Anda di halaman 1dari 3

Pertanyaan PPT K3 kelompok 3

1. Apa yang menjadi kewajiban dan hak dari tenaga kerja berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan
kerja?

Jawab :

Seperti yang telah dijelaskan dalam pasal 12 UU No.1 tahun 1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan
Kerja, kewajiban dan hak tenaga kerja adalah sebagai berikut :

 Memberikan keterangan yang benar bila diminta oleh pegawai pengawas atau ahli keselamatan
kerja
 Memakai alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan
 Memenuhi dan mentaati semua syarat-syarat keselamatan dan kesehatan yang diwajibkan
 Meminta pada Pengurus agas dilaksanakan semua syarat keselamatan dan kesehatan yang
diwajibkan
 Menyatakan keberatan kerja pada pekerjaan di mana syarat keselamatan dan kesehatan kerja
serta alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan diragukan olehnya kecuali dalam hal-hal khusus
ditentukan lain oleh pegawai pengawas dalam batas-batas yang masih dapat dipertanggung-
jawabkan.

2. Apa saja kendala-kendala yang biasa dihadapi dalam pelaksanaan Perjanjian Kerja Bersama dalam hal
penerapan K3 dan bagaimna cara mengatasinya ?

Jawab :

 Pemahaman karyawan mengenai isi Perjanjian Kerja Bersama.


Cara mengatasi perlunya pembinaan atau koordinasi dan sosialisasi antara pengurus Serikat
Pekerja dengan para pekerja melalui musyawarah
 Penanganan keselamatan kerja tidak optimal
Cara mengatasi adalah apabila terjadi kecelakaan berarti tindakan pecegahan tidak berhasil,
maka pihak manajemen perusahaan mempunyai kesempatan untuk mempelajari apa yang salah.

 Kebijakan perusahaan yang tidak tegas.


Cara mengatasi adanya tindakan yang tegas apabila terjadi ketidakdisiplinan pegawai dalam
bekerja.

3. Jelaskan Persepsi Karyawan terhadap Pelaksanaan Program K3 !

Jawab :

Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan suatu sistem program yang dibuat bagi
pekerja maupun pengusaha sebagai upaya pencegahan (preventif) timbulnya kecelakaan dan penyakit
kerja akibat hubungan kerja dalam lingkungan kerja dengan cara mengenali hal-hal yang berpotensi
menimbulkan kecelakaan dan penyakit kerja akibat hubungan kerja, dan tindakan antisipatif bila terjadi
hal demikian.

4. Bagaimana jika terjadi pelanggaran terhadap UU Keselamatan dan Kesehatan Kerja misalnya
pengusaha tidak menyediakan alat keselamatan kerja atau perusahaan tidak memeriksakan kesehatan
dan kemampuan fisik pekerja?

Jawab :

Undang-undang ini memuat ancaman pidana kurungan paling lama 1 tahun atau pidana denda paling
banyak Rp. 15.000.000. (lima belas juta rupiah) bagi yang tidak menjalankan ketentuan undang-undang
tersebut.

5. Apa yang menjadi kewajiban dan hak dari tenaga kerja berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan
kerja?

Jawab :

Menurut pasal 12 UU No.1 tahun 1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja, kewajiban dan hak
tenaga kerja adalah sebagai berikut :

 Memberikan keterangan yang benar bila diminta oleh pegawai pengawas atau ahli keselamatan
kerja
 Memakai alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan
 Memenuhi dan mentaati semua syarat-syarat keselamatan dan kesehatan yang diwajibkan
 Meminta pada Pengurus agas dilaksanakan semua syarat keselamatan dan kesehatan yang
diwajibkan

 Menyatakan keberatan kerja pada pekerjaan di mana syarat keselamatan dan kesehatan kerja
serta alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan diragukan olehnya kecuali dalam hal-hal khusus
ditentukan lain oleh pegawai pengawas dalam batas-batas yang masih dapat dipertanggung-
jawabkan.

6. Bagaimana Perjanjian Kerja Bersama mengatur mengenai K3?

Jawab :

Dalam Perjanjian Kerja Bersama akan dikaji hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan upah,
keselamatan dan kesejahteraan karyawan. Perusahaan dan setiap pekerja harus sadar sepenuhnya
bahwa K3 adalah kewajiban dan tanggung jawab bersama. PKB biasanya akan mengatur mengenai hak
dan kewajiban dari para karyawan dalam hal K3 sebagai mana PKB juga akan mengatur mengenai hak
dan kewajiban perusahaan. Dalam Perjanjian Kerja Bersama juga tertulis sanksi-sanksi yang diberikan
apabila salah satu dari kedua belah pihak melanggar PKB.
7. Schuler dan Jackson (1999) mengatakan, apabila perusahaan dapat melaksanakan program
keselamatan dan kesehatan kerja dengan baik, maka perusahaan akan dapat memperoleh manfaat ?

Jawab :

 Meningkatkan produktivitas karena menurunnya jumlah hari kerja yang hilang.


 Meningkatnya efisiensi dan kualitas pekerja yang lebih komitmen.
 Menurunnya biaya-biaya kesehatan dan asuransi.
 Tingkat kompensasi pekerja dan pembayaran langsung yang lebih rendah karena menurunnya
pengajuan klaim.
 Fleksibilitas dan adaptabilitas yang lebih besar sebagai akibat dari partisipasi dan ras
kepemilikan.
 Rasio seleksi tenaga kerja yang lebih baik karena meningkatkan citra perusahaan.
 Perusahaan dapat meningkatkan keuntungannya secara substansial.

8. Jelaskan Penyebab terjadinya kecelakaan kerja beserta contohnya?

Jawab :

 Kecelakaan yang disebabkan oleh tindakan manusia yang tidak melakukan tindakan
penyelamatan. Contohnya, pakaian kerja, penggunaan peralatan pelindung diri, falsafah
perusahaan, dan lain-lain.
 Kecelakaan yang disebabkan oleh keadaan lingkungan kerja yang tidak aman. Contohnya,
penerangan, sirkulasi udara, temperatur, kebisingan, getaran, penggunaan indikator warna,
tanda peringatan, sistem upah, jadwal kerja, dan lain2.