Anda di halaman 1dari 2

Hernia Umbilikal

Hernia umbilikal dapat diklasifikasikan menjadi tiga bentuk berbeda yaitu omfalokel,
hernia umbilikal infantil dan hernia umbilikal didapat.

Omfalokel adalah defek di tengah abdomen berupa organ-organ dalam abdomen


yang menonjol ke luar di sekitar tali pusat. Penyebabnya adalah kegagalan
muskulatur dinding abdomen untuk bersatu di garis tengah tubuh pada masa
pembentukan fetus. Pembuluh darah umbilikal dapat menyebar di seluruh viscera
atau terdorong ke satu sisi. Jika defek cukup besar, hepar dan lien dapat menonjol
bersama sebagian besar kolon. Hernia yang besar ini ditutupi oleh peritoneum dan
permukaan superfisialnya oleh amnion. Tidak ada kulit yang menutupi defek ini.
Omfalokel ini disertai dengan insidens tinggi anomali kongenital yang lain

Gastroskisis pula adalah defek dinding abdomen yang terlihat saat lahir akibat ruptur
membran umbilikal sehingga usus berherniasi ke luar dari kavum abdomen.
Gastroskisis hampir selalu ditemukan di sebelah kanan tali pusat, dan herniasi
ususnya tidak ditutup oleh kulit atau amnion. Hanya sekitar 10% pasien gastroskisis
disertai anomali kongenital lain.

Urakus

Cairan urin dapat keluar melalui umbilikus sebagai akibat dari hubungan urakus
yang menetap antara umbilikus dengan buli-buli. Jika obliterasi secara spontan tidak
sempurna, sisa urakus meungkin merupakan sinus umbilikus, divertikulum kandung
kemih atau kista pada dinding perut.

Gambaran klinis

Sinus umbilikus umumnya menjadi sarang infeksi kronik. Divertikulum buli-buli


mungkin tidak menyebabkan penyulit; kadang terjadi dan atau terbentuk batu di
dalamnya. Kista umumnya tidak menimbulkan gejala atau tanda

Duktus omfaloenterikus

Isi usus halus dapat keluar melalui umbilikus karena sisa pipa omfaloenterikus yang
menetap dengan lumen masih terbuka. Sisa pipa omfaloenterikus ini dapat
berbentuk sinus umbilikus, kista atau divertikulum Meckel. Obliterasi pipa itu dapat
membentuk suatu pita tanpa lumen yang menghubungkan ileum dengan dinding
perut, yang dapat sebagai pencetus terjadinya volvulus usus halus.

Diagnosis fistel usus halus atau fistel kandung kemih tidaklah sulit, Diagnosis pada
penyulit divertikulum Meckel dan pada penyulit divertikulum kandung kemih. Sinus
umbilikus yang berasal dari duktus omfaloenterikus atau dari urakus mudah
mengalami radang kronik karena kotoran tertimbun di dalamnya. Radang kronik ini
suar sembuh dan dapat terbentuk granuloma. Diagnosis banding terdiri dari atas
radang spesifik setempat, sinus pinolidalis dan metastasis dari keganasan primer di
perut.

Pengelolaan tepat dan baik pada urakus yang menetap maupun pada sisa saluran
omfaloenterikus yang menetap,adalah ekstirpasi seluruhnya. Pada operasi ini
mungkin diperlukan laparotomi.