Anda di halaman 1dari 6

NASKAH DRAMA RETENSIO PLASENTA

KELOMPOK 7

Nama Peran :

- Anita Kisda Sapitri sebagai Perawat Implemetasi 1


- Audya Pansela sebagai Narator
- Dedy Septiawan sebagai Suami
- Dwi Mutiara sebagai Perawat Implementasi 2
- Indah Tri Oktaviani sebagai Pasien
- Laura Yolanda Aribie sebagai Perawat Pengkajian

Seorang Ibu bernama Ny. Indah berusia 31tahun, pendidikan SMA, Alamat Plaju Jaya
Indahdatang ke IGD Rumah Sakit bersama suaminya. Ibu tersebut baru melahirkan secara normal di
bidan didekat rumahnya, namun setelah lebih dari 30 menit plasenta ibu tersebut belum keluar dari
rahimnya dan terjadi pendarahan. Bidan tempat dia melahirkan menyarankan untuk pergi ke Rumah
Sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Sesampai di IGD suami ibu indah, bapak deddy langsung mengatakan keadaan istrinya ke
perawat yang berjaga di IGD. Bapak Deddy berkata bahwa istrinya mengalami pendarahan karena
plasenta istrinya belum keluar. Perawat jaga langsung melakukan pemeriksaan Keadaan Umum,
TTV, Perdarahan, Kontraksi, dan langsung melaporkan keadaan ibu Indah ke Dokter yang
berjaga dan melakukan pemasangan infuse.
Bapak Dedi : Permisi, sus. Istri saya mengalami pendarahan setelah melahirkan,
sus. Karena plasentanya belum keluar sus. Sudah hampir 1 jam
setelah melahirkan tapi belum keluar. ( panik )

Perawat Laura : Baiklah pak, saya akan langsung melakukan pemeriksaan dan
melaporkan keadaan ibu ke Dokter yang berjaga. Bapak, silahkan
lakukan pendaftaran dulu, bila sudah bisa kembali lagi kesini pak.
Bpk Deddy : Baik, sus.

Perawat Laura melakukan pemeriksaan keadan Umum, TTV, Pendarahan, Kontraksi


dan pemasangan Infus terhadap Ibu Indah.

Perawat Laura : Ibu, kita tensi dulu sekalian pasang infus yah. Bagaimana bu
perasaannya ?
Ibu Indah : Iya, sus . Ini lemes, sama pusing sus. ( lemas )
Perawat Laura : Hmm, Baiklah Ibu, apakah perut ibu masih merasa sakit atau kram ?
Ibu Indah : Tidak terlalu terasa sakit lagi sus.
Perawat Laura : baiklah, bu. Saya nanti kembali lagi yah bu.

Setelah perawat Laura melakukan pemeriksaan didapatkan hasil pengkajian, yaitu KU


compos mentis lemah, TD 80/60 mmHg, nadi 100x/m, 18x/m, kontraksi lemah, dan
pendarahan >600ml. Dokter memberitahukan bahwa ibu Indah akan dilakukan tindakan
manual plasenta. Perawat Laura kemudian memberikan informen consent kepadasuami ibu
Indah untuk dilakukan persetujuan tindakan manual plasenta

Setelah dilakukan informed consent, ibu Indah langsung dibawa ke ruangan untuk
dilakukan Manual Plasenta. Setelah dilakukan tindakan, ibu Indah dibawa keruang rawat inap
Cempaka Khusus Kebidanan. Perawat yang bertugas langsung melakukan pengkajian
terhadap ibu Indah.

Perawat Laura : Assalamualaikum bu, saya perawat laura yang bertugas pada hari ini.
Saya disini akan melakukan pengkajian untuk menegakkan diagnosis.
Jadi, saya akan bertanya tentang keadaan ibu dan data diri ibu.
Ibu Indah : Iya silakan sus.
Perawat Laura : Nama lengkap Ibu siapa ?
Ibu Indah : Indah tri oktaviani. Umur 31 tahun
Perawat Laura : Bagaimana keluhan ibu saat ini ?

Ibu Indah : Pusing sus, apalagi kalo banyak gerak, dan berkurang kalo
diistirahatkan. Pusingnya kayak berkunang-kunang, sus.
Perawat Laura : Selain itu ?
Ibu Indah : ini sus, sakit di daerah selangkangan dan nyeri di bawah perut.

Perawat Laura : Baiklah, bu. Sebelumnya ibu pernah mengalami keadaan plasenta
belum keluar seperti ini?
Ibu Indah : ini pertama kalinya sus saya mengalami hal seperti ini.

Perawat Laura : ibu ada riwayat penyakit sebelumnya ? dan apakah dikeluarga ada
riwayat penyakit keturunan ?

Bapak Deddy : istri saya sebelumnya tidak ada penyakit serius yang pernah dialami,
dikeluarga juga tidak ada keluarga yang punya penyakit serius.

Perawat Laura : ini kelahiran anak keberapa pak? Apa sebelumnya ibu pernah
mengalami keguguran ?

Bapak Deddy : ini kelahiran anak ke tiga, alhamdullilah ibu tidak pernah mengalami
keguguran.
Perawat Laura : Baiklah bu, Kalau begitu saya cek keadaan fisik ibu dulu yah.
Ibu Indah : Iya sus, Silahkan.

Perawat Laura Menghitung TTV Ibu Indah. Dan didapatkan hasil ibu tampak
lemas, kesadaran compos mentis, TTV TD : 100/ 70 mmHg, N : 90 x/I, RR : 20 x/I,
T: 36,50 C. Perawat Laura lanjut melakukan pemeriksaan Head To Toe.
Perawat Laura : Ibu, saya lihat kelopak mata bawah ibu, ya.
Ibu Indah : Iya sus.

Perawat Laura memeriksa mata pasien dan didapatkan kan mata pasien
simetris dan, saat di periksa konjungtiva pasien didapatkan konjungtiva anemis.
Perawat Laura : Ibu, buka mulutnya yah.
Ibu Indah : Iya Sus.

Perawat Laura memeriksa bibir dan mulut ibu Indah dan didapatkan hasil bibir
pucat dan mukosa kering . Jumlah gigi 32 buah dan keadaan bersih. Dilanjutkan
dengan pemeriksaan ektermitas.
Perawat Laura : saya lihat tangannya dulu yah bu.
Ibu Indah : Iya, sus. Silahkan.

Perawat laura memeriksa kulit Ibu Indah. Didapatkan hasil kulit terasa dingin,
pucat, lembab karna keringat dan sianosis.
Perawat Laura : baiklah bu, terima kasih atas kerja samanya. Saya permisi dulu yah
bu.
Ibu Indah : iya, sus. Terima Kasih
Bapak Deddy : iya, sus. Terima Kasih juga.

1. DIAGNOSIS DAN INTERVENSI


Setelah melakukan pengkajian, perawat Laura kembali ke ruang perawat untuk
mendiskusikan diagnosis dan intervensi bersama perawat Anita dan Dwi.
Perawat Laura : saya sudah melakukan pengkajian terhadap Ibu Indah, ini hasilnya.
Perawat Dwi : dan juga ini hasil pemeriksaan Laboraturium atas nama Ibu Indah.
(memberikan kertas hasil Lab)

Perawat Anita : menurut hasil Lab dan Pengkajian yang dilakukan oleh Laura, sepertinya
Ibu Indah mengalami kekurangan volume cairan berhubungan dengan
pendarahan yang disebabkan oleh retensio plasenta, Hbnya juga rendah dan
ibunya mengeluh lemah. Intervensinya Kaji jumlah, tipe perdarahan.
Anjurkan melakukan tirah baring dengan kaki ditinggikan 20-30° dan tubuh
horizontal. Pantau masukan dan haluaran, perhatikan berat jenis urine dan
kolaborasi pemberian cairan IV. Bagaimana dengan diagnosa yang lain?

Perawat Dwi Dan juga disini ibunya mengeluh pusing kulit tampak terasa dingin dan
sianosis. Jadi, kita juga bisa mengankat diagnosa Gangguan perfusi
jaringan berhubungan dengan hipovolemia. Intervensi yaitu monitor TTV
setiap jam, Perhatikan tingkat kesadaran, Pantau kadar Ph.
Perawat Anita : Apakah ada lagi ?
Perawat Laura : Ibu indah juga mengatakan nyeri pada jalan lahir dan sakit perut pada
bagian bawah dan juga tampak gelisah. Jadi bisa juga diangkat diagnosis
Nyeri akut berhubungan dengan kontraksi otot rahim. Intervensi Kaji
sifat dan derajat nyeri, ajurkan penggunaan tehnik relaksasi, dan pemberian
kompres hangat.
Perawat Anita : Baiklah tidak ada masalah lain kan ?
Perawat Laura : Ya, tidak ada lagi.
Perawat Anita : Kalau begitu mari kita mulai melakukan tindakan.

2. IMPLEMENTASI
Setelah berdiskusi mengenai Diagnosis dan Intervensi para perawat pun mulai melakukan
implementasi.

Implementasi yang akan dilaksanakan berdasarkan diagnosa Kekurangan volume cairan


dikarenakan pendarahan Intervensinya Kaji jumlah, tipe perdarahan. Anjurkan melakukan
tirah baring dengan kaki ditinggikan 20-30° dan tubuh horizontal.Pantau masukan dan
haluaran, perhatikan berat jenis urine dan kolaborasi pemberian cairan IV

Perawat Anita : Permisi saya perawat Anita yang bertugas pada hari ini, dengan keluarga
ibu Indah?
Bapak Dedy : Iya sus
Perawat Anita : Apa keluhan Ibu saat ini?
Bapak Deddy : Ini sus, Ibunya masih merasa lemah

Perawat Anita : Iya itu mungkin dikarenakan hasil lab Hb darah ibu rendah kemarin karena
itu ibu mengalami kekurangan cairan akibat perdarahan, kemarin sudah
dipakaikan pembalutnya?
Ibu Indah : iya sus saya dari kemarin sudah memakai pembalut.
Perawat Anita : Ibu dalam sehari sudah berapa kali ganti?
Ibu Indah : saya sudah mengganti 3-4 kali dalam sehari sus.

Perawat Anita : (Melihat Dower Catheter menentukan tingkat pengeluaran urin dan jumlah
cairan yang sudah masuk) Baiklah bu, untuk mengganti cairan ibu, kami
akan memasang infus dengan cairan Asering.
Ibu Indah : Iya sus
Perawat Anita : Selain itu, ibu juga bisa meninggikan posisi kaki ibu saat tirah baring
dengan diganjal memakai bantal supaya mengurangi perdarahan. maaf ya bu,
saya tinggikan dulu posisi kaki nya.
Ibu Indah : Baik sus.
Perawat Anita : Baiklah saya permisi ya pak bu
Bapak deddy : Iya sus

Setelah dilakukan asuhan keperawatan pemasangan infus kepada pasien selama 1 x 24 jam,
didapatkan bahwa Klien mengatakan sudah tidak pusing,lemas dan kebutuhan cairan pada
tubuh pasien terpenuhi. Selanjutnya implementasi kedua Gangguan perfusi jaringan
berhubungan dengan hipovolemia. Intervensi yaitu monitor TTV setiap jam, Perhatikan
tingkat kesadaran, Pantau kadar Ph.

Perawat Anita : Permisi pak, bu. Bu kita cek TTV nya dulu yah maaf mengganggu
kenyamanannya bu karena kami akan memantau tanda tanda vital ibu setiap jam.
Ibu Indah : iya sus tidak apa

Perawat Anita : Apakah ibu bisa menggerakkan mata ibu? Lalu apakah ibu mendengar suara
saya dengan jelas? Dan apakah ibu bisa menggerakkan tangan ibu?

Ibu Indah : iya sus saya bisa dan saya mendengar dengan jelas (sambil mengedipkan
mata dan menggerakkan tangannya)

Perawat Anita : setelah ini akan dilakukan pengambilan darah untuk melakukan cek lab
mengenai analisa gas darah yang bertujuan untuk mengetahui kadar ph ibu apakah normal
atau tidak.
Ibu Indah : baik sus

Setelah dilakukan pemantauan TTv secara berkala, TTV klien sudah mulai stabil dengan
hasil TD : 110/80 mmHg, Nadi : 72 x/m, RR : 28 x/m, dan suhu : 36°C. Selanjutnya
dilakukan implementasi ketiga Nyeri akut berhubungan dengan kontraksi otot rahim dengan
melakukan Kaji sifat dan derajat nyeri, ajurkan penggunaan teknik relaksasi, pemberian
kompres hangat.
Perawat Dwi : Permisi bu saya perawat Dwi yg bertugas pada hari ini
Ibu Indah : Iya sus

Perawat Dwi : baiklah, sepertinya saya lihat dari tadi ibu seperti menahan nyeri, kalau
dimisalkan skala nyeri 1 sampai 10, berapa nyeri yang ibu rasakan?

Ibu Indah : iya sus ini saya nyeri di perut bagian bawah. nilainya 7 sus, saya tidak bisa
beraktifitas karena merasakan nyeri ini.

Perawat Dwi : baiklah ibu bisa melakukan teknik relaksasi seperti napas dalam, mari saya
ajarkan
Ibu Indah : iya sus

Perawat Dwi : ibu bisa ikuti intruksi saya, tarik napas dari hidung tahan 123 keluarkan
pelahan dari mulut, ulangi lagi bu tarik napas tahan 123 keluarkan secara
perlahan, sekali lagi bu tarik napas tahan 123 keluarkan perlahan dari mulut.
Nah bu ibu bisa mengikutinya
Ibu Indah : tarik napas dari hidung tahan 123 keluarkan pelahan dari mulut, tarik napas
tahan 123 keluarkan secara perlahan, sekali lagi tarik napas tahan 123
keluarkan perlahan dari mulut.
Perawat Dwi : baiklah bu, apakah sudah membaik?
Ibu Indah : Iya sus, sudah agak mendingan

Perawat Dwi : ibu bisa ulangi lagi apabila masih merasakan nyeri. Lalu untuk bapak,
bapak bisa membantu ibu mengalihkan rasa nyeri dengan membantu aktifitas
ibu atau juga bisa dengan membaca buku yang lucu agar ibu bisa lebih rileks
Perawat Anita : bagaimana apakah masih ada keluhan lain?
Ibu Indah : kondisi saya sudah lumayan mebaik sus, dan juga nyeri yang saya rasakan
juga berkurang menjadi skala 3.

Perawat Anita : Baiklah bu, selain relaksasi nafas dalam ibu juga bisa melakukan kompres
hangat pada bagian yang nyeri bisa dilakukan dengan kain bersih yang
direndam dalam air hangat ya bu, ibu bisa kompres sendiri ?
Ibu Indah : Iya sus nanti saya bisa kompres sendiri saja dengan bantuan suami saya.
Perawat Anita : Baiklah bu kalau begitu Saya permisi dulu ya pak bu.

Setelah dilakukan asuhan keperawatan relaksasi nafas dalam dan kompres hangat kepada
pasien selama 1 x 24 jam, didapatkan bahwa Klien mengatakan nyeri pada bagian perut
sudah berkurang.

3. EVALUASI
Setelah dilaksanakan implementasi selama beberapa hari didapatkan evaluasi akhir yaitu Ibu
Indah tidak terasa pusing dan lemas lagi, Nyeri berkurang dan masih perdarahan sedikit.
Perawat Anita : Baiklah bu, kondisi ibu saat ini sudah mulai membaik dan sudah bisa pulang.
Ibu Indah : Terimakasih ya sus atas bantuannya selama ini.
Bapak Deddy : Terimakasih sus.