Anda di halaman 1dari 15

KONSEP EDUKASI PADA KEPERAWATAN KOMUNITAS

OLEH:

1. NI PUTU NUR ADIANA DEWI (P07120216022)


2. NI NYOMAN MURTI APSARI DEWI (P07120216023)
3. I GUSTI INTAN ADRIANA SARI (P07120216024)

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN
TAHUN AJARAN 2017/2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA
sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai dengan judul ”Konsep Dasar
Edukasi Masyarakat”. Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih
atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan
baik materi maupun pikirannya.
Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk
maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin
masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat
mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi
kesempurnaan makalah ini.

Denpasar, September 2018

Penyusun

1
DAFTAR ISI

Halaman depan

Kata Pengantar ............................................................................................. ii

Daftar Isi ............................................................................................. iii

BAB I ............................................................................................. 1

A. Pendahuluan ......................................................................................... 1

1. Konsep – konsep Kunci ........................................................... 1

2. Petunjuk ................................................................................... 1

3. Tujuan Pembelajaran ................................................................ 2

BAB II MATERI ............................................................................................. 3

A. Pokok Bahasan ..................................................................................... 3

1. Definisi Edukasi Masyarakat ................................................... 3

2. Tujuan Edukasi ........................................................................ 4

3. Strategi Edukasi ...................................................................... 8

4. Factor Yang Mempengaruhi Prilaku ....................................... 9

5. Upaya Kesehatan Di Puskesmas .............................................. 11

B. Tugas dan Latihan ................................................................................ 13

BAB III PENUTUP ......................................................................................... 19

A. Rangkuman .......................................................................................... 19

B. Tes Akhir BAB .................................................................................... 20

Daftar Pustaka ............................................................................................. 26

1
BAB I

1. LATAR BELAKANG
Community based education(CBE)/pendidikan berbasis
masyarakat(PBM) adalah konsep pendidikan yang menekankan pada
paradigma pendidikan dalam upaya peningkatan partisipasi(berperan serta dl
suatu kegiatan) dan keterlibatan masyarakat, serta pengelolaan pendidikan
yang sesuai dengan tuntutan global dan nasional.
Pengelolaan pendidikan / madrasah di hadapkan pada berbagai macam
tuntutan lokal dapat di akomodir dengan baik. sehingga kepedulian
masyarakat terhadap pengembangan pendidikan di madrasah menjadi sangat
signifikan .penting; berartin.
Sejarah pendidikan di Indonesia telah memberikan bukti bahwa
pendidikan yang berbasis masyarakat mempunyai daya tahan yang luar biasa,
karena di dukung oleh masyarakat yang merasa memilikinya, pondok
pesantren adalah sebuah bukti nyata.Namun mengembalikan kekuatan
masyarakat yang telah di abaikan begitu lama tidaklah mudah. Paradigma
lama telah mengaburkan pikiran mengenai pendidikan yang selayaknya.
Karena kita harus beralih kesebuah paradigma reformasi yang baru dan
mungkin gagasan pendidikan berbasis masyarakat dapat dijadikan sebuah titik
masuk.
2. RUMUSAN MASALAH
1. Apa definisi edukasi masyarakat?
2. Apa tujuan Edukasi?
3. Apa strategi Edukasi?
4. Apa saja faktor-faktor mempengaruhi perilaku?
5. Apa saja upaya kesehatan di Puskesmas?
3. TUJUAN PENULISAN
1. Untuk mengetahui defisini edukasi masyarakat.
2. Untuk mengetahui tujuan dari edukasi.
3. Untuk mengetahui strategi dari edukasi.
4. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku.

1
5. Untuk mengetahui upaya kesehatan di Puskesmas
4. MANFAAT PENULISAN
1. Dapat mengetahui defisini edukasi masyarakat.
2. Dapat Untuk mengetahui tujuan dari edukasi.
3. Dapat mengetahui strategi dari edukasi.
4. Dapat mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku.
5. Dapat mengetahui upaya kesehatan di Puskesmas

1
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Edukasi Masyarakat
Pengertian edukasi adalah proses pembelajaran yang bertujuan
untuk mengembangkan potensi diri pada perserta didik dan mewujudkan
proses pembelajaran yang lebih baik. Edukasi ini bertujuan untuk
mengembangkan keperibadian, kecerdasan dan mendidik peserta untuk
memiliki akhlak mulia, mampu mengendalikan diri dan memiliki
keterampilan.
Pendidikan Masyarakat diartikan sebagai layanan pendidikan yang
diperuntukan bagi masyarakat tanpa melihat perbedaan tingkat pendidikan,
usia, status sosial, ekonomi, agama, suku dan kondisi mental fisiknya,
yang mempunyai keinginan untuk menambah dan atau meningkatkan
kompetensi untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya.
Dalam UU No.20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas pasal 26 (1)
disebutkan bahwa pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga
masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai
pengganti, penambah, dan atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka
mendukung pendidikan sepanjang hayat.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa edukasi masyarakat adalah strategi
pendidikan dari, oleh dan untuk masyarakat setempat yang secara khusus
berkonsentrasi pada kegiatan pembelajaran, usaha ekonomi produktif dan
pemberdayaan masyarakat sesuai kebutuhan komunitas tersebut guna
mewujudkan masyarakat yang cerdas, terampil, sejahtera, mandiri dan
selalu mengembangkan diri secara positif dan hidup harmonis.
B. Tujuan Edukasi
Santoso S Hamidjojo (1982 : 18) mengemukakan bahwa
pendidikan masyarakat atau pendidikan non formal bertujuan untuk
membantu masalah keterlantaran pendidikan, baik bagi mereka yang
belum pernah bersekolah maupun yang gagal (drop out) serta memberikan
bekal sikap, keterampilan dan pengetahuan praktis yang relevan dengan
kebutuhan hidup.

1
Dalam kerangka sistem pendidikan nasional, pendidikan non
formal merupakan salah satu jalur yang bersama-sama dengan jalur
pendidikan lainnya, mempunyai tujuan yang senantiasa mengarah pada
tujuan pendidikan nasional. Sebagai salah satu jalur dalam sistem
pendidikan nasional, pendidikan non formal mempunyai tujuan seperti
ditegaskan dalam peraturan pemerintah nomor 73 tahun 1991 sebagai
berikut.
a. Melayani warga belajar supaya dapat tumbuh dan berkembang sedini
mungkin dan sepanjang hayatnya, guna meningkatkan martabat dan
kehidupannya.
b. Membina warga belajar agar memiliki pengetahuan, keterampilan dan
sikap mental yang diperlukan untuk mengembangkan diri, Bekerja
mencari nafkah atau melanjutkan pendidikan ke tingkat atau jenjang
yang lebih tinggi
c. Memenuhi kebutuhan belajar masyarakat yang dapat dipenuhi dalam
jalur pendidikan sekolah.
C. Strategi Edukasi
Strategi dapat didefinisikan sebagai rencana umum tindakan yang
dapat mencakup beberapa aktivitas dan mempertimbangkan karakteristik
populasi target. Strategi promosi kesehatan yang efektif dapat
dikategorikan sebagal berikut:
a. Strategi komunikasi kesehatan menginformasikan dan memengaruhi
keputusan individu dan masyarakat yang meningkatkan kesehatan.
b. Strategi kebijakan atau penegakan menghasilkan kebijakan yang dapat
dilaksanakan melalui pengaturan legislatif, lembaga peraturan, ataupun
pengaturan organisasi. Kebijakan itu dirancang untuk mendukung
perbaikan lingkungan rumah, sekolah, maupun lingkungan kerja.
c. Strategi mobilisasi komunitas melibatkan pemberian bantuan kepada
masyarakat untuk mengidentifikasi dan mengambil tindakan terhadap
permasalahan kesehatan bersama dengan memanfaatkan pengambilan
keputusan bersama dan mengikutsertakan metode semacam
pemberdayaan.

1
d. Strategi layanan kesehatan meliputi pengujian, skrining, dan layanan
atau pengobatan khusus yang disediakan melalui komunitas atau
lembaga kesehatan untuk meningkatkan, memperbaiki hasil akhir
kesehatan.
e. Strategi teknologi melibatkan pembentukan atau modifikasi alat,
struktur, sistem perawatan, atau tipe layanan atau lingkungan.
Dengan mengetahui bahwa komunikasi kesehatan dilibatkan dalam
setiap strategi promosi kesehatan, kita perlu mempertimbangkan beberapa
sudut pandang komunikasi kesehatan ketika memilih suatu pendekatan.
D. Factor Yang Mempengaruhi Prilaku
a. Faktor Internal
Tingkah laku manusia adalah corak kegiatan yang sangat
dipengaruhi oleh faktor yang ada dalam dirinya. Faktor-faktor intern
yang dimaksud antara lain jenis ras/keturunan, jenis kelamin, sifat
fisik, kepribadian, bakat, dan intelegensia. Faktor-faktor tersebut akan
dijelaskan secara lebih rinci seperti di bawah ini.
1) Jenis Ras/ Keturunan
Setiap ras yang ada di dunia memperlihatkan tingkah laku yang
khas. Tingkah laku khas ini berbeda pada setiap ras, karena
memiliki ciri-ciri tersendiri. Ciri perilaku ras Negroid antara lain
bertemperamen keras, tahan menderita, menonjol dalam kegiatan
olah raga. Ras Mongolid mempunyai ciri ramah, senang bergotong
royong, agak tertutup/pemalu dan sering mengadakan upacara
ritual. Demikian pula beberapa ras lain memiliki ciri perilaku yang
berbeda pula.
2) Jenis Kelamin
Perbedaan perilaku berdasarkan jenis kelamin antara lain cara
berpakaian, melakukan pekerjaan sehari-hari, dan pembagian tugas
pekerjaan. Perbedaan ini bisa dimungkikan karena faktor
hormonal, struktur fisik maupun norma pembagian tugas. Wanita
seringkali berperilaku berdasarkan perasaan, sedangkan orang laki-

1
laki cenderug berperilaku atau bertindak atas pertimbangan
rasional.
3) Sifat Fisik
Kretschmer Sheldon membuat tipologi perilaku seseorang
berdasarkan tipe fisiknya. Misalnya, orang yang pendek, bulat,
gendut, wajah berlemak adalah tipe piknis. Orang dengan ciri
demikian dikatakan senang bergaul, humoris, ramah dan banyak
teman
4) Kepribadian
Kepribadian adalah segala corak kebiasaan manusia yang
terhimpun dalam dirinya yang digunakan untuk bereaksi serta
menyesuaikan diri terhadap segala rangsang baik yang datang dari
dalam dirinya maupun dari lingkungannya, sehingga corak dan
kebiasaan itu merupakan suatu kesatuan fungsional yang khas
untuk manusia itu. Dari pengertian tersebut, kepribadian seseorang
jelas sangat berpengaruh terhadap perilaku sehari-harinya
5) Intelegensia
Intelegensia adalah keseluruhan kemampuan individu untuk
berpikir dan bertindak secara terarah dan efektif. Bertitik tolak dari
pengertian tersebut, tingkah laku individu sangat dipengaruhi oleh
intelegensia. Tingkah laku yang dipengaruhi oleh intelegensia
adalah tingkah laku intelegen di mana seseorang dapat bertindak
secara cepat, tepat, dan mudah terutama dalam mengambil
keputusan
6) Bakat
Bakat adalah suatu kondisi pada seseorang yang
memungkinkannya dengan suatu latihan khusus mencapai suatu
kecakapan, pengetahuan dan keterampilan khusus, misalnya berupa
kemampuan memainkan musik, melukis, olah raga, dan
sebagainya.

1
b. Faktor Eksternal
1) Pendidikan
Inti dari kegiatan pendidikan adalah proses belajar mengajar. Hasil
dari proses belajar mengajar adalah seperangkat perubahan
perilaku. Dengan demikian pendidikan sangat besar pengaruhnya
terhadap perilaku seseorang. Seseorang yang berpendidikan tinggi
akan berbeda perilakunya dengan orang yang berpendidikan
rendah.
2) Agama
Agama akan menjadikan individu bertingkah laku sesuai dengan
norma dan nilai yang diajarkan oleh agama yang diyakininya.
3) Kebudayaan
Kebudayaan diartikan sebagai kesenian, adat istiadat atau
peradaban manusia. Tingkah laku seseorang dalam kebudayaan
tertentu akan berbeda dengan orang yang hidup pada kebudayaan
lainnya, misalnya tingkah laku orang Jawa dengan tingkah laku
orang Papua.
4) Lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar individu,
baik lingkungan fisik, biologis, maupun sosial. Lingkungan
berpengaruh untuk mengubah sifat dan perilaku individu karena
lingkungan itu dapat merupakan lawan atau tantangan bagi
individu untuk mengatasinya. Individu terus berusaha
menaklukkan lingkungan sehingga menjadi jinak dan dapat
dikuasainya.
5) Sosial Ekonomi
Status sosial ekonomi seseorang akan menentukan tersedianya
suatu fasilitas yang diperlukan untuk kegiatan tertentu, sehingga
status sosial ekonomi ini akan mempengaruhi perilaku seseorang.
E. Upaya Kesehatan Di Puskesmas
Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah fasilitas pelayanan
kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya

1
kesehatan perseorangan tingkat pertama dengan lebih mengutamakan upaya
promotif dan preventif untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang
setinggi-tingginya di wilayah kerjanya. Upaya kesehatan masyarakat
merupakan kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta
mencegah dan menanggulangi timbulnya masalah kesehatan dengan sasaran
keluarga, kelompok, dan masyarakat. Sedangkan upaya kesehatan
perseorangan merupakan suatu kegiatan pelayanan kesehatan yang ditujukan
untuk peningkatan, pencegahan, penyembuhan penyakit, pengurangan
penderitaan akibat penyakit dan memulihkan kesehatan perseorangan
(Permenkes No. 75 tahun 2014).
Sejalan dengan itu pelayanan kesehatan yang diberikan puskesmas
menurut Effendy, Ferry dan Makhfudi (2009) merupakan pelayanan yang
menyeluruh yang meliputi pelayanan promotif, pelayanan preventif,
pelayanan kuratif, dan pelayanan rehabilitatif.
a. Pelayanan kesehatan promotif adalah kegiatan pelayanan kesehatan yang
lebih mengutamakan kegiatan yang bersifat promosi kesehatan
b. Pelayanan kesehatan preventif merupakan kegiatan pencegahan terhadap
suatu masalah kesehatan atau penyakit
c. Pelayanan kesehatan kuratif adalah kegiatan pengobatan yang ditujukan
untuk penyembuhan penyakit, pengurangan penderitaan akibat penyakit,
pengendalian penyakit, atau pengendalian kecacatan agar kualitas
penderita dapat terjaga seoptimal mungkin
d. Pelayanan kesehatan rehabilitatif merupakan kegiatan untuk
mengembalikan bekas penderita ke dalam masyarakat sehingga dapat
berfungsi lagi sebagai anggota masyarakat yang berguna untuk dirinya
dan masyarakat semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuannya.
Selanjutnya Trihono (2005) juga menjelaskan bahwa pelayanan
kesehatan yang diselenggarakan di Puskemas meliputi pelayanan kesehatan
baik perorangan maupun kelompok di masyarakat. Pelayanan kesehatan
perorangan lebih mengutamakan pendekatan kuratif dan rehabilitatif dengan
pendekatan individu, sedangkan pelayanan kesehatan kelompok (masyarakat)
lebih mengutamakan pelayanan promotif dan preventif dengan pendekatan

1
kelompok masyarakat dan keluarga, serta sebagian besar diselenggarakan
bersama masyarakat yang bertempat tinggal diwilayah kerja Puskesmas.
Puskesmas merupakan garda terdepan dari pelayanan kesehatan
masyarakat. Puskesmas dapat mewujudkan perannya dengan maksimal
kepada masyarakat apabila didukung oleh tenaga kesehatan yang handal dan
memadai. Tenaga kesehatan yang dibutuhkan di Puskemas menurut
Permenkes No.75 Tahun 2014 pasal 16 terdiri dari dokter, dokter gigi,
perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan,
ahli teknologi laboratorium medik, tenaga gizi, dan tenaga kefarmasian.
Perawat menjadi salah satu komponen penting dalam pemberian
pelayanan di Puskesmas. Sebagai pemberi layanan kesehatan di Puskesmas,
perawat harus memahami peranannya dengan baik. Menurut Kementrian
Kesehatan tahun 2006 perawat kesehatan masyarakat mempunyai enam peran
diantaranya, yaitu :
a. Sebagai penemu kasus (case finder)
Perawat puskesmas sebagai penemu kasus (case finder) berperan dalam
mendeteksi dan menemukan kasus serta melakukan penelusuran
terjadinya penyakit.
b. Sebagai pemberi asuhan keperawatan (care provider)
Sebagai pemberi pelayanan (care provider), perawat memberikan
pelayanan keperawatan kepada individu, keluarga, kelompok, dan
masyarakat sesuai diagnosis masalah yang terjadi.
c. Sebagai pendidik atau penyuluh kesehatan (health teacher/educator)
Perawat sebagai pendidik (educator) membantu klien meningkatkan
tingkat pengetahuan kesehatan pasien.
d. Sebagai koordinator dan kolaborator
Sebagai koordinator, perawat mengarahkan, merencanakan, dan
mengorganisasi pelayanan kesehatan dari tim kesehatan sehingga
pemberian pelayanan kesehatan terarah. Sedangkan perawat sebagai
kolaborator bekerja sama dengan berbagai tenaga kesehatan.
e. Pemberi nasihat (counseling)

1
Sebagai konsultan, perawat menjadi tempat konsultasi terhadap masalah
atau tindakan keperawatan yang tepat untuk diberikan.
f. Sebagai panutan (role model)
Perawat sebagai panutan (role model) harus dapat memberikan contoh
yang baik dalam bidang kesehatan pada individu, keluarga, kelompok,
dan masyarakat tentang bagaimana cara hidup yang sehat yang dapat
ditiru dan dicontoh oleh masyarakat.

1
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Edukasi masyarakat adalah strategi pendidikan dari, oleh dan untuk
masyarakat setempat yang secara khusus berkonsentrasi pada kegiatan
pembelajaran, usaha ekonomi produktif dan pemberdayaan masyarakat sesuai
kebutuhan komunitas tersebut guna mewujudkan masyarakat yang cerdas,
terampil, sejahtera, mandiri dan selalu mengembangkan diri secara positif
dan hidup harmonis. Edukasi bersifat normatif, yaitu mengandung unsur
norma yang bersifat memaksa tetapi tidak bertentangan dengan hakikat
perkembangan masyarakat serta dapat diterima sebagai nilai hidup yang baik.
Strategi dapat didefinisikan sebagai rencana umum tindakan yang dapat
mencakup beberapa aktivitas dan mempertimbangkan karakteristik populasi
target. Strategi edukasi masyarakat yang efektif antara lain : Strategi
komunikasi, Strategi kebijakan atau penegakan, Strategi mobilisasi
komunitas, Strategi layanan kesehatan dan Strategi teknologi. Faktor Yang
Mempengaruhi Perilaku antara lain Faktor Internal ialah : Tingkah laku
manusia, Jenis Ras/ Keturunan, Jenis Kelamin,Sifat Fisik, Kepribadian,
Intelegensia dan Bakat. Faktor Eksternal meliputi : Pendidikan, Agama,
Kebudayaan, Lingkungan, dan Sosial Ekonomi. Upaya Kesehatan di
Puskesmas

1
DAFTAR PUSTAKA
Kementerian Kesehatan. 2014. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 75 Tahun 2014 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat (online).
Available :h t t p : / / w w w . a i d s i n d o n e s i a . o r. i d / u p l o ads/2 014121
0110659.PMK_No_75_Th_2014_ttg_Puskesmas.pdf (diakses pada 26 September
2017)
Effendy, Ferry, dan Makhfudli. 2009. Keperawatan Kesehatan Komunitas. Jakarta
: Salemba Medika
Trihono. 2005. Manajemen Puskesmas Berbasis Paradigma Sehat. Jakarta: CV
Sagung Seto
Purwanto, Heri. 1999. Pengantar Perilaku Manusia, Untuk Keperawatan. Jakarta:
Penerbit EGC.