Anda di halaman 1dari 26

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA

Tn. S DENGAN HIPERTENSI


DI WILAYAH BUGEN UTARA RT 01 RW 03

BANGETAYU KULON

A. PENGKAJIAN KELUARGA

1. IDENTITAS UMUM KELURGA

a. Identitas kepala keluarga

Nama : Tn.S

Umur : 63 tahun

Pendidikan : SMA

Pekerjaan : swasta

Alamat : Semarang

b. Komposisi keluarga

No Nama JK Hub Umur Pend Status Imunisasi


. BC Polio DPT Hepatitis Ca Ket
G 1 2 3 4 1 2 3 1 2 3 mpa
k
1 Tn. S L suami 63 SMA Tn. S
mengat
akan
tidak
menget
ahui
waktu
kecil
pernah
imunis
asi atau
tidak
2 Ny. B P Istri 60 SMA Ny. B
mengat
akan
tidak
menget
ahui
waktu
kecil
pernah
imunis
asi atau
tidak
3. Tn. J L anak 40 SD + + + + + + + + + + + + Lengk
ap

4. Tn.K L anak 35 Sma + + + + + + + + + + + + Lengk


ap

Tn.S L anak 30 Sma + + + + + + + + + + + + Lengk


5. ap
6. Ny.I P anak 28 SMA + + + + + + + + + + + + Lengk
ap

7. Ny.P P anak 25 SMA + + + + + + + + + + + + Lengk


ap

Keterangan :
 L : Laki-laki
 P : Perempuan
 KK : Kepala keluarga
 (-) : Tidak pernah
 (+) : Pernah

c. Status Imunisasi
Tidak ada
d. Genogram

X X X X

: Laki-laki : hubungan keluarga

: Perempuan : tinggal satu rumah

: Klien : Meninggal

e. Tipe keluarga

Tipe keluarga Tn. S adalah Keluarga usila : Keluarga yang terdiri dari suami istri

yang sudah tua dengan anak sudah memisahkan diri, dimana terdiri suami, dan

istri. Tn. S sebagai seorang istri dan seorang ibu. Tn. S mengatakan untuk

kebutuhan sandang dan pangannya cukup terpenuhi karena anak-anak nya

memberikan uang kepada orang tua nya. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan

oleh perawat pada saat observasi, status gizi dari seluruh anggota keluarga baik.

Hal tersebut ditandai dengan tidak adanya anggota keluarga yang mengalami

penyakit akibat kekurangan gizi.


f. Suku bangsa

Tn. S mengatakan suku bangsa Jawa - Indonesia

g. Agama dan kepercayaan yang mempengaruhi

Tn. S mengtakan beragama islam, keluarganya melaksanakan sholat 5 waktu dan

puasa.

h. Status sosial ekomomi keluarga

Tn. S saat ini tidak bekerja dan Ny. B tidak bekerja. Semua Anak-anak nya

membantu mencari nafkah di keluarga. Status ekonomi keluarga tergolong

sederhana. Menurut Tn. S penghasilan anaknya sudah mencukupi kebutuhan

sehari-sehari.

i. Aktivitas rekreasi keluarga atau waktu luang keluarga

Tn. S mengatakan jarang berekreasi dan hanya menghabiskan waktu luang

dirumah dengan menonton tv bersama suami dan cucu nya, terkadang juga

berbincang dengan tetangga untuk mengisi waktu luangnya.

2. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN

a. Tahap perkembangan keluarga saat ini

Keluarga Tn. S pada tahap perkembangan keluarga dengan anak dewasa yaitu

anak pertama sudah menikah dan sudah meniggalkan rumah.

b. Tahap perkembangan keluarga yang terpenuhi dan yang belum terpenuhi serta

kendalanya

Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi yaitu mempertahankan

kesehatan. Tn. S mempunyai riwayat HT dan saat ini sering mengeluh pusing dan
sudah dibawa ke puskesmas serta minta rujukan ke RS Karydi namun hanya

mengandalkan obat tanpa rajin olahraga

c. Riwayat kesehatan keluarga

1) Riwayat kesehatan KK

Tn. S mengalami sering pusing dan sulit tidur. Tn. S memiliki riwayat

hipertensi dan saat ini sering mengeluh pusing dan gliyengan saat berjalan.

d. Riwayat keluarga sebelumnya

Tn. S mengatakan dari keluarganya tidak megalami penyakit yang sama dengan

dirinya.

3. LINGKUNGAN

a. Karakteristik rumah

1) Denah Rumah

Jalan bugen rt 1/rw 3

2) Keterangan lokasi:

Rumah Tn. S di pinggir jalan dekat rel kereta di RT 01/ RW 03,

Data subyektif:

Tn. S mengatakan luas rumahnya 6 x 12 m klien mengatakan rumahnya

dibersihkan tiap hari dengan disapu ketika kotor


Data obyektif :

Rumah Tn. S terdiri dari 3 kamar tidur, 1 kamar mandi dan 1 dapur serta 1

ruang tamu, dan ruang nnton TV ventilasi di rumah Ny. M memadai dan

sering dibuka pada pagi hari. Lantai ruang tamu, kamar dan tempat sholat

beralas semen,bagian dapur beralas semen. Dinding rumah klien berupa batu

bata dan atap rumah tidak ada plafon. Tidak terlihat jentik nyamuk di tempat

penampungan yang ada di rumah klien dan pencahayaan di rumah klien

cukup.

b. Karakteristik tetangga dan komunitas RW

Lingkungan dimana keluarga Tn. S tinggal merupakan tempat hunian yang padat.

Jarak antara satu rumah dengan rumah yang lainnya 1 meter. Tn. S sering

mengikuti acara dalam desanya seperti pengajian,musyawarah bersama.

c. Mobilitas geografis keluarga

Sejak menikah, mereka sudah tinggal di lingkungan yang saat ini mereka tempati

dan tidak pernah pindah rumah.

d. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat

Tn. S mengatakan dirinya dan suaminya berinteraksi baik dengan tetangga.

e. Sistem pendukung keluarga

Tn. S mengatakan jika ada masalah selalu dirundingkan dengan keluarga.

Tetangga di sekitar keluarga Tn. S pun saling tolong menolong jika tetangganya

mengalami masalah.
4. STRUKTUR KELUARGA

a. Pola komunikasi yang digunakan

Tn. S mengatakan komunikasi di keluarganya berjalan dengan baik dan tidak ada

hambatan, setiap ada permasalahan selalu dikomunikasikan dengan baik.

b. Struktur kekuatan keluarga

Tn. S mengatakan jika ada masalah dikeluarganya di musyawarahkan terlebih

dulu dan saling memberi solusi, jadi keputusan bisa disepakati bersama

c. Struktur peran (formal dan informal)

 Formal

Tn. S mengatakan dirinya berperan sebagai bapak rumah tangga.

 Informal

Tn. S mengatakan sebagai suami dan orang tua.

d. Nilai dan norma keluarga

Di dalam lingkungan keluarga Tn. S selalu mengajarkan kepada anaknya tentang

tatakrama dan etika komunikasi dengan yang lebih tua , serta menanamkan nilai-

nilai agama dan perilaku jujur.

5. FUNGSI KELUARGA

a. Fungsi afektif

Tn. S sangat menyayangi istri dan anaknya serta saling menjaga satu sama lain.

Jika salah satu anggota keluarga ada yang mendapat masalah mereka saling

bercerita dan saling mendukung untuk menyelesaikan masalah tersebut. Antara

anggota yang satu dengan yang lainnya tidak ada kerenggangan dalam hubungan

kekeluargaan.
b. Fungsi sosial

Tn. S mengatakan dirinya dan istri sering mengikuti kegiatan-

kegiatan yang berada di lingkungan RT 01, setiap sebulan sekali mengikuti

pengajian dirumah-rumah warga secara bergiliran.

c. Fungsi perawatan keluarga

1. Tugas Keluarga Dalam Bidang Kesehatan masalah 1

a. Kemampuan keluarga penatalakanaan penyakit hipertensi

Tn. S mengatakan sudah sakit hipertensi sejak 10 bulan lalu. Namun

belum aktif mengikuti kegiatan prolanis di puskesmas dan jarang olahraga.

Keluarga juga mengatakan tahu Tn. S sakit dan sudah mengingatkan

makanannya harus dijaga

b. Kemampuan keluarga mengambil keputusan

Tn. S dan keluarga mengatakan jika dirinya maupun anggota keluarga

sedang tidak enak badan atau sakit langsung periksa ke dokter terdekat

atau puskesmas.

c. Kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang menderita

hipertensi keluarga mengatakan selalu mengingatkan Tn. S untuk minum

obat menjaga pola makan

d. Kemampuan keluarga dalam memodifikasi lingkungan

Keluarga mengatakan setiap hari membersihkan lingkungan tempat

tinggalnya. Saat observasi dilakukan tidak terdapat selokan di depan

rumah. Terdapat bak sampah yang ada di depan rumah. Tidak terdapat

jentik-jentik nyamuk di tempat penampungan air.


e. Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas kesehatan

Keluarga mengatakan bahwa apabila ada salah satu anggota keluarga yang

sakit maka akan segera dibawa periksa ke dokter terdekat atau ke

puskesmas.

6. KEBUTUHAN NUTRISI KELUARGA

Tn. S mengatakan untuk asupan makanan sehari-hari keluarganya adalah nasi, sayur,

dengan lauk pauk tapi bervariasi tiap harinya.

7. KEBIASAAN TIDUR, ISTIRAHAT DAN LATIHAN

Tn. S mengatakan tidur malamnya terganggu jika pusing, tidur mulai jam 10 dan

bangun jam 5 pagi lalu menjalankan sholat subuh. Jarang olahraga karena selalu

merasakan pusing dan gliyeng

8. FUNGSI REPRODUKSI

Tn. S mengatakan hubungan antar keluarganya terjalin dengan baik. Tn. S sekarang

dikaruniai 5 anak dan 8 cucu.

9. FUNGSI EKONOMI

Tn. S mengatakan dirinya tidak bekerja. Istri tidak dansemua anaknya bekerja.

10. STRESS DAN KOPING KELUARGA

a. Stresor jangka pendek dan panjang

Stressor jangka pendek yang dirasakan keluarga bersumber pada kondisi fisik Tn.

S ingin sehat dan makan semua makanan tanpa ada pantangan dan bisa berkumpul

dengan keluarga.
b. Kemampuan keluarga dalam merespon terhadap situasi dan stresor

Tn. S dan keluarga mengatakan apabila ada masalah yang dirasa berat maka akan

didiskusikan bersama-sama hungga ada solusi dengan tidak saling memaksakan

dan menyakiti satu sama lain. Ketika menghadapi masalah keluarga mencoba

untuk tenang dan berusaha mencari jalan keluarnya. Ketika terdapat anggota

keluarga yang sakit , keluarga akan membawa ke dokter atau puskesmas.

c. Strategi koping yang digunakan.

Tn. S mengatakan jika mengalami masalah maka akan mencari solusinya

bersama istri dan anaknya yang berada di sebelah rumah nya.

d. Strategi adaptasi disfungsional

Tn. S mengatakan tidak ada

11. PEMERIKSAAN FISIK

Pemeriksaan

fisik Anggota Keluarga

Ny.B Tn.S I (anak)

Tekanan darah 130/90 mmHg 140/90 mmHg 120/80 mmHg

Nadi 85 x/m 95x/menit 80x/menit

Suhu 36,8 °C 36°C 36,7°C

RR 20 x/m 22x/menit 20x/m

BB 50 kg 49kg 60 kg

TB 160 cm 150 cm 170 cm

Kepala Mesocephal Mesocephal Mesocephal


Rambut Hitam keputihan, Hitam keputihan, Hitam, bersih

penyebaran merata, bersih lurus, bersih

Kulit Warna sawo matang, tidak Warna sawo matang, Warna sawo matang,

ada lesi, turgor baik tidak ada lesi, turgor tidak ada lesi, turgor baik

baik

Mata Simetris, konjungtiva Simetris, Tidak Tidak anemis, tidak

tidak anemis, tidak anemis,tidak ikterik, ikterik

katarak, tidak ikterik tidak ada katarak

Hidung Bersih, tidak ada kotoran, Bersih, tidak ada Bersih, tidak ada kotoran,

tidak terdapat benjolan kotoran, tidak terdapat tidak terdapat benjolan

benjolan

Mulut & Bersih,tidak ada sariawan, Bersih tidak ada Bersih tidak ada sariawan

tenggorokan tidak berbau sariawan

Telinga Bersih, tidak ada serumen Bersih, tidak ada Bersih, tidak ada

serumen serumen

Leher Bersih,tidak ada Bersih,tidak ada Bersih,tidak ada

pembesaran thyroid dan pembesaran thyroid pembesaran thyroid dan

vena jugularis dan vena jugularis vena jugularis

Dada Simetris Simestris Simetris


Perut inspeksi : tidak ada lesi inspeksi : tidak ada inspeksi : tidak ada lesi

asuskultasi : bising usus lesi asuskultasi : bising usus

10xmenit asuskultasi : bising 10xmenit

palpasi : tidak teraba usus 10xmenit palpasi : tidak teraba

benjolan palpasi : tidak teraba benjolan

perkusi : tympani benjolan perkusi : tympani

perkusi : tympani

Eliminasi Sehari 1-3x Sehari 1- 2x Sehari 1- 2x

Bau khas, Bau khas, Bau khas,

Warna khas Warna khas Warna khas

Serta tidak cair. Serta tidak cair. Serta tidak cair.

Eksterimitas Tidak terdapat gangguan Tidak terdapat Tidak terdapat gangguan

terhadap ektremitas gangguan terhadap terhadap ektremitas

(normal) ektremitas (normal) (normal)

12. HARAPAN KELUARGA

Tn. S dan keluarga mengatakan bahwa saat ini hanya ingin keluarganya sehat, tidak

mengalami penyakit yang berbahaya, dan diberikan umur panjang sehingga bisa

berkumpul dengan anak cucunya.


B. ANALISA DATA

NO DATA FOKUS DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. DS: Ketidakefektifan pemeliharaan

kesehatan diri
Tn. S mengatakan mempunyai riwayat HT dan saat

ini sering mengeluh pusing dan sudah dibawa ke

puskesmas serta minta rujukan ke RS karyadi

namun hanya mengandalkan obat tanpa rajin

olahraga

DO:

150 cm

TD 140/90 mmHg

N 95x/menit

S 36°C

RR 22x/menit

pasien nampak tidak nyaman dengan kondisinya

2. DS: Kesiapan meningkatkan

manajemen kesehatan
- Tn. S dan keluarga mengatakan bahwa saat

ini hanya ingin keluarganya sehat, tidak

mengalami penyakit yang berbahaya, dan

diberikan umur panjang sehingga bisa


berkumpul dengan anak cucunya.

- Keluarga mengatakan bahwa apabila ada

salah satu anggota keluarga yang sakit maka

akan segera dibawa periksa ke dokter

terdekat atau ke puskesmas.

DO:

- Keluarga juga mengatakan tahu Tn. S sakit

dan sudah mengingatkan makanannya harus

dijaga

C. DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan diri

2. Kesiapan meningkatkan manajemen kesehatan


D. PRIORITAS MASALAH

Kriteria Skor Bobot Nilai Pembenaran

Diagnosa I: ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan diri(00099)

Sifat Masalah: (Aktual) 3 1 3/3x1= Seseorang dikatakan mempunyai penyakit

1 hipertensi dengan tanda-tanda sering

pusing dan sulit tidur.

Kemungkinan Masalah 2 2 2/2x2= 1. Tn. S mengatakan hanya lulusan SMA.

Untuk Diubah: (Sebagian) 1 2. Tn. S mengatakan penghasilan dari

uang anak nya perbulan selalu

mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Potensi Masalah Untuk 3 1 3/3x1= Meningkatkan pengetahuan kepada Tn. S

Dicegah: (Tinggi) 1 untuk merubah perilaku dan mampu

meningktkan kewaspadaan terkait penyakit

hipertensi

Menonjolnya Masalah: 1 1 1/2x1= 1. Tn. S periksa untuk menyembuhkan

(Masalah dirasakan tidak ½ pusingnya

harus ditangani) 2. Tn. S menganggap keluhan yang

dirasakan tidak begitu parah.

Total: 𝟑½

Diagnosa II: Kesiapan meningkatkan manajemen kesehatan (00162)


Sifat Masalah : (Aktual) 3 1 3/3x1= Tn. S ingin mengetahui lebih tentang

1 bagaimana mengobati dan mencegah

penyakit hipertensi.

Kemungkinan Masalah 1 2 1/2x2= Tn. S sudah menunjukkan sikap untuk

Untuk Diubah : 1 meningkatkan taraf kesehatan keluarganya

(Sebagian) hal ini dapat dilihat dari minat keluarga

yang mau menasehati Tn. S agar

mengontrol makan.

Potensi Masalah Untuk 2 1 2/3x1= Tn. S sangat antusias ketika diberikan

Dicegah : (Cukup) 2/3 penyuluhuan kesehatan dan cara menjaga

pola hidup untuk mengurangi hipertensi.

Menonjolnya Masalah : 1 1 2/2x1= Tn. S ingin mengetahui lebih tentang

(Masalah Dirasakan Tidak 1 bagaimana mengobati dan mencegah agar

Harus Ditangani) tidak sampai mengalami komplikasi

lainnya

Total: 3 1/6
E. INTERVENSI

Evaluasi
Dx.Kepera Tujuan
No. Tujuan Khusus Kriteri Intervensi
watan Umum Standart
a

1. Ketidakefe Setelah Kemampuan Afektif a. Pengertian hipertensi adalah 1. Beri

ktifan dilakukan keluarga dalam & tensi diatas 140 / 90 penyuluhan

pemelihara asuhan memelihara Verbal b. Penyebab hipertensi dari tentang

an keperawatan kesehatan yang genetik, pola hidup, pola penyakit

kesehatan selama 3x dapat terpenuhi makan hipertensi

diri pertemuan c. Tanda Gejala hipertensi 2. Melakukan

diharapkan pusing, susah tidur pemeriksaan

perilaku d. Cara penanganan dengan

kesehatan hipertensimengatur pola mengukur

dapat teratasi makan, gaya hidup tensi pada Tn.

e. Makanan yang tidak S

dianjurkan

makanan dengan kandungan

garam berlebih

Psikom hipertensi adalah tensi diatas 140

otor / 90

Afektif Memeriksakan diri kepelayanan

kesehatan
2. Kesiapan Setelah 1. Kemampua Afektif a. Mampu menghindari hal-hal 1) Ajarkan pola

meningkat dilakukan n keluarga yang dapat memicu hidup sehat

kan asuhan dalam munculnya masalah

manajemen keperawatan merawat kesehatan yang dialami

kesehatan selama 3x anggota

diri pertemuan yang sakit

(00162) diharapkan dapat

perilaku meningkat
2) Mengajak
kesehatan
Psikom b. Mengidenifikasi pola hidup klien untuk
dapat teratasi 2. Kemampua
otor sehat yang sudah diterapkan hangaround
n keluarga
dan
dalam
mengidentifik
mengenal
asi hal-hal apa
masalah
saja yang
kesehatan
sudah
dapat
ditemukan di
meningkat
rumah mereka

terkait

penerapan

pola hidup

sehat.
F. IMPLEMENTASI

Tgl/Jam Diagnosa Implementasi Respon Klien

Keperawatan

28-9-2019 ketidakefektifan 1. Melakukan 3. S: Tn. S

pemeliharaan pemeriksaan mengatakan mau di

kesehatan diri dengan TTV pada lakukan

pasien pemeriksaan tensi

O: TD: 140/90

mmHg, HR: 96x/m,

RR: 26x/m, T:

36,5°C

29-9-2019 ketidakefektifan 1. Melakukan 4. S: Tn. S

pemeilharaan pemeriksaan mengatakan

kesehatan diri tensi bersedia dilakukan

pemeriksaan tensi

O: TD: 130/85

mmHg, HR: 96x/m,

RR: 24x/m, T:

36,5°C
2. Melakukan

pendidikan
5. S: Tn. S
kesehatan
mengatakan
tentang penyakit
bersedia untuk
hipertensi
mendapat

pendidikan

kesehatan dari

perawat

6. O: Tn. S

dan keluarga

nampak

memperhatikan

perawat

30-09-2019 ketidakefektifan 1. Melakukan 7. S: Tn. S

pemeliharaan pemeriksaan tensi mengatakan mau

kesehatan diri diajarkan

pemeriksaan tensi

O: TD: 150/100

mmHg, HR: 89x/m,

RR: 24x/m, T:

36,5°C
01-10-19 kesiapan 1. Mengajarkan pola 8. S: Tn. S

meningkatkan hidup sehat dan keluarga

manajemen mengatakan

kesehatan bersedia diajarkan

cara pola hidup

sehat

9. O: Tn. S

dan keluarga tampak

memperhatikan

2. Mengajak pasien
10. S: Tn. S
menemukan hal-
dan keluarga
hal terkait pola
bersedia diajak
hidup sehat
diskusi terkait pola
dirumah
hidup sehat

11. O: Tn. S

dan keluarga

nampak antusias

ketika diajak diskusi


02-10-2019 kesiapan 1. Mengajarkan pola 12. S: Tn. S

meningkatkan hidup sehat 13.

menajemen dan keluarga

kesehatan mengatakan

bersedia diajarkan

cara pola hidup

sehat

14. O: Tn. S

dan keluarga tampak

memperhatikan

2. Mengajak pasien
15. S: Tn. S
menemukan hal-
dan keluarga
hal terkait pola
bersedia diajak
hidup sehat
diskusi terkait pola
dirumah
hidup sehat

16. O: Tn. S

dan keluarga

nampak antusias

ketika diajak diskusi

Resiko 1. Mengajarkan 17. S: Tn. S


ketidakstabilan pola hidup sehat dan keluarga

glukosa darah mengatakan

bersedia diajarkan

cara pola hidup

sehat

18. O: Tn. S

dan keluarga tampak

memperhatikan

2. Mengajak 19. S: Tn. S

pasien dan keluarga

menemukan hal- bersedia diajak

hal terkait pola diskusi terkait pola

hidup sehat hidup sehat

20. O: Tn. S

dan keluarga

nampak antusias

ketika diajak diskusi


G. EVALUASI

TGL/Jam Diagnosa Keperawatan Evaluasi

3-10-19 ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan diri 21. S: Tn. S

mengatakan agak

memahami apa yang

dijelaskan perawat

O: TD: 150/100 mmHg,

HR: 86x/m, RR: 24x/m, T:

36,5°C, Bpk. M tampak

bingung

A: masalah belum teratasi

P: lanjutkan intervensi

1. Berikan pendidikan

kesehatan tentang

hipertensi

Kesiapan meningkatkan manajemen 22. S: Tn. S

kesehatan mengatakan akan segera

kontrol ke puskesmas minta


rujukan ke RS

O: TD: 150/100 mmHg,

HR: 86x/m, RR: 24x/m, T:

36,5°C,.

A: masalah sudah teratasi

P: hentikan intervensi