Anda di halaman 1dari 14

KUR-02 / 16-07-2018

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : SMK Negeri 1 Wonoasri


Mata Pelajaran : Ipa Terapan
Kompetensi Keahlian : Tata Busana
Materi : Suhu Dan Kalor
Kelas / Semester : X / Ganjil
Tahun Pelajaran : 2019
Alokasi waktu : 9 JP (3 Pertemuan @45 menit)

I. Kompetensi Inti :
KD 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang
pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif
sesuai dengan bidang dan lingkup Simulasi dan Komunikasi Digital,
dan Dasar Bidang Pariwisata pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan
kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri
sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat
nasional, regional, dan internasional.
KD 4 : Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi,
dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah
sesuai dengan lingkup Simulasi dan Komunikasi Digital, dan Dasar
Bidang Pariwisata. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan
mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi
kerja Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji
secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif,
komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru,
membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah
konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah
pengawasan langsung.

II. Kompetensi Dasar


3.4 Menganalisis hubungan suhu dan kalor
4.4 Melakukan percobaan pengaruh kalor terhdap perubahan suhu,
wujud, bentuk benda di bidang pariwisata

III. Indikator Pencapaian Kompetensi


3.4.1 Mendeskripsikan suhu dan kalor
3.4.1 Menganalisis hubungan suhu dan kalor
3.4.3 Mengidentifikasi perpindahan kalor berupa konduksi, konveksi, dan
radiasi
4.4.1 Melakukan percobaan pengaruh kalor terhadap perubahan suhu,
wujud, dan bentuk benda di bidang pariwisata

IV. Tujuan Pembelajaran


Setelah melakukan melakukan pembelajaran dengan model discovery
learning siswa diharapkan mampu mendeskripsikan pengertian suhu dan kalor,
mampu menganalisis hubungan suhu dan kalor, mampu mengidentifikasi
perpindahan kalor berupa konduksi, konveksi, dan radiasi, serta mampu
melakukan percobaan perpidahan kalor berupa konduksi, konveksi, dan radiasi
dengan dengan rasa ingin tahu, tanggung jawab, disiplin selama proses
pembelajaran, bersikap jujur percaya diri serta memiliki sikap responsive
(berpikir kritis) dan proaktif (kreatif), serta mampu berkomunikasi dan bekerja
sama dengan baik.

V. Materi Pembelajaran
1. Hubungan kalor dan suhu
a. Kalor menyebabkan perubahan suhu
b. Kalor menyebabkan benda memuai
c. Kalor menyebabkan perubahan wujud benda

VI. Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran


1. Pendekatan : Saintifik
2. Model Pembelajaran : Discovery Learning
3. Metode Pembelajaran : Ceramah, Diskusi, Tanya Jawab

VII. Media, Alat Bahan, dan Sumber Belajar


1. Media : Papan Tulis
2. Alat Bahan : Spidol
3. Sumber belajar :
a. Buku paket IPA TERAPAN untuk SMK/MAK kelas X Bidang Keahlian
Pariwisata
b. Internet

VIII. Kegiatan Pembelajaran


Pertemuan Kedua
Alokasi
Kegiatan Langkah Model Deskripsi Kegiatan
Waktu
Pendahuluan  Guru membuka 20 menit
pembelajaran dengan
mengucapkan salam
 Guru menyapa dan
menanyakan kabar siswa
 Guru menunjuk salah satu
siswa untuk memimpin doa.
 Guru mengecek kehadiran
siswa

Menanya
Pemberian  Guru memberikan
Rangsangan aperpsepsi dengan
(Stimulating) bertanya kepada
peserta didik “apakah
kalian pernah
memperhatikan rel
kereta api? Rel kereta
api umumnya
dipasang renggang
pada tiap
sambunganya.
Mengapa demikian?”
 Peserta didik
menjawab pertanyaan
guru
 Guru menjelaskan
bahwa rel kereta api
dipasang renggang
pada tiap
sambungannya karena
rel kereta api terbuat
dari besi yang jika
terkena panas akan
mengalami pemuaian
(pertambahan
panjang)
 Guru menyampaikan
tujuan pembelajaran
hari ini
 Peserta didik
memperhatikan
penjelasan dari guru
Inti Identifikasi  Guru mengajukan 90 menit
Masalah pertanyaan yang
(Problem belum di konfirmasi
Statement) kebenarannya oleh
peserta didik?
a. Apakah semua
benda dapat
mengalami
pemuaian?
b. Sebutkan
contoh benda
dalam
kehidupan
sehari-hari yang
mengalami
pemuaian
panjang!
c. Apakah air juga
dapat
mengalami
pemuaian?
 Peserta didik
menjawab pertanyaan
dari guru
 Guru membagi siswa
menjadi 6 kelompok,
masing-masing
kelompok terdiri dari 5-
6 siswa.
 Guru memberi
stimulus dengan
membagikan LKS
tentang pemuaian.
 Guru membimbing
siswa dalam
berdiskusi jika
mengalami kesulitan.
1. Mengumpulkan informasi
 Guru meminta siswa
untuk menggali
Pengumpulan informasi tentang
Data pemuaian dari
(Data berbagai sumber
Collection) untuk menjawab
pertanyaan di LKS.
2. Mengolah informasi
Pengolahan  Siswa mengolah
Data informasi yang
(Data didapat dari
Processing) membaca sumber-
sumber tentang
pemuaian dengan
cara diskusi dengan
teman kelompoknya.
Pembuktian 3. Verifikasi hasil
(Verification)  Guru memberi
kesempatan siswa
untuk
mempresentasikan
hasil diskusi
 Guru membimbing
siswa
membandingkan
hasil diskusi untuk
memperoleh hasil
yang diharapkan.
 Siswa menyimpulkan
hasil diskusi.
 Guru memberikan
tanggapan dan
penguatan terhadap
kesimpulan hasil
diskusi siswa.
Penutup Menarik  guru mengajak peserta 25 menit
Kesimpulan didik untuk bersama-
Atau Refleksi sama menyimpulkan
(Generalization) tentang materi yang
telah di bahas pada
pertemuan hari ini
menggunakan peta
konsep.
 guru mengingatkan
peserta didik untuk
agenda pertemuan
selanjutnya yakni
tentang perpindahan
kalor dengan meminta
peserta didik untuk
membaca materi
perpindahan kalor
 guru menutup kegiatan
pembelajaran dengan
memimpin doa lalu
mengucapkan salam
 peserta didik
menjawab salam dari
guru

IX. Penilaian, Pembelajaran Remedial, dan Pengayaan


A. Teknik Penilaian
1. Penilaian spiritual melalui pengamatan
2. Penilaian sikap melalui pengamatan
3. Penilaian pengetahuan melalui tes tertulis
4. Penilaian keterampilan melalui presentasi
B. Instrumen Penilaian
1. Lembar penialaian spiritual (lampiran 2)
2. Lembar penilaian sikap (Lampiran 3)
3. Lembar penilaian pengetahuan (Lampiran 4; soal ulangan harian dan
penugasan kelompok)
4. Lembar penilaian keterampilan (Lampiran 5)
C. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan
1. Program remedial dilaksanakan bagi peserta didik yang belum
melampaui KKM
2. Program pengayaan dilaksanakan bagi peserta didik yang sudah
melampaui KKM

Wonoasri,

Guru Pamong, Mahasiswa Magang 3,

ERNI DWI HASTUTIK, S.Pd. SEPTIANA DEWI ANGGRAHINI


NIP 197602132008012008 NPM 16431009

Mengetahui,
Guru Koordinator Magang 3,

ARIF RAHMAN, S.Pd


NIP 19810801 200604 1 009
LAMPIRAN 2 : RUBRIK PENILAIAN SPIRITUAL

Skor Aspek
Skor
No Nama Siswa Pengamatan Nilai
Total
1 2 3
1
2
3
4
5

Keterangan Aspek:

1. Berdoa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu


2. Memelihara hubungan baik dengan sesama umat ciptaan Tuhan Yang Maha
Esa
3. Memberi salam pada saat awal dan akhir presentasi sesuai agama yang dianut

Keterangan Skor:

1–3 = kurang

4–6 = cukup

7–9 = baik

10 – 12 = sangat baik
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙
Nilai = 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑀𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚 𝑥 100
LAMPIRAN 3

Lembar Penilaian Sikap

a. Teknik Penilaian : Pengamatan


b. Bentuk Instrumen : Jurnal
No. Nama Siswa Hari/Tanggal Kejadian Butir Ket
Sikap
Lampiran 4

Penilaian Pengetahuan

INSTRUMEN PENILAIAN PENGETAHUAN

(Penugasan Kelompok)

Nama Kelompok : ______________________

Anggota Kelompok :

1. ______________________
2. ______________________
3. ______________________
4. ______________________

Bentuk Penugasan : Laporan hasil diskusi kelompok

Skor yang
No. Indikator diperoleh

3 2 1

1. Ketepatan waktu mengumpulkan tugas

2. Kerjasama dalam kelompok

3. Kerapian tugas yang dikumpulkan

4. Hasil diskusi kelompok

Keterangan Skor:

1–3 = kurang

4–6 = cukup

7–9 = baik

10 – 12 = sangat baik
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙
Nilai = 𝑥 100
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑀𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚
Lampiran 5
Penilaian Keterampilan
a. Teknik Penilaian : Kinerja/presentasi
b. Bentuk Instrumen : Lembar Penilaian Keterampilan
No kelompok Ketepatan Hasil Keaktifan Kerja skor
materi(25) Pengamatan (25) sama
(35) tim (25)

Kriteria Penilaian
𝒔𝒌𝒐𝒓 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒑𝒆𝒓𝒐𝒍𝒆𝒉
Nilai = X 100
𝒔𝒌𝒐𝒓 𝒎𝒂𝒌𝒔𝒊𝒎𝒖𝒎

𝒔𝒌𝒐𝒓 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒑𝒆𝒓𝒐𝒍𝒆𝒉


= X 100
𝟑𝟎
Lembar Kerja Siswa

Analisis dan diskusikan soal-soal dibawah ini!

1. Sebuah benda yang terbuat dari baja memiliki panjang 1000 cm. Berapakah
pertambahan panjang baja itu, jika terjadi perubahan suhu sebesar 50°C?

2. Pada suhu 30oC sebuah pelat besi luasnya 10 m2. Apabila suhunya dinaikkan
menjadi 90oC dan koefisien muai panjang besi sebesar 0,000012/ oC, maka tentukan
luas pelat besi tersebut!

3. Sebuah bejana memiliki volume 1 liter pada suhu 25 oC. Jika koefisien muai
panjang bejana 2 × 10-5/oC, maka tentukan volume bejana pada suhu 75oC!

4. Pada suhu 20oC, panjang kawat besi adalah 20 m. Berapakah panjang kawat besi
tersebut pada suhu 100oC jika koefisien muai panjang besi 1,1 × 10-5/oC?

5. Sekeping aluminium dengan panjang 40 cm dan lebar 30 cm dipanaskan dari


40oC sampai 140oC. Jika koefisien muai panjang aluminium tersebut (α) adalah
2,5 × 10-5 oC, tentuan luas keping aluminium setelah dipanaskan.

Kunci Jawaban:

1. Penyelesaian:

Diketahui :

L0 = 1000 cm

∆T = 50 °C

α = 12 × 10-6 °C-1 (lihat di tabel koefisien muai panjang)

Ditanyakan : ∆L = ...?

Jawab:

L = L0(1 + α∆T)

L = L0 + L0α∆T

L – L0 = L0α∆T

∆L = L0α∆T

∆L = 1000 × 12 × 10-6 × 50

∆L = 60 cm

Jadi, pertambahan panjang benda tersebut sebesar 60 cm.

2. Penyelesaian:
Diketahui:

A0 = 10 m2

T0 = 30oC

T = 90oC

∆T = T – T0 = 90 – 30 = 60oC

α = 0,000012/oC

β = 2α = 2 × 0,000012/oC = 0,000024/oC

Ditanyakan: A = …?

Jawab:

A = A0(1 + β × ∆T)

A = 10(1 + 0,000024 × 60)

A = 10(1 + 0,00144)

A = 10 × 1,00144

A = 10,0144 m2

Jadi, luas pelat besi setelah dipanaskan adalah 10,0144 m 2.

3. Penyelesaian:

Diketahui:

γ = 3α = 3 × 2 × 10-5/oC = 6 × 10-5/oC

∆T = 75oC – 25oC = 50oC

V0 = 1 L

Ditanyakan: V = …?

Jawab:

V = V0(1 + γ × ∆T)

V = 1(1 + 6 × 10-5 × 50)

V = 1(1 + 3 × 10-3)

V = 1(1 + 0,003)
V = 1 × 1,003

V = 1,003 liter

Jadi, volume bejana setelah dipanaskan adalah 1,003 liter.

4. Penyelesaian:

Diketahui:

T0 = 20oC

T = 100oC

L0 = 20 m

α = 1,1 × 10-5 C-1

Ditanyakan: L = …?

Jawab:

L = L0 [1 + α(T – T0)]

L = 20[1 + 1,1 × 10-5(100 – 20)]

L = 20[1 + 1,1 × 10-5(80)]

L = 20(1 + 8,8 × 10-4)

L = 20(1 + 0,00088)

L = 20(1,00088)

L = 20,0176 m

Jadi, panjang kawat besi tersebut pada suhu 100oC adalah 20,0176 m.

5. Penyelesaian:

Diketahui:

A0 = 40 cm × 30 cm = 1.200 cm2

β = 2α = 2(2,5 × 10-5 oC) = 5 × 10-5 oC

∆T = 140oC – 40oC = 100oC

Ditanyakan: A = …?

Jawab:

A = A0(1 + β∆T)
A = 1.200(1 + 5 × 10-5 × 100)

A = 1.200(1 + 5 × 10-3)

A = 1.200(1 + 0,005)

A = 1.200(1,005)

A = 1206 cm2

Jadi, luas penampang aluminium setelah dipanaskan adalah 1206 cm 2.