Anda di halaman 1dari 18

LOGBOOK 8.

ASUHAN KEPERAWATAN DIABETES MELITUS KOMPLIKASI LUKA KAKI DIABETIK

Tujuan :
Pertemuan hari I
Setelah menyelesaikan modul ini, peserta didik diharapkan :
1. Mampu mengidentifikasi kata kunci pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi luka kaki
diabetik secara mandiri
2. Mampu mengidentifikasi masalah keperawatan pada kasus diabetes dengan komplikasi luka kaki
diabetik secara mandiri berdasarkan data subyektif dan data obyektif pada kasus
3. Mampu mendiskusikan masalah keperawatan pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi luka
kaki diabetik yang sudah diidentifikasi secara individu/mandiri untuk mencapai kesepahaman
kelompok
4. Mampu mengidentifikasi faktor penyebab masalah pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi
luka kaki diabetik
5. Mampu mendiskusikan faktor penyebab masalah pada kasus diabetes melitus tipe dengan
komplikasi luka kaki diabetik yang sudah diidentifikasi secara individu/mandiri untuk mencapai
kesepakatan kelompok
6. Mampu mengidentifikasi materi belajar pada kasus diabetes melitus tipe dengan komplikasi luka
kaki diabetik secara mandiri

Kasus 1
Ny. K, 51 tahun, pendidikan terakhir SMA, suku Jawa, Ibu rumah tanggaPasien mengatakan
memiliki luka di kaki kanan dan kiri tidak sembuh-sembuh. Riwayat luka 1 minggu sebelum
masuk rumah sakit (RS) kaki melepuh, waktu dipencet keluar cairan dan berbau. Di rumah luka
dirawat sendiri dengan cara dibersihkan menggunakan rivanol. Tetapi luka tidak kunjung
sembuh, luka bertambah luas, keluar nanah dan berbau. Klien memiliki kebiasaan
menghilangkan kapalan menggunakan gunting kuku. Kondisi luka sloughy ++, bau +, dasar luka
otot, nyeri (+) saat diganti balutan, skala nyeri 4.
Aktifitas 1
Review modul patofisiologi diabetes melitus dengan komplikasi luka kaki diabetik
Kaki diabetik terjadi diawali dengan adanya hiperglikemia yang menyebabkan gangguan saraf dan gangguan
aliran darah. Perubahan ini menyebabkan perubahan distrib usi tekanan pada telapak kaki, kerentanan terhadap
infeksi meluas sampai ke jaringan sekitarnya. Faktor aliran darah yang kurang membuat luka sulit untuk sembuh
dan jika terjadi ulkus, infeksi akan mudah sekali terjadi dan meluas ke jaringan yang lebih dalam bahkan sampai
ke tulang.(47-52)
1. Neuropati Diabetik
Neuropati diabetik adalah komplikasi kronis yang paling sering ditemukan pada pasien diabetes
melitus. Neuropati diabetik adalah gangguan metabolisme syaraf sebagai akibat dari hiperglikemia
kronis. Angka kejadian neuropati ini meningkat bersamaan dengan lamanya menderita penyakit
diabetes melitus dan bertambahnya usia penderita.
Tipe neuropati terbagi atas 3 (tiga) yaitu :
a. Neuropati sensorik
Kondisi pada neuropati sensorik yang terjadi adalah kerusakan saraf sensoris pertama kali
mengenai serabut akson yang paling panjang, yang menyebabkan distribusi stocking dan
gloves. Kerusakan pada serabut saraf tipe A akan menyebabkan kelainan propiseptif, sensasi
pada sentuhan ringan, tekanan, vibrasi dan persarafan motorik pada otot. Secara klinis akan
timbul gejala seperti kejang dan kelemahan otot kaki. Serabut saraf tipe C berperan dalam
analisis sensari nyeri dan suhu. Kerusakan pada saraf ini akan menyebabkan kehilangan
sensasi protektif. Ambang nyeri akan meningkat dan menyebabkan trauma berulang pada
kaki. Neuropati perifer dapat dideteksi dengan hilangnya sensasi terhadap 10 g nylon
monofilament pada 2-3 tempat pada kaki. Selain dengan 10 g nylon monofilament, dapat juga
menggunakan biothesiometer dan Tunning Fork untuk mengukur getaran.
b. Neuropati motorik
Neuropati motorik terjadi karena demyelinisasi serabut saraf dan kerusakan motor end plate.
Serabut saraf motorik bagian distal yang paling sering terkena dan menimbulkan atropi dan
otot-otot intrinsik kaki. Atropi dari otot intraosseus menyebabkan kolaps dari arcus kaki.
Metatarsal-phalangeal joint kehilangan stabilitas saat melangkah. Hal ini menyebabkan
gangguan distribusi tekanan kaki saat melangkah dan dapat menyebabkan kallus pada
bagian-bagian kaki dengan tekanan terbesar. Jaringan di bawah kalus akan mengalami
iskemia dan nekrosis yang selanjutnya akan menyebabkan ulkus. Neuropati motorik
menyebabkan kelainan anatomi kaki berupa claw toe, hammer toe, dan lesi pada nervus
peroneus lateral yang menyebabkan foot drop. Neuropati motorik ini dapat diukur dengan
menggunakan pressure mat atau platform untuk mengukur tekanan pada plantar kaki.
c. Neuropati otonom
Neuropati otonom menyebabkan keringat berkurang sehingga kaki menjadi kering. Kaki yang
kering sangat berisiko untuk pecah dan terbentuk fisura pada kalus. Neuropati otonom juga
menyebabkan gangguan pada saraf-saraf yang mengontrol distribusi arteri- vena sehingga
menimbulkan arteriolar-venular shunting. Hal ini menyebabkan distribusi darah ke kaki
menurun sehingga terjadi iskemi pada kaki, keadaan ini mudah dikenali dengan terlihatnya
distensi vena- vena pada kaki.
2. Kelainan Vaskuler
Penyakit Arteri Perifer (PAP) adalah salah satu komplikasi makrovaskular dari diabetes melitus.
Penyakit arteri perifer ini disebabkan karena dinding arteri banyak menumpuk plaque yang terdiri
dari deposit platelet, sel-sel otot polos, lemak, kolesterol dan kalsium. PAP pada penderita
diabetes berbeda dari yang bukan diabetes melitus. PAP pada pasien diabetes melitus terjadi
lebih dini dan cepat mengalami perburukan. Pembuluh darah yang sering terkena adalah arteri
tibialis dan arteri peroneus serta percabangannya. Risiko untuk terjadinya kelainan vaskuler pada
penderita diabetes adalah usia, lama menderita diabetes, genetik, merokok, hipertensi,
dislipidemia, hiperglikemia, obesitas. Pasien diabetes melitus yang mengalami penyempitan
pembuluh darah biasanya ada gejala, tetapi kadang juga tanpa gejala, sebagian lain dengan
gejala iskemik, yaitu :
a. Intermitten Caudication
Nyeri dan kram pada betis yang timbul saat berjalan dan hilang saat berhenti berjalan, tanpa
harus duduk. Gejala ini muncul jika Ankle- Brachial Index < 0,75.
b. Kaki terasa dingin
c. Nyeri
Terjadi karena iskemi dari serabut saraf, diperberat dengan panas, aktivitas, dan elevasi
tungkai dan berkurang dengan berdiri atau kaki menggantung.
d. Nyeri iskemia nokturnal
Terjadi malam hari karena perfusi ke tungkai bawah berkurang sehingga terjadi neuritis
iskemik.
e. Pulsasi arteri tidak teraba
f. Pengisian vena yang terlambat setelah elevasi tungkai dan Capillary Refilling Time (CRT)
yang memanjang
g. Atropi jaringan subkutan
h. Kulit terlihat licin dan berkilat
i. Rambut di kaki dan ibu jari menghilang
j. Kuku menebal, rapuh, sering dengan infeksi jamur
3. Infeksi
Infeksi dapat dibagi menjadi tiga yaitu superfisial dan lokal, selulitis dan osteomyelitis. Infeksi akut
pada penderita yang belum mendapatkan antibiotik biasanya monomikrobial sedangkan pasien
dengan ulkus kronis, gangrene dan osteomyelitis bersifat polimikrobial. Kuman yang paling sering
dijumpai pada infeksi ringan adalah Staphylococcus Aereus dan streptococcal serta isolation of
Methycillin-resstant Staphyalococcus aereus (MRSA). Jika penderita sudah mendapat antibiotik
sebelumnya atau pada ulkus kronis, biasanya dijumpai juga bakteri batang gram negatif
(Enterobactericeae, enterococcus, dan pseudomonas aeruginosa ).
Mekanisme kejadian kaki diabetik tergambar pada gambar 2.14 dibawah ini :
Aktifitas 2
Identifikasi kata kunci dan data tambahan yang diperlukan pada kasus diabetes melitus dengan
komplikasi luka kaki diabetiksecara mandiri
Kata Kunci :
1. Luka di kaki kanan dan kiri
2. 1 minggu sebelum MRS kaki melepuh, ketika di pencet keluar cairan berbau
3. Saat dirumah luka di bersihkan dengan Rivanol, tapi luka tidak sembuh
4. Kebiasaan klien membersihkan kapalan dengan gunting kuku
5. Slought ++ (Banyak)
6. Bau +
7. Dasar luka otot
8. Nyeri (skala 4) ketika diganti balutan

Data tambahan :
1. Berapa lama mengidap DM
2. Adakah keturunan DM
3. Penyebab luka
4. Kontrol glikemik atau pengendalian glukosa darah pada penderita
5. Pola hidup
6. Medikasi terakhir
7. Managemen diabetes dan kepatuhan terhadap diet
8. Olahraga dan obat-obatan
9. Obesitas
10. Hipertensi
11. Riwayat Trauma Pada Kaki
12. Riwayat Amputasi Pada Kaki
13. Pengetahuan klien dan keluarga tentang DM dengan komplikasi ulkus DM

Aktifitas 3
Diskusikan kata kunci dan data tambahan untuk rumusan masalah bersama kelompok

Kata Kunci :
1. Luka di kaki kanan dan kiri
2. 1 minggu sebelum MRS kaki melepuh, ketika di pencet keluar cairan berbau
3. Saat dirumah luka di bersihkan dengan Rivanol, tapi luka tidak sembuh
4. Kebiasaan klien membersihkan kapalan dengan gunting kuku
5. Slought ++ (Banyak)
6. Bau +
7. Dasar luka otot
8. Nyeri (skala 4) ketika diganti balutan

Data tambahan :
1. Berapa lama mengidap DM
2. Adakah keturunan DM
3. Penyebab luka
4. Kontrol glikemik atau pengendalian glukosa darah pada penderita
5. Pola hidup
6. Medikasi terakhir
7. Managemen diabetes dan kepatuhan terhadap diet
8. Olahraga dan obat-obatan
9. Obesitas
10. Hipertensi
11. Riwayat Trauma Pada Kaki
12. Riwayat Amputasi Pada Kaki
13. Pengetahuan klien dan keluarga tentang DM dengan komplikasi ulkus DM

Aktiftas 4
Identifikasi masalah keperawatan pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi luka kaki
diabetiksecara mandiri berdasarkan data subyektif dan data obyektif pada kasus
1. Gangguan integritas jaringan

DS : - Luka di kaki kanan dan kiri


- minggu sebelum MRS kaki melepuh, ketika di pencet keluar cairan berbau
- Saat dirumah luka di bersihkan dengan Rivanol, tapi luka tidak sembuh
- Nyeri (skala 4) ketika diganti balutan

DO : - Slought ++ (Banyak)
- Bau +
- Dasar luka otot
2. Nyeri Akut

DS : - Luka di kaki kanan dan kiri


- Nyeri (skala 4) ketika diganti balutan

DO : - Slought ++ (Banyak)
- Bau +
- Dasar luka otot

3. Perfusi Perifer Tidak efektif

DS : - Luka di kaki kanan dan kiri


- minggu sebelum MRS kaki melepuh, ketika di pencet keluar cairan berbau

DO : - Slought ++ (Banyak)
- Bau +
- Dasar luka otot

4. Gangguan Mobilitas Fisik

DS : - Luka di kaki kanan dan kiri


- minggu sebelum MRS kaki melepuh, ketika di pencet keluar cairan berbau
- Nyeri (skala 4) ketika diganti balutan

DO : - Slought ++ (Banyak)
- Bau +
- Dasar luka otot

5. Defisit Pengetahuan

DS : - Saat dirumah luka di bersihkan dengan Rivanol, tapi luka tidak sembuh
- Kebiasaan klien membersihkan kapalan dengan gunting kuku
- Umur 51 Tahun
- Pendidikan SMA

DO : - Slought ++ (Banyak)
- Bau +
- Dasar luka otot

6.Risiko Infeksi

DS : - Luka di kaki kanan dan kiri


- minggu sebelum MRS kaki melepuh, ketika di pencet keluar cairan berbau
- Saat dirumah luka di bersihkan dengan Rivanol, tapi luka tidak sembuh
- Kebiasaan klien membersihkan kapalan dengan gunting kuku

DO : - Slought ++ (Banyak)
- Bau +
- Dasar luka otot
Aktifitas 5
Diskusikan masalah keperawatan pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi luka kaki diabetik
yang sudah diidentifikasi oleh individu/mandiri untuk mencapai kesepakatan kelompok

Aktifitas 4
identifikasi faktor penyebab masalah pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi luka kaki diabetik
1. Gangguan integritas jaringan, akibat terjadinya iskemik jaringan pada bagian ekstermitas dan
adanyaLuka di kaki kanan dan kiri klien sehingga menyebabkan kerusakan pada kulit dan
jaringan
2. Nyeri Akut, disebabkan oleh agen pencidera fisiologis yaitukarena adanya luka pada kaki
kanan dan kiri klien
3. Perfusi Perifer Tidak efektif, pada kondisi hiperglikemia maka vikositas/ kekentalan darah
akan meningkat yang menyebabkan aliran darah akan melambat sehingga terjadi iskemik
jaringan dan penurunan aliran arteri dan vena di kaki
4. Gangguan mobilitas fisik, terjadi karena adanya luka pada kaki kanan dan kiri klien yang
menyebabkan kerusakan integritas jaringan pada bagian ekstermitas sehingga adanya
keterbatasan dalam gerak fisik klien
5. Defisit Pengetahuan, terjadi akibat klien kurang tepapar informasi tentang perawatan luka dan
penyakit yang sedang diderita yang menyebabkan kekeliruan dalam penanganan masalah
6. Risiko infeksi, karena adanya luka pada kaki klien dan pada penyakit DM terjadi defiensi
insulin sehingga anabolisme protein menurun dan menyebabkan gangguan pada antobody
dan kekebalan tubuh pun menurun, maka hal tersebut akan meninggkatkan resiko infeksi
pada klien
Aktifitas 5
Identifikasi faktor penyebab masalah dan faktor resiko pada diabetes melitus dengan komplikasi luka
kaki diabetik secara mandiri dengan menggunakan pohon masalah
faktor resiko :
usia, riw. DM, mpola makan tidak sehat,
obesitas, kurang gerak/aktivitas, merokok,
minum alohol

kurang
terpapar DM tipe 2
informsi

jumlah sel pankreas


defisit menurun
pengetahuan
defisiensi insulin

anabolisme penurunan
protein menurun pemakaian
glukosa

kerusakan hiperglikemia
nause
pada antibodi
a
viktositas hipoksia
pelepasan o2
kekebalan darah menurun perifer
tubuh menurun

aliran darah Nyeri


melambat
resiko
infeksi
iskemik
jaringan

eksterimitas perfusi
perifer idak
efektif
luka

gangguan
integritas
kulit
Aktifitas 6
Diskusikan faktor penyebab masalah pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi luka kaki diabetik
yang sudah diidentifikasi secara individu/mandiri untuk mencapai kesepakatan kelompok dengan
menggunakan pohon masalah

Aktifitas 7
Identifikasi hal-hal yang perlu dipelajari pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi luka kaki
diabetik secara mandiri

Pertemuan hari II
Setelah menyelesaikan modul ini, peserta didik diharapkan :
1. Mampu menyusun diagnosis keperawatan pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi luka
kaki diabetik secara mandiri
2. Mampu mendiskusikan diagnosis keperawatan pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi
luka kaki diabetik yang sudah diidentifikasi secara individu/mandiri untuk mencapai kesepahaman
kelompok
3. Mampu mengidentifikasi materi belajar pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi luka kaki
diabetik secara mandiri

Aktifitas 1
Susunlah diagnosis keperawatan pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi luka kaki
diabetiksecara mandiri
1. Gangguan integritas jaringan b.d neuropati perifer d.d Luka di kaki kanan dan kiri, minggu
sebelum MRS kaki melepuh, ketika di pencet keluar cairan berbau, Nyeri (skala 4) ketika
diganti balutan, Slought ++ (Banyak), Bau +, dan Dasar luka otot

2. Nyeri Akut b.d agen pencidera fisiologis d.d, Nyeri (skala 4) ketika diganti balutan, Slought ++
(Banyak), Bau +, dan Dasar luka otot

3. Perfusi Perifer Tidak efektif b.d penurunan aliran arteri dan vena di kaki d.dLuka di kaki kanan dan kiri,
minggu sebelum MRS kaki melepuh, ketika di pencet keluar cairan berbau, Slought ++ (Banyak), Bau
+, dan Dasar luka otot
4. Gangguan mobilitas fisik b.d kerusakan integritas struktur tulang di kaki d.d di kaki kanan dan kiri,
minggu sebelum MRS kaki melepuh, ketika di pencet keluar cairan berbau, Nyeri (skala 4) ketika
diganti balutan, Slought ++ (Banyak), Bau +, dan Dasar luka otot

5. Defisit Pengetahuan tentang penyakit dan perawatan luka b.d kurang terpapar informasi d.d Saat
dirumah luka di bersihkan dengan Rivanol, tapi luka tidak sembuh, Kebiasaan klien membersihkan
kapalan dengan gunting kuku, Umur 51 Tahun, Pendidikan SMA

6. Risiko infeksi d.d penyakit kronis diabetes mellitus dan ketidakadekuatan pertahanan tubuh primer:
kerusakan integritas kulit

Aktifitas 2
Diskusikan diagnosis keperawatan pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi luka kaki diabetik
yang sudah diidentifikasi oleh individu/mandiri untuk mencapai kesepakatan kelompok

Aktifitas 3
Identifikasi materi belajar pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi luka kaki diabetik secara
mandiri
1. Pelajari patofisiologi neuropati kaki ( saraf otonom, saraf sensorik, saraf motorik)
2. Perawatan luka kaki untuk ulkus diabetik
a. Luka yang di sebabkan oleh gangguan pembuluh darah vena, dan arteri
b. Ciri khas luka yang di sebabkan oleh gangguan pembuluh darah
3. Penggunaan obat topikal

Pertemuan hari III


Setelah menyelesaikan modul ini, peserta didik diharapkan :
1. Mampu menyusun rencana keperawatan pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi luka kaki
diabetik secara mandiri, dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a. Mampu membuat tujuan/kritereria hasil perencanaan sesuai dengan diagnosis yang telah
dimunculkan.
b. Mampu mengidentifikasi kebutuhan pengkajian fokus terhadap masalah tersebut
c. Mampu mengidentifikasi kebutuhan pendidikan kesehatan untuk pasien/keluarga terhadap
masalah tersebut
d. Mampu mengidentifikasi kebutuhan kolaborasi terhadap masalah tersebut
e. Mampu mengidentifikasi kebutuhan aktifitas lain yang menunjang pemecahan masalah
tersebut
2. Mampu berdiskusi kelompok tentang rencana keperawatan pada kasus diabetes melitus dengan
komplikasi luka kaki diabetik luka kaki diabetik yang sudah diidentifikasi secara individu/mandiri
3. Mampu mendemonstrasikan tindakan pengukuran gula darah (rujuk modul nomor...)
4. Mampu mendemonstrasikan perawatan luka kaki Diabetik (rujuk modul nomor........)
5. Mampu menyusun catatan perkembangan pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi luka
kaki diabetik secara mandiri
6. Mampu mendiskusikan tentang catatan perkembangan pada kasus diabetes melitus dengan
komplikasi luka kaki diabetik yang sudah diidentifikasi secara individu/mandiri untuk mencapai
kesepahaman kelompok
7. Mampu membuat dokumentasi keperawatan pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi luka
kaki diabetik secara mandiri

Aktifitas 1
Susunlah rencana keperawatan pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi luka kaki diabetik
secara mandiri
1. Gangguan integritas jaringan b.d neuropati perifer d.d Luka di kaki kanan dan kiri, minggu
sebelum MRS kaki melepuh, ketika di pencet keluar cairan berbau, Nyeri (skala 4) ketika
diganti balutan, Slought ++ (Banyak), Bau +, dan Dasar luka otot
Tujuan :
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 x 24 jam diharapkan gangguan integritas jaringan
berkurang/hilang dengan kriteria hasil:
a. Slought berkurang
b. Tidak ada bau
c. Skala nyeri berkurang
Intervensi :
Observasi:
- Identifikasi penyebab gangguan integritas kulit (perubahan sirkulasi, perubahan status nutrisi,
penurunan kelembaban, suhu lingkungan ekstrem, penurunan mobilitas)
Trapeutik:
- Gunakan produk berbahan petroleum atau minyak pada kulit kering.
- Gunakan produk berbahan ringan atau alami dan hipoalergik pada kulit sensitive.
- Hindari produk berbahan dasar alcohol pada kulit kering.
Edukasi:
- Anjurkan minum air yang cukup
- Anjurkan meningkatkan asupan buah dan sayur
- Anjurkan menghindari terpapar suhu ekstrem

2. Nyeri Akut b.d agen pencidera fisiologis d.d, Nyeri (skala 4) ketika diganti balutan, Slought ++
(Banyak), Bau +, dan Dasar luka otot
Tujuan :
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 x 24 jam diharapkan Nyeri akut berkurang/hilang
dengan kriteria hasil:
a. TTV dalam batas normal
b. Skala nyeri berkurang
c. Slought dan bau berkurang
Intervensi :
Observasi:
- Indentifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, dan intensitas nyeri.
- Identifikasi skala nyeri.
- Identifikasi respons nyeri non verbal.
- Identifikasi faktor yang memperberat dan memperingan nyeri.
- Identifikasi pengetahuan dan keyakinan tentang nyeri.
Trapeutik:
- Berikan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi rasa nyeri.
- Kontrol lingkungan yang memperberat rasa nyeri.
- Fasilitasi istirahat dan tidur.
- Pertimbangkan jenis dan sumber nyeri dalam pemilihan strategi meredakan nyeri.
Edukasi:
- Jelaskan penyebab, periode, dan pemicu nyeri.
- Jelaskan strategi meredakan nyeri.
- Anjurkan menggunakan analgetik secara tepat.
- Ajurkan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi rasa nyeri.
Kolaborasi:
- Kolaborasi pemberian analgetik, jika perlu.

3. Perfusi Perifer Tidak efektif b.d penurunan aliran arteri dan vena di kaki d.d Luka di kaki
kanan dan kiri, minggu sebelum MRS kaki melepuh, ketika di pencet keluar cairan berbau,
Slought ++ (Banyak), Bau +, dan Dasar luka otot
Tujuan :
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama …x 24 jam diharapkan perfusi perifer menjadi efektif
dengan kriteria hasil:
a. TTV dalam batas normal
b. Warna kulit normal
c. Suhu kulit hangat
d. Nilai laboratory/um dalam batas normal
Intervensi :
Observasi
- Periksa sirkulasi perifer seperti nadi perifer, pengisian kapiler, warna, suhu
- Identifikasi faktor risiko gangguan sirkulasi
- Monitor panas, kemerahan, nyeri, atau bengkak pada ekstermitas
Terapeutik
- Lakukan pencegahan infeksi
- Lakukan perawatan kaki dan kuku
Edukasi
- Anjurkan minum obat pengontrol tekanan darah secara teratur
- Anjurkan melakukan perawatan kulit yang tepat
- Anjurkan program rehabilitasi vaskular
- Ajarkan program diet untuk memperbaiki sirkulasi misalnya rendah lemak jenuh, minyak ikan
omega 3
- Informasikan tanda dan gejala darurat yang harus dilaporkan misalnya rasa sakit yang tidak
hilang saat istirahat, luka tidak sembuh dan hilangnya rasa

4. Gangguan mobilitas fisik b.d kerusakan integritas struktur tulang di kaki d.d di kaki kanan dan
kiri, minggu sebelum MRS kaki melepuh, ketika di pencet keluar cairan berbau, Nyeri (skala
4) ketika diganti balutan, Slought ++ (Banyak), Bau +, dan Dasar luka otot
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama …x 24 jam diharapkan gangguan mobilitas fisik
berkurang/hilang dengan kriteria hasil:
a. Pergerakan ekstermitas meningkat
b. Kekuatan otot meningkat
c. ROM meningkat
Intervensi :
Observasi
- Periksa penyebab berkurangnya kemampuan mobilisasi klien
- Identifikasi kemampuan klien
- Identifikasi neurologis
Terapeutik
- Lakukan perawatan kaki
- Lakukan manajemen nyeri
Edukasi
-Anjurkan klien patuh dengan program latihan
-Anjurkan klien melakukan latihan fisik penguatan otot
-Anjurkan klien agar rutin melakukan perawatan kaki

5. Defisit Pengetahuan tentang penyakit dan perawatan luka b.d kurang terpapar informasi d.d
Saat dirumah luka di bersihkan dengan Rivanol, tapi luka tidak sembuh, Kebiasaan klien
membersihkan kapalan dengan gunting kuku, Umur 51 Tahun, Pendidikan SMA
Tujuan :
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama …x 24 jam diharapkan Pengetahuan meningkat
dengan kriteria hasil:
a. Klien dapat mengetahui penyebab dan faktor penyakit yang dialaminya
b. Klien dapat mengetahui cara mengatasi faktor resiko penyakit yang dialaminya
Intervensi :
Observasi
-Identifikasi tingkat pengetahuan klien
-Identifikasi tingakt kemampuan klien dan keluarga dalam menangani masalah
Terapeutik
-Berikan informasi tentang kesehatan kepada klien dan keluarga
-Melakukan perawatan luka kaki
Edukasi
-Jelaskan tentang perawatan kaki
-Jelaskan tentang pencegahan infeksi
-Jelaskantentang proses penyakit
-Jelaskan prosedur tindakan

6. Risiko infeksi d.d penyakit kronis diabetes mellitus dan ketidakadekuatan pertahanan tubuh
primer: kerusakan integritas kulit
Tujuan :
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 x 24 jam diharapkan Risiko infeksi tidak
terjadi/hilang dengan kriteria hasil:
a. Tidak ada tanda-tanda infeksi seperti rubor, kalor, dolor, tumor, dan fungsio laesa.
b. Tanda-tanda vital dalam batas normal
c. Keadaan luka baik dan kadar gula darah normal
Intervensi :
Observasi
- Monitor tanda dan gejala infeksi lokal dan sistemik
Terapeutik
- Berikan perawatan kulit pada area edema
- Cuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan pasien dan lingkungan
Edukasi
- Jelaskan tanda dan gejala infeksi
- Ajarkan mencuci tangan dengan benar
- Ajarkan cara memeriksa kondisi luka
Aktifitas 2
Diskusikan rencana keperawatan pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi luka kaki diabetik
yang sudah diidentifikasi secara individu/mandiri untuk mencapai kesepakatan kelompok

Aktifitas 3
Susunlah catatan perkembangan pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi luka kaki diabetik
secara mandiri
1. Dx 1 : S :
 Klien mengatakan Luka di kaki kanan dan kiri
 Klien mengatakan minggu sebelum MRS kaki melepuh, ketika di pencet keluar
cairan berbau
 Klien mengatakan Saat dirumah luka di bersihkan dengan Rivanol, tapi luka tidak
sembuh
 Klien mengatakan Nyeri sudah berkurang (skala 2) ketika diganti balutan
O :
 Slought ++ (berkurang)
 Bau +
 Dasar luka otot
A : Masalah Gangguan integritas kulit / jaringan Teratasi
P : Hentikan Intervensi

2. Dx 2 : S :
 Klien mengatakan Luka di kaki kanan dan kiri
 Klien mengatakan Nyeri berkurang (skala 2) ketika diganti balutan
O :
 Slought ++ (berkurang)
 Bau +
A : Masalah Nyeri Akut Teratasi
P :Hentikan Intervensi

3. Dx 3 : S :
 klien mengatakan Luka di kaki kanan dan kiri
 minggu sebelum MRS kaki melepuh, ketika di pencet keluar cairan berbau
O :
 Slought ++ (Berkurang)
 Bau +
 dasar luka otot
A : Masalah Perfusi Perifer Tidak efektif Teratasi

P : Hentikan Intervensi

4. Dx 4 : S :
 klien mengatakan Luka di kaki kanan dan kiri
 klien mengatakan minggu sebelum MRS kaki melepuh, ketika di pencet keluar
cairan berbau
 Klien mengatakan Nyeri berkurang (skala 2) ketika diganti balutan
O :
 Slought ++ (Berkurang)
 Bau +
 dasar luka otot
A : Masalah Gangguan Mobilitas Fisik Teratasi

P : Hentikan Intervensi

5. Dx 5 : S :
 Klien mengatakan Saat dirumah luka di bersihkan dengan Rivanol, tapi luka
tidak sembuh
 Klien mengatakan Kebiasaan membersihkan kapalan dengan gunting kuku
 Klien mngatakan Umur 51 Tahun
 Klien mengatakan Pendidikan SMA
O :
 Slought ++ (Berkurang)
 Bau +
 dasar luka otot
A : Masalah Defisit Pengetahuan Teratasi

P : Hentikan Intervensi

6. Dx 6 : S :
 Klien mengatakan Luka di kaki kanan dan kiri
 Klien mengatakan minggu sebelum MRS kaki melepuh, ketika di pencet
keluar cairan berbau
 Klien mengatakan Saat dirumah luka di bersihkan dengan Rivanol, tapi luka
tidak sembuh
 Klien mengatakan Kebiasaan membersihkan kapalan dengan gunting kuku
O :
 Slought ++ (Berkurang)
 Bau +
 dasar luka otot
A : Masalah Risiko Infeksi Teratasi

P : Hentikan Intervensi

Aktifitas 4
Diskusikan catatan perkembangan pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi luka kaki diabetik
yang sudah diidentifikasi secara individu/mandiri untuk mencapai kesepakatan kelompok
Aktifitas 5
Buatlah dokumentasi keperawatan pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi luka kaki diabetik
secara mandiri
1. Dx 1 : S :
 Klien mengatakan Luka di kaki kanan dan kiri
 Klien mengatakan minggu sebelum MRS kaki melepuh, ketika di pencet keluar
cairan berbau
 Klien mengatakan Saat dirumah luka di bersihkan dengan Rivanol, tapi luka tidak
sembuh
 Klien mengatakan Nyeri sudah berkurang (skala 2) ketika diganti balutan
O :
 Slought ++ (berkurang)
 Bau +
 Dasar luka otot
A : Masalah Gangguan integritas kulit / jaringan Teratasi
P : Hentikan Intervensi

2. Dx 2 : S :
 Klien mengatakan Luka di kaki kanan dan kiri
 Klien mengatakan Nyeri berkurang (skala 2) ketika diganti balutan
O :
 Slought ++ (berkurang)
 Bau +
A : Masalah Nyeri Akut Teratasi
P : Hentikan Intervensi

3. Dx 3 : S :
 klien mengatakan Luka di kaki kanan dan kiri
 minggu sebelum MRS kaki melepuh, ketika di pencet keluar cairan berbau
O :
 Slought ++ (Berkurang)
 Bau +
 dasar luka otot
A : Masalah Perfusi Perifer Tidak efektif Teratasi

P : Hentikan Intervensi

4. Dx 4 : S :
 klien mengatakan Luka di kaki kanan dan kiri
 klien mengatakan minggu sebelum MRS kaki melepuh, ketika di pencet keluar
cairan berbau
 Klien mengatakan Nyeri berkurang (skala 2) ketika diganti balutan
O :
 Slought ++ (Berkurang)
 Bau +
 dasar luka otot
A : Masalah Gangguan Mobilitas Fisik Teratasi

P : Hentikan Intervensi
5. Dx 5 : S :
 Klien mengatakan Saat dirumah luka di bersihkan dengan Rivanol, tapi luka
tidak sembuh
 Klien mengatakan Kebiasaan membersihkan kapalan dengan gunting kuku
 Klien mngatakan Umur 51 Tahun
 Klien mengatakan Pendidikan SMA
O :
 Slought ++ (Berkurang)
 Bau +
 dasar luka otot
A : Masalah Defisit Pengetahuan Teratasi

P : Hentikan Intervensi

6. Dx 6 : S :
 Klien mengatakan Luka di kaki kanan dan kiri
 Klien mengatakan minggu sebelum MRS kaki melepuh, ketika di pencet
keluar cairan berbau
 Klien mengatakan Saat dirumah luka di bersihkan dengan Rivanol, tapi luka
tidak sembuh
 Klien mengatakan Kebiasaan membersihkan kapalan dengan gunting kuku
O :
 Slought ++ (Berkurang)
 Bau +
 dasar luka otot
A : Masalah Risiko Infeksi Teratasi

P : Hentikan Intervensi

Aktifitas 6
Buatlah resume jurnal reading minimal dari 1 buah artikel terkait kasus diabetes melitus dengan
komplikasi luka kaki diabetik dan rencana pendidikan kesehatan lengkap dengan medianya.

Pertemuan hari IV
Setelah menyelesaikan modul ini peserta didik diharapkan mampu
A. Memanfaatkan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah-masalah pada klien diabetes melitus
dengan komplikasi luka kaki diabetik dan pendidikan kesehatan pada klien diabetes melitus dengan
komplikasi luka kaki diabetik

B. Mensimulasikan pendidikan kesehatan pada klien diabetes melitus dengan komplikasi luka kaki
diabetik:
1. Membuat rencana pendidikan kesehatan pada klien diabetes melitus dengan komplikasi luka
kaki diabetikuntuk pencegahan primer, pencegahan sekunder dan pencegahan tersier
2. Membuat media pendidikan kesehatan pada klien diabetes melitus dengan komplikasi luka
kaki diabetik
3. Mendemonstrasikan pendidikan kesehatan pada klien diabetes melitus dengan komplikasi luka
kaki diabetik
4. Mengevaluasi hasil pelaksanaan pendidikan kesehatan pada klien diabetes melitus dengan
komplikasi luka kaki diabetik

Aktifitas 1
1. Paparkan hasil journal reading anda tentang klien dengan diabetes melitus dengan komplikasi luka
kaki diabetik

2. Buatlah SAP Materi pendidikan kesehatan pada klien diabetes melitus dengan komplikasi luka kaki
diabetik

3. at media yang sesuai dengan pendidikan kesehatan yang saudara berikan

4. Demonstrasikan pendidikan kesehatan pada klien diabetes melitus dengan luka kaki diabetik

5. Diskusikan hasil pelaksanaan pendidikan kesehatan pada klien diabetes melitus dengan luka kaki
diabetik dengan kelompok

Anda mungkin juga menyukai