Anda di halaman 1dari 8

AGORA Vol. 3, No.

2, (2015) 392

APLIKASI METODE ANALISIS SWOT UNTUK MERUMUSKAN STRATEGI


BERSAING PADA PT BERKAT KARYA LESTARI
Stevanus Suhalim
Program Manajemen Bisnis, Program Studi Manajemen, Universitas Kristen Petra
Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya
E-mail: m31411029@john.petra.ac.id

Abstrak— Penelitian ini dilakukan dalam rangka kondisi lingkungan perusahaan (eksternal dan internal)
merumuskan strategi bersaing pada PT Berkat Karya Lestari. (Adeoye & Elegunde, 2012; Hit et al, 2011; Wang & Tang,
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian 2013) serta proaktif mencari pola untuk memahami
kualitatif deskriptif serta pengumpulan data melalui lingkungan sebelum memformulasikan dan
wawancara dan observasi. Analisis situasi lingkungan internal
mengimplementasikan strategi supaya perusahaan dapat
menggunakan resource based view dan value chain analysis
untuk menganalisis aktivitas primer perusahaan. Analisis bertahan dan bertumbuh (Green et al, 2008). Analisis
lingkungan eksternal menggunakan five forces Porter lingkungan adalah pemantauan, evaluasi, dan menyebarkan
ditambah dengan dua aspek tambahan milik Daft. Setelah itu informasi dari lingkungan eksternal dan internal untuk
dilakukan analisis SWOT sebagai dasar merumuskan strategi orang-orang kunci dalam perusahaan dan organisasi (Kazmi,
bersaing pada PT Berkat Karya Lestari. Hasil penelitian 2008) sebagai sarana untuk membangun taktik atau strategi
menunjukkan bahwa strategi yang sesuai adalah strategi fokus perusahaan (Babatunda & Adebisi, 2012).
dengan peningkatan pelayanan terutama kecepatan pelayanan Hasil penelitian Tan dan Tan (2005) menyebutkan
kepada konsumen. PT Berkat Karya Lestari sebaiknya bahwa kelangsungan hidup dan keberhasilan perusahaan,
mengimplementasikan strategi fokus dengan memperbaiki
bergantung pada kemampuan perusahaan untuk memantau
kebijkan pembayaran kepada perusahaan, sehingga
perusahaan dapat bersaing dengan baik di industry dan beradaptasi terhadap lingkungan (internal dan eksternal)
pendistribusian obat-obatan herbal. bisnisnya. Hasil penelitian O’Regan et al. (2008) juga
menyebutkan bahwa analisis lingkungan internal dan
Kata Kunci- Strategi Bersaing, Analisis Situasi eksternal perusahaan dapat memberikan panduan penerapan
Lingkungan Internal, Analisis Lingkungan Eksternal, SWOT. strategi bisnis untuk mencapai tujuan perusahaan secara
efektif (O’Regan et al., 2008). Hasil penelitian lainnya
I. PENDAHULUAN menunjukkan bahwa strategi yang digunakan tergantung
Melihat persaingan bisnis yang semakin ketat pada tipe dan level ketidakpastian lingkungan eksternal
sekarang ini, maka perusahaan membutuhkan strategi agar (Desarbo et al., 2007; Miles et al., 2000). Salah satu
dapat bertahan atau bahkan memenangkan persaingan. penyebab ketidakpastian lingkungan eksternal dikarenakan
Strategi yang dibangun oleh perusahaan, terutama oleh perubahan selera konsumen akan produk dan jasa tertentu.
manajemen memiliki dampak yang signifikan pada Hal ini berdampak banyak munculnya perusahaan atau
kesuksesan atau kegagalan suatu perusahaan serta pada kompetitor baru pada industri tersebut karena terjadi
kebangkrutan atau bertahan hidup perusahaan di pasar peningkatan permintaan oleh konsumen. Tingginya
(Joanna, 2009). Strategi adalah sebuah kerangka kerja atas ketidakpastian lingkugan eksternal dan intensitas persaingan
segala sesuatu yang penting, seperti kewirausahaan, dalam lingkungan dinamis mendorong perusahaan untuk
persaingan dan fungsional yang akan diterapkan untuk meningkatkan penyesuaian strategi bisnisnya agar dapat
mewujudkan tujuan perusahaan serta posisi perusahaan mencapai kinerja usaha yang diharapkan (Hashim et al.,
untuk mendapatkan keberhasilan yang berkesinambungan 2001).
(Nedela & Paun, 2009). Menurut Yasar Fatih (2010) strategi Selaras dengan beberapa hasil penelitian sebelumnya,
dapat diartikan sebagai suatu arahan atau tujuan dari hasil penelitian Adeoye dan Elegunde (2012) juga
organisasi dalam jangka panjang yang menciptakan menunjukkan bahwa perubahan produktivitas dan kinerja
keuntungan bagi organisasi melalui pengelolaan sumber organisasi (efektivitas, efisiensi, peningkatan penjualan,
daya. Tujuan akhir dari strategi perusahaan menurut David pencapaian tujuan perusahaan, dll) disebabkan oleh faktor
(2011) adalah dalam rangka mempertahankan posisi lingkungan eksternal. Lingkungan eksternal terdiri dari
bersaingnya, bahkan jika dimungkinkan untuk dapat variabel peluang dan ancaman yang berada di luar
mengingkatkan penguasaan produk di pasar. perusahaan dan biasanya tidak dalam kendali jangka pendek
Secara umum, strategi bisnis diterapakan untuk dari manajemen puncak (Babantunde & Adebisi, 2012;
sasaran jangka panjang perusahaan (Papulova & Papulova, Gupta et al., 2013). Berdasarkan penjelasan di atas dapat
2006) yang merupakan penjabaran dari misi yang dimiliki disimpulkan bahwa analisis lingkungan eksternal membantu
perusahaan. Sedangkan strategi jangka pendek dan dalam menangkap peluang dan menghindari ancaman
menengah merupakan taktik yang digunakan perusahaan hingga berdampak pada peningkatan profitabilitas
untuk dapat mencapai sasaran jangka panjang (Hadawy, organisasi. Babatunde dan Adebisi (2012) dalam
2011). Perencanaan strategi merupakan kunci penting bagi penelitiannya juga memberikan rekomendasi kepada
peningkatan kinerja di segala aspek dalam perusahaan organisasi agar memiliki strategi yang dibangun dengan
(Karel et al., 2013). Terdapat dua elemen utama dalam analisis lingkungan secara berkala, sehingga perusahaan
membangun sebuah strategi, yaitu: analisis lingkungan mampu untuk menghindari ancaman dan merebut peluang
eksternal dan analisis lingkungan internal (Jeyaraj et al., yang ada.
2012). Melihat lingkungan bisnis modern yang semakin Lingkungan eksternal terdiri dari lingkungan makro
dinamis, perusahaan harus memberikan perhatian lebih pada (kondisi ekonomi, politik, sosial-budaya, teknologi) serta
AGORA Vol. 3, No. 2, (2015) 393

lingkungan industri. Politik meliputi beberapa aspek, O’Marah & Hofman, 2009). Saluran distribusi adalah rute
misalnya perubahan kebijakan fiskal dan moneter atau rangkaian perantara, baik yang dikelola pemasar
pemerintah, keamanan nasional dan kebijakan harga minyak maupun independen, dalam menyampaikan barang dari
(Nejad, 2011). Ekonomi meliputi beberapa aspek, produsen ke konsumen (Tjiptono, 2008). Melihat
diantaranya keadaan ekonomi nasional, tingkat suku bunga pentingnya penerapan strategi pada perusahaan distribusi,
dan tingkat inflasi (Gasparotti, 2009). Sosial-budaya peneliti memiliki keinginan untuk melakukan penelitian
meliputi beberapa aspek, seperti kesadaran kesehatan, laju pada perusahaan distribusi.
pertumbuhan penduduk, distribusi usia, gaya hidup, dan PT Berkat Karya Lestari merupakan perusahaan
penekanan pada keselamatan (Babatunde & Adebisi, 2012). distribusi obat yang berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur.
Teknologi meliputi aspek seperti kegitan R & D, Perusahaan yang berdiri sejak 2010 ini masih memiliki
otomatisasi, tingkat perubahan teknologi (Babatunde & karyawan berjumlah 15 orang. PT Berkat Karya Lestari
Adebisi, 2012). Lingkungan persaingan pada industri terdiri menjalankan model bisnisnya dengan cara membeli produk
dari lima kekuatan bersaing(five forces model), yaitu: secara grosir kepada perusahaan distributor resmi yang
masuknya pesaing baru, ancaman dari produk pengganti ditunjuk oleh perusahaan farmasi, kemudian
(subtitusi), kekuatan penawaran pembeli dan kekuatan mendistribusikan produk tersebut ke toko-toko retailer,
penawaran pemasok, serta tingkat persaingan antar apotik, maupun ke konsumen akhir. Beberapa macam obat
perusahaan dalam satu industri (Porter, 2007). Gabungan yang didistribusikan antara lain: obat herbal Antangin, Fresh
dari kelima kekuatan bersaing ini menentukan potensi laba Care, Hot Cream, Madu TJ, Pilkita, Herbamon, Sari Jahe
akhir industri, dimana potensi laba diukur dalam bentuk laba Keraton dan berbagai macam obat lainnya.
atas modal yang ditanamkan (return on insvested capital) Persaingan dalam industry ini berkisar mengenai
jangka panjang (Agus, 2008; M.Porter, 2008). kecepatan dan ketepatan distribusi produk kepada toko,
Hasil analisis lingkungan eksternal hanya selain itu pemberian kebijakan jangka waktu pembayaran
memberikan gambaran perubahan lingkungan industri oleh konsumen. Salah satu kompetitor utama perusahaan
perusahaan, maka dari itu diperlukan adanya analisis yakni PT Bina San Prima yang memberikan jangka waktu
lingkungan internal sebagai langkah perusahaan untuk pembayaran selama 2 bulan, sedangkan perusahaan hanya
mengatasi perubahan lingkungan industri (Vyas & memberikan jangka waktu pembayaran selama 2 minggu.
Manwani, 2012). Lingkungan internal didefinisikan sebagai Dampak dari kebijakan tersebut bagi PT Berkat Karya
kekuatan dari dalam perusahaan yang dapat dikendalikan Lestari adalah penurunan omzet penjualan karena
oleh perusahaan itu sendiri (Jane W et al., 2014) dam kebanyakan toko akan lebih tertarik untuk mengambil
memiliki dampak langsung pada kinerja perusahaan barang pada kompetitor dengan membayar dalam jangka
(Freeman & Reid, 2006). Komponen kekuatan dalam waktu yang lebih lama dengan pengambilan produk yang
organisasi seperti budaya, strategi, kepemimpinan, lebih banyak jumlahnya. Berdasarkan fenomena yang terjadi
kemampuan perusahaan, proses pengambilan keputusan, di perusahaan, maka diperlukan adanya rumusan strategi
struktur, demografi organisasi dan sumber daya organisasi bersaing bagi PT Berkat Karya Lestari agar dapat bertahan
(Coulthard, 2007; Freeman & Reid, 2006). Jane W et al. atau bahkan memenangkan persaingan dalam industri.
(2014) dalam penelitiannya menemukan bahwa lingkungan Rumusan masalah
internal yang kondusif sangat penting bagi perusahaan untuk 1. Bagaimana situasi lingkungan internal dan eksternal PT
dapat berhasil dalam mencapai tujuannya. Isu yang menjadi Berkat Karya Lestari?
focus utama internal perusahaan adalah resistensi internal 2. Bagaimana rumusan strategi bersaing pada PT Berkat
(organisasi, grup dan individu) pada perubahan yang akan Karya Lestari dengan menggunakan analisis SWOT?
diimplementasikan di perusahaan (Chew et al., 2006). Tujuan penelitian
Resistensi dapat muncul dari berbagai pihak di dalam 1. Menjelaskan situasi lingkungan internal dan situasi
internal perusahaan menurut Daft (2010, p. 435), seperti lingkungan eksternal pada PT Berkat Karya Lestari.
karyawan yang menolak pada perubahan dan kebijakan baru 2. Merumuskan strategi bersaing PT Berkat Karya Lestari
yang akan dijalankan perusahaan karena takut akan berdasarkan analisis SWOT.
perubahan tingkat dan kondisi kerja, manajer yang menolak
perubahan karena takut akan kehilangan kontrol akan II. METODE PENELITIAN
individu hingga perubahan kondisi kerja, owner yang Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis
resistance pada perubahan karena ketidaksiapan modal penelitian kualitatif deskriptif dengan metode etnografi dan
maupun kemampuan dan pengetahuan akan penerapan studi kasus. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang
teknologi baru yang sedang berkembang. bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang
Saluran distribusi merupakan salah satu faktor yang dialami oleh subjek penelitian, misalnya perilaku, persepsi,
sangat penting bagi perusahaan untuk dapat memenangkan motivasi, tindakan, dll., secara holistic dan dengan cara
persaingan yang semakin ketat sekarang ini. Beberapa deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu
perusahaan seperti Wal-Mart, Dell dan Hawlet Packard konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan
memiliki strategi yang jelas pada saluran distribusinya berbagai metode alamiah (Moleong, 2005, p. 6). Metode
(O’Marah & Hofman, 2009), hingga mendorong saluran penelitian menggunakan metode etnografi yang
distribusi agar dapat meningkatkan keuntungan serta didefinisikan sebagai metode penelitian yang menggunakan
pertumbuhan perusahaan (Abrahamsson et al., 2003). pengamatan dan partisipasi peneliti dalam suatu organisasi
Perusahaan dapat menggunakan saluran distribusi sebagai untuk dapat menangkap makna yang terekspresi langusng
sebuah senjata untuk dapat melawan kompetitor (Sandberg dalam bahasa, kata-kata dan perbuatan yang tidak secara
& Abrahamsson, 2011). Sejalan dengan bukti dan contoh langsung disampaikan maknanya (Spradley, 2006, p. 5).
perusahaan di atas, penerapan strategi pada saluran Metode penelitian studi kasus (case study) juga digunakan
distribusi perlu untuk dipelajari (Autry et al., 2008; dalam penelitian ini untuk dapat mengkaji, mengeksplorasi
AGORA Vol. 3, No. 2, (2015) 394

suatu kasus yang spesifik. Studi kasus dimaksudkan untuk Dalam kegiatan perekrutan karyawan, perusahaan ini
mengekplorasi sesuatu dan mengembangkan hipotesis membuka lowongan melalui kenalan atau kerabat dari
berdasarkan permasalahan yang diteliti (Simon dalam Julian karyawan dalam perusahaan. Karyawan baru yang
dan Manurung, 2014, p. 14). bekerja di PT Berkat Karya Lestari akan mendapatkan
Teknik penentuan informan yang digunakan adalah pengenalan dan pelatihan kerja selama kurang lebih 3
teknik purposive sampling, yaitu pengambilan data dengan hari sampai dengan 7 hari, setelah itu karyawan tersebut
teknik yang berasal dari pengambilan sampel dari sumber dapat bekerja sendiri dengan pengawasan intensif
data yang dianggap menguasai materi yang diharapkan, selama sebulan. Perusahaan juga memberikan training
sehingga dapat mempermudah proses penelitian (Sugiyono, secara rutin bila diperlukan, semisal jika ada produk
2014). Melalui pertimbangan peneliti, dipilih beberapa baru dari perusahaan, biasanya dilakukan training
narasumber yang dapat membantu penelitian ini, yaitu: tentang product knowledge dari barang tersebut,
pemilik PT BKL untuk mendapatkan informasi mengenai kemudian jika perusahaan melakukan update sistem,
kondisi lingkungan internal dan eksternal perusahaan, karyawan yang bersangkutan diberikan training serta
manajer operasional PT BKL untuk mendapatkan informasi pengarahan khusus tentang hal tersebut.
mengenai proses bisnis, serta kondisi persaingan di industry,  Sumber daya organisasi (struktur organisasi,
sales PT BKL untuk mengetahui faktor pemicu persaingan kepemimpinan, kebudayaan dan iklim kerja)
di industry, serta pembeli dari produk PT BKL untuk Sturktur organisasi yang dimiliki berupa struktur
mendapatkan informasi mengenai kondisi persaingan serta organisasi dasar, dimana pimpinan perusahaan langsung
mengetahui faktor pemicu yang menjadi keputusan membawahi manajer operasional perusahaan dan
pembelian oleh toko. manajer keuangan. Manajer operasional perusahaan
Metode pengumpulan data yang digunakan adalah memiliki tanggung jawab pada kinerja para sales dalam
menggunakan wawancara semi terstruktur dan observasi. hal penjualan, sedangkan manajer keuangan perusahaan
Observasi adalah metode pengumpulan data yang dapat bertanggung jawab pada neraca atau pencatatan
digunakan untuk menghimpun data penelitian, data-data keuangan perusahaan.
penelitian tersebut dapat diamati oleh peneliti Kepemimpinan dalam perusahaan lebih bersifat
(Bungin,2005). kepemimpinan kristiani. Kebudayaan yang berkembang
Pengujian data dilakukan dengan teknik triangulasi. di perusahaan lebih ke arah budaya kerja tim, dimana
Teknik triangulasi yang dipilih adalah teknik triangulasi terdapat pembagian wilayah kerja setiap salenya.
dengan sumber data yang berarti membandingkan dan Sedangkan iklim kerja di perusahaan lebih ke arah
mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang kekeluargaan, dimana setiap komponen dalam
diterima melalui waktu dan alat yang berbeda dalam perusahaan memiliki hubungan yang cukup baik di
penelitian kualitatif (Moleong, 2005, p. 330). Setelah data dalam maupun di luar perusahaan.
diuji kredibilitasnya dengan metode triangulasi, kemudian 2. Value Chain Analysis (VCA)
data tersebut akan dianalisis dengan metode analisis yang  Logistik masuk
meliputi tiga aktivitas (Sugiyono, 2014, p. 247) yaitu: Logistik masuk merupakan aktivitas pengiriman
reduksi data, penyajian data, dan penarikan barang dari produsen (manufaktur) kepada perusahaan
kesimpulan/verifikasi. distribusi yang kemudian dilakukan kegiatan
penyimpanan barang di gudang. Mekanisme pemesanan
III. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN barang oleh PT Berkat Karya Lestari dimulai dari
Analisa situasi internal perusahaan menggunakan dua penyerahan laporan stok barang yang berada di gudang
pendekatan, yaitu: kepada perusahaan supplier dan barang yang dipesan
1. Resource Based View (RBV) akan diterima diperusahaan dalam jangka waktu 3 hari
 Sumber daya yang mengacu pada faktor fisik (alat kedepan. Barang yang sampai di perusahaan akan
transportasi dan lokasi perusahaan) langsung diterima dan dicek kualitas serta kuantitasnya,
Sumber daya perusahaan yang dimaksud adalah alat hal ini untuk menghindari kekeliruan atau kekurangan
transportasi yang digunakan adalah satu unit mobil pengiriman barang ke perusahaan serta untuk
berupa L300 yang digunakan untuk mengantar barang memastikan kualitas produk yang diterima masih layak
ke kota Mojokerto dan Jombang, dan satu unit mobil untuk dijual ke pembeli.
pribadi yang digunakan untuk pengantaran barang  Operasional
dalam kota Sidoarjo dan juga juga menggunakan motor Merupakan kegiatan pemantauan dan mengontrol
milik sales sebagai armada untuk melakukan kanvasing kondisi, serta jumlah barang di gudang, seperti
dan pengiriman barang dalam jumlah kecil. spesifikasi barang sesuai atau tidak maupun barang
Lokasi PT Berkat Karya Lestari yang berada di dalam keadaan baik atau tidak. Barang yang sampai di
tengah kota juga menjadi keunggulan perusahaan perusahaan akan disimpan di gudang dengan
dalam hal menjangkau pembeli yang lebih mudah dan menggunakan pallet dengan cara stacking atau di
lebih cepat, selain itu perusahaan juga telah memiliki tumpuk sesuai dengan jenis baran. Sistem pengambilan
gudang sendiri sehingga akan dapat menunjang barang dari gudang menggunakan sistem FIFO (First In
proses model bisnis perusahaan dan memberikan First Out) agar barang yang disimpan di gudang tidak
kentungan dari segi keuangan bagi perusahaan. terlalu lama untuk sampai ke tangan pembeli. Barang
 Sumber daya manusia (pengalaman, wawasan, yang ada di gudang juga diperhatikan kualitas
keterampilan, kemampuan pengetahuan, dan kecerdasan penyimpanannya, dengan menjaga suhu ruangan tetap
karyawan) dalam kondisi stabil dan pengawasan barang dari hewan
PT Berkat Karya Lestari hanya melakukan kegiatan atau produk lain yang dapat mengkontaminasi produk
rekrutmen, training, serta motivasi di perusahaannya. yang disimpan.
AGORA Vol. 3, No. 2, (2015) 395

 Logistik keluar pada toko, jangka waktu pembayaran barang dimana


Bermula dari aktivitas dari gudang yang dilakukan kompetitor lebih berani memberikan jangka waktu
dengan pengecekan terlebih dahulu sebelum barang pembayaran yang lebih lama yaitu 2 bulan dari pada PT
masuk ke kendaraan pengiriman. Jika kondisi barang Berkat Karya Lestari yang hanya memberikan jangka waktu
sudah terbukti baik dan jumlahnya sudah sesuai dengan 2 minggu.
surat jalan yang dibuat, maka barang segera dikirim ke Namun di sisi lain, PT Berkat Karya Lestari memiliki
toko-toko yang telah memesan produk kepada keunggulan dengan lokasi perusahaan di Sidoarjo, sehingga
perusahaan. lebih dekat dan sering untuk mengunjungi untuk melakukan
Aktivitas logistik keluar juga berlangsung setiap kontrol atas toko sebagai pembeli produk perusahaan.
paginya untuk memenuhi kuota penjualan sales kanvas. Kenggulan PT Berkat Karya Lestari juga pada proses yang
Di pihak pembeli, barang diserahkan ke bagian lebih mudah saat melakukan retur barang ketimbang dengan
penerimaan. Disana akan dilakukan pengecekan ulang perusahaan kompetitor. Posisi perusahaan sebagai
jumlah dan tipe barang yang dikirim oleh PT Berkat distributor ekslusif di Sidoarjo juga menjadi keunggulan
Karya Lestari. Jika hasil pengecekan sudah sesuai, dalam segi pemberian harga yang lebih murah dibanding
maka pihak penerimaan barang akan memberikan surat dengan harga yang ditawarkan oleh perusahaan kompetitor.
tanda terima barang. 3. Buyer Power (kekuatan pembeli)
Melalui hasil analisa lingkungan internal, dapat Tingginya kekuatan tawar menawar pembeli tidak lepas
diketahui kekuatan dan kelemahan yang terdapat pada PT dari produk kompetitor yang memiliki fungsi yang sama,
Berkat Karya Lestari. sehingga perusahaan harus menerapka strategi agar pembeli
Kekuatan dapat loyal akan brand produk yang didistribusikan oleh PT
1. PT Berkat Karya Lestari ditunjuk sebagai distributor Berkat Karya Lestari. Banyak faktor yang mempengaruhi
ekslusif untuk dapat mendistribusikan barang pada kekuatan pembeli, mulai dari rendahnya switch cost kepada
wilayah penunjukan di Sidoarjo, Jombang, Mojokerto. produk kompetitor, persaingan harga, ketersediaan produk
2. Harga yang ditawarkan PT Berkat Karya Lestari di pasaran, kegiatan promosi, hingga selera konsumen akan
merupakan harga yang paling murah di pasaran. produk tersebut. Melihat hal itu, perlu adanya strategi yang
3. Perusahaan menerapkan kontrol yang tinggi pada kualitas cocok bagi perusahaan untuk dapat mengendalikan kekuatan
produk. tawar menawar pembeli, lebih jauh lagi untuk dapat
4. Lokasi perusahaan yang berada di tengah kota Sidoarjo meningkatkan loyalitas pembeli akan brand produk yang
menjadi keunggulan perusahaan dari segi waktu dan biaya didistribusikan oleh PT Berkat Karya Lestari.
untuk dapat menjangkau pembeli dengan lebih cepat dan PT Berkat Karya Lestari berusaha memberikan layanan
efisien dibanding dengan pihak kompetitor. terbaiknya dengan melakukan pengiriman barang selalu
5. Perusahaan menerapkan retur produk yang mudah dan tepat waktu hingga pengiriman one day service, dimana
cepat, hal ini menjadi salah satu strategi perusahaan untuk pembeli pesan hari ini akan diantarkan hari ini juga,
dapat memuaskan pembeli. sedangkan dari segi harga, PT Berkat Karya Lestari
6. Perusahaan memiliki Sistem Informasi Manajemen mempunyai keunggulan sebagai distributor ekslusif
7. Perusahaan memiliki strategi promosi yang diterapkan sehingga harga yang ditawarkan oleh perusahaan relative
cukup baik dan efektif kepada toko-toko. lebih murah dibanding dengan harga kompetitor. Adanya
Kelemahan potongan harga untuk toko-toko langganan maupun toko
1. Kurangnya armada dan sales perusahaan, sehingga hal ini yang membeli dalam jumlah besar juga merupakan salah
cukup menganggu pada pembagian wilayah sales yang satu cara perusahaan untuk menjaga loyalitas pembeli.
terlalu besar. Kemudahan retur barang juga menjadi salah satu strategi
2. Pemberian jangka waktu hutang kepada pembeli yang perusahaan untuk dapat menjaga loyalitas pembeli akan
cukup cepat bila dibandingkan dengan pihak kompetitor. produk yang ditawarkan oleh PT Berkat Karya Lestari.
3. Mekanisme penerimaan barang retur yang kurang jelas. 4. Supplier Power (kekuatan pemasok)
Analisa lingkungan eksternal perusahaan Posisi perusahaan yang bekerja sama hanya dengan satu
menggunakan pendekatan five forces Porter’s dan dua pemasok sebagai pemasok tunggal bagi perusahaan
pendekatan tambahan yang dikemukakan oleh Daft, merupakan suatu kerugian bagi perusahaan, karena
meliputi: perusahaan sangat bergantung pada pemasok. Kebijakan
1. Entry Barier (Potensi masuknya pesaing baru) harga jual dari perusahaan juga sangat bergantung pada
Potensi masuknya pesaing baru dalam industry ini kebijakan harga yang diberikan oleh pemasok, sehingga
tergolong cukup susah, khususnya untuk masuk sebagai harga yang ditetapkan oleh pemasok sangat mempengaruhi
perusahaan di industry yang sama dan lokasi yang sama harga penjualan dari PT Berkat Karya Lestari.
dengan PT Berkat Karya Lestari. Hal ini karena PT Berkat Melihat hal itu, PT Berkat Karya Lestari memahami
Karya Lestari telah ditunjuk sebagai distributor ekslusif di posisi perusahaannya dan berusaha menjaga hubungan baik
daerah Sidaorjo, Mojokerto, Jombang. dengan pemasok dengan melakukan pertemuan atau
2. Competitive Rivalry (persaingan dengan pihak menghadiri setiap gathering yang diadakan oleh pemasok
kompetitor) bagi seluruh distributor yang bekerja sama. Selain itu PT
Jumlah pesaing PT Berkat Karya Lestari tidak terlalu Berkat Karya Lestari juga berusaha sebaik mungkin
banyak di wilayah Sidoarjo. Keadaan kompetisi persaingan menjaga kinerja penjualan produk agar tetap baik dan
juga tergolong cukup ketat, dimana dominasi persaingan melampuai target yang diberikan oleh pemasok sesuai
tidak akan berjalan cukup lama sehingga dibutuhkan strategi dengan yang tertulis dalam perjanjian dengan pemasok.
yang sesuai untuk dapat memenangkan persaingan. Ketertiban jadwal pembayaran juga menjadi fokus PT
Persaingan yang terjadi dengan kompetitor berkisar Berkat Karya Lestari untuk menjaga hubungan baik dengan
mengenai kesiapan atau ketepatan waktu pengiriman barang pemasok.
AGORA Vol. 3, No. 2, (2015) 396

5. Subtitute Avalability (potensi pengembangan produk matriks SWOT untuk mendapatkan strategi SO, WO, ST,
pengganti) dan WT yang sesuai dengan lingkungan internal dan
Ancaman produk subtitusi bagi perusahan masih sangat eksternal perusahaan.
kecil dan tidak berdampak bagi perusahaan. Hal ini Tabel 1. Analisis SWOT
dikarenakan produk yang didistribusikan oleh PT Berkat
Karya Lestari merupakan produk herbal subtitusi dari obat- Strategi SO : Strategi WO :
obatan kimia yang digunakan oleh konsumen, sehingga  Meningkatkan omzet penjualan  Perusahaan menambah armada
semaksimal mungkin dengan dan jumlah sales untuk dapat
sampai sekarang ini belum diketemukan produk pengganti memanfaatkan penawaran harga memaksimalkan penjualan dan
dari produk obat-obatan herbal. yang terbaik bagi pembeli pelayanan kepada pembeli
6. Aspek Pemerintah  Tetap menjaga kualitas produk yang  Pemberian kebijakan waktu
Peran pemerintah dalam industri distribusi obat-obatan diterima, disimpan hingga produk pinjaman yang lebih lama bagi
herbal sangat mendukung, mulai dari dukungan pemerintah didistribusikan kepada pembeli toko-toko yang mampu menjual
tetap dalam kondisi baik serta dalam jumlah yang ditetapkan
akan pengembangan produk herbal hingga sosialisasi ditunjang dengan garansi retur perusahaan, hal ini dilakukan
pemerintah untuk meningkatkan konsumsi produk herbal produk yang mudah dan cepat sebagai sebuah strategi untuk
yang sangat membantu perusahaan dalam segi pemasaran  Memanfaatkan informasi yang dapat meningkatkan market
produk. Kebijakan lain dari pemerintah yang berdampak diperoleh perusahaan untuk dapat share produk-produk yang
memberikan program promosi yang didistribusikan PT BKL
bagi perusahaan seperti kebijkan harga bahan bakar minyak sesuai dengan keinginan dan
serta kebijakan upah minimum bagi karyawan yang kebutuhan pembeli
berdampak bagi operasional perusahaan secara keseluruhan. Strategi ST : Strategi WT :
7. Aspek Komunitas  Perusahaan memaksimalkan tingkat  Penambahan jumlah armada
Peran komunitas bagi perusahaan hanya sebatas penjualan produk setiap bulannya dan sales serta pembagian
dengan memanfaatkan posisi wilayah kerja sales yang efektif
komunitas sesama distributor Antangin di Jawa Timur. perusahaan sebagai distributor  Memberikan kelonggaran
Peran komunitas sangat besar bagi perusahaan untuk dapat ekslusif dengan memberikan harga kebijakan penambahan jangka
saling bertukar informasi, serta untuk membahas strategi yang terbaik dalam batas wajar waktu hutang kepada toko-toko
yang tepat diimplementasikan pada pembeli, hingga untuk  Memanfaatkan sistem informasi yang sudah menjadi langganan
manajemen perusahaan secara perusahaan maupun toko baru
saling mendisiplinkan diri terutama mengenai issue
optimal untuk menganalisa keadaan yang dirasa memiliki potensi
pembagian wilayah yang sering dilanggar oleh masing- pasar hingga harga produk kerja sama yang baik dengan
masing anggota dalam satu komunitas. Perusahaan juga kompetitor, sehingga dapat perusahaan
merasa dengan bergabungnya dengan komunitas akan dapat ditentukan strategi yang sesuai  Melakukan penjadwalan yang
meningkatkan hubungan baik antar perusahaan sejenis, Perusahaan berusaha untuk dapat rutin untuk kunjungan ke toko-
meningkatkan hubungan baik toko, sehingga diharapkan
hingga meningkatkan hubungan dengan pemasok selaku dengan pembeli, hingga menjaga dengan kunjungan rutin maka
pengagas berdirinya komunitas tersebut. loyalitas pembeli dengan menjaga akan menjaga loyalitas pembeli
Melalui hasil analisa lingkungan eksternal, dapat kualitas produk dan pelayanan tetap
terjaga dengan baik
diketahui peluang dan ancaman pada PT Berkat Karya
Lestari. Sumber : Diolah Peneliti
Peluang Berdasarkan hasil analisis SWOT yang telah
1. Posisi PT Berkat Karya Lestari sebagai distributor disampaikan melalui tabel di atas, didapatkan beberapa
ekslusif pada wilayah Sidoarjo, Jombang dan Mojokerjo, strategi yang sesuai yaitu strategi SO yang mengedepankan
sehingga kecil kemungkinannya muncul pesaing baru di peningkatan pelayanan kepada konsumen baik dari segi
industry dan wilayah yang sama. kualitas produk maupun pemberian program atau promosi
2. Belum adanya produk pengganti untuk produk Antangin yang disertai penawaran harga yang terbaik bagi pembeli,
sebagai produk utama yang didistribusikan oleh PT strategi WO dengan penambahan jumlah armada perusahaan
Berkat Karya Lestari. guna menunjang operasional distribusi barang agar lebih
3. Peran pemerintah yang cukup gencar untuk mendorong cepat dan tepat kepada pembeli, serta perbaikan kebijakan
industry obat-obatan herbal serta mendorong peningkatan jangka waktu pembayaran agar dapat menjadi pertimbangan
konsumsi produk herbal. keputusan pembelian oleh toko, strategi WT yang
4. Produk yang didistribusikan oleh PT Berkat Karya Lestari menekankan pada ketepatan jangka waktu kunjungan
merupakan produk herbal dengan kualitas yang terjamin keapada toko untuk menjaga dan meningkatkan loyalitas
baik. toko kepada perusahaan, strategi ST yang memberikan
Ancaman pelayanan dengan memanfaatkan sistem informasi
1. Kekuatan pemasok dalam hal penekanan harga sangat manajemen yang dimiliki perusahana untuk merumuskan
berpengaruh kepada harga yang ditetapkan oleh strategi yang sesuai dengan keinginan pembeli, selain itu
perusahaan. dengan memberikan harga yang terbaik dengan kualitas
2. Perusahaan hanya memiliki satu pemasok, sehingga pelayanan yang prima dalam setiap kesempatan.
perusahaan dapat dikatakan secara penuh bergantung pada Melalui temuan strategi diatas dapat disimpulkan
pemasok. bahwa strategi bersaing yang sesuai dengan situasi internal
3. Terdapat beberapa produk baru yang menjadi kompetitor maupun eksternal perusahaan adalah strategi yang
produk Antangin sebagai produk utama yang mengedepankan penjualan produk berbasis strategi fokus
didistribusikan oleh PT Berkat Karya Lestari. dengan meningkatkan kualitas pelayanan kepada pembeli.
4. Hanya diperlukan biaya peralihan atau switching cost Sesuai dengan hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan
yang rendah bagi pembeli untuk beralih kepada produk oleh Ziyi Gao dan Shigeru Yoshida dalam penelitiannya
kompetitor yang berjudul ―Analysis on Industrial Structure and
Melalui hasil analisa lingkungan internal dan Competitive Strategies in Liner Shipping‖ yang
eksternal perusahaan yang ada kemudian dimasukkan pada mengedepankan peningkatan kepuasan konsumen dengan
AGORA Vol. 3, No. 2, (2015) 397

peningkatan kualitas pelayanan kepada konsumen sebagai harga yang terbaik bagi konsumen. Namun, disisi lain
salah satu strategi memenangkan persaingan. Selaras dengan peran pemasok terlalu besar bagi perusahaan, dimana
hasil penelitian sebelumnya, penelitian yang berjudul pemasok merupakan pemasok tunggal yang juga berhak
―Environmental Scanning as a Strategy for Enchancing menentukan harga jual kepada konsumen. Peran
Productivity in a Goal Oriented Organizations : A Survey of pemerintah yang mendukung industry obat herbal juga
Dagonet Cement Gboko Plant (2005-2010)‖, analisa dapat menjadi salah satu peluang bagi perusahaan untuk
lingkungan dapat meningkatkan perbaikan dalam pemberian dapat mendistribusikan produknya kepada masayarakat
layanan dan inovasi, keunggulan kompetitif yang yang semakin hari semakin memberikan kepercayaan
berkelanjutan, serta peningkatan posisi laba bagi pada produk-produk herbal.
perusahaan. Menurut peneliti, strategi fokus sangat cocok c. Strategi Bersaing
bagi perusahaan karena perusahaan telah menjadi distributor Strategi bersaing yang dapat diterapkan di perusahaan
ekslusif di wilayah Sidoarjo, Mojokerto dan Jombang adalah strategi fokus, dimana perusahaan diharapkan
sehingga harga produk yang ditawarkan kepada pembeli untuk fokus pada peningkatan kualitas pelayanan
merupakan harga yang terbaik di pasaran, sehingga kepada konsumen, khususnya di wilayah penunjukan
perusahaan hanya perlu fokus untuk peningkatan kualitas Sidoarjo, Mojokerto dan Jombang yang dipercayakan
pelayanan khususnya kecepatan pelayanan kepada toko kepada PT Berkat Karya Lestari selaku distributor
sebagai pembeli. ekslusif produk-produk Deltomed.
Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas Saran
pelayanan kepada pembeli adalah dengan menambah  Menambah jumlah karyawan khususnya tenaga sales.
armada dan tenaga sales dengan pembagian wilayah yang  Penambahn armada perusahaan berupa mobil box L300
proposional untuk setiap salesnya, sehingga setiap wilayah untuk menunjang pengiriman dalam kota.
mendapatkan pelayanan yang maksimal dengan tingkat  Peningkatan kecepatan pengiriman produk ke
kecepatan dan ketepatan yang baik dari perusahaan. Selain konsumen, sehingga perusahaan dapat unggul
itu, perlu adanya program-program promosi yang sesuai dibanding dengan kompetitor. Pemberian kelonggaran
dengan keinginan maupun kebutuhan pembeli, diharapkan kebijakan pembayaran untuk konsumen-konsumen tetap
dengan adanya penawaran program promosi yang menarik perusahaan.
akan menigkatkan jumlah pembeli baru perusahaan.
 Peningkatan brand awareness dari masyarakat terhadap
Peningkatan hubungan kerja sama dengan baik
eksistensi perusahaan dengan memberikan sticker atau
dengan pembeli maupun dengan pemasok juga merupakan
logo perusahaan pada box yang digunakan untuk
salah satu issue penting bagi perusahaan untuk dapat
kanvasing sales maupun pada box mobil perusahaan.
melakukan kerja sama yang berkelanjutan demi kepentingan
 Penggunaan seragam dalam operasional perusahaan
kedua belah pihak. Pemanfaatan sistem informasi
sehingga dapat menjelaskan divisi atau jenjang jabatan
manajemen yang dimiliki perusahaan juga harus
di perusahaan.
dioptimalkan untuk dapat memberikan strategi-strategi
bersaing yang sesuai dengan keadaan pasar. Perusahaan juga  Pemberian punishment yang sewajarnya, punishment
perlu mempertimbangkan untuk memperpanjang kebijakan yang dimaksud seperti penegakan perarturan secara
waktu pembayaran tagihan pembeli kepada perusahaan professional berdasarkan waktu kedatangan, kebijakan
sehingga dapat menjadi salah satu komponen yang jam istirahat, serta waktu pulang maupun waktu lembur.
mempengaruhi keputusan pembelian produk pada
perusahaan dibanding dengan kompetitor. DAFTAR PUSTAKA
Abrahamsson, M., Aldin, N., Sthare, F. (2003). Logistics
IV. KESIMPULAN DAN SARAN Platform for Improve Strategic Flexibility.
International Journal of Logistics: Research and
Kesimpulan
a. Lingkungan Internal Application, 6(3) 85-106.
Kekuatan internal perusahaan terletak pada pengalaman Adeoye, A. O., Elegunde, A. F. (2012). Impacts of External
karyawan yang bekerja di perusahan, sebagian besar Business Environment on Organisational
karyawan di perusahaan merupakan karyawan dengan Performance in the Food and Baverage Industri in
masa kerja minimal 2 tahun sehingga pengalaman Nigeria. British Journal of Arts and Sosial Sciences,
karyawan merupakan salah satu faktor yang menjadi 6(2) 194-201.
kekuatan perusahaan. Penggunaan sistem yang Agus Maulana. M, Porter. (2008). Strategi Bersaing, Teknik
teritegrasi dengan supplier juga menjaga jumlah stok Menganalisis Industri dan Pesaing. Jakarta : Penerbit
barang di gudang agar selalu dapat memenuhi Erlangga.
permintaan pembeli dengan cepat dan tepat. Kelemahan Autry, C., Zacharia, Z. & Lamb, C. (2008). A Logistics
internal perusahaan terletak pada sumber daya fisik Strategy Taxonomy. Journal of Business Logistics,
perusahaan, baik dari alat transportasi yang dirasa 29(2) 27-51
kurang maksimal menunjang operasional perusahaan, Babatunde, O. Bayode, Adebisi, O. Adebola. (2012).
serta ancaman dimasa mendatang dari status sewa Strategic Environmental Scanning and Organization
kantor baik dari peningkatan harga sewa maupun dari Performance in a Competitive Business Environment.
perpanjangan ijin sewa dari pemilik bangunan. Economic Insights, 14(1), 24-34.
b. Lingkungan Eksternal Bungin, Burhan, (2005). Penelitian Kualitatif. Jakarta :
Posisi perusahaan yang ditunjuk sebagai distributor Prenada Media Group.
ekslusif dapat secara langsung memberikan keuntungan Chew, M. M. M., Cheng, J. S. L., Sonja, P. L. (2006).
bagi perusahaan, sehingga perusahaan dapat meredam Managers’ Role in Implementing Organizational
ancaman masuk dari kompetitor dan dapat memberikan Change : Case of the Restaurant Industri in
AGORA Vol. 3, No. 2, (2015) 398

Melbourne. Journal of Global Business and Kazami, A. (2008). Stategic Management and Business
Technology, 2(1) 58-67 Policy 3rd ed, New Delhi: Tata McGraw-Hill
Coulthard, M. (2007). The Role of Entrepreneurial Publising Company Limited.
Orientation on Firm Performance and the Potential Miles, M. P., J. G. Covin, & M. B. Heeley. (2000). The
Influence of Relatonal Dynamism. Journal of Global Relationship Between Environmental Dynamism and
Business and Technology, 3(1) 22-39. Small Firm Structure, Strategy, and Performance.
Coulter, Mary. (2005). Strategic Management in Action 3th Journal of Marketing Theory and Practice Spring,
ed. USA : Pearson Prentice Hall. 63-67.
Daft. R. L. (2010). Organization Theory and Design — 10th Mirzakhani, M., Parsaamal, E., & Golzar, A. (2014).
edition. USA: South-Westren Cengage Learning Strategy Formulation with SWOT Matrix: A Case
David, Fred R. (2011). Strategic Management: concepts and Study of an Iranian Company. Global Business and
cases — 13th edition. NJ: Prentice Hall. Management Research, 6(2) 150-168.
Deac V., Duna, F. A. (2012). Diagnosis of the Internal Moleong, Lexy, J. (2005). Metodologi Penelitian Kualitatif.
Strategic Context of the Company Strategic Analysis. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Business Excellence and Management, 2(2) 22-34. Nedelea, S., Paun, L. A. (2009). The Importance of Strategic
DeSarbo,W. S., C. A. Benedetto, dan M. Song. (2007). Management Process in the Knowledge-Based
Heterogeneus Resource Based View for Exploring Economy. Review of Internasional Comparative
Relationships Between Firm Performance and Management , 10 (1),95-105.
Capabilities. Journal of Modeling Management, 2(2) Nejad, M. B. (2011). Applying Topsis and QSPM Methods
103-130. in Framework SWOT Model : Case Study of the
Freeman, S., Reid, I. (2006). Constraints Facing Small Iran’s Stock Market. Australian Journal of Business
Westren Firms in Transitional Markets. European and Management Research, 1(5) 93-103
Business Review, 18(3) 127-213. O’Marah, K., Hofman, D. (2009). Top 25 Supply Chains.
Gasparotti, C. (2009). The Internal and External Supply Chain Management Review, 13(10) 12-19
Environment Analysis of Romanian Naval Industri O’Regan, N. S., A. Martin, & D. Gallear. (2008). Leaders,
with SWOT Model. Management & Marketing Loungers. Laggards. The Strategic Planning
Journal, 4(3) 97-110 Environment Performance Relationship Revisited in
Green, K. M., J. G. Covin, & D. P. Slevin. (2008). Manufacturing SME. Journal of Manufacturing
Exploring the Reletionship Between Strategic Technology Managemenent, 19(1) 6-21.
Reactiveness and Entrepreneural Orientation : The Ommani, A. R. (2011). Strenght, Weakness, Opportunities,
Role of Structure-Style Fit. Journal of Business and Threats (SWOT) Analysis for Farming System
Venturing 23: 356-383. Business Management: Case of Wheat Farmers of
Gupta, P.D., Guha, S., Krishnawami, S.,S. (2013) . Firms Shadervan District, Shoushtar Township, Iran.
Growth and its Determinants. Journal of Innovation African Journal of Business Management, 5(22)
and Enrepreneruship, 2(15) 1-14. 9448-9454.
Hadawy, S. Ali, Poursadegh, N., Zeinab, N. B., Khavandi, Papulova, E., Papulova, Z. (2006). Competitive Strategy and
R. (2011). Developing an Strategy for Mobin Competitive Advantage of Small and Midsized
Petrochemical Company by Using Balance Score Manufacturing Enterprise in Slovakia. E-Leader, 1.
Card Attitude. Business Intelligence Journal, 4(1) Porter, M. E. (1980). Competitive Strategy : Techniques For
129-141. Analyzing Industries and Competitor. NY: The Free
Hit,M. A., D. Ireland, & R.E. Hoskisson. (2011). Strategic Pass.
Management : Competitiveness and Globalization, 9th Sandberg, E., Abrahamsson, M. (2011). Logistics
ed. Oklahoma: South Westren Cengage Learning. Capabilities for Sustainable Competitive Advantage.
Jane W, K-N., Munyoki, J., Kibera, F. (2014). Infulence of International Journal of Logistics, 1(14) 61-75.
Internal Organization Alenvironmnet of Performance Spradley, P, James. (2006). Metode Etnografi. (Misbah,
of Community-Based HIV and AIDS Organizations Trans). Yogyakarta: Tiara Wacana.
in Nairobi Country. European Scientific Journal, Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif,
10(1) 285-300. dan R&D. Bandung: CV Afabeta.
Jeyaraj, K. L., C. Muralidharan., T. Senthivelan., S. G. Taiwo, Samuel A. (2010). The Influence on Work
Deshmukh. (2012). Application of SWOT and Environment on Workers Productivity: A Case of
Principal Component Analysis in a Textile Company- Selected Oil and Gas Industri in Lagos, Nigeria.
A Case Study. Internasional Journal of Engineering African Journal of Business Management, 4(3) 299-
Research and Development, 1(9) 46-54. 307.
Joanna Nowakowska-Grunt. (2009). Strategy of Distribution Tan, J., D. Tan. (2005). Environment Strategy Co-Evolution
on Food Industri Companies. Annales Universitatis and Co-Alingment : A Staged Model Of Chinese
Apulensis Series Oeconomica, 11(2) 875-880. SOE’s Under Trasnsisition. Strategic Management
Juliandi, A., Irfan dan Manurung, S. (2014). Metodologi Journal, 26: 141-157.
Penelitian Bisnis, Medan : UMSU Press. Teryima, J., T. Timothy, & Ngovenda, W.D. (2012).
Karel, S., Adam, P., Radmonir, P. (2013). Strategic Planning Environmental Scanning as Strategy for Enchacing
and Business Performance of Micro, Small and Productivity in a Goal Oriented Organization: a
Medium – Sized Enterprise. Journal of Survey of Dagote Cement, Gboko Plant (2005-2010).
Competitiveness, 5(4) 57-72. Global Advanced Researce Journal of Management
and Business Studies, 1(7) 217-227.
AGORA Vol. 3, No. 2, (2015) 399

Udaya, J., Wennadi, L.Y., & Lembana, D.A.A. (2013). Different Internal and External Environments.
Manajemen Stratejik. Yogyakarta: Graha Ilmu.. Internasional Journal of Business and Sosial Science,
Vyas, S., Manwani, D.T. (2012). Organizational Internal 4(16) 143-148.
Environment Scanning – A productivity Enrichment Yasar, Fatih. (2010). Competitive Strategies and Firm
Perspective. Internasional Journal of Organizational Performance : Case Study on Gaziantep Carpeting
Behaviour & Management Perspectives, 1(1) Sector. Mustafa Kemal University Journal of Sosial
Wang, S., Tang, Y. (2013) Pfizer’s Growth Strategies Under Sciences Institute, 7 (14) 310-311.