Anda di halaman 1dari 17

 Data Flow Diagram (DFD) atau Diagram Alir Data (DAD) adalah suatu diagram

yang menggunakan notasi-notasi untuk menggambarkan arus dari data pada


suatu sistem atau menjelaskan proses kerja suatu sistem, yang penggunaannya
sangat membantu untuk memahami sistem secara logika, tersruktur dan jelas.
 Digunakan sebagai perangkat penting dalam memodelkan sistem.
 Secara singkatnya, DFD adalah alat pemodelan untuk memodelkan alur kerja
sistem.
 Penggunaan DFD dipopulerkan oleh DeMarco – Yordan dan Gane – Sarson
dengan menggunakan pendekatan Metoda Analisis Sistem Terstruktur
(SSADM).
 DFD merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi pada alur data dgn
konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran analisa maupun
rancangan sistem yg mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem kepada
pemakai maupun pembuat program.

Menurut Yourdan dan DeMarco


Menurut Gene dan Serson

Terminator / Entitas Luar

Adalah Entitas diluar sistem yang berkomunikasi / berhubungan langsung dengan


sistem.

Terdapat 2 jenis Terminator :

1. Terminator Sumber Merupakan Terminator yang menjadi sumber


2. Terminator Tujuan Merupakan Terminator yang menjadi tujuan data / informasi
sistem.

Terminator dapat berupa orang, sekelompok orang, organisasi,


perusahaan/departemen yang berada diluar sistem yang akan dibuat, diberi nama yang
berhubungan dengan sistem tsb dan biasanya menggunakan kata benda.
Contoh : Dosen, Mahasiswa

Hal yang perlu diperhatikan tentang terminator :

1. Alur data yang menghubungkan terminator dgn sistem, menunjukkan hubungan


sistem dgn dunia luar.
2. Profesional sistem tidak dapat mengubah isi/cara kerja, prosedur yang berkaitan
dgn Terminator.
3. Hubungan yang ada antar terminator tidak digambarkan dalam DFD.

Komponen proses menggambarkan transformasi input menjadi output. Penamaan


proses disesuaikan dgn proses/kegiatan yang sedang dilakukan.

Ada 4 kemungkinan yang dapat terjadi dalam proses sehubungan dgn input dan output
:

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang proses :

1. Proses harus memiliki input dan output.


2. Proses dapat dihubungkan dgn komponen terminator, data store atau proses
melalui alur data.
3. Sistem/bagian/divisi/departemen yang sedang dianalisis oleh profesional sistem
digambarkan dgn komponen proses.

Komponen ini digunakan untuk membuat model sekumpulan paket data dan diberi
nama dgn kata benda bersifat jamak. Data store dapat berupa file/database yang
tersimpan dalam disket, harddisk atau bersifat manual seperti buku alamat, file folder.

Yang perlu diperhatikan tentang data store :

1. Alur data dari proses menuju data store, hal ini berarti data store berfungsi
sebagai tujuan/tempat penyimpanan fari suatu proses (proses write).
2. Alur data dari data store ke proses, hal ini berarti data store berfungsi sbg
sumber/ proses memerlukan data (proses read).
3. Alur data dari proses menuju data store dan sebaliknya berarti berfungsi sbg
sumber dan tujuan.

Lihat gambar berikut :

Komponen Alur Data

Alur data digunakan untuk menerangkan perpindahan data / paket datadari satu bagian
ke bagian lainnya.

Alur data dapat berupa kata, pesan, formulir / informasi.


Ada 4 konsep tentang alur data :

1. Packets of data : Apabila ada 2 data / lebih yg mengalir dari 1 sumber yg sama
menuju pada tujuan yg sama & mempunyai hubungan digambarkan dgn 1 alur
data.

2. Diverging data flow: Apabila ada sejumlah paket data yg berasal dari sumber yg sama
menuju pada tujuan yg berbeda atau paket data yg kompleks dibagi menjadi bbrp
elemen data yg dikirim ke tujuan yg berbeda.

3. Converging data flow Apabila ada bbrp alur data yg berbeda sumber menuju ke tujuan
yg sama.
4. Sumber dan Tujuan: Arus data harus dihubungkan pada proses, baik dari maupun yg
menuju proses.

 Entitas (kesatuan) diluar sistem yang akan dimodelkan.


 Memberikan input atau menerima output dari/ke sistem.
 Berupa orang, organisasi, sumber informasi lain atau penerima akhir suatu
laporan

Contoh :

 Entitas Yang Berada Diluar Sistem, Yang Memberikan Data Kepada Sistem
(Source) Atau Yang Menerima Informasi Dari Sistem (Sink), Dapat Berupa
Orang, Organisasi Dll.
 Tidak Termasuk Bagian Dari Sistem.
 Terminal Tidak Boleh Memiliki Nama yang Sama Kecuali Memang Objeknya
Sama (Digambarkan 2 X, Bila Demikian Perlu Diberi Garis Miring.
Merupakan pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan orang atau komputer, dimana aliran data
masuk, ditransformasikan ke aliran data keluar.

 Contoh :
 Kerja yang dilakukan oleh sebuah sistem menanggapi aliran data yang masuk
atau kondisikondisi tertentu. Sinonimnya adalah transform.
 Pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan terhadap data yang masuk (input) untuk
menghasilkan data keluaran (output).
 Proses memperlihatkan mengenai apa yang dilakukan oleh sistem, kaitannya
dengan aktifitas pengolahan data (perekaman, pengolahan, pembentukan
informasi, dsb).
 Proses hanya menunjukkan kegiatannya saja, tidak merujuk orang/pihak yang
melakukan.
 Setiap proses mempunyai satu atau lebih data input dan menghasilkan satu atau
lebih data output.
 Setiap proses mempunyai nomor dan nama yang unik.
1. Contoh: proses pembayaran, proses cetak KRS, dll
2. Contoh: Pembuatan Faktur Penjualan, dsb)
 Proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin atau
komputer dari input arus data untuk menghasilkan output arus data.
 Suatu proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin atau
komputer dari hasil arus data yang masuk ke dalam proses untuk dihasilkan arus
data yang akan keluar dari proses. menggambarkan apa yang dilakukan oleh
sistem.
 Berfungsi mentrans formasikan satu atau beberapa data keluaran sesuai dengan
spesifikasi yang diinginkan.
 Setiap proses memiliki satu atau beberapa data masukan serta menghasilkan
satu atau beberapa data keluaran.
 Proses sering juga disebut sebagai bubble.
 Nama proses terdiri dari kata kerja dan kata benda yang mencerminkan fungsi
proses tersebut, misalnya : hitung gaji, pendataan order, cetak laporan penjulan.
 Jangan menggunakan kata ‘proses’ sebagai bagian dari nama suatu proses
(bubble)
 Menggambarkan aliran data dari satu proses ke proses lain
 Menggunakan anak panah
 Contoh bentuk penggunaan :
 Laporan tercetak yang dihasilkan sistem
 Output pada layar komputer
 Masukan untuk komputer
 Komunikasi ucapan
 Dsb…
 Convergen Data Flow ( Arus data Mengumpul)
 Arus data yang mengumpul, yaitu Arus data yang berbeda dari sumber yang
berbeda mengumpul ke tujuan yang sama.
 Dapat berupa suatu file atau suatu sistem database dari suatu komputer, suatu
arsip/dokumen, suatu agenda/buku.
 Data store adalah tempat penyimpanan atau ‘file cabinet’ (repository).
 Setiap data store mempunyai nama yang unik.
 Pandangan data store dilepaskan dari konsep file database komputer atau arsip
dokumen manual.
 Bisa berupa file atau basis data tapi tidak selalu berupa file atau basis data.
 Merupakan kumpulan data.
 contoh: file Mahasiswa, data KRS, dll

 Tempat Menyimpan Data (Database= File/Table, Arsip,buku Catatan).


 Proses Dapat Mengambil Data Dari Atau Memberikan Data Ke Data Store.
 Nama Data Store Harus Mencerminkan Isi Dari Data Store Tersebut.
 Bila Namanya Lebih Dari Satu Kata , Maka Harus Diberi Kata Sambung.
 Mencegah proses yang mempunyai masukan tetapi tidak mempunyai keluaran
yang dikenal dengan lubang hitam (black-hole)
 Mencegah proses yang mempunyai keluaran tetapi tidak punya masukan,
misalnya penghasil bilangan acak.
 Hati-hati dengan aliran dan proses yang tidak dinamakan karena dapat
mengakibatkan elemen data yang saling tidak berhubungan menjadi satu.
 Hati-hati dengan penyimpanan yang punya status hanya dapat dibaca atau
hanya dapat ditulis dan berkaitan dengan proses yang hanya memproses
masukan atau hanya memproses keluaran.
1. Sebuah DFD yang baik harus:
 Tidak ada data flow yang terbagi (split) menjadi beberapa data flow
 Tidak ada data flow yang bertumpuk (crossing lines)
 Tidak mempunyai looping untuk mengontrol elemen seperti dalam flow
chart
 Tidak ada data flow yang berfungsi sebagai ‘sinyal’ untuk menjalankan
suatu proses
2. Catatan:
 Membangun model sistem dengan tools DFD, tidak dapat dilepaskan dari
penguasaan konsep data dan proses pada analisis dan desain sebuah
sistem informasi.
Terdapat dua bentuk DFD, yaitu Diagram Alur Data Fisik (DADF), dan Diagram Alur
Data Logika (DADL). DADF lebih menekankan pada bagaimana proses dari sistem
diterapkan, sedangkan DADL lebih menekankan proses-proses apa yang terdapat di
sistem.

 Diagram Alur Data Fisik (DADF): DADF lebih tepat digunakan untuk
menggambarkan sistem yang ada (sistem yang lama). Penekanan dari DADF
adalah bagaimana proses-proses dari sistem diterapkan (dengan cara apa, oleh
siapa dan dimana), termasuk proses-proses manual.

Diagram Alur Data Logika (DADL): DADL lebih tepat digunakan untuk menggambarkan
sistem yang akan diusulkan (sistem yang baru). Untuk sistem komputerisasi,
penggambaran DADL hanya menunjukkan kebutuhan proses dari system yang diusulkan
secara logika, biasanya proses-proses yang digambarkan hanya merupakan proses-
proses secara komputer saja.
1. Pahami dengan baik system dokumentasi aliran data dari organisasi yang
hendak dibuat model data flow diagramnya.
2. Tentukan dan memasukan semua aspek dalam organisasi serta interaksi
dan pengaruh-pengaruh baik dari dalam maupun dari luar organisasi kedalam
DFD.
3. Membuat grafik-grafik/diagram aliran data.
4. Memberikan symbol untuk menjelasan pada setiap element DFD yang
ada seperti: proses apa atau penyimpanan data apa.
5. Memberikan petunjuk proses dari awal ke akhir misalnya dengan
penomoran, supa dapat diketahui mana yang merupakan proses awal, alirannya
kemana dan akhirnya dimana.
6. Mensubdividing the DFD guna menjelasakan DFD tersebut sampai
roses terendah.

DFD dapat diturunkan kedalam beberapa level dimana level yang rendah harus bisa
mereprensentasikan proses tersebut dalam spesifikasi proses yang lebih jelas.

Diagram 0

1. Setelah pembuatan kontext akan dilanjutkan dengan pembuatan :


 DFD level 0 : Penggambaran context diagram yang lebih rinci (overview
diagram)
2. Hal Yang harus diperhatikan :
 Dapat memperlihatkan data store yang digunakan.
 Keseimbangan antara diagram kontex dan diagram nol harus dipelihara.

Diagram Rinci

1. DFD level 1: Tiap-tiap proses level 0 akan digambarkan rinci.


2. Hal Yang harus diperhatikan :
 Keseimbangan data store yang digunakan.
 Keseimbangan aliran data antara diagram nol dan diagram rinci.
 Semua objek harus memiliki nama
 Aliran data harus diawali dan diakhiri oleh proses
 Semua aliran data harus memiliki tanda panah

Teknik Membuat DFD

Identifikasi Nama Setiap External Entity.

a. Entitas Yang Berada Diluar Sistem, Yang Memberikan Data Kepada Sistem
(Source) Tau Yang Menerima Informasi Dari Sistem (Sink), Dapat Berupa Orang,
Organisasi Dll.
b. Tidak Termasuk Bagian Dari Sistem Artinya External Entity Tidak Pernah
Melakukan Proses Baca Atau Tulis Didalam Tempat Penyimpanan Data (Data
Store).
c. Nama Terminal (External Entity) Berupa Kata Benda. Contoh : Pelanggan,
Pemasok, Manajer, Gudang Dll

1. Konsumen atau pelanggan datang langsung atau dapat memesan melalui via
telepon ke Toko Hegar untuk membeli bahan – bahan / Material yang mereka
butuhkan.
2. Setelah itu Pegawai Toko Hegar akan mengecek persediaan / Stok Barang
dengan kondisi : Apakah barang yang di pesan ada / tidak dan cukup / tidak ?.
Apabila barang yang dipesan tidak ada maka pegawai akan melakukan
penolakan atas barang yang dipesan tersebut.
3. Jika barang yang di pesan ada dan pelanggan / Konsumen akan membayar
pesanannya tersebut secara tunai maka Petugas akan membuatkan Nota
Penjualan yang akan diberikan pada pelanggan dan copy nota penjualan
tersebut akan diberikan kepada Pegawai Toko Hegar.
4. Namun jika mereka adalah pelanggan tetap yang ingin membayar secara kredit /
Tempo maka petugas akan memberikan nota penjualan dan nota piutang
kepada pelanggan.
5. Dan copy nota piutang akan diberikan ke pegawai yang kemudian akan
digunakan untuk menagih piutang kepada yang bersangkutan berdasarkan
tanggal akhir jatuh tempo piutang.
6. Jika pelanggan membeli bahan – bahan / material melalui via telepon atau
meminta bahan – bahan / Material yang mereka di beli untuk diantarkan
ketempat mereka, maka petugas akan memberikan surat jalan.
7. Apabila barang tersebut telah sampai maka pelanggan / Konsumen akan
memberikan copyan surat jalan yang telah ditanda tangani kepada sopir
pengantar barang lalu kemudian sopir tersebut akan memberikan copyan surat
jalan tadi kepada pegawai sebagai bukti bahwa barang telah selesai diantarkan
ketempatnya.
8. Jika ternyata Stok Barang tertentu habis maka pegawai akan melakukan
pembelian barang kepada suplier – supliernya berdasarkan barang yang telah
habis
9. Pegawai akan memberikan daftar pemesan barang ke suplier lalu kemudian
suplier akan memberikan informasi apakah barang yang dipesan ada / tidak. Jika
ada maka barangnya akan langsung diberikan kepada pegawai oleh Toko Hegar
yang disertai dengan nota dan faktur pembelian.
10. Setiap harinya pegawai akan memberikan setiap nota penjualan dan pembelian
barang kepada direktur Toko Hegar.
Bentuk DFD Konteks

Bentuk DFD Nol