Anda di halaman 1dari 13

4.

1 LOGIKA DARI PENGINTEGRASIAN GLOBAL

Pengertian Integrasi Global (Global Integration)

Dalam kamus besar Cambridge, definisi global integration adalah “the process by which
a company combines different activities around the world so that they operate using the same
methods” yang berarti dalam Bahasa Indonesia proses dimana perusahaan menggabungkan
kegiatan yang berbeda di seluruh dunia sehingga mereka beroperasi menggunakan metode yang
sama.

Tahapan Dalam Global Integration

Global Integration, atau bisa kita sederhanakan sebagai "efisiensi" didorong oleh sebuah
kebutuhan yang sangat vital, yaitu kebutuhan perusahaan tersebut untuk mengurangi biaya dalam
beroperasi. Beberapa hal lain yang juga mempengaruhi adanya keputusan ini adalah untuk
memenuhi kebutuhan dunia pasar dan juga dorongan karena adanya pesaing yang memiliki
Global strategy.
Local Responsiveness didorong oleh kebutuhan dimana setiap daerah dan negara
memiliki selera masing-masing. Tentunya sebagai suatu perusahaan Global, anda mencoba untuk
memenuhinya. selain itu, juga ada perbedaan budaya antar negara asal dari suatu perusahaan
dengan negara yang ditujunya, terlebih lagi mekanisme pasar dan penyebaran barang yang ada.
yang terakhir, pemikiran ini didorong dengan adanya pemahaman bahwa aturan main setiap
negara juga berbeda dalam menjalankan ekonomi.

International merupakan tahap yang paling rendah untuk suatu perusahaan global. Pada
tahap ini, perusahaan baru mencapai efisiensi yang rendah dan diferensiasi produk yang rendah.
Contoh perusahaan Indofood, menjadi perusahaan global ketika ia berhasil mengirim produknya
keluar negeri dan membuatnya dikenal masyarakat. Tetapi bisa dilihat, Indofood belum
melakukan "efisiensi" karena produk yang dieskpor ke negara luar berasal dari indonesia, dan
harus dikirim menggunakan kapal kargo kenegara lain. Hal ini sangat tidak efektif, mengingat
biaya angkut dan operasional kapal yang tidaklah murah. Selain itu, diferensiasi produk dari
indofood juga tidak ada. Indofood tidak mengikuti kebutuhan masyarakat setempat untuk
kemudian dijawab dengan inovasi barang, tetapi Indofood langsung ekspor Indomie, kecap
manis, sambal indofood dan berbagai produknya kenegara yang dituju.

Multinational, berada pada tempat kedua, dengan adanya efisiensi yang masih rendah,
tetapi sudah melakukan diferensiasi produk yang tinggi. contoh paling pas adalah restoran cepat
saji McDonald's merupakan contoh yang sangat konkret untuk ini. McDonald's menyesuaikan
produknya dengan budaya dan kebiasaan masyarakat setempat. McD Menjual ayam goreng
karena masyarakat indonesia suka ayam goreng, sedangkan di India mereka jelas tidak menjual
daging sapi karena sapi dianggap suci. Tetapi, tetap saja McD melakukan pemborosan yang jelas
lawan kata dari efisiensi, seperti bumbu yang harus dari McD pusat, kertas bungkus dan
kartonnya yang diproduksi di pusat baru kemudian didistribusikan.
Global, ditempatkan pada posisi ketiga, karena tingginya level efisiensi mereka dalam
melakukan setiap tindakan dari produksi hingga pemasaran. mengapa lebih baik daripada
multinasional? Karena keputusan bisnis harus seputar biaya yang dipakai, semakin efisien
semakin bagus. Contohnya Samsung, dalam membuat semua produknya, mengutamakan
efisiensi dalam memproduksi setiap komponen barangnya. Ambil contoh casing Galaxy tabnya.
Casingnya dibuat di Afrika Selatan, dimana pabriknya butuh tenaga kerja yang banyak dalam
memproduksinya, dan di Afrika Selatan tenaga kerja tidaklah mahal, tentunya tidak mahal
dibandingkan tenaga kerja Korea Selatan. kemudian, untuk chipnya mereka melakukannya di
Finlandia karena chip-chip terbaik berasal dari negara tersebut, dan teknologi mesin yang
memproduksi sangatlah efisien. Untuk perakitan dan pemasaran, Samsung mempercayakan
Tiongkok karena Tiongkok sangatlah besar pangsa konsumennya, serta dengan mudah dapat
mencapai semua daerah dengan ongkos kirim yang murah. Tapi, kita tidak menemukan beda
desain dari setiap produknya. Galaxy tab dari ujung Korsel sampai Amerika pun sama, tidak ada
perbedaan soal warna dan bentuk, tidak ada pula usaha pembentukan ulang karena terbentur
dengan adat istiadat suatu negara.

Ibarat kupu-kupu yang sudah sempurna, Transnasional telah sempurna karena memang
dia adalah bentuk yang terbaik, dimana terjadi efisiensi yang sangat bagus dan diferensiasi
produk yang besar di setiap negara yang dituju. Contohnya, General Electric, pertama kali
didirikan oleh sang penemu lampu, Thomas Alva Edison. kemudian, setelah beberapa kali
berganti kepemimpinan, suatu kali CEO Jack Welch berpengaruh di GE melakukan gebrakan,
yaitu dengan menutup semua cabang industri yang tidak mendatangkan keuntungan, dan
kemudian mulai efisiensi dari setiap perusahaan yang mendatangkan keuntungan. "Warisan"nya
bisa kita lihat sekarang, dimana General Electric merupakan supplier kepala kereta terbesar
dunia, dan lebih hebatnya lagi, kepala kereta yang dibuat ada berbagai macam bentuk,
menyesuaikan negara yang memesan dengan cara GE membuat 6 model kepala, mencocokkan
dengan desain rel dan keadaan lingkungan setiap negara.

Dengan penjelasan dan contoh diatas logika dari pengintegrasian global adalah untuk
mengejar efisiensi dan diferensiasi produk dari perusahaan global. Dengan bekerja secara efisien,
perusahaan tidak “buang-buang anggaran” dan produktivitas makssimal.

4.2 MENGATUR ALIANSI DAN JOINT VENTURE

Sebuah Strategi Alliansi atau Persekutuan adalah dimana dua atau lebih perusahaan atau
organisasi independen yang bekerja sama dalam pengembangan, manufaktur, atau menjual
produk atau jasa.

Strategic Alliances dikelompokkan menjadi 3 kategori:

1. Nonequity Alliances
Nonequity Alliances adalah dimana perusahaan-perusahaan setuju untuk bekerja
sama dalam mengembangkan, manufaktur, atau menjual produk atau jasa, tetapi mereka
tidak mengambil kekayaan masing-masing atau bentuk sebuah unit organisasi independen
untuk mengatur usaha bersama mereka.
2. Equity Alliances
Equity Alliances adalah dimana perusahaan-perusahaan bekerjasama dengan
mengadakan perjanjian mengenai hak kekayaan saham dalam partner persekutuan.
3. Joint Venture
Joint Venture adalah dimana perusahaan-perusahaan bekerja sama mendirikan
sebuah perusahaan independen yang legal dengan investasi masing-masing sehingga
dapat menghasilkan laba.

Menurut Peter Mahmud, joint venture merupakan suatau kontrak antara dua perusahaan
untuk membentuk suatu perusahaan baru. Perusahaan baru inilah yang kemudian disebut
perusahaan Joint Venture. Sedangkan menurut Erman Rajagukguk, Joint Venture merupakan
suatu kerja sama antara pemilik modal asing dengan pemilik modal nasional berdasarkan suatu
perjanjian (kontraktual).

Pengaturan Joint Venture

1. Pasal 23 UU Nomor 1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing


2. PP Nomor 17 Tahun 1992 jo. PP Nomor 7 Tahun 1993 tentang Pemilik Saham
Perusahaan Penanaman Modal Asing
3. PP Nomor 20 Tahun 1994 tentang Pemilikan Saham dalam Perusahaan yang Didirikan
dalam Rangka Penanaman Modal Asing
4. SK Menteri Negara Penggerak Dana Investasi/Ketua Badan Koordinasi Penanaman
Modal Nomor: 15/SK/1994 tentang Ketentuan Pelaksanaan Pemilikan Saham dalam
Perusahaan yang Didirikan dalam Rangka Penanaman Modal asing.

Jenis-Jenis Kontrak Joint Venture

1. Joint Venture domestic


2. Joint Venture internasioanal

Menurut pasal 8 ayat (1) SK Menteri Negara Penggerak Dana Investasi/Ketua Badan
Koordinasi Penanaman Modal Nomor: 15/SK?1994 tentang Ketentuan Pelaksanaan Pemilikan
Saham dalam Perusahaan yang Didirikan dalam Rangka Penanaman Modal Asing, bidang usaha
yang wajib mendirikan perusahaan Joint Venture adalah:
1. Pelabuhan
2. Produksi, transmisi dan distribusi tenaga listrik untuk umum
3. Telekomunikasi
4. Pelayanan
5. Penerbangan
6. Air minum
7. Kereta api umum
8. Pembengkit tenaga atom
9. Mass media

Faktor PMA wajib mengadakan usaha patungan (Joint Venture) dengan perusahaan domestic
adalah kerena usaha-usaha tersebut tergolong penting bagi Negara dan menguasai hajat hidup
orang banyak. Sedangkan yang dilarang untuk penanaman modal asing adalah bidang-bidang
yang berkaitan dengan pertahanan Negara, sperti produksi senjata, mesiu, alat-alat peledak dan
peralatan perang.

Manfaat Joint Venture

Menurut Raaymakers, manfaat dari kontrak Joint Venture:

1. Pembatasan resiko
2. Pembiayaan
3. Menghemat tenaga
4. Rentabilitas
5. Kemungkinan optimasi know-how
6. Kemungkinan pembatasan kongkurensi (saling ketergantungan)

Bentuk dan Substansi Kontrak Joint Venture

Menurut Raaysmaker, unusr-unsur pokok yang perlu termuat dalam kontrak Joint Venture:

1. Uraian tentang pihak-pihak di dalam kontrak


2. Pertimbangan atau konsiderans
3. Uraian tentang tujuan
4. Waktu
5. Ketentuan-ketentuan perselisihan
6. Organisasi dari kerjasama
7. Pembiayaan
8. Dasar penilaian
9. Hubungan khusus antara partner dan perusahaan Joint Venture
10. Peralihan saham
11. Bentuk hukum dan pilihan hukum
12. Pemasukan oleh partner
Para Pihak dan Objek dalam Kontrak Joint Venture

Para pihak yang terkait dalam kontrak ini adalah perusahaan penanaman modal asig
(PMA) dengar warga Negara Indonesia dan/atau badan hukum Indonesia. Badan hukum
Indinesia ini terdiri dari Bdan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah, Koperasi,
perusahaan PMA, perusahaan PMDN, perusahaan Non-PMA/PMDN.

Objek dari kontrak Joint Venture adalah adanya kerja sama patungan antara perusahaan
penanaman modal asing (PMA) dengan warga Negara Indonesia dan/atau bahan hukum
Indonesia.

Jangka Waktu Kontrak Joint Venture

Ditentukan oleh para pihak, yang dituangkan dalam kontrak Joint Venture. Berdasarkan
hasil kajian, angka waktu yang ditentukan adalah selama 20 tahun dan dapat diperpanjang.
Dalam PP Nomor 20 Tahun 1994, penanaman modal asing diberikan izin usaha untuk jangka
waktu 30 tahun terhitung sejak perusahaan berproduksi komersial.

Penyelesaian Sengketa

Hukum yang digunakan dalam kontrak Joint Venture adalah hukum Indonesia.
Sedangkan penyelesaian sengketa yang tidak dapat diselesaikan oleh para pihak, maka harus
tunduk pada ketentuan International Chambers of Commerce (ICC).
4.3 MEMBANGUN MERGER DAN AKUISISI

Pengertian Merger Dan Akuisisi


1. Merger
Dalam bahasa Indonesia istilah “merger” ini sering disebut dengan penggabungan
perusahaan
2. Akuisisi
Dalam bahasa Indonesia istilah akuisisi perusahaan disebut dengan istilah
pengambilalihan.

Alasan Melakukan Merger Dan Akuisisi

Ada beberapa alasan perusahaan melakukan penggabungan baik melalui merger maupun
akuisisi, yaitu :

1. Pertumbuhan atau diversifikasi


Perusahaan yang menginginkan pertumbuhan yang cepat, baik ukuran, pasar saham,
maupun diversifikasi usaha dapat melakukan merger maupun akuisisi. Perusahaan tidak
memiliki resiko adanya produk baru. Selain itu, jika melakukan ekspansi dengan merger
dan akuisisi, maka perusahaan dapat mengurangi perusahaan pesaing atau mengurangi
persaingan.

2. Sinergi
Sinergi dapat tercapai ketika merger menghasilkan tingkat skala ekonomi (economies of
scale). Tingkat skala ekonomi terjadi karena perpaduan biaya overhead meningkatkan
pendapatan yang lebih besar daripada jumlah pendapatan perusahaan ketika tidak merger.
Sinergi tampak jelas ketika perusahaan yang melakukan merger berada dalam bisnis yang
sama karena fungsi dan tenaga kerja yang berlebihan dapat dihilangkan.
3. Meningkatkan dana
Banyak perusahaan tidak dapat memperoleh dana untuk melakukan ekspansi internal,
tetapi dapat memperoleh dana untuk melakukan ekspansi eksternal. Perusahaan tersebut
menggabungkan diri dengan perusahaan yang memiliki likuiditas tinggi sehingga
menyebabkan peningkatan daya pinjam perusahaan dan penurunan kewajiban keuangan.
Hal ini memungkinkan meningkatnya dana dengan biaya rendah.
4. Menambah ketrampilan manajemen atau teknologi
Beberapa perusahaan tidak dapat berkembang dengan baik karena tidak adanya efisiensi
pada manajemennya atau kurangnya teknologi. Perusahaan yang tidak dapat
mengefisiensikan manajemennya dan tidak dapat membayar untuk mengembangkan
teknologinya, dapat menggabungkan diri dengan perusahaan yang memiliki manajemen
atau teknologi yang ahli.
5. Pertimbangan pajak
Perusahaan dapat membawa kerugian pajak sampai lebih 20 tahun ke depan atau sampai
kerugian pajak dapat tertutupi. Perusahaan yang memiliki kerugian pajak dapat
melakukan akuisisi dengan perusahaan yang menghasilkan laba untuk memanfaatkan
kerugian pajak. Pada kasus ini perusahaan yang mengakuisisi akan menaikkan kombinasi
pendapatan setelah pajak dengan mengurangkan pendapatan sebelum pajak dari

perusahaan yang diakuisisi. Bagaimanapun merger tidak hanya dikarenakan keuntungan


dari pajak, tetapi berdasarkan dari tujuan memaksimisasi kesejahteraan pemilik.
6. Meningkatkan likuiditas pemilik
Merger antar perusahaan memungkinkan perusahaan memiliki likuiditas yang lebih besar.
Jika perusahaan lebih besar, maka pasar saham akan lebih luas dan saham lebih mudah
diperoleh sehingga lebih likuid dibandingkan dengan perusahaan yang lebih kecil.
7. Melindungi diri dari pengambilalihan
Hal ini terjadi ketika sebuah perusahaan menjadi incaran pengambilalihan yang tidak
bersahabat. Target firm mengakuisisi perusahaan lain, dan membiayai
pengambilalihannya dengan hutang, karena beban hutang ini, kewajiban perusahaan
menjadi terlalu tinggi untuk ditanggung oleh bidding firm yang berminat (Gitman, 2003,
p.714-716).

Prosedur Pelaksanaan Merger Dan Akuisisi

Prosedur hukum tentang pelaksanaan merger dan akuisisi pedomannya didapatkan dalam
berbagai aturan hukum tentang merger dan akuisisi danpenjabarannya didapatkan dalam praktek
hukum sehari-hari tentang merger dan akuisisi. Secara garis besarprosedur hukum tentang
merger dan akuisisi yang umum adalah sebagai berikut :

1. Penjajakan bagi kedua perusahaan tentang kemungkinan untuk melakukan merger dan
akuisisi
2. Dilakukan langkah-langkah persiapan oleh kedua perusahaan yang akan melakukan
merger dan akuisisi
3. Para pihak dalam merger atau pihak pengakuisisi mulai menunjuk pihak-pihak yang
terlibat dalam proses pelaksanaan merger dan akuisisi seperti lawyer, akuntan, penilai,
notaris, konsultan pajak, dan lain-lain

4. Direksi dari kedua belah pihak dalam merger atau direksi perusahaan pengakuisisi
membuat proposal untuk merger dan akuisisi
5. Proposal merger dan akuisisi tersebut dituangkan dalam rancangan merger dan akuisisi
6. Pengumuman isi ringkasan rancangan merger atau akuisisi kedalamsurat kabar
7. Memanggil dan membuat Rapat Umum Pemegang Saham bagi masing-masing
perusahaan dengan agenda antara lain menyetujui rancangan merger atau akuisisi
8. Lawyer mulai merancang dan mendiskusikan scheme dan prosedur yang akan ditempuh
9. Lawyer mulai membuat legal audit, untuk perusahaan biasabila diperlukan, dan untuk
perusahaan terbuka atau bank wajib diperlukan
10. Akuntan mulai meneliti pembukuan dan neraca perusahaan
11. Penilai mulai melakukan penilaian terhadap asset-asset perusahaan merger atau akuisisi
12. Konsultan manajemen mulai menelaah manajemen dari perusahaan-perusahaan yang
akan merger atau akuisisi
13. Mulai ditetapkan langkah-langkah strategis dalam rangka pelaksanaaan merger dan
akuisisi tersebut
14. Lawyer mulai membuat draft kontrak merger atau akuisisi
15. Dibuat rancangan perubahan anggaran dasar, jika ada
16. Pengajuan izin merger dan akuisisi kepada yang berwewenang
17. Kontrak merger dan akuisisi ditandatangani
18. Pendaftaran perubahan anggaran dasar kedalam daftar perusahaan
19. Pengumuman perubahan anggaran dasarkedalam Tambahan Berita Negara
20. Penyelesaian administrasi pelaksanaan merger atau akuisisi
21. Penyelesaian proses likuidasi bagi merger yang memerlukan likuidasi dan pembubaran
perusahaan bagi perusahaan yang tidak memerlukan proses likuidasi
Kelebihan Dan Kelemahan Merger Dan Akuisisi

1. Kelebihan dan Kelemahan Merger

a. Kelebihan Merger

Pengambilalihan melalui merger lebih sederhana dan lebih murah dibanding


pengambilalihan yang lain (Harianto dan Sudomo, 2001, p.641)

b. Kelemahan Merger

Dibandingkan akuisisi merger memiliki beberapa kelemahan, yaitu harus ada persetujuan
dari para pemegang saham masing-masing perusahaan, sedangkan untuk mendapatkan
persetujuan tersebut diperlukan waktu yang lama. (Harianto dan Sudomo, 2001, p.642)

2. Kelebihan dan Kelemahan Akuisisi

a. Kelebihan Akuisisi

Akuisisi Saham tidak memerlukan rapat pemegang saham dan suara pemegang saham
sehingga jika pemegang saham tidak menyukai tawaran Bidding firm, mereka dapat menahan
sahamnya dan tidak menjual kepada pihak Bidding firm.

Dalam Akuisisi Saham, perusahaan yang membeli dapat berurusan langsung dengan
pemegang saham perusahaan yang dibeli dengan melakukan tender offer sehingga tidak
diperlukan persetujuan manajemen perusahaan.

Karena tidak memerlukan persetujuan manajemen dan komisaris perusahaan, akuisisi


saham dapat digunakan untuk pengambilalihan perusahaan yang tidak bersahabat (hostile
takeover).
Akuisisi Aset memerlukan suara pemegang saham tetapi tidak memerlukan mayoritas
suara pemegang saham seperti pada akuisisi saham sehingga tidak ada halangan bagi pemegang
saham minoritas jika mereka tidak menyetujui akuisisi (Harianto dan Sudomo, 2001, p.643-644).

b. Kelemahan Akuisisi

Jika cukup banyak pemegang saham minoritas yang tidak menyetujui pengambilalihan
tersebut, maka akuisisi akan batal. Pada umumnya anggaran dasar perusahaan menentukan
paling sedikit dua per tiga (sekitar 67%) suara setuju pada akuisisi agar akuisisi terjadi.

Apabila perusahaan mengambil alih seluruh saham yang dibeli maka terjadi merger.

Pada dasarnya pembelian setiap aset dalam akuisisi aset harus secara hukum dibalik nama
sehingga menimbulkan biaya legal yang tinggi. (Harianto dan Sudomo, 2001, p.643)

Larangan-Larangan Dalam Merger Dan Akuisisi

Suatu merger dan akuisisi tidak boleh menimbulkan monopoli atau persaingan tidak sehat
dipasar. Karena apabila hal ini terjadi maka akan banyak orang yang dirugikan baik masyarakat
konsumen atau pihak tersaing secara tidak sehat terebut. Selain pihak diatas ada pihak lain yang
akan dirugikan juga antara lain salah satu atau kedua perusahaan yang melakukan merger atau
akuisisi, pihak pemegang saham minoritas daam perusahaan-perusahaan terebut, pihak karywan,
dan juga pihak kreditur.