Anda di halaman 1dari 7

Tutus Rully dan Noni Tri Rahmawati E-ISSN 2502-5678

PERENCANAAN PENGUKURAN KERJA DALAM MENENTUKAN WAKTU


STANDAR DENGAN METODE TIME STUDY GUNA MENINGKATKAN
PRODUKTIVITAS KERJA PADA DIVISI POMPA MINYAK PT BUKAKA
TEKNIK UTAMA TBK.

Tutus Rully
Dosen Tetap Fakultas Ekonomi Universitas Pakuan
Lecturer of Economic Faculty at Pakuan University

Noni Tri Rahmawati


Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Pakuan
Student of Economic Faculty at Pakuan University

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengukuran kinerja para pekerja,
untuk mengetahui produktivitas kerja para pekerja, dan untuk mengetahui pengukuran
kinerja dalam meningkatkan produktivitas para pekerja. Metode penelitian yang
digunakan adalah metode studi kasus dan menggunakan salah satu metode pengukuran
kinerja yaitu metode time study. Hasil dan pembahasan penelitian yaitu terjadi
ketidaksesuaian antara teori dengan fenomena yang terjadi di perusahaan, yaitu ada
beberapa pekerja yang menggunakan waktu menganggur dan waktu pribadi lebih dari
20% dari total waktu kerja. Pengawasan yang kurang baik pada kedisiplinan waktu
kerja dan waktu standar sangat berpengaruh terhadap tingkat produktivitas kerja para
pekerja. Dengan penggunaan waktu standar yang baik, produktivitas kerja meningkat
yang ditunjukkan dengan jumlah unit yang semula menghasilkan 2500 perbulan pada
setiap produk. Produk Roller Step dibagian pemotongan/cutting meningkat jumlah
produknya sebesar 83 unit, dan dibagian finishing meningkat sebesar 1.609 unit. Produk
Roller Chain dibagian pemotongan/cutting meningkat jumlah produknya sebesar 53
unit, dan dibagian finishing meningkat sebesar 1.219 unit. Produk Roda Fork Lift
dibagian pemotongan/cutting meningkat jumlah produknya sebesar 63, dan dibagian
finishing meningkat sebesar 532 unit.

Kata Kunci = Pengukuran kinerja, waktu standar dan produktivitas kerja

ABSTRACT
The purpose of this study was to determine the workers planning work measurement, to determine the
productivity of the workers, and to determine the measurement of work in improving the productivity of
workers. The method used is a case study and one of measurement method used is a work time study.
Results and discussion of this research is a discrepancy between theory and phenomena that occur in the
company, that there are some workers who use idle time and personal time more than 20% (96 minutes)
of total working time. Lack supervision on the discipline of working time and standard time greatly affect
the productivity levels of workers. With the use of a good standard time, labor productivity increased as
indicated by the number of units produced of two workers from 11 units to 14 units.

Keyword: Measurement of work, time standards and work productivity standards

JIMFE (Jurnal Ilmiah Manajemen Fakultas Ekonomi)


Volume 1 No. 1 Tahun 2015, Hal. 12-18
12
Tutus Rully dan Noni Tri Rahmawati ISSN 2502-1400

I. Pendahuluan dan efektif karyawan dalam melakukan


Pada dewasa ini, kegiatan produksi pekerjaannya, maka semakin produktif
dan operasi merupakan unsur penting dan nilai yang ditambahkan pada barang
dalam sebuah perusahaan. Kelangsungan yang dihasilkan menjadi lebih tinggi.
hidup suatu perusahaan dipengaruhi oleh Suatu perusahaan biasanya
dari kegiatan produksi dan operasi menginginkan waktu kerja yang sangat
perusahaan. Kegiatan produksi dan singkat dalam memenuhi target produksi
operasi merupakan kegiatan agar dapat meraih keuntungan yang
menciptakan barang dan jasa yang sebesar-besarnya. Adapun metode yang
ditawarkan oleh setiap perusahaan paling banyak digunakan oleh suatu
kepada konsumen. Persaingan di dunia perusahaan dalam pengukuran waktu
industri nasional yang demikian pesat, adalah studi waktu (time study).
khususnya yang bergerak di bidang Sehubungan dengan hal tersebut, dalam
manufaktur, menyebabkan persaingan upaya meningkatkan produktivitas kerja
usaha semakin meningkat. dalam setiap kegiatan produksi maka
Setiap perusahaan sangat diperlukan pengukuran kerja yang baik.
membutuhkan tindakan dalam Hal yang perlu dipertimbangkan dalam
pengukuran tenaga kerja dan pengukuran menentukan pengukuran kerja adalah
waktu. Pengukuran tenaga kerja ini menentukan waktu standar. Seperti
dilakukan terhadap segala aktivitas halnya PT Bukaka Teknik Utama Tbk.,
produksi yang ada pada setiap sistem pengukuran kerja yang ada pada
perusahaan. Hasil dari pengukuran perusahan tersebut tidak berjalan dengan
tersebut kemudian digunakan dalam baik. Karena mereka bekerja hanya
memberikan informasi tentang prestasi mengandalkan pengalaman saja tanpa
pelaksanaan suatu rencana kerja dimana adanya penetapan waktu standar dari
perusahaan memerlukan penyesuaian– perusahaan. Dan juga kurangnya
penyesuaian atas aktivitas perencanaan pengawasan waktu kerja bagi para
dan pengendalian dari setiap produksi. pekerja. Hal ini bisa sangat berpengaruh
Pengukuran kerja dapat dilihat dari terhadap tingkat produktivitas kerja
kegiatan proses produksi dan operasi pekerja yang masih belum memenuhi
dalam perusahaan apakah efisien atau target waktu dalam proses memenuhi
tidak, yang didasarkan atas lama waktu permintaan konsumen.
untuk membuat suatu produk atau Oleh karena itu, tujuan penelitian
melaksanakan pelayanan (jasa). Jumlah ini adalah sebagai berikut: 1) Untuk
waktu yang harus digunakan untuk mengetahui pengukuran kerja yang
melaksanakan kegiatan tertentu dibawah dilaksanakan oleh pada PT Bukaka
kondisi kerja normal disebut standar Teknik Utama,Tbk; 2) Untuk
pekerja (labor standards). Standar kerja mengetahui tingkat produktivitas kerja
yang ditetapkan secara benar, mewakili karyawan pada PT Bukaka Teknik
waktu yang dihabiskan oleh seorang Utama,Tbk; 3) Untuk mengetahui
pekerja rata-rata untuk melaksanakan penerapan pengukuran kerja dalam
aktivitas tertentu di bawah kondisi kerja menentukan waktu standar guna
normal. Selain itu harus memperhatikan meningkatkan produktivitas kerja pada
standar waktu yang dibutuhkan oleh para PT Bukaka Teknik Utama, Tbk.
tenaga kerja agar para karyawan dapat
menyelesaikan pekerjaannya, berapa II. Metode Penelitian
lama karyawan dapat menyelesaikan Metode analisis data digunakan
pekerjaannya. Sehingga semakin efektif sebagai tahap lebih lanjut dalam

JIMFE (Jurnal Ilmiah Manajemen Fakultas Ekonomi)


Volume 1 No. 1 Tahun 2015, Hal. 12-18
13
Tutus Rully dan Noni Tri Rahmawati E-ISSN 2502-5678

menganalisis dari data yang sudah ada. Faktor kelonggaran


Metode yang digunakan dalam diperlukan untuk mencakup
penelitian ini adalah metode Studi waktu interupsi/penundaan yang terjadi
( Time Study). karena keperluan pribadi pekerja
Adapun langkah- langkahnya adalah (untuk minum, ke kamar kecil,
sebagai berikut : atau istirahat) dan penundaan yang
1. Identifikasi Elemen tidak bisa dihindari (seperti
Dalam melakukan penerapan mesin/peralatan rusak, material
metode studi waktu (Time Study) terlambat, atau gangguan listrik).
pada PT Bukaka Teknik Utama Faktor kelonggaran dihitung
Tbk., pekerjaan dibagi ke dalam sabagai proporsi dari waktu kerja
beberapa elemen kerja. yang hilang karena penundaan
tersebut, yang dinyatakan dalam
2. Menentukan Jumlah Siklus persen.
Hitung waktu siklus rata-rata ( )
dengan rumus : 5. Hitung Waktu Standar
Untuk mendapatkan standar
= waktu (standar Time atau ST),
Di mana : maka besarnya waktu normal harus
= siklus rata-rata disesuaikan dengan allowance
= Jumlah waktu siklus factor (AF) yang besarnya antara
10% hingga 20% dari waktu
normal. Waktu standar dapat
dihitung dengan rumus :
3. Tetapkan Peringkat Kinerja
Langkah berikutnya dari metode
ST =
studi waktu adalah tentukan waktu
normal untuk setiap elemen kerja Dalam hal ini :
yang dilakukan oleh karyawan ST = waktu standar
berdasarkan observasi. Waktu NT = normal time
normal dapat dihitung dengan AF = proporsi waktu normal
rumus sebagai berikut : yang ditambahkan untuk
allowance factor
NT = ×
6. Menghitung Produktivitas Kerja
Dalam hal ini : Dari setiap masing-masing
NT = waktu normal elemen kerja yang ada, dengan
PR = Peringkat Kinerja (dalam cara membandingkan antara output
persen) (barang jadi yang dihasilkan)
Peringkat kinerja diperlukan untuk dibagi dengan input (tenaga kerja)
penyesuaian waktu yang diperoleh Pengukuran produktivitas dapat
dari pengamatan terhadap satu menggunakan rumus :
orang pekerja menjadi waktu
normal berlaku bagi seluruh
pekerja. Di mana:
Output = barang yang dihasilkan
4. Tetapkan Faktor Kelonggaran Input = jam kerja
(allowance factor)

JIMFE (Jurnal Ilmiah Manajemen Fakultas Ekonomi)


Volume 1 No. 1 Tahun 2015, Hal. 12-18
14
Tutus Rully dan Noni Tri Rahmawati ISSN 2502-1400

Setelah dilakukan karyawan tersebut dan penulis


pengukuran kerja karyawan menemukan suatu ketidaksesuaian antara
dengan metode time study, maka teori dengan fenomena yang terjadi pada
selanjutnya untuk mengetahui proses pembuatan samson post. Berikut
tingkat produktivitas kerja fenomena yang ada :
karyawan adalah dengan 1) Waktu dasar bekerja yang di
membandingkan output yang tentukan perusahaan adalah
dihasilkan dengan input yang sebesar 8 jam.
dihasilkan setelah adanya 2) Dalam proses pengukuran kerja,
penetapan waktu standar yang perusahaan memberikan kebijakan
baru. waktu menganggur dan waktu
pribadi sebesar 20% (96 menit)
III. Hasil dan Pembahasan dari total waktu kerja, ini
PT Bukaka Teknik Utama Tbk mencakup kegiatan di luar proses
merupakan perusahaan yang bergerak produksi, seperti makan siang,
dibidang Rancang – Bangun Rekayasa, minum, ke toilet, dan sebagainya.
Konstruksi dan Manufaktur (Bidang Namun ada beberapa pekerja yang
Energi, Transportasi dan menggunakan waktu menganggur
Telekomunikasi).Dari tahun ke tahun dan waktu pribadi lebih dari 20%
perusahaan mampu meningkatkan dari total waktu kerja.
kualitasnya. Hal ini Di buktikan dengan 3) Dalam proses produksi,
perolehan sertifikak ISO 9001. Pada perusahaan tidak memberlakukan
tahun 1995, perusahaan Mendapatkan pengawasan yang ketat terhadap
sertifikat American Petroleum Institute waktu kerja karyawan dan tidak
untuk kegiatan bidang minyak Dan gas ada waktu standar yang tetap.
bumi. 4) Waktu standar yang ditetapkan
perusahaan tidak berjalan dengan
3.1. Pengukuran kerja karyawan baik, sehingga banyak waktu yang
pada divisi pompa minyak PT tidak efektif dan efisien yang
Bukaka Teknik Utama Tbk. berpengaruh terhadap rendahnya
Dalam divisi pompa minyak PT tingkat produktivitas kerja
Bukaka Teknik Utama Tbk., proses karyawan.
pengukuran kerja yang dilakukan oleh
pimpinan perusahaan berjalan cukup Setelah melakukan penerapan
baik dan pimpinan perusahaan telah pengukuran kerja dengan menggunakan
berhasil membentuk suatu kerjasama metode time study dan penentuan waktu
antar pekerja yang satu dengan pekerja standar, maka terjadi peningkatan
yang lainnya. produktivitas kerja pada kedua pekerja
Namun, setelah penulis melakukan tersebut. Berikut ini adalah tabel
observasi secara langsung dan komparatif dari produktivitas kerja
melakukan wawancara kepada beberapa kedua pekerja, sebagai berikut:
pekerja, penulis menemukan beberapa
kekurangan dari tingkat kinerja

Tabel 3.1.
Perbandingan Produktivitas Kerja
Proportionate of Work Productivity

JIMFE (Jurnal Ilmiah Manajemen Fakultas Ekonomi)


Volume 1 No. 1 Tahun 2015, Hal. 12-18
15
Tutus Rully dan Noni Tri Rahmawati E-ISSN 2502-5678

Standar Perusahaan Standar Penulis


Keterangan
(Menit) (Menit)

Total waktu Kerja 960 960


Waktu Standar 140 130,87
Unit yang dihasilkan 6,86 unit 7,33 unit
Standar Produktivitas
0,429 unit/jam 0,458 unit/jam
Kerja

Setelah mengetahui standar unit


yang dihasilkan, maka tingkat
produktivitas pekerja pun akan
meningkat, sebagaimana data berikut:

Tabel 4.6
Tingkat Produktivitas Kerja
Rate of Work Productivity
Produktivitas
Produktivitas (Pasca Time Study) Peningkatan
Pekerja
(Pra-Time Study) Produktivitas

0,458 unit/jam
Pekerja 1 0,25 unit/jam 0,208 unit/jam
0,458 unit/jam
Pekerja 2 0.375 unit/jam 0,083 unit/jam
0,458 unit/jam
Pekerja 3 0,25 unit/jam 0,208 unit/jam
0,458 unit/jam
Pekerja 4 0,375 unit/jam 0,083 unit/jam
0,458 unit/jam
Pekerja 5 0,25 unit/jam 0,208 unit/jam

Dari data di atas dapat disimpulkan sedikitnya waktu yang terbuang dalam
bahwa tingkat produktivitas kerja setiap prosesnya sehingga para pekerja
pekerja 1 dan pekerja 2 belum maksimal bekerja lebih efisien dan efektif dalam
dan dapat tingkatkan melebihi standar setiap proses produksi.
produktivitas perusahaan yang ada. Ini
bisa dilihat dari jumlah unit yang IV. Kesimpulan
dihasilkan sebelumnya sebanyak 11 unit Kesimpulan penulis dari hasil penelitian
menjadi 14 unit. ini adalah sebagai berikut :
Faktor yang menyebabkan 1. Penulis menemukan adanya
produktivitas naik adalah karena standar ketidaksesuian antara teori dengan
waktu yang ditetapkan lebih cepat dari fenomena yang ada:
sebelumnya. Hal ini bisa terjadi karena

JIMFE (Jurnal Ilmiah Manajemen Fakultas Ekonomi)


Volume 1 No. 1 Tahun 2015, Hal. 12-18
16
Tutus Rully dan Noni Tri Rahmawati ISSN 2502-1400

a. Penetapan waktu standar pada minyak sebesar 20% (96 menit)


PT Bukaka Teknik Utama Tbk. dari total waktu kerja.
divisi pompa minyak tidak c. Banyak waktu standar yang
berjalan dengan baik karena terbuang sehingga berpengaruh
tidak adanya pengawasan yang terhadap tingkat produktivitas
ketat terhadap waktu kerja para kerja para pekerja.
pekerja.
b. Banyak pekerja yang 2. Hasil penelitian tingkat
menggunakan waktu produktivitas dari 5 orang
menganggur dan waktu pribadi pekerja yang terampil:
yang melebihi dari yang Berdasarkan dari perhitungan
ditetapkan PT Bukaka Teknik diperoleh bahwa tingkat
Utama Tbk. divisi pompa produktivitas kerja tersebut
belum maksimal karena banyaknya Managemen. America: Mc.Grow
karyawan yang kurang disiplin Hill
waktu kerja. Eddy Herjanto, 2008, Manajemen
Operasi, Edisi Ketiga,Grasindo.
3. Berikut perbandingan waktu Hasibuan Malayu. 2005. Manajemen
standar yang ditetapkan PT Sumber Daya Manusia. Jakarta:
Bukaka Teknik Utama Tbk. PT. Bumi Aksara.
divisi pompa minyak dengan Heizer Jay and Render Barry,
hasil penelitian penulis dari Operations Management, 2006,
pengamatan yang dilakukan: Alih Bahasa
a. Proses cutting dengan Dwi Anoegrahawati S, M.Eng.Sc. dan
waktu standar 30,94 Indra A., Msc., Edisi Ketujuh,
menit, sedangkan waktu Salemba Jakarta.
yang ditetapkan Herlin Hidayat, 2014, Manajemen
perusahaan sebesar 35 Operasi – Dasar, Edisi Pertama.
menit. Jakarta: Universitas Atma Jaya
b. Proses setting dengan Hery Prasetya dan Fitri Lokiastuti,
waktu 50,63 menit, 2011, Manajemen Operasi, Edisi
sedangkan waktu yang pertama. Yogyakarta: CAPS.
ditetapkan perusahaan Irham Fahmi. 2012. Manajemen operasi
sebesar 55 menit. dan produksi. Bandung: CV
c. Proses welding dengan Alfabeta.
waktu 41,86 menit, Kumar, S. Anil and N. Suresh, 2008,
sedangkan waktu yang Operations Management, second
ditetapkan perusahaan 45 edition. New Delhi: New Age
menit. International (P) Limited
d. Proses finishing dengan Kumar, S. Anil and N. Suresh, 2009,
waktu 7,66 menit, Operations Management. New
sedangkan waktu yang Delhi: New Age International
ditetapkan perusahaan 10 Publisher
menit. M. Manulang. 2009. Dasar – Dasar
Manajemen. Edisi 21. Jakarta:
V. Daftar Pustaka Ghalia Indonesia.
Aquilano and Davis, Chase, 2004, Maria Pampa Kumalaningrum, Heni
Fundamentals Of Operation Kusumawati dan Rahmat

JIMFE (Jurnal Ilmiah Manajemen Fakultas Ekonomi)


Volume 1 No. 1 Tahun 2015, Hal. 12-18
17
Tutus Rully dan Noni Tri Rahmawati E-ISSN 2502-5678

Purbandono Hardani, 2011,


Manajemen Operasi, Edisi Kedua.
Yogyakarta: UPP STIM YKPN
R. Pannerselvam. 2006. Production
Operation Management. New
Delhi.Tata McGraw – Hill
Russell, Roberta S And Bernard W.
Taylor. 2011. Operations
Managements. John Willey and
Sons, inc. United States of
America.

JIMFE (Jurnal Ilmiah Manajemen Fakultas Ekonomi)


Volume 1 No. 1 Tahun 2015, Hal. 12-18
18