Anda di halaman 1dari 1

CREATED BY:

Ressy amalia A|2202115120030| A.15.1


Kelmpok 5 Puskesmas ngesrep

DEFINISI ADAPTASI FISIOLOGI KLASIFIKASI


1. Sistem pernapasan 1) Neonatus menurut masa gestasinya : Kurang
Bayi baru lahir (neonatus) adalah bayi yang
2. Sistem kardiovaskuler bulan (< 259 hari), Cukup bulan (259-294 hari),
berusia 0-28 hari (Kementerian Kesehatan RI,
3. Sistem Ginjal Lebih bulan (> 294 hari)
2010). Bayi baru lahir adalah bayi berusia 4. Bayi aterm 2) menurut berat badan lahir :
satu jam yang lahir pada usia kehamilan 37- 5. Sistem integrument a) Berat lahir rendah : < 2500 gram
42 minggu dan berat badannya 2.500-4000 6. Sistem imun (Reeder, 2011) b) Berat lahir cukup : 2500-4000 gram
gram (Dewi, 2010 dalam karinaindri 2016). c) Berat lahir lebih : > 4000 gram
3) Neonatus menurut berat lahir terhadap masa
gestasi
a) Nenonatus cukup/kurang/lebih bulan
(NCB/NKB/NLB)
b) Sesuai/kecil/besar untuk masa kehamilan
(SMK/KMK/BMK)

NILAI APGAR DAFTAR PUSTAKA


Dewi, V., N., L. (2010). Asuhan Neonatus Bayi dan Anak Balita. Jakarta: Salemba
Medika
Karinaindri. 2016. Asuhan Kebidanan Pada Bayi Dengan Asfiksia Berat Di Ruang
Perinatologi Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang. Diakses pada
tanggal 6 juni 2018 pada : jtptunimus-gdl-karinaindr-7493-3-16.bab-p.pdf
Muslihatun, Wafinur. (2010). Asuhan Neonatus, Bayi dan Balita. Yogyakarta:
Fitramaya
Reeder. (2011). Keperawatan Maternitas Kesehatan Wanta, Bayi Dan Keluarga. Edisi
8. Jakarta: EGC.
Saifuddin. (2008). Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta : PT Bina
Pustaka Sarwono Prawirohardjo
Syaifudin. (2006). Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal.
Penerbit Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta

CIRI - CIRI CIRI - CIRI KUNJUNGAN FASKES


1. Bayi lahir aterm antara 37-42 minggu. Berat 4. Refleks rooting (mencari putting susu dengan
badan bayi 2500–4000 gram, panjang badan rangsangan taktil pada pipi dan daerah mulut), Kunjungan neonatal I: 6-48 jam setelah lahir
48–52 cm, lingkar dada 30–38 cm, lingkar reflek sucking (isap dan menelan), reflek morro Kunjungan neonatal II: hari ke 3 s/d 7 hari
kepala 33–35 cm dan lingkar lengan 11–12 cm. (gerakan memeluk jika dikagetkan) dan reflek Kunjungan neonatal III: hari ke 8 – 28 hari
Frekuensi denyut jantung 120–160 kali per grasping (menggenggam) sudah terbentuk
menit. Frekuensi pernafasan 40–60 kali per dengan baik.
menit. Kulit kemerah-merahan dan licin dan
dilapisi verniks kaseosa. 5. Genetalia : pada bayi perempuan labia mayora
2. Rambut lanugo tidak terlihat dan rambut kepala sudah menutupi labia minora. Pada bayi laki-laki
biasanya telah sempurna. testis sudah turun, skrotum sudah ada. Eliminasi
3. Kuku agak panjang dan lemas. Nilai APGAR baik yang ditandai dengan keluarnya mekonium
>7 dan gerakannya aktif serta bayi lahir dalam 24jam pertama dan berwarna hitam
langsung menangis kuat. kecoklatan. (Dewi, 2010 )

PENANGANAN BBL
1. Pencegahan Infeksi (PI)
2. Penilaian awal untuk memutuskan resusitasi pada
bayi
3. Pemotongan dan perawatan tali pusat
4. Inisiasi Menyusu Dini (IMD)
5. Pencegahan kehilangan panas
6. Pemberian salep mata/tetes mata
7. Pencegahan perdarahan melalui penyuntikan
vitamin K1dosis tunggal di paha kiri
8. Pemberian imunisasi Hepatitis B (HB 0) dosis
tunggal di paha kanan
9. Pemeriksaan Bayi Baru Lahir (BBL) INTERVENSI
TANDA GEJALA KEGAWATAN 10.Pemberian ASI eksklusif (Saifuddin, 2008).
o Mengeringkan dengan segera dan membungkus bayi
Sesak nafas, frekuensi pernapasan 60x/mnt, gerak dengan kain yang cukup hangat untuk mencegah
retraksi di dada, malas minum, panas atau suhu bayi DIAGNOSA KEPERAWATAN hipotermia.
rendah, kurang aktif, berat lahir rendah (1500 – o Menghisap lendir untuk membersihkan jalan nafas
1. Risiko tinggi perubahan nutrisi kurang dari sesuai kondisi dan kebutuhan.
2500 gr) dengan kesulitan minum. Tanda-tanda bayi
kebutuhan tubuh berhubungan dengan refleks o Memotong dan mengikat tali pusat, memberi ntiseptik
sakit berat: sulit minum, sianosis sentral, periode
hisap tidak adekuat. sesuai ketentuan setempat.
apnea, kejang, perdarahan, sangat kuning, berat o Bonding Attacment (kontak kulit dini) dan segera
2. Resiko tinggi perubahan suhu tubuh berhubungan
badan lahir < 1500 gram (Muslihatun, 2008). ditetekan pada ibunya.
dengan adaptasi dengan lingkungan luar rahim,
keterbatasan jumlah lemak. o Menilai apgar menit pertama dan menit kelima
o Memberi identitas bayi: Pengecapan telapak kaki bayi
3. Resiko tinggi terjadi infeksi berhubungan dengan
dan ibu jari ibu, pemasangan gelang nama sesuai
trauma jaringan (pemotongan tali pusat), tali pusat ketentuan setempat
masih basah. o Mengukur suhu, pernafasan, denyut nadi.
4. Resiko tinggi kekurangan volume cairan o Memandikan/membersihkan badan bayi, kalau suhu
berhubungan dengan hilangnya air (IWL), sudah stabil (bisa tunggu sampai enam jan setelah
keterbatasan masukan cairan. lahir)
5. Kurangnya pengetahuan orangtua berhubungan o Menetetesi obat mata bayi untuk mencegah
dengan kurang terpaparnya informasi (Syaifudin, opthalmia-neonatorum.
dkk, 2006). o Pemerikksaan fisik dan antropometri.
o Pemberian vitamin K oral/parenteral sesuai kebijakan
setempat.
o Rooming in/rawat gabung: penuh atau partial
(Syaifudin, dkk, 2006).

Anda mungkin juga menyukai