Anda di halaman 1dari 3

 Pasien berada pada posisi lithotomi

 Kenakan sarung tangan


 Persiapkan spekulum bi-valve yang sesuai, atur katub dan tuas sehingga spekulum
siap digunakan.
 Bila perlu beri lubrikasi
 Pisahkan labia dengan ujung jari telunjuk dan ibu jari tangan kiri dari sisi atas
 Spekulum bi-valve dalam keadaan tertutup dimasukkan vagina dalam posisi miring
menjauhi dinding vagina sebelah depan dan meatus urtehrae eksternus
 Setelah berada didalam vagina, spekulum diputar 900 dan diarahkan pada fornix
posterior
 Setelah mencapai fornix posterior, tuas spekulum ditekan sehingga spekulum terbuka
secara optimal (kedua bilah saling menjauh) dan portio terpapar dengan baik.
 Spekulum dikeluarkan pada posisi vertikal seperti pada saat dimasukkan. Setelah
melakukan pemeriksaan inspekulo

Tanner
Tahap I – rambut Vellos berkembang di daerah pubis, tidak melebihi dinding anterior. Tidak
ada rambut seksual. Usia kurang dari 11 tahun.3,4
• Tahap II – rambut berbulu halus yang jarang, panjang, berpigmen, lurus atau hanya sedikit
keriting, muncul. Rambut ini muncul di sepanjang labia. Tahap ini sulit dikuantitasikan jika
difoto hitam putih apalagi jika remaja tersebut berambut pirang. Usia 11-11,5 tahun.
• Tahap III – jauh lebih gelap, kasar, dan rambut seksual yang keriting muncul. Rambut
sekarang telah menyebar dengan jarang meliputi area persimpangan pubis. Usia 12 tahun.
• Tahap IV – Distribusi rambut sudah seperti pada orang dewasa dalam namun mengalami
jumlah totalnya masih lebih sedikit. Belum ada yang menyebar sampai permukaan medial
paha. Usia13 tahun
• Tahap V – Jumlah dan jenisnya sudah seperti orang dewasa serta tersebar membentuk
segitiga terbalik. Ada penyebaran di medial paja, tetapi tidak ada yang tumbuh lebih atas dari
dasar segitiga terbalik tersebut. Usia 14-15 tahun.
Pada wanita, bersamaan dengan munculnya rambut pubis, tumbuh juga rambut ketiak yang
dinyatakan dalam kode A1, A2, A3.5
Gangguan Menstruasi

Menstruasi dianggap normal jika terjadi antara 22-35 hari. Gangguan menstruasi paling
umum terjadi pada awal dan akhir masa reproduksi, yaitu di bawah usia 19 tahun dan di atas
usia 39 tahun. Gangguan ini mungkin berkaitan dengan lamanya siklus menstruasi, atau
jumlah dan lamanya menstruasi, seseorang wanitadapat mengalami kedua gangguan
tersebut.14
Menstruasi dapat datang dengan interval lebih dari 35 hari yang disebut dengan oligomenore,
jika menstruasi terjadi lebih dari 70 hari (tanpa ada kehamilan), dapat di diagnosis sebagai
amenore sekunder.
Diagnosis amenore primer di buat jika menstruasi belum mulai pada usia 16 tahun.
Menstruasi juga dapat terjadi dengan interval kurang dari 21 hari, yang disebut
epimenore atau polimenore.14
Jumlah dischargemenstruasi dapat bervariasi. Discharge menstruasi yang sedikit atau ringan
disebut hipomenore. Pengeluaran darah banyak disebut menoragia. Menoragia mungkin
terjadi disertai dengan suatu kondisi organik uterus, atau mungkin terjadi tanpa adanya
kelainan nyata pada uterus. Hal ini disebut dengan perdarahan uterus disfungsional.14
Pada gangguan siklus dan jumlah darah menstruasi, perdarahan terjadi dengan interval
yang tidak teratur, dan jumlah darah menstruasi sangat bervariasi. Pola menstruasi ini
disebut metoragia. Umumnya, hal ini menunjukkan kondisi lokal dalam uterus.14

Amenore dan Oligomenore


Amenore primer mungkin disebabkan oleh defek genetik seperti disgenetik gonad
yang biasanya mempunyai ciri seksual primer tidak berkembang. Kondisi ini
disebabkan oleh kelainan duktus mulleri, seperti tidak ada uterus, agenesis vagina,
septum vagina transversal, atau hymen imperforate. Pada kebanyakan kasus, tidak
terdapat kelainan dan wanita tersebut boleh berharap mendapatkan menstruasi pada
waktunya. Pada beberapa wanita dalam kelompok ini, terdapat gangguan makan atau terlalu
berat berolahraga.16Penyebab paling umum dari amenore sekunder adalah kehamilan, tetapi
keadaan ini dapat terjadi pada masa reproduksi dengan berbagai penyebab. Penyebab
amenore yang umum adalah penurunan berat badan, hiperprolaktinemia dan
prolactin-secretintumor, insensitivitas hipotalamus-hipofisis, sindrom ovarium polikistik
(SOP), dan gagal gonad primer (ovarium). Wanita yang mengalami gangguan makan,
terutama anoreksia nervosa, berhenti menstruasi, demikian juga wanita yang melakukan
olahraga secara kompulsif. Penyebab amenore adalah kegagalan hipotalamus
melepaskan gonadotropin releasing hormoneoleh kelenjar hipofisis, sehingga
selanjutnya menyebabkan jumlah estrogen yang disekresi ovarium sedikit.16

Menoragia
Menoragia dapat disebabkan oleh penyebab organik, tetapi pada kebanyakan kasus
adalah disfungsional atau disebabkan oleh perubahan endokrin atau pengaturan
endometrium lokal pada menstruasi. Penyebab organik antara lain mioma uteri,
terutama jika miomanya intramural atau submukosa dan mengubah rongga
endometrium, endometriosis interna difusa, polip endometrium, infeksi pelvis kronik
(penyakit peradangan pelvis), diskrasia darah, dan hipotiroidisme.17

Metroragia
Pada metroragia, jumlah perdarahan tidak teratur, tidak bersifat siklik dan sering
berlangsung lama. Keadaan ini biasanya disebabkan oleh kondisi patologik di dalam uterus
atau organ genitalia interna.