidak terjadi peningkatan JVP dan
pembesaran kelenjar getah bening. TD 110/70 mmHg, irama jantung regular,
bunyi jantung s1, s2.
h) Sistem gastrointestinal
1) Mulut, bibir berwarna merah muda, agak kering, tekstur halus, warna
lidah merah muda, mulut tampak bersih, jumlah gigi lengkap, tidak ada
gangguan fungsi menelan.
2) Abdomen, bentuk datar, abdomen tampak bersih.
3) Pola nutrisi, menurut klien dirinya makan nasi dan lauk pauk dengan
frekuensi 1×/hari, jenis air yang diminum yaitu air putih 7-8 gelas/hari.
4) Pola eliminasi, menurut penuturan klien frekuensi BAB klien 1×/hari
dengan konsistensi padat dan warna kuning.
i) Sistem urinaria
Menurut penuturan ibu klien An. T frekuensi BAK 4-5 kali sehari.
j) Sistem reproduksi
Tidak dikaji
k) Sistem musculoskeletal
1) Ekstremitas atas
Tangan kanan dan kiri simetris, bersih, dapat digunakan dengan optimal.
2) Ekstremitas bawah
Kaki kanan dan kiri simetris, bersih dapat digunakan dengan optimal.

16. Harapan Keluarga


Keluarga Tn.Y berharap agar Ny. A dapat sembuh dari penyakitnya, dan seluruh
anggota keluarganya selalu diberikan kesehatan oleh Allah SWT.

17. Analisa Data

No. Data Etiologi Masalah


1 DS : Ketidakmampuan keluarga Nyeri kronik
Ny.A mengeluh nyeri ulu hati Tn.Y merawat anggota
DO : keluarga yang mengalami
- Adanya nyeri tekan nyeri akut akibat gastritis
pada abdomen kiri atas
- Skala nyeri 2 (0-5)
2 DS : Ketidakmampuan keluarga Ketidakseimbangan
Ny.A mengatakan tidak nafsu Tn.Y merawat anggota nutrisi : kurang dari
makan keluarga yang mengalami kebutuhan
DO : gangguan
- Frekuensi makan 1 kali ketidakseimbangan nutrisi
sehari kurang dari kebutuhan
3 DS : Ketidaktahuan keluarga Resiko tinggi
Ny.A mengatakan rumahnya Tn. Y tentang rumah sehat sanitasi lingkungan
gelap rumah yang tidak
DO : sehat
- Kurangnya cahaya
yang masuk kedalam
rumah
- Kurangnya ventilasi
udara
- Keadaan rumah tidak
tertata rapi

18. Skoring atau penilaian Diagnosa Keperawatan


a. Nyeri kronik berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga Tn. Y merawat
anggota keluarga yang mengalami nyeri akut gastritis.
Tabel 3.3
Skoring penilaian diagnose keperawatan

No kriteria perhitungan skor pembenaran


1 Sifat masalah : 3/3×1 1 Actual karena keluhan sedang
- tidak atau dirasakan sehingga perlu
kurang penanganan dengan segera.
sehat
2 Kemungkinan 2/2×1 1 Karena setelah diberikan
masalah dapat penyuluhan keluarga Tn.Y akan
diubah : mengerti tentang cara perawatan
- mudah gastritis.
3 Potensi masalah 3/3×1 1 Keluhan nyeri pada klien dapat
dapat dicegah : dicegah dengan makan secara
- tinggi teratur.
4 Penonjolan 2/2×1 1 Apabila rasa sakit tidak segera
masalah : diatasi akan berakibat fatal
- masalah terhadap klien
berat harus
segera
ditangani
Jumlah skor 4

b. ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan sehubungan dengan


ketidakmampuan keluarga Tn.Y merawat anggota keluarga yang mengalami
gangguan ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan.

No kriteria perhitungan skor pembenaran


1 Sifat masalah : 3/3×1 1 Karena kekurangan nutrisi telah
- tidak atau terjadi pada Ny. A
kurang
sehat
2 Kemungkinan 1/2×1 ½ Kekurangan nutrisi dapat diatasi
masalah dapat dengan pola makan teratur,
diubah : makan sedikit-sedikit tapi sering.
- sebagian
3 Potensi masalah 2/3×1 2/3 Keluarga akan mengerti cara
dapat dicegah : memberikan asupan nutrisi yang
- cukup cukup setelah diberikan penkes.
4 Penonjolan 2/2×1 1 Karena kekurangan nutrisi dapat
masalah : menyebabkan klien intoleransi
- masalah terhadap aktifitas.
berat harus
segera
diatasi
Jumlah skor 2 3/5
c. risiko tinggi sanitasi lingkungan rumah yang tidak sehat sehubungan dengan
ketidaktahuan keluarga Tn. Y tentang rumah sehat.

No kriteria perhitungan skor pembenaran


1 Sifat masalah : 2/3×1 2/3 Karena dengan ventilasi dan
- ancaman pencahayaan yang kurang
kesehatan merupakan tempat untuk bibit
penyakit.
2 Kemungkinan 1/2×1 ½ Hanya sebagian masalah yang
masalah dapat dapat diubah, karena rumah
diubah : merupakan milik orang lain.
- sebagian
3 Potensi masalah 2/3×1 2/3 Karena keluarga dapat
dapat dicegah : memanfaatkan kondisi rumah
- cukup sebaik mungkin agar menjadi
lebih sehat setelah diberikan
penkes.
4 Penonjolan masalah 0×1 0 Karena keluarga mengganggap it
: hal biasa.
- masalah
tidak
dirasakan
Jumlah skor 5/8

19. Diagnosa keperawatan berdasarkan skala prioritas


a. Nyeri kronik berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga Tn. Y merawat
anggota keluarga yang mengalami nyeri akut gastritis ditandai dengan :
DS :
Ny. A mengeluh nyeri pada ulu hati
DO :
- Adanya nyeri tekan pada abdomen kiri atas
- Skala nyeri 2 (0-2)
b. ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan sehubungan dengan
ketidakmampuan keluarga Tn.Y merawat anggota keluarga yang mengalami
gangguan ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan, ditandai dengan :
DS :
Ny. A mengatakan tidak nafsu makan
DO :
Frekuensi makan 1 kali dalam sehari
c. resiko tinggi sanitasi lingkungan rumah yang tidak sehat sehubungan dengan
ketidaktahuan keluarga Tn.Y tentang rumah sehat ditandai dengan :
DS :
Ny.A mengatakan rumah nya gelap
DO :
- kurangnya cahaya yang masuk
- kurangnya ventilasi udara
- keadaan rumah tidak tertata rapi
3. Perencanaan
Tabel 3.4
Asuhan Keperawatan
No Diagnosa Tujuan Tujuan Evaluasi Evaluasi Intervensi
. keperawatan Umum Khusus Kriteria Standar
1 Nyeri kronik Setelah 5 Setelah Respon verbal : - cara mengatasi 1. ajarkan
sehubungan hari dilakukan 1x 15 1. Keluarga nyeri dengan teknis
dengan dilakukan menit mampu teknik relaksasi nafas
ketidak pembinaan penyuluhan, dan menyebut yaitu: menarik dalam
mampuan dan 3 x 30 menit kan nafas panjang kepala
keluarga Tn. penyuluhan, pertemuan, kembali dari hidung dan klien dan
Y merawat keluarga Tn keluarga mampu pengertian mengeluarkan keluarga
anggota Y mampu merawat anggota gastritis sedikit-sedikit 2. berikan
keluarga merawat keluarga yang 2. Keluarga dari mulut . kesempat
yang anggota mengalami nyeri mengataka - makanan dan an pada
mengalami keluarga akibat grastritis, n telah minuman yang keluarga
nyeri akibat yang dengan cara : mengetah tidak boleh di untuk
gastritis mengalami 1. Mempera ui cara konsumsi oleh bertanya
nyeri akibat gakan teknik penderita 3. penkes
gastritis teknik relaksasi gastritis, seperti: tentang
relaksasi 3. Keluarga makanan pedas, gastritis
2. Menyebu dapat asam, dan dengan
tkan menyebut alkohol. menggun
makanan kan akan
dan makan poster.
minuman dan Beritahu
yang minuman klien
tidak yang tidak makanan
boleh di boleh dan
konsumsi dikonsums minuman
oleh i oleh yang
penderita penderita tidak
gastritis gastritis. boleh
Respon dikonsum
psikomotor : klien si oleh
atau keluarga penderita
mampu gastritis
memperagakan 4. berikan
tehknik relaksasi pujian
terhadap
keluarga
2 Ketidak Setelah 5 hari Setelah 3 x Respon verbal Cara 1. beri
seimbangan dilakukan 30 menit : keluarga perawatan penjelasan
nutrisi : kurang pembinaan, pertemuan, mengatakan klien dengan kepada
dari kebutuhan ketidak keluarga telah paham ketidak keluarga
sehubunga seimbangan mampu cara untuk seimbangan tentang pola
dengan ketidak nutrisi kurang memberikan mengatasi nutrisi makan yang
mampuan dari perawatan nutrisi kurang kurang dari baik
keluarga Tn . Y kebutuhan untuk dari kebutuhan 2. beri
merawat anggota dapat teratasi mengatasi kebutuhan akibat pengetahuan
keluarga yang nutrisi pada Ny. A gastritis : tentang
mengalami kurang dari -anjurkan makanan yang
gangguan ketidak kebutuhan Respon klien makan baik di
seimbangan Ny. A motorik: klien sedikit konsumsi
nutrisi kurang mampu sedikit tetapi 3. beri
dari kebutuhan mengatur pola sering. kesempatan
makan - hidangkan keluarga
dengan baik makanan untuk
yang bergizi bertanya
dan sesuai 4. beri pujian
kesukaan terhadap
pasien keluarga
- buat
struktur
waktu makan
dan batasan
waktu.
3 Resiko tinggi Keluarga Setelah 1 x Respon verbal Keluarga -Beri penkes
sanitasi mampu 15 menit : keluarga dapat rumah sehat,
lingkungan rumah mengenal penkes, mampu menjelaskan mengenai :
yang tidak sehat kondisi rumah keluarga menyebutkan pengetian pengertian ciri
sehubungan yang sehat mampu pengertian dan ciri ciri, dan
dengan ketidak menyebutkan rumah sehat rumah sehat fungsi rumah
tahuan keluarga ciri ciri dan ciri ciri yaitu sehat.
Tn. Y tentang rumah sehat rumah sehat penerangan -anjurkan
rumah sehat serta mampu yang cukup, keluarga
mengambil Respon ventilasi membuka
keputusan psikomotirik: udara yang pintu dan
yang tepat keluarga cukup besar, jendela untuk
terhadap membuka lantai tidak ventilasi serta
masalah ventilasi lemabab dan sinar matahari
sanitasi rumah memenuhi yang masuk
lingkungan syarat
rumah yang kesehatan.
memenuhi
syarat
kesehatan
4. Implementasi dan Evaluasi
Tabel 3.5
Implementasi dan Evaluasi
Diagnosa
Tanggal Implementasi Evaluasi
Keperawatan
04 Juni 2018 Nyeri kronik 04 juni 2018 04 Juni 2019
berhubungan 09.00 WIB 09.15 WIB
dengan 1. memberikan penkes kepada S :
ketidakmampuan keluarga Tn.Y mengenai Keluarga mampu
keluarga Tn.Y pengertian gastritis, tanda dan menyebutkan
merawat anggota gejala, penyebab, dampak, pengertian serta
keluarga yang pencegahan gastritis. makanan dan
mengalami nyeri 2. mengajarkan teknik relaksasi minuman yang tidak
akibat gastritis : nafas dalam kepada keluarga boleh dikonsumsi
Tn.Y penderita gastritis,
3. memberi pujian kepada serta cara mengatasi
keluarga nyeri.
4. memberi kesempatan pada O :
keluarga untuk bertanya - Keluarga
mempraktikan
teknik nafas
dalam
- Keluarga
mampu
mengenali
makanan yang
tidak boleh
dikonsumsi
oleh Ny. A
A:
Masalah sebagian
teratasi
P : tingkatkan
intervensi : motivasi
klieb untuk
menghindari makanan
yang dapat
menyebabkan nyeri
04 Juni 2018 Resiko tinggi 04 Juni 2018 04 Juni 2018
sanitasi lingkungan 09.20 WIB 09.35 WIB
rumah yang tidak 1. memberi penkes tentang S :
sehat sehubungan rumah sehat, mengenai : Keluarga Ny.A
dengan pengertian, ciri-ciri, dan fungsi mengatakan telah
ketidaktahuan rumah sehat. mengerti tentang
keluarga Tn.Y 2. menganjurkan keluarga rumah sehat
tentang rumah membuka pintu dan jendela O :
sehat untuk ventilai serta sinar - Keluarga Tn.
matahari yang masuk. Y mampu
3. memberi kesempatan menyebutkan
keluarga untuk bertanya. pengertian dan
4. memberi pujian terhadap ciri-ciri rumah
kemampuan keluarga sehat
A:
Masalah teratasi
sebagian
P:
Lanjutkan intervensi
5. Catatan Perkembangan
Tabel 3.6
Catatan Perkembangan
Tanggal DX Diagnosa Keperawatan Catatan Perkembanga Pelaksana

1 2 3 4 5
05 juni 1 Nyeri kronik sehubungan S=
2018 dengan ketidak mampuan - Ny. A mengatakan nyeri
keluarga Tn. Y merawat berkurang.
anggota keluarga yang - Keluarga mengatakan
mengalami nyeri akibat telah mencoba mengatasi
gastritis. nyeri akibat gastritis
dengan teknik relaksasi.
O=
- Skala nyeri 1 (0-5)
- klien tudak memegang
perut didaerah ulu hati
A=
Masalah teratasi sebagian
P=
Lanjutkan Intervensi
I=
anjurkan untuk melakukan
tehnik relaksasi lebih
sering saat terasa nyeri
E=
Klien mengatakan nyeri
2 berkurang setelah
melakukan relaksasi
Ketidak seimbangan
nutrisi : kurang dari S=
kebutuhan sehubungan Ny. A mengatakan kurang
dengan ketidakmampuan nafsu makan
keluarga Tn.Y merawat O=
anggota keluarga yang Keluarga terlihat
mengalami gangguan menyajikan makanan
ketidak seimbangan nutrisi berprotein (tempe)
kurangdari kebutuhan A=
Masalah belum teratasi
P= Lanjutkan intervensi
I= Anjurkan untuk makan
dalam porsi kecil tetapi
sering
E= Klien mengatakan
nafsu makan sedikit
meningkat.
3 Risiko tinggi sanitasi S=
lingkungan rumah yang Ny. A mengatakan sudah
tidak sehat sehubungan membuka pintu dan
dengan ketidak tahuan jendela pada pagi hari
keluarga Tn. Y tentang O=
rumah sehat -Pintu terbuka
-Jendela terbuka
A=
Masalah teratasi
P=
Pertahankan intervensi
I=
Lakukan pemantauan
selama 2 hari kedepan
E=
Klien mengatakan akan
membiasakan membuka
pintu dan jendela pada
pagi hari.
06 juni 1 Nyeri kronik sehubungan S=
2018 dengan ketidak mampuan -Ny. A mengatakan nyeri
keluarga Tn.Y merawat kadang masih terasa.
anggota keluarga yang -Keluarga mengatakan
mengalami nyeri akibat telah mencoba mengatasi
gastritis nyeri akibat gastritis
dengan teknik relaksasi.
O=
-skala nyeri 1 (0-5)
-klien tidak memegang
perut di daerah ulu hati
A=
Masalah teratasi sebagian.
P=
Lanjutkan intervensi
I= Ajurkan untuk minum
antacid sebelum makan
E= klien mengatakan
nyeri terkadang masih
dirasakan.

06 juni 2
2018 Ketidak seimbangan
nutrisi : kurang dari S=
kebutuhan sehubungan Ny.A mengatakan nafsu
dengan ketidak mampuan makan sedikit sedikit
keluarga yang Tn.Y meningkat
merawat anggota keluarga O=
yang mengalami gangguan Keluarga terlihat
ketidak seimbangan nutrisi menyediakan makanan
kurang dari kebutuhan yang bervariasi
Frekuensi makan 2x/hari
A=
Masalah teratasi sebagian
P=
Lanjutkan intervensi
I= anjurkan untuk makan
3x/hari
E=
Klien mengatakan nafsu
makan sedikit meningkat

Anda mungkin juga menyukai