Anda di halaman 1dari 7

KASUS PELANGGARAN TERKAIT

OBAT WAJIB APOTEK (OWA)

Oleh :

Selestina M. Hoban (110114392/Kp C)


Natasya Abigail (110117104/Kp C)
Putri Mahesa Hana (110117116/Kp C)
Putu Ayu Prastika Dewi (110117276/Kp C)
Panji Nandiasa Putra (110117281/Kp C)
Pande Putu Ananda Praditya A. (110117304/Kp C)
Ni Pande Komang Nadya S. (110117347/Kp C)
Nathasya Merry (110117377/Kp C)
Mega Riris Marpaung (110117381/Kp C)
Panji Febrianto Kurniawan R. (110117406/Kp C)

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS SURABAYA

2019
A. Kasus Pelanggaran

Polisi Sita Obat Keras dari Sejumlah Apotek

Rabu, 20 September 2017 18:23 WIB

Petugas menunjukkan barang bukti obat keras yang disita dari sejumlah apotek di
Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (20/9/2017). Obat keras berbahaya yang dijual
bebas tanpa resep dokter itu terungkap saat dinkes dan polisi menggelar razia
obat keras jenis PCC di puluhan apotek yang beroperasi wilayah tersebut.
(ANTARA FOTO / DestyanSujarwoko)

Tulungagung, Jawa Timur (ANTARA News) – Satuan Narkoba Polres


Tulungagung menyita beberapa kardus obat keras yang dijual bebas tanpa disertai
resep dokter, di sejumlah apotek daerah tersebut saat razia obat keras
jenis Paracetamol Caffein Carisoprodol (PCC) di Kota Tulungagung, Jawa Timur.

"Barang bukti kami ambil dari tiga apotek di sekitar kota Tulungagung," kata Kasat
Narkoba PolresTulungagung, AKP Suwancono, di Tulungagung, Rabu.
Beberapa barang bukti itu ponstan asam mefenamat fct 500 miligram, lanadexon
dexamethasone 0,5 miligram, renabetic glibenclamide 5 miligram, amoxicillin
thrihydrate 500 miligram, dan dexchlorpheniramine maleate dexamethasone.
Suwancono mengatakan, penjualan obat tertentu itu tidak boleh sembarangan.
"Harus disertai resep dokter. Tapi ada indikasi apotek-apotek ini menjualnya
secara bebas, tanpa kontrol," ucapnya.

Kendati dugaan pelanggaran, kata Suwancono, polisi tidak sembarangan menjerat


pemilik apotek. Ia beralasan masih meminta klarifikasi data pembukuan yang berisi
sirkulasi obat-obat keras tersebut.

"Obat-obat ini memang diperjualbelikan di apotek, tapi terkontrol dan itu harus
tercatat, antara barang masuk dan barang keluar," ujarnya.

Sebelumnya, DinasKesehatanTulungagung juga merilis temuan penjualan obat


keras berbahaya di sejumlah apotek setempat. Hasilnya, tiga apotek di wilayah
Kota Tulungagung dan Sumber gempol diketahui menjual obat keras berbahaya.
Beberapa obat keras dimaksud antara lain adalah haloperidol 1,5 miligram dan 15
miligram, CPZ 100 miligram dan trifluoperazin, yang biasa digunakan untuk
mengatasi penyakit kejiwaan.

Ia mengatakan, apotek yang kedapatan menjual obat keras tanpa disertai bukti
resep dokter, bias dijerat pasal 198 Undang-undang Nomor 36/2009 tentang
Kesehatan

Pewarta: Destyan Sujarwoko

Editor: Ade P Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2017


B. Analisis kasus
Permasalahan
 Terdapat apotek yang menjual obat keras tanpa resep dokter sehingga
apotek-apotek tersebut menjualnya secara bebas tanpa kontrol.
Pada kasus pelanggaran ini, apotek menjual obat keras yang
seharusnya disertai dengan resep dokter dan bukan termasuk di dalam
OWA (Obat wajib apotek) yang dapat dibeli tanpa resep dokter.
Apoteker yang menjadi penanggung jawab apotek tersebut tidak
berusaha untuk mencegah pelanggaran tersebut terjadi dan hal tersebut
melanggar kode etik dimana seorang apoteker harus menjauhkan diri
dari usaha mencari keuntungan diri semata yang bertentang dengan
martabat dan tradisi luhur jabatan kefarmasian.

Dasar Hukum yang Dilanggar


Analisis Pasal terkait kasus pelanggaran tersebut :
1. Peraturan Pemerintah No. 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan
Kefarmasian

Pasal 3
Pekerjaan Kefarmasian dilakukan berdasarkan pada nilai ilmiah,
keadilan, kemanusiaan, keseimbangan, dan perlindungan serta
keselamatan pasien atau masyarakat yang berkaitan dengan Sediaan
Farmasi yang memenuhi standar dan persyaratan keamanan, mutu, dan
kemanfaatan.

Pasal 4
Tujuan pengaturan Pekerjaan Kefarmasian untuk:
a. memberikan perlindungan kepada pasien dan masyarakat dalam
memperoleh dan/atau menetapkan sediaan farmasi dan jasa
kefarmasian;
b. mempertahankan dan meningkatkan mutu penyelenggaraan
Pekerjaan Kefarmasian sesuai dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi serta peraturan perundangan-undangan; dan
c. memberikan kepastian hukum bagi pasien, masyarakat dan Tenaga
Kefarmasian.

Pasal 27
Pekerjaan Kefarmasian yang berkaitan dengan pelayanan farmasi pada
Fasilitas Pelayanan Kefarmasian wajib dicatat oleh Tenaga Kefarmasian
sesuai dengan tugas dan fungsinya.

2. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1176 Tahun 1999 Tentang Daftar


Obat Wajib Apotek Nomor 3.

3. Peraturan Menteri Kesehatan 919 Tahun 1993

4. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 73 Tahun 2016

Pasal 6
Penyelenggaraan Pelayanan Kefarmasian di Apotek harus menjamin
ketersediaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis
Pakai yang aman, bermutu, bermanfaat, dan terjangkau.

Pasal 8
Apotek wajib mengirimkan laporan Pelayanan Kefarmasian secara
berjenjang kepada dinas kesehatan kabupaten/kota, dinas kesehatan
provinsi, dan kementerian kesehatan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
5. Kode Etik Apoteker

Pasal 3
Seorang Apoteker harus senantiasa menjalankan profesinya
sesuai kompetensi Apoteker Indonesia serta selalu mengutamakan dan
berpegang teguh pada prinsip kemanusiaandalam melaksanakan
kewajibannya.

Pasal 5
Di dalam menjalankan tugasnya Seorang Apoteker harus menjauhkan
diri dari usaha mencari keuntungan diri semata yang bertentangan
dengan martabat dan tradisi luhur jabatan kefarmasian

Sanksi Hukum
1. Undang-Undang Nomor 36/2009 tentang Kesehatan
Pasal 198
Setiap orang yang tidak memiliki keahlian dan kewenangan untuk
melakukan praktik kefarmasian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108
dipidana dengan pidana denda paling banyak Rp100.000.000,00 (seratus
juta rupiah)
Daftar Pustaka

Kepmenkes. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1176 Tahun 1999 Tentang


Daftar Obat Wajib Apotek Nomor 3. Jakarta : Menteri Kesehatan Republik
Indonesia.

Menkes. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Jakarta.

Peraturan Pemerintah. Peraturan Pemerintah No. 51 Tahun 2009 tentang


Pekerjaan Kefarmasian. Jakarta : Pemerintah Republik Indonesia.

Permenkes. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 73 tahun 2015 tentang Standar


Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Jakarta : Menteri Kesehatan Republik
Indonesia.

Permenkes. Peraturan Menteri Kesehatan 919 Tahun 1993. Jakarta : Menteri


Kesehatan Republik Indonesia.

Sujarwoko. 2017. Polisi Sita Obat Keras dari Sejumlah Apotek. Antaranews.