Anda di halaman 1dari 20

PEMBENTUKAN KATA DAN DIKSI

Oleh:

Dr. H. Taufik Nurhadi, M.Pd.


Adakah kejanggalan
pemilihan kata pada
kalimat berikut 1. Ijazah Saudara harus dilegalisir
dahulu oleh Direktur.
2. Perbuatan maksiat sebaiknya tidak
usah dilokalisir.
3. Saya sanggup mengkoordinir
kegiatan itu.
4. Sukarno-Hatta memproklamirkan
negara Republik Indonesia.
5. Sebaiknya kejadian itu tidak terlalu
didramatisir agar masyarakat tidak
resah.
6. Kita perlu mengadakan komputerisasi di kantor kita
ini.
7. Agar desa kita tidak kekurangan air bersih kita
perlu mengadakan pompanisasi.
8. Turinisasi perlu diadakan di Dusun Menanggal.
9. Di sepanjang trotoar jalan itu berderet penjual
bubur kacang ijo.
10. "Pokoknya berjuanglah sekuat tenaga, jangan
berfikir yang macam-macam lagi," tandas Ketua
Umum PSSL
11. Hal itu dapat difahami sebab selama manusia masih
hidup, selama itu pula membutuhkan ciptaan, baik
bidang sastra, seni, teknik, dan sebagainya.
12. Kenapa semua itu dapat terjadi?
13. Belum lama ini, heboh diketemukan mayat terpotong
lima di Sukabumi, Jawa Barat.
14. Pustakawan harus menggantungkan informasi pada
para dosen, tetapi kalau para dosen pun tidak
mengetahui buku apa saja yang baru diterbitkan,
mereka tentunya tidak dapat mengajukan saran.
15. Karenanya, kegiatan pers mahasiswa mempunyai ciri
khas sebagai suatu kegiatan pers yang dikelola
mahasiswa yang merupakan bagian dari generasi muda.
16. Janganlah kita mengenyampingkan hal-hal yang kecil
karena justru dengan memperhatikan yang kecil-kecil
itulah, kita akhirnya akan meraih sukses yang besar.
17. Rumah ini akan dikontrakan.
18. Alasannya, yang penting ada kecocokkan di antara
kita.
19. Olahraga ini dilaksanakan secara perorangan atau
berkelompok, baik di rumah-rumah, lapangan, maupun
di halaman-halaman kantor.
20. Kekacauan di Srilangka akhir-akhir ini diduga akibat
sabotase kelompok oposisi yang ingin menggulingkan
pemerintah yang syah.
21. Para pejuang Mujahidin menolak himbauan
pemerintah Kabul yang didukung Uni Soviet.
22. Ruang tamu rumah Ny.H. Mar memang cukup rapih.
23. Tuan rumah mempersilahkan tamunya menunggu
sebentar karena ia akan mempersiapkan dahulu
surat-surat yang diperlukan.
24. Kegiatan penelitian kebahasaan di Indonesia
terujud dalam berbagai bentuk.
25. Selamat datang di Pondok Lestari pusat pertokoan
dan pemukiman ideal.
daripada
Saya tahu persis bahwa daerah kedungombo adalah basis
SEHARUSNYA:
daripada organisasi itu.
Saya tahu persis bahwa daerah kedungombo adalah basis
organisasi itu.

Keputusan daripada pemerintah tentang jenjang


kepangkatan guru sangat membesarkan hati kaum
pendidik Indonesia.

daripada ? kata depan untuk


menandai perbandingan
Buku ini lebih bagus daripada buku itu.
Daripada mencuri lebih baik meminta.
Kesalahan yang sering ditemukan dalam pemakaian
daripada :
1. kesalahan dalam hal ejaan, yaitu sering dipisahkan seperti
dari pada;
2. digunakan untuk menghubungkan predikat yang berupa
kata kerja transitif dengan objeknya;
3. kata perangkai daripada sering digunakan untuk
menyatukan hubungan milik karena pengaruh bahasa
Belanda dan Inggris.

Bagaimana menurut pendapat Saudara tentang frase berikut?


• amanat daripada Bapak Gubernur
• keinginan daripada segenap warga masyarakat
• harapan daripada kedua orang tuanya.
di mana, dalam mana, di dalam mana, dari
mana, yang mana
(1) The house where he lives is very lame.
(1a) Rumah di mana ia tinggal sangat luas
(2) Karmila opened the album in which she had kept her
new photograph.
(2a) Karmila membuka-buka album dalam mana ia
menyimpan foto terbarunya
(3) He opened the cupboard in which he had put the key
of his motorbik.
(3a) la membuka almari di dalam mana ia meletakkan kunci
sepeda motornya
(4) If I have no class, I stay at the small building from
where the sound of gamelan can be heard smoothly.
(4a) Bila tidak sekolah, saya tinggal di gedung kecil dari
mana suara gamelan yang lembut dapat terdengar.
(5) The tourism sector which is the economical back bone
of the country must always be intensified.
(5a) Sektor pariwisata yang mana merupakan tulang
punggung perekonomian negara harus senantiasa
ditingkatkan.
(6) Profesor Moeliono menciptakan suatu mekanisme kerja,
di mana para ahli bahasa di berbagai Universitas
diikutsertakan dalam kegiatan-kegiatan tertentu.
(7) Pemberian dana tidak mungkin memberikan bantuan
tanpa universitas di mana, pengusul bekerja memberikan
pembebasan waktu.
(8) Itulah rumah di mana terjadi pembunuhan yang kejam itu.
(9) Penggrebekan kedua lokasi perjudian itu dilakukan dalam
waktu yang hampir bersamaan, di mana sekitar pukul
21.30 sebuah tim serse Mabes Polri pertama bergerak
menuju ke sebuah komplek pertokoan Cendrawasih, Jalan
Pangeran Jayakarta.
(10) Masalah yanq mana sudah saya jelaskan tidak perlu
ditanyakan lagi.
(11) Pembunuhan tokoh yang terkemuka itu, hal mana patut
disesalkan.
PEMAKAIAN RAGAM CAKAPAN
Apakah ragam cakapan?
Ragam cakapan untuk menandai lazimnya kata itu
dipergunakan dalam ragam bukan baku.
Contoh:
kagak - tidak
belon - belum
betulin - memperbaiki
entar - nanti
cuman - hanya
Ragam bahasa: varian bahasa yang perbedaan bentuknya
ditentukan oleh rasa hati (mood) penutur dalam menanggapi
situasi bicaranya.
Pemakaian Ragam Cakapan
1. Dirut PAM bikin keputusan tanpa perhitungan matang.
Dirut PAM membuat keputusan tanpa perhitungan
matang.
2. Saya pernah bilang hal itu padamu.
Saya pernah mengatakan hal itu padamu.
3. Bagaimana caranya, upaya pengumpulan data dana dari
masyarakat ini didasari suatu itikad yang bisa dibilang
positif.
Bagaimana caranya, upaya pengumpulan data dana dari
masyarakat ini didasari suatu itikad yang bisa
dikatakan positif.
4. Ketika saya datang, dia lagi tidur.
Ketika saya datang, dia sedang tidur.
5. Karena berhasil memimpin anak asuhnya, ia dikasih
penghargaan dari pemerintah.
Karena berhasil memimpin anak asuhnya, ia diberi
penghargaan dari pemerintah.

Pelesapan pada Unsur dalam Frase yang Menjadi


Pasangan Idiomatik

Apakah pasangan idiomatik itu?

Pasangan idiomatik adalah pasangan yang harus selalu


hadir bersama-sama karena sudah tetap, padu, dan
senyawa.
Contoh:
sesuai dengan, berhubungan dengan,
seirama dengan, dll.
1. Banyak jalan di Sumbar rusak karena tak sesuai
konstruksi yang digariskan semula.
Banyak jalan di Sumbar rusak karena tak sesuai dengan
konstruksi yang digariskan semula.
2. Dalam perjalanan itu kami bertemu seorang pecinta alam.
Dalam perjalanan itu kami bertemu dengan seorang
pecinta alam.
3. Rasa prihatin ini saya sampaikan sehubunqan adanya
degradasi moral remaja kita yang semakin parah.
Rasa prihatin ini saya sampaikan sehubunqan dengan
adanya degradasi moral remaja kita yang semakin parah.
4. Para peserta pertemuan itu terdiri beberapa pakar dari
berbagai disiplin ilmu.
Para peserta pertemuan itu terdiri atas/dari beberapa
pakar dari berbagai disiplin ilmu.
Pemakaian frase yang unsur-
unsur tidak kolokatif
1. Selamat datang ke Taman Safari Indonesia.
Selamat datang di Taman Safari Indonesia.
2. Saya tiba ke Bank Indonesia Kebon Sirih tepat
pukul 8.00.
Saya tiba di Bank Indonesia Kebon Sirih tepat
pukul 8.00.

Keterangan
kata datang dan tiba berkolokasi dengan di, kecuali kalau konteks kalimatnya
menyiratkan waktu yang akan terjadi seperti akan datang ke; akan tiba ke
JAM ATAU WAKTU?

1. Pegawai itu selalu tiba di kantor tepat jam 8.00.


Pegawai itu selalu tiba di kantor tepat pukul 8.00.
2. Paman bekerja selama 7 jam setiap hari, yaitu jam
08.00 s.d. 15.00.
Paman bekerja selama 7 jam setiap hari, yaitu pukul
08.00 s.d. 15.00.

Keterangan
Pukul menunjukkan waktu; jam menunjukkan jangka waktu/ masa.
SUATU ATAU SESUATU ?

1. la mencari sesuatu benda di halaman rumahnya.


la mencari suatu benda di halaman rumahnya.
2. la mencari suatu di halaman rumahnya.
la mencari sesuatu di halaman rumahnya.

Keterangan
• Suatu (‘satu'; 'hanya satu‘) - harus diikuti kata benda karena kata
tersebut termasuk kata bilangan.
• Sesuatu (kata untuk menyatakan barang atau hal yang tidak tentu) -
tidak diikuti oleh kata benda karena kata tersebut menunjukkan
benda.
MASING-MASING ATAU TIAP-TIAP ?

1. Masing-masing kelompok terdiri atas tiga puluh orang.


Tiap-tiap kelompok terdiri atas tiga puluh orang.
2. Kelompok itu masing-masing terdiri atas tiga puluh orang.

Keterangan
Masing-masing - pronomina tak takrif, yaitu pronomina yang tidak
menunjuk pada orang atau benda tertentu.
Contoh: Masing-masing mengemukakan kesediaannya.
Contoh lain: sesuatu, seseorang
Pronomina takrif -- menggantikan nomina dan referennya jelas. Tiap-tiap
- numeralia dengan ciri
(1) mendampingi nomina dalam konstruksi sintaktis,
(2) mempunyai potensi untuk mendampingi numeralia lain,
(3) tidak dapat bergabung dengan kata tidak atau dengan kata sangat.
PEMAKAIAN KATA-KATA MUBAZIR

1. Banvak surat-surat yang masuk ke kantor redaksi.


2. Kajian ilmiahnya tidak hanva terbatas pada bahasa
Indonesia saia, tetapi juga pada bahasa-bahasa lain di
Nusantara dari bahasa nias di Pulau Mentawai sampai
bermacam ragam bahasa di Irian Jaya.
3. Pengalaman itu sangat menyenangkan sekali.
• Namun demikian, bangsa asing yang terkena pajak sesuai
dengan Raperda itu nantinya paling tidak menetap di Jakarta
selama lebih 90 hari.
(Namun demikian diganti namun atau walaupun demikian)
Namun demikian merupakan bentuk rancu antara kata namun dengan
walaupun demikian. Namun: 'tetapi'; walaupun = meskipun, kendatipun, dan
jika; demikian - kata untuk menunjukkan sesuatu yang sudah dibicarakan.