Anda di halaman 1dari 7

Nama : Gusti Ngurah Hardyan

NIM : 031521274

TUGAS TUTORIAL KE-2


PROGRAM STUDI MANAJEMEN

Sumber : EKMA4473

Jelaskan tahap-tahap dalam analisis pesaing!

a. Sumber Informasi

Tujuan perusahaan dalam menjalankan usaha atau bisnis adalah untuk memenangkan persaingan. Oleh
karena itu, setiap perusahaan memiliki strategi tersendiri untuk mematikan lawannya. Semakin ketat
persaingan, maka semakin canggih strategi yang dijalankan.

Perusahaan harus memantau strategi pesaingnya secara kontinyu, karena pesaing yang cerdik akan
merevisi strategi mereka dari waktu ke waktu. Perusahaan juga harus mewaspadai perubahan-perubahan
yang diinginkan pelanggan dan bagaimana para pesaing merevisi strategi mereka untuk memenuhi hasrat
yang diinginkan oleh para pelanggan tersebut.

b. Menilai Strategi Pesaing Saat Ini

Pesaing ada dua jenis, yaitu pesaing dekat dan pesaing jauh. Pesaing dekat adalah perusahaan yang
memproduksi barang yang hampir sejeniss edangkan pesaing jauh adalah perusahaan yang memiliki
produk yang mirip. Setelah kita mengetahui pesaing dan market share yang dikuasai, kita perlu
mengetahui sasaran dari pesaing dan siapa yang menjadi target mereka selanjutnya. Sasaran pesaing
antara lain memaksimalkan laba, memperbesar market share, meningkatkan mutu produk, atau mungkin
juga mematikan atau menghambat pesaing lainnya.

Jika sasaran mereka memaksimalkan laba, perusahaan perlu mengetahui laba jangka pendek atau laba
jangka panjang dan apa tindakan yang akan mereka ambil. Sasaran untuk memaksimalkan laba ini dapat
dilakukan melalui peningkatan kepuasan konsumen dengan berbagai cara, misalnya melalui pelayan atau
harga yang relatif murah.

Jika sasarannya untuk memperbesar, maka perusahaaan perlu mengetahui apakah pertumbuhan market
share yang dimiliki cukup besar. Biasanya, meningkatkan market share dapat dilakukan dengan promosi
yang cukup gencar dengan diimbangi pembukaan cabang baru yang gencar pula.

Peningkatan mutu produk bertujuan untuk menggaet pelanggan milik pesaing. Peningkatan mutu produk
ini dapat dilakukan dengan memberikan berbagai kelebihan, baik pelayanan atau kelebihan lainnya.

c. Analisis Keunggulan Bersaing


Michael Porter telah mengidentifikasi lima kekuatan, dan lima kekuatan tersebut adalah para pesaing
industri, calon pendatang, substitusi, pembeli dan pemasok. Adapun lima kekuatan tersebut adalah:

 Persaingan sesama pesaing dalam industri yang sama (rivalry among competitors)
Menurut Porter, faktor persaingan antar pesaing dalam industri yang sama ini yang menjadi
sentral kekuatan persaingan. Misalnya dalam indutri minuman, coca cola bersaing dengan pepsi.
Intensitas persaingan tergantung pada faktor seperti pertumbuhan industri, biaya tetap dan biaya
penyimpanan, diferensiasi produk, identitas merek, biaya pengalihan ke barang lain, konsentrasi
dan keseimbangan, informasi yang kompleks, keberagaman pesaing, dan halangan keluar.
 Ancaman masuknya pendatang baru
Sebuah perusahaan tertarik untuk masuk ke dalam suatu industri apabila industri tersebut
menawarkan keuntungan yang tinggi. Datangnya pemain baru akan membuat persaingan menjadi
lebih ketat dan akhirnya akan berujung pada turunnya laba yang diterima oleh semua perusahaan.
Beberapa faktor yang mempengaruhi mudah atau sulinya rintangan memasuki suatu industri
adalah sekala ekonomi, diferensiasi produk, identitas merek, biaya pengalihan, kebutuhan modal,
akses terhadap distribusi, keunggulan biaya absolut, kebijakan pemerintah, dan reaksi pesaing.
 Ancaman barang subtitusi
Barang subtitusi merupakan barang atau jasa yang dapat menggantikan produk sejenis. Ancaman
barang subtitusi ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain harga relatif dalam kinerja barang
subtitusi, biaya pengalihan ke produk lain, dan kecenderungan pembeli untuk mensubtitusi.
 Daya tawar pembeli
Faktor faktor yang meningkatkan kekuatan tawar pembeli, antara lain : pangsa pembeli yang
besar, biaya pengalihan ke produk lain yang relatif kecil, banyaknya produk subtitusi, minimnya
diferensiasi produk.
 Daya tawar penjual
Penyediaan input memiliki daya tawar yang tinggi apabila perusahaan menjadi satu-satunya
penyedia bahan baku bagi perusahaan lain yang membutuhkan inputnya. Penyedia input ini dapat
memonopoli harga maupun kuantitas barang. Faktor yang mempengaruhi kekuatan daya tawar
penyedia input antara lain : industri pemasok didominasi hanya oleh sedikit perusahaan, produk
pemasok hanya memiliki sedikit pengganti barang subtitusi, pembeli bukan merupakan pelanggan
yang penting bagi pemasok, produk pemasok merupakan produk yang penting bagi pembeli,
produk pemasok didiferensiasikan, produk pemasok memiliki biaya pengalihan yang tinggi, dan
pemasok memiliki ancaman integrasi ke depan yang kuat

d. Memperkirakan Strategi Mendatang

Untuk mengetahui jumlah dan jenis pesaing serta kekuatan dan kelemahan yang mereka miliki,
perusahaan perlu membuat peta persaingan yang lengkap. Langkah pertama yang perlu dilakukan
perusahaan adalah dengan identifikasi seluruh pesaing yang ada. Langkah ini perlu dilakukan agar kita
mengetahui secara utuh kondisi pesaing kita. Identifikasi pesaing meliputi hal-hal sebagai berikut:

 Jenis produk yang ditawarkan


Sebuah perusahaan tertentu memiliki produk yang beragam. Tugas perusahaan adalah
mengidentifikasikan secara lengkap dan benar produk apa saja yang dimilki oleh pesaing-
pesaingnya. Identifikasikan siapa pesaing utama yang terdekat serta pesaing lainya yang juga
berpotensi mengancam perusahaan kita sekarang dan di masa yang akan datang.
 Melihat besarnya pasar yang dikuasai (Market Share) pesaing
Untuk melihat besarnya pasar yang dikuasai pesaing, dapat dilakukan melalui segmen pasar yang
akan dimasuki. Dalam hal ini perusahaan harus mengestimasi besarnya pasar dan market share
masing-masing pesaing. Market share yang harus diketahui adalah untuk masa sekarang dan di
masa yang akan datang, baik yang dikuasai pesaing maupun secara keseluruhan.
 Identifikasi peluang dan ancaman
Dengan mengestimasi besarnya market share, akan kelihatan peluang yang ada serta ancaman
yang mungkin timbul sekarang dan di masa yang akan datang. Setiap peluang harus dimasuki dan
diusahakan untuk menciptakan peluang baru yang sebesar-besarnya. Kemungkinan ancaman
atau masalah yang timbul pun harus segera diantisipasi sehingga tidak menimbulkan masalah.
 Identifikasi keunggulan dan kelemahan
Identifikasi kelamahan dan keunggulan berarti memetakan atau mencari tahu keunggulan dan
kelemahan yang dimilki pesaing. Identifikasikan kelemahan dan keunggulan pesaing dalam
berbagai bidang, misalnya dalam hal kelengkapan produk, mutu, kemasan, harga, distribusi,
lokasi, serta promosi.

Jelaskan faktor-faktor dalam menentukan segmentasi pasar

1. Faktor Geografis

Pada Faktor geografis, pasar dibagi menurut tempat. Teori dalam strategi ini adalah bahwa orang yang
tinggal di daerah yang sama memiliki kebutuhan dan keinginan yang serupa, dan bahwa kebutuhan dan
keinginan ini berbeda dari kebutuhan dan keinginan orang-orang yang tinggal di daerah-daerah lain.
Sebagai contoh, penjualan produk makanan tertentu dan/atau bermacam-macam makanan lebih baik di
satu daerah daripada di berbagai daerah lain. Misalnya, nasi gudeg penjualan paling baik di Yogyakarta,
sate ayam penjualan paling baik di Madura, buah apel penjualan paling baik di Malang, dll.

Faktor geografis merupakan strategi yang berguna bagi banyak pelaku pemasaran. Menemukan berbagai
perbedaan berdasarkan geografis relative mudah untuk berbagai produk. Di samping itu, segmen-segmen
geografis dapat dicapai dengan mudah melalui media local, yang mencakup surat kabar, TV, radio, dan
majalah.

2. Faktor Demografis

Karakteristik demografis yang paling sering digunakan sebagai dasar untuk Faktor pasar antara lain:

 Usia,
 Gender (jenis kelamin),
 Status perkawinan,
 Pendapatan, pendidikan, dan pekerjaan, dsb.

Demografis membantu menemukan pasar target atau sasaran. Informasi demografis merupakan cara
yang paling efektif dari segi biaya dan paling mudah diperoleh untuk mengenali target. Data-data
demografis lebih mudah diukur daripada berbagai variabel Faktor lain. Berbagai variabel denografis
mengungkapkan kecenderungan yang memberikan isyarat berbagai peluang bisnis, seperti pergeseran
usia, jenis kelamin, dan distribusi penghasilan.

3. Faktor Psikologis

Karakteristik psikologis merujuk ke sifat-sifat diri atau hakiki konsumen perorangan. Strategi Faktor
konsumen sering didasarkan pada berbagai variabel psikologis khusus. Misalnya, para konsumen dapat
dibagi menurut motivasi, kepribadian, persepsi, pengetahuan, dan sikap.

4. Faktor Tingkah Laku

Sebagai dasar lebih lanjut untuk Faktor pasar, Faktor sosiokultural yang memiliki variabel sosiologis
(kelompok) dan antropologis (budaya) dibagi dalam segmen yang sesuai tahap pada:

 Daur hidup keluarga


 Kelas sosial
 Budaya dan sub budaya
 Lintas budaya atau Faktor pemasaran global

5. Faktor Industri

Pelanggan dapat memanfaatkan teknologi tertentu (elektronik, robot, microwave, maupun


telekomunikasi), menggunakan material tertentu, atau turut serta dalam industry tertentu. Faktor-faktor
ini digunakan segmentasi pasar ketika pelanggan perusahaan menggunakan produk-produk tertentu
untuk memproduksi produk yang dijual.

Jelaskan komponen produk dan berbagai peran kemasan !

a. Nama atau merek merupakan suatu identitas bagi suatu produk. Nama atau merek dapat digunakan
untuk berkomunikasi kepada para pelanggan dengan melalui hal berikut :

· Nama/Merek , dapat berwujud nama, terminologi, simbol, desain, atau image, yang
mengidentifikasikan dan membedakan produk perusahaan dengan produk kompetitor.
· Nama atau Merek bukanlah sekedar nama saja, melainkan menjadi satu set image yang bisa
mengkomunikasikan produk kepada pembeli produk
· Nama atau merek mampu menggambarkan kualitas produk, reliabilitas produk, kinerja produk
maupun perusahaan pembuat produk, dll
· Nama atau merek dapat digunakan perusahaan untuk menarik perhatian konsumen
b. Idea merupakan salah satu komponen yang menjiwai suatu produk, agar pelanggan mengerti maksud
dan fungsi dari produk itu sendiri, maka suatu produk harus memiliki suatu idea yang jelas dan menarik.

c. Kemasan Produk juga perlu diperhatikan oleh lembaga bisnis aau produsen. Kemasan produk yang
menarik juga akan menarik konsumen. Peran dari kemasan antara lain :

· Kemasan menambah nilai produk perusahaan


· Kemasan dapat digunakan sebagai media komunikasi melalui logi atau tulisan di kemasan
· Kemasan dapat digunakan untuk menjelaskan produk dan kegunaan produk tersebut
· Kemasan dapat digunakan untuk memberi peringatan, menunjukkan garansi/ tanggal kadaluarsa
· Kemasan dapat didesain sehingga produk yang dikemas menjadi lebih mudah untuk dibawa
kemana pergi
· Kemasan dapat digunkan untuk membuat produk menjadi kelihatan indah dan menarik
· Kemasan juga berguna untuk memproteksi atau melindungi produk yang ada di dalamnya
· Kemasan dapat digunakan untuk identitas produk perusahaan

Jelaskan kelebihan dan kekurangan standarisasi !

Keuntungan dari standarisasi:

· Pengenalan barang lebih mudah dilakukan


· Tidak terjadi kesalahan spesifikasi dalam pembelian barang
· Pemesanan dan pembelian barang satandar dapat dilakukan dengan mudah
· Para teknisi lebih mengenal sifat-sifat barang
· Lebih mudah untuk melakukan penjualan barang
· Memungkinkan pertukaran barang atau suku cadang yang sesuai dengan kriteria produk standar
yang pada akhirnya dapat mengurangi biaya

Standarisasi dapat juga menimbulkan kerugian, khususnya standarisasi yang menyangkut penggunaan
peralatan, misalnya:

· Barang standar umumnya harganya mahal, sehingga menyebabkan biaya tinggi.


· Ketergantungan pada pabrik tertentu, dalam hal ini tidak banyak produsen suku cadang atau
peralatan yang spesifikasi barangnya sesuai dengan standarisasi produk yang dibutuhkan,
sehingga apabila terjadi kenaikan harga tidak mudah untuk mencari produsen lain.
· Proses standarisasi lama karena membutuhkan ahli-ahli dan waktu yang tepat untuk memenuhi
kriteria yang pas untuk suatu produk.

Jelaskan mengenai pendekatan sekuensial dan pendekatan bersama dalam desain produk lintas fungsi
!
Pendekatan sekuensial adalah pendekatan kombinasi dari longitudional dan cross- sectional.
Pendekatan ini memungkinkan peneliti utnuk membandingkan perbedaan individual dan perkembangan.
Pendekatan ini mulai dengan studi cross- sectional yang mencakup individu dari usia yang berbeda.
Berbulan – bulan atau bertahun – tahun setelah pengukuran awal, individu yang sama di uji lagi (ini
merupakan aspek longitudinal dari rancangan).

Pendekatan tradisional (sekuensial) di Amerika Serikat untuk pengembangan produk adalah sebuah
organisasi dengan apartemen yang berbeda. Departemen ini adalah : pertama sebuah departemen
penelitian dan pengembangan (litbang) yang mengerjakan penelitian yang dibutuhkan; kemudian sebuah
departemen rekayasa untuk merancang produk; kemudian departemen rekayasa manufaktur untuk
merancang sebuah produk yang dapat diproduksi; dan akhirnya, departemen produksi yang memproduksi
produk tersebut.
Keunggulan yang berbeda dari pendekatan ini adalah adanya tugas dan tanggung jawab yang tetap.
Kelemahannya adalah kurangnya pemikiran ke masa depan : Bagaimana departemen downstream dalam
proses berhadapan dengan konsep, ide, dan desain yang disajikan pada mereka, dan pada akhirnya apa
pendapat pelanggan tentang produk? Pendekatan kedua yang terkenal adalah menugaskan seorang
manajer produk untuk “memenangkan” produk melalui sistem pengembangan produk dan organisasi
terkait.
Pendekatan Sekuensial intinya adalah setiap fungsi menyelesaikan pekerjaannya sendiri-sendiri sebelum
lanjut ke tahap berikutnya.

Tim pengembangan produk (product development teams) bertanggung jawab untuk mengubah
permintaan pasar menjadi sebuah produk yang dapat mencapai keberhasilan produk. Tim ini terdiri dari
perwakilan dari pemasaran, produksi, pembelian, penjaminan kualitas, dan karyawan pelayanan
lapangan. Banyak juga tim yang memasukkan perwakilan dari para penyedia barang/jasa. Terlepas dari
kebiasaan yang resmi dalam suatu usaha pengembangan produk, penelitian menunjukkan bahwa
keberhasilan lebih cenderung terjadi pada lingkungan yang terbuka, yang berpartisipasi aktif, di mana
mereka yang berpotensi menyumbangkan sesuatu diberikan kesempatan.
Tugas tim pengembangan produk adalah untuk membuat suatu produk atau jasa yang sukses, yaitu yang
dapat dipasarkan (marketability), diproduksi (manufacturability), dan kemampuan pelayanannya
(serviceability). Penggunaan tim seperti ini disebut sebagai rekayasa menyeluruh (concurrent
engineering) dan menunjukkan sebuah tim yang mewakili semua bidang yang terpengaruh (dikenal
sebagai tim lintas fungsi). Concurrent engineering juga menunjukkan pengembangan produk yang lebih
cepat melalui kinerja simultan aspek yang beragam tentang pengembangan produk. Pendekatan tim
merupakan struktur dominan untuk pengembangan produk pada organisasi terkemuka di Amerika.

Berbeda dengan pendekatan sekuensial, pendekatan bersama intinya adalah seluruh fungsi-fungsi yang
ada dalam tim melakukan pekerjaannya bersama dari awal hingga akhir proses.