Anda di halaman 1dari 43

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan
upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama,
dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat
kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya (Permenkes No
75 tahun 2014). Salah satu puskesmas yang berada di Kabupaten Lingga adalah
Puskesmas Lanjut, yang terletak di wilayah kecamatan Singkep Pesisir yang berdiri
sejak 2 Oktober 2017.
Puskesmas Lanjut adalah Puskesmas rawat jalan yang memiliki visi
“Terwujudkan Kecamatan Singkep Pesisir yang Sehat didukung lingkungan dan
Perilaku Sehat dengan Mutu Pelayanan yang Prima”. Untuk mewujudkan visi
tersebut, puskesmas Lanjut memberikan pelayanan di dalam maupun luar Gedung.
Pelayanan di dalam Gedung terdiri dari pendaftaran, pemeriksaan umum, pelayanan
gawat darurat, pelayanan KIA/KB, pemeriksaan Kesehatan Gigi dan Mulut,
pelayanan konsultasi gizi, pelayanan MTBS, pelayanan Laboratorium dan
Pelayanan DOTS. Sedangkan pelayanan diluar Gedung terdiri dari pelayanan
posyandu balita, posyandu lansia, posbindu dan pelayanan keswa.
Menurut undang-undang nomor 38 tahun 2014, perawat adalah seseorang
yang telah menyelesaikan program Pendidikan keperawatan baik di dalam maupun
di luar negeri yang diakui oleh Pemeritan Republik Indonesia, teregister dan diberi
kewenangan untuk melaksanakan praktik keperawatan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan.
Pelayanan keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang
merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang didasarkan pada ilmu dan
kiat keperawatan yang ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok, atau
masyarakat, baik sehat maupun sakit (Undang-Undang Nomor 38, 2014).
Keperawatan merupakan profesi yang berfokus kepada pelayanan dan bertujuan
membantu pasien mencapai kesehatannya secara optimal.

1
Oleh karena itu pada saat memberikan asuhan keperawatan kepada pasien,
perawat harus mampu memastikan bahwa pelayanan keperawatan yang diberikan
mengedepankan keselamatan. Perawat harus memiliki kesadaran akan adanya
potensi bahaya yang terdapat di lingkungan pasien melalui pengidentifikasian
bahaya yang mungkin terjadi selama berinteraksi dengan pasien mulai pasien
datang hingga pulang dan pencegahan terjadinya cedera merupakan salah satu
tanggung jawab perawat selama pemberian asuhan keperawatan berlangsung.
Keselamatan pasien dalam keperawatan merupakan bagian integral dari
program keselamatan pasien di fasilitas kesehatan khususnya Rumah Sakit dan
Puskesmas. Peran perawat dalam pelaksanaan Sasaran Keselamatan Pasien perlu
dioptimalkan dalam rangka peningkatan mutu dan keselamatan pasien. Perawat di
semua level harus disamakan persepsinya khususnya dalam pemahaman Sasaran
Keselamatan Pasien agar memberikan konstribusi yang optimal dan proses
membangun budaya keselamatan pasien.
Di Puskesmas Lanjut peserta ditugaskan sebagai penanggungjawab Ruang
Gawat Darurat dan Ruang Pemeriksaan Umum. Setiap harinya bertugas
memberikan asuhan keperawatan yang dimulai dari mengumpulkan data kajian,
menegakkan diagnosa keperawatan, membuat perencanaan keperawatan,
implementasi keperawatan, evaluasi keperawatan, memberikan tindakan pada
keadaan gawat darurat sesuai dengan kompetensi, ,memberikan konsultasi
keperawatan, berkolaborasi dengan dokter dan rekan sejawat lainnya, serta
melakukan penyuluhan kesehatan dan konseling.
Peserta juga diberikan tanggungjawab sebagai ketua tim survey kepuasan
pasien dan anggota tim keselamatan pasien. Dalam memberikan asuhan
keperawatan, peserta diharapkan untuk memperhatikan 6 sasaran keselamatan
pasien yaitu mengidentifikasi pasien dengan tepat dengan menanyakan nama dan
tanggal lahir, meningkatkan komunikasi yang efektif dengan menggunakan metode
SBAR (situation, background, assessment, recommendation), peningkatan
keamanan obat yang perlu diwaspadai, kepastian tepat lokasi, tepat prosedur dan
tepat pasien operasi, pengurangan resiko infeksi terkait pelayanan kesehatan
melalui cuci tangan dan alat pelindung diri dan pengurangan resiko jatuh.

2
Berdasarkan uraian tugas peserta tersebut, peserta tertarik untuk menelaah
beberapa isu yang peserta temukan selama menjalankan tugas di Puskesmas Lanjut
dan memilih satu isu prioritas yang akan peserta selesaikan melalui aktualisasi nilai-
nilai dasar aparatur sipil negara.

B. ANALISIS ISU
Isu adalah masalah yang belum terpecahkan yang siap diambil keputusannya.
Isu merepresentasikan suatu kesenjangan antara praktik organisasi dengan harapan-
harapan para stakeholder. Berdasarkan definisi tersebut, isu merupakan suatu hal
yang terjadi baik di dalam maupun di luar organisasi yang apabila tidak ditangani
secara baik akan memberikan efek negatif terhadap organisasi bahkan dapat
berlanjut pada tahap krisis.
1. Environmental Scanning
Sumber isu yang diangkat dalam rancangan aktualisasi ini berasal dari tugas
pokok dan fungsi (tupoksi), Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), kegiatan hasil
kreatifitas dan penugasan dari atasan. Berdasarkan kaitannya dengan manajemen
ASN, Whole of Government (Wog) dan pelayanan publik di dapatkan beberapa isu
yang terjadi di unit kerja Puskesmas Lanjut.
Selama enam bulan bertugas sebagai perawat di Puskesmas Lanjut, peserta
menemukan adanya masalah dalam tujuan mengutamakan keselamatan pasien,
yaitu mengurangi risiko jatuh karena belum optimalnya pengkajian risiko jatuh saat
pasien datang ke Puskesmas. Tim keselamatan pasien di Puskesmas Lanjut telah
melakukan pencegahan resiko jatuh dari segi meningkatkan sarana dan prasarana
seperti pemasangan hand dril di area yang dianggap beresiko untuk jatuh.
Penandaan warna yang mencolok di setiap sisi tanjakan maupun tangga-tangga.
Tetapi hal ini belum lengkap tentunya jika pengkajian risiko jatuhnya tidak
dilakukan secara optimal dan terprosedur. Belum adanya tindak lanjut kejadian
jatuh juga salah satu penyebab tidak optimalnya pengkajian risiko jatuh Hal ini
sangat penting untuk dilakukan karena rata-rata pasien yang datang ke Puskesmas
adalah Lansia dan anak di bawah dua tahun yang sangat beresiko untuk mengalami
cedera akibat jatuh. Tidak adanya pengkajian awal risiko jatuh ini menunjukkan

3
belum optimalnya pelayanan publik yang mengutamakan keselamatan pasien
(Pelayanan Publik).
Untuk sasaran keselamatan pasien lainnya yaitu pengurangan risiko infeksi
terkait pelayanan kesehatan melalui cuci tangan dan alat pelindung diri juga masih
belum sesuai dengan yang diharapkan. Karena masih banyak petugas kesehatan
yang tidak mengaplikasikan enam langkah cuci tangan dan pemakaian alat
pelindung diri saat melakukan tindakan invasif ke pasien. Padahal hal ini juga
termasuk dalam upaya kewaspadaan universal yang bertujuan untuk mencegah
paparan tenaga kesehatan dan pasien terhadap cairan tubuh. Hal ini tentunya akan
mempengaruhi proses penyebaran infeksi di Puskesmas (Manajemen ASN).
Format Pengkajian di ruang gawat darurat juga masih belum sesuai dengan
standar pengkajian kegawatdaruratan. Karena masih mengikuti format pengkajian
ruang pemeriksaan umum. Pengkajian masih sederhana tidak berisikan pengkajian
yang menganut sistem triage yaitu pemilahan pasien dengan mengedepankan status
kegawatdaruratan pasien mulai dari tidak gawat sampai dengan gawat darurat. Hal
ini tentunya akan membuat pendokumentasian asuhan keperawatan menjadi tidak
optimal (Manajemen ASN).
Salah satu penyakit terbanyak di Puskesmas lanjut adalah ISPA. Yang
ditandai dengan gejala batuk dan pilek. Masih banyak pasien yang belum
mengetahui tentang etika batuk. Kebiasaan tidak menutup mulut saat sedang batuk
atau bersin sering menjadi salah satu penyebab penularan penyakit di unit kerja
Puskesmas karena penyebarannya adalah melalui droplet. Hal ini juga berkaitan
dengan usaha untuk mencegah penularan infeksi yang merupakan salah satu sasaran
keselamatan pasien (Pelayanan Publik).
Beberapa isu yang muncul dari sumber diatas kemudian dihubungkan
kedalam tiga prinsip ASN yaitu 1) Manajemen ASN, 2) Pelayanan Publik, dan 3)
Whole of Government (WoG). Maka didapatkanlah lima buah isu yang telah
diidentifikasi dan dikategorikan dengan prinsip ASN sebagai berikut:
1) Belum terlaksananya pengkajian risiko jatuh kepada pasien rawat jalan di
Puskesmas Lanjut (Pelayanan Publik)
2) Belum optimalnya penggunaan alat pelindung diri petugas kesehatan di
Puskesmas Lanjut (Manajemen ASN)

4
3) Belum optimalnya tindakan 6 langkah cuci tangan petugas kesehatan di
Puskesmas Lanjut (Manajemen ASN)
4) Belum optimalnya pengkajian kegawatdaruratan yang mengacu pada sistem
Triage di Ruang Gawat Darurat (Manajemen ASN)
5) Belum optimalnya sosialisasi etika batuk pada pasien dan keluarga pasien di
ruang tunggu Puskesmas Lanjut (Pelayanan Publik)

2. Alat Bantu Analisis


a. Analisis Aktual, Problematik, Kekhalayakan, Kelayakan (APKL)
Berdasarkan hasil environmental scanning, peserta mengangkat 5 isu yang
berhubungan dengan tugas peserta selama di Puskesmas Lanjut, yaitu:
1) Belum optimalnya penggunaan alat pelindung diri petugas kesehatan di
Puskesmas Lanjut
2) Belum optimalnya tindakan 6 langkah cuci tangan petugas kesehatan di
Puskesmas Lanjut
3) Belum optimalnya sosialisasi etika batuk pada pasien dan keluarga
pasien di ruang tunggu Puskesmas Lanjut
4) Belum optimalnya pengkajian kegawatdaruratan yang mengacu pada
sistem Triage di Ruang Gawat Darurat
5) Belum terlaksananya pengkajian resiko jatuh kepada pasien rawat jalan
di Puskesmas Lanjut
Untuk menentukan permasalahan yang peserta temukan sebagai isu, peserta
menganalisis lima masalah tersebut dengan menggunakan analisis APKL (aktual,
problematik, kekhalayakan dan kelayakan). Berdasarkan hasil analisis APKL,
peserta akan mengambil 3 permasalahan yang memiliki peringkat tertinggi.

Tabel 1.1 Analisis Penilaian Isu dengan APKL


NO Masalah (A) (P) (K) (L) Total Rangking
1 Belum optimalnya penggunaan
alat pelindung diri petugas 3 5 4 4 16 3
kesehatan di Puskesmas Lanjut

5
2 Belum optimalnya tindakan 6
langkah cuci tangan petugas 4 5 4 4 17 2
kesehatan di Puskesmas Lanjut
3 Belum optimalnya sosialisasi
etika batuk pada pasien dan
2 3 3 3 11 5
keluarga pasien di ruang tunggu
Puskesmas Lanjut
4 Belum optimalnya pengkajian
kegawatdaruratan yang mengacu
3 4 3 5 15 4
pada sistem Triage di Ruang
Gawat Darurat
5 Belum terlaksananya pengkajian
resiko jatuh kepada pasien rawat 4 5 4 5 18 1
jalan di Puskesmas Lanjut

Berdasarkan hasil analisis APKL, peserta mengurutkan permasalahan yang


memiliki peringkat tertinggi adalah belum terlaksananya pengkajian resiko jatuh
kepada pasien rawat jalan di Puskesmas Lanjut. Hal ini disebabkan belum adanya
format pengkajian resiko jatuh yang berfungsi untuk mengidentifikasi pencegahan
resiko jatuh. Padahal pengurangan resiko jatuh merupakan salah satu sasaran utama
keselamatan pasien yang benar-benar terjadi dan kuat pengaruhnya menyangkut
hajat hidup orang banyak. Masalah ini juga sangat relevan dan realistis untuk
dimunculkan inisiatif pemecahan masalahnya dan dapat dibahas sesuai dengan
tugas dan tanggung jawab.
Masalah kedua yang diangkat adalah belum optimalnya tindakan 6 langkah
cuci tangan petugas kesehatan di Puskesmas Lanjut. Masalah ini benar-benar
sedang terjadi karena hanya sebagian petugas kesehatan yang melakukan 6 langkah
cuci tangan sebelum dan sesudah tindakan ke pasien. Masalah ini menyangkut hajat
hidup orang banyak baik itu petugas kesehatan maupun pasien, serta cukup
komplek dan masuk akal untuk dimunculkan inisiatif pemecahan masalahnya.
Belum optimalnya penggunaan alat pelindung diri petugas kesehatan di
Puskesmas Lanjut menjadi prioritas masalah ketiga karena masalah ini benar-benar

6
terjadi meskipun tidak menjadi bahan pembicaraan, menyangkut hajat hidup orang
banyak, masalahnya cukup kompleks dan masuk akal untuk dimunculkan inisiatif
pemecahan masalahnya.

b. Analisis Urgency, Seriousness, Growth (USG)


Berdasarkan hasil analisis APKL, didapatkan tiga rangking besar yang
kemudian dilakukan analisis lanjutan yaitu dengan analisis USG yaitu:
1) Urgency : seberapa mendesak isu itu harus di bahas, dianalisis dan ditindak
lanjuti.
2) Seriousnes : seberapa serius isu itu harus dibahas, dikaitkan dengan akibat
yang ditimbulkan.
3) Growth : seberapa besar kemungkinan memburuknya isu tersebut jika tidak
ditangani sebagaimana mestinya.
Penilaian secara USG dilakukan dengan menggunakan nilai rentang nilai 1
sampai dengan 5, semakin tinggi nilai menunjukkan bahwa isu tersebut
sangat urgent dan sangat serius untuk segera ditangani. Secara lengkap
analisis penilaian kualitas isu dapat dilihat pada tabel di bawah ini

Tabel 1.2 Analisis Penilaian Isu dengan Metode USG


NO MASALAH (U) (S) (G) Total Rangking
1 Belum optimalnya penggunaan alat
pelindung diri petugas kesehatan di 4 5 4 13 2
Puskesmas Lanjut
2 Belum optimalnya tindakan 6 langkah cuci
tangan petugas kesehatan di Puskesmas 4 5 3 12 3
Lanjut
3 Belum terlaksananya pengkajian resiko
jatuh kepada pasien rawat jalan di 5 5 5 15 1
Puskesmas Lanjut

7
Analisis penilaian isu dengan metode USG memperlihatkan bahwa isu belum
terlaksananya pengkajian awal risiko jatuh kepada pasien rawat jalan di Puskesmas
Lanjut merupakan core issue yang utama dibahas dan dicarikan solusinya.
Pasien yang berobat mempunyai hak untuk mendapatkan asuhan keperawatan
yang nyaman melalui suatu sistem pengkajian yang dapat mencegah terjadinya
kejadian yang tidak diharapkan (KTD) dan pemberian edukasi merupakan salah
satu bagian dari pengelolaan hal yang berhubungan dengan risiko. Hal ini harus
segera dicarikan solusinya karena jika tidak segera maka akan timbul masalah
keselamatan pasien yang akan mempengaruhi mutu pelayanan Puskesmas.
C. RUMUSAN ISU
Berdasarkan hasil analisis menggunakan APKL dan USG dapat
disimpulkan bahwa yang menjadi core issue adalah belum terlaksananya
pengkajian risiko jatuh kepada pasien rawat jalan di Puskesmas Lanjut

D. IDENTIFIKASI SUMBER ISU


Program Keselamatan Pasien atau yang lebih terkenal dengan istilah Patient
Safety adalah suatu sistem dimana fasilitas kesehatan membuat asuhan pasien
menjadi lebih aman. Komponen-komponen yang termasuk di dalamnya adalah
pengkajian risiko, identifikasi dan pengelolan hal yang berhubungan dengan risiko
pasien, pelaporan dan analisa insiden, kemampuan belajar dari insiden, dan tindak
lanjutnya serta implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya risiko. Sistem
ini mencegah terjadinya cedera yang disebabkan oleh kesalahan akibat
melaksanakan suatu tindakan atau tidak mengambil tindakan yang seharusnya
diambil. mencakup keselamatan pasien dan peningkatan mutu pelayanan
Salah satu risiko yang mungkin timbul adalah pasien jatuh. Untuk
mengantisipasi dan mencegah terjadinya pasien jatuh dengan atau tanpa cidera
perlu dilakukan pengkajian di awal maupun kemudian pengkajian ulang secara
berkala mengenai risiko pasien jatuh. Namun kenyataannya pelaksanaan
pencegahan resiko jatuh ini belum maksimal dilakukan di Puskesmas Lanjut.
Pengkajian risiko jatuh ini seharusnya telah dapat dilaksanakan sejak pasien mulai
mendaftar, yaitu dengan menggunakan pengkajian skala jatuh. Untuk
mengoptimalkan pencegahan jatuh Peserta telah menetapkan Asesmen Resiko

8
Jatuh Time Up & Go sebagai instrumen yang paling tepat digunakan untuk
mengidentifikasi pasien yang berisiko jatuh di Puskesmas Rawat Jalan. Dengan
pengkajian inidapat ditentukan risiko jatuh dari pasien tersebut dan manajemen
pencegahan jatuh yang perlu dilakukan sesuai dengan standar prosedur operasional
Salah satu tugas perawat adalah mengkaji bahaya yang mengancam
keamanan klien dan lingkungan, dan selanjutnya melakukan intervensi yang
diperlukan. Dengan melakukan hal ini, maka perawat adalah orang yang berperan
aktif dalam usaha pencegahan penyakit, pemeliharaan kesehatan, dan peningkatan
kesehatan. Lingkungan klien mencakup semua faktor fisik dan psikososial yang
mempengaruhi atau berakibat terhadap kehidupan dan kelangsungan hidup klien.
Hal ini sangat sesuai dengan peran dan kedudukan ASN yaitu Pelayanan
Publik. Aparatur Sipil Negara merupakan penyelenggara pelayanan publik dituntut
untuk memberikan kinerja dengan produktivitas yang baik dalam memberikan
pelayanan, memberikan kualitas pelayanan yang baik dan prima, dimana Aparatur
Sipil Negara responsive serta responsibel dalam melakasanakan dan memberikan
pelayanan publik kepada masyarakat dan bertanggung jawab atau ada pertanggung
jawaban (akuntabel) terhadap tugas dan fungsinya serta hasil pencapaian yang telah
dilaksanakannya.

E. ANALISIS DAMPAK
Upaya pencegahan resiko jatuh yang belum optimal memiliki dampak yang
sangat luas baik dalam penilaian mutu puskesmas maupun dampak ke pasien itu
sendiri. dalam pelaksanaan program patient safety di fasilitas kesehatan, kejadian
pasien jatuh merupakan salah satu indikator berjalan tidaknya pelaksanaan program
ini. Bahkan dalam akreditasi upaya penanggulangan kejadian pasien jatuh di
fasilitas kesehatan mendapatkan perhatian khusus.
Sebagian besar cedera pada pasien terjadi karena jatuh. Dalam konteks ini
fasilitas kesehatan harus melakukan evaluasi risiko pasien terhadap jatuh dan segera
bertindak untuk mengurangi risiko terjatuh dan mengurangi risiko cedera akibat
jatuh.. Maka daripada itu peserta perlu melakukan strategi untuk upaya pencegahan
awal resiko jatuh dengan cara melakukan assessment resiko jatuh saat datang ke
Puskesmas.

9
F. RUANG LINGKUP
Ruang lingkup dalam aktualisasi nilai-nilai ASN ini adalah sesuai dengan
sasaran kinerja pegawai (SKP). Peserta sebagai seorang perawat yang bertugas
melakukan pengkajian keperawatan pada pasien, sebagai pelaksana case finding
serta melakukan kegiatan pencegahan masalah kesehatan. Selain SKP, peserta juga
melakukam aktualisasi yang bersifat kreativitas serta penugasan dari atasan. Hal ini
ada;ah sebagai penunjang dalam melakukan sasaran kinerja pegawai (SKP).
Adapun ruang lingkup tempat aktualisasi adalah pasien rawat jalan yang
berkunjung ke Puskesmas Lanjut.

G. LEMBAR KONFIRMASI ISU


Tabel 1.3 Persetujuan Coach dan Mentor
PERSETUJUAN COACH DAN MENTOR
COACH MENTOR

Maria Magdalena, S.ST, M.Keb Enny Rozanty


NIP 19810323 200501 2 001 NIP 19710719 199503 2 004

H. JUDUL AKTUALISASI
Upaya Peningkatan Patient Safety melalui Proses Pengkajian Risiko Jatuh
pada Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Lanjut

10
11
BAB II
PELAKSANAAN RANCANGAN AKTUALISASI

A. RANCANGAN AKTUALISASI
1. Unit Kerja
Puskesmas Lanjut Kecamatan Singkep Pesisir Kabupaten Lingga.
2. Identifikasi Isu
Belum terlaksananya pengkajian resiko jatuh pada pasien rawat jalan di
Puskesmas Lanjut, diambil sebagai isu utama setelah dilakukan identifikasi isu
dengan metode USG. Isu ini diambil sebagai langkah mengurangi resiko pasien
cedera karena jatuh selama berada di Puskesmas Lanjut. Kegiatan ini juga
merupakan perwujudan salah satu dari 6 sasaran keselamatan pasien di Rumah
sakit maupun Puskesmas dan salah satu perwujudan tata nilai puskesmas yang
mengedepankan keamanan bagi pasien.
Mengurangi resiko pasien jatuh dapat dilaksanakan dengan melakukan
pengkajian awal dan berkala. Dari pengkajian tersebut akan didapatkan skor yang
menunjukkan tingkatan resikonya. Melakukan penyuluhan kesehatan merupakan
salah satu wewenang perawat dalam pemberian asuhan keperawatan. Peran perawat
dalam kegiatan ini adalah sebagai edukator yang membantu pasien dan keluarga
untuk meningkatkan pengetahuannya terkait hal yang harus dilakukan selama
proses berlangsungnya perawatan pasien. Hal ini juga merupakan salah satu
pemenuhan hak pasien yaitu mendapatkan informasi terkait alternatif tindakan,
resiko dan komplikasi yang mungkin terjadi bila tindakan pencegahan tidak
dilaksanakan.
3. Isu yang Diangkat
Belum terlaksananya pengkajian awal risiko jatuh pada pasien rawat jalan di
Puskesmas Lanjut.
4. Gagasan Pemecahan Isu
Kegiatan pemecahan isu yang diangkat menggunakan tabel sebagai berikut:

12
Tabel 2.1 Jenis Kegiatan dan Sumber Kegiatan
NO JENIS KEGIATAN SUMBER KEGIATAN
1. Konsultasi rancangan aktualisasi kepada Kreativitas
penanggungjawab UKP dan Kepala Puskesmas
2. Analisis kondisi awal permasalahan SKP
3. Pembuatan format pengkajian resiko jatuh Kreativitas
yang sesuai
4. Pembuatan sop tentang pencegahan resiko Penugasan Pimpinan
jatuh dan penanganannya
5. Pembuatan media sosialisasi Video tentang Kreativitas
pencegahan resiko jatuh
6. Sosialisasi kepada seluruh staff Puskesmas SKP
bahwa sudah ada format pengkajian dan media
edukasi pencegahan pasien jatuh.
7. Pengaplikasian format pengkajian awal resiko SKP
jatuh dan Pemberian edukasi pencegahan
pasien jatuh pada pasien dan keluarga.

13
5. RANCANGAN KEGIATAN
Tabel 2.2 Rancangan Kegiatan
KONTRIBUSI TERHADAP PENGUATAN
KETERKAITAN SUBSTANSI
NO KEGIATAN TAHAPAN KEGIATAN OUTPUT/HASIL VISI DAN MISI NILAI
MATA PELATIHAN
ORGANISASI ORGANISASI
1 2 3 4 5 6 7
1 Konsultasi 1. Menyiapkan bahan yang Daftar kegiatan Menyiapkan bahan dengan teliti, Kegiatan ini mendukung visi Kegiatan ini
rancangan akan disampaikan aktualisasi jujur (Nasionalisme); Puskesmas Lanjut yaitu berkaitan dengan
aktualisasi kepada penanggung tanggungjawab, kerja keras,
mewujudkan Kecamatan nilai Puskesmas
kepada jawab UKP dan Kepala integritas, cermat (Akuntabilitas)
penanggungja Puskesmas Singkep Pesisir yang Sehat, Lanjut yaitu
wab UKP dan 2. Mengajukan Screenshoot Whatsup Mengajukan permohonan dengan didukung lingkungan dan professional dalam
Kepala permohonan jadwal yang menyatakan sopan, santun (etika publik); jujur
perilaku sehat dengan mutu bekerja dan
Puskesmas konsultasi kepada kesediaan konsultasi (nasionalisme)
penanggung jawab UKP melalui media pelayanan yang prima. Peserta bertanggungjawab ,
dan Kepala Puskesmas komunikasi berharap kegiatan ini dapat artinya peserta
3. Melakukan konsultasi Foto dan lembar Melakukan konsultasi dengan menciptakan lingkungan yang tanggap dengan
rancangan kegiatan dukungan yang di santun, hormat, sopan, ramah
aktualisasi kepada tandatangani oleh PJ (etika public); disiplin, tidak sehat maka akan didapati masukan yang
penanggungjawab UKP UKP dan Kepala memaksakan kehendak, jujur perilaku yang sehat. Dan diberikan atasan
dan Kepala Puskesmas Puskesmas (nasionalisme); transparansi, kegiatan ini juga mendukung dan melakukan
tanggungjawab, kejelasan
salah satu misi Puskesmas yaitu pekerjaan sesuai
(akuntabilitas)
meningkatkan pelayanan keahlian
kesehatan yang bermutu

14
KONTRIBUSI TERHADAP PENGUATAN
KETERKAITAN SUBSTANSI
NO KEGIATAN TAHAPAN KEGIATAN OUTPUT/HASIL VISI DAN MISI NILAI
MATA PELATIHAN
ORGANISASI ORGANISASI
2. Analisis 1. Mengumpulkan bahan Foto bahan dan data-data Mengumpulkan bahan dengan Kegiatan ini mendukung visi Kegiatan ini
kondisi awal dan dada-data yang diperlukan teliti, jujur (Nasionalisme); Puskesmas Lanjut yaitu berkaitan dengan

permasalahan permasalahan risiko tanggungjawab, kerja keras, mewujudkan Kecamatan nilai Puskesmas
integritas, cermat (Akuntabilitas) Singkep Pesisir yang Sehat, Lanjut yaitu Aman
risiko jatuh jatuh
didukung lingkungan dan artinya mencegah
2. membuat laporan hasil Laporan hasil analisis Membuat laporan hasil analisis
perilaku sehat dengan mutu resiko cedera akibat
analisis permasalahan resiko jatuh resiko jatuh dengan cermat, jujur
pelayanan yang prima. Peserta jatuh
risiko jatuh (nasionalisme) efektif, efisien,
ingin meningkatkan salah satu
kreatif, inovatif (komitmen mutu);
pelayanan prima yaitu mencegah
teliti, bertanggungjawab
resiko cedera akibat terjatuh
(akuntabiltas)
yang termasuk dalam indicator
3. melakukan konsultasi Foto dan lembar Konsultasi pada mentor dengan
sasaran patient safety
dan menyampaikan konsultasi yang transparan, jelas (akuntabilitas)
laporan pada pimpinan ditandatangani jujur (anti korupsi) sopan, santun,
menghargai (etika public);
terbuka dan berlapang dada
(nasionalisme)

15
KONTRIBUSI PENGUATAN
KETERKAITAN SUBSTANSI
NO KEGIATAN TAHAPAN KEGIATAN OUTPUT/HASIL TERHADAP VISI DAN NILAI
MATA PELATIHAN
MISI ORGANISASI ORGANISASI
3 Pembuatan 1. Mengumpulkan materi Foto bahan dan materi Mengumpulkan bahan materi dengan Kegiatan ini mendukung Kegiatan ini berkaitan
format untuk membuat format format pengkajian awal jujur dan teliti (nasionalisme); cermat, visi Puskesmas Lanjut dengan nilai
pengkajian pengkajian awal resiko resiko jatuh bertanggungjawab, konsisten, tepat, yaitu mewujudkan Puskesmas Lanjut
awal resiko jatuh akurat, berdayaguna (akuntabilitas) Kecamatan Singkep yaitu Aman artinya
jatuh yang 2. Membuat format Draf format pengkajian Membuat format pengkajian awal Pesisir yang Sehat, mencegah resiko
sesuai pengkajian awal resiko awal resiko jatuh resiko jatuh dengan cermat, jujur didukung lingkungan dan cedera akibat jatuh
jatuh (nasionalisme) efektif, efisien, kreatif, perilaku sehat dengan dengan melakukan
inovatif (komitmen mutu); teliti, mutu pelayanan yang pengkajian awal resiko
bertanggungjawab (akuntabiltas) prima. Peserta ingin jatuh
3. Melakukan konsultasi Foto dan notulen Konsultasi pada mentor dengan meningkatkan salah satu
tentang format konsultasi yang transparan, jelas (akuntabilitas) jujur pelayanan prima yaitu
pengkajian awal resiko ditandatangani (anti korupsi) sopan, santun, mencegah resiko cedera
jatuh yang sesuai menghargai (etika public); terbuka dan akibat terjatuh yang
berlapang dada (nasionalisme) termasuk dalam indicator
sasaran patient safety

4. Mencetak format Format pengkajian awal Mencetak format pengkajian awal


pengkajian awal resiko resiko jatuh resiko jatuh dengan jujur (anti korupsi),
jatuh efisien, efektif, kreatif, inovatif
(komitmen mutu) dan
bertanggungjawab (akuntabilitas)

16
KONTRIBUSI
KETERKAITAN TERHADAP VISI PENGUATAN NILAI
NO KEGIATAN TAHAPAN KEGIATAN OUTPUT/HASIL SUBSTANSI MATA
DAN MISI ORGANISASI
PELATIHAN
ORGANISASI
4 Pembuatan 1. Mencari referensi tentang Foto bahan dan materi Mencari referensi dengan Kegiatan ini Kegiatan ini berkaitan
standar pencegahan resiko jatuh dan resiko jatuh menggunakan internet, mendukung visi dengan nilai Puskesmas
operasional penanganannya memastikan sumber jelas, akurat,
Puskesmas Lanjut Lanjut yaitu Aman
prosedur (sop) cermat (akuntabiilitas)
tentang 2. Melakukan penyusunan SOP Draft SOP pencegahan Menyusun SOP dengan penuh yaitu mewujudkan artinya mencegah resiko
pencegahan pencegahan resiko jatuh dan resiko jatuh dan rasa tanggungjawab Kecamatan Singkep cedera akibat jatuh
resiko jatuh dan penanganannya penanganannya (Akuntabilitas) SOP
Pesisir yang Sehat, dengan melakukan
penanganannya menggunakan Bahasa Indonesia
yang baik dan benar didukung lingkungan pengkajian awal resiko
(Nasionalisme) dan perilaku sehat jatuh
3. Melaporkan hasil kepada Hardcopy draft SOP Bertemu dengan kepala dengan mutu
Kepala Puskesmas pencegahan risiko puskesmas dengan sopan dan
pelayanan yang prima.
jatuh dan ramah (etika public)
penanganannya Bertanggungjawab, Peserta berharap
disetujui. terintegrasi,dan konsisten kegiatan ini dapat
dengan sop yang telah dibuat menciptakan
dan melaksanakannya lingkungan yang sehat
(akuntabilitas)
maka akan didapati
perilaku yang sehat.

17
KONTRIBUSI PENGUATAN
KETERKAITAN
NO KEGIATAN TAHAPAN KEGIATAN OUTPUT/HASIL SUBSTANSI MATA TERHADAP VISI DAN NILAI
PELATIHAN MISI ORGANISASI ORGANISASI
5 Pembuatan 1. Membuat konsep pembuatan Foto Konsep scenario mempersiapkan materi Kegiatan ini mendukung Kegiatan ini
media sosialisasi video pencegahan resiko jatuh di kertas sosialisasi pembuatan video visi Puskesmas Lanjut yaitu berkaitan dengan
Video tentang dengan sungguh-sungguh, dan
mewujudkan Kecamatan nilai Puskesmas
pencegahan penuh tanggung jawab, teliti,
resiko jatuh cermat dan jelas (akuntabilitas) Singkep Pesisir yang Sehat, Lanjut yaitu
pemilihan media yang efektif, didukung lingkungan dan professional dan
efisien, inovasi (komitmen
perilaku sehat dengan mutu integrasi lintas
mutu)
2. Membuat video dengan Foto saat sedang Peserta membuat Media edukasi pelayanan yang prima. program dan lintas
menggunakan video maker pembuatan video yang efektif, efisien, inovatif Peserta ingin meningkatkan sector. Peserta
(komitmen mutu) media yang
salah satu pelayanan prima membuat video
bias dioertanggungjawabkan,
jelas dan tepercaya yaitu mencegah resiko untuk menjadi
(akuntabilitas cedera akibat terjatuh yang media edukasi bagi
3. Melakukan konsultasi video Foto dan notulen Konsultasi pada kepala termasuk dalam indicator masyarakat luas
yang telah dibuat ke kepala konsultasi yang puskesmasdengan transparan,
sasaran patient safety
puskesmas ditandatangani kepala jelas (akuntabilitas) jujur (anti
puskesmas korupsi) sopan, santun,
menghargai (etika public);
terbuka dan berlapang dada
(nasionalisme)

18
KONTRIBUSI
PENGUATAN
KETERKAITAN SUBSTANSI MATA TERHADAP VISI
NO KEGIATAN TAHAPAN KEGIATAN OUTPUT/HASIL NILAI
PELATIHAN DAN MISI
ORGANISASI
ORGANISASI
6. Sosialisasi 1. Menyiapkan alat yang Adanya bukti Menggunakan alat sosialisasi yang jelas dan Kegiatan ini Kegiatan ini
kepada dibutuhkan untuk powerpoint terpercaya (akuntabilitas) media sosialisasi mendukung visi berkaitan dengan
seluruh staff pertemuan sosialisasi yang digunakan efektif, efisien (komitmen Puskesmas Lanjut nilai Puskesmas
Puskesmas format pengkajian dan mutu) yaitu mewujudkan Lanjut yaitu Aman
Kecamatan Singkep artinya mencegah
bahwa sudah media edukasi
Pesisir yang Sehat, resiko cedera akibat
ada format pencegahan resiko jatuh
didukung lingkungan jatuh dengan
pengkajian 2. Membuat undangan dan Undangan Efektif dan Efisien dalam membuat undangan dan perilaku sehat melakukan
dan media mendistribusikan Screenshoot (komitmen mutu) memberikan undangan dengan mutu pengkajian awal
edukasi undangan sosialisasi penerima dengan sopan santun (etika public) pelayanan yang prima. resiko jatuh serta
pencegahan format pengkajian dan undangan Peserta berharap melakukan kerja
pasien jatuh. media edukasi kegiatan ini dapat sama tim yang
pencegahan pasien jatuh menciptakan professional dan
3. Melakukan sosialisasi Adanya bukti Mensosialisasikan, semangat kekeluargaan, lingkungan yang sehat bertanggungjawab
format pengkajian dan undangan, daftar persamaan persepsi dengan rekan kerja untuk maka akan didapati dalam
perilaku yang sehat. meningkatkan
media edukasi hadir, foto, melayani pasien , menggunakan bahasa
Misi yang terkait yaitu keselamatan pasien
pencegahan resiko jatuh notulen indonesia yang baik dan benar(nasionalisme)
melaksanakan dan
sopan, santun, beretika (etika publik) membuat meningkatkan
undangan dan absensi dengan jujur (anti pelayanan kesehatan
korupsi) yang bermutu, merata
dan terjangkau

19
KONTRIBUSI
KETERKAITAN SUBSTANSI PENGUATAN NILAI
NO KEGIATAN TAHAPAN KEGIATAN OUTPUT/HASIL TERHADAP VISI DAN
MATA PELATIHAN ORGANISASI
MISI ORGANISASI
7 Pengaplikasian 1. Melakukan pengkajian awal Lembar checklist Jujur dalam melakukan Kegiatan ini mendukung Kegiatan ini berkaitan
format resiko jatuh pada pasien Format pengkajian pengkajian, bekerja keras dan visi Puskesmas Lanjut yaitu dengan nilai Puskesmas
pengkajian awal yang datang ke puskesmas resiko jatuh tanggungjawab (anti korupsi) mewujudkan Kecamatan Lanjut yaitu Aman artinya
resiko jatuh dan Lanjut mengedepankan rasa Singkep Pesisir yang Sehat, mencegah resiko cedera
Pemberian kemanusiaan, tidak membeda- didukung lingkungan dan akibat jatuh dengan
edukasi bedakan pasien yang berkunjung perilaku sehat dengan mutu melakukan pengkajian
pencegahan (nasionalisme) pelayanan yang prima. awal resiko jatuh serta
pasien jatuh 2. Melakukan edukasi kepada Dokumentasi Foto Menyampaikan edukasi dengan Peserta ingin meningkatkan melakukan kerja sama tim
pada pasien dan pasien dengan resiko jatuh saat edukasi, foto sopan santun ramah, salah satu pelayanan prima yang professional dan
keluarga. daftar nama pasien bertanggungjawab kinerja kepada yaitu mencegah resiko bertanggungjawab dalam
yang beresiko dan publik (etika public) pengkajian cedera akibat terjatuh yang meningkatkan
lembar checklist yang efektif, efisien dan inovatif termasuk dalam indicator keselamatan pasien serta
pengkajian pasien (komitmen mutu) sasaran patient safety. Misi Ramah dalam
beresiko yang terkait adalah memberikan pelayanan
membangun kecamatan
3. Melakukan evaluasi Foto Lembar Format pengkajian efektif, efisien singkep pesisir yang
pengkajian awal resiko jatuh pengkajian disertai dan inovatif yang bertujuan berwawasan kesehatan
tanda tangan pasien mencegah resiko jatuh (komitmen dengan dilalukannya
mutu) tanggungjawab tindakan edukasi pencegahan pasien
dan kinerja kepada public, cepat jatuh
tepat dan akurat (etika public)

20
B. JADWAL KEGIATAN

Tabel 2.3 Jadwal Kegiatan

WAKTU
TAHAPAN OUTPUT/
NO KEGIATAN OKTOBER NOVEMBER
KEGIATAN HASIL
14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 Konsultasi Menyiapkan bahan Daftar kegiatan
rancangan yang akan disampaikan aktualisasi
aktualisasi kepada kepada penanggung
penanggungjawab jawab UKP dan Kepala
UKP dan Kepala Puskesmas
Puskesmas Mengajukan Screenshoot
permohonan jadwal Whatsup yang
konsultasi kepada menyatakan
penanggung jawab kesediaan
UKP dan Kepala konsultasi
Puskesmas melalui media
komunikasi
Melakukan konsultasi Foto dan
rancangan kegiatan lembar
aktualisasi kepada dukungan yang
penanggungjawab UKP di tandatangani
dan Kepala Puskesmas oleh PJ UKP
dan Kepala
Puskesmas

21
WAKTU
TAHAPAN OUTPUT/
NO KEGIATAN OKTOBER NOVEMBER
KEGIATAN HASIL
14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
2 Analisis kondisi Mengumpulkan Foto bahan dan
awal bahan dan dada-data data-data yang
permasalahan permasalahan risiko diperlukan
risiko jatuh jatuh

Membuat laporan Laporan hasil


hasil analisis analisis resiko
permasalahan risiko jatuh
jatuh

Melakukan Foto dan


konsultasi dan lembar
menyampaikan konsultasi
laporan pada yang
pimpinan ditandatangan
i
3 Pembuatan format Mengumpulkan materi Foto bahan dan
pengkajian awal untuk membuat format materi format
resiko jatuh yang pengkajian awal resiko pengkajian
sesuai jatuh awal resiko
jatuh

22
WAKTU
TAHAPAN OUTPUT/
NO KEGIATAN OKTOBER NOVEMBER
KEGIATAN HASIL
14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

Membuat format Draf format


pengkajian awal resiko pengkajian
jatuh awal resiko
jatuh
Melakukan konsultasi Foto dan
tentang format notulen
pengkajian awal resiko konsultasi yang
jatuh yang sesuai ditandatangani

Mencetak format Format


pengkajian awal resiko pengkajian
jatuh awal resiko
jatuh
4 Pembuatan standar Mencari referensi Foto bahan dan
operasional tentang pencegahan materi resiko
prosedur (sop) resiko jatuh dan jatuh
tentang penanganannya
pencegahan resiko
jatuh dan
penanganannya

23
WAKTU
TAHAPAN OUTPUT/
NO KEGIATAN OKTOBER NOVEMBER
KEGIATAN HASIL
14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
Melakukan penyusunan Draft SOP
SOP pencegahan resiko pencegahan
jatuh dan resiko jatuh
penanganannya dan
penanganannya
Melaporkan hasil Hardcopy
kepada Kepala draft SOP
Puskesmas pencegahan
risiko jatuh
dan
penangananny
a disetujui.
5 Pembuatan media Membuat konsep Foto Konsep
sosialisasi Video pembuatan video scenario di
tentang pencegahan resiko kertas
pencegahan resiko jatuh
jatuh Membuat video dengan Foto saat
menggunakan video sedang
maker pembuatan
video

24
WAKTU
TAHAPAN OUTPUT/
NO KEGIATAN OKTOBER NOVEMBER
KEGIATAN HASIL
14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
Melakukan konsultasi Foto dan
video yang telah dibuat notulen
ke kepala puskesmas konsultasi yang
untuk pengesahan ditandatangani
kepala
puskesmas
serta lembar
pengesahan
6 Sosialisasi Menyiapkan alat Adanya bukti
kepada seluruh yang dibutuhkan powerpoint
staff Puskesmas untuk pertemuan
bahwa sudah ada sosialisasi format
format pengkajian dan
pengkajian dan media edukasi
media edukasi pencegahan resiko
pencegahan jatuh
pasien jatuh.
Membuat undangan Undangan
dan mendistribusikan Screenshoot
undangan sosialisasi penerima
format pengkajian undangan
dan media edukasi

25
WAKTU
TAHAPAN OUTPUT/
NO KEGIATAN OKTOBER NOVEMBER
KEGIATAN HASIL
14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
pencegahan pasien
jatuh
Melakukan Adanya bukti
sosialisasi format undangan,
pengkajian dan daftar hadir,
media edukasi foto, notulen
pencegahan resiko
jatuh
7 Pengaplikasian Melakukan pengkajian Lembar
format pengkajian awal resiko jatuh pada checklist
awal resiko jatuh pasien yang datang ke Format
dan Pemberian puskesmas Lanjut pengkajian
edukasi resiko jatuh
pencegahan pasien
jatuh pada pasien
dan keluarga.

26
WAKTU
TAHAPAN OUTPUT/
NO KEGIATAN OKTOBER NOVEMBER
KEGIATAN HASIL
14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
Melakukan edukasi Dokumentasi
kepada pasien dengan Foto saat
resiko jatuh edukasi, foto
daftar nama
pasien yang
beresiko dan
lembar
checklist
pengkajian
pasien beresiko

Melakukan evaluasi Foto Lembar


pengkajian awal resiko pengkajian
jatuh disertai tanda
tangan pasien

KETERANGAN : HARI LIBUR


RENCANA KEGIATAN

27
C. CAPAIAN KEGIATAN

Tabel capaian kegiatan dapat dilihat dibawah ini:

Tabel 2.4 Capaian Kegiatan

Kegiatan / Tahapan Konsultasi rancangan aktualisasi kepada penanggungjawab


Kegiatan 1 UKP dan Kepala Puskesmas, dengan tahapan kegiatan sebagai
berikut:
1. Menyiapkan bahan yang akan disampaikan kepada
penanggung jawab UKP dan Kepala Puskesmas
2. Mengajukan permohonan jadwal konsultasi kepada
penanggung jawab UKP dan Kepala Puskesmas
3. Melakukan konsultasi rancangan kegiatan aktualisasi
kepada penanggungjawab UKP dan Kepala Puskesmas
Tanggal Pelaksanaan 21 Oktober s.d 24 0ktober 2019
Deskripsi Kegiatan Konsultasi rancangan aktualisasi kepada penanggungjawab
dan Teknik UKP dan Kepala Puskesmas dilakukan sebagai bentuk
Aktualisasi tanggungjawab dan rasa hormat kepada pemimpin. Kegiatan
ini bersumber dari kreativitas untuk memperoleh dukungan
Penerapan Nilai
dalam pelaksanaan aktualisasi. Konsultasi dilakukan dengan
Dasar ASN
penuh semangat, teliti, jujur, disiplin, tidak memaksakan
kehendak, sabar, bermusyawarah dalam menentukan waktu
pelaksanaan aktualisasi (Nasionalisme); tanggungjawab, kerja
keras, integritas, cermat, transparansi (Akuntabilitas); sopan,
santun, hormat, ramah (Etika Publik); menggunakan kata-kata
yang efektif, efisien, dan mudah dipahami (Komitmen Mutu);
dan konsultasi dilakukan tanpa mengganggu jadwal kegiatan
yang sudah ada dan tidak memaksa dengan memberikan
imbalan maupun ancaman (Anti Korupsi).
Kendala Waktu pelaksanaan kegiatan tidak sesuai dengan yang
dijadwalkan karena bertepatan dengan proses Akreditasi.
Puskemas Lanjut sedang dilakukan penilaian Akreditasi
oleh Tim Surveior dari Kemenkes. Sehingga kegiatan
harus mundur seminggu dari yang telah direncanakan.

28
Nilai-Nilai dasar Berdasarkan Teknik dan capaian aktualisasi yang
yang Relevan berhasil dilakukan bahwa pada kegiatan konsultasi
kepada penanggungjawab UKP dan Kepala Puskesmas
merupakan perwujudan nilai akuntabilitas, nasionalisme,
etika public, komitmen mutu dan anti korupsi
Kontribusi Terhadap Kegiatan ini mendukung visi Puskesmas Lanjut yaitu
Visi dan Misi mewujudkan Kecamatan Singkep Pesisir yang Sehat,
Organisasi didukung lingkungan dan perilaku sehat dengan mutu
pelayanan yang prima. Peserta berharap kegiatan ini dapat
menciptakan lingkungan yang sehat maka akan didapati
perilaku yang sehat. Dan kegiatan ini juga mendukung salah
satu misi Puskesmas yaitu meningkatkan pelayanan kesehatan
yang bermutu
Penguatan nilai-nilai Kegiatan ini berkaitan dengan nilai Puskesmas Lanjut yaitu
Organisasi profesional dalam bekerja dan bertanggungjawab , artinya
peserta tanggap dengan masukan yang diberikan atasan dan
melakukan pekerjaan sesuai keahlian
Output Lembar dukungan yang ditandatangani oleh
Penanggungjawab UKP dan Kepala Puskesmas
Manfaat / Hasil Manfaat dari konsultasi kepada penanggungjawab UKP
Capaian dan Kepala Puskesmas adalah:
1. Terjalinya hubungan yang baik antara staf dan atasan
2. Adanya kontribusi positif dari atasan terhadap
pelaksanaan Aktualisasi
3. Diharapkan dengan didapatnya persetujuan kegiatan
aktualisasi dapat dilaksanakan tanpa ada kendala.
Analisa dampak jika 1. Kepala puskesmas dan Penanggungjawab UKP tidak
nilai ANEKA tidak memberi dukungan penuh terhadap pelaksanaan
dilaksanakan aktualisasi
2. Sulitnya mendapatkan fasilitas dalam melaksanakan
kegiatan aktualisasi

29
Kegiatan / Tahapan Analisis kondisi awal permasalahan risiko jatuh dengan
Kegiatan 2 tahapan sebagai berikut :
1. Mengumpulkan bahan dan dada-data permasalahan risiko
jatuh
2. Membuat laporan hasil analisis permasalahan risiko jatuh
3. Melakukan konsultasi dan menyampaikan laporan pada
pimpinan
Tanggal Pelaksanaan 25 Oktober s.d 26 0ktober 2019
Deskripsi Kegiatan Analisis kondisi awal permasalahan risiko jatuh dilakukan
dan Teknik sebagai bentuk tanggungjawab dan komitmen mutu peserta
Aktualisasi untuk mengumpulkan faktor-faktor penyebab terjadinya risiko
jatuh di Puskesmas Lanjut. Sehingga dapat ditemukan
Penerapan Nilai
pemecahan dan solusi dari permasalahan yang ada.
Dasar ASN
Pengumpulan bahan dan data-data permasalahan awal risiko
jatuh dilakukan dengan dengan teliti, jujur (Nasionalisme);
tanggungjawab, kerja keras, integritas, cermat (Akuntabilitas)
lalu peserta membuat hasil analisis dari data-data yang ada
dengan cermat, jujur (nasionalisme) efektif, efisien, kreatif,
inovatif (komitmen mutu); teliti, bertanggungjawab
(akuntabiltas) serta dilakukan Konsultasi dengan penuh
semangat, teliti, jujur, disiplin, tidak memaksakan kehendak,
sabar, bermusyawarah dalam menentukan waktu pelaksanaan
aktualisasi (Nasionalisme); tanggungjawab, kerja keras,
integritas, cermat, transparansi (Akuntabilitas); sopan, santun,
hormat, ramah (Etika Publik).
Kendala Waktu pelaksanaan kegiatan tidak sesuai dengan yang
dijadwalkan karena bertepatan dengan proses Akreditasi.
Sehingga kegiatan harus mundur beberapa hari dari yang
telah direncanakan. Selain itu terjadi kesepakatan
beberapa perubahan jadwal dikarenakan bentrok dengan
kegiatan Puskesmas Lanjut lainnya.
Nilai-Nilai dasar Berdasarkan Teknik dan capaian aktualisasi yang
yang Relevan berhasil dilakukan bahwa pada kegiatan Analisis kondisi
awal permasalahan risiko jatuh merupakan perwujudan

30
nilai akuntabilitas, nasionalisme, etika public, komitmen
mutu dan anti korupsi
Kontribusi Terhadap Kegiatan ini mendukung visi Puskesmas Lanjut yaitu
Visi dan Misi mewujudkan Kecamatan Singkep Pesisir yang Sehat,
Organisasi didukung lingkungan dan perilaku sehat dengan mutu
pelayanan yang prima. Peserta ingin meningkatkan salah satu
pelayanan prima yaitu mencegah resiko cedera akibat terjatuh
yang termasuk dalam indicator sasaran patient safety
Penguatan nilai-nilai Kegiatan ini berkaitan dengan nilai Puskesmas Lanjut yaitu
Organisasi Aman artinya mencegah resiko cedera akibat jatuh. Analisis
yang peserta lakukan adalah pencegahan awal untuk melihat
sejauh mana risiko jatuh bisa terjadi sehingga dapat ditemukan
cara pencegahan lebih lanjut.
Output Laporan hasil analisis risiko jatuh
Manfaat / Hasil Manfaat dari Analisis kondisi awal permasalahan risiko
Capaian jatuh adalah:
1. Menemukan permasalahan-permasalahan yang
mendasari risiko jatuh.
2. Peserta dapat menentukan pencegahan awal untuk
meminimalkan risiko jatuh
Analisa dampak jika 1. Tidak akuratnya data dan permasalahan awal risiko
nilai ANEKA tidak jatuh yang ditemui
dilaksanakan 2. Sulitnya mendapatkan fasilitas dalam melaksanakan
kegiatan aktualisasi karena tidak mendapatkan
dukungan pimpinan

Kegiatan / Tahapan Pembuatan format pengkajian awal resiko jatuh yang sesuai
Kegiatan 3 dengan tahapan kegiatan sebagai berikut:
1. Mengumpulkan materi untuk membuat format pengkajian
awal resiko jatuh
2. Membuat format pengkajian awal resiko jatuh
3. Melakukan konsultasi tentang format pengkajian awal
resiko jatuh yang sesuai

31
4. Mencetak format pengkajian awal resiko jatuh
Tanggal Pelaksanaan 28 Oktober s.d 31 0ktober 2019
Deskripsi Kegiatan Pembuatan format pengkajian awal resiko jatuh yang sesuai
dan Teknik dilakukan sebagai bentuk tanggungjawab (akuntabilitas) dan
Aktualisasi kreativitas (komitmen mutu) peserta untuk dapat memilih
pengkajian yang sesuai dengan kondisi Puskesmas Lanjut agar
Penerapan Nilai
pengkajian dapat digunakan secara efektif dan efisien
Dasar ASN
(komitmen mutu). Dari banyaknya pengkajian risiko jatuh
yang sudah baku yang telah digunakan di seluruh pelayanan
kesehatan. Peserta berdiskusi dan bermusyawarah
(nasionalisme) dengan sopan santun, ramah tamah (etika
public) dengan pimpinan untuk menetapkan Pengkajian Get
up and go adalah pengkajian yang paling tepat digunakan di
puskesmas Lanjut.
Kendala Secara keseluruhan untuk membuat format pengkajian
risiko jatuh yang sesuai tidak terdapat kendala karena
format pengkajian risiko jatuh sudah banyak yang baku
sehingga tidak perlu diuji kevaliditasannya. Peserta
hanya memilih format yang sesuai dengan kondisi
Puskesmas Lanjut.
Nilai-Nilai dasar Berdasarkan Teknik dan capaian aktualisasi yang
yang Relevan berhasil dilakukan bahwa pada kegiatan Pembuatan format
pengkajian awal resiko jatuh yang sesuai merupakan
perwujudan nilai akuntabilitas, nasionalisme, etika
public dan komitmen mutu
Kontribusi Terhadap Kegiatan ini mendukung visi Puskesmas Lanjut yaitu
Visi dan Misi mewujudkan Kecamatan Singkep Pesisir yang Sehat,
Organisasi didukung lingkungan dan perilaku sehat dengan mutu
pelayanan yang prima. Peserta ingin meningkatkan salah satu
pelayanan prima yaitu mencegah resiko cedera akibat terjatuh
yang termasuk dalam indicator sasaran patient safety dengan
melalukan pengkajian awal risiko dengan menggunakan
format pengkajian risiko jatuh yang sudah ditentukan

32
Penguatan nilai-nilai Kegiatan ini berkaitan dengan nilai Puskesmas Lanjut yaitu
Organisasi Aman artinya mencegah resiko cedera akibat jatuh. Format
pengkajian risiko jatuh yang telah disepakati diharapkan dapat
mendeteksi dini pasien-pasien yang berisiko jatuh sehingga
KTD tidak terjadi.
Output Format pengkajian risiko jatuh Get Up and Go
Manfaat / Hasil Manfaat dari Pembuatan format pengkajian awal resiko jatuh
Capaian yang sesuai adalah:
1. Merupakan langkah awal pencegahan risiko jatuh
2. Memberikan perhatian khusus atau memprioritaskan
pasien yang berisiko untuk jatuh dibandingkan
dengan yang tidak memiliki risiko untuk jatuh dan
meminimalkan atau mencegah jumlah kejadian
pasien jatuh dan cedera
Analisa dampak jika 1. Tidak akuratnya Pengkajian Risiko Jatuh
nilai ANEKA tidak 2. Tidak dapat mendapatkan masukan dari pimpinan
dilaksanakan dalam pembuatan format pengkajian awal risiko jatuh
3. Format pengkajian risiko jatuh tidak dapat
dihabituasikan di Puskesmas Lanjut

Kegiatan / Tahapan Pembuatan standar operasional prosedur (sop) tentang


Kegiatan 4 pencegahan resiko jatuh dan penanganannya, dengan tahapan
kegiatan sebagai berikut:
1. Mencari referensi tentang pencegahan resiko jatuh dan
penanganannya
2. Melakukan penyusunan SOP pencegahan resiko jatuh dan
penanganannya
3. Melaporkan hasil kepada Kepala Puskesmas
Tanggal Pelaksanaan 21 Oktober s.d 24 0ktober 2019
Deskripsi Kegiatan Pembuatan standar operasional prosedur (sop) tentang
dan Teknik pencegahan resiko jatuh dan penanganannya dilakukan
Aktualisasi sebagai bentuk tanggungjawab dan rasa hormat kepada
pemimpin. Kegiatan ini bersumber dari kreativitas untuk

33
Penerapan Nilai memperoleh dukungan dalam pelaksanaan aktualisasi.
Dasar ASN Konsultasi dilakukan dengan penuh semangat, teliti, jujur,
disiplin, tidak memaksakan kehendak, sabar, bermusyawarah
dalam menentukan waktu pelaksanaan aktualisasi
(Nasionalisme); tanggungjawab, kerja keras, integritas,
cermat, transparansi (Akuntabilitas); sopan, santun, hormat,
ramah (Etika Publik); menggunakan kata-kata yang efektif,
efisien, dan mudah dipahami (Komitmen Mutu); dan
konsultasi dilakukan tanpa mengganggu jadwal kegiatan yang
sudah ada dan tidak memaksa dengan memberikan imbalan
maupun ancaman (Anti Korupsi).
Kendala Waktu pelaksanaan kegiatan tidak sesuai dengan yang
dijadwalkan karena bertepatan dengan proses Akreditasi.
Puskemas Lanjut sedang dilakukan penilaian Akreditasi
oleh Tim Surveior dari Kemenkes. Sehingga kegiatan
harus mundur seminggu dari yang telah direncanakan.
Nilai-Nilai dasar Berdasarkan Teknik dan capaian aktualisasi yang
yang Relevan berhasil dilakukan bahwa pada kegiatan konsultasi
kepada penanggungjawab UKP dan Kepala Puskesmas
merupakan perwujudan nilai akuntabilitas, nasionalisme,
etika public, komitmen mutu dan anti korupsi
Kontribusi Terhadap Kegiatan ini mendukung visi Puskesmas Lanjut yaitu
Visi dan Misi mewujudkan Kecamatan Singkep Pesisir yang Sehat,
Organisasi didukung lingkungan dan perilaku sehat dengan mutu
pelayanan yang prima. Peserta berharap kegiatan ini dapat
menciptakan lingkungan yang sehat maka akan didapati
perilaku yang sehat. Dan kegiatan ini juga mendukung salah
satu misi Puskesmas yaitu meningkatkan pelayanan kesehatan
yang bermutu
Penguatan nilai-nilai Kegiatan ini berkaitan dengan nilai Puskesmas Lanjut yaitu
Organisasi profesional dalam bekerja dan bertanggungjawab , artinya
peserta tanggap dengan masukan yang diberikan atasan dan
melakukan pekerjaan sesuai keahlian

34
Output Lembar dukungan yang ditandatangani oleh
Penanggungjawab UKP dan Kepala Puskesmas
Manfaat / Hasil Manfaat dari konsultasi kepada penanggungjawab UKP
Capaian dan Kepala Puskesmas adalah:
4. Terjalinya hubungan yang baik antara staf dan atasan
5. Adanya kontribusi positif dari atasan terhadap
pelaksanaan Aktualisasi
6. Diharapkan dengan didapatnya persetujuan kegiatan
aktualisasi dapat dilaksanakan tanpa ada kendala.
Analisa dampak jika 3. Kepala puskesmas dan Penanggungjawab UKP tidak
nilai ANEKA tidak memberi dukungan penuh terhadap pelaksanaan
dilaksanakan aktualisasi
4. Sulitnya mendapatkan fasilitas dalam melaksanakan
kegiatan aktualisasi

35
BAB III

PENUTUP

A. SIMPULAN
Program keselamatan pasien di fasilitas kesehatan atau lebih terkenal dengan
istilah patient safety adalah suatu sistem di mana rumah sakit maupun puskesmas
membuat asuhan pasien menjadi lebih aman. Komponen-komponen yang termasuk
di dalamnya adalah pengkajian resiko, identifikasi dan pengelolaan hal yang
berhubungan dengan risiko pasien, pelaporan dan tindak lanjutnya serta
implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya risiko.
Melakukan pengkajian pada pasien adalah salah satu tugas utama seorang
perawat. Pengkajian adalah tahap awal dan dasar dalam proses keperawatan. Serta
paling menentukan bagi tahap berikutnya. Kemampuan mengidentifikasi masalah
keperawatan yang terjadi harus dilakukan dengan teliti dan cermat, sehingga
seluruh kebutuhan perawatan pada pasien dapat diidentifikasi. Maka dari itu peran
perawat sangat penting bagi pelayanan publik di Puskesmas.
Kesadaran akan hal inilah yang mendasari peserta memilih permasalahan
belum adanya format pengkajian resiko jatuh di Puskesmas Lanjut menjadi prioritas
yang perlu ditangani. Pengkajian ini mencegah terjadinya cedera yang di sebabkan
oleh faktor lingkungan maupun faktor kondisi pasien tersebut, khususnya bagi
lansia dan anak umur kurang dari 2 tahun.
Dengan adanya fprmat pengkajian awal resiko jatuh ini, sebagai pencegahan
awal terjadinya resiko jatuh di puskesmas Lanjut. Sehingga kejadian tidak
diharapkan (KTD) di fasilitas pelayanan kesehatan tidak terjadi guna meningkatkan
mutu pelayanan yang prima.

B. SARAN
Mengacu pada rancangan aktualisasi yang peserta rencanakan, maka ada
beberapa saran, yaitu:

36
1. Bagi peserta diharapkan dalam pelaksanaan rancangan aktualisasi dapat
menerapkan nilai-nilai ASN (ANEKA). Sehingga nilai-nilai tersebut tidak
hanya menjadi knowledge bagi CPNS, tetapi sudah menjadi karakter yang
akan selalu diterapkan dalam melakukan aktivitas pelayanan publik
sehingga mampu memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat.
2. Bagi organisasi khususnya Kepala Puskesmas, Kepala UKP serta tim
pelayanan Puskesmas Lanjut diharapkan dapat mendukung rancangan
aktualisasi tersebut sehingga menjadi budaya yang melekat agar terjadi
peningkatan mutu pelayanan khususnya dalam program keselamatan pasien.
Serta dapat di habituasikan dengan seoptimal mungkin dengan menerapkan
nilai-nilai dasar ASN (ANEKA).

37
DAFTAR PUSTAKA

Lembaga Administrasi Negara. 2019. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS


Akuntabilitas. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2019. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS


Nasionalisme. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2019. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS Etika
Publik. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2019. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS Komitmen
Mutu. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2019. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS


Antikorupsi., Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2017a. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS


Manajemen ASN., Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2017b. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS Whole
of Goverment., Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2017c. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS


Pelayanan Publik., Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.

38
LAMPIRAN 1 : Profil Organisasi

PROFIL PUSKESMAS LANJUT

Puskesmas Lanjut yang terletak di Kecamatan Singkep Pesisir merupakan


salah satu Puskesmas Rawat Jalan di Kabupaten Lingga yang memiliki luas wilayah
daratan dan lautan mencapai 832,12 km2 dengan batas-batas wilayah meliputi :
a. Sebelah Utara : Berbatasan dengan Singkep barat
b. Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Singkep
c. Sebelah Barat : Berbatasan dengan Kecamatan Singkep Barat
d. Sebelah Timur : Berbatasan dengan Kecamatan Lingga

Wilayah kerja Puskesmas Lanjut terdiri dari 1 kecamatan yaitu Kecamatan


Singkep Pesisir. Kecamatan Singkep Pesisir dengan luas 9.562,32 km2, koordinat
bujur 1040 32' 29.505" E dan koordinat lintang 00 24' 04.196" S terdiri dari 6 desa
yaitu Desa Berindat, Desa Sedamai, Desa Lanjut, Desa Kote, Desa Persing dan
Desa Pelalak.

PETA WILAYAH KERJA PUSKESMAS LANJUT

Gambar 2.1
Peta Wilayah kerja Puskesmas Lanjut

39
VISI, MISI DAN MOTO PUSKESMAS LANJUT

A. VISI
“ Terwujudnya Kecamatan Singkep Pesisir Yang Sehat, Didukung Lingkungan
Dan Perilaku Sehat Dengan Pelayanan Yang Prima ”

B. MISI
Misi Puskesmas Lanjut
1) Menciptakan Kemandirian Masyarakat Untuk Hidup Sehat.
2) Melaksanakan dan Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Yang Yang Bermutu,
Merata dan Terjangkau.
3) Membangun Kecamatan Singkep Pesisir Yang Berwawasan Kesehatan.
4) Meningkatkan Promosi Kesehatan Dengan Memasyarakatkan PHBS dan
UKBM.
5) Pencegahan, Pemberantasan Penyakit Menular.
6) Terciptanya Sistem Jaminan Pembiayaan Kesehatan Bagi Masyarakat
Miskin.
7) Meningkatkan Koordinasi dan Kerjasama Lintas Program dan Lintas Sektor.

C. MOTTO
Motto Puskesmas Lanjut " BEKERJA SEPENUH HATI BERMUTU
DALAM PELAYANAN “ yang bermakna segala upaya pelayanan dilakukan
sepenuh hati , tulus dan ikhlas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat
dan mengembangkan program .Program kesehatan baik secara promotif, preventif,
kuratif dan rehabilitatif demi tercapainya derajat kesehatan yang optimal.

40
D. TATA NILAI
Tata Nilai Puskesmas Lanjut adalah “ PRIMA “

P PROFESIONAL Profesional dalam bekerja dan bertanggung jawab


R RAMAH Ramah dalam memberikan pelayanan

I INTEGRASI Integrasi dalam lintas program dan lintas sektor

Membudaya dalam memeberikan pelayanan senyum,


M MEMBUDAYA
salam dan sapa

A AMAN Aman untuk diri sendiri, pasien, dan masyarakat

41
LAMPIRAN 2 : Data Diri Peserta, Coach dan Mentor

1. Peserta
Nama : Ns. Cintari Juliandry, S.Kep
NIP : 19890718 201903 2 003
Tempat/ tgl lahir : Tanjungpinang, 18 Juli 1989
Jenis kelamin : Perempuan
Pangkat/Gol : Penata Muda/ IIIa
Jabatan : Perawat Ahli Pertama
Unit kerja : Puskesmas Lanjut
Instansi : Pemerintah Kabupaten.Lingga
Alamat : Jl Merak 1 Desa Tanjung Harapan, Dabo Singkep
No telp : 082225088009
Alamat email : ns.cintari.skep@gmail.com
Asal pendidikan : STIKes Alma Ata Yogyakarta

2. Coach
Nama : Maria Magdalena, S.ST, M.Keb
NIP : 19810323 200501 2 001
Jabatan : Widyaiswara Ahli Muda
Asal UPT : Bapelkes Batam
No. HP : 081321454423

3. Mentor
Nama : Enny Rozanty
NIP : 19710719 199503 2 004
Jabatan : Plt. Kepala Puskesmas Lanjut
Asal UPT : Puskesmas Lanjut
No. HP : 081364476466

42
43