Anda di halaman 1dari 11

ARSITEKTUR DUNIA 2

Arsitektur ‘Purism De Stijl’

OLEH:

I.Wy.Ivan Wahyu Praditya


1219251022

Universitas Udayana
Fakultas Teknik
Jurusan Arsitektur
2017
 Pengertian Purism De Stijl

De Stijl (bahasa Inggris: the style) adalah gerakan seni di Leiden, Belanda yang diprakarsai
oleh Theo van Deosburg, seorangarsitek dan pelukis pada tahun 1917. Arsitektur De Stijl
merupakan salah satu dari tren atau gaya arsitektur modern yang berkembang pada masa
arsitektur modern awal yaitu Antara tahun 1920-an sampai dengan tahun 1930-an sebelum
perang dunia ke dua.

Nama de stijl sendiri diambil dari nama sebuah majalah seni rupa di Belanda yang sangat
terkenal masa itu, karena mengusung konsep-konsep desain pembaharu dari model dan
gaya karya seni rupa masa-masa sebelumnya. Konsep ini berkembang seiring terjadinya
perang dunia pertama yang berlarut-larut. Komunitas seni de Stijl kemudian berusaha
memenuhi keinginan masyarakat dunia mengenai sistem keharmonisan baru, yaitu dengan
mencari prinsip - prinsip dan estetika baru di dalam seni. Munculnya gerakan ini diinspirasi
oleh gerakan dadaisme.

De Stijl menjadi pelopor dari Neo Plasticisme, Neo Plasticisme memiliki arti seni rupa
gaya baru. Neo Plasticisme dikembangkan oleh seorang seniman yang bernama Piet
Mondrian yang kemudian mengarah pada gaya Cubisme dalam bentuk abstrak total. Warna
dasar yang menjadi ciri utama dari Mondrian adalah warna merah, kuning, dan biru.
Sehingga dalam suatu karya baik itu merupakan karya arsitektur maupun karyalainnya akan
memiliki ciri khas warna Mondrian dalam penggunaan warnanya. Tumbuh bersamaan
dengan terjadinya perang dunia. Dimana aliran ini merupakan suatu gabungan kelompok
seniman antara pelukis, pematung dan arsitek.

Piet Mondrian The Composition 1923

The Composition 1926 The Composition 1929


Tujuan utama dari aliran ini adalah menyatukan wujud-wujud seni menjadi suatu lahan
ruang. Pertama kali di wujudkan dalam lukisan-lukisan abstrak seorang pelukis bernama Piet
Mondrian Sumbangan besar di berikan aliran De Stijl hal ini di lihat dari:
o Adanya permainan bidang-bidang yang menonjol.
o Permainan datar.
o Hubungan antar ruang yang harmonis dan selaras.
o Fungsionis, dan continuous.

 ‘Purism De Stijl’ Dalam Arsitektur

De stijl merupakan aliran arsitektur yang diilhami dari seni lukis. Dalam karya
seninyalebih mengutamakan bentuk-bentuk abstract yang lebih sederhana.
Arsitektur De stijl merubah arah gaya para arsitek sebeluimnya seperti Wright
Berlage dari Belanda, dan Van De Velde dari Belgia.

Wright Berlage Beurs Van Berlage

Van De Velde Boekentoren of Ghent Univ.


Para arsitek De Stijl tidak setuju dengan hanya bentuk yang berupa kubus, balok dan
dinding luar menyatu dengan dinding dalam, tetapi lebih dari itu. Cara mereka
memanfaatkan warna tidak hanya untuk dekorasi tetapi untuk mendapatkan sebuah ruang.
Tokoh utama yang menjadi penganut aliran ini adalah Theo Van Doesburg dan Geriet
Rietveld.

 THEO VAN DOESBURG

PROFILE :
Nama Lengkap : Theo Van Doesberg
Tahun Kelahiran : 30 Agustus 1883, The Utrecht, Belanda
Tahun Wafat : 7 Maret 1931
Karya : De Vonk House (collaboration with JJP Oud)

 De Vonk House
Lokasi : Noordwijkerhout, Belanda
Waktu pembangunan : 1918- (?)
Jenis bangunan : Rumah Tinggal/Summer House
Sistem Konstruksi : brick walls & colums, wood & conc.
Iklim : sedang-dingin
Konteks : sub-urban
Style bangunan : Early Modern

De Vonk’ House merupakan bangunan pertama yang menerapkan gaya de stijl.


Terletak di , dan juga merupakan rancangan Theo VanDoesberg.
Dari luar bangunan masih sangat kuat dengan ciri-ciri arsitektur klasik atau kolonial
dengan bentuknya yang simetris walaupun sudah sangat minim dekoratif pada dinding
bangunannya. Akan tetapi ketika memasuki bagian dalam bangunan konsep neo plasticsm
terasa sangat kuat dengan kesederhanaan bentuk. Komposisi bidang dan kubus-kubus juga
aspek warna menonjol di dalamnya, hal ini terlihat jelas pada bagian tangga utama.
Sementara itu pada bagian jendela atau kaca patri pada bangunan juga terlihat bermotif
gaya seni lukisan de stijl.
Sementara pada bagian atas entrace bangunan terlihat sedikit permainan batu bata
yang disusun dengan warna-warna primer de stijl.

Exterior
Façade dari bangunan ini masih bersifat simetris. Tiga desain mosaic Van
Doesburg pada bagian atas pintu masuk dan sisi samping bangunan terdiri dari
material bata yg di lapis warna putih, hijau dan kuning menjadi kombinasi yang unik.
Seluruh desain awal dari rangka kayu seperti pintu, kusen dan daun jendela semua di
desain oleh Van Doesburg dengan warna yg senada seperti basteenmozaïeken.
Interior
Desain denah dan interior pada bangunan ini masih simetrikal yang kemudian
dimasukan elemen asimetrikal oleh Van Doesburg yang terletak di lobi utama
bangunan pada lantai dasarnya dia mendesain ubin mosaic dengan warna putih,
hitam dan hijau yang dibuat sendiri pada tahun 1918.

 GERIET RIETVELD

PROFILE :
Nama Lengkap : Gerrit Thomas Rietveld
Tahun Kelahiran :24 Juni, 1888, Utrecht, Netherlands
Tahun Wafat : 25 Juni 1964
Karya : Rietveld Schröder House
Van Gogh Museum Rietveld Building
 Rietveld Schröder House

Lokasi : Utrecht, Belanda


Waktu pembangunan : 1924 to 1925
Jenis bangunan : Rumah Tinggal
Sistem Konstruksi : steel beams and columns, wood & conc.
Iklim : sedang-dingin
Konteks : sub-urban
Style bangunan : Early Modern

Site terlatak di ujung Prins Hendriklaan, Utrecht, Belanda. Lokasi site berada di
lingkungan elit. Ibu Schroeder sebagai pemilik berencana mebuat rumah yang terlihat
menonjol di lingkungan tersebut. Walaupun pemiliknya sibuk namun rumah tersebut
diharapkan mampu mendukung pekerjaan namun tidak memisahkan dengan anak anak.
Potensi site lainnya adalah berada di lingkungan yang alami dan banyak
pepohohonan, dikelilingi halaman yang luas, sehingga memiliki view yang bagus. Pada
perkembangannya, oleh pemerintah dibangun jalan yang memotong halaman. Retfield
membangun rumah yang menyatu dengan lingkungan sekitarnya. Hal ini menjadikan rumah
ini sebagai vocal point

Program Ruang

Schroder House terdiri atas lantai dasar dan lantai pertama. Di lantai dasar terdapat
hall, ruang baca, studio, ruang kerja, WC, dapur-ruang makan-ruang tamu, dan ruang tidur.
Di lantai 2 terdapat kamar dan ruang santai yang fleksibel, bisa untuk aktifitas kerja, dan
santai.
Denah bangunan dibentuk sesuai dengan fungsi bangunan sebagai rumah tinggal.
Pembagian ruang didasarkan atas privat, semi public, dan public. Ruang tengah berfungsi
sebagai penghubung ruang , yang memberikan akses menuju living room, studio, reading,
atau lantai atas. Lantai 2 memiliki dinding yang fleksibel, bisa disesuaikan dengan kebutuhan
sepanjang waktu. Semua ruang tidur yang terletak di ruang itu dan kamar-kamar tidur
dibagi hanya dengan partisi portabel. Konsep ini digunakan sehingga anak-anak bisa
memiliki ruang terbuka yang lebih besar untuk bermain di siang hari dan kemudian
menutupnya hingga memiliki kamar tidur yang lebih pribadi di malam hari.
Denah disesuaikan dengan dimensi kebutuhan perabot pada ruang itu. Ruang ruang
didesain supaya bisa mendapatkan pencahayaan alami yang maksimal.

Interior

Pemilihan warna pada interior bangunan menggunakan warna warna primer.


Material material yang dipilih adalah material yang terkesan ringan, yaitu kaca, kayu yang
tipis. Desain garis garis dan warna yang menutupi material dibentuk agar mengesankan
ringan.
Lantai yang massive disekat sekat sehingga kesan masivenya berkurang. Pada
dinding dibagi bagi dengan penggunaan garis dan warna yang berbeda. Material kaca
dipasang dengan proporsi yang besar dan tanpa sekat, untuk menguatkan kesan
ringan.perabot perabot yang biasanya dipisah dan diletakkan di tengah, pada Schroeder
house diletakkan di samping, menyatu dengan dinding. Ini menciptakan ruang yang luas di
tengahnya.
Posisi jendela di depan dan dibuat lebar menciptakan view yang bagus menuju halaman,
sampai jalan. Jendela didesain terbuka 90 derajat horizontal, memunculkan beberapa
keuntungan. Pertama, menciptakan view yang lebih luas. Kedua lebih ergonomik dibuka,
dibandingkan dengan jendela vertikal.

Eksterior

Gerrit Rietveld mampu memenuhi semua kriteria dan menciptakan sebuah karya
dengan membayar banyak perhatian ke rincian, termasuk warna cat di dinding. Bagian
tersebut tampak seperti sebuah kanvas lukisan dinding, tetapi masing-masing wilayah dicat
warna tertentu karena memiliki alasan tertentu.
Namun mayoritas warna pada interior dan eksterior dinding bangunan
menggunakan warna dasar putih.

Sebagai contoh, di pintu dan jendela pada bangunan ini dicat hitam karena keduanya
kemungkinan area/barang yang paling sering diakses/disentuh oleh penghuni rumah
sehingga pemberian warna hitam bertujuan untuk menyamarkan noda yang tertinggal.

Construction Material

Awalnya, Rietveld ingin membangun rumah dengan konstruksi beton. Ternyata akan
terlalu mahal untuk melakukan itu pada seperti sebuah bangunan kecil. Fondasi dan balkon
adalah bagian dari bangunan yang terbuat dari beton. Dindingnya terbuat dari batu bata
dan plester.
Bingkai jendela, pintu, dan lantai terbuat dari kayu. Untuk mendukung bangunan,
baja girder dengan wire mesh yang digunakan.Sedangkan untuk material lantai pada
bangunan ini menggunakan rangkaian baja.

Elevation

Tampak Samping Kanan

Tampak Belakang

Tampak Depan