Anda di halaman 1dari 50

Nama :Muh Akram Ahmad Rendelangi

Nim : 18210032

Kelas : E

Absen : 2

Undang-Undang Tentang Peradilan Agama

Pasal UU No. 7 Tahun 1989 UU No. 3 Tahun 2006 Perubahan


Pasal Dalam Undang-undang ini yang Dalam Undang-undang ini yang Tidak ada perubahan
1 dimaksud dengan: dimaksud dengan:
1. Peradilan Agama adalah 1. Peradilan Agama adalah peradilan
peradilan bagi orang-orang bagi orang-orang yang beragama
yang beragama Islam. Islam.
2. Pengadilan adalah 2. Pengadilan adalah Pengadilan Agama
Pengadilan Agama dan dan Pengadilan Tinggi Agama di
Pengadilan Tinggi Agama di lingkungan Peradilan Agama.
lingkungan Peradilan Agama. 3. Hakim adalah Hakim pada Pengadilan
3. Hakim adalah Hakim pada Agama dan Hakim pada Pengadilan
Pengadilan Agama dan Tinggi Agama.
Hakim pada Pengadilan 4. Pegawai Pencatat Nikah adalah
Tinggi Agama. Pegawai Pencatat Nikah pada Kantor
4. Pegawai Pencatat Nikah Urusan Agama.
adalah Pegawai Pencatat 5. Juru Sita dan atau Juru Sita Pengganti
Nikah pada Kantor Urusan adalah Juru Sita dan atau Juru Sita
Agama. Pengganti pada Pengadilan Agama.
5. Juru Sita dan atau Juru Sita
Pengganti adalah Juru Sita
dan atau Juru Sita Pengganti
pada Pengadilan Agama.
Pasal Peradilan Agama merupakan Peradilan Agama adalah salah satu  Pelaksana menjadi
2 salah satu pelaksana kekuasaanpelaku kekuasaan kehakiman bagi rakyat pelaku
kehakiman bagi rakyat pencari pencari keadilan yang beragama Islam  Perkara perdata
keadilan yang beragama Islam mengenai perkara tertentu sebagaimana tertentu menjadi
mengenai perkara perdata
dimaksud dalam Undang-Undang ini. perkara tertentu
tertentu yang diatur dalam  Yang diatur dalam
Undang-undang ini. Undang-undang ini
menjadi
sebagaimana
dimaksud dalam
Undang-Undang
ini.
Pasal 1. Kekuasaan Kehakiman di Pasal 3A:  Pada lingkungan
3 lingkungan Peradilan Agama Di lingkungan Peradilan Agama dapat Peradilan Agama
dilaksanakan oleh : diadakan pengkhususan pengadilan yang bisa diadakan
a. Pengadilan Agama; diatur dengan Undang- Undang. pengkhususan
b. Pengadilan Tinggi Agama. peradilan yang
2. Kekuasaan Kehakiman di diatur dengan
lingkungan Peradilan Agama Undang-Undang
berpuncak pada Mahkamah
Agung sebagai Pengadilan
Negara Tertinggi.
Pasal 1. Pengadilan Agama 1. Pengadilan gama berkedudukan di ibu  Pengadilan Agama
4 berkedudukan di kotamadya kota kabupaten/kota dan daerah berkedudukan di
atau di ibu kota kabupaten, hukumnya meliputi wilayah kotamadya atau di
dan daerah hukumnya kabupaten/kota. ibu kota kabupaten,
meliputi wilayah kotamadya 2. Pengadilan tinggi agama dan daerah
atau kabupaten. berkedudukan di ibu kota provinsi hukumnya meliputi
2. Pengadilan Tinggi Agama dan daerah hukumnya meliputi wilayah kotamadya
berkedudukan di Ibukota wilayah provinsi. atau kabupaten
propinsi, dan daerah menjadi Pengadilan
hukumnya meliputi wilayah gama
Propinsi. berkedudukan di
ibu kota
kabupaten/kota dan
daerah hukumnya
meliputi wilayah
kabupaten/kota.
 Pengadilan Tinggi
Agama
berkedudukan di
Ibukota propinsi,
dan daerah
hukumnya meliputi
wilayah Propinsi
menjadi Pengadilan
tinggi agama
berkedudukan di
ibu kota provinsi
dan daerah
hukumnya meliputi
wilayah provinsi.
Pasal 1. Pembinaan teknis peradilan 1. Pembinaan teknis  Pada Undang-
peradilan,
5 bagi Pengadilan dilakukan organisasi, administrasi, dan finansial undang lama
oleh Mahkamah Agung. pengadilan dilakukan oleh Mahkamah terdapat 3 ayat
2. Pembinaan organisasi, Agung. sedangkan pada
administrasi, dan keuangan 2. Pembinaan sebagaimana dimaksud Undang-undang
Pengadilan dilakukan oleh pada ayat (1) tidak boleh mengurangi baru terdapat 2 ayat
Menteri Agama. kebebasan hakim dalam memeriksa
3. Pembinaan sebagaimana dan memutus perkara.
yang dimaksud dalam ayat
(1) dan ayat (2) tidak boleh
mengurangi kebebasan
Hakim dalam memeriksa dan
memutus perkara.
Pasal Pengadilan terdiri dari : Pengadilan terdiri dari : Tidak ada perubahan
6 1. Pengadilan Agama, yang 1. Pengadilan Agama, yang merupakan
merupakan Pengadilan Pengadilan Tingkat Pertama;
Tingkat Pertama; 2. Pengadilan Tinggi Agama, yang
2. Pengadilan Tinggi Agama, merupakan Pengadilan Tingkat
yang merupakan Pengadilan Banding.
Tingkat Banding.
Pasal Pengadilan Agama dibentuk Pengadilan Agama dibentuk dengan Tidak ada perubahan
7 dengan Keputusan Presiden. Keputusan Presiden.
Pasal Pengadilan Tinggi Agama Pengadilan Tinggi Agama dibentuk Tidak ada perbahan
8 dibentuk dengan Undang- dengan Undang-undang.
undang.
Pasal 1. Susunan Pengadilan Agama 1. Susunan Pengadilan Agama terdiri Tidak ada perubahan
9 terdiri dari Pimpinan, Hakim dari Pimpinan, Hakim Anggota,
Anggota, Panitera, Panitera, Sekretaris, dan Juru Sita.
Sekretaris, dan Juru Sita. 2. Susunan Pengadilan Tinggi Agama
2. Susunan Pengadilan Tinggi terdiri dari Pimpinan, Hakim
Agama terdiri dari Pimpinan, Anggota, Panitera, dan Sekretaris.
Hakim Anggota, Panitera,
dan Sekretaris.
Pasal 1. Pimpinan Pengadilan Agama 1. Pimpinan Pengadilan Agama terdiri Tidak ada perubahan
10 terdiri dari seorang Ketua dan dari seorang Ketua dan seorang Wakil
seorang Wakil Ketua. Ketua.
2. Pimpinan Pengadilan Tinggi 2. Pimpinan Pengadilan Tinggi Agama
Agama terdiri dari seorang terdiri dari seorang Ketua dan seorang
Ketua dan seorang Wakil Wakil Ketua.
Ketua. 3. Hakim Anggota Pengadilan Tinggi
3. Hakim Anggota Pengadilan Agama adalah Hakim Tinggi.
Tinggi Agama adalah Hakim
Tinggi.
11 (1) Hakim adalah pejabat yang (1) Hakim pengadilan adalah pejabat Tidak ada perubahan
melaksanakan tugas kekuasaan yang melakukan
kehakiman.
tugas kekuasaan kehakiman.
(2) Syarat dan tata cara
pengangkatan, pemberhentian (2) Syarat dan tata cara pengangkatan,
serta pelaksanaan tugas Hakim pemberhentian,

ditetapkan dalam Undang- serta pelaksanaan tugas hakim ditetapkan


undang ini. dalam

Undang-Undang ini

12 (1) Pembinaan dan pengawasan (1) Pembinaan dan pengawasan umum Tidak ada perubahan
umum terhadap Hakim sebagai terhadap hakim
pegawai negeri
dilakukan oleh Ketua Mahkamah Agung.
dilakukan oleh Menteri Agama.
(2) Pembinaan dan pengawasan umum
(2) Pembinaan dan pengawasan
sebagaimana yang dimaksud sebagaimana
dalam ayat (1) tidak
dimaksud pada ayat (1) tidak boleh
boleh mengurangi kebebasan mengurangi
Hakim dalam memeriksa dan
memutus perkara. kebebasan hakim dalam memeriksa dan
memutus

perkara

13 (1) Untuk dapat diangkat (1) Untuk dapat diangkat sebagai calon Tidak ada perubahan
menjadi Hakim pada Pengadilan hakim pengadilan
Agama, seorang calon harus
agama, seseorang harus memenuhi syarat
memenuhi syarat-syarat sebagai sebagai
berikut:
berikut:
a. warga negara Indonesia;
a. warga negara Indonesia;
b. beragama Islam;
b. beragama Islam;
c. bertaqwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa; c. bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa;
d. setia kepada Pancasila dan
Undang-Undang Dasar 1945; d. setia kepada Pancasila dan Undang-
Undang Dasar
e. bukan bekas anggota
organisasi terlarang Partai Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
Komunis Indonesia, termasuk
e. sarjana syariah dan/atau sarjana hukum
organisasi massanya atau bukan yang
seseorang yang terlibat langsung
ataupun tak menguasai hukum Islam;

www.djpp.depkumham.go.id f. sehat jasmani dan rohani;

langsung dalam "Gerakan g. berwibawa, jujur, adil, dan


Kontra Revolusi G.30.S/PKI", berkelakuan tidak
atau organisasi
tercela; dan
terlarang yang lain;
h. bukan bekas anggota organisasi
f. pegawai negeri; terlarang Partai

g. sarjana syari'ah atau sarjana Komunis Indonesia termasuk organisasi


hukum yang menguasai hukum massanya,
Islam;
atau bukan orang yang terlibat langsung
h. berumur serendah-rendahnya dalam
25 (dua puluh lima) tahun;
Gerakan 30 September/Partai Komunis
i. berwibawa, jujur, adil, dan Indonesia.
berkelakuan tidak tercela.
(2) Untuk dapat diangkat menjadi hakim
(2) Untuk dapat diangkat harus pegawai
menjadi Ketua dan Wakil Ketua
Pengadilan Agama negeri yang berasal dari calon hakim
sebagaimana
diperlukan pengalaman
sekurang-kurangnya 10 dimaksud pada ayat (1) dan berumur
(sepuluh) tahun sebagai Hakim paling rendah 25

Pengadilan Agama. (dua puluh lima) tahun.

(3) Untuk dapat diangkat menjadi ketua


atau wakil ketua

pengadilan agama harus berpengalaman


paling singkat

10 (sepuluh) tahun sebagai hakim


pengadilan agama

14 (1) Untuk dapat diangkat (1) Untuk dapat diangkat menjadi hakim -Untuk dapat
menjadi Hakim pada Pengadilan pengadilan tinggi diangkat menjadi
Tinggi Agama, seorang Ketua Pengadilan
agama, seorang hakim harus memenuhi Tinggi Agama
calon harus memenuhi syarat- syarat sebagai -Untuk dapat
syarat sebagai berikut : diangkat menjadi
berikut: Wakil Ketua
a. syarat-syarat sebagaimana Pengadilan Tinggi
yang dimaksud dalam Pasal 13 a. syarat sebagaimana dimaksud dalam Agama
ayat (1) huruf a, Pasal 13 ayat

huruf b, huruf c, huruf d, huruf (1) huruf a, huruf b, huruf c, huruf d,


e, huruf f, huruf g, dan huruf i; huruf e,

b. berumur serendah-rendahnya huruf g, dan huruf h;


40 (empat puluh) tahun;
b. berumur paling rendah 40 (empat
c. berpengalaman sekurang- puluh) tahun;
kurangnya 5 (lima) tahun
sebagai Ketua atau Wakil c. pengalaman paling singkat 5 (lima)
tahun sebagai
Ketua Pengadilan Agama atau
15 (lima belas) tahun sebagai ketua, wakil ketua, pengadilan agama,
Hakim Pengadilan atau 15

Agama. (lima belas) tahun sebagai hakim


pengadilan
(2) Untuk dapat diangkat
menjadi Ketua Pengadilan agama; dan
Tinggi Agama diperlukan
-5-
pengalaman sekurang-kurangnya
10 (sepuluh) tahun sebagai d. lulus eksaminasi yang dilakukan oleh
Hakim Pengadilan Mahkamah

Tinggi Agama atau sekurang- Agung.


kurangnya 5 (lima) tahun bagi
Hakim Pengadilan (2) Untuk dapat diangkat menjadi ketua
pengadilan tinggi
Tinggi Agama yang pernah
menjabat Ketua Pengadilan agama harus berpengalaman paling
Agama. singkat 5 (lima)

(3) Untuk dapat diangkat tahun sebagai hakim pengadilan tinggi


menjadi Wakil Ketua Pengadilan agama atau 3
Tinggi Agama diperlukan
(tiga) tahun bagi hakim pengadilan tinggi
pengalaman sekurang-kurangnya agama yang
8 (delapan) tahun sebagai Hakim
Pengadilan pernah menjabat ketua pengadilan
agama.
Tinggi Agama atau, sekurang-
kurangnya 3 (tiga) tahun bagi (3) Untuk dapat diangkat menjadi wakil
Hakim Pengadilan ketua pengadilan

Tinggi Agama yang pernah tinggi agama harus berpengalaman


menjabat Ketua Pengadilan paling singkat 4
Agama.
(empat) tahun sebagai hakim pengadilan
tinggi agama

atau 2 (dua) tahun bagi hakim pengadilan


tinggi agama

yang pernah menjabat ketua pengadilan


agama.

15 (1) Hakim diangkat dan (1) Hakim pengadilan diangkat dan Tidak ada perubahan
diberhentikan oleh Presiden diberhentikan oleh
selaku kepala Negara atas usul
Presiden atas usul Ketua Mahkamah
Menteri Agama berdasarkan
persetujuan Ketua Mahkamah Agung.
Agung.
(2) Ketua dan wakil ketua pengadilan
(2) Ketua dan Wakil Ketua diangkat dan
Pengadilan diangkat dan
diberhentikan oleh Menteri diberhentikan oleh Ketua Mahkamah
Agama Agung.

berdasarkan persetujuan Ketua


Mahkamah Agung.

16 (1) Sebelum memangku (1) Sebelum memangku jabatannya, Lafal sumpah


jabatannya, Ketua, Wakil Ketua, ketua, wakil ketua,
dan Hakim wajib
dan hakim pengadilan wajib
mengucapkan sumpah menurut mengucapkan sumpah
agama Islam yang berbunyi
sebagai berikut : menurut agama Islam.

"Demi Allah, saya bersumpah (2) Sumpah sebagaimana dimaksud pada


bahwa saya, untuk memperoleh ayat (1)
jabatan saya ini,
berbunyi sebagai berikut :
langsung atau tidak langsung,
dengan menggunakan nama atau “Demi Allah saya bersumpah bahwa
cara apa pun juga, saya akan

tidak memberikan atau memenuhi kewajiban hakim dengan


menjanjikan barang sesuatu sebaik-baiknya dan
kepada siapa pun juga".
seadil-adilnya, memegang teguh
"Saya bersumpah bahwa saya, Undang-Undang Dasar
untuk melakukan atau tidak
melakukan sesuatu Negara Republik Indonesia Tahun 1945,
dan
dalam jabatan ini, tidak sekali-
kali akan menerima langsung menjalankan segala peraturan perundang-
atau tidak langsung undangan

dari siapa pun juga suatu janji dengan selurus-lurusnya menurut


atau pemberian". "Saya Undang-Undang
bersumpah bahwa saya akan
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
setia kepada dan akan 1945, serta
mempertahankan serta
mengamalkan Pancasila sebagai berbakti kepada nusa dan bangsa”.

www.djpp.depkumham.go.id (3) Wakil ketua dan hakim pengadilan


dasar dan ideologi negara, agama
Undang-Undang Dasar 1945,
dan segala Undangundang serta mengucapkan sumpah di hadapan ketua
peraturan lain yang berlaku bagi pengadilan
Negara Republik Indonesia".
agama.
"Saya bersumpah bahwa saya
senantiasa akan menjalankan -6-
jabatan saya ini
(4) Wakil ketua dan hakim pengadilan
dengan jujur, seksama, dan tinggi agama serta
dengan tidak membeda-bedakan
orang dan akan ketua pengadilan agama mengucapkan
sumpah di
berlaku dalam melaksanakan
kewajiban saya sebaik-baiknya hadapan ketua pengadilan tinggi agama.
dan seadil-adilnya
(5) Ketua pengadilan tinggi agama
seperti layaknya bagi seorang mengucapkan sumpah
Ketua, Wakil Ketua, Hakim
Pengadilan yang berbudi di hadapan Ketua Mahkamah Agung.

baik dan jujur dalam


menegakkan hukum dan
keadilan".

(2) Wakil Ketua dan Hakim


Pengadilan Agama diambil
sumpahnya oleh Ketua

Pengadilan Agama.

(3) Wakil Ketua dan Hakim


Pengadilan Tinggi Agama serta
Ketua Pengadilan Agama

diambil sumpahnya oleh Ketua


Pengadilan Tinggi Agama.

(4) Ketua Pengadilan Tinggi


Agama diambil sumpahnya oleh
Ketua Mahkamah Agung.

17 (1) Kecuali ditentukan lain oleh (1) Kecuali ditentukan lain oleh atau Tidak ada perubahan
atau berdasarkan undang- berdasarkan undangundang, hakim tidak
undang, Hakim tidak boleh boleh merangkap menjadi:

merangkap menjadi: a. pelaksana putusan pengadilan;


a. pelaksana putusan Pengadilan; b.

b. wali, pengampu, dan pejabat dengan suatu perkara yang diperiksa


yang berkaitan dengan suatu olehnya; atau
perkara yang
c. pengusaha.
diperiksa olehnya;
(2) Hakim tidak boleh merangkap
c. pengusaha. menjadi advokat.

(2) Hakim tidak boleh (3) Jabatan yang tidak boleh dirangkap
merangkap menjadi Penasihat oleh hakim selain
Hukum.
jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat
(3) Jabatan yang tidak boleh (1) dan ayat
dirangkap oleh Hakim selain
jabatan sebagaimana yang (2), diatur lebih lanjut dengan Peraturan
Pemerintah
dimaksud dalam ayat (1) dan
ayat (2) diatur lebih lanjut
dengan Peraturan

Pemerintah.

18 (1) Ketua, Wakil Ketua, dan (1) Ketua, Wakil Ketua, dan Hakim Tidak ada perubahan
Hakim diberhentikan dengan
hormat dari jabatannya diberhentikan dengan hormat dari
jabatannya karena:
karena:
a. permintaan sendiri;
a. permintaan sendiri;
b. sakit jasmani atau rohani terus-
b. sakit jasmani atau rohani menerus;
terus-menerus;
c. telah berumur 62 (enam puluh dua)
c. telah berumur 60 (enam tahun bagi
puluh) tahun bagi Ketua, Wakil
Ketua, dan Hakim ketua, wakil ketua, dan hakim pengadilan
agama,
Pengadilan Agama, dan 63
(enam puluh tiga) tahun bagi dan 65 (enam puluh lima) tahun bagi
Ketua, Wakil Ketua, ketua, wakil

dan Hakim Pengadilan Tinggi ketua, dan hakim pengadilan tinggi


Agama; agama; atau

d. ternyata tidak cakap dalam d. ternyata tidak cakap dalam


menjalankan tugasnya. menjalankan tugasnya.

(2) Ketua, Wakil Ketua, dan (2) Ketua, wakil ketua, dan hakim
Hakim yang meninggal dunia pengadilan yang
dengan sendirinya
meninggal dunia dengan sendirinya
diberhentikan dengan hormat diberhentikan
dari jabatannya oleh Presiden
selaku Kepala Negara. dengan hormat dari jabatannya oleh
Presiden.

19 (1) Ketua, Wakil Ketua, dan (1) Ketua, Wakil Ketua, dan Hakim Tidak ada perubahan
Hakim diberhentikan tidak diberhentikan tidak dengan hormat dari
dengan hormat dari jabatannya jabatannya

dengan alasan : dengan alasan :

a. dipidana karena bersalah a. dipidana karena bersalah melakukan


melakukan tindak pidana tindak pidana kejahatan;
kejahatan;
b. melakukan perbuatan tercela;
b. melakukan perbuatan tercela;
c. terus-menerus melalaikan kewajiban
c. terus-menerus melalaikan dalam menjalankan tugas pekerjaannya;
kewajiban dalam menjalankan
tugas pekerjaannya; d. melanggar sumpah jabatan;

d. melanggar sumpah jabatan; e. melanggar larangan sebagaimana yang


dimaksud dalam Pasal 17.
e. melanggar larangan
sebagaimana yang dimaksud www.djpp.depkumham.go.id
dalam Pasal 17.
(2) Pengusulan pemberhentian tidak
www.djpp.depkumham.go.id dengan hormat dengan alasan
sebagaimana yang
(2) Pengusulan pemberhentian
tidak dengan hormat dengan dimaksud dalam ayat (1) huruf b sampai
alasan sebagaimana yang dengan e dilakukan setelah yang

dimaksud dalam ayat (1) huruf b bersangkutan diberi kesempatan


sampai dengan e dilakukan secukupnya untuk membela diri di
setelah yang hadapan

bersangkutan diberi kesempatan Majelis Kehormatan Hakim.


secukupnya untuk membela diri
(3) Pembentukan, susunan, dan tata kerja
di hadapan Majelis Kehormatan Hakim serta tata
cara
Majelis Kehormatan Hakim.
pembelaan diri ditetapkan oleh Ketua
(3) Pembentukan, susunan, dan Mahkamah Agung bersama-sama dengan
tata kerja Majelis Kehormatan
Hakim serta tata cara Menteri Agama.

pembelaan diri ditetapkan oleh


Ketua Mahkamah Agung
bersama-sama dengan

Menteri Agama.

20 Seorang Hakim yang Seorang hakim yang diberhentikan dari Tidak ada perubahan
diberhentikan dari jabatannya, jabatannya dengan
tidak dengan sendirinya
sendirinya diberhentikan sebagai
diberhentikan sebagai pegawai pegawai negeri
negeri.
21 (1) Ketua, Wakil Ketua, dan (1) Ketua, wakil ketua, dan -Pada UU No. 7 Tahun
Hakim sebelum diberhentikan hakim pengadilan sebelum 1989 yang
tidak dengan hormat diberhentikan tidak dengan memberhentikan
sebagaimana yang dimaksud hormat sebagaimana dimaksud sementara adalah
dalam Pasal 19 ayat (1), dapat dalam Pasal 19 ayat (1), dapat Presiden atas usul dari
diberhentikan sementara dari diberhentikan sementara dari Mentri Agama
jabatannya oleh Presiden selaku jabatannya oleh Ketua berdasarkan persetujuan
Kepala Negara atas usul Mahkamah Agung. Ketua Mahkamah
Menteri Agama berdasarkan (2) Terhadap pemberhentian Agung. Kemudian
persetujuan Ketua Mahkamah sementara sebagaimana dirubah dalam UU No. 3
Agung. dimaksud pada ayat (1) Tahun 2006 bahwa yang
(2) Terhadap pengusulan berlaku juga ketentuan dapat memberhentikan
pemberhentian sementara sebagaimana dimaksud dalam sementara adalah Ketua
sebagaimana yang dimaksud Pasal 19 ayat (2). Mahkamah Agung.
dalam ayat (1), berlaku juga (3) Pemberhentian sementara - Pemberhentian
ketentuan sebagaimana yang sebagaimana dimaksud pada sementara berlaku
dimaksud dalam Pasal 19 ayat ayat (1) berlaku paling lama 6 paling lama 6 (enam)
(2). (enam) bulan. bulan.
22 (1) Apabila terhadap seorang (1) Apabila terhadap seorang Tidak ada perubahan
Hakim ada perintah Hakim ada perintah
penangkapan yang diikuti penangkapan yang diikuti
dengan penahanan, dengan dengan penahanan, dengan
sendirinya Hakim tersebut sendirinya Hakim tersebut
diberhentikan sementara dari diberhentikan sementara dari
jabatannya. jabatannya.
(2) Apabila seorang Hakim
(2) Apabila seorang Hakim
dituntut di muka Pengadilan
dituntut di muka Pengadilan
dalam perkara pidana
dalam perkara pidana
sebagaimana yang dimaksud
sebagaimana yang dimaksud
dalam Pasal 21 ayat (4)
dalam Pasal 21 ayat (4)
Undang-undang Nomor 8
Undang-undang Nomor 8
Tahun 1981 tentang Hukum
Tahun 1981 tentang Hukum
Acara Pidana tanpa ditahan,
maka ia dapat diberhentikan Acara Pidana tanpa ditahan,
sementara dari jabatannya. maka ia dapat diberhentikan
sementara dari jabatannya.
23 Ketentuan lebih lanjut Ketentuan lebih lanjut Tidak ada perubahan
mengenai tata cara mengenai tata cara
pemberhentian dengan hormat, pemberhentian dengan hormat,
pemberhentian tidak dengan pemberhentian tidak dengan
hormat, dan pemberhentian hormat, dan pemberhentian
sementara serta hak-hak pejabat sementara serta hak-hak
yang dikenakan pemberhentian, pejabat yang dikenakan
diatur dengan Peraturan pemberhentian, diatur dengan
Pemerintah. Peraturan Pemerintah.
24 (1) Kedudukan protokol Hakim (1) Kedudukan protokol Tidak ada perubahan
diatur dengan Keputusan Hakim diatur dengan
Presiden. Keputusan Presiden.
(2) Tunjangan dan ketentuan- (2) Tunjangan dan ketentuan-
ketentuan lainnya bagi Ketua, ketentuan lainnya bagi Ketua,
Wakil Ketua, dan Hakim diatur Wakil Ketua, dan Hakim diatur
dengan Keputusan Presiden. dengan Keputusan Presiden.
25 Ketua, Wakil Ketua, dan Hakim Ketua, wakil ketua, dan hakim Tidak ada perubahan
dapat ditangkap atau ditahan pengadilan dapat ditangkap
hanya atas perintah Jaksa atau ditahan atas perintah
Agung setelah mendapat Jaksa Agung setelah mendapat
persetujuan Ketua Mahkamah persetujuan Ketua Mahkamah
Agung dan Menteri Agama, Agung, kecuali dalam hal:
kecuali dalam hal: a. tertangkap tangan
a. tertangkap tangan melakukan melakukan tindak pidana
tindak pidana kejahatan, atau kejahatan;
b. disangka telah melakukan b. disangka telah melakukan
tindak pidana kejahatan yang tindak pidana kejahatan yang
diancam dengan pidana mati, diancam dengan pidana mati;
atau atau
c. disangka telah melakukan c. disangka telah melakukan
tindak pidana kejahatan kejahatan terhadap kemanan
terhadap keamanan negara. negara.
26 (1) Pada setiap Pengadilan (1) Pada setiap Pengadilan Tidak ada perubahan
ditetapkan adanya Kepaniteraan ditetapkan adanya
yang dipimpin oleh seorang Kepaniteraan yang dipimpin
Panitera. oleh seorang Panitera.
(2) Dalam melaksanakan (2) Dalam melaksanakan
tugasnya Panitera Pengadilan tugasnya Panitera Pengadilan
Agama dibantu oleh seorang Agama dibantu oleh seorang
Wakil Panitera, beberapa orang Wakil Panitera, beberapa
Panitera Muda, beberapa orang orang Panitera Muda, beberapa
Panitera Pengganti, dan orang Panitera Pengganti, dan
beberapa orang Juru Sita. beberapa orang Juru Sita.
(3) Dalam melaksanakan (3) Dalam melaksanakan
tugasnya Panitera Pengadilan tugasnya Panitera Pengadilan
Tinggi Agama dibantu oleh Tinggi Agama dibantu oleh
seorang Wakil Panitera, seorang Wakil Panitera,
beberapa orang Panitera Muda, beberapa orang Panitera Muda,
dan beberapa orang Panitera dan beberapa orang Panitera
Pengganti. Pengganti.
27 Untuk dapat diangkat menjadi Untuk dapat diangkat menjadi - Untuk dapat diangkat
Panitera Pengadilan Agama, panitera pengadilan agama, menjadi Panitera
seorang calon harus memenuhi seorang calon harus memenuhi Pengadilan Agama, pada
syarat-syarat sebagai berikut: syarat sebagai berikut: UU NO.7 Tahun 1989
a. warga negara Indonesia; a. warga negara Indonesia; salah satu syaratnya
b. beragama Islam; b. beragama Islam; adalah minimal sudah
c. bertaqwa kepada Tuhan Yang c. bertaqwa kepada Tuhan mempunyai pengalaman
Maha Esa; Yang Maha Esa; 4 (empat) tahun sebagai
d. setia kepada Pancasila dan d. setia kepada Pancasila dan Wakil Panitera atau 7
Undang-Undang Dasar 1945; Undang-Undang Dasar Negara (tujuh) tahun sebagai
e. berijazah serendah-rendahnya Republik Indonesia Tahun Panitera Muda
sarjana muda syari'ah atau 1945; Pengadilan Agama, atau
sarjana muda hukum yang e. berijazah serendah- menjabat Wakil Panitera
menguasai hukum Islam; rendahnya sarjana syari’ah Pengadilan Tinggi
f. berpengalaman sekurang- atau sarjana hukum yang Agama. Kemudian
kurangnya 4 (empat) tahun menguasai hukum Islam; dirubah menjadi
sebagai Wakil Panitera atau 7 f. berpengalaman paling sekurang- kurangnya 3
(tujuh) tahun sebagai Panitera singkat 3 (tiga) tahun sebagai (tiga) tahun sebagai
Muda Pengadilan Agama, atau wakil panitera, 5 (lima) tahun wakil panitera, 5 (lima)
menjabat Wakil Panitera sebagai panitera muda tahun sebagai panitera
Pengadilan Tinggi Agama. pengadilan agama, atau muda pengadilan agama,
menjabat wakil panitera atau menjabat wakil
pengadilan tinggi agama; dan panitera pengadilan
tinggi agama dan
g. sehat jasmani dan rohani.
ditambahkan dengan
syarat sehat jasmani dan
rohani.
28 Untuk dapat diangkat menjadi Untuk dapat diangkat menjadi -Pada UU No. 7 Tahun
Panitera Pengadilan Tinggi panitera pengadilan tinggi 1989, untuk dapat
Agama, seorang calon harus agama, seorang calon harus diangkat menjadi
memenuhi syarat-syarat sebagai memenuhi syarat sebagai Panitera Pengadilan
berikut : berikut: Tinggi Agama salah satu
a. syarat-syarat sebagaimana a. syarat sebagaimana syaratnya
yang dimaksud dalam Pasal 27 dimaksud dalam Pasal 27 berpengalaman
huruf a, b, c, dan d; huruf a, huruf b, huruf c, huruf sekurang-kurangnya 4
b. berijazah sarjana syari'ah d, dan huruf g; (empat) tahun sebagai
atau sarjana hukum yang b. berijazah serendah- Wakil Panitera atau 8
menguasai hukum Islam; rendahnya sarjana syari’ah (delapan) tahun sebagai
c. berpengalaman sekurang- atau sarjana hukum yang Panitera Muda
kurangnya 4 (empat) tahun menguasai hukum Islam; Pengadilan Tinggi
sebagai Wakil Panitera atau 8 c. berpengalaman paling Agama, atau 4 (empat)
(delapan) tahun sebagai singkat 3 (tiga) tahun sebagai tahun sebagai Panitera
Panitera Muda Pengadilan wakil panitera, 5 (lima) tahun Pengadilan Agama
Tinggi Agama, atau 4 (empat) sebagai panitera muda kemudian dirubah
tahun sebagai Panitera pengadilan tinggi agama, atau menjadi paling singkat 3
Pengadilan Agama 3 (tiga) tahun sebagai panitera (tiga) tahun sebagai
pengadilan agama. wakil panitera, 5 (lima)
tahun sebagai panitera
muda pengadilan tinggi
agama, atau 3 (tiga)
tahun sebagai panitera
pengadilan agama.
29 Untuk dapat diangkat menjadi Untuk dapat diangkat menjadi Syarat untuk dapat
Wakil Panitera Pengadilan wakil panitera pengadilan diangkat menjadi Wakil
Agama, seorang calon harus agama, seorang calon harus Panitera Pengadilan
memenuhi syarat-syarat sebagai memenuhi syarat sebagai Agama dirubah menjadi
berikut : berikut: berpengalaman paling
a. syarat-syarat sebagaimana a. syarat sebagaimana singkat 3 (tiga) tahun
yang dimaksud dalam Pasal 27 dimaksud dalam Pasal 27 sebagai panitera muda
huruf a, b, c, d, dan e; huruf a, huruf b, huruf c, huruf atau 4 (empat) tahun
b. berpengalaman sekurang- d, huruf e, dan huruf g; dan sebagai panitera
kurangnya 4 (empat) tahun b. berpengalaman paling pengganti pengadilan
sebagai Panitera Muda atau 6 singkat 3 (tiga) tahun sebagai agama.
(enam) tahun sebagai Panitera panitera muda atau 4 (empat)
Pengganti Pengadilan Agama. tahun sebagai panitera
pengganti pengadilan agama.
30 Untuk dapat diangkat menjadi Untuk dapat diangkat menjadi Salah satu syarat untuk
Wakil Panitera Pengadilan wakil panitera pengadilan dapat diangkat menjadi
Tinggi Agama, seorang tinggi agama, seorang calon Wakil Panitera
calon harus memenuhi syarat- harus memenuhi syarat sebagai Peengadilan Tinggi
syarat sebagai berikut: berikut: agama dirubah menjadi
a. syarat-syarat sebagaimana a. syarat sebagaimana berpengalaman paling
yang dimaksud dalam Pasal 27 dimaksud dalam Pasal 27 singkat 2 (dua) tahun
huruf a, b, c, dan d; huruf a, huruf b, huruf c, huruf sebagai panitera muda
b. berijazah sarjana syari'ah d, dan huruf g; pengadilan tinggi
atau sarjana hukum yang b. berijazah sarjana syari’ah agama, 5 (lima) tahun
menguasai hukum Islam; atau sarjana hukum yang sebagai panitera muda
c. berpengalaman sekurang- menguasai hukum Islam; dan pengadilan tinggi
kurangnya 4 (empat) tahun c. berpengalaman paling agama, atau 3 (tiga)
sebagai Panitera Muda atau 7 singkat 2 (dua) tahun sebagai tahun sebagai wakil
(tujuh) tahun sebagai Panitera panitera muda pengadilan panitera pengadilan
Pengganti Pengadilan Tinggi tinggi agama, 5 (lima) tahun agama, atau menjabat
Agama, atau 4 (empat) tahun sebagai panitera muda sebagai panitera
sebagai Wakil Panitera pengadilan tinggi agama, atau pengadilan agama.
Pengadilan Agama, atau 3 (tiga) tahun sebagai wakil
menjabat Panitera Pengadilan panitera pengadilan agama,
Agama. atau menjabat sebagai panitera
pengadilan agama.
PASA UU NO 7 TAHUN UU NO 3 TAHUN 2006 PERUBAHAN
L 1989
31 Untuk dapat diangkat Untuk dapat diangkat menjadi “Ada Perubahan”
menjadi Panitera Muda panitera muda
Pengadilan Agama, pengadilanagama, seorang a. syarat sebgaimana
seorang calonharus calon harus memenuhi syarat dimaksud dalam
memenuhi syarat-syarat sebagaiberikut : Pasal 27 huruf a,
sebagai berikut: huruf b, huruf c,
a. syarat sebagaimana huruf d, huruf e, dan
a. syarat-syarat dimaksud dalam Pasal huruf g, dan b.
sebagaimana yang 27huruf a,huruf b, huruf c, berpengalaman . .
dimaksud dalam Pasal huruf d, huruf e, danhuruf g, - 10 –
27 huruf a, b, c, d, danbberpengalaman . . .- 10
dane; - b. bepengalaman
paling singkat 2(dua)
b. berpengalaman b. berpengalaman paling tahun sebagai
sekurang-kurangnya 3 singkat 2 (dua) tahun panitera pengganti
(tiga) tahun sebagai sebagaipanitera pengganti pengadilan agama.
Panitera pengadilan agama.
PenggantiPengadilan
Agama.
32 Untuk dapat diangkat Untuk dapat diangkat menjadi “Ada Perubahan”
menjadi Panitera Muda panitera muda
Pengadilan Tinggi pengadilantinggi agama, a. syarat sebagaimana
Agama, seorangcalon seorang calon harus dimaksud dalam
harusmemenuhi syarat- memenuhi syarat sebagai Pasal 27 huruf a,
syarat sebagai berikut: berikut: huruf b, huruf c,
huruf d, huruf e, dan
a. syarat-syarat a. syarat sebagaimana huruf g;
sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 27
dimaksud dalam Pasal huruf a,huruf b, huruf c, b. berpangalaman
27 huruf a, b, c, d, huruf d, huruf e, dan hurufg; paling singkat 2
dane; (dua) tahun sebagai
b. berpangalaman paling panitera pengganti
b. berpengalaman singkat 2 (dua) pengadilan tinggi
sekurang-kurangnya 3 tahunsebagaipanitera agama, 3 (tiga) tahun
(tiga) tahun sebagai pengganti pengadilan tinggi sebagai panitera
Panitera agama, 3 (tiga)tahun muda, 5 (lima) tahun
PenggantiPengadilan sebagai panitera muda, 5 sebagai panitera
Tinggi Agama, atau 4 (lima) tahunsebagaipanitera pengganti
(empat) tahun sebagai pengganti pengadilan pengadilan agama,
Panitera Muda atau agama, atau atau menjabat
8(delapan) tahun menjabatsebagai wakil sebagai wakil
sebagai Panitera panitera pengadilan agama. panitera pengadilan
Pengganti Pengadilan agama.
Agama, atau
menjabatWakil
Panitera Pengadilan
Agama.
33 Untuk dapat Untuk dapat diangkat menjadi “Ada Perubahan”
diangkatmenjadi panitera pengganti
Panitera Pengganti pengadilan agama, seorang a. syarat sebagaimana
Pengadilan Agama, calon harus memenuhi dimaksudkan dalam
seorang syaratsebagai berikut: Pasal 27 huruf a,
calon harus memenuhi huruf b, huruf c,
syarat sebagaiberikut: a. syarat sebagaimana huruf d, huruf e, dan
dimaksudkan dalam Pasal 27 huruf g;
a. syarat- hurufa, huruf b, huruf c, huruf
syaratsebagaimana d, huruf e, dan huruf g; b. berpengalaman
yang dimaksud dalam paling singkat 3
Pasal 27 huruf a, b, c, b. berpengalaman paling (tiga) tahun sebagai
d, dane; singkat 3 (tiga) pegawai negeri pada
tahunsebagaipegawai negeri pengadilan agama.
b. berpengalaman pada pengadilan agama.
sekurang-kurangnya 5
(lima) tahun sebagai
pegawai negeripada
Pengadilan Agama.
34 Untuk dapat diangkat Untuk dapat diangkat menjadi “Ada Perubahan”
menjadi Panitera panitera pengganti
Pengganti Pengadilan pengadilan tinggi agama, a. syarat sebagaimana
Tinggi Agama, seorang calon harus dimaksud Pasal 27
seorang calon harus memenuhisyarat sebagai huruf a, huruf b,
memenuhi syarat-syarat berikut: huruf c, huruf e, dan
sebagai berikut: huruf g;
a. syarat sebagaimana
a. syarat-syarat dimaksud Pasal 27 huruf a, b. berpengalaman
sebagaimana yang hurufb, huruf c, huruf e, dan paling singkat 3
dimaksud dalam huruf g; (tiga) tahun sebagai
Pasal 27 huruf a, b, panitera pengganti
c, d, dane; b. berpengalaman paling pengadilan agama
singkat 3 (tiga) tahun atau 8 (delapan)
b. berpengalaman sebagaipanitera pengganti tahun sebagai
sekurang-kurangnya pengadilan agama atau 8 pegawai negeri pada
5 (lima) tahun (delapan)tahun sebagai pengadilan tinggi
sebagai Panitera pegawai negeri pada agama.
PenggantiPengadilan pengadilan tinggiagama.
Agama atau
10(sepuluh) tahun
sebagai pegawai
negeri
padaPengadilan
Tinggi Agama.
35 (1) Kecuali ditentukan (1) Kecuali ditentukan lain “Ada Perubahan”
lain oleh atau oleh atau berdasarkan
berdasarkan undang- undang-undang,panitera Pada point ke
undang, Panitera tidak boleh merangkap (3) Jabatan yang tidak
tidakboleh menjadi wali,pengampu, boleh dirangkap
merangkap menjadi dan pejabat yang berkaitan oleh panitera selain
wali, pengampu, dan dengan perkarayang di jabatan
pejabat yang dalamnya ia bertindak sebagaimana
berkaitan sebagai Panitera. dimaksud pada ayat
denganperkara yang (1) dan ayat (2)
di dalamnya ia (2) Panitera tidak diatur lebih lanjut
bertindak sebagai bolehmerangkap menjadi oleh Mahkamah
Panitera. advokat. Agung.

(2) Panitera tidak boleh (3) Jabatan yang tidak boleh


merangkap menjadi dirangkap oleh panitera
Penasihat Hukum. selainjabatan sebagaimana
dimaksud pada ayat (1)
(3) Jabatan yang tidak dan ayat(2) diatur lebih
boleh dirangkap oleh lanjut oleh Mahkamah
Panitera selain Agung.
jabatansebagaimanay
ang dimaksud dalam
ayat (1) dan ayat (2)
diatur lebih lanjut
oleh MenteriAgama
berdasarkan
persetujuan Ketua
Mahkamah Agung.
36 Panitera, Wakil Panitera, wakil panitera, “Ada Perubahan”
Panitera, Panitera Muda, panitera muda, dan panitera
dan Panitera Pengganti pengganti pengadilan diangkat Panitera, wakil
Pengadilandiangkat dan dan diberhentikan panitera, panitera
diberhentikan dari darijabatannya oleh muda, dan panitera
jabatannya oleh Menteri Mahkamah Agung. pengganti pengadilan
Agama. diangkat dan
diberhentikan dari
jabatannya oleh
Mahkamah Agung.
37 Sebelum memangku (1) Sebelum memangku “Ada Perubahan”
jabatannya, Panitera, jabatannya, panitera,
Wakil Panitera, Panitera wakilpanitera, panitera (1) Sebelum
Muda, danPanitera muda, dan panitera memangku
Pengganti diambil penggantimengucapkan jabatannya,
sumpahnyamenurut sumpah menurut agama panitera, wakil
agama Islam oleh Ketua Islam dihadapan ketua panitera, panitera
Pengadilanyang pengadilan yang muda, dan panitera
bersangkutan.Bunyi bersangkutan. pengganti
sumpah adalah sebagai (2) Sumpah sebagaimana mengucapkan
berikut: dimaksud pada ayat (1) sumpah menurut
"Demi Allah, saya berbunyisebagai berikut: agama Islam di
bersumpah bahwa saya, “Demi Allah, saya hadapan ketua
untuk memperoleh bersumpah bahwa saya pengadilan yang
jabatan saya untukmemperoleh jabatan bersangkutan.
ini,langsung atau tidak saya ini, langsung atau
langsung tidaklangsung dengan (2) Sumpah
denganmenggunakan menggunakan atau cara sebagaimana
nama atau cara apa pun apa pun juga,tidak dimaksud pada ayat
juga, tidak memberikan atau (1) berbunyi
memberikan menjanjikan barang sebagai berikut:
ataumenjanjikan barang sesuatukepada siapapun “Demi Allah, saya
sesuatu kepada siapa juga.” bersumpah bahwa
pun juga". “Saya bersumpah untuk saya untuk
"Saya bersumpah bahwa melakukan atau tidak memperoleh
saya, untuk melakukan melakukan sesuatu dalam jabatan saya ini,
atau tidak melakukan jabatan ini, tidak sekali- langsung atau tidak
sesuatu dalam jabatan kali akan menerima langsung dengan
ini, tidak sekali-kali langsung atau tidak menggunakan atau
akan menerima langsung dari siapapun cara apa pun juga,
langsung atau tidak juga sesuatu janji atau tidak memberikan
langsung dari siapa pun pemberian. atau menjanjikan
juga suatu janji atau “Saya bersumpah bahwa barang sesuatu
pemberian". saya, akan setia kepada kepada siapapun
"Saya bersumpah bahwa danakanmempertahankan juga.”
saya akan setia kepada serta mengamalkan “Saya bersumpah
dan akan Pancasilasebagai dasar dan untuk melakukan
mempertahankan serta ideologi negara,Undang- atau tidak
mengamalkan Pancasila Undang melakukan sesuatu
sebagai dasar dan Dasar . . .- 12 -Dasar dalam jabatan ini,
ideologi negara, Negara Republik tidak sekali-kali
Undang-Undang Indonesia Tahun 1945 akan menerima
Dasar1945, dan segala dansegala undang-undang langsung atau tidak
undang-undang serta serta peraturan langsung dari
peraturan lain yang perundangundanganlainny siapapun juga
berlaku bagi a yang berlaku bagi sesuatu janji atau
NegaraRepublik Negara KesatuanRepublik pemberian.
Indonesia". Indonesia”. “Saya bersumpah
"Saya bersumpah bahwa “Saya bersumpah bahwa bahwa saya, akan
saya senantiasa akan saya senantiasa akan setia kepada dan
menjalankan jabatan menjalankan jabatan saya akan
saya ini dengan jujur, ini dengan jujur, seksama, mempertahankan
seksama, dan dengan dan dengan tidak serta mengamalkan
tidak membeda-bedakan membeda-bedakan orang Pancasila sebagai
orang dan akan berlaku dan akan berlaku dalam dasar dan ideologi
dalam melaksanakan melaksanakan kewajiban negara, Undang-
kewajiban saya sebaik- saya sebaik-baiknya dan Undang
baiknya dan seadil- seadil-adilnya seperti Dasar . . . - 12 -
adilnya seperti layaknya layaknya bagi seorang Dasar Negara
bagi seorang Panitera, panitera, wakil panitera, Republik Indonesia
Wakil Panitera, Panitera panitera muda, panitera Tahun 1945 dan
Muda, Panitera pengganti, yang berbudi segala undang-
Pengganti yang berbudi baik dan jujur dalam undang serta
baik dan jujur dalam menegakkan hukum dan peraturan
menegakkan hukum dan keadilan.” perundangundanga
keadilan". n lainnya yang
berlaku bagi
Negara Kesatuan
Republik
Indonesia”.
“Saya bersumpah
bahwa saya
senantiasa akan
menjalankan
jabatan saya ini
dengan jujur,
seksama, dan
dengan tidak
membeda-bedakan
orang dan akan
berlaku dalam
melaksanakan
kewajiban saya
sebaik-baiknya dan
seadil-adilnya
seperti layaknya
bagi seorang
panitera, wakil
panitera, panitera
muda, panitera
pengganti, yang
berbudi baik dan
jujur dalam
menegakkan
hukum dan
keadilan.”

38 Pada setiap Pengadilan Pada setiap PengadilanAgama “Tidak Ada


Agama ditetapkan ditetapkan adanya Juru Sita Perubahan”
adanya Juru Sita dan dan Juru Sita
Juru Sita Pengganti.
Pengganti.
39 (1) Untuk dapat (1) Untuk dapat diangkat “Ada Perubahan”
diangkat menjadi menjadi jurusita, seorang
Juru Sita, seorang calonharus memenuhi Pada Point ke
calon harus syarat sebagai berikut: e. berijazah paling
memenuhi syarat- a. warga negara Indonesia; rendah Sekolah
syaratsebagai b. beragama Islam; Menengah Umum
berikut: c. bertaqwa kepada Tuhan atau yang sederajat;
a. warga negara Yang Maha Esa; f. berpengalaman
Indonesia; d. setia kepada Pancasila dan paling singkat 3
b. beragama Islam; Undang-Undang (tiga) tahun sebagai
c. bertaqwa kepada DasarNegara Republik jurusita pengganti;
Tuhan Yang Maha Indonesia Tahun 1945; g. sehat jasmani dan
Esa; e. berijazah paling rendah rohani.
d. setia kepada Sekolah Menengah
Pancasila dan Umumatau yang sederajat; (2) Untuk dapat
Undang-Undang f. berpengalaman paling diangkat menjadi
Dasar 1945; singkat 3 (tiga) jurusita pengganti,
e. berijazah serendah- tahunsebagai jurusita seorang calon harus
rendahnya sekolah pengganti; memenuhi syarat
lanjutan tingkat atas; g. sehat jasmani dan rohani. sebagai berikut:
f. berpengalaman a. syarat sebagaimana
sekurang-kurangnya (2) Untuk dapat diangkat yang dimaksud
5 (lima) tahun menjadi jurusita dalam ayat (1) huruf
sebagai Juru pengganti,seorang calon a, huruf b, huruf c,
SitaPengganti. harus memenuhi syarat huruf d, huruf e, dan
sebagai berikut: huruf g,
(2) Untuk dapat a. syarat sebagaimana yang b. berpengalaman
diangkat menjadi dimaksud dalam ayat paling singkat 3
Juru Sita Pengganti, (1)huruf a, huruf b, huruf c, (tiga) tahun sebagai
seorang calon huruf d, huruf e, danhuruf g, pegawai negeri pada
harusmemenuhi b. berpengalaman paling pengadilan agama.
syarat-syarat sebagai singkat 3 (tiga)
berikut : tahunsebagai pegawai
a. syarat- negeri pada pengadilan
syaratsebagaimana agama.
yang dimaksud dalam
ayat (1) huruf a, b, c,
d,dan e;
b. berpengalaman
sekurang-kurangnya 5
(lima) tahun sebagai
pegawainegeri pada
Pengadilan Agama.
40 (1) Juru Sita diangkat (1) Jurusita pengadilan agama “Ada Perubahan”
dan diberhentikan diangkat dan
oleh Menteri Agama diberhentikanoleh Ketua (1) Jurusita pengadilan
atas usul Mahkamah Agung atas agama diangkat
KetuaPengadilan usul ketuapengadilan yang dan diberhentikan
Agama. bersangkutan. oleh Ketua
(2) Juru Sita (2) Jurusita pengganti Mahkamah Agung
Penggantidiangkat diangkat dan diberhentikan atas usul ketua
dan diberhentikan olehketua pengadilan yang pengadilan yang
oleh Ketua bersangkutan. bersangkutan.
Pengadilan Agama. (2) Jurusita pengganti
diangkat dan
diberhentikan oleh
ketua pengadilan
yang bersangkutan.

41 Sebelum memangku (1) Sebelum memangku 1. terdapat ayat


jabatannya, Juru Sita dan jabatannya, jurusita atau jurusita
Juru Sita Pengganti diambil pengganti wajib mengucapkan 2. “diambil
sumpahnya sumpah sumpahnya” berganti
menurut agama Islam oleh menurut agama Islam di hadapan menjadi “wajib
Ketua Pengadilan Agama. ketua pengadilan yang mengucapkan sumpah”
Bunyi sumpah adalah bersangkutan.
sebagai berikut : (2) Sumpah sebagaimana 3. “oleh Ketua
"Demi Allah, saya dimaksud pada ayat (1) berbunyi Pengadilan Agama”
bersumpah bahwa saya, sebagai berikut: berganti menjadi
untuk memperoleh jabatan "Demi Allah, saya bersumpah “dihadapan ketua
saya ini, bahwa saya, untuk memperoleh pengadilan yang
langsung atau tidak langsung, jabatan saya ini, langsung atau bersangkutan”
dengan menggunakan nama tidak langsung dengan
atau cara apa pun juga, menggunakan nama atau cara apa 4. “bunyi sumpah
tidak memberikan atau pun juga, tidak memberikan atau sebagai berikut”
menjanjikan barang sesuatu menjanjikan barang sesuatu berganti menjadi
kepada siapa pun juga". kepada siapapun juga". “sumpah yang
"Saya bersumpah bahwa "Saya bersumpah, untuk dimaksud pada ayat (1)
saya, untuk melakukan atau melakukan atau tidak melakukan berbunyi sebagai
tidak melakukan sesusatu sesuatu dalam jabatan ini, tidak berikut”
dalam sekali-kali akan menerima
jabatan ini, tidak sekali-kali langsung atau tidak langsung dari 5. “Undang-Undang
akan menerima langsung siapapun juga sesuatu janji atau Dasar 1945” berganti
atau tidak langsung dari pemberian". menjadi “Undang-
siapapun "Saya bersumpah bahwa saya, Undang Dasar Negara
juga suatu janji atau akan setia kepada dan akan Republik Indonesia
pemberian". mempertahankan serta Tahun 1945”
"Saya bersumpah bahwa saya mengamalkan Pancasila sebagai
akan setia kepada dan akan dasar dan ideologi negara,
mempertahankan serta Undang-Undang Dasar Negara
mengamalkan Pancasila Republik Indonesia Tahun 1945,
sebagai dasar dan ideologi dan segala undang-undang serta
negara, Undang-Undang peraturan perundangundangan
Dasar lainnya yang berlaku bagi Negara
1945, dan segala undang- Kesatuan Republik Indonesia".
undang serta peraturan lain "Saya bersumpah bahwa saya
yang berlaku bagi Negara senantiasa akan menjalankan
Republik Indonesia". jabatan saya ini dengan jujur,
"Saya bersumpah bahwa saya seksama, dan dengan tidak
senantiasa akan menjalankan membeda-bedakan orang dan
jabatan saya ini dengan akan berlaku dalam
jujur, seksama, dan dengan melaksanakan
tidak membeda-bedakan kewajiban saya sebaikbaiknya
orang dan akan berlaku dan seadil-adilnya seperti
dalam layaknya bagi seorang jurusita
melaksanakan kewajiban atau
saya sebaik-baiknya dan jurusita pengganti yang berbudi
seadil-adilnya seperti baik dan jujur dalam menegakkan
layaknya bagi hukum dan keadilan".
seorang Juru Sita, Juru Sita
Pengganti yang berbudi baik
dan jujur dalam menegakkan
hukum dan keadilan”.
42 (1) Kecuali ditentutakan lain (1) Kecuali ditentukan lain oleh 1. pada ayat (2)
oleh atau berdasarkan atau berdasarkan undangundang, “penasihat hukum”
undang-undang, Juru Sita jurusita tidak boleh merangkap berganti menjadi
tidak menjadi wali, pengampu, dan “advokat”
boleh merangkap menjadi pejabat yang berkaitan dengan
wali, pengampu, dan pejabat perkara yang di dalamnya ia 2. pada ayat (3)
yang berkaitan dengan sendiri berkepentingan. “Menteri Agama
perkara yang di dalamnya ia (2) Jurusita tidak boleh berdasarkan persetujuan
sendiri berkepentingan. merangkap advokat. Ketua Mahkamah
(2) Juru Sita tidak boleh (3) Jabatan yang tidak boleh Agung” berganti
merangkap menjadi dirangkap oleh jurusita selain menjadi “Mahkamah
Penasihat Hukum. jabatan sebagaimana dimaksud Agung”
(3) Jabatan yang tidak boleh pada
dirangkap oleh Juru Sita ayat (1) dan ayat (2), diatur lebih
selain jabatan sebagaimana lanjut oleh Mahkamah Agung.
yang dimaksud dalam ayat
(1) dan ayat (2), diatur lebih
lanjut oleh Menteri Agama
berdasarkan persetujuan
Ketua Mahkamah Agung.
43 Pada setiap Pengadilan Pada setiap Pengadilan Tidak Ada Perubahan
ditetapkan adanya Sekretariat ditetapkan adanya Sekretariat
yang dipimpin oleh seorang yang dipimpin oleh seorang
Sekretaris dan dibantu oleh Sekretaris dan dibantu oleh
seorang Wakil Sekretaris. seorang Wakil Sekretaris.
44 Panitera Pengadilan Panitera pengadilan tidak Terdapat tambahan kata
merangkap Sekretaris merangkap sekretaris pengadilan. “tidak”
Pengadilan.
45 Untuk dapat diangkat Untuk dapat diangkat menjadi 1. terdapat tambahan
menjadi Wakil Sekretaris sekretaris, wakil sekretaris kalmat “dan pengadilan
Pengadilan Agama, seorang pengadilan agama, dan tinggi”
calon pengadilan tinggi
harus memenuhi syarat- agama seorang calon harus 2. “Undang-Undang
syarat sebagai berikut: memenuhi syarat sebagai berikut: Dasar 1945” berganti
a. warga negara Indonesia; a. warga negara Indonesia; menjadi “Undang-
b. beragama Islam; b. beragama Islam; Undang Dasar Negara
c. bertaqwa kepada Tuhan c. bertaqwa kepada Tuhan Yang Republik Indonesia
Yang Maha Esa; Maha Esa; Tahun 1945”
d. setia kepada Pancasila dan d. setia kepada Pancasila dan
Undang-Undang Dasar 1945; Undang-Undang Dasar Negara 4. pada poin e:
e. berijazah serendah- Republik Indonesia Tahun 1945; -“serendah-rendahnya”
rendahnya sarjana muda e. berijazah paling rendah sarjana berganti menjadi
syari'ah, atau sarjana muda syari'ah atau sarjana hukum yang “paling rendah”
hukum menguasai hukum Islam; -“sarjana muda hukum
yang menguasai hukum f. berpengalaman di bidang yang menguasai hukum
Islam atau sarjana muda administrasi peradilan; dan Islam atau sarjana muda
administrasi; g. sehat jasmani dan rohani. administrasi” berganti
f. berpengalaman di bidang menjadi “sarjana
administrasi peradilan. hukum yang menguasai
hukum Islam”

5. tambahan poin, yakni


poin g
46 Untuk dapat diangkat - Ketentuan pasal 46
menjadi Wakil Sekretaris dihapuskan
Pengadilan Tinggi Agama,
seorang
calon harus memenuhi
syarat-syarat sebagai berikut:
a. syarat-syarat sebagaimana
yang dimaksud dalam Pasal
45 huruf a, huruf b, huruf c,
huruf d, dan huruf f;
b. berijazah sarjana syari’ah
atau sarjana hukum yang
menguasai hukum Islam.
47 Wakil Sekretaris Pengadilan Sekretaris dan wakil sekretaris 1` terdapat tambahan
diangkat dan diberhentikan pengadilan diangkat dan kata “sekretaris”
oleh Menteri Agama. diberhentikan oleh Ketua
Mahkamah 2. “Menteri Agama”
Agung. berganti menjadi
“Ketua Mahkamah
Agung”
48 Sebelum memangku (1) Sebelum memangku 1. terdapat ayat
jabatannya Wakil Sekretaris jabatannya, sekretaris, dan wakil
diambil sumpahnya menurut sekretaris mengucapkan sumpah 2. pada ayat (1) “oleh”
agama menurut berganti menjadi
Islam oleh Ketua Pengadilan agama Islam di hadapan ketua “dihadapan”
yang bersangkutan. pengadilan yang bersangkutan.
Bunyi sumpah adalah (2) Sumpah sebagaimana 3.pada ayat (2) “bunyi
sebagai berikut: dimaksud pada ayat (1) berbunyi sumpah adalah”
"Demi Allah, saya sebagai berikut: berganti menjadi
bersumpah: "Demi Allah, saya bersumpah “sumpah sebagaimana
bahwa saya, untuk diangkat bahwa saya, untuk diangkat yang dimaksud pada
menjadi Wakil Sekretaris, menjadi sekretaris/wakil ayat (1)”
akan setia dan taat sekretaris
sepenuhnya akan setia dan taat sepenuhnya 4. pada ayat (2)
kepada Pancasila, Undang- kepada Pancasila, Undang- “menjadi wakil
Undang Dasar 1945, Negara Undang Dasar Negara Republik sekretaris” berganti
dan Pemerintah; Indonesia Tahun 1945, negara, menjadi
bahwa saya, akan mentaati dan pemerintah. “sekretaris/wakil
segala peraturan perundang- "Saya bersumpah bahwa saya, sekretaris”
undangan yang berlaku dan akan menaati peraturan
melaksanakan tugas perundang-undangan yang 5. “Undang-Undang
kedinasan yang dipercayakan berlaku dan Dasar 1945” berganti
kepada saya dengan penuh melaksanakan tugas kedinasan menjadi “Undang-
pengabdian, kesadaran, dan yang dipercayakan kepada saya Undang Dasar Negara
tanggung jawab; dengan penuh pengabdian, Republik Indonesia
bahwa saya, akan senantiasa kesadaran, dan tanggung jawab". Tahun 1945”
menjunjung tinggi "Saya bersumpah bahwa saya,
kehormatan negara, akan senantiasa menjunjung 6. pada ayat (2) “bahwa
Pemerintah, dan tinggi kehormatan negara, saya” berganti menjadi
martabat Wakil Sekretaris pemerintah, martabat “saya bersumpah
serta akan senantiasa sekretaris/wakil sekretaris serta bahwa”
mengutamakan kepentingan akan senantiasa mengutamakan
negara kepentingan negara daripada
daripada kepentingan saya kepentingan saya sendiri,
sendiri, seseorang atau seseorang atau golongan".
golongan; "Saya bersumpah bahwa saya,
bahwa saya, akan memegang akan memegang rahasia sesuatu
rahasia sesuatu yang menurut yang menurut sifatnya atau
sifatnya atau menurut perintah harus saya rahasiakan".
perintah harus saya "Saya bersumpah bahwa saya,
rahasiakan; akan bekerja dengan jujur, tertib,
bahwa saya, akan bekerja cermat, dan bersemangat untuk
dengan jujur, tertib, cermat, kepentingan negara".
dan bersemangat untuk
kepentingan negara".
49 (1) Pengadilan Agama Pengadilan agama bertugas dan 1. ayat dihapuskan
bertugas dan berwenang berwenang memeriksa, memutus,
memeriksa, memutus, dan dan menyelesaikan perkara di 2. “perkara-perkara”
menyelesaikan perkara- tingkat pertama antara orang- berganti menjadi
perkara di tingkat pertama orang yang beragama Islam di “perkara”
antara orang-orang yang bidang:
beragama Islam di bidang: a. perkawinan; 3. setiap poin diubah
a. perkawinan; b. waris; menjadi lebih singkat,
b. kewarisan, wasiat, dan c. wasiat; tanpa penjelasan
hibah, yang dilakukan d. hibah;
berdasarkan hukum Islam; e. wakaf;
c. wakaf dan shadaqah. f. zakat;
(2) Bidang perkawinan g. infaq;
sebagaimana yang dimaksud h. shadaqah; dan
dalam ayat (1) huruf a ialah i. ekonomi syari'ah.
halhal
yang diatur dalam atau
berdasarkan undang-undang
mengenai perkawinan
yang berlaku.
(3) Bidang kewarisan
sebagaimana yang dimaksud
dalam ayat (1) huruf b ialah
penentuan siapa-siapa yang
menjadi ahli waris,
penentuan mengenai harta
peninggalan, penentuan
bagian masing-masing ahli
waris, dan melaksanakan
pembagian harta peninggalan
tersebut.
50 Dalam hal terjadi sengketa (1) Dalam hal terjadi sengketa 1. terdapat ayat
mengenai hak milik atau hak milik atau sengketa lain
keperdataan lain dalam dalam perkara sebagaimana 2. pada ayat (1):
perkaraperkara dimaksud - “mengenai”
sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 49, khusus mengenai dihapuskan
dalam Pasal 49, maka khusus objek sengketa tersebut harus - “keperdataan lain
mengenai objek diputus lebih dahulu oleh dalam perkara-perkara”
yang menjadi sengketa pengadilan dalam lingkungan berganti menjadi
tersebut harus diputus lebihPeradilan Umum. “sengketa lain dalam
dahulu oleh Pengadilan (2) Apabila terjadi sengketa hak perkara”
dalam milik sebagaimana dimaksud - “maka” dihapuskan
lingkungan Peradilan Umum. pada ayat (1) yang subjek - “objek yang menjadi
hukumnya sengketa” berganti
antara orang-orang yang menjadi “objek
beragama Islam, objek sengketa sengketa”\
tersebut diputus oleh pengadilan
agama bersama-sama perkara 3. terdapat tambahan
sebagaimana dimaksud dalam ayat (2)
Pasal 49.
51 (1) Pengadilan Tinggi (1) Pengadilan Tinggi Agama Tidak ada perubahan
Agama bertugas dan bertugas dan berwenang
berwenang mengadili perkara mengadili perkara yang
yang menjadi kewenangan Pengadilan
menjadi kewenangan Agama dalam tingkat banding.
Pengadilan Agama dalam (2) Pengadilan Tinggi Agama
tingkat banding. juga bertugas dan berwenang
(2) Pengadilan Tinggi mengadili di tingkat
Agama juga bertugas dan pertama dan terakhir sengketa
berwenang mengadili di kewenangan mengadili antar-
tingkat Pengadilan Agama
pertama dan terakhir di daerah hukumnya.
sengketa kewenangan
mengadili antar-Pengadilan
Agama
di daerah hukumnya.

52 (1) Pengadilan dapat Pengadilan agama memberikan Ada perubahan.


memberikan keterangan, istbat kesaksian rukyat hilal Pengadilan agama
pertimbangan, dan nasihat dalam penentuan awal bulan pada memberikan istbat
tentang tahun Hijriyah. kesaksian rukyat hilal
hukum Islam kepada instansi dalam penentuan awal
pemerintah di daerah bulan pada tahun
hukumnya, apabila diminta. Hijriyah.
(2) Selain tugas dan
kewenangan sebagaimana
yang dimaksud dalam Pasal
49 dan
Pasal 51, Pengadilan dapat
diserahi tugas dan
kewenangan lain oleh atau
berdasarkan undang-undang.

53 (1) Ketua Pengadilan (1) Ketua Pengadilan mengadakan Tidak ada perubahan
mengadakan pengawasan pengawasan atas pelaksanaan
atas pelaksanaan tugas dan tugas dan
tingkah laku Hakim, tingkah laku Hakim, Panitera,
Panitera, Sekretaris, dan Juru Sekretaris, dan Juru Sita di daerah
Sita di daerah hukumnya. hukumnya.
(2) Selain tugas sebagaimana (2) Selain tugas sebagaimana
yang dimaksud dalam ayat yang dimaksud dalam ayat (1),
(1), Ketua Pengadilan Ketua Pengadilan
Tinggi Agama di daerah Tinggi Agama di daerah
hukumnya melakukan hukumnya melakukan
pengawasan terhadap pengawasan terhadap jalannya
jalannya peradilan di tingkat Pengadilan
peradilan di tingkat Agama dan menjaga agar
Pengadilan Agama dan peradilan
menjaga agar peradilan diselenggarakan dengan seksama
diselenggarakan dengan dan sewajarnya.
seksama dan sewajarnya. (3) Dalam melaksanakan
(3) Dalam melaksanakan pengawasan sebagaimana yang
pengawasan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
yang dimaksud dalam ayat dan ayat (2), Ketua Pengadilan
(1) dapat memberikan petunjuk,
dan ayat (2), Ketua teguran, dan
Pengadilan dapat peringatan, yang dipandang perlu.
memberikan petunjuk, (4) Pengawasan sebagaimana
teguran, dan yang dimaksud dalam ayat (1)
peringatan, yang dipandang ayat (2), dan ayat (3),
perlu. tidak boleh mengurangi
(4) Pengawasan sebagaimana kebebasan Hakim dalam
yang dimaksud dalam ayat memeriksa dan memutus
(1) ayat (2), dan ayat (3), perkara.
tidak boleh mengurangi
kebebasan Hakim dalam
memeriksa dan memutus
perkara.

54 Hukum Acara yang berlaku Hukum Acara yang berlaku pada Tidak ada perubahan
pada Pengadilan dalam Pengadilan dalam lingkungan
lingkungan Peradilan Agama Peradilan Agama
adalah Hukum Acara Perdata adalah Hukum Acara Perdata
yang berlaku pada yang berlaku pada Pengadilan
Pengadilan dalam lingkungan dalam lingkungan
Peradilan Umum, kecuali Peradilan Umum, kecuali yang
yang telah diatur secara telah diatur secara khusus dalam
khusus dalam Undang- Undang-undang ini
undang ini.
55 Hukum Acara yang berlaku Hukum Acara yang berlaku pada Tidak ada perubahan
pada Pengadilan dalam Pengadilan dalam lingkungan
lingkungan Peradilan Agama Peradilan Agama
adalah Hukum Acara Perdata adalah Hukum Acara Perdata
yang berlaku pada yang berlaku pada Pengadilan
Pengadilan dalam lingkungan dalam lingkungan
Peradilan Umum, kecuali Peradilan Umum, kecuali yang
yang telah diatur secara telah diatur secara khusus dalam
khusus dalam Undang- Undang-undang ini
undang ini
56 (1) Pengadilan tidak boleh (1) Pengadilan tidak boleh Tidak ada perubahan
menolak untuk memeriksa menolak untuk memeriksa dan
dan memutus suatu perkara memutus suatu perkara
yang diajukan dengan dalih yang diajukan dengan dalih
bahwa hukum tidak atau bahwa hukum tidak atau kurang
kurang jelas, melainkan jelas, melainkan
wajib memeriksa dan wajib memeriksa dan
memutusnya. memutusnya.
(2) Ketentuan sebagaimana (2) Ketentuan sebagaimana yang
yang dimaksud dalam ayat dimaksud dalam ayat (1) tidak
(1) tidak menutup menutup
kemungkinan usaha kemungkinan usaha penyelesaian
penyelesaian perkara secara perkara secara damai.
damai.
57 (1) Peradilan dilakukan (1) Peradilan dilakukan DEMI Tidak ada perubahan
DEMI KEADILAN KEADILAN BERDASARKAN
BERDASARKAN KETUHANAN YANG
KETUHANAN YANG MAHA ESA.
MAHA ESA. (2) Tiap penetapan dan putusan
(2) Tiap penetapan dan dimulai dengan kalimat
putusan dimulai dengan BISMILLAHIRRAHMANIRRA
kalimat HIM diikuti dengan DEMI
BISMILLAHIRRAHMANIR KEADILAN
RAHIM diikuti dengan BERDASARKAN
DEMI KEADILAN KETUHANAN YANG MAHA
BERDASARKAN ESA.
KETUHANAN YANG (3) Peradilan dilakukan dengan
MAHA ESA. sederhana, cepat, dan biaya
(3) Peradilan dilakukan ringan.
dengan sederhana, cepat, dan
biaya ringan.

58 (1) Pengadilan mengadili (1) Pengadilan mengadili menurut Tidak ada perubahan
menurut hukum dengan tidak hukum dengan tidak membeda-
membeda-bedakan orang. bedakan orang.
(2) Pengadilan membantu (2) Pengadilan membantu para
para pencari keadilan dan pencari keadilan dan berusaha
berusaha sekeras-kerasnya sekeras-kerasnya
mengatasi segala hambatan mengatasi segala hambatan dan
dan rintangan untuk rintangan untuk tercapainya
tercapainya peradilan yang peradilan yang
sederhana, cepat, dan biaya sederhana, cepat, dan biaya
ringan. ringan.

59 (1) Sidang pemeriksaan (1) Sidang pemeriksaan Tidak ada perubahan


Pengadilan terbuka untuk Pengadilan terbuka untuk umum,
umum, kecuali apabila kecuali apabila undangundang
undangundang menentukan lain atau jika Hakim
menentukan lain atau jika dengan alasan-alasan penting
Hakim dengan alasan-alasan yang
penting yang dicatat dalam berita acara sidang,
dicatat dalam berita acara memerintahkan bahwa
sidang, memerintahkan pemeriksaan secara
bahwa pemeriksaan secara keseluruhan atau sebagian akan
keseluruhan atau sebagian dilakukan dengan sidang tertutup.
akan dilakukan dengan (2) Tidak terpenuhinya ketentuan
sidang tertutup. sebagaimana yang dimaksud
(2) Tidak terpenuhinya dalam ayat (1)
ketentuan sebagaimana yang mengakibatkan seluruh
dimaksud dalam ayat (1) pemeriksaan beserta penetapan
mengakibatkan seluruh atau putusannya batal
pemeriksaan beserta menurut hukum.
penetapan atau putusannya (3) Rapat permusyawaratan
batal Hakim bersifat rahasia.
menurut hukum.
(3) Rapat permusyawaratan
Hakim bersifat rahasia.

60 Penetapan dan putusan Penetapan dan putusan Pengadilan Tidak ada perubahan
Pengadilan hanya sah dan hanya sah dan mempunyai
mempunyai kekuatan hukum kekuatan hukum
apabila diucapkan dalam apabila diucapkan dalam sidang
sidang terbuka untuk umum. terbuka untuk umum.

61 Atas penetapan dan putusan Atas penetapan dan putusan Tidak ada perubahan
Pengadilan Agama dapat Pengadilan Agama dapat
dimintakan banding oleh dimintakan banding oleh
pihak yang berperkara, pihak yang berperkara, kecuali
kecuali apabila undang- apabila undang-undang
undang menentukan lain. menentukan lain.

62 (1)Segala penetapan dan (1)Segala penetapan dan putusan Tidak ada perubahan
putusan Pengadilan, selain Pengadilan, selain harus memuat
harus memuat alasan-alasan alasan-alasan
dan dasar-dasarnya juga harus dan dasar-dasarnya juga harus
memuat pasal-pasal tertentu memuat pasal-pasal tertentu dari
dari peraturanperaturan peraturanperaturan
yang bersangkutan atau yang bersangkutan atau sumber
sumber hukum tak tertulis hukum tak tertulis yang dijadikan
yang dijadikan dasar untuk mengadili.
dasar untuk mengadili. (2)Tiap penetapan dan putusan
(2)Tiap penetapan dan Pengadilan ditandatangai oleh
putusan Pengadilan Ketua dan Hakimhakim
ditandatangai oleh Ketua dan yang memutus serta Panitera yang
Hakimhakim ikut bersidang pada waktu
yang memutus serta Panitera penetapan
yang ikut bersidang pada dan putusan itu diucapkan.
waktu penetapan (3)Berita Acara tentang
dan putusan itu diucapkan. pemeriksaan ditandatangani oleh
(3)Berita Acara tentang Ketua dan Panitera yang
pemeriksaan ditandatangani bersidang.
oleh Ketua dan Panitera yang
bersidang.

63 Atas penetapan dan putusan Atas penetapan dan putusan Tidak ada perubahan
Pengadilan Tinggi Agama Pengadilan Tinggi Agama dapat
dapat dimintakan kasasi dimintakan kasasi
kepada Mahkamah Agung kepada Mahkamah Agung oleh
oleh pihak yang berperkara. pihak yang berperkara.

64 Penetapan dan putusan Penetapan dan putusan Pengadilan Tidak ada perubahan
Pengadilan yang dimintakan yang dimintakan banding atau
banding atau kasasi, kasasi,
pelaksanaannya ditunda demi pelaksanaannya ditunda demi
hukum, kecuali apabila dalam hukum, kecuali apabila dalam
amarnya menyatakan amarnya menyatakan
penetapan atau putusan penetapan atau putusan tersebut
tersebut dapat dijalankan dapat dijalankan lebih dahulu
lebih dahulu meskipun ada meskipun ada
perlawanan, banding, atau perlawanan, banding, atau kasasi.
kasasi.

65 Perceraian hanya dapat Perceraian hanya dapat dilakukan Tidak ada perubahan
dilakukan di depan sidang di depan sidang Pengadilan
Pengadilan setelah setelah
Pengadilan yang Pengadilan yang bersangkutan
bersangkutan berusaha dan berusaha dan tidak berhasil
tidak berhasil mendamaikan mendamaikan kedua belah
kedua belah pihak.
pihak.

66 (1) Seorang suami yang (1) Seorang suami yang beragama Tidak ada perubahan
beragama Islam yang akan Islam yang akan menceraikan
menceraikan istrinya istrinya
mengajukan permohonan mengajukan permohonan kepada
kepada Pengadilan untuk Pengadilan untuk mengadakan
mengadakan sidang guna sidang guna
menyaksikan ikrar talak. menyaksikan ikrar talak.
(2) Permohonan sebagaimana (2) Permohonan sebagaimana
yang dimaksud dalam ayat yang dimaksud dalam ayat (1)
(1) diajukan kepada diajukan kepada
Pengadilan yang daerah Pengadilan yang daerah
hukumnya meliputi tempat hukumnya meliputi tempat
kediaman termohon, kecuali kediaman termohon, kecuali
apabila termohon dengan apabila termohon dengan sengaja
sengaja meninggalkan tempat meninggalkan tempat kediaman
kediaman yang yang
ditentukan bersama tanpa izin ditentukan bersama tanpa izin
pemohon. pemohon.
(3) Dalam hal termohon (3) Dalam hal termohon
bertempat kediaman di luar bertempat kediaman di luar
negeri, permohonan diajukan negeri, permohonan diajukan
kepada Pengadilan yang kepada Pengadilan yang daerah
daerah hukumnya meliputi hukumnya meliputi tempat
tempat kediaman pemohon. kediaman pemohon.
(4) Dalam hal pemohon dan (4) Dalam hal pemohon dan
termohon bertempat termohon bertempat kediaman di
kediaman di luar negeri, luar negeri, maka
maka permohonan diajukan kepada
permohonan diajukan kepada Pengadilan yang daerah
Pengadilan yang daerah hukumnya meliputi
hukumnya meliputi tempat perkawinan mereka
tempat perkawinan mereka dilangsungkan atau kepada
dilangsungkan atau kepada Pengadilan Agama
Pengadilan Agama Jakarta Pusat.
Jakarta Pusat. (5) Permohonan soal penguasaan
(5) Permohonan soal anak, nafkah anak, nafkah istri,
penguasaan anak, nafkah dan harta
anak, nafkah istri, dan harta bersama suami istri dapat
bersama suami istri dapat diajukan bersama-sama dengan
diajukan bersama-sama permohonan cerai
dengan permohonan cerai talak ataupun sesudah ikrar talak
talak ataupun sesudah ikrar diucapkan.
talak diucapkan.

67 Permohonan sebagaimana Permohonan sebagaimana yang Tidak ada perubahan


yang dimaksud dalam Pasal dimaksud dalam Pasal 66 di atas
66 di atas memuat: memuat:
a. nama, umur, dan tempat a. nama, umur, dan tempat
kediaman pemohon, yaitu kediaman pemohon, yaitu suami,
suami, dan termohon, yaitu dan termohon, yaitu
istri; istri;
b. alasan-alasan yang menjadi b. alasan-alasan yang menjadi
dasar cerai talak. dasar cerai talak.

68 (1) Pemeriksaan permohonan (1) Pemeriksaan permohonan Tidak ada perubahan


cerai talak dilakukan oleh cerai talak dilakukan oleh Majelis
Majelis Hakim Hakim selambatlambatnya
selambatlambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah berkas
30 (tiga puluh) hari setelah atau surat permohonan cerai talak
berkas atau surat permohonan didaftarkan di Kepaniteraan.
cerai talak (2) Pemeriksaan permohonan
didaftarkan di Kepaniteraan. cerai talak dilakukan dalam
(2) Pemeriksaan permohonan sidang tertutup.
cerai talak dilakukan dalam
sidang tertutup.

69 Dalam pemeriksaan perkara Dalam pemeriksaan perkara cerai Tidak ada perubahan
cerai talak ini berlaku talak ini berlaku ketentuan-
ketentuan-ketentuan Pasal ketentuan Pasal
79, Pasal 80 ayat (2), Pasal 79, Pasal 80 ayat (2), Pasal 82,
82, dan Pasal 83. dan Pasal 83.

70 (1) Pengadilan setelah (1) Pengadilan setelah Tidak ada perubahan


berkesimpulan bahwa kedua berkesimpulan bahwa kedua belah
belah pihak tidak mungkin pihak tidak mungkin lagi
lagi didamaikan dan telah cukup
didamaikan dan telah cukup alasan perceraian, maka
alasan perceraian, maka Pengadilan menetapkan
Pengadilan menetapkan bahwa permohonan tersebut
bahwa permohonan tersebut dikabulkan.
dikabulkan. (2) Terhadap penetapan
(2) Terhadap penetapan sebagaimana yang dimaksud
sebagaimana yang dimaksud dalam ayat (1), istri dapat
dalam ayat (1), istri dapat mengajukan banding.
mengajukan banding. (3) Setelah penetapan tersebut
(3) Setelah penetapan tersebut memperoleh kekuatan hukum
memperoleh kekuatan hukum tetap, Pengadilan
tetap, Pengadilan menentukan hari sidang
menentukan hari sidang penyaksian ikrar talak, dengan
penyaksian ikrar talak, memanggil suami dan
dengan memanggil suami dan istri atau wakilnya untuk
istri atau wakilnya untuk menghadiri sidang tersebut.
menghadiri sidang tersebut. (4) Dalam sidang itu suami atau
(4) Dalam sidang itu suami wakilnya yang diberi kuasa
atau wakilnya yang diberi khusus dalam suatu
kuasa khusus dalam suatu akta otentik untuk mengucapkan
akta otentik untuk ikrar talak, mengucapkan ikrar
mengucapkan ikrar talak, talak yang
mengucapkan ikrar talak yang dihadiri oleh istri atau kuasanya.
dihadiri oleh istri atau (5) Jika istri telah mendapat
kuasanya. panggilan secara sah atau patut,
(5) Jika istri telah mendapat tetapi tidak datang
panggilan secara sah atau menghadap sendiri atau tidak
patut, tetapi tidak datang mengirim wakilnya, maka suami
menghadap sendiri atau tidak atau wakilnya
mengirim wakilnya, maka dapat mengucapkan ikrar talak
suami atau wakilnya tanpa hadirnya istri atau wakilnya.
dapat mengucapkan ikrar (6) Jika suami dalam tenggang
talak tanpa hadirnya istri atau waktu 6 (enam) bulan sejak
wakilnya. ditetapkan hari sidang
(6) Jika suami dalam penyaksian ikrar talak, tidak
tenggang waktu 6 (enam) datang menghadap sendiri atau
bulan sejak ditetapkan hari tidak mengirim
sidang wakilnya meskipun telah
penyaksian ikrar talak, tidak mendapat panggilan secara sah
datang menghadap sendiri atau patut maka
atau tidak mengirim gugurlah kekuatan penetapan
wakilnya meskipun telah tersebut, dan perceraian tidak
mendapat panggilan secara dapat diajukan lagi
sah atau patut maka berdasarkan alasan yang sama.
gugurlah kekuatan penetapan
tersebut, dan perceraian tidak
dapat diajukan lagi
berdasarkan alasan yang
sama.

71 (1) Panitera mencatat segala (1) Panitera mencatat segala hal Tidak ada perubahan
hal ihwal yang terjadi dalam ihwal yang terjadi dalam sidang
sidang ikrar talak. ikrar talak.
(2) Hakim membuat (2) Hakim membuat penetapan
penetapan yang isinya yang isinya menyatakan bahwa
menyatakan bahwa perkawinan putus sejak ikrar talak
perkawinan putus sejak ikrar diucapkan dan penetapan tersebut
talak diucapkan dan tidak dapat dimintakan banding
penetapan tersebut tidak atau kasasi.
dapat dimintakan banding
atau kasasi.
72 Terhadap penetapan Terhadap penetapan sebagaimana Tidak ada perubahan
sebagaimana yang dimaksud yang dimaksud dalam Pasal 71
dalam Pasal 71 berlaku berlaku ketentuanketentuan dalam
ketentuanketentuan dalam Pasal 84 ayat (1), ayat (2), ayat
Pasal 84 ayat (1), ayat (2), (3), dan ayat (4), serta Pasal 85.
ayat (3), dan ayat (4), serta
Pasal 85.
73 (1) Gugatan perceraian (1) Gugatan perceraian diajukan Tidak ada perubahan
diajukan oleh istri atau oleh istri atau kuasanya kepada
kuasanya kepada Pengadilan Pengadilan yang daerah
yang daerah hukumnya hukumnya meliputi tempat
meliputi tempat kediaman kediaman penggugat, kecuali
penggugat, kecuali apabila apabila penggugat dengan sengaja
penggugat dengan sengaja meninggalkan tempat kediaman
meninggalkan tempat bersama tanpa izin tergugat.
kediaman bersama tanpa izin (2) Dalam hal penggugat
tergugat. bertempat kediaman di luar
(2) Dalam hal penggugat negeri, gugatan perceraian
bertempat kediaman di luar diajukan kepada Pengadilan yang
negeri, gugatan perceraian daerah hukumnya meliputi tempat
diajukan kepada Pengadilan kediaman tergugat.
yang daerah hukumnya (3) Dalam hal penggugat dan
meliputi tempat kediaman tergugat bertempat kediaman di
tergugat. luar negeri, maka gugatan
(3) Dalam hal penggugat dan diajukan kepada Pengadilan yang
tergugat bertempat kediaman daerah hukumnya meliputi tempat
di luar negeri, maka gugatan perkawinan mereka
diajukan kepada Pengadilan dilangsungkan atau kepada
yang daerah hukumnya Pengadilan Agama Jakarta Pusat.
meliputi tempat perkawinan
mereka dilangsungkan atau
kepada Pengadilan Agama
Jakarta Pusat.
74 Apabila gugatan perceraian Apabila gugatan perceraian Tidak ada perubahan
didasarkan atas alasan salah didasarkan atas alasan salah satu
satu pihak mendapat pidana pihak mendapat pidana penjara,
penjara, maka untuk maka untuk memperoleh putusan
memperoleh putusan perceraian, sebagai bukti
perceraian, sebagai bukti penggugat cukup menyampaikan
penggugat cukup salinan putusan Pengadilan yang
menyampaikan salinan berwenang yang memutuskan
putusan Pengadilan yang perkara disertai keterangan yang
berwenang yang memutuskan menyatakan bahwa putusan itu
perkara disertai keterangan telah memperoleh kekuatan
yang menyatakan bahwa hukum tetap.
putusan itu telah memperoleh
kekuatan hukum tetap.
75 Apabila gugatan perceraian Apabila gugatan perceraian Tidak ada perubahan
didasarkan atas alasan bahwa didasarkan atas alasan bahwa
tergugat mendapat cacat tergugat mendapat cacat badan
badan atau penyakit dengan atau penyakit dengan akibat tidak
akibat tidak dapat dapat menjalankan kewajiban
menjalankan kewajiban sebagai suami, maka Hakim dapat
sebagai suami, maka Hakim memerintahkan tergugat untuk
dapat memerintahkan memeriksakan diri kepada dokter.
tergugat untuk memeriksakan
diri kepada dokter.
76 (1) Apabila gugatan (1) Apabila gugatan perceraian Tidak ada perubahan
perceraian didasarkan atas didasarkan atas alasan syiqaq,
alasan syiqaq, maka untuk maka untuk mendapatkan putusan
mendapatkan putusan perceraian harus didengar
perceraian harus didengar keterangan saksi-saksi yang
keterangan saksi-saksi yang berasal dari keluarga atau orang-
berasal dari keluarga atau orang yang dekat dengan suami
orang-orang yang dekat istri.
dengan suami istri. (2) Pengadilan setelah mendengar
(2) Pengadilan setelah keterangan saksi tentang sifat
mendengar keterangan saksi persengketaan antara suami istri
tentang sifat persengketaan dapat mengangkat seorang atau
antara suami istri dapat lebih dari keluarga masingmasing
mengangkat seorang atau pihak ataupun orang lain untuk
lebih dari keluarga menjadi hakam.
masingmasing pihak ataupun
orang lain untuk menjadi
hakam.
77 Selama berlangsungnya Selama berlangsungnya gugatan Tidak ada perubahan
gugatan perceraian, atas perceraian, atas permohonan
permohonan penggugat atau penggugat atau tergugat atau
tergugat atau berdasarkan berdasarkan pertimbangan bahaya
pertimbangan bahaya yang yang mungkin ditimbulkan,
mungkin ditimbulkan, Pengadilan dapat mengizinkan
Pengadilan dapat suami istri tersebut untuk tidak
mengizinkan suami istri tinggal dalam satu rumah.
tersebut untuk tidak tinggal
dalam satu rumah.
78 Selama berlangsungnya Selama berlangsungnya gugatan Tidak ada perubahan
gugatan perceraian, atas perceraian, atas permohonan
permohonan penggugat, penggugat, Pengadilan dapat:
Pengadilan dapat: a. menentukan nafkah yang
a. menentukan nafkah yang ditanggung oleh suami;
ditanggung oleh suami; b. menentukan hal-hal yang perlu
b. menentukan hal-hal yang untuk menjamin pemeliharaan dan
perlu untuk menjamin pendidikan anak;
pemeliharaan dan pendidikan c. menentukan hal-hal yang perlu
anak; untuk menjamin terpeliharanya
c. menentukan hal-hal yang barang-barang yang menjadi hak
perlu untuk menjamin bersama suami istri atau barang-
terpeliharanya barang-barang barang yang menjadi hak suami
yang menjadi hak bersama atau barang-barang yang menjadi
suami istri atau barang- hak istri.
barang yang menjadi hak
suami atau barang-barang
yang menjadi hak istri.
79 Gugatan perceraian gugur Gugatan perceraian gugur apabila Tidak ada perubahan
apabila suami atau istri suami atau istri meninggal
meninggal sebelum adanya sebelum adanya putusan
putusan Pengadilan. Pengadilan.
80 (1) Pemeriksaan gugatan (1) Pemeriksaan gugatan Tidak ada perubahan
perceraian dilakukan oleh perceraian dilakukan oleh Majelis
Majelis Hakim selambat- Hakim selambat-lambatnya 30
lambatnya 30 (tiga puluh) (tiga puluh) hari setelah berkas
hari setelah berkas atau surat atau surat gugatan perceraian
gugatan perceraian didaftarkan di Kepaniteraan.
didaftarkan di Kepaniteraan. (2) Pemeriksaan gugatan
(2) Pemeriksaan gugatan perceraian dilakukan dalam
perceraian dilakukan dalam sidang tertutup.
sidang tertutup.
Pasal UU No. 7 Tahun 1989 UU No. 3 Tahun 2006 Perubahan
81 1.Putusan Pengadilan 1.Putusan Pengadilan mengenai Tidak ada perubahan
mengenai gugatan perceraian gugatan perceraian diucapkan
diucapkan dalam sidang dalam sidang terbuka untuk
terbuka untuk umum umum

2. Suatu perceraian dianggap 2. Suatu perceraian dianggap


terjadi beserta segala akibat terjadi beserta segala akibat
hukumnya terhitung sejak hukumnya terhitung sejak putusan
putusan Pengadilan Pengadilan memperoleh kekuatan
memperoleh kekuatan hukum hukum tetap
tetap

82 1.Pada sidang pertama 1.Pada sidang pertama Tidak ada perubahan


pemeriksaan gugatan pemeriksaan gugatan perceraian,
perceraian, Hakim berusaha Hakim berusaha mendamaikan
mendamaikan kedua pihak. kedua pihak.

2.Dalam sidang perdamaian 2.Dalam sidang perdamaian


tersebut, suami istri harus tersebut, suami istri harus datang
datang secara pribadi, kecuali secara pribadi, kecuali apabila
apabila salah satu pihak salah satu pihak bertempat
bertempat kediaman di luar kediaman di luar negeri, dan tidak
negeri, dan tidak dapat datang dapat datang menghadap secara
menghadap secara pribadi pribadi dapat diwakili oleh
dapat diwakili oleh kuasanya kuasanya yang secara khusus
yang secara khusus dikuasakan untuk itu.
dikuasakan untuk itu.
3. Apabila kedua pihak bertempat
3. Apabila kedua pihak kediaman di luar negeri, maka
bertempat kediaman di luar penggugat pada sidang
negeri, maka penggugat pada perdamaian tersebut harus
sidang perdamaian tersebut menghadap secara pribadi.
harus menghadap secara
pribadi. 4. Selama perkara belum
diputuskan, usaha mendamaikan
4. Selama perkara belum dapat dilakukan pada setiap
diputuskan, usaha sidang pemeriksaan
mendamaikan dapat
dilakukan pada setiap sidang
pemeriksaan.

83 Apabila tercapai perdamaian, Apabila tercapai perdamaian, Tidak ada perubahan


maka tidak dapat diajukan maka tidak dapat diajukan
gugatan perceraian baru gugatan perceraian baru
berdasarkan alasan yang ada berdasarkan alasan yang ada dan
dan telah diketahui oleh telah diketahui oleh penggugat
penggugat sebelum sebelum perdamaian tercapai.
perdamaian tercapai.

84 1.Panitera Pengadilan atau 1.Panitera Pengadilan atau pejabat Tidak ada perubahan
pejabat Pengadilan yang Pengadilan yang ditunjuk
ditunjuk berkewajiban berkewajiban selambatlambatnya
selambatlambatnya 30 (tiga 30 (tiga puluh) hari mengirimkan
puluh) hari mengirimkan satu satu helai salinan putusan
helai salinan putusan Pengadilan yang telah
Pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum
memperoleh kekuatan hukum tetap, tanpa bermeterai kepada
tetap, tanpa bermeterai Pegawai Pencatat Nikah yang
kepada Pegawai Pencatat wilayahnya meliputi tempat
Nikah yang wilayahnya kediaman penggugat dan tergugat,
meliputi tempat kediaman untuk mendaftarkan putusan
penggugat dan tergugat, perceraian dalam sebuah daftar
untuk mendaftarkan putusan yang.disediakan untuk itu.
perceraian dalam sebuah
daftar yang.disediakan untuk 2. Apabila perceraian dilakukan di
itu. wilayah yang berbeda dengan
wilayah Pegawai Pencatat Nikah
2. Apabila perceraian tempat perkawinan
dilakukan di wilayah yang dilangsungkan, maka satu helai
berbeda dengan wilayah salinan putusan
Pegawai Pencatat Nikah www.djpp.depkumham.go.id
tempat perkawinan sebagaimana yang dimaksud
dilangsungkan, maka satu dalam ayat (1) yang telah
helai salinan putusan memperoleh kekuatan hukum
www.djpp.depkumham.go.id tetap tanpa bermeterai dikirimkan
sebagaimana yang dimaksud pula kepada Pegawai Pencatat
dalam ayat (1) yang telah Nikah di tempat perkawinan
memperoleh kekuatan hukum dilangsungkan dan oleh Pegawai
tetap tanpa bermeterai Pencatat Nikah tersebut dicatat
dikirimkan pula kepada pada bagian pinggir daftar catatan
Pegawai Pencatat Nikah di perkawinan.
tempat perkawinan
dilangsungkan dan oleh3.Apabilaperkawinan
Pegawai Pencatat Nikah dilangsungkan di luar negeri,
tersebut dicatat pada bagian maka satu helai salinan putusan
pinggir daftar catatansebagaimana yang dimaksud
perkawinan. dalam ayat (1) disampaikan pula
kepada Pegawai Pencatat Nikah di
3.Apabilaperkawinan tempat didaftarkannya
dilangsungkan di luar negeri, perkawinan mereka di Indonesia
maka satu helai salinan
putusan sebagaimana yang 4. Panitera berkewajiban
dimaksud dalam ayat (1) memberikan akta cerai sebagai
disampaikan pula kepada surat bukti cerai kepada para
Pegawai Pencatat Nikah di pihak selambat-lambatnya 7
tempat didaftarkannya (tujuh) hari terhitung setelah
perkawinan mereka di putusan yang memperoleh
Indonesia kekuatan hukum tetap tersebut
diberitahukan kepada para pihak.
4. Panitera berkewajiban
memberikan akta cerai
sebagai surat bukti cerai
kepada para pihak selambat-
lambatnya 7 (tujuh) hari
terhitung setelah putusan
yang memperoleh kekuatan
hukum tetap tersebut
diberitahukan kepada para
pihak.

85 Kelalaian pengiriman salinan Kelalaian pengiriman salinan Tidak ada perubahan


putusan sebagaimana yang putusan sebagaimana yang
dimaksud dalam Pasal 84, dimaksud dalam Pasal 84,
menjadi tanggung jawab menjadi tanggung jawab Panitera
Panitera yang bersangkutan yang bersangkutan atau pejabat
atau pejabat Pengadilan yang Pengadilan yang ditunjuk, apabila
ditunjuk, apabila yang yang demikian itu mengakibatkan
demikian itu mengakibatkan kerugian bagi bekas suami atau
kerugian bagi bekas suami istri atau keduanya
atau istri atau keduanya

86 1.Gugatan soal penguasaan .Gugatan soal penguasaan anak, Tidak ada perubahan
anak, nafkah anak, nafkah nafkah anak, nafkah istri, dan
istri, dan harta bersama suami harta bersama suami istri dapat
istri dapat diajukan bersama- diajukan bersama-sama dengan
sama dengan gugatan gugatan perceraian ataupun
perceraian ataupun sesudah sesudah putusan perceraian
putusan perceraian memperoleh kekuatan hukum
memperoleh kekuatan hukum tetap.
tetap.
2. Jika ada tuntutan pihak ketiga,
2. Jika ada tuntutan pihak maka Pengadilan menunda
ketiga, maka Pengadilan terlebih dahulu perkara harta
menunda terlebih dahulu bersama tersebut sampai ada
perkara harta bersama putusan Pengadilan dalam
tersebut sampai ada putusan lingkungan Peradilan Umum yang
Pengadilan dalam lingkungan telah memperoleh kekuatan
Peradilan Umum yang telah hukum tetap tentang hal itu.
memperoleh kekuatan hukum
tetap tentang hal itu.

87 1.Apabila permohonan atau 1.Apabila permohonan atau Tidak ada perubahan


gugatan cerai diajukan atas gugatan cerai diajukan atas alasan
alasan salah satu pihak salah satu pihak melakukan zina,
melakukan zina, sedangkan sedangkan pemohon atau
pemohon atau penggugat penggugat tidak dapat melengkapi
tidak dapat melengkapi bukti- bukti-bukti dan termohon atau
bukti dan termohon atau tergugat menyanggah alasan
tergugat menyanggah alasan tersebut, dan Hakim berpendapat
tersebut, dan Hakim bahwa permohonan atau gugatan
berpendapat bahwa itu bukan tiada pembuktian sama
permohonan atau gugatan itu sekali serta upaya peneguhan alat
bukan tiada pembuktian sama bukti tidak mungkin lagi
sekali serta upaya peneguhan diperoleh baik dari pemohon atau
alat bukti tidak mungkin lagi penggugat maupun dari termohon
diperoleh baik dari pemohon atau tergugat, maka Hakim karena
atau penggugat maupun dari jabatannya dapat menyuruh
termohon atau tergugat, maka pemohon atau penggugat untuk
Hakim karena jabatannya bersumpah.
dapat menyuruh pemohon
atau penggugat untuk 2. Pihak termohon atau tergugat
bersumpah. diberi kesempatan pula untuk
meneguhkan sanggahannya
2. Pihak termohon atau dengan cara yang sama
tergugat diberi kesempatan
pula untuk meneguhkan
sanggahannya dengan cara
yang sama

88 1.Apabila sumpah .Apabila sumpah sebagaimana Tidak ada perubahan


sebagaimana yang dimaksud yang dimaksud dalam Pasal 87
dalam Pasal 87 ayat (1) ayat (1) dilakukan oleh suami,
dilakukan oleh suami, maka maka penyelesaiannya dapat
penyelesaiannya dapat dilaksanakan dengan cara lain
dilaksanakan dengan cara lain
2. Apabila sumpah sebagaimana
2. Apabila sumpah yang dimaksud dalam Pasal 87
sebagaimana yang dimaksud ayat (1) dilakukan oleh istri maka
dalam Pasal 87 ayat (1) penyelesaiannya dilaksanakan
dilakukan oleh istri maka dengan hukum acara yang berlaku
penyelesaiannya dilaksanakan
dengan hukum acara yang
berlaku.

89 1.Biaya perkara dalam bidang 1.Biaya perkara dalam bidang Tidak ada perubahan
perkawinan dibebankan perkawinan dibebankan kepada
kepada penggugat atau penggugat atau pemohon.
pemohon.
2. Biaya perkara penetapan atau
2. Biaya perkara penetapan putusan Pengadilan yang bukan
atau putusan Pengadilan yang merupakan penetapan atau
bukan merupakan penetapan putusan akhir akan diperhitungkan
atau putusan akhir akan dalam penetapan atau putusan
diperhitungkan dalam akhir.
penetapan atau putusan akhir.

90 1. Biaya perkara sebagaimana Ketentuan Pasal 90 diubah Ada perubahan


yang dimaksud dalam Pasal sehingga berbunyi sebagai Perkara itu menjadi
89, meliputi: berikut: perkara tersebut

a. biaya kepaniteraan dan Biaya perkara sebagaimana Besarnya biaya perkara


biaya meterai yang dimaksud dalam Pasal 89, diatur oleh Mahkama
diperlukan untuk perkara itu; meliputi : Agung
b. biaya untuk para saksi,
saksi ahli, penerjemah, dan a. biaya kepaniteraan dan biaya
biaya pengambilan sumpah meterai yang
yang diperlukan dalam diperlukan untuk perkara tersebut;
perkara itu; b. biaya untuk para saksi, saksi
c. biaya yang diperlukan ahli, penerjemah, dan
untuk melakukan biaya pengambilan sumpah yang
pemeriksaan setempat dan diperlukan dalam
tindakantindakan lain yang perkara tersebut;
diperlukan oleh Pengadilan c. biaya yang diperlukan untuk
dalam perkara itu; melakukan
d. biaya pemanggilan, pemeriksaan setempat dan
pemberitahuan, dan lain-laintindakan-tindakan lain
atas perintah Pengadilan yang
yang diperlukan pengadilan dalam
berkenaan dengan perkara itu.
perkara
tersebut; dan
d. biaya pemanggilan,
pemberitahuan, dan lain-lain
atas perintah pengadilan yang
berkenaan dengan
perkara tersebut.
(2) Besarnya biaya perkara diatur
oleh Mahkamah Agung.
91 1) Jumlah biaya perkara 1) Jumlah biaya perkara Tidak ada perubahan
sebagaimana yang dimaksud sebagaimana yang dimaksud
dalam Pasal 90 harus dimuat dalam Pasal 90 harus dimuat
dalam amar penetapan atau dalam amar penetapan atau
putusan Pengadilan. putusan Pengadilan.
(2) Jumlah biaya yang (2) Jumlah biaya yang dibebankan
dibebankan oleh Pengadilan oleh Pengadilan kepada salah satu
kepada salah satu pihak pihak
berperkara untuk dibayarkan berperkara untuk dibayarkan
kepada pihak lawannya dalam kepada pihak lawannya dalam
perkara itu, harus perkara itu, harus
dicantumkan juga dalam amar dicantumkan juga dalam amar
penetapan atau putusan penetapan atau putusan
Pengadilan. Pengadilan.

92 Ketua Pengadilan mengatur Ketua Pengadilan mengatur Tidak ada perubahan


pembagian tugas para Hakim. pembagian tugas para Hakim.

93 Ketua Pengadilan Ketua Pengadilan membagikan Tidak ada perubahan


membagikan semua berkas semua berkas perkara dan atau
perkara dan atau surat-surat surat-surat lain yang berhubungan
lain yang berhubungan dengan perkara yang diajukan ke
dengan perkara yang diajukan Pengadilan kepada Majelis Hakim
ke Pengadilan kepada Majelis untuk diselesaikan.
Hakim
untuk diselesaikan.

94 Ketua Pengadilan Ketua Pengadilan menetapkan Tidak ada perubahan


menetapkan perkara yang perkara yang harus diadili
harus diadili berdasarkan berdasarkan nomor urut,
nomor urut, tetapi apabila terdapat perkara
tetapi apabila terdapat perkara tertentu yang karena menyangkut
tertentu yang karena kepentingan umum harus segera
menyangkut kepentingan diadili, maka perkara itu
umum harus segera diadili, didahulukan.
maka perkara itu
didahulukan.

95 Ketua Pengadilan wajib Ketua Pengadilan wajib Tidak ada perubahan


mengawasi kesempurnaan mengawasi kesempurnaan
pelaksanaan penetapan atau pelaksanaan penetapan atau
putusan Pengadilan yang putusan Pengadilan yang telah
telah memperoleh kekuatan memperoleh kekuatan hukum
hukum tetap. tetap.

96 Panitera Pengadilan bertugas Panitera Pengadilan bertugas Tidak ada perubahan


menyelenggarakan menyelenggarakan administrasi
administrasi perkara dan perkara dan mengatur
mengatur tugas Wakil Panitera, Panitera
tugas Wakil Panitera, Muda, dan Panitera Pengganti.
Panitera Muda, dan Panitera
Pengganti.

97 Panitera, Wakil Panitera, Panitera, Wakil Panitera, Panitera Tidak ada perubahan
Panitera Muda, dan Panitera Muda, dan Panitera Pengganti
Pengganti bertugas bertugas membantu
membantu Hakim dengan menghadiri dan
Hakim dengan menghadiri mencatat jalannya sidang
dan mencatat jalannya sidang Pengadilan.
Pengadilan.

98 Panitera bertugas Panitera bertugas melaksanakan Tidak ada perubahan


melaksanakan penetapan atau penetapan atau putusan
putusan Pengadilan. Pengadilan.

99 (1) Panitera wajib membuat (1) Panitera wajib membuat daftar Tidak ada perubahan
daftar semua perkara yang semua perkara yang diterima di
diterima di Kepaniteraan. Kepaniteraan.
(2) Dalam daftar perkara (2) Dalam daftar perkara
sebagaimana yang dimaksud sebagaimana yang dimaksud
dalam ayat (1) tiap perkara dalam ayat (1) tiap perkara
diberi nomor urut dan diberi nomor urut dan dibubuhi
dibubuhi catatan singkat catatan singkat tentang isinya.
tentang isinya.
100 Panitera membuat salinan Panitera membuat salinan atau Tidak ada perubahan
atau turunan penetapan atau turunan penetapan atau putusan
putusan Pengadilan menurut Pengadilan menurut
ketentuan peraturan ketentuan peraturan perundang-
perundang-undangan yang undangan yang berlaku.
berlaku.

101 (1) Panitera bertanggung (1) Panitera bertanggung jawab Tidak ada perubahan
jawab atas pengurusan berkas atas pengurusan berkas perkara,
perkara, penetapan atau penetapan atau putusan, dokumen,
putusan, dokumen, akta, buku akta, buku daftar, biaya perkara,
daftar, biaya perkara, uang uang titipan pihak ketiga, surat-
titipan pihak ketiga, surat- surat berharga, barang bukti, dan
surat berharga, barang bukti, surat-surat lain yang disimpan di
dan surat-surat lain yang Kepaniteraan.
disimpan di Kepaniteraan.
(2) Semua daftar, catatan, risalah,
(2) Semua daftar, catatan, berita acara, serta berkas perkara
risalah, berita acara, serta tidak boleh dibawa keluar dari
berkas perkara tidak boleh ruangan Kepaniteraan, kecuali
dibawa keluar dari ruangan atas izin Ketua Pengadilan
Kepaniteraan, kecuali atas berdasarkan ketentuan undang-
izin Ketua Pengadilan undang.
berdasarkan ketentuan
undang-undang. (3) Tata cara pengeluaran surat
asli, salinan atau turunan
(3) Tata cara pengeluaran penetapan atau putusan, risalah,
surat asli, salinan atau berita acara, akta, dan surat-surat
turunan penetapan atau lain diatur oleh Mahkamah
putusan, risalah, berita acara, Agung.
akta, dan surat-surat lain
diatur oleh Mahkamah
Agung.
102 Tugas dan tanggung jawab Tugas dan tanggung jawab serta Tidak ada perubahan
serta tata kerja Kepaniteraan tata kerja Kepaniteraan
Pengadilan diatur lebih lanjut Pengadilan diatur lebih lanjut oleh
oleh Mahkamah Agung. Mahkamah Agung.
103 (1) Juru Sita bertugas : (1) Juru Sita bertugas : Tidak ada perubahan
a. melaksanakan semua a. melaksanakan semua perintah
perintah yang diberikan yang diberikan oleh Ketua
oleh Ketua Sidang; Sidang;
b. menyampaikan b. menyampaikan pengumuman-
pengumuman- pengumuman, teguran-teguran,
pengumuman, teguran- dan pemberitahuan penetapan
teguran, dan atau putusan Pengadilan
pemberitahuan penetapan menurut cara-cara berdasarkan
atau putusan Pengadilan ketentuan undang-undang,
menurut cara-cara c. melakukan penyitaan atas
berdasarkan ketentuan perintah Ketua Pengadilan;
undang-undang, d. membuat berita acara
c. melakukan penyitaan atas penyitaan, yang salinan
perintah Ketua resminya diserahkan kepada
Pengadilan; pihak-pihak yang
d. membuat berita acara berkepentingan.
penyitaan, yang salinan (2) Juru Sita berwenang
resminya diserahkan melakukan tugasnya di daerah
kepada pihak-pihak yang hukum Pengadilan yang
berkepentingan. bersangkutan.
(2) Juru Sita berwenang
melakukan tugasnya di
daerah hukum Pengadilan
yang bersangkutan.
104 Ketentuan lebih lanjut Ketentuan lebih lanjut mengenai Tidak ada perubahan
mengenai pelaksanaan tugas pelaksanaan tugas Juru Sita diatur
Juru Sita diatur oleh oleh Mahkamah Agung.
Mahkamah Agung.
105 (1) Sekretaris Pengadilan (1) Sekretaris pengadilan bertugas Ada Perubahan
bertugas menyelenggarakan menyelenggarakan
administrasi umum administrasi umum pengadilan. (1) Sekretaris
Pengadilan. (2) Ketentuan lebih lanjut pengadilan bertugas
(2) Tugas serta tanggung mengenai tugas, tanggung jawab, menyelenggarakan
jawab, susunan organisasi, susunan organisasi, dan tata kerja administrasi umum
dan tata kerja Sekretariat sekretariat diatur pengadilan.
diatur lebih lanjut oleh oleh Mahkamah Agung. (2) Ketentuan lebih
Menteri Agama. lanjut mengenai tugas,
tanggung
jawab,susunan
organisasi, dan tata
kerja sekretariat diatur
oleh Mahkamah Agung.
106 Pada saat mulai berlakunya Pada saat mulai berlakunya
Undang-undang ini; Undang-undang ini;
1. semua Badan Peradilan 1. semua Badan Peradilan Agama
Agama yang telah ada yang telah ada dinyatakan sebagai
dinyatakan sebagai Badan Badan Peradilan Agama menurut
Peradilan Agama menurut Undang-undang ini;
Undang-undang ini; 2. semua peraturan pelaksanaan
2. semua peraturan yang telah ada mengenai
pelaksanaan yang telah ada Peradilan Agama dinyatakan tetap
mengenai Peradilan Agama berlaku selama ketentuan baru
dinyatakan tetap berlaku berdasarkan Undang-undang ini
selama ketentuan baru belum dikeluarkan, sepanjang
berdasarkan Undang-undang peraturan itu tidak bertentangan
ini belum dikeluarkan, dengan Undang-undang ini.
sepanjang peraturan itu tidak
bertentangan dengan Undang-
undang ini.
Pasal 106A Ada perubahan
Pada saat Undang-Undang ini Di antara Pasal 106 dan
mulai berlaku peraturan BAB VII disisipkan
perundang-undangan pelaksana satu pasal baru yakni
Undang-Undang Nomor 7 Pasal 106A, yang
Tahun 1989 tentang Peradilan berbunyi sebagai
Agama masih tetap berlaku berikut:
sepanjang tidak bertentangan dan Pasal 106A
belum diganti berdasarkan Pada saat Undang-
Undang-Undang ini. Undang ini mulai
berlaku peraturan
perundang-undangan
pelaksana Undang-
Undang Nomor 7
Tahun 1989 tentang
Peradilan Agama masih
tetap berlaku sepanjang
tidak bertentangan dan
belum diganti
berdasarkan Undang-
Undang ini.

107 (1) Pada saat mulai (1) Pada saat mulai berlakunya Tidak ada perubahan
berlakunya Undang-undang Undang-undang ini, maka:
ini, maka: a. Peraturan tentang Peradilan
a. Peraturan tentang Peradilan Agama di Jawa dan Madura
Agama di Jawa dan Madura (Staatsblad Tahun 1882 Nomor
(Staatsblad Tahun 1882 152 dan Staatsblad Tahun 1937
Nomor 152 dan Staatsblad Nomor 116 dan Nomor 610);
Tahun 1937 Nomor 116 dan b. Peraturan tentang Kerapatan
Nomor 610); Qadi dan Kerapatan Qadi Besar
b. Peraturan tentang Kerapatan untuk sebagian Residensi
Qadi dan Kerapatan Qadi Kalimantan Selatan dan Timur
Besar untuk sebagian (Staatsblad Tahun 1937 Nomor
Residensi Kalimantan 638 dan Nomor 639);
Selatan dan Timur c. Peraturan Pemerintah Nomor 45
(Staatsblad Tahun 1937 Tahun 1957 tentang
Nomor 638 dan Nomor Pembentukan Pengadilan
639); Agama/Mahkamah Syar'iyah di
c. Peraturan Pemerintah luar Jawa dan Madura
Nomor 45 Tahun 1957 (Lembaran Negara Tahun 1957
tentang Pembentukan Nomor 99), dan
Pengadilan d. Ketentuan sebagaimana yang
Agama/Mahkamah dimaksud dalam Pasal 63 ayat
Syar'iyah di luar Jawa dan (2) Undang-undang Nomor 1
Madura (Lembaran Negara Tahun 1974 tentang Perkawinan
Tahun 1957 Nomor 99), (Lembaran Negara Tahun 1974
dan Nomor 1, Tambahan Lembaran
d. Ketentuan sebagaimana Negara Nomor 3019),
yang dimaksud dalam Pasal dinyatakan tidak berlaku.
63 ayat (2) Undang-undang (2) Ketentuan sebagaimana yang
Nomor 1 Tahun 1974 dimaksud dalam Pasal 236 a
tentang Perkawinan Reglemen Indonesia yang
(Lembaran Negara Tahun diperbaharui (RIB), Staatsblad
1974 Nomor 1, Tambahan Tahun 1941 Nomor 44, mengenai
Lembaran Negara Nomor permohonan pertolongan
3019), dinyatakan tidak pembagian harta peninggalan di
berlaku. luar sengketa antara orang-orang
(2) Ketentuan sebagaimana yang beragama Islam
yang dimaksud dalam Pasal yangdilakukan berdasarkan
236 a Reglemen Indonesia hukum Islam, diselesaikan oleh
yang diperbaharui (RIB), Pengadilan Agama.
Staatsblad Tahun 1941
Nomor 44, mengenai
permohonan pertolongan
pembagian harta peninggalan
di luar sengketa antara orang-
orang yang beragama Islam
yangdilakukan berdasarkan
hukum Islam, diselesaikan
oleh Pengadilan Agama.
108 Undang-undang ini mulai Undang-undang ini mulai berlaku Tidak ada perubahan
berlaku pada tanggal pada tanggal diundangkan.Agar
diundangkan. Agar setiap setiap orang mengetahuinya,
orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan
memerintahkan Undang-undang ini dengan
pengundangan Undang- penempatannya dalam Lembaran
undang ini dengan Negara Republik Indonesia.
penempatannya dalam
Lembaran Negara Republik
Indonesia.