Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

TEKNIK NAPAS DALAM DAN BATUK EFEKTIF

DI SUSUN OLEH :

RIZKY NUR R 131711133029

LUSYANA MAYLANIE 131711133047

MIFTAKHUL JANAH 131711133056

SITI NUR KHOLIDAH 131711133075

MERRY NOVIYANTI 131711133146

SALSABILLA RAISYA N 131711133155

PROGAM STUDI PENDIDIKAN NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2019
SATUAN ACARA PENYULUHAN

(SAP)

Tema : Teknik Nafas Dalam dan Batuk Efektif


Sasaran : Pasien dan keluarga
Hari/tanggal : Jum’at, 24 Mei 2019
Waktu : 30 menit
Tempat : R. Palem II, RSU Dr. Soetomo Surabaya

A. Latar Belakang Commented [M1]:


1.Tambahkan terkait kondisi2 yang berkaitan dengan
Batuk merupakan gerakan refleks yang bersifat reaktif terhadap masuknya benda masalah pada paru sehingga sesorang membutuhkan
keterampilan batuk efektif sehingga dapat terlihat
asing ke dalam saluran pernapasan. Gerakan ini terjadi atau dilakukan tubuh sebagai urgensi melakukan batuk efektif.
2.Tambahkan informasi fenomena/ hasil obeservasi yang
mekanisme alamiah untuk melindungi organ paru-paru. Batuk terjadi sebagai akibat kalian tangkap di ruang palem 2 sehingga akhirnya
menjadi pertimbangan untuk melakukan penyuluhan
stimulasi mekanik atau kimia pada nervus aferen pada percabangan bronkus. Batuk batuk efektif.
3. Tambahkan data yang mendukung terkait perilaku/
secara terkekeh-tekeh dapat menyebabkan seseorang kehilangan banyak energi, sulit
keterampilan batuk efektif yang belum maksimal/ belum
untuk mengeluarkan dahak dan dapat mengiritasi tenggorokan. diterapkan.
4.Tambahkan informasi terkait dampak yang terjadi jika
Sebagian besar orang mencari pertolongan medis agar batuk cepat mereda, pasien (dengan beberapa kondisi yang spesifik) tidak
melakukan batuk efektif.
sementara itu ada orang yang takut batuknya menjadi penyakit yang serius. Batuk 5.Tamabahkan informasi yang sama pada poin 1-4 untuk
nafas dalam.
mempengaruhi interaksi personal dan sosial, mengganggu tidur dan sering menyebabkan
ketidaknyamanan pada tenggorakan dan dinding dada. Untuk mengantisipasi hal-hal
tersebut, kita dapat menggunakan teknik batuk efektif.
Batuk efektif merupakan batuk yang dilakukan dengan sengaja. Namun
dibandingkan dengan batuk biasa, batuk efektif dilakukan melalui gerakan yang
terencana atau dilatih terlebih dahulu, sehingga menghambat berbagai penghalang atau
menghilangkan penutup saluran pernapasan.
Teknik batuk efektif akan memberikan banyak manfaat, diantaranya untuk
melonggarkan dan melegakan saluran pernapasan maupun mengatasi sesak napas akibat
adanya lendir yang memenuhi saluran pernapasan. Lendir baik dalam bentuk dahak
(sputum) maupun sekret dalam hidung, timbul akibat adanya infeksi pada saluran
pernapasan maupun karena sejumlah penyakit yang diderita oleh seorang individu.
Dilakukan pada pasien seperti :
a. COPD / PPOK (Chronic Obstructive Pulmonary Disease /Penyakit Paru
Obstruktif Kronik)
Penyakit ini ditandai oleh hambatan aliran udara disaluran napas yang
bersifat progresif non reversible atau reversible parsial.Ppok terdiri dari bronkitis
kronik dan emfisema atau gabungan keduanya.
b. Emfisema
Emfisema adalah kondisi di mana kantung udara di paru-paru secara bertahap
hancur, membuat napas lebih pendek. Emfisema adalah salah satu dari beberapa
penyakit yang secara kolektif dikenal sebagai penyakit paru obstruktif kronis
(PPOK). Ditandai oleh pelebaran rongga udara distal bronkiolus terminal, disertai
kerusakan dinding alveoli. Emfisema membuat kantung udara yang terdiri dari
balon-balon yang bergerombol seperti tandan buah anggur menjadi kantung udara
dengan lubang-lubang menganga di dindingnya. Hal ini mengurangi luas
permukaan paru-paru dan pada gilirannya jumlah oksigen yang mencapai aliran
darah.
c. Fibrosis
Fibrosis adalah pembentukan kelebihan fibrosa jaringan ikat di suatu organ
atau jaringan dalam proses reparatif atau reaktif. Bisa berupa reaktif, jinak, atau
patologis. Cedera ini disebut jaringan parut dan jika fibrosis muncul dari garis sel
tunggal disebut fibroma . Secara fisiologis bertindak untuk deposit jaringan ikat,
yang dapat melenyapkan arsitektur dan fungsi dari organ atau jaringan yang
mendasarinya. Fibrosis dapat digunakan untuk menggambarkan keadaan
patologis deposisi kelebihan jaringan fibrosa, serta proses deposisi jaringan ikat
dalam penyembuhan.
d. Asma
Merupakan gangguan inflamasi pada jalan napas yang ditandai oleh
opstruksi aliran udara napas dan respon jalan napas yang berlebihan terhadap
berbagai bentuk rangsangan.
e. Chest infection
Infeksi dada adalah infeksi yang mempengaruhi paru-paru Anda, baik
dalam saluran udara yang lebih besar (bronchitis) atau dalam kantung-kantung
udara kecil (pneumonia). Ada penumpukan nanah dan cairan (lendir), dan saluran
udara menjadi bengkak, sehingga sulit untuk bernapas. infeksi dada dapat
mempengaruhi orang dari segala usia. Anak-anak kecil dan orang tua adalah yang
paling berisiko, serta orangorang yang sakit dan perokok. Infeksi dada bisa serius
bagi orang-orang ini.
f. Pasien bedrest atau post operasi
Batuk efektif dilakukan pada pasien bedrest atau post operasi karena pasien
akan mengalami pemasangan alat bantu napas selama dalam kondisi teransetesi.
Sehingga ketika sadar pasien akan mengalami rasa tidak nyaman pada
tenggorokan. Dengan terasa banyak lendir kental di tenggorokan, latihan batuk
efektif sangat bermanfaat bagi pasien setalah operasi untuk mengeluarkan lendir
atau sekret tersebut.
Beberapa kondisi diatas kami temukan pada saat observasi pada pasien-pasien
yang di rawat di R. Palem 2. (tolong tambahkan buat fenomena di palem 2 ya gess, aku
mentok gabisa buat kata2 e )
Setelah beberapa hari kami melakukan observasi pada pasien-pasien yang di rawat
di R.Palem 2, kami belum menemukan pasien yang menerapkan batuk efektif ini. Maka
dari itu kami ingin melakukan penyuluhan terkait batuk efektif ini untuk membantu
pasien melonggarkan dan melegakan saluran pernapasan maupun mengatasi sesak napas
akibat adanya lendir yang memenuhi saluran pernapasan.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit, diharapkan klien memahami dan
memperagakan teknik batuk efektif.
2. Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan, sasaran mampu:
a. Menjelaskan pengertian batuk efeketif dan napas dalam
b. Menjelaskan tujuan batuk efektif dan napas dalam
c. Menjelaskan teknik batuk efektif dan napas dalam
d. Mampu memperagakan teknik batuk efektif dan napas dalam
3. Pokok Bahasan
Teknik Batuk Efektif dan Napas Dalam
4. Sub Pokok Bahasan
a. Pengertian batuk efeketif dan nafas dalam
b. Tujuan batuk efektif dan napas dalam
c. Teknik batuk efektif dan napas dalam
5. Metode
1. Ceramah
2. Demonstrasi
3. Diskusi dan tanya jawab
6. Media dan Alat
Leaflet

C. Proses Pelaksanaan
No. Tahapan & Waktu Kegiatan Penyaji Kegiatan Audien
1. Pembukaan  Memberi salam  Menjawab salam
(5 menit)  Memperkenalkan  Mendengarkan dan
anggota klompok dan memperhatikan
pembimbing
 Melakukan kontrak  Menyepakati kontrak
waktu
 Menjelaskan tujuan  Memperhatikan dan
dan materi yang akan mendengarkan
diberikan

2. Kegiatan  Menggali  Menanggapi dan


(20 menit) pengetahuan audien menjelaskan
tentang nafas dalam
batuk efektif  Memperhatikan dan
 Memberikan mendengarkan
reinforcement positif  Memperhatikan dan
 Menjelaskan mendengarkan
pengertian batuk
efektif dan nafas  Memperhatikan dan
dalam mendengarkan
 Menjelaskan tujuan  Memperhatikan dan
Napas dalam dan mendengarkan
batuk efektif  Memperhatikan dan
 Menjelaskan teknik mendengarkan
nafas dalam dan  Mendemontrasikan
batuk efektif batuk efektif
 Mendemonstrasikan  Memberikan
teknik nafas dalam pertanyaan
dan batuk efektif
 Memberi kesempatan  Memperhatikan dan
audien untuk mendengarkan
bertanya  Memberikan jawaban
 Memberikan
reinforcement positif
 Memberikan
kesempatan pada  Memperhatikan dan
audien lain untuk mendengarkan
menjawab
 Memberikan
reinforcement positif  Memperhatikan dan
dan meluruskan mendengarkan
konsep
 Meminta masukan
dari pembimbing
akademik dan atau
pembimbing klinik
3. Penutup  Evaluasi validasi  Menyimak
(5 menit)  Menyimpulkan  Memperhatikan dan
bersama-sama mendengarkan
 Mengucapkan terima  Memperhatikan dan
kasih mendengarkan
 Mengucapkan salam  Menjawab salam
penutup

D. Evaluasi
Evaluasi akan dilakukan adalah:
1. Evaluasi Struktur
a. Pengorganisasian dilaksanakan sebelum pelaksanaan kegiatan.
b. Kontrak dengan peserta pada H-1, diulangi kontrak pada hari H.
c. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan sesuai satuan acara penyuluhan.
d. Kien ditempat penyuluhan sesuai kontrak yang disepakati.
2. Evaluasi Proses
Peserta antusias dalam menyimak uraian materi penyuluhan tentang latihan batuk
efektif, tentang definisi batuk efektif, tujuan batuk efektif, teknik batuk efektif dan
mampu memperagakan cara batuk efektif.
3. Evaluasi Hasil
Setelah dilakukan penyuluhan selama 30 menit peserta mampu
a. 80% sasaran mampu menyebutkan pengertian batuk efektif dan nafas dalam
dengan benar
b. 60% sasaran mampu menjelaskan tujuan batuk efektif dan nafas dalam
c. 60% sasaram mampu menjelaskan teknik batuk efektif dan nafas dalam dengan
benar
d. 60% sasaran mampu mendemonstrasikan batuk efektif dan nafas dalam
Lampiran Materi
Napas Dalam dan Batuk Efektif

A. Pengertian
1. Napas dalam
Latihan napas dalam adalah bernapas dengan perlahan dan menggunakan diafragma,
sehingga memungkinkan abdomen terangkat perlahan dan dada mengembang penuh
(Parsudi, dkk., 2002)
2. Batuk Efeketif
Batuk efektif merupakan suatu metode batuk dengan benar dimana dapat energi dapat
dihemat sehingga tidak mudah lelah dan dapat mengeluarkan dahak secara maksimal
(Smeltzer, 2001).

B. Tujuan Teknik nafas dalam dan Batuk Efektif


1. Mengurangi nyeri luka operasi saat batuk
2. Membebaskan jalan nafas dari akumulasi sekret
3. Mengeluarkan sputum untuk pemeriksaan diagnostik laboratorium
4. Mengurangi sesak nafas akibat akumulasi secret
5. Meningkatkan distribusi ventilasi.
6. Meningkatkan volume paru
7. Memfasilitasi pembersihan saluran napas

C. Indikasi teknik nafas dalam dan batuk efektif


Dilakukan pada pasien seperti :TBC , Emphysema, Fibrosis, Asma, chest infection,
pasien bedrest atau post operasi, efusi pleura

D. Kontra indikasi batuk efektif


a. Pneumotoraks adalah suatu keadaan dimana terdapat udara bebas dalam ruang antar
pleura dan merupakan suatu keadaan gawat darurat.
b. Hemoptisis adalah meludahkan darah yang berasal dari paru-paru atau saluran
bronkial sebagai akibat dari perdarahan paru atau bronkus.
c. Gangguan sistem kardiovaskuler seperti hipotensi, hipertensi, infark miokard akut dan
aritmia.
d. Edema paru Edema paru adalah keadaan terdapatnya cairan ekstravaskuler yang
berlebihan dalam paru.
e. Efusi pleura yang luas Efusi Pleura yang juga dikenal dengan cairan di dada adalah
suatu kondisi medis yang ditandai dengan peningkatan cairan yang berlebihan diantara
kedua lapisan pleura. Ada dua tipe Efusi Pleura: Efusi Pleura Transudatifa dan Efusi
Pleura Eksudatifa. Efusi pleura transudatifa disebabkan oleh bocornya cairan ke rongga
pleura yang disebabkan oleh konsentrasi protein yang rendah atau tekanan darah yang
tinggi, seperti pada keadaan gagal jantung kiri atau sirosis hati. Sedangkan bentuk
lainnya, efusi pleura eksudatifa seringkali merupakan hasil peradangan pleura, pada
keadaan seperti pneumonia dan tuberkulosis, yang menyebabkan pembuluh darah
menjadi lebih mudah ditembus, memungkinkan cairan bocor ke luar dan berkumpul
diantara dua lapisan pleura.

E. Alat dan Bahan yang disediakan


1. Tissue/sapu tangan
2. Wadah tertutup berisi cairan desinfektan (air sabun / detergen, air bayclin, air lisol)
atau pasir.
3. Gelas berisi air hangat

F. Cara Mempersiapkan Tempat Untuk Membuang Dahak


1. Siapkan tempat pembuangan dahak: kaleng berisi cairan desinfektan yang dicampur
dengan air (air sabun / detergen, air bayclin, air lisol) atau pasir
2. Isi cairan sebanyak 1/3 kaleng
3. Buang dahak ke tempat tersebut
4. Bersihkan kaleng tiap 2 atau 3 kali sehari.
5. Buang isi kaleng bila berisi pasir : kubur dibawah tanah
6. Bila berisi air desinfektan : buang di lubang WC, siram
7. Bersihkan kaleng dengan sabun

G. Tehnik napas dalam


1. menarik napas (inspirasi) secara biasa beberapa detik melalui hidung (bukan menarik
napas dalam) dengan mulut tertutup
2. kemudian mengeluarkan napas (ekspirasi) pelan-pelan melalui mulut dengan posisi
seperti bersiul
3. Dilakukan dengan atau tanpa kontraksi otot abdomen selama ekspirasi tidak ada udara
ekspirasi yang mengalir melalui hidung akan terjadi peningkatan tekanan pada rongga
mulut, kemudian tekanan ini akan diteruskan melalui cabang-cabang bronkus
sehingga dapat mencegah air trapping dan kolaps saluran napas kecil pada waktu
ekspirasi

H. Teknik Batuk Efektif


1. Tarik nafas dalam 4-5 kali keluarkan hembusan melalui mulut
2. Pada tarikan nafas dalam yang terakhir, nafas ditahan selama 1-2 detik
3. Angkat bahu dan dada dilonggarkan serta batukkan dengan kuat dan spontan
4. Keluarkan dahak dengan bunyi “ha..ha..ha” atau “huf..huf..huf..”
5. Lakukan berulang kali sesuai kebutuhan