KONDUKSI
I. LANDASAN TEORI
Teori Sepotong besi dipanaskan pada salah satu ujungnya, dan ujung yang lainnya kita
pegang. Tidak lama kemudian tangan akan merasakan panas. Hal ini disebabkan kalor atau
panas dari api berpindh dari ujung besi yang dipanasi ke ujung besi yang dipegang. Pada
perpindahan kalor ini tidak ada bagian besi yang ikut berpindah. Konduksi panas hanya
terjadi jika terdapat perbedaan temperature. Pada sebagian zat konduksi merupakan akibat
perilaku kinetic zat. Laju konduksi pada suatu lempeng bahan tergantung pada empat besaran
yaitu:
1. Perbedaan temperature, makin besar perbedaan temperature makin cepat energy panas
berpindah
2. Ketebalan lempeng, makin tebal lempeng bahan makin pelan energy panas berpindah
3. Luas penampang, makin luas penampang makin cepat energy panas berpindah
II. TUJUAN
1. Tripot/penyangga 1 buah
1. Ambil empat bagian lilin/malam dan letakkan masing-masing di ujung logam pada
cakram konduksi
A. Percobaan Konduksi
Tabel 5.3. Pengamatan Terhadap Lilin
No. Jenis/Bahan Lilin mencair Llin mencair Lilin mencair Lilin mencair
pertama kedua ketiga keempat
1. Tembaga
2. Kuningan
3. Alumunium
4. Besi
VI. PEMBAHASAN
Kawat alumunium, besi, dan tembaga menerima jumlah kalor yang sama dari api lilin tetapi
daya hantar kalor ketiganya berbeda. Pemanasan pada ujung zat menyebabkan partikel-
partikel pada ujung itu bergetar lebih cepat dan suhunya naik, atau energi kinetiknya
bertambah. Partike-partikel yang energi kinetiknya lebih besar ini memberikan sebagian
energi kinetic kepada partikel tetangganya melalui tumbukan sehingga partikel-partikel ini
memiliki energi kinetic lebih besar. Demikian pemberian energi kinetik ke tetangganya terus
sampai mencapai ujung yang dingin (tidak dipanasi). Proses perpindahan kalor seperti ini
berlangsung lambat karena untuk memindahkan lebih banyak kalor dibutuhkan beda suhu
yang tinggi di antara kedua ujung. Dalam logam, kalor dipindahkan melalui elektron-
elektron bebas yang terdapat dalam struktur atom logam. Di tempat yang dipanaskan, energi
elektron-elektron bertambah besar. Oleh karena elektron bebas mudah berpindah,
pertambahan energi ini dengan cepat dapat diberikan ke elektron-elektron lain yang letaknya
berjauhan melalui tumbukan. Dengan cara ini kalor berpindah lebih cepat. Semua kawat yang
dipakai dalam praktikum ini memindahkan kalor dengan cara ini. Tembaga dapat melelehkan
lilin pertama kali kemudian disusul oleh alumunium, kuningan dan besi. Hal ini sesuai
dengan nilai konduktivitas logam, dimana logam yang mempunyai nilai konduktivitas yang
lebih tinggi dapat berperan sebagai konduktor yang baik. Dari percobaan tersbut dapat
diurutkan bahwa tembaga merupakan konduktor yang terbaik kemudian alumunium-
kuningan dan besi. Nilai konduktivitas logam dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
VII. KESIMPULAN
1. Kawat alumunium, besi, dan tembaga menerima jumlah kalor yang sama dari api lilin
tetapi daya hantar kalor ketiganya berbeda.
2. Berdasarkan percobaan ini maka kawat tembaga, besi, dan alumunium merupakan
konduktor karena dapat dengan mudah menghantarkan kalor.
3. Konduktor terbaik dari logam yang diuji cobakan adalah tembaga, dan konduktor yang
buruk adalah besi
4. Peristiwa perpindahan kalor dari yang logam yang panas keujung yang dingin sama
dengan peristiwa besi yang dipanaskan pada saat kita pegang salah satu ujungnya, dan yang
lain tidak lama kemudian tangan kita akan terasa panas.
1. Konduktor yang paling baik menghantarkan panas adalah tembaga, karena paling
cepat menghantarkan panas daripada yang lain.
2. Yang paling baik adalah tembaga, karena tembaga tidak akan berubah bentuk apabila
dipanaskan, sedangkan kayu akan mengalami berubah bentuk apabila dipanaskan,
sedangkan kayu akan mengalami perubahan bentuk bila dipanaskan.
Karena logam tersebut terdiri dari berbagai campuran yaitu besi, tembaga, seng, dan yang lai
yang mana logam-logam tersebut adalah logam penghantar panas.