Anda di halaman 1dari 18

MANAJEMEN STRATEGIK

CASE STUDY COMPANY – INDUSTRI KULINER


(PT Fast Food Indonesia Tbk dan PT Sari Melati Kencana Tbk)

KELAS M

ANGGOTA:

VIDYA KUSHERAWATI 041711333004 - 06


RIZKI NUR SA’DIYAH 041711333143 - 35
YUNIAR MAULINDA 041711333147 - 37
ADIB MINANUROHMAN 041711333156 - 42
CAHYA MAHARDIKA PUTRA PERDANA 041711333170 - 47

PRODI S1 AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2019
1. Vision and Mission

PT Fast Food Indonesia Tbk PT Sari Melati Kencana Tbk

Visi

Menjadikan KFC Indonesia sebagai restoran Menjadikan perusahaan berkembang dengan


cepat saji terbaik dengan kualitas paling kerja keras dan kerja sama antar karyawan serta
istimewa dengan nilai-nilai inti perusahaan kami terunggul pada tingkat restoran kelas menengah
yang selalu terjaga. di Indonesia.

Misi

Menyajikan ayam goreng yang panas dan segar Semangat dalam bekerja agar mendapatkan
dengan penuh kehati-hatian. Semua produk hasil yang memuaskan.
dipersiapkan dan disajikan dengan mutu
tertinggi.
Memperlakukan karyawan satu sama lain Melayani customer dengan baik.
dengan penuh rasa hormat dan bermartabat dan
memungkinkan karyawan kami tumbuh dan
kami saling menjaga untuk selalu berpegang
teguh pada standar kami.
Memastikan semua pelanggan diperlakukan Menerima kritik dari customer agar perusahaan
sebagai teman dan akan selalu terbangun satu dapat menjadi lebih baik.
pelanggan, satu keluarga, satu komunitas, dan
satu wilayah. Pelanggan akan berhubungan
secara lebih baik dengan kami dan toko KFC di
sekitarnya.
2. Internal Analysis
2.1. PT Fast Food Indonesia Tbk (KFC)

Kemampuan membayar utang sebuah perusahaan dapat diukur dari tiga rasio yaitu
rasio likuiditas, rasio solvabilitas, dan rasio rentabilitas. Rasio likuiditas salah satunya dapat
diukur dari rasio lancar. Semakin tinggi rasio lancar maka semakin baik likuiditas yang
dimiliki sebuah perusahaan. Pada tahun 2018, rasio lancar Perseroan sebesar 190,5%,
meningkat dibanding tahun 2017 sebesar 189,2%. Rasio solvabilitas dapat diukur dengan
rasio utang (liabilitas) terhadap modal (ekuitas). Semakin rendah rasio utang terhadap modal,
maka kemampuan membayar utang perusahaan akan semakin baik. Pada tahun 2018, rasio
liabilitas terhadap ekuitas Perseroan sebesar 94,1%, turun dari tahun sebelumnya 112,5%.
Hal itu menunjukkan kemampuan membayar utang Perseroan semakin baik. Rasio
rentabilitas salah satunya dapat diukur dengan marjin laba bersih. Semakin tinggi marjin
laba bersih yang dimiliki perusahaan, maka kemampuan membayar utang sebuah perusahaan
akan semakin baik. Pada tahun 2018, marjin laba bersih Perseroan sebesar 3,5%, meningkat
dari tahun sebelumnya 3,1%. Berdasarkan ketiga rasio tersebut, maka pada tahun 2018
kemampuan membayar utang Perseroan semakin membaik.
2.2. PT Sari Melati Kencana Tbk (Pizza Hut)

Dapat dilihat bahwa pada Rasio profitabilitas perusahaan terbagi menjadi tiga yakni
gross profit margin, return on asset (ROA), dan return on equity (ROE). Gross profit margin
menunjukkan peningkatan sebesar 0,17% dibandingkan tahun 2017. Return on asset (ROA)
menunjukkan penurunan dari tahun 2017 yakni 0,93% sedangkan return on equity (ROE) pun
mengalami penurunan sebesar 23,95% dari tahun 2017.

Untuk Rasio likuiditas yang menunjukkan kemampuan perusahaan membayar utang


lancarnya menunjukkan peningkatan sebesar 0,84% dibanding tahun 2017. Lalu Rasio
solvabilitas yang menunjukkan proporsi utang terhadap aset dan/ atau ekuitas mengalami
penurunan sebesar 1,05% dan 0,22% ini menunjukkan kemampuan membayar utang
perusahaan semakin baik.
3. SWOT Analysis, IFE Matrix, and EFE Matrix
3.1. PT Fast Food Indonesia Tbk (KFC)

Strengths Weaknesses
Sebagai pelopor penyedia makanan cepat saji. Harga yang kurang terjangkau bagi kalangan
masyarakat bawah.

Memiliki cabang di seluruh Indonesia Kurang memperhatikan nilai gizi.


sehingga daerah pemasarannya cukup luas.

Memiliki manajemen produksi yang cukup


baik.

Memiliki brand resmi yang terkenal di seluruh


dunia.

Pelayanan yang cepat dan ramah.

Disukai oleh banyak kalangan masyarakat.

Rasa yang khas dan lezat.

Dibuat dari ayam kualitas terbaik.

Opportunities Threats
Stabilitas politik Indonesia. Banyak pesaing lain yang menciptakan jenis
makanan cepat saji lain seperti burger, pizza,
dll.

Masyarakat takut mengonsumsi ayam akibat


Pertumbuhan ekonomi kelas menengah merebaknya virus flu burung .
sebesar tujuh juta per tahun.

Tren peningkatan konsumsi ayam di Banyak masyarakat yang beralih ke jenis


makanan yang lebih sehat dan mulai
Indonesia rata-rata 15% per tahun.
meninggalkan mengonsumsi junk food.
Tren ke arah gaya hidup yang konsumtif. Pedagang kaki lima yang menjual fried
chicken dengan harga yang lebih terjangkau

Jumlah transaksi online naik rata-rata 30% per Banyak bermunculan produk tepung bumbu
ayam goreng yang memungkinkan
tahun
masyarakat lebih suka membuat fried chicken
sendiri dari pada membeli.

IFE Matrix PT Fast Food Indonesia Tbk (KFC)

Key Internal Factors Bobot Peringkat Nilai

Strengths

Sebagai pelopor penyedia makanan cepat saji 0.08 4 0.32

Memiliki cabang di seluruh Indonesia sehingga daerah 0.1 4 0.4


pemasarannya cukup luas.

Memiliki manajemen produksi yang cukup baik. 0.09 3 0.27

Memiliki brand resmi yang terkenal di seluruh dunia. 0.08 3 0.24

Pelayanan yang cepat dan ramah. 0.1 3 0.3

Disukai oleh banyak kalangan masyarakat. 0.08 3 0.24

Rasa yang khas dan lezat 0.12 3 0.36

Dibuat dari ayam kualitas terbaik. 0.1 3 0.3

Weaknesses

Harga yang kurang terjangkau bagi kalangan masyarakat 0.15 3 0.45


bawah.

Kurang memperhatikan nilai gizi. 0.1 3 0.3

Total 1 3.18
EFE Matrix PT Fast Food Indonesia Tbk (KFC)

Key External Factors Bobot Peringkat Nilai


Opportunities
Stabilitas politik Indonesia. 0.8 2 0.16
Pertumbuhan ekonomi kelas menengah sebesar tujuh juta 0.12 4 0.48
per tahun.

Tren peningkatan konsumsi ayam di Indonesia rata-rata 0.8 3 0.24


15% per tahun.

Tren ke arah gaya hidup yang konsumtif 0.12 4 0.48


Jumlah transaksi online naik rata-rata 30% per tahun 0.1 3 0.3
Threats
Banyak pesaing yang menciptakan jenis makanan cepat 0.12 4 0.48
saji lain seperti burger, pizza, dll.

Masyarakat takut mengonsumsi ayam akibat merebaknya 0.8 3 0.24


virus flu burung

Banyak masyarakat yang beralih ke jenis makanan yang 0.1 3 0.3


lebih sehat dan mulai meninggalkan mengonsumsi junk
food.

Pedagang kaki lima yang menjual fried chicken dengan 0.1 3 0.3
harga yang lebih terjangkau.

Banyak bermunculan produk tepung bumbu ayam goreng 0.1 3 0.3


yang memungkinkan masyarakat lebih suka membuat fried
chicken sendiri dari pada membeli.

Total 1 3.28

Sumber: Pengolahan Data Kelompok


3.2. PT Sari Melati Kencana Tbk (Pizza Hut)

Strengths Weaknesses
Manajemen bekerja sesuai dengan SOP yang Kurangnya inovasi dalam menu.
berlaku.
SDM dengan pelayanan prima. Dalam pendistribusian PHD kurang tepat
waktu.
Memiliki restoran yang besar. Mayoritas masyarakat menengah bawah
menilai Pizza Hut makanan mahal.
Memiliki jasa Pizza Hut Delivery (PHD). Promosi dan iklan dirasa kurang bagi
masyarakat.
Media promosi yang sesuai dengan Menu makanan belum mencakup semua
komunitas. kalangan masyarakat.
Memiliki jaringan pelayanan yang besar.

Dibuat dari ayam kualitas terbaik.

Opportunities Threats
Masyarakat mengenal Pizza Hut adalah pionir Semakin banyaknya restoran Pizza yang
restoran pizza di Indonesia. sejenis.

Dibandingkan kompetitor lain, Pizza Hut Pizza bagi masyarakat kalangan bawah adalah
memiliki cita rasa dan varian menu favorit. makanan yang mahal.

Jumlah pelanggan kalangan atas mulai Kegiatan promosi, penawaran, layanan


perusahaan lain yang lebih inovatif dan
meningkat.
menarik.
Bahan baku import sehingga semua produk Persaingan dalam tingkat pelayanan dan
fasilitas terhadap pelanggan.
Pizza Hut berstandar internasional.
Budaya Masyarakat Indonesia selain membeli Persaingan tarif yang kompetitif dari
kompetitor.
menu Pizza Hut sebagai gaya hidup di media
sosial.
IFE Matrix PT Sari Melati Kencana Tbk (Pizza Hut)

Key Internal Factors Bobot Peringkat Nilai

Strengths

Manajemen bekerja sesuai dengan SOP yang 0.1 4 0.4


berlaku.

SDM dengan pelayanan prima. 0.1 3 0.3

Memiliki restoran yang besar. 0.05 4 0.2

Memiliki jasa Pizza Hut Delivery (PHD). 0.1 3 0.3

Media promosi yang sesuai dengan komunitas. 0.1 4 0.4

Memiliki jaringan pelayanan yang besar. 0.05 3 0.15

Weaknesses

Kurangnya inovasi dalam menu. 0.08 2 0.16

Dalam pendistribusian PHD kurang tepat waktu. 0.08 2 0.16

Mayoritas masyarakat menengah bawah menilai 0.18 2 0.36


Pizza Hut makanan mahal.

Promosi dan iklan dirasa kurang bagi 0.08 2 0.16


masyarakat.

Menu makanan belum mencakup semua 0.08 2 0.16


kalangan masyarakat.

Total 1 2.75
EFE Matrix PT Sari Melati Kencana Tbk (Pizza Hut)

Key External Factors Bobot Peringkat Nilai

Opportunities

Masyarakat mengenal Pizza Hut adalah pionir 0.12 3 0.36


restoran pizza di Indonesia.

Dibandingkan kompetitor lain, Pizza Hut 0.12 3 0.36


memiliki cita rasa dan varian menu favorit.

Jumlah pelanggan kalangan atas mulai 0.08 3 0.24


meningkat.

Bahan baku import sehingga semua produk 0.12 4 0.48


Pizza Hut berstandar internasional.

Budaya Masyarakat Indonesia selain membeli 0.08 3 0.24


menu Pizza Hut sebagai gaya hidup di media
sosial.

Threats

Semakin banyaknya restoran Pizza yang sejenis. 0.08 2 0.16

Pizza bagi masyarakat kalangan bawah adalah 0.12 3 0.36


makanan yang mahal.

Kegiatan promosi, penawaran, layanan 0.12 3 0.36


perusahaan lain yang lebih inovatif dan menarik.

Persaingan dalam tingkat pelayanan dan fasilitas 0.08 3 0.24


terhadap pelanggan.

Persaingan tarif yang kompetitif dari kompetitor. 0.08 4 0.32

Total 1 3.12

Sumber: Pengolahan Data Kelompok

Kesimpulan:

Dapat dilihat bahwa hasil perhitungan IFE Matrix kedua perusahaan yang bergerak di industri
kuliner menujukkan PT Fast Food Indonesia Tbk (KFC) lebih memiliki daya saing
dibanding PT Sari Melati Kencana Tbk (Pizza Hut) sama halnya seperti EFE Matrix yang
dimiliki PT Fast Food Indonesia Tbk (KFC) lebih unggul dibandingkan PT Sari Melati
Kencana Tbk (Pizza Hut).
4. Strategy Analysis
PT Fast Food Indonesia Tbk (KFC) PT Sari Melati Kencana Tbk (Pizza Hut)
Strategi Perusahaan
1. Menciptakan dan 1. Mengidentifikasikan faktor-faktor
mengembangkan budaya yang mempengaruhi keputusan bauran
yang kokoh di dalam pemasaran perusahaan.
organisasi dimana setiap
karyawan memberikan 1. Menentukan prioritas bauran
perbedaan dengan berinovasi pemasaran perusahaan.
dan selalu berpikir di luar
kebiasaan. 2. Merekomendasikan bauran
pemasaran untuk diterapkan oleh
2. Membangun pola pikir yang perusahaan.
berorientasi pada “Customer
and Sales Mania” dengan 4. Mengetahui kegiatan yang dilakukan
kesadaran tinggi untuk pada perusahaan tersebut
memberikan kepuasan
kepada konsumen melebihi
dari yang diharapkan.

3. Memberikan perbedaan
merek KFC yang sangat
kompetitif dengan berbagai
ide dan strategi yang inovatif.

4. Mengembangkan
kesinambungan dalam
sumber daya manusia dan
proses yang kuat berfokus
pada pengembangna
kompetensi dan kemampuan.

5. Mempertahankan konsistensi
dalam pencapaian prestasi
yang terbaik.
Strategi Unit Bisnis
- Keunikan Produk: Resep Rahasia - Investasi mesin produksi yang tepat
Ayam Goreng Sanders dan cara kedua adalah menyingkat
- Pemilihan Strategi Harga Produk waktu penyajian dengan merekrut
- Memiliki Diversifikasi Produk lebih banya karyawan.
- memperluas sebaran penetrasi secara
geografis.
- membenahi dari sisi people, layanan,
penyajian, dan budaya yang lebih
baik.
Strategi Fungsional

1. Strategi Produksi 1. Strategi Produksi


 Kesempurnaan resep - Variasi menu dan cita rasa yang
masakan disesuaikan dengan cita rasa dan
KFC selalu menyempurnakan cita budaya daerah. Inovasi menu baru
rasanya setiap saat untuk yang disukai konsumen.
memberikan kepuasan kepada
pelanggan atau konsumennya. Cita 2. Strategi Pemasaran
rasa yang selalu disempurnakan - Fasilitas lengkap
tersebut merupakan inovasi untuk - Type of services : ala carte service
tetap menjadi yang terdepan dari - Pemilihan demografis yang tepat dan
jajaran makanan cepat saji. mudah dijangkau
Inovasi yang disempurnakan ini -
mampu menciptakan kreasi menu
baru yang beragam dengan tidak 3. Strategi Promosi
melupakan cirri khas dari KFC. - Promosi lebih berfokus pada iklan
online karena dapat menjangkau
2. Strategi Pemasaran konsumen lebih luas
 Fasilitas yang lengkap - Promosi di media massa seperti
KTC dalam setiap outletnya selalu televisi
memberikan berbagai fasilitas yang - Pemberian tawaran menarik seperti
lengkap kepada konsumen yang diskon atau bonus pada jumlah unit
datang. Strategi pemasaran KFC ini pembelian tertentu, atau penawaran
merupakan pendukung untuk paket.
memberikan kepuasan pada
pelanggan yang lengkap,diantaranya 4. Strategi Keuangan
tersedianya layanan internet gratis. - Perusahaan Tbk sehingga
Dengan pemberian fasilitas yang saham bisa dimiliki publik
lengkap pada setiap outlet - Internal control dan
counternya makakonsumen akan pengawasan keuangan yang
semakin tertarik. ketat
 Pemilihan Lokasi
KFC di bangun dengan penempatan
lokasi yang strategis sesuai dengan
mobilitas masyarakat. Sebagian
besar KFC didirikan pada daerah
yang memiliki mobilitas masyarakat
yang tinggi. Dengan pemilihan
lokasi yang tepat itu diharapkan
konsumen bisa menjangkau counter
KFC dengan mudah.
 Strategi harga
KFC menerapkan strategi harga
dengan memberikan berbagai
penawaran harga yang menarik
kepada konsumennya. Di antara
strategi ini adalah dengan
memberikan paket harga yang sangat
menarik dan menguntungkan bagi
konsumennya.

3. Strategi Promosi
 Partnership dengan
perusahaan lainnya
Salah satu bentuk kerjasama yang
dilakukan KFC adalah dengan
merangkul beberapa industri music
untuk bekerjasama sehingga melalui
music KFC bisa berpromosi baik
untuk kalangan remaja maupun
dewasa.
 Promosi
promosi ini KFC memberikan
hadiah kepada konsumen dengan
beberapa CD music yang telah di
buat dari kerjasama tersebut. Inilah
mengapa sampai saat ini KFC tetap
selalu terdepan dalam segi apapun.

4. Strategi Keuangan
 Untuk melakukan
pengelolaan dana perusahaan,
KFC melaporkan semua data
ke admin melalui online,
tepatnya melalui SQ.
 KFC merupakan Tbk, maka
KFC menerbitkan saham dan
obligasi, jadi setiap orang
bisa menjadi pemilik saham
KFC. Itu dilakukan dengan
cara profit sharing.
5. PESTLE Analysis : Industri Kuliner

Analisis PESTLE merupakan salah satu tool bagi industri kuliner untuk memahami segala
risiko terkait dengan pertumbuhan atau penurunan usaha, posisi, potensi serta arahan
strategis. Terdapat lima hal yang perlu diperhatikan pada analisis PESTLE yaitu: politik
(politic), ekonomi (economic), sosial (social), teknologi (technology), hukum (legal), dan
lingkungan (environment) yang mempengaruhi kegiatan bisnis. Analisa PESTLE mendukung
untuk melihat peluang usaha dan ancaman yang muncul dari pihak eksternal perusahaan
(Thompson et al., 2016).

1. Politik
Ada banyak studi dan kajian yang menyatakan bahwa gastronomi itu amatlah penting.
Sama seperti musik yang bisa membawa pesan politik, begitu pula makanan. Di dunia politik,
ada istilah culinary diplomacy. Diplomasi kuliner adalah cabang diplomasi yang mengkaji
bagaimana makanan bisa digunakan sebagai alat untuk membangun hubungan antara negara,
kerja sama, juga alat untuk mencapai perdamaian. Menurut Sam Chapple-Sokol, mantan chef
pastry di Gedung Putih dan pendiri situs Culinary Diplomacy, ada tiga jenis diplomasi
kuliner.

Pertama adalah Track I Culinary Diplomacy, disebut sebagai jamuan makan


antarpemerintah. Entah itu antara presiden dan para menteri, atau presiden dan ketua DPR
atau ketua partai. Begitu pula makan malam dengan pemerintah negara lain.

Kedua adalah Gastrodiplomacy. Secara sederhana, ini melibatkan kerja pemerintah untuk
publik luar negeri. Tujuannya antara lain membangun soft power sebuah negara,
mempromosikan perdagangan dan pariwisata, juga mendorong pertukaran budaya. Kategori
ketiga adalah Citizen Culinary Diplomacy. Dari namanya, ini jamuan makan-makan yang
diadakan antara pemerintah dan warga negara. Tujuannya ada banyak. Mulai memecahkan
persoalan di tingkat kelurahan hingga nasional, juga mendengarkan ide dan aspirasi warga
negara.

2. Ekonomi
Data Bank Dunia mengindikasikan satu dari lima orang Indonesia masuk dalam segmen
kelas menengah yang berkontribusi pada 43% dari total konsumsi rumah tangga.
Meningkatnya urbanisasi dan jumlah pekerja kantoran dengan pendapatan siap pakai
berkontribusi pada konsumsi. Perluasan restoran full-service yang telah mapan dan
munculnya restoran layanan cepat seperti kios makanan cepat saji dan kios pinggir jalan
berfungsi sebagai sector utama yang mendorong pasar jasa makanan di Indonesia. Format
restoran full-service menjadi bagian terbesar dari segmentasi pasar jasa makanan, diikuti oleh
restoran cepat saji, kafe/bar dan jasa pesan antar ke rumah. Kategori hidangan Asia
mendominasi jumlah gerai restoran fullservice yang diikuti oleh format makanan dan pizza
Amerika Utara.
3. Social
Agar strategi pemasaran restoran dapat berjalan dengan sukses, maka perlu
memperhatikan beberapa hal, diantaranya yakni mampu membangun branding restoran,
memanfaatkan media sosial, memposisikan restoran dengan tepat, menganalisis menu dan
training. Branding restoran memang tidak mudah dan tidak cukup hanya sekedar promosi di
berbagai media. Hal ini karena nama restoran yang baik harus dimulai dengan membangun
citra dan reputasi sehingga akan membuahkan relasi dan akan mampu dikenal luas
masyarakat.

4. Teknologi
Kemajuan teknologi tentu saja menguntungkan industri jasa makanan. Media sosial dan
situs ulasan membantu meningkatkan brand awareness dan permintaan pelanggan sementara
meningkatnya penggunaan jaringan seluler memperluas jangkauan dan basis pelanggan,
terutama melalui aplikasi pesan antar online yang menyediakan layanan pesan antar tanpa
batas.

5. Legal
Terkait pengamanan makanan dan minuman, menurut Pasal 111 ayat (1) Undang-Undang
Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (“UU Kesehatan”), makanan dan minuman yang
dipergunakan untuk masyarakat harus didasarkan pada standar dan/atau persyaratan
kesehatan. Mengenai standar makanan yang aman ini juga diatur dalam Pasal 86 ayat (1)
dan (2) UU Pangan, yaitu setiap orang yang memproduksi dan memperdagangkan Pangan
wajib memenuhi standar Keamanan Pangan dan Mutu Pangan yang ditetapkan oleh
Pemerintah.

Dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (“UU


Perlindungan Konsumen”) diatur bahwa pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau
memperdagangkan barang dan/atau jasa yang tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan
standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Yang mana untuk
makanan dan minuman sudah ada standar keamanan pangan dan mutu pangan yang
ditetapkan oleh Pemerintah.

6. Environment
Menurut riset terbaru Sustainable Waste Indonesia (SWI), jenis sampah yang paling
banyak dihasilkan di Indonesia adalah sampah organik, yaitu sebesar 60 persen. Salah satu
yang termasuk sampah organik ini adalah sampah dari makanan.

Sebenarnya sampah makanan ini bisa disebut sebagai food loss atau food waste. Food
loss ini ada apabila bahan makanan dibuang akibat masalah dalam proses produksi,
penyimpanan, pemrosesan, dan distribusi. Sementara food waste terjadi apabila makanan
yang sebenarnya layak untuk dikonsumsi, tapi harus terbuang saat proses konsumsi tersebut.
Sampah makanan ini kalau terlalu banyak dan membusuk, dapat memunculkan gas metana
yang dapat memperparah pemanasan global di bumi. Di seluruh dunia, sepertiga makanan
yang diproduksi dibuang tanpa dimakan.
6. Five Forces Analysis : Industri Kuliner
Menurut Michael Porter, hakikat persaingan dalam suatu usaha tertentu dapat dipandang
menurut lima peta kekuatan sebagai berikut:

Potensi pengembangan
produk substitusi

Kekuatan tawar Persaingan antar Kekuatan tawar


menawar perusahaan menawar
penjual/pemasok sejenis pembeli/konsumen

Kemungkinan
masuknya pesaing
baru

1. Persaingan antara usaha sejenis


Usaha restoran cepat saji di Indonesia didominasi oleh produk luar negeri. Bisnis
makanan semakin melebarkan sayapnya mengingat makanan merupakan kebutuhan utama
manusia. Dengan begitu, persaingan antar usaha sejenis dari bidang ini tinggi dengan
didampingi perolehan pendapatan yang cukup signifikan. Banyak restoran cepat saji yang
masuk ke Indonesia dan membuka cabang di berbagai wilayah, maupun restoran yang berasal
dari dalam negeri. Hal ini menunjukkan bahwa adanya persaingan ketat dengan industri
serupa.

2. Kemungkinan masuknya pesaing baru


Kemungkinan masuknya pesaing baru untuk industri ini tinggi. Akan tetapi untuk
perusahaan yang sudah memiliki nama seperti KFC dan Pizza Hut, kemungkinan pesaing
baru masih tergolong rendah karena membutuhkan pendanaan yang banyak untuk dapat
menyaingi eksistensi mereka.

3. Kekuatan Tawar Menawar Pemasok


Pemasok berpengaruh dalam hal suplai bahan makanan yang dibutuhkan dengan
kualitas terbaik dan harga yang berkompetisi. Kekuatan tawar menawar dengan pemasok
termasuk dalam kategori rendah karena banyak pemasok di pasaran yang dapat dipilih sesuai
dengan kebutuhan dan kemampuan daya beli dari restoran. Peasok untuk restoran dapat
diteuakn dimana-mana karena bahan makanan dijual bebas di pasaran dengan harga yang
bersaing. Dengan begitu, pemasok tidak berpengaruh signifikan dalam pengendalian harga.
4. Kekuatan Tawar Menawar Konsumen
Perusahaan dalam bidang ini memiliki kekuatan tawar menawar yang tinggi dengan
konsumen. Industri makanan di Indonesia semakin meningkat jumlahnya sehingga
meningkatkan persaingan antar bisnis ini, termasuk persaingan harga. Konsumen akan
memilih makanan yang setara dengan harga yang lebih murah untuk dikonsumsi sehingga
konsumen memiliki peran dalam pengendalian harga pasar dari selera dan daya beli yang
ditunjukkan.

5. Potensi Pengembangan Produk Substitusi


Bisnis dalam bidang ini memiliki potensi pengembangan untuk produk substitusi yang
tinggi. Produk-produk yang ditawarkan oleh restoran cepat saji sangat beragam mengikuti
tren dan selera konsumen masa kini. Kaum milenial tertarik dengan makanan-makanan baru
dengan tampilan dan rasa yang unik, namun makanan dari restoran cepat saji pada umumnya
tergolong dalam junk food sehingga tidak baik jika dikonsumsi setiap hari. Restoran cepat
saji bersaing dengan restoran maupun tempat makan yang menyediakan makanan sehat. Hal
ini membuat restoran cepat saji mengkreasikan menu-menu baru yang memperhatikan nilai
gizi seperti sop maupun menu rendah kalori. Produk substitusi untuk makanan banyak
bermunculan, misalnya saja di restoran cepat saji yang menjual fried chicken juga menjual
kulit ayam goreng secara terpisah.
DAFTAR PUSTAKA

Annual Report PT Fast Food Indonesia Tbk tahun 2018 diakses dari https://idx.co.id
Annual Report PT Sari Melati Kencana Tbk tahun 2018 diakses dari https://idx.co.id